Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
Analisa Usaha Tani Jeruk Siam di Lahan Kering (Konawe Selatan) dan Lahan Pasang Surut (Batola)
Jeruk merupakan tanaman tahunan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, dengan BCR 1,8 pada skala 5 ha. Varietas jeruk yang banyak di tanam di Indonesia adalah siam, dimana dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Pengembangan lahan jeruk siam pada lahan kering dan lahan pasang surut perlu untuk diperhatikan, mengingat terbatasnya lahan yang dapat digunakan saat ini. Menurut perhitungan Badan Litbang Pertanian pada tahun 2005, total pengembangan lahan jeruk di 10 provinsi ke depannya hanya tersedia 5,6 juta ha. Oleh karena itu dilakukan analisa usaha tani jeruk siam di Konawe Selatan, yang mewakili lahan kering dan di Batola, yang mewakili lahan pasang surut untuk melihat pendapatan usaha tani, titik impas dan komposisi biaya dari dua lokasi. Pengambilan data dilakukan melalui survey dan wawancara. Dari hasil analisis terlihat di pendapatan usaha tani tanaman jeruk lebih besar ketika di lakukan di lahan pasang surut, dimana komposisi biaya tenaga kerja telah diperhitungkan juga, berbeda dengan Konawe Selatan yang belum memasukkan biaya tenaga kerja. Ttitik impas lebih kecil juga didapatkan di lahan pasang surut
Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lamk) dari Biji dan Stek dengan Interval Pemberian Air yang Berbeda
Kelor (Moringa oleifera Lamk.) merupakan tanaman yang sangat bergizi dan mengandung zat nutrisi yang cukup tinggi serta memiliki berbagai manfaat potensial. Kelor tumbuh dengan mudah dan bisa dikembangbiakan dengan menggunakan biji dan stek. Tujuan percobaan untuk mengetahui prosentase tanaman hidup dan pertumbuhan bibit kelor dengan bahan tanam (bibit dan stek) dengan interval pemberian air yang berbeda. Percobaan dilakukan di rumah plastik di desa Telang, Kecamatan Kamal Bangkalan Madura pada bulan April-Mei 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi, petak utama : interval pemberian air yaitu A1: 2 hari, A2: 4 hari, dan A3: 8 hari sekali dan anak petak : bahan tanam yaitu B1: biji, B2: stek. Parameter pertumbuhan vegetatif yang diukur adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm) dan jumlah daun. Hasilnya menunjukkan bahwa prosentase tanaman hidup dan pertumbuhan bibit tanaman kelor dari biji lebih baik pada awal pertumbuhan daripada bibit yang berasal dari stek. Hal ini disebabkan tanaman kelor yang diperbanyak dengan biji memiliki pertumbuhan yang lebih cepat pada pertumbuhan awal karena pertumbuhan akar lebih baik dan lebih banyak. Pertumbuhan kelor yang ditanam dengan biji lebih cepat daripada stek dapat dilihat dari pertumbuhan yang lebih tinggi pada parameter tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tanaman
Pengaruh Pupuk Bokashi dan Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Tuban
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk bokashi dan urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Tuban. Penelitian dilaksanakan di Desa Caracas Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2017. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali. Perlakuan yang diuji terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan pupuk bokashi dengan empat taraf yaitu O0 (0 t/ha), O1 (5 t/ha), O2 (10 t/ha) dan O3 (15 t/ha), sedangkan faktor kedua adalah urin sapi dengan empat taraf yaitu U0 (0 ml/l air), U1 (50 ml/l air), U2 (100 ml/l air), dan U3 (150 ml/l air). Hasil Penelitian menunjukkan adanya pengaruh interaksi yang nyata antara pupuk bokashi dan urin sapi terhadap tinggi tanaman umur 35 HST (hari setelah tanam), jumlah daun umur 35 HST dan bobot polong kering per petak. Secara mandiri perlakuan pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 28 HST, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan bobot polong kering per tanaman, sedangkan urin sapi secara mandiri memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 28 HST, jumlah polong dan bobot polong kering per tanaman. Dosis pupuk bokashi 10 t/ha dan konsentrasi urin sapi 100 ml/l air memberikan pengaruh terbaik pada bobot polong kering per petak masing-masing sebesar 966,88 g/petak atau setara dengan 3,68 t/ha. Terdapat korelasi nyata antara tinggi tanaman umur 21 HST dan 28 HST dan jumlah daun umur 21 HST, 28 HST dan 35 HST dengan bobot polong kering per petak. Kata Kunci : Kacang Tanah , Pupuk Bokashi, Urin Sap
ANALISIS USAHA MINUMAN INSTAN BERBASIS BIOFARMAKA (STUDI KASUS KELOMPOK WANITA TANI SUBUR LESTARI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN)
