Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
Analisis Daya Saing Ekspor Udang Beku dan Olahan di Amerika Serikat
Indikator daya saing suatu negara dalam perdagangan internasional dapat dilihat dari keunggulan komparatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis daya saing ekspor udang Indonesia dalam bentuk beku dan olahan di Amerika Serikat. Metode analisis yang digunakan yaitu metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data time series yang didapat dari United Nation Comtrade selama kurun waktu 2008 hingga 2017. Dua produk udang tersebut dibandingkan nilai indeks RCA nya untuk mengetahui daya saingnya, kemudian hasil indeks RCA tersebut juga dibandingkan dengan nilai indeks RCA dengan India (sebagai sumber impor udang terbesar di Amerika Serikat). Hasil analisis RCA menunjukkan bahwa indeks RCA udang beku nilainya lebih besar yaitu 1.06 dibanding udang olahan yang hanya 1.03. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa produk udang olahan Indonesia memiliki daya saing yang masih rendah dibanding udang beku, walaupun tidak begitu signifikan. Hasil analisis RCA kedua produk udang Indonesia tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil analisis RCA produk yang sama dari India. Hasil analisis RCA menunjukkan bahwa India memiliki nilai indeks RCA yang lebih besar dikedua produk tersebut yaitu 1.1 (udang beku) dan 4.42 (udang olahan). Hasil tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing yang lebih lemah dibanding India dikedua produk. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan ekspor udang beku dan udang olahan ke Amerika Serikat
Pengaruh Penambahan Ekstrak Tomat Sebagai Air Minum Terhadap Profil Darah Putih Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E. coli
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan ekstrak tomat sebagai air minum terhadap profil leukosit dan differensial sel leukosit ayam broiler yang diinfeksi dengan bakteri avian pathogenic escherichia coli (APEC). Materi yang digunakan adalah 128 ekor day old chick (DOC) dengan bobot awal 43,21±3,30g. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari T0 (kontrol), T1 (ekstrak tomat 40 ml), T2 (ekstrak tomat 80 ml), T3 (120 ml ekstrak tomat), kemudian saat umur 24, 26 dan 28 hari semua ayam perlakuan diinfeksi secara oral dengan bakteri APEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali limfosit penggunaan ekstrak tomat berpengaruh nyata terhadap leukosit, eosinofil dan neutrofil. Uji duncan menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak tomat sebagai air minum sebesar 40-120 ml nyata (P>0,05) menurunkan eosinofil dan neutrofil, sedangkan penurunan sel leukosit baru dicapai pada pemberian 80 ml ekstrak tomat pada ayam broiler yang diinfeksi APEC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa 40 ml ekstrak tomat dapat digunakan sebagai air minum untuk mempertahankan profil darah putih ayam broiler yang diinfeksi APEC, yang ditunjukkan oleh jumlah leukosit, limfosit, eosinofil dan neutrofil yang masih dalam keadaan normal
Pengaruh Lama Penyimpanan Pelet Calf Starter dengan Penambahan Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Total Jamur, Bakteri Gram Negatif dan Aspergillus Flavus
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan lama penyimpanan pelet calf starter dengan penambahan tepung kunyit (Curcuma domestica) dengan level yang berbeda terhadap total jamur, bakteri gram negatif dan Aspergillus flavus. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3×3. Faktor perlakuan pertama adalah penambahan tepung kunyit pada pelet calf starter dengan taraf yang berbeda yaitu T0 (0%), T1 (0,6%) dan T2 (1,2%). Sedangkan faktor kedua adalah lama penyimpanan yaitu M0 (0 hari), M1 (28 hari) dan M2 (56 hari). Materi yang digunakan adalah tepung kunyit, jagung giling, bekatul, bungkil kedelai, molases dan mineral mix, NaCl 0,85%, medium nutrient agar (NA) sebagai media untuk menghitung total jamur sarta untuk mengidentifikasi Aspergillus flavus dan larutan kristal violet, lugol, alkohol 96%, safranin untuk pewarnaan gram. Parameter yang diamati yaitu total jamur, jumlah kualitatif bakteri gram negatif dan Aspergillus flavus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung kunyit dengan level yang berbeda pada pelet calf starter berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total jamur. Data total jamur yang diperoleh dianalisis menggunakan (analysis of variance/ ANOVA), jika terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Duncan sedangkan bakteri gram negatif dan Aspergillus flavus dianalisis secara diskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh interaksi antara taraf penambahan tepung kunyit dan lama penyimpanan pada pelet calf starter yang dapat menekan total jamur namun, tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap keberadaan bakteri gram negatif dan Aspergillus flavus.
