Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Menakar Kinerja Sistem Agribisnis Padi Organik di Priangan Timur

    No full text
    Keberlanjutan agribisnis padi organik salah satunya ditentukan oleh kinerja sistem agribisnis yang terdiri dari subsistem penyediaan input produksi, subsistem onfarm, subsistem pengolahan/penanganan hasil, subsistem pemasaran dan subsistem unsur penunjang. Di Indonesia, khususnya Priangan Timur dikenal sebagai wilayah pengembangan padi organik. Saat ini kinerja pengembangannya menunjukkan indikator penurunan diantaranya produktivitas, produksi, luas areal tanam dan jumlah petani yang terlibat dalam penanaman padi organik.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kinerja sistem agribisnis padi organik. Metode survey digunakan dalam penelitian ini dengan teknik cluster random sampling terhadap 280 petani padi organik di 4 kabupaten/kota Priangan Timur Provinsi Jawa Barat Indonesia. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa pengembangan agribisnis padi organik di wilayah penelitian memperoleh kinerja cukup

    Pengaruh Umur Panen terhadap Viabilitas Benih Gandum Tropis Varietas Dewata ( Triticum aestivum L.)

    Get PDF
    Gandum (Triticum aestivum L.) merupakan bahan pangan pokok di indonesia, untuk memenuhi kebutuhan gandum, pemerintah masih melakukan impor. Pengembangan gandum tropis untuk menunjang kebutuhan produksi pangan dari dalam negeri belum banyak dilakukan. Salah satu syarat untuk memproduksi tanaman adalah adanya benih yang bermutu tinggi. Benih yang bermutu tinggi dihasilkan dari biji yang sudah masak yang memiliki viabilitas atau daya berkecambah yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui viabilitas benih gandum pada berbagai umur panen dan untuk mengetahui umur panen manakah yang sudah memenuhi standar mutu benih. Penelitian dilakukan dilahan percobaan dengan ketinggian tempat ± 900 meter dpl dan di laboraturium benih Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANNOVA) yang kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) pada selang kepercayaan 95%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar air, bobot 1000 biji, daya berkecambah, keserempakan tumbuh dan berat kering benih. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur panen berpengaruh nyata pada kadar air, bobot 1000 biji, daya berkecambah keserempakan tumbuh dan berat kering benih. Pada perlakuan H5 umur panen 120 hari setelah tanam menghasilkan daya berkecambah 80,4% dan kadar air 11,148 % yang menunjukkan bahwa hasil tersebut sudah memenuhi kriteria mutu benih menurut standar FAO

    Rekayasa Proses Pengeringan Umbi Iles-Iles (Amorphophallus muelleri)

    Get PDF
    Iles-iles (Amorphophallus muelleri) adalah salah satu tanaman herba yang dapat  menghasilkan glukomanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pengeringan yang terbaik dalam menghasilkan chips kering umbi iles-iles. Pengeringan dilakukan menggunakan tiga metode yang berbeda yaitu dengan oven, rumah kaca dan penjemuran matahari. Perlakuan terdiri atas perendaman dan tanpa perendaman dalam larutan natrium metabisulfit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua perlakuan tersebut, pengeringan oven selama 30 jam pada suhu 50o C merupakan metode pengeringan yang terbaik. Masing-masing perlakuan menghasilkan kadar air chips kering umbi iles-iles sebesar 6,70% dan 5,05% (bb)

    Pengaruh Penambahan Kulit Singkong Fermentasi dengan Bakteri Asam Laktat sebagai Aditif Pakan terhadap Produksi Karkas Ayam Kampung Super

