Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Komposisi Kimia Daging Kelinci New Zealand White Yang Mendapat Pakan Subtitusi Sargassum Sp Pada Level Yang Berbeda

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas kimia daging kelinci yang diberi pakan dengan subtitusi Sargassum sp. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 24 ekor kelinci New Zealand White yang berumur 80 – 90 hari dengan bobot rata-rata 1736 ± 50 g (CV = 2,90%), Kelinci tersebut dikelompokkan menjadi 3 untuk perlakuan, masing-masing berisi 8 ekor sebagai ulangan. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Pakan perlakuan yang diberikan adalah T0 (pakan kontrol), T1 (pakan T0 subtitusi sargassum sp 4%) dan T2 (pakan T0 subtitusi sargassum sp 8%). Komposisi bahan pakan T0 terdiri dari sargassum sp, jagung kuning, bekatul, kulit kopi, molasses, mineral, garam, wheat bran, pollard dan kangkung. Pakan tersebut diramu untuk mendapatkan iso protein (16% PK). Pemeliharaan dengan pakan perlakuan selama 84 hari, untuk kemudian ternak dipotong sebanyak 4 ekor di setiap perlakuan. Analisis kandungan kimia daging dilakukan otot longissimus dorsi dan biceps femoris, untuk menentukan kadar air, abu, protein dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) pada kadar air, abu dan protein jenis otot longissimus dorsi dan biceps femoris, namun berpengaruh pada kadar lemak di otot biceps femoris (P<0,01). Rata – rata kadar air LD adalah 72,46 - 73,04% (rerata = 72,78%) dan BF adalah 72,86 - 73,88% (rerata = 73,44%) , kadar abu LD adalah 2,28 - 2,83% (rerata = 2,51%)  dan BF adalah 3,24 - 3,50% (rerata = 3,35%), kadar protein LD adalah 20,33 - 21,02% (rerata = 20,61%) dan BF adalah 19,80 - 21,23% (rerata = 20,73%), kadar lemak LD adalah 1,27 - 2,97% (rerata = 2,39%). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian sargassum sp hingga level 8% dalam ransum tidak mempengaruhi kualitas kimia daging secara keseluruhan, kecuali kadar lemak biceps femoris.

    Menentukan Alternatif Strategi Pengembangan Agribisnis Cabai Merah di Kabupaten Sleman dengan Analisis Grand Strategy

    Get PDF
    Petani di Kabupaten Sleman saat ini hanya berkontribusi di bidang usaha tani tingkat produksi (on-farm) dengan nilai tambah atau keuntungan yang relatif kecil. Sementara subsistem pengolahan dan pemasaran (off-farm) cenderung tidak ditangani oleh mereka sebagai petani tetapi oleh pedagang atau pebisnis lainnya. Pengembangan agribisnis cabai merah adalah salah satu alternatif dalam meningkatkan kinerja sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif strategi pengembangan agribisnis cabai merah di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2018 hingga Januari tahun 2019 dengan mewawancarai 11 responden yang dianggap sebagai key informan. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analitik berbasis data primer dan sekunder. Perumusan alternatif strategi dianalisis dengan membuat matrik IFE dan EFE, kemudian dilanjutkan dengan  grand strategy. Berdasarkan analisis grand strategy, maka posisi bersaing agribisnis cabai merah berada pada kuadran I (pertumbuhan pasar yang tinggi dan posisi kompetitif yang kuat)

    Analisis Efisiensi Ekonomi Usaha Ternak Sapi Potong Pengguna Biogas Sebagai Bahan Bakar Alternatif di Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi usaha ternak sapi potong pengguna biogas sebagai bahan bakar alternatif di Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Boyolali. Penelitian dilakukan terhadap peternak pengguna biogas di Desa Jagoan. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi ternak, hijauan, konsentrat, biaya kesehatan, tenaga kerja, pembelian peralatan dan perawatan biogas, secara bersama – sama berpengaruh nyata terhadap pendapatan usaha ternak sapi potong pengguna biogas di Desa Jagoan. Secara teknis, penggunaan faktor produksi konsentrat sudah efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi ternak, tenaga kerja, dan perawatan biogas belum efisien, penggunaan faktor produksi hijauan, biaya kesehatan dan pembelian peralatan sudah tidak efisien. Secara ekonomis, penggunaan faktor produksi ternak, konsentrat, tenaga kerja dan perawatan biogas belum mencapai efisiensi ekonomi, sedangkan faktor produksi hijauan, biaya kesehatan dan pembelian peralatan sudah tidak efisie

