Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Seleksi Bakteri Endofit Asal Tanaman Terung (Solanum melongena L) Terhadap Ralstonia solanacearum secara In-Vitro

    Get PDF
    Penyakit penting pada tanaman terung salah satunya adalah layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Penyakit layu bakteri cukup berbahaya, karena pada tingkat serangan berat dapat menyebabkan kematian tanaman dan kegagalan panen. Pengendalian selama ini yang sering dilakukan dengan menggunakan bakterisida, namun penggunaannya tidak efektif dan berdampak negatif pada lingkungan. Sehingga diperlukan alternatif dengan pemanfaatan bakteri endofit sebagai antibakteri pada tanaman dan tidak menimbulkan efek negatif terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh bakteri endofit yang berpotensi sebagai agensia pengendali hayati penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum dari tanaman terung secara in vitro. Kegiatan di lapang meliputi pengambilan sampel tanaman. Bakteri endofit diisolasi dari perakaran dan batang tanaman terung yang sehat diantara tanaman yang terserang layu bakteri. Kegiatan di laboratorium meliputi isolasi, pengamatan morfologi, uji gram dan katalase, pigmen fluoresen, uji suhu 700C dan selanjutnya di uji antagonisme dengan isolat bakteri R. solanacearum secara in-vitro. Hasil penelitian didapatkan sepuluh isolat bakteri endofit yang telah diseleksi. Hasil uji gram didapatkan delapan isolat gram positif dan dua isolat gram negatif, terdapat dua isolat positif fluoresen. Berdasarkan uji antagonisme terdapat delapan isolat bakteri endofit yang membentuk zona bening

    Pengaruh Pemberian Limbah Kulit Singkong (Manihot esculenta L.) dan Bakteri Asam Laktat sp. sebagai Aditif Pakan terhadap Performa Ayam Kampung Super

    Get PDF
    Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat sp. sebagai aditif pakan dengan berbagai level terhadap performa ayam Kampung Super. Materi yang digunakan yaitu 144 ekor Day Old Chick  (DOC) ayam Kampung Super (persilangan antara ayam Bangkok dengan ayam petelur strain Lohman Platinum) unsex, dengan rata - rata bobot awal 34 ± 3,14 gram. Bahan pakan yang digunakan yaitu jagung, bungkil kedelai, bekatul, PMM, CaCO3 dan premix. Ransum basal mengandung energi metabolis 3378,91 kkal/kg dan protein kasar 18,25%. Aditif pakan yang digunakan dalam bentuk cair, per 100 ml mengandung 6 gram kulit singkong dan 6,5 × 109 CFU bakteri asam laktat sp. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan (T0 : ransum basal, T1 : ransum basal + 100 ml/kg ransum aditif pakan, T2 : ransum basal + 150 ml/kg ransum aditif pakan dan T3 : ransum basal + 200 ml/kg ransum), 6 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam. Data diolah dengan analisis ragam, apabila signifikan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5%. Parameter yang diamati yaitu performa meliputi konsumsi pakan, bobot badan akhir, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) pemberian kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat sp. sebagai aditif pakan terhadap bobot badan akhir dan pertambahan bobot badan namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi dan konversi pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat sp. sebagai aditif pakan pada ayam Kampung Super hingga level 200 ml/kg ransum belum mampu memperbaiki konversi pakan tetapi tidak menganggu pertumbuhan. Kata kunci : kulit singkong, bakteri asam lakta

    Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa)

    Get PDF
    Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat berbentuk herba yang sudah banyak digunakan untuk pengobatan. Pupuk organik cair mempunyai beberapa keunggulan antara lain mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk organik padat, mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan rumput mutiara. Pupuk organik cair (POC) diberikan seminggu sekali selama 1 bulan dimulai sejak tanaman berusia 2 bulan. Tanaman dipanen pada umur 3 bulan setelah tanam. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, lebar tanaman, jumlah tangkai, panjang tangkai terpanjang, berat basah dan berat kering. Untuk mengetahui pengaruh pemberian POC dilakukan analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian POC memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, lebar tanaman, panjang tangkai, berat basah akar, berat basah brangkasan atas dan berat kering akar

    Pengaruh Pemberian Berbagai Level Ekstrak Tomat dalam Air Minum terhadap Bobot Organ Pencernaan Ayam Broiler

