Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
Pengaruh Waktu Cekaman Kekeringan terhadap Pertumbuhan Tanaman Artemisia cina Poliploid Hasil Induksi Zat Pengatur Tumbuh
Artemisia cina merupakan salah satu species dari genus Artemisia yang mengandung metabolit sekunder berupa artemisinin. Mengingat rendahnya kandungan artemisinin, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan metabolit sekunder. Upaya untuk meningkatkan kandungan metabolit sekunder yaitu dengan memberikan cekaman kekeringan dan penggunaan tanaman poliploid. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan tanaman Artemisia cina poliploid. Penelitian ini dilakukan di shading house Salib Putih dan analisis jaringan dilakukan di laboratorium fisiologi tanaman Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor pertama cekaman kekeringan dan faktor kedua genotipe. Perlakuan cekaman kekeringan dilakukan tanpa cekaman (C0), cekaman 2 minggu sebelum panen (C2), cekaman 4 minggu sebelum panen (C4) dan cekaman 6 minggu sebelum panen (C6) dengan memberikan air sebanyak 50% kapasitas lapang (KL). Perlakuan genotipe menggunakan 2 genotipe Artemisia cina poliploid hasil induksi zat pengatur tumbuh (ZPT) (genotipe S dan T) serta 1 genotipe Artemisia cina diploid (genotipe Diploid Lapangan (DL)). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan cekaman kekeringan 50% KL tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Perlakuan C6 memiliki tinggi tanaman, berangkasan kering akar dan berangkasan kering tajuk lebih tinggi dari perlakuan cekaman lainnya. Akan tetapi, perlakuan C6 memiliki kerapatan stomata dan total klorofil lebih rendah dibandingkan perlakuan C0. Perlakuan genotipe DL memberikan hasil signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Genotipe S dan T (tanaman poliploid) tidak saling menunjukkan perbedaan yang nyata pada parameter pertumbuhan, namun memberikan hasil yang lebih tinggi dari genotipe DL (tanaman diploid).
Keragaan Analisis Struktur Biaya dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri
DAS Bengawan Solo merupakan DAS terluas di sungai Begawan Solo dengan luas 6.072 km2 dengan cakupan luas administratif sungai Bengawan Solo terdapat di 17 kabupaten dan tiga kota. Wilayah hulu sungai Bengawan Solo berada dikawasan Wonogiri dan Ponogoro, oleh karena itu penelitian ini diambil di daerah hulu sungai khususnya di Kabupaten Wonogiri karena permasalahan sering muncul didaerah hulu dengan terdapat kecenderungan masyarakat memaksimalkan kebutuhanannya untuk mengelola lahannya dan utamanya di Kabupaten Wonogiri mengusahakan ubi kayu. Perubahan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan lingkungan sekitarnya memerlukan alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, ketahanan pangan dan mengurangi jumlah penduduk miskin berkurang. Salah satu upaya untuk itu adalah mempelajari dan menelaah pangkal permasalahan pengelolaan ubi kayu. Tujuan penelitian adalah mengetahui (1) struktur biaya dalam pengelolaan ubi kayu (2) pendapatan pengelolaan ubi kayu, dan (3) analisis efisiensi pengelolaan usahatani ubi kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian yang digunakan adalah proposive sampling dalam penentuan kecamatan dan desa, dan simple random sampling dalam penentuan responden petani ubi kayu. Metode analisis yang digunakan analisis struktur biaya, analisis pendapatan usahatani, analisis kelayakan usahatani dengan R/C ratio. Struktur biaya pengelolaan agribisnis ubi kayu tertinggi untuk sarana produksi (61,09%), diikuti biaya tenaga kerja (37.04%). Pendapatan rata-rata pengelolaan agribisnis ubi kayu sebesar Rp. 8.295.086,00 per masa tanam (9 bulan), cukup tinggi dengan nilai R/C rasio sebesar 7,81, berarti pengelolaan agribisnis ubi kayu menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Saran diperlukan kebijakan yang tepat melihat tingginya pendapatan ubi kayu karena bisa menjadi penghalang dalam upaya pelestarian lingkungan karena masyarakat enggan beralih pada komoditas lain
Perbedaan Karakteristik Demografis Peternak Sapi Potong Terhadap Penerimaan Teknologi