Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
Pengaruh Program Komunikasi melalui Edukasi Pertanian Guna Membangun Citra Perusahaan
PT Indmira adalah perusahaan berbasis inovasi teknologi dalam bidang penelitian dan pengembangan agrokompleks dan rehabilitasi lingkungan yang sangat peduli dengan pertanian di Indonesia. Untuk membangun citra perusahaan PT Indmira membuat berbagai program komunikasi guna mengedukasi masyarakat melalui dua aspek yaitu secara online melalui media sosial dan offline melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan event yang terdiri atas pelatihan di bidang pertanian, workshop, festival maupun kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program komunikasi event, program komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR), dan program komunikasi media sosial terhadap citra perusahaan PT Indmira. Metode dasar penelitian adalah deskriptif. Metode pelaksanaan menggunakan teknik survey. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive. Metode pengambilan responden menggunakan metode purposive sampling dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner, wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Variabel yang diukur adalah event, Corporate Social Responsibility (CSR), dan media sosial terhadap citra perusahaan. Metode analisis data dalam penelitian yaitu analisis deskriptif dan analisis verifikatif melalui metode analisis regresi berganda menggunakan software IBM SPSS Statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program komunikasi event, program komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR), program komunikasi media sosial berpengaruh terhadap citra perusahaan PT Indmira.
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Waduk Cengklik Melalui Gerakan Peduli Lingkungan
Waduk Cengklik yang teletak di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali,
pada awalnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air industri Pabrik Gula Colomadu,
namun pada perkembanganya sekarang mulai berubah seiring dengan berkembangnya
kawasan Kecamatan Ngemplak Kab Boyolali, dimana ada bandara internasional Adisumarmo,
maka kawasan Waduk Cengklik sangat menarik menjadi destinasi wisata baik lokal maupun
regional. Yang pada giliranya masyarakat sekitar Waduk Cengklik menangkap peluang dalam
meningkatkan ekonomi masyarkat. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS)
sebagai pengelola Waduk Cengklik mempunyai kewajiban untuk mendorong pemberdayaan
masyarakat bersama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Sebelas Maret, menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat dengan semboyan “Jogo Lan Noto Waduk Cengklik” dengan hasil terbentuknya
Komunitas Peduli Waduk Cengklik (KPW Cengklik). Sebagai tindak lanjut Tim Pengabdian
Masyarakat PTSFT UNS pada tahun 2021 ini terus mendorong pemberdayaan masyarakat di
sekitar Waduk Cengklik terutama di Kelurahan Ngargorejo, Senting dan Sobokerto Kecamatan
Ngemplak, yang sudah tergabung dalam “KPW Cengklik” sebagi mitra kerja. Melaksanakan
penyuluhan sadar hukum, sadar wisata, pentingnya organisasi dengan penyusunan Pedoman
Pembentukan KPW Cengklik
Masalah dan Tantangan Penyuluhan Pertanian di Era Pandemi Covid-19 : Review
Penyuluhan adalah proses aktif yang memerlukan interaksi antara penyuluh dan yang disuluh agar terbangun proses perubahan perilaku. makalah ini mendeskripsikan tentang revitaliasai makna penyuluhan, masalah penyuluhan di era pandemi Covid-19, dan tantangan penyuluhan di masa depan. Revitalisasi makna penyuluhan meliputi: (1) penyuluhan tidak hanya sekedar menyampaikan pesan informasi kepada sasaran (petani) tetapi merupakan aktivitas penyampaian pesan hingga terjadi perubahan perilaku (pengetahuan, sikap dan ketrampilan) penerima pesan/masayarakat sasaran; (2) penyuluhan tidak hanya sekadar transfer teknologi tetapi penyuluhan merupakan proses kegiatan yang dilakukan anatar penyuluh dan masyarakat sasaran di dalam upaya menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani; (3) Penyuluhan tidak hanya sekadar kegiatan yang sifatnya parsial dan bersifat sporadic jangka