Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.) pada sistem tanpa olah tanah

    Get PDF
    Potensi hasil kedelai mampu optimal untuk dikembangkan dengan penggunaan sistem tanpa olah tanah yang banyak memberikan keuntungan dengan menekan input seperti biaya dan waktu panen. Upaya yang mengarah ke perbaikan terus dilakukan seperti pemanfaatan lahan bekas penanaman padi yang memanfaatkan potensi air dan pemanfaatan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pupuk organik yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai pada sistem tanpa olah tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan dosis pupuk organik dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 (tanpa pupuk organik), P1 ( pupuk organik 5 ton/ha), P2 (pupuk organik 10 ton/ha), P3 (pupuk organik 15 ton/ha), P4 (pupuk organik 20 ton/ha). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman (Analysis of variance / ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik 5 ton/ha meningkatkan indeks luas daun (ILD), berat segar dan kering brangkasan serta berat hasil biji per tanaman dan per hektar

    Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Ayam Broiler Mitra PT Laras Sejati Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang

    Get PDF
    Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha ditinjau dari aspek finansial. Lokasi penelitian dilakukan pada peternakan ayam broiler mitra PT Laras Sejati yang terletak di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh (sensus), dimana terdapat 13 peternak plasma yang telah menjalin kerjasama dengan PT Laras Sejati dan terdapat 3 sistem kandang, yaitu closed house, semi closed house, dan open house. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif untuk mengetahui tingkat kelayakan invetasi berdasarkan kriteria NPV, Net B/C, dan IRR. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek finansial dengan tingkat suku bunga 9 %, kandang closed house memperoleh NPV sebesar Rp 16.166.814, Net B/C sebesar 1,17, dan IRR sebesar 27,30 %. Kandang semi closed house memperoleh NPV sebesar Rp 12.121.385, Net B/C sebesar 1,16, dan IRR sebesar 26,22 %.  Kandang open house memperoleh NPV sebesar Rp 5.075.604, Net B/C sebesar 1,11, dan IRR sebesar 21,41 %. Maka secara finansial usaha peternakan ayam broiler mitra PT Laras Sejati layak untuk dijalankan.

    Efektivitas penambahan pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil jagung (Zea mays L.) hibrida

    Get PDF
    Jagung hibrida merupakan persilangan dari dua atau lebih benih yang memiliki sifat unggul. Jagung hibrida memiliki produktivitas tinggi dalam potensi hasil dan pertumbuhan tanaman lebih seragam. Salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas jagung tanpa merusak tekstur atau struktur tanah adalah dengan menggunakan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan pupuk organik dengan dosis yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil jagung hibrida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan yang dimaksud : Kontrol (G0), 5 ton/ha (G1), 10 ton/ha (G2), 15 ton/ha (G3), 20 ton/ha (G4). Pupuk organik yang digunakan sebagai perlakuan adalah pupuk organik Dirjanik. Pupuk organik diberikan bersamaan pada saat penanaman sebagai pupuk dasar dan saat 4 mst dengan cara disebar secara merata pada tiap petakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil adalah 20 ton/ha. Variabel pertumbuhan indeks luas daun meningkat secara nyata pada dosis 20 ton/ha, yang mana pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan kontrol dan dosis pupuk yang lain. Variabel hasil berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, berat biji per petak, berat biji per tanaman, dan berat 100 biji meningkat secara nyata pada dosis 20 ton/ha

    Potensi Penyakit Kanker pada Manusia Akibat Konsumsi Rutin Susu Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) dengan Estrogen Tinggi : Review

    Get PDF
    Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi resiko penyakit kanker pada manusia akibat konsusmsi rutin susu dengan kadar estrogen tinggi. Penelitian mengenai bahaya konsumsi susu dengan estrogen tinggi pada sapi bunting yang diperah banyak dilakukan di negara maju. Metode yang digunakan pada penulisan artikel adalah studi literatur dengan analisis deskriptif. Sapi bunting memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi dibanding sapi non-bunting. Jumlah estradiol yang dimiliki susu rata-rata 0,53 dan 0,22 pg/mL di hari ke-60 kebuntingan pada sample darah dan susu, serta meingkat menjadi 3,1 dan 7,4 pg/mL di hari ke-238 kebuntingan. Sebuah studi menyatakan bahwa sebuah sample dari sapi maupun perusahaan susu hanya mengandung puluhan hingga ratusan hormon estrogen (estron dan asam estron) yang jumlahnya jauh dari standar maksimal yang ditetapkan U.S. Food and Drug Administration (FDA) yakni sebesar <1% dari jumlah hormon yang diproduksi manusia perhari.  Konsumsi susu tiga kali sehari hanya mengandung 0,1% dari produksi hormon yang sama dalam tubuh manuisa. Sebuah studi dari epidemiologi gagal membuktikan bahwa konsumsi susu sebanding dengan angka kejadian kasus kanker testis dan payudara pada manusia. Hal ini karena individu mengkonsumsi produk susu yang berbeda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumsi susu secara rutin tidak dapat memicu kanker dan dampak berbahaya lain karena kadar estrogen dari susu jauh dibawah kadar estrogen normal yang dimiliki manusia