Pengaruh Silikat dari Berbagai Sumber Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman padi Di Tanah Grumusol
Penelitian yang berjudul Pengaruh Silikat dari Berbagai Sumber terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi di Tanah Grumusol bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai bahan sumber silikat alam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi di tanah Grumusol. Penelitian dilaksanakan di Gunung Wijil, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah pada tanah Grumusol. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 macam bahan sumber silikat, ada 3 macam yaitu : alang-alang (S1), daun tebu (S2) dan daun bambu (S3). Faktor 2 dosis bahan sumber silikat, terdiri dari 4 taraf yaitu : 0 ton/ha (D0), 2 ton/ha (D1), 4 ton/ha (D2) dan 6 ton/ha (D3), sehingga ada 12 kombinasi perlakuan, yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan sumber silikat dapat meningkatkan produksi dan kualitas gabah (padi) di tanah Grumusol. Produksi gabah kering panen tertinggi dicapai dengan pemberian kompos daun bambu dosis 6 ton/ha (S3D3) dengan hasil 140,40 gram/ rumpun atau 13,27 ton/ha, sedangkan yang tanpa penggunaan bahan sumber silikat (D0), produksinya hanya 8,21 ton/ha. Anakan produktif terbanyak juga pada perlakuan penambahan kompos daun bambu dosis 6 ton/ha (S3D3) dengan jumlah anakan produktif 64 batang per rumpun, jumlah anakan non produktif terendah juga pada perlakuan tersebut, yaitu 8 batang per rumpun. Macam bahan sumber silikat dan dosis bahan sumber silikat tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman namun berpengaruh nyata terhadap berat 1000 biji, sehingga dapat dikatakan butiran gabah lebih bernas atau lebih besar ukurannya
Analisis Risiko Produksi, Harga dan Pendapatan Usahatani Salak di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman
Perkembangan sektor pertanian tidak hanya komoditas tanaman pangan, tetapi juga tanaman perkebunan dan hortikultura. Salak merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan di Kabupaten Sleman khususnya di Kecamatan Turi. Jenis salak yang banyak dibudidayakan adalah salak pondoh dan salak gading. Budidaya salak di Kecamatan Turi tidak terlepas dari beberapa kendala karena terdapat sebuah risiko produksi, harga dan pendapatan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan pendapatan yang diperoleh petani salak pondoh dan gading; mengetahui tingkat risiko produksi, harga dan pendapatan usahatani salak pondoh dan gading; serta mengetahui upaya penanggulangan risiko tersebut. Hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan petani salak pondoh yaitu Rp. 27.986.400/Ha dan salak gading sebesar Rp. 30.219.300/Ha. Rata-rata pendapatan yang diterima petani salak pondoh yaitu Rp. 18.434.800/Ha dan salak gading sebesar Rp. 37.313.600/Ha. Risiko produksi usahatani untuk luasan lahan 1 Ha salak pondoh adalah 0,04 dan salak gading sebesar 0,14. Risiko harga usahatani salak pondoh adalah 0,22 dan salak gading sebesar 0,1. Risiko pendapatan untuk luasan lahan 1 Ha usahatani salak pondoh adalah 0,82 dan salak gading sebesar 0,70. Usahatani salak pondoh lebih berisiko dibandingkan salak gading pada aspek harga dan pendapatan. Upaya penanggulangan risiko masih terdapat tidak kesesuaian dengan anjuran dari penyuluh pertanian. Penyuluhan pertanian yang lebih intensif perlu dilakukan agar upaya penanggulangan risiko semakin baik kedepannya
Pengaruh Kombinasi Bentuk Talang dan Jarak Tanam terhadap Perakaran dan Hasil Tanaman Sawi Pakchoi (Brassica rapa L.) dengan Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)
Bentuk talang dan jarak tanam menjadi salah satu faktor abiotik yang berpengaruh terhadap perakaran dan hasil sawi Pakchoi secara hidroponik NFT. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi bentuk talang dan jarak tanam terhadap perakaran dan hasil sawi Pakchoi. Penelitian dilakukan di Plesungan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada bulan Mei hingga Juli 2018 di greenhouse. Terdapat enam perlakuan kombinasi bentuk talang persegi dan pipa paralon dengan jarak tanam 10cm, 15cm, 20cm. Perlakuan diulang empat kali sehingga didapatkan 24 satuan percobaan, ditata dengan Rancangan Acak Kelompok. Pengamatan meliputi panjang akar, berat kering akar, diameter bonggol, diameter tajuk dan berat segar tajuk. Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji BNJ dengan selang kepercayaan 5%. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi bentuk talang dan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap berat kering akar. Kombinasi paralon dengan jarak tanam 20cm menghasilkan berat segar tajuk 226,9g yang memenuhi kriteria layak jual