pendek namun penyuluhan merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan secara menyeluruh dengan tahapan yang sangat panjang dan berkesinambungan; (4) penyuluhan tidak didasarkan atas kepentingan penyuluh belaka tetapi penyuluhan didasarkan atas kebutuhan masyarakat sasaran. Selanjutnya masalah penyuluhan di era pandemi Covid-19 adalah: (1) rendahnya tingkat kosmopolitan petani membuat lambatnya informasi yang didapatkan; (2) petani dengan segala keterbatasan sulit untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan; (3) radius of trust petani sangat pendek. Dengan demikian tantangan penyuluhan di masa depan adalah: (1) bagaimana membangkitkan jiwa wirausaha bagi petani; (2) pengenalan aplikasi media sosial dan web menjadi suatu keharusan sebagai media baru yang harus digunakan penyuluh; dan (3) penyuluhan di masa depan harus mampu mensinergiskan konflik kepentingan antar stakeholder
Hubungan Kekerabatan Klon Ubi jalar Berkadar Gula Tinggi Berdasarkan Karakteristik Morfologi Umbi
Klon-klon ubi jalar calon varietas unggul dengan kadar gula tinggi dimulai dengan seleksi uji daya hasil pendahuluan (UDHP). Sebanyak 40 klon ubi jalar digunakan dalam penelitian UDHP. Penelitian dilakukan di Malang pada tahun 2017 menggunakan rancanagan acak kelompok (RAK) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk umbi, keseragaman bentuk, keseragaman ukuran, dan kualitas umbi menunjukkan skor 3 – 5 dengan rata-rata masing-masing 4,3; 4,7; 4,5; dan 4,0. Sedangkan rengkah umbi memiliki skor 4 – 5 dengan rata-rata 4,8. Semakin tinggi skor, berarti penampilan umbi semakin bagus. Warna kulit umbi menunjukkan warna kuning, oranye, hingga merah. Hubungan kekerabatan berdasarkan karakter morfologi dikelompokkan dengan merujuk metode Rasco, sehingga didapatkan satu grup utama dan terdiri dari 2 sub grup. Masing-masing sub grup terdiri dari 9 klon ubi jalar yang mempunyai kesamaan sifat, dan 31 klon ubi jalar yang tergabung pada sub grup lainnya. Kesamaan sifat pada grup I terletak pada bentuk umbinya agak seragam, dengan keseragaman bentuk dan ukurannya agak baik, dan kualitas umbinya juga agak baik, serta memiliki rengkah yang sedikit. Kesamaan sifat pada sub grup II terletak pada karakter morfologinya menunjukkan skor agak jelek hingga sedang
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Anggota Kelompok Tani Pada Kegiatan Kawasan Mandiri Pangan Kepulauan di Kabupaten Sumba Barat
Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Kecukupan dan kelayakan mutu pangan berkaitan erat dengan masalah ketersediaan pangan (availability of food), daya beli dan akses kepada pangan, dan ketergantungan yang tinggi pada salah satu jenis pangan, seperti beras. Di samping itu, perilaku dan budaya yang membedakan perlakuan dalam pengaturan dan pembagian makan antar anggota keluarga juga berpengaruh terhadap pemenuhan kecukupan pangan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap keberhasilan anggota kelompok tani pada kegiatan Kawasan Mandiri Pangan Kepulauan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey serta pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan anggota kelompok tani Pada Kegiatan Kawasan Mandiri Pangan Kepulauan (KMPK). Penelitian dilakukan di Kawasan Loli yang merupakan kelompok pelaksana kegiatan kawasan mandiri pangan kepulauan dengan jumlah responden sebanyak 67 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor-faktor yang signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan anggota Gapoktan pada kegiatan kawasan mandiri pangan kepulauan adalah norma kelompok, self efficacy, gaya kepemimpinan, penyuluhan pertanian dan pembinaan pamong desa sedangkan faktor-faktor yang tidak signifikan adalah motivasi, kohesi, interaksi, sikap
Pertumbuhan Tanaman Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Penambahan Pupuk Kandang Kambing
