Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Pengaruh Kompos Limbah Bulu Ayam dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.)

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah bulu ayam dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis (Brassica oleracea L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dari Agustus hingga Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis kompos limbah bulu ayam (K), terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 150, 300, dan 450 g/tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk urea (U), terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 3,75, 7,5, dan 11,25 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan perlakuan kompos limbah bulu ayam dan pupuk urea berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan lingkar krop. Perlakuan kombinasi kompos limbah bulu ayam dosis 450 g/tanaman dan pupuk urea dosis 7,5 g/tanaman (K3U2) memberikan pertumbuhan terbaik. Perlakuan utama kompos limbah bulu ayam nyata dosis 450 g/tanaman memberikan pertumbuhan dan produksi kubis tertinggi. Pengaruh utama urea dosis  7,5 g/tanaman menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan urea dosis 11,25 g/tanaman.

    Tanggap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max (l) merill) terhadap Pemberian Pupuk Organik Padat dan Pupuk Organik Cair

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pertumbuhan tanaman kedelai dengan aplikasi pupuk kandang ayam dan pupuk organik cair serta mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan kedelai varietas dega 1. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Oktober. 2021 di Desa Salamrejo, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung dengan ketinggian 670 m dpl dan jenis tanah latosol. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian kotoran ayam dengan dosis 0, 90, dan 180 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk organik cair dengan konsentrasi 0 ml/l, 3 ml/l, 6 ml/l, dan 9 ml/l. Data dianalisis dengan varians dan dilanjutkan dengan Uji Polinomial Orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kandang ayam meningkatkan jumlah bintil akar, berat segar brangkasan, dan berat kering brangkasan. Konsentrasi pupuk organik cair NASA 6.038 ml/l memberikan jumlah bintil akar paling banyak. Dosis pupuk kandang ayam 180 g/polybag dan pupuk organik cair konsentrasi 9 ml/l memberikan peningkatan jumlah bintil akar, sedangkan dosis pupuk kandang ayam 180 g/polybag dan konsentrasi 3 ml/l memberikan peningkatan berat segar tanaman dan berat kering brangkasan

    Karakteristik Petani dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan Kakao ke Nilam

    Full text link
    Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia. Kakao menjadi salah satu komoditas ekspor dan penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik petani dan faktor-faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan kakao ke nilam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso pada Juni sampai Agustus 2021. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Kalora memiliki luar areal lahan kakao sebesar 514 hektar dan memiliki petani kakao yang melakukan alih fungsi lahan ke nilam. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus terbagi atas 75 petani kakao yang tetap mengusahakan kakao dan 60 petani nilam yang melakukan alih fungsi lahan dari kakao ke nilam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendapatan menjadi faktor yang mendorong petani melakukan alih fungsi lahan dari kakao ke nilam. Umur, tingkat pendidikan, luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga petani nilam tidak berbeda dengan petani kakao. Akan tetapi terdapat perbedaan pada pengalaman, tingkat produksi dan tingkat serangan hama penyakit. Adapun pendapatan petani nilam perbulan sebesar Rp.1.007.027 lebih tinggi dibandingkan pendapatan kakao Rp. -80.221 perbulan

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai di Lahan Rawa pada Dosis Pupuk Urea dan Abu Sekam yang Berbeda

    Full text link
    Kedelai (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman pangan yang penting bagi penduduk Indonesia karena memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber protein nabati, bahan baku industri, bahan industri pangan dan sering dijadikan pakan ternak. Produksi kedelai terus menurun dari tahun ke tahun sehingga impor kedelai terus meningkat, hal tersebut menjadi tantangan dalam kegiatan pertanian. Peningkatan produktivitas kedelai Nasional dapat dilakukan salah satunya dengan cara budidaya ekstensifikasi pada lahan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara pupuk urea dan abu sekam padi, mendapatkan dosis pupuk urea dan dosis abu sekam padi optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada budidaya di lahan rawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Penelitian ini berupa percobaan lapangan bertempat di lahan Percobaan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk urea yang terdiri atas 4 taraf yaitu : 0, 25 , 50 dan 75 kg/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk abu sekam padi yang terdiri atas 4 taraf yaitu : 0, 5 , 10 dan 15 ton/ha. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis varian (ANOVA) pada taraf 5%. Dosis urea dan abu sekam padi yang menunjukkan pengaruh nyata di uji lanjut dengan Polynominal Orthogonal (PO). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk urea dan abu sekam padi, dosis optimal pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada budidaya di lahan rawa belum diperoleh, rata-rata hasil kedelai yang diperoleh 3,04 ton/ha, dosis optimal abu sekam padi 8,37 ton/ha mampu meningkatkan bobot bintil akar kering sebesar 0,19 g, rata-rata hasil kedelai yang diperoleh sebesar 3,18 ton/ha