    Get PDF
    Dewasa ini telah dikembangkan aditif pakan kombinasi antara prebiotik dan probiotik sebagai pengganti antibiotik growth promotor. Beberapa bahan pakan lokal dari limbah hasil agroidustri dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi biaya pakan yang tinggi, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai aditif pakan. Prebiotik yang digunakan berupa limbah kulit singkong dan probiotik berupa bakteri asam laktat. Limbah kulit singkong merupakan limbah agroindustri dari hasil pertanian  yang memiliki potensi cukup tinggi di Indonesia yaitu sebesar 3.327.188,6 ton/ tahun (BPS, 2008). Limbah kulit singkong dengan potensinya yang cukup tinggi memiliki kandungan 21,20 % serat kasar, 4,80% protein kasar, 1,22% lemak kasar, bahan kering 32,61%, 0,36% kalsium, 0,11% phospor dan energi metabolism (EM) sebesar 2960 kkal/kg (Devendra, 1997). Namun kulit singkong memiliki kelemahan yaitu kadar serat kasar dan HCN yang tinggi, maka sebelum digunakan sebagai bahan pakan perlu diolah terlebih dahulu.            Kandungan serat kasar yang tinggi pada kulit singkong dapat menjadi kendala yang dapat membatasi pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai aditif pakan unggas. Kandungan serat kasar tersebut sebanding dengan kandungan oligosakarida yang tinggi (Hidayat, 2009). Kandungan oligosakarida yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkembangnya mikrobia non patogen Bakteri Asam Laktat (BAL)  yang ada di dalam saluran pencernaan. Kandungan oligosakarida dalam limbah kulit singkong dapat menyediakan nutrisi untuk bakteri asam laktat sehingga menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan oleh bakteri asam laktat sp  sebagai pakan untuk meningkatkan populasi BAL dalam saluran pencernaan karena BAL dapat mencerna kandungan serat kasar yang tinggi

    Efisiensi Penggunaan Air Irigasi Menggunakan Autopot Terhadap Hasil Produksi Tanaman Tomat Cherry (Solanum L. var. Cerasiforme)

    Get PDF
    Ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama di bidang pertanian. Ketersediaan air yang terbatas menjadikan penggunaan air irigasi harus lebih efisien sehingga dapat menunjang keberlanjutan pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi penggunaan air irigasi dengan sistem hidroponik menggunakan autopot terhadap hasil produksi tanaman tomat cherry (Solanum L. var. Cerasiforme). Penelitian ini mengkaji interval fertigasi yang terdiri dari dua taraf yaitu interval penyiraman satu hari dan dua hari sekali dengan jumlah tanaman pada interval satu hari sebanyak 48 tanaman dan interval dua hari 96 tanaman. Pengamatan efisiensi penggunaan air dilakukan dari proses penyemaian sampai akhir masa tanam selama 140 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen pada interval satu hari yaitu sebesar 27431,5 kg dan interval 2 hari 63869,5 kg. Hasil ini menunjukkan bahwa perlakuan interval penyiraman berpengaruh terhadap jumlah produksi tomat cherry dengan efisiensi penggunaan air pada interval satu hari yaitu sebesar 7,412 kg/ dan interval dua hari yaitu sebesar 10,2897 kg/

    Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Singkong dan Bakteri Asam Laktat sebagai Aditif Pakan terhadap Performans Ayam Broiler

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat sebagai aditif pakan terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan dan Indeks Performans ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah DOC ayam broiler yang berjumlah 144 ekor dengan lama pemeliharaan selama 38 hari. Ransum basal yang digunakan terbuat dari bahan pakan yang terdiri dari jagung, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, Meat Bone Meal (MBM) dan premix. Perlakuan yang diberikan dari penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat (BAL) yaitu: T0  (ransum basal tanpa sinbiotik), T1 (ransum basal + sinbiotik 50 ml/kg), T2 (ransum basal + sinbiotik 100 ml/kg) dan T3 (ransum basal + sinbiotik  150ml/kg). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan yang nyata akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Ducan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat sebagai aditif pakan ayam broiler tidak berpengaruh nyata (P<0,5) terhadap bobot badan dan pertambahan bobot badan ayam broiler, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap Indeks Performas ayam broiler (P>0.5). Simpulan yang didapat dari penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat (BAL) sebagai aditif pakan ayam broiler hingga taraf 150 ml/kg kedalam ransum basal belum mampu meningkatkan bobot badan ayam broile