    Karakterisasi Kemampuan Biokontrol Bakteri Endofit Indigenos untuk Pengendalian Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis pada Cabai

    Get PDF
    Bakteri endofit hidup dalam jaringan tanaman tanpa menyebabkan gejala penyakit pada inang dan banyak dikembangkan sebagai agens hayati pengendalian berbagai penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri endofit indigenos dalam menekan perkembangan penyakit layu bakteri pada cabai dan mengkarakterisasi kemampuan biokontrol isolat terbaik secara in-vitro. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan dengan rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan dan 11 perlakuan (10 isolat bakteri endofit + kontrol). Parameter pengamatan yaitu kemampuan pengendalian penyakit layu bakteri secara in planta (insidensi dan severitas penyakit) dan karakter biokontrol (produksi protease, biosurfaktan, katalase, siderofor, antibiotik, HCN, ammonia dan hemolysin).  Hasil penelitian didapatkan 10 isolat bakteri endofit indigenos mampu menekan perkembangan dan menghambat terjadinya penyakit layu bakteri pada cabai sampai 0% dengan efektivitas 100%. Karakterisasi isolat bakteri endofit indigenos secara in-vitro menunjukkan semua isolat mampu memproduksi protease, biosurfaktan dengan viskositas beragam, dan aktivitas katalase positif, 9 isolat mampu memproduksi siderofor, dan 8 isolat mampu menghasilkan antibiotik. Seluruh isolat tidak mampu memproduksi HCN dan ammonia. Semua isolat juga memiliki aktivitas hemolysin negatif yang mengindikasikan aktifitas patogenesitas negatif pada manusia. Isolat bakteri endofit SLBE 1.1 BB, SLBE 2.1 BB, SLBE 2.3 BB, SLBE 4.2 BB, SLBE 3.1 AP, AGBE 2.1 TL, SLBE 3.1 BB, dan AGBE 4.1 TL merupakan isolat yang paling banyak menunjukkan karakter biokontrol

    Daftar Pemakalah

    Get PDF

    Transformasi Perlawanan Petani dalam Menghadapi Tengkulak (Studi Kasus Petani Cabai Lahan Pasir Pantai di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk dan proses perlawanan petani lahan pasir pantai di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo terhadap mafia cabai.  Metode penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi. Validitas data ditentukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Dasar petani melakukan perlawanan adalah adanya dominasi dan permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak dan mafia cabai terhadap petani. Perlawanan dilakukan secara terbuka yang bersifat organik, sistematik, kooperatif melalui bentuk perlawanan yang dilakukan melalui tindakan- tindakan kolektif atau bersama. 

    Pengaruh Pemberian Kulit Singkong Dan Bakteri Asam Laktat Sebagai Aditif Pakan Terhadap Deposisi Protein Daging Ayam Jawa Super