Minuman instan berbasis biofarmaka termasuk dalam kategori pangan fungsional (foodsplement) yang berasal dari pengolahan tanaman biofarmaka dengan rempah- rempah(Winarti, 2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan,pendapatan, dan efisiensi usaha (R/C rasio dan B/C rasio) dari usaha minuman instan berbasisbiofarmaka di Kelompok Wanita Tani Subur Lestari Kabupaten Klaten. Metode dasarpenelitian ini adalah deskriptif analitik. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secarapurposive dan metode penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus dengan jumlah 25responden. Sumber data yaitu data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah(1) biaya (2) penerimaan (3) pendapatan (4) efisiensi usaha. Hasil penelitian menunjukkanbahwa biaya eksplisit yang dikeluarkan dalam usaha minuman instan berbasis biofarmaka diKelompok Wanita Tani Subur Lestari Kabupaten Klaten sebesar Rp. 7.613.350 danpenerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 9.9697.500, sehingga jumlah pendapatan dari usahaminuman instan berbasis biofarmaka sebesar Rp. 2.084.150. Nilai R/C rasio usaha minumaninstan berbasis biofarmaka sebesar 1,27 yang berarti bahwa setiap Rp. 100.000 yangdikeluarkan dalam usaha minuman instan berbasis biofarmaka akan diperoleh penerimaanRp. 127.000. Nilai B/C rasio usaha minuman instan berbasis biofarmaka sebesar 0,27 yangberarti bahwa setiap Rp. 100.000 yang dikeluarkan dalam usaha minuman instan berbasisbiofarmaka akan diperoleh pendapatan Rp. 27.000, sehingga dapat disimpulkan bahwa usahaminuman instan berbasis biofarmaka yang dijalankan oleh Kelompok Wanita Tani SuburLestari sudah efisien
Keberagaman dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Peternak dalam Program Bantuan Langsung Pakan Sapi Perah di Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman partisipasi peternak dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi peternak dalam Program Bantuan Langsung Pakan Sapi Perah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, peneliti menetapkan sampel sebanyak 90 peternak sapi perah yang mengikuti Program Bantuan Langsung Pakan dan merupakan anggota dari kelompok tani ternak Barokah Abadi, Sari Subur, dan Gondang Makmur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan untuk menguji signifikansinya menggunakan uji t hitung yang berdasarkan t tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman partisipasi peternak pada kelompok Barokah Abadi dan Sari Subur berupa tenaga memiliki skor tinggi dibandingkan dengan keterlibatan berupa ide/pemikiran. Sedangkan pada kelompok Gondang Makmur bentuk keterlibatan berupa ide/pemikiran memiliki skor tinggi dibandingkan dengan keterlibatan berupa tenaga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi, dan peran penyuluh terhadap partisipasi peternak di kelompok tani ternak Barokah Abadi. Pada kelompok tani ternak Sari Subur terdapat pengaruh yang signifikan antara peran penyuluh, dan kosmopolitan terhadap partisipasi peternak. Pada kelompok tani ternak Gondang Makmur terdapat pengaruh yang signifikan antara pendapatan, peran penyuluh, dan kosmopolitan terhadap partisipasi peternak
Pengaruh Pengaturan Fase Termofil pada Pengomposan Jerami dan Sampah Pasarterhadap Perombakan Lignin dan Hasil Kompos
Fase termofil pada proses pengomposan berperan penting dalam perombakan lignin dan pembentukan humus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaturan fase termofil pada proses pengomposan jerami padi dan sampah pasar terhadap perombakan lignin dan hasil kompos. Penelitian dilakukan dalam dua tahap.Tahap pertama berupa penentuan suhu termofilik, dilakukan dengan menginkubasikan bahan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 400C, atau 45 0C, atau 500C.Aktivitas mikroba ditentukan berdasarkan jumlah CO2 yang terbentuk. Penelitian tahap berikutnya dilakukan dengan cara meletakkan 1 kg masing-masing campuran bahan seperti tahap pertama pada wadah/ember. Bahan diinkubasikan selama 1 minggu pada suhu ruang. Selanjutnya dilakukan pengaturan fase termofil pada suhu 50oC dengan durasi inkubasi selama 0,1,2, dan 3 minggu. Total inkubasi dilakukan selama 5 minggu. Parameter yang diamati adalah: pH, kadar C, N dan lignin. Kadar C kompos dianilisis dengan metode Walky and Black. N kompos dianilisis dengan menggunakan Metode mikro Kjedhal, sedangkan kadar lignin dianalisis menggunakan metode Klason (72% H2SO4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fase termofil berupa pemanjangan durasi pada fase termofil pada suhu 50oC mengakibatkan penambahan jumlah kadar lignin terombak, penurunan kadar C serta C/N ratio bahan. Durasi fase termofil yang memberi hasil kompos baik adalah selama 2 minggu