    Pola Agroforestri yang Diterapkan oleh Petani Hutan Rakyat di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola agroforestri yang diterapkan oleh masyarakat Desa Gempolan dan pendapatan yang diperoleh masyarakat dari tanaman keras dalam sistem agroforestri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik dengan pengambilan sampel melalui Proportionate Random Sampling. Jumlah responden yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah 20% (38 orang) dari total masyarakat Desa Gempolan yang memiliki hutan rakyat dengan sistem agroforestri. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dengan kuesioner, pembuatan petak ukur berukuran 40 × 25 m2 di lahan agroforestri dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola agroforestri yang diterapkan oleh masyarakat  Desa Gempolan yaitu pola alternate rows dan random mixture. Sebanyak 37 responden mempraktikkan pola agroforestri random mixture dan 1 responden mempraktikkan pola alternate rows. Tanaman keras yang dibudidayakan antara lain meliputi sengon, jati, mahoni, waru, akasia, mindi, dan suren. Selanjutnya hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani memperoleh rerata total penerimaan dari budidaya tanaman keras sebesar Rp.190.349.105/ha dan biaya produksi Rp.4.823.757/ha, sehingga potensi pendapatan adalah Rp.185.525.349/ha

    Aplikasi Pupuk Cair Limbah Ternak dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Biduri (Calotropis gigantea)

    Full text link
    Biduri merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai tanaman obat dan juga sebagai bahan baku tekstil. Biduri merupakan tanaman liar yang dapat tumbuh di beberapa kondisi tanah. Keberadaan biduri masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh banyak orang. Sehingga perlu adanya pengembangan teknologi budidaya untuk memanfaatkan hasil dari tanaman tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan FP UNS Jumantono, Karanganyar dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial, yang terdiri atas 2 faktor yaitu pupuk cair limbah ternak dan mikoriza. Pupuk cair limbah ternak terdiri dari urin sapi 40ml/kg tanah, urin kambing 40ml/kg tanah, urin kelinci 40ml/kg tanah, dan limbah ikan 40ml/kg tanah. Mikoriza terdiri dari 0 gram/tanaman, 5 gram/tanaman, 10gram/tanaman, dan 15gram/tanaman. Interaksi antara pupuk cair limbah ternak dan mikoriza tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan morfologi. Hasil pemberian pupuk cair limbah ternak menunjukkan berpengaruh nyata terhadap penambahan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Pemberian mikoriza tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan morfologi

    Analisis Biaya dan Nilai Tambah Buah Mangrove pada Kegiatan Home Industry di Kota Langsa (Studi Kasus : Rumah Usaha Perempuan Kuala Maju)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa biaya dan pendapatan dalam proses pembuatan produk olahan buah mangrove dan untuk mengetahui berapa jumlah nilai tambah yang diperoleh dalam setiap produk yang diproduksi. Peneltian ini dilakukan seruang lingkup Kota Langsa dengan lokasi perusahaan berada di Desa Kuala Langsa yaitu bertepat pada perusahaan Perempuan Kuala Maju. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu total biaya keseluruhan produk adalah Rp.692.149 dengan masing-masing biaya total produk sebesar sirup angrove Rp.390.483, selai mangrove Rp.139.583 dan dodol mangrove Rp.162.308 sedangkan pendapatan yang didapatkan sebesar Rp.482.850 dengan pendapatan masing-masing produk sebesar sirup mangrove Rp.359.517, selai mangrove Rp.85.642 dan dodol mangrove Rp.37.692. Pada setiap olahan produk buah mangrove juga didapatkan hasil adanya nilai tambah dengan maing-masing rasio nilai tambah setiap produknya adalah sirup mangrove  87% , selai mangrove 99 % dan dodol mangrove 99%

    Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius I.M. Johnst) untuk Mengendalikan Ulat Grayak Jagung (Spodoptera frugiperda J. E. Smith) di Laboratorium

    Full text link
    Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman berbiji yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan, bahan baku industri dan lain-lain. Masalah utama dalam budidaya jagung adalah serangan Spodoptera frugiperda J. E. Smith. Pestisida pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius I.M. Johnst.) dapat menjadi alternatif pengendalian S. frugiperda dengan cara yang aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak pepaya jepang yang efektif untuk mengendalikan S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Riau Pekanbaru pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan konsentrasi yang digunakan adalah 0 g.l-1 air, 25 g.l-1 air, 50 g.l-1 air, 75 g.l-1 air, dan 100 g.l-1 air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak buah sirih hutan berpengaruh nyata dalam membunuh S. frugiperda. Konsentrasi yang tepat untuk mengendalikan S. frugiperda adalah konsentrasi air 75 g.l-1 karena dapat menyebabkan kematian total sebesar 85% dengan waktu kematian awal 1 jam setelah aplikasi dan LT50 pada 15,50 jam setelah aplikasi

    Respon Delapan Varietas Padi Sawah Terhadap Gulma dengan Metode SRI

    Full text link
    Lahan tanaman padi harus bersih dari gulma, karena gulma yang bersaing dengan tanaman dapat menurunkan hasil. Pada metode SRI akibat lahan lembab maka gulma mudah tumbuh, sehingga tanaman padi akan bersaing dengan gulma. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan varietas yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil lebih baik apabila bersaing dengan gulma. Rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 8 varietas sebagai perlakuan (Beras Wangi, Cisokan, IR42, Batang Piaman, Beras Merah, IPB3S, Pancaredek, dan Bujang Marantau), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah, jumlah gabah bernas, bobot 1000 butir gabah, dan berat gabah per petak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa varietas Beras Wangi, Cisokan, dan IR42 mampu memberikan pertumbuhan dan hasil lebih baik dibanding varietas lainnya dalam bersaing dengan gulma

    COVER

    No full text
    COVE

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