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan kulit singkong yang dikombinasikan dengan bakteri asam laktat terhadap deposisi protein daging ayam jawa super. Materi yang digunakan adalah 144 ekor day old chick (DOC) ayam jawa super unsex dengan dengan rata-rata bobot badan 34 ± 3,14 gram. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan serta analisis data menggunakan analisis ragam. Ransum yang digunakan mengandung protein kasar 18,25% dan Energi metabolis 3378,91 kkal/kg. Perlakuan yang digunakan adalah kulit singkong yang dikombinasikan dengan bakteri asam laktat level berbeda (0 ml/kg pakan, 100 ml/kg pakan, 150 ml/kg pakan, 200 ml/kg pakan). Ransum perlakuan mengandung kulit singkong 6 gram dan 100 ml bakteri asam laktat dengan konsentrasi 108 CFU/ml. Parameter yang diamati adalah konsumsi protein, massa protein daging, dan deposisi protein daging. Massa protein daging diukur dari sampel daging paha dan dada setelah 6 minggu perlakuan dan dianalisis kadar proteinnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kulit singkong dan bakteri asam laktat pakan sebagai aditif pakan berperngaruh nyata sampai level 200ml/kg terhadap deposisi protein daging ayam jawa super. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kulit singkong yang dikombinasikan dengan bakteri asam laktat sebai aditif pakan dapat meningkatkan konsumsi protein dan deposisi protein daging ayam jawa super

    Rasio Daging dan Tulang Karkas Kelinci New Zealand White Jantan yang Diberi Ransum dengan Penambahan Rumput Laut (Sargassum sp.)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan rumput laut (Sargassum sp.) sebagai bahan pakan kelinci terhadap rasio daging dan tulang. Materi penelitian berupa 12 ekor kelinci New Zealand White jantan umur 3 bulan dengan bobot badan awal rata-rata 1.736,00 ± 50,42 g (CV = 2,90%). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 (tiga) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah T1 (ransum tanpa Sargassum sp.), T2 (ransum dengan penambahan Sargassum sp. 4%) dan T3 (ransum dengan penambahan Sargassum sp 8%). Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah bobot potong, bobot karkas, bobot daging, tulang dan lemak karkas serta rasio daging tulang karkas. Data penelitian dianalisis ragam dengan uji F 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan rumput laut dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua parameter yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata bobot potong, bobot karkas, bobot daging, tulang dan lemak karkas berturut turut adalah 2.379,66 g, 1.195,75 g, 988,70 g, 193,76 g dan 62,13 g. Adapun rasio daging tulang karkas sebesar 5,36. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan rumput laut sampai tingkat 8% dari total ransum menghasilkan rasio daging tulang karkas kelinci New Zealand White jantan yang relatif sama

    Strategi Diseminasi Inovasi Microgreens di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi diseminasi inovasi microgreens yang dilakukan oleh Balai Besar Pengkajan dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP). Microgreens merupakan tanaman yang dipanen pada umur 7-14 hari setelah berkecambah. Oleh karenanya, microgreens menjadi salah satu inovasi yang dapat diadopsi oleh semua khalayak baik anak-anak sampai orang dewasa. Hal ini yang mendorong dalam penyusunan strategi diseminasi microgreens di BBP2TP. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, foto, observasi dan dokumentasi. Validitas data ditentukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik khalayak sasaran berpengaruh pada strategi diseminasi microgreens, dimana materi inovasi disampaikan secara berbeda menurut kelompok usia. Dua strategi dalam desiminasi inovasi microgreens dilakukan dengan kunjungan dan media sosial

    Pemanfaatan Sumber Daya Pertanian Lahan Kering di Pegunungan Karst Gunungkidul

    Get PDF
    Pegunungan karst Gunungkidul tergolong dalam wilayah  kering yang kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan pertanian maupun peternakan. Kondisi ini menyebabkan rendahnya pendapatan usahatani dan tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lahan kering di pegunungan karst Gunungkidul. Metode yang digunakan dengan deskriptif adalah mengambil sampel sebesar 60 responden rumah tangga tani. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan lahan kering berkontribusi kecil dalam pendapatan rumah tangga tani. Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, petani dan anggota rumah tangga harus bekerja diluar sektor pertanian seperti buruh bangunan, buruh pabrik, buruh pasar dan berdagang. Selain itu, pendapatan rumah tangga tani lain juga bersumber dari kiriman saudara.  Aset lahan kering digunakan untuk budidaya tanaman padi gogo, palawija (jagung, kacang tanah dan ubi kayu) dan tanaman tahunan seperti petai, mangga, melinjo

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