    Sumber Protein Alternatif dari Serangga untuk Pakan Ternak Unggas

    Get PDF
    Salah satu dampak pandemi covid-19 saat ini adalah kecenderungan permasalahan dalam persediaan pangan dunia dalam waktu kedepan ini, dimana ada potensi terjadi krisis pangan. Semua pihak secara optimis diharapkan untuk berupaya menghindari hal tersebut dengan berbagai tindakan konkrit antara lain dengan menggunakan sumber-sumber daya lokal dalam memproduksi bahan pangan secara berkelanjutan. Review ini bertujuan untuk memaparkan secara ringkas potensi serangga sebagai sumber protein alternatif yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak unggas. Keunggulan lain dari serangga sebagai pakan unggas adalah tingginya kandungan asam lemak tak jenuh, disamping itu sebagai pakan alternatif yang tidak berkompetisi sebagai pangan manusia. Metode yang digunakan adalah studi komparatif referensi inklusif dari data-base publik. Berbagai macam jenis serangga telah diidentifikasi memiliki kandungan nutrien penting terutama protein yang dapat digunakan sebagai sumber protein untuk ditambahkan dalam pakan ternak. Pemanfaatan serangga sebagai sumber protein bagi pakan ternak dapat mengurangi penggunaan bahan penyusun pakan ternak yang berkompetisi dengan kebutuhan manusia, terutama dimasa dimana bahan pangan sangat dibutuhkan oleh banyak orang, seperti beras, kedelai, tepung ikan. Kesimpulan yang ada bahwa semakin banyak serangga yang dapat didayagunakan sebagai pakan ternak maka akan semakin “menghemat” pemanfaatan bahan pakan yang digunakan sebagai pangan manusia

    Persepsi Pemuda Desa di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Terhadap Pekerjaan Sebagai Petani

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis persepsi pemuda desa terhadap pekerjaan sebagai petani, 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya persepsi pemuda desa terhadap pekerjaan sebagai petani 3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dengan persepsi pemuda desa terhadap pekerjaan sebagai petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Desa Jeron, Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali karena merupakan salah satu desa dengan luas lahan sawah terbesar kedua di Kecamatan Nogosari yaitu 289.510 Ha, namun memiliki 847 petani yang didominasi usia lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah 2.039 pemuda desa usia 17-35 tahun. Sampel yang digunakan sebanyak 80 pemuda desa usia 17-35 tahun, diambil melalui proportional random sampling. Untuk menguji hubungan digunakan analisis korelasi rank spearman dengan SPSS 23 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan 1) persepsi pemuda desa terhadap lingkungan  kerja petani adalah netral, persepsi  pemuda desa terhadap pendapatan petani adalah baik, dan persepsi  pemuda desa terhadap status sosial petani adalah baik, 2) usia dengan kategori sangat rendah, tingkat pendidikan dengan kategori tinggi, status kepemilikan lahan dengan kategori rendah, sosialisasi pekerjaan dengan kategori rendah, dan akses terhadap informasi dengan kategori rendah, 3) terdapat satu variabel yang berhubungan secara signifikan yaitu tingkat pendidikan dengan persepsi pendapatan, sedangkan usia, luas kepemilikan lahan, sosialisasi pekerjaan dan akses terhadap informasi berhubungan secara tidak signifikan dengan persepsi pemuda desa baik terhadap lingkungan kerja, pendapatan maupun status sosial petani

    Analisis Tumbuh Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) pada Tanah Bekas Bioaktivator dan Trichoderma dengan Kombinasi Dosis Pupuk Anorganik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tumbuh tanaman kedelai (Glycine max l. Merril) pada tanah bekas bioaktivator Trichoderma dengan kombinasi dosis pupuk anorganik.  Rancangan yang digunakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama tanah bekas bioaktivator Trichoderma (A) : A1 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma ragi), A2 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma nasi basi), A3 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma rumen sapi), sedangkan faktor kedua kombinasi dosis pupuk anorganik (B) : B1 (12,5 kg Urea/ha + 100 kg Sp-36/ha + 50 kg Kcl/ha), B2 (25 kg Urea/ha + 50 kg Sp-36/ha + 50 kg Kcl/ha), B3 (25 kg urea/ha + 100 kg sp-36/ha + 25 kg kcl/ha) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan variable pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, laju asimilasi bersih, laju tumbuh relative, indeks luas daun, source dan sink. Hasil data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (anova) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah bekas bioaktivator Trichoderma berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun 14 hst, berpengaruh nyata terhadap berat basah tanaman 14 hst dan laju asimilasi bersih 28 hst.  Sedangkan pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan.  Dan tidak terjadi interaksi antara tanah bekas bioaktivator Trichoderma dengan kombinasi dosis pupuk anorganik terhadap semua pengamatan

    Kajian Kualitas Air Hujan dan Nutrisi NPK pada Budidaya Tomat Apel (Solanum lycopersicum Lycopersicum esculentum Mill, var.pyriforme) dengan Media Tanam Cocopeat dan Kompos