KESEIMBANGAN DAN KETERSEDIAAN KALIUM DALAM TANAH DENGAN BERBAGAI INPUT PUPUK PADA SISTEM SAWAH TADAH HUJAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik, anorganik dan kombinasinya terhadap ketersediaan kalium, keseimbangan masukan dan keluaran kalium, dan efisiensi penyerapan kalium di lahan tadah hujan. Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2016 sampai Januari 2017 di Kebun Percobaan Jakenan, Pati.Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan.Perlakuan terdiri darikontrol; urea 125 kg/ha, SP36 62.5 kg/ha, KCl 50 kg/ha; kompos 2.5 ton/ha; urea 125 kg/ha, SP36 62.5 kg/ha, KCl 50 kg/ha, kompos 2.5 ton/ha; kompos 5 ton/ha; and urea 125 kg/ha, SP36 62.5 kg/ha, KCl 50 kg/ha, kompos 5 ton/ha. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh kandungan kalium di tanah dan beras. Perlakuan urea 125 kg/ha, 62.5 SP36 kg/ha, KCl 50 kg/ha dankompos 2.5 ton/ha memberikan hasil padi tertinggi, yaitu 5.4 ton/ha
Evaluasi Nutrisi Hidroponik Alternatif Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Jepang Varietas Roberto pada Hidroponik Irigasi Tetes Infus
Pemanfaatan hidroponik sebagai salah satu teknologi peningakatan produksi komoditas hortikultura sayuran-buah perkembangannya masih dihadapkan pada beberapa kendala, yaitu kendala teknis (penguasaan teknologinya), kendala ekonomis(biaya investasi awal, biaya produksi tinggi) dan aspek sosial (penerimaan masyarakat terhadap produk hasil hidroponik). Aspek ekonomi berperan besar terhadap keinginan masyarakat untuk menguasai teknologinya dan penerimaan masyarakat terhadap produk hasil hidroponik sebagai sumber pangan sehat. Upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis agar bertanam secara hidroponik dapat menghasilkan keuntungan lebih besar adalah mengatur pemberian nutrisi tanaman dan pembuatan nutrisi dengan sumber bahan-bahan pupuk yang murah, mudah dijangkau dan tersedia di pelosok daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu variasi nilai electrical conductivity (EC) formulasi nutrisi alternatif terdiri dari 6 taraf perlakuan ( EC 3,0; 3,2; 3,4; 3,6; 3,8; dan 4,0) mS cm-1. Evaluasi nutrisi hidroponik diukur berdasarkan respons terhadap tinggi tanaman, luas daun, berat buah per tanaman dan indeks panen. Hasil pengamatan utama kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam, apabila hasil analisis ragam taraf perlakuan berpengaruh nyata kemudian dilanjutkan dengan uji beda jarak Duncan pada taraf 5%. Sebagai penunjang penelitian dilakukan pengamatan terhadap suhu dan kelembaban di lokasi penelitian. Hasil penelitian pemberian variasi nilai EC nutrisi hidroponik alternatif berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan luas daun akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap berat buah per tanaman dan indeks panen. Pemberian EC 3,4 mS cm‑1 formulasi nutrisi alternatif memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman dan luas daun
Pola Hujan Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah (Studi Kasus : Sub DAS Cemoro dan Modang)
Sebagai bagian dari siklus hidrologi, curah hujan sangat penting untuk dipelajari karena sifatnya yang sangat variatif baik secara temporal maupun spasial. Pola curah hujan dapat digunakan sebagai dasar identifikasi perubahan iklim. Dalam lingkup pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), variasi hujan akan mempengaruhi respon hidrologi suatu DAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hujan di Sub DAS Cemoro dan Modang, Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah. Kedua wilayah tersebut merupakan Sub DAS dengan penutupan hutan jati. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hujan dari beberapa stasiun pengamatan curah hujan tahun 2001-2017, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dalam kurun waktu 17 tahun pengamatan, diketahui bahwa curah hujan tahunan antara Sub DAS Cemoro dan Modang hampir sama. Curah hujan bulanan menunjukkan peningkatan sejak Bulan September dan mulai menurun pada Bulan April. Bulan kering berlangsung selama 6 bulan, sedangkan bulan basah terjadi selama 4 bulan. Berdasarkan klasifikasi Oldeman, lokasi penelitian berada dalam zona iklim D3. Tren curah hujan tahunan di kedua Sub DAS mengalami penurunan sejak 2001 dan sedikit terjadi kenaikan pada 2013 hingga 2017. Untuk menjaga keseimbangan tata air, keberadaan hutan di lokasi penelitian perlu dipertahankan untuk mendukung kehidupan masyarakat di kawasan hilirnya