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman rumput gajah. Metode penelitian ini dengan membandingkan proses penanaman rumput gajah dengan menggunakan pupuk kandang kambing dibandingkan dengan tanpa pemberian pupuk kambing. Pupuk kandang kambing diberikan pada 5 bedeng dengan setiap bedeng sebanyak 7 kg. Perawatan dan pendataan dilakukan selama enam minggu atau masa defoliasi. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, lingkar batang dan tunas primer. Hasil penelitian didapatkan data bahwa pada minggu ke enam produksi rumput gajah tanpa pemberian pupuk mencapai rata-rata 75,94 cm, jumlah anakan 6,9 dan lingkar batang tunas primer 4,73 cm dengan kandungan BK 18,81 %, sedangkan produksi rumput gajah dengan pemberian pupuk kandang kambing mendapatkan hasil rata-rata tinggi tanaman 131,7 cm, jumlah anakan 12 dan lingkar batang tunas primer 7,6 cm dengan kandungan BK 15,62 %. Pemberian pupuk kandang kambing pada tanaman rumput gajah dapat meningkatkan pertumbuhan rumput gajah.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kinerja Karyawan Tetap di Afdeling Kebun Blawan PT. Perkebunan Nusantara XII
Sumber daya manusia menjadi modal utama (human capital), kinerja perusahaan perkebunan sangat dipengaruhi oleh kinerja sumber daya manusia. Kinerja, kualitas, dan produktivitas karyawan BUMN relatif rendah jika dibandingkan dengan karyawan perusahaan swasta (Sitio, 2014). Secara internal, persoalan dan tantangan pada kurang memuaskannya kinerja perusahaan BUMN (Wahyudin, 2008). Kebun Blawan salah satu kantor unit dari PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) sebagai perusahaan perkebunan milik BUMN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) tingkat kinerja karyawan tetap Kebun kopi Blawan, (2) faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kinerja karyawan tetap Kebun Blawan, (3) hubungan faktor-faktor kinerja dengan tingkat kinerja karyawan tetap Kebun Blawan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan metode kuantitatif dan teknik survei. Populasi dalam penelitian adalah karyawan tetap di 9 afdeling, jumlah populasi 44 karyawan tetap. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus yaitu mengambil seluruh jumlah populasi. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner dengan skala likert 4 alternatif jawaban. Uji validitas instrumen menggunakan analisis butir dan dihitung dengan menggunakan rumus product moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus Croncbach’s Alpha. Selanjutnya menggunakan uji analisis korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut : (1) tingkat kinerja termasuk dalam kategori baik; (2) faktor yang berhubungan dengan tingkat kinerja yaitu tingkat motivasi kerja dalam kategori tinggi, tingkat kemampuan kerja dalam kategori baik, tingkat kondisi pelaksanaan kerja dalam kategori baik; (3) Hasil analisis signifikansi hubungan dengan uji korelasi tingkat motivasi kerja signifikan dan korelasi kategori sedang terhadap tingkat kinerja, tingkat kemampuan kerja signifikan dan korelasi kategori sedang terhadap tingkat kinerja, tingkat kondisi pelaksanaan kerja tidak signifikan dan korelasi kategori rendah terhadap tingkat kinerja
Potensi Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill sebagai Bahan Pangan dan Tanaman Obat: Review
Umbi gembili (Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Beberapa upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman gembili sudah banyak dilakukan baik dari segi konservasi, peningkatan produktivitas maupun diversifikasi produk berbahan tanaman ini. Review ini bertujuan untuk mengungkapan berbagai potensi yang dimiliki gembili sebagai bahan pangan maupun sebagai tumbuhan obat. Umbi gembili mengandung alkaloid, terpenoid, saponin, β-sistosterol, stigmasterol, fenolik, glikosida jantung, lemak, pati, PLA, dioscorin, diosgenin dan inulin. Sebagai bahan pangan gembili mengalami perubahan kandungan gizi akibat pengolahan baik secara digoreng, direbus, maupun dikukus. Perubahan zat gizi yang terjadi meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan karbohidrat. Pengolahan menjadi produk dalam bentuk tepung umbi dan tepung pati menyebabkan terjadinya perbedaan kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan total pati. Sebagai bahan obat, umbi gembili berkhasiat sebagai antifertilitas, antihipertensi, antiinflamasi, mengobati diabetes, antioksidan dan kolesterol.