    Get PDF
    Fertigasi merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan di dalam dunia pertanian,. Fertigasi adalah sistem irigasi kombinasi dengan unsur hara biasa digunakan di dalam hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu teknologi penanaman tanpa menggunakan tanah. Tanaman yang digunakan adalah Tomat Apel (Solanum lycopersicum Lycopersicum esculentum Mill, var.pyriforme). Air hujan dapat digunakan untuk pengairan pada pertanian yang dapat menjadi solusi untuk kebutuhan air di musim kemarau sebagai sumber irigasi yang berasal dari daerah Jatinangor, Sumedang, kampus Universitas Padjadjaran. Air hujan memiliki beberapa masalah yaitu pH terlalu tinggi dan DHL terlalu rendah. Air irigasi ditambahkan nutrisi sebagai penambahan unsur hara untuk kebutuhan tanaman. Pengamatan kulitas air hujan dilakukan berdasarkan nilai pH, TDS, TSS dan kekeruhan. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan Tomat Apel, digunakan NPK yang dicampurkan pada irigasi dengan menggunakan media tanam cocopeat dan kompos. Analisis deskriptif pada data pengamatan hasil panen secara kuantitatif dengan simulasi atau prediksi bobot buah. Tomat Apel dengan penggunaan nutrisi NPK dan penggunaan media tanam cocopeat:kompos menghasilkan bobot prediksi sebesar 2.450 gram/pohon dengan total penggunaan air 19,01 liter/tanaman selama 78 hari dan total konsumsi NPK dalam bentuk granular sebanyak 2,296 kg. Efisiensi penggunaan air tanaman Tomat Apel pada greenhouse adalah sebesar 94,07 kg/m3.

    Pengaruh Umur Panen Terhadap Kuantitas dan Kualitas Bit Merah Varietas Ayumi 04 dengan Hidroponik Sistem Rakit Apung

    Get PDF
    Dengan semakin sempitnya lahan untuk produksi bit, perlu dicoba budidaya bit dengan sistem hidroponik. Oleh karena itu perlu penelitian pengaruh umur panen terhadap kualitas dan kuantitas bit varietas Ayumi 04 secara hidroponik sistem rakit apung.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh umur panen terhadap kuantitas dan kualitas hasil tanaman bit dan menentukan umur panen yang mampu menghasilkan kuantitas dan kualitas terbaik dalam budidaya secara hidroponik sistem rakit apung. Lokasi penelitian jl Aliwijayan 2 Mangunsari kecamatan Sidomukti Salatiga dengan pada bulan November 2019 sampai April 2020.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan yang akan diuji adalah umur panen 98,88,78,68, dan 58 hari setelah pindah tanam. Data dianalisis dengan menggunakan soft ware SAS, DMRT taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan umur panen berpengaruh pada kuantitas (beratumbi dan diameter umbi) dan kualitas umbi bit (tingkat kandungan gula dan aroma tanah). Pada perlakuan umur panen 98 hari setelah pindah tanam memberikan hasil terbaik pada berat umbi, diameter umbi dan tingkat kandungan gula. Perlakuan umur panen 58 dan 68 hari memberikan  hasil uji organoleptik yang cenderung tidak beraroma tanah (earthy taste) dibandingkan pada perlakuan umur panen 98,88, dan 78  hari setelah pindah tanam. Namun diameter umbi bit, berat umbi, dan kadar gula yang dihasilkan belum mampu memenuhi kriteria untuk layak diterima pasar

    Pengembangan Potensi Ayam Lokal untuk Menunjang Ketahanan Pangan Di Era New Normal Covid-19

    Get PDF
    Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan prospek dari pengembangan potensi ayam lokal untuk menunjang ketahanan pangan di era New Normal Covid-19. Penulisan makalah menggunakan metode kajian pustaka atau literature review. Ayam lokal banyak memiliki keunggulan baik dari segi gizi maupun ekonomi, 63% ayam lokal Indonesia tahan terhadap virus highly pathogenic H5N1 avian influenza (HPAI virus) atau flu burung karena memiliki frekuensi gen antivirus Mx+ yang lebih tinggi. Konsumsi daging ayam lokal dari tahun 2011 – 2015 memiliki rata – rata 0,53 kg/kapita/tahun sehingga sangat prospek untuk dikembangkan. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan potensi ayam lokal antara lain peningkatan populasi baik in – situ maupun ex – situ dan pemanfaatan pakan lokal untuk menekan biaya produksi. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ayam lokal berpotensi untuk dikembangkan sebagai penyedia pangan pada masa New Normal Covid - 19. Pengembangan ayam lokal tidak rentan terhadap penyakit, mampu mengonsumsi pakan kualitas rendah (pakan hasil samping pertanian), mempunyai pangsa pasar dan membuka peluang kerja yang besar. Namun dalam pengembangannya perlu dikaji baik pemerintah maupun pengusaha ayam untuk memproduksi ayam lokal yang baik.

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