Pengaruh Pemberian Pakan dengan Level dan Sumber Protein yang Berbeda terhadap Protein dan Lemak Tubuh Domba Ekor Tipis Jantan Muda
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian level dan sumber protein yang berbeda terhadap komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis jantan muda. Materi yang digunakan adalah 20 ekor domba ekor tipis jantan umur 3-4 bulan dengan rata-rata bobot badan 13,03 ± 2,30 kg. Bahan pakan yang digunakan adalah molases, gaplek, pucuk tebu, kulit singkong, mineral dan bungkil kedelai atau tepung ikan yang dibentuk pellet. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 2x2, faktor pertama adalah 2 level protein (T) dan faktor kedua adalah 2 sumber protein (B) sehingga terdapat 4 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan pakan tersebut adalah kandungan protein kasar (PK) 13,13% dari sumber protein bungkil kedelai (T1B1), kandungan PK 13,58% dari sumber protein tepung ikan (T1B2), kandungan PK 15,2% dari sumber protein bungkil kedelai (T2B1) dan kandungan PK 15,2% dari sumber protein tepung ikan (T2B2). Parameter yang diamati adalah komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis dengan metode urea space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian level dan sumber protein pakan yang berbeda tidak mempengaruhi komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis jantan (P>0,05). Rata-rata protein tubuh domba sebesar 12,38% atau 1,95 kg, sedangkan komposisi lemak tubuh domba adalah 21,00% atau 3,29 kg. Disimpulkan bahwa pemberian pakan dengan level protein 13-15% dan sumber protein bungkil kedelai atau tepung ikan menghasilkan komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis jantan yang sama
Bobot Relatif Organ Limfoid Ayam Broiler yang Diberi Ekstrak Tomat sebagai Air Minum dan Diinfeksi Bakteri Escherichia coli
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak tomat sebagai air minum dan infeksi bakteri Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC) terhadap bobot relatif organ limfoid ayam broiler. Materi yang digunakan meliputi 128 ekor day old chick (DOC) ayam broiler strain Lohman MB-202 unsex dengan bobot awal rata-rata 43,31 ± 3,34 g, limbah tomat dan bakteri APEC. Ayam ditempatkan secara acak ke dalam 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuannya yaitu T0 (0 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC), T1 (40 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC), T2 (80 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC) dan T3 (120 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC). Perlakuan diberikan setiap pagi hari sesuai dosis sejak ayam broiler berumur 15 hari, setelah ekstrak tomat habis diganti dengan air minum. Ayam dipelihara selama 35 hari dan diinfeksi bakteri APEC secara oral dengan dosis 108 CFU/ml saat berumur 24, 26 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tomat 40 ml berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot relatif thymus dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot relatif bursa fabricius dan limpa ayam broiler yang diinfeksi bakteri APEC. Bobot relatif thymus yang diberi 40 ml ekstrak tomat adalah yang paling tinggi. Simpulan penelitian ini yaitu pemberian 40 ml ekstrak tomat dapat mempertahankan sistem kekebalan tubuh ayam broiler yang diinfeksi bakteri APEC yang ditunjukkan dengan peningkatan bobot relatif thymus. Kata kunci: Ayam broiler, ekstrak tomat, E. coli, organ limfoi
Eksplorasi dan Identifikasi Jamur Endofit dari Akar Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.)
Jamur endofit merupakan jamur yang bersimbiosis mutualisme dengan tanaman dan memiliki potensi sebagai agen pengendali biologi penyakit tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis-jenis jamur endofit yang diisolasi dari akar tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanaman, Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan November hingga Desember 2018. Tahapan Penelitian yang dilakukan yaitu mengisolasi jamur endofit dari akar tanaman tomat yang diperoleh dari desa Badas Kabupaten Jombang dengan menanam isolat jamur pada media PDA, memurnikan isolat jamur, dan mengidentifikasi isolat jamur dengan cara mencocokkan dengan pustaka identifikasi jamur. Berdasarkan hasil isolasi diperoleh 10 isolat jamur yaitu J1, J2, J3, J4, J5, J6, J7, J8, J9 dan J10. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 3 genus jamur yaitu isolat J1, J6 ,J7 dan J8 termasuk dalam genus Penicillium sp., isolat J2 dan J3 termasuk dalam genus Aspergillus sp., dan isolat J4, J5, J9 dan J10 termasuk dalam genus Fusarium s