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA RAMBAH TENGAH BARAT KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani sawah dataran rendah di desaRambah Tengah Barat, tingkat produksi padi petani di dataran rendah dan karakteristikkorelasi petani dengan produksi padi dataran rendah. Metode dasar penelitian adalahdeskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah Desa Rambah Tengah Barat KecamatanRambah Kabupaten Rokan Hulu. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Analisisdata yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan:mayoritas petani usia 40 keatas, tingkat pendidikan petani adalah sekolah dasar, mayoritasjumlah keluarga adalah 5, memiliki pengalaman yang cukup berkisar antara a 5-10 tahun danmemiliki lahan pertanian padi yang luas. Sedangkan tingkat produksi mayoritas petani adalah1-2 ton/ha. Hasil analisis data menyatakan bahwa ada korelasi positif dan signifikan antarakarakteristik petani (umur, pendidikan, tanggungan, pengalaman dan luas tanah) denganproduksi padi dataran rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian menggunakan rankSpearman yang ditunjukkan oleh hasil rho berturut-turut 0,933, 0,723, 0,865, 0,793 dan0,704, itu lebih besar dari r tabel adalah 0,364

    SUMBERDAYA INDUSTRI KELAPA SAWIT DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING SAPI NASIONAL

    Get PDF
    Indonesia masih belum mampu swasembada daging sapi hingga saat ini. Untuk mengembangkan peternakan sapi, ketersediaan pakan dan lahan menjadi faktor pembatas.  Sementara itu industri perkebunan kelapa sawit mempunyai potensi untuk menyediakan pakan sapi. Biomassa dari industri perkebunan kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi adalah tanaman hijauan pada kebun kelapa sawit, daun dan pelepah hasil kegiatan panen, dan BIS dan solid dari kegiatan pengolahan kelapa sawit. Berdasarkan perhitungan dan assumsi, industri kelapa sawit Indonesia mampu menyediakan pakan sapi bagi 25 juta ekor dengan menggunakan daun dan pelepah sebagai hijauan, dan 19 juta ekor sapi dengan menggunakan solid sebagai bahan tambahan pakan ternak sapi. Model ISSE yang dikembangkan oleh PPKS membuktikan bahwa pemanfaatan sumberdaya industri perkebunan kelapa sawit dapat digunakan sebagai pakan untuk peternakan sapi. 

    ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN DENGAN SEKTOR LAIN PADA PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan ke belakang dan ke depan pada sektor pertanian dengan sektor lain dalam perekonomian di Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan data sekunder yaitu Tabel Input Output Jawa Tengah tahun 2013. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Input Output (IO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keterkaitan keterkaitan ke depan dan ke belakang sektor pertanian relatif masih lebih kecil dibandingkan dengan sektor lain dalam perekonomian. Artinya sektor pertanian masih tertinggal pembangunannya dibandingkan dengan sektor lain. Secara garis besar nilai keterkaitan ke belakang sektor pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan nilai keterkaitan ke depan karena pengembangan pada sektor pertanian lebih mengarah pada pemanfaatan input proses produksi dari sektor yang lain dibandingkan dengan menyediakan input untuk sektor lain. Nilai keterkaitan ke belakang pada sektor pertanian berada diperingkat kelima dari lima belas sektor yaitu subsektor peternakan. Jika output sektor peternakan naik maka input produksi dari subsektor peternakan diantaranya industri bibit ternak, pakan ternak, obat-obatan dan vaksin ternak, serta alat-alat dan mesin peternak juga akan mengalami kenaikan permintaan. Pada nilai keterkaitan ke depan, sektor pertanian yaitu subsektor tanaman pangan menduduki posisi keenam dari lima belas sektor. Ketika output sektor pertanian seperti tanaman pangan meningkat maka akan meningkatkan sektor lain seperti sektor industri pengolahan yang menggunakan output sektor pertanian sebagai input produksi

    RESPON KUALITAS DAN HASIL PRODUKSI PADI PADA LAHAN NON-TOP SOIL TERHADAP APLIKASI EKSTRAK SEKAM

    Get PDF
    Data    luas  area  pertanian  di  Jawa  Timur  saja  pada  dari  tahun  ke  tahun  menunjukkan penurunan luas lahan. Penelitian dilaksanakan di daerah Patrang Kabupaten Jember Jawa Timur. Varietas padi yang digunakan dalah Sintanur. Bahan yang digunakan berupa sekam padi, tanah yang kehilangan top-soil dari area bekas galian batu bata, air, pestisida, pupuk Urea, SP-36 dan KCl, etanol, HCL 2%, reagen nelson, aquades, TCA dan BaOH. Pemberian ekstrak abu sekam menunjukkan pengaruh yang positif terhadap bobot biji per malai dan kandungan pati, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot 100 bulir biji

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