Ekowisata berbasis fauna: Potensi pemberdayaan masyarakat lokal di Papua : Review
Makalah ini membahas potensi dan penyebaran burung endemik yang erat kaitannya dengan tren ekowisata. Dengan memanfaatkan informasi Daerah Burung Endemik (DBE) Papua dan penyebaran burung lainnya (terutama kelompok burung Cenderawasih dan burung Namdur) yang dipadukan dengan keadaan infrastruktur (jalan atau lapangan udara), dapat digunakan untuk menentukan daerah yang berpotensi dalam pengembangan wisata. Daerah yang memiliki lebih dari satu spesies burung endemik dan burung Cenderawasih serta potensi wisata alam lainnya (pantai, laut) dapat ditetapkan sebagai daerah dengan potensi ekowisata utama. Pemerintah perlu menyiapkan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekowisata, misalnya melalui pembangunan homestay yang bernuansa tradisional. Homestay yang sederhana menjadikan pemeliharaannya relatif mudah serta dapat dipastikan hampir tidak membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, pemerintah dapat memberikan kemudahan untuk memperoleh izin masuk bagi turis mancanegara, serta meningkatkan komitmen komunitas setempat untuk menjaga kelestarian habitat (terutama burung endemik)
Peningkatan Produksi Keripik Daun Janggelan dan Kewirausahaan Bagi Kelompok Wanita Tani
Cincau hitam (Mesona palustris) atau dikenal dengan sebutan daun janggelan memiliki manfaat yang banyak. Janggelan merupakan salah satu komoditas yang melimpah di Dusun Sampang, Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Wonogiri. Melimpahnya produksi janggelan menyebabkan beberapa permasalahan antara lain merosotnya harga jual daun janggelan, proses pengeringan dan penyimpanan daun janggelan pasca panen, selain itu melimpahnya daun janggelan tidak diimbangi dengan kemampuan dan kemauan masyarakat untuk mengolah menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah. Peningkatan keterampilan pengembangan produk, dan pengetahuan mengenai dasar-dasar pemasaran, pengelolaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta pengolahan pangan perlu diberikan melalui penyuluhan dan simulasi, sehingga setelah program kemitraan masyarakat dijalankan mitra dapat mengembangkan usaha pertanian tanaman janggelan sekaligus pengolahan pasca panennya. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi: Tahap 1: Penyuluhan dan pelatihan penanganan pasca panen daun janggelan; Tahap 2: Penyuluhan tentang teknologi pasca panen daun janggelan; Tahap 3: Penyuluhan & praktek pembuatan keripik daun janggelan; Tahap 4: Penyuluhan tentang kewirausahaan dan UMKM. Pelaksanaan PkM menunjukan hasil yang positif, terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil test menunjukkan bahwa materi penyuluhan telah dipahami oleh peserta kegiatan karena sesuai dengan indikator keberhasilan penyuluhan yaitu terjadi peningkatan skor menjadi ≥ 75. Hasil kegiatan praktek, mitra telah berhasil membuat keripik daun janggelan secara mandiri dan telah layak untuk dijual. Kelompok mitra siap memproduksi dan menjual keripik daun janggelan, telah memiliki nama produk, dan mampu melakukan pencatatan keuangan sederhana pada pengelolaan keuangan wirausaha keripik daun janggelan.