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian ekstrak tomat dalam air minum terhadap bobot organ pencernaan ayam broiler. Materi yang digunakan yaitu 200 ekor day old chick (DOC) dengan bobot rata rata 43,21±3,30 gram. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu T0 (kontrol), T1 (40 ml ekstrak tomat), T2 (80 ml ekstrak tomat), T3 (120 ml ekstrak tomat). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak tomat pada air minum terhadap bobot relatif organ pencernaan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap organ pencernaan ayam broiler kecuali sekum. Uji duncan yang dilakukan menunjukan bahwa rataan bobot sekum yang diberi (T0) kontrol, berbeda nyata  (P<0,05) dengan yang diberi ekstrak tomat (T1) 40 mL dan (T3) 120mL, namun tidak berbeda nyata dengan yang diberi ekstrak tomat (T2) 80 mL. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak tomat berbagai level pada air minum dapat mempertahankan bobot organ pencernaaan dan meningkatkan bobot relatif sekum ayam broiler umur 35 hari

    Pemanfaatan Limbah Biogas Sapi sebagai Media Tanam Perbenihan Jambu Biji (Psidium guajava)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam dari limbah biogas untuk perbenihan jambu biji yang terbaik. Pengkajian dilaksanakan di Desa Gogik Kec. Ungaran Barat Kab. Semarang pada bulan Juli 2015 sampai Desember 2015.  Penelitian ini dilaksanakan dengan metode percobaan eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perbandingan komposisi media sebanyak 5 perlakuan 4 ulangan dan 10 tanaman per perlakuan (200 polibag benih tanaman jeruk). Perlakuan yang dicobakan yaitu: P.0 =  Media tanah (tanah sekam 1:1), P.1 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 11%, P.2 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 20%, P.3 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 27% dan P.4 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 33%.  Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang tunas, jumlah daun, jumlah buah.  Pengamatan tanaman dilakukan 2 minggu sekali.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam Anova. apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan limbah biogas sebagai media tanaman perbenihan jambu biji maka semakin bagus performans tanamannya.  Komposisi media dari limbah biogas untuk perbenihan jambu biji yang terbaik adalah perlakuan P.4 (P0 dan pupuk organik limbah biogas 33%)

    Pengaruh Pemberian Sargassum sp. pada Ransum Pakan terhadap Produksi Karkas dan Non Karkas Kelinci New Zealand White Jantan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh penggunaan Sargassum sp terhadap produksi karkas dan non karkas kelinci. Materi yang digunakan adalah kelinci New Zealand White sebanyak 24 ekor berumur 80 – 90 hari dengan bobot rata - rata 1736  ± 50 g (CV = 2,90%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T1 = ransum basal, T2 = ransum basal yang disubstitusi Sargassum sp. 4%, T3 = ransum basal yang disubstitusi Sargassum sp. 8%. Ransum basal terdiri dari jagung kuning, pollard, bungkil kedelai, wheat bran, bekatul, kulit kopi, bungkil kelapa, molases, mineral dan garam yang diformula untuk mendapat kandungan protein 16%. Parameter yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, bobot non karkas, persentase karkas dan konsumsi BK pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum pakan yang diberi penambahan Sargassum sp. dengan level berbeda tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) pada bobot potong (2199 – 2545 g; rata – rata = 2380 g), bobot karkas (1256 – 1427 g; rata – rata = 1336 g), bobot non karkas (943 – 1118 g; rata – rata = 1044 g), persentase karkas (55,29 - 57,12%; rata – rata = 56,16%) dan konsumsi BK pakan (81 – 96 g/hari; rata – rata = 89 g/hari). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian Sargassum sp. pada ransum pakan dengan level berbeda tidak mempengaruhi bobot potong, bobot karkas, bobot non karkas, persentase karkas dan konsumsi BK pakan.

    Optimalisasi Lahan Pesisir Melalui Penanaman Sorgum dengan Perlakuan Pupuk Kandang dan Arang Bio

    Get PDF
     Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan sorgum pada lahan pesisir, membandingkan kombinasi pupuk kandang dan arang bio dalam budidaya Sorgum dan mengetahui pengaruh interaksi antara kombinasi pupuk kandang dan arang bio pada 3 (tiga) varietas sorgum yaitu Kawali, Keller dan Pahat. Berbagai langkah rekayasa agronomis perlu diambil dalam rangka optimalisasi lahan suboptimal diantaranya adalah dengan pemanfaatan pupuk organik dan arang bio dalam sistem budidaya sorgum. Upaya optimalisasi lahan pesisir dengan pupuk kandang dan arang bio pada sorgum bertujuan untuk mengkaji pemberian formulasi antara pupuk kandang dengan biocharcoal terhadap karakter lingkungan tanah dengan indikator tanaman sorgum. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah 3 varietas sorgum; Kawali (V1), Keller (V2) dan Pahat(V3). Faktor kedua berupa aplikasi   pupuk kandang sapi 10 ton/ha + arang bio 1 ton/ha (B2), pupuk kandang sapi 5 ton/ha + arang bio 0,5 ton/ha (B1) dan tanpa pupuk kandang + arang bio sebagai pembanding (B0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Keller menghasilkan boboit kering tanaman dan bobot 1000 biji yang berbeda nyata dengan varietas Kawali dan Pahat. Pemberian campuran pupuk kandang dan arang bio mampu meningkatkan kualitas tanah terbukti dengan meningkatnya tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah ruas

    Building The Indonesian Ag-Tech Ecosystem

    Get PDF

    Identifikasi Karakter Agronomi Beberapa Genotipe Padi Lokal Potensial Barat Selatan-Aceh

    Get PDF
    Provinsi Aceh memiliki banyak padi lokal yang masih dibudidayakan petani terutama di Wilayah Barat-Selatan Aceh, padi lokal tersebut perlu diidentifikasi karakter agronomi dan dimanfaatkan sebagai sumber gen dalam perakitan varietas unggul baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter agronomi dari genotipe potensial padi lokal di wilayah Barat-Selatan Aceh. Penelitan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, Meulaboh Aceh Barat dari tanggal 21 Februari  sampai dengan tanggal 04 Oktober 2018. Bahan penelitian adalah 7 genotipe padi lokal yang di peroleh dari sejumlah Kabupaten di Barat-Selatan Aceh yaitu: Ramos, Pala Gajah, Manyam U, Siputeh,  Kepala Gidan Ginco,Tinggong, dan Sirende. Tanah aluvial, Pupuk kandang, pupuk urea, NPK dan pot ukuran 8 kg tanah. Pelaksanaan penelitian mulai dari perlakuan dan penyemaian benih, persiapan media tanam, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan panen. Pengamatan : Tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun umur 45 HST, Umur berbunga, Tinggi tanaman saat panen, Jumlah anakan produktif, Umur panen, Panjang malai, Jumlah biji per malai, Presentase gabah bernas dan hampa dan Bobot 1000 butir gabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter agronomi baik pertumbuhan dan hasil dari genotipe yang dicobakan. Dimana tinggi tanman  umur 45 HST  tertinggi pada genotipe Pala Gajah (134.17), Jumlah anakan umur 45 HST genotipe Siputeh (43.33), umur berbunga tercepat pada genotipe Manyam U (79 hari). Tinggi tanaman saat panen pada genotipe Siputeh (211.83), Jumlah anakan Produktif terbanyak pada genotipe Sirende (19.83), Umur panen tercepat tanaman padi ini terdapat pada genotipe  Pala Gajah  (132 hari). malai terpanjang  terdapat pada genotipe Pala Gajah ( 26.60 cm ). jumlah biji permalai terbanyak genotipe Pala Gajah (388.10). persentase gabah bernas tertinggi terdapat pada genotipe Kepala Gidan Kinco persentase gabah hampa tertinggi terdapat pada genotipe Pala Gajah, Berat 1000 butir pada genotipe Manyam U. Genotipe-genotipe tersebut dijadikan sebagai tetua dalam perakitan varietas unggul baru

    Pengaruh Penambahan Kombinasi Kulit Singkong dan Bakteri Asam Laktat sebagai Aditif Pakan terhadap Profil Kimiawi Daging Ayam Kampung Super

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan kulit singkong dan bakteri asam laktat yang digunakan sebagai aditif pakan dalam ransum terhadap profil kimiawi daging ayam jawa super yang meliputi kadar lemak, kadar protein dan kadar kolesterol. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat mengoptimalkan potensi kulit singkong sebagai limbah pertanian yang dapat digunakan untuk aditif pakan serta diperoleh level kombinasi yang optimal untuk memperbaiki produktivitas dan menjaga kesehatan ayam jawa super. Penelitian ini menggunakan 144 ekor ayam Jawa Super unsex yang dipelihara selama 10 minggu di kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Ransum perlakuan diberikan pada minggu ke-5 pemeliharaan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (Aditif pakan 0ml/kg), T1 (Aditif pakan 100ml/kg), T2 (Aditif pakan 150ml/kg) dan T3 (Aditif pakan 200ml/kg). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak dan kadar protein (P>0,05), sedangkan berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol daging (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penambahan kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat dapat menurunkan kadar kolesterol daging ayam Jawa Super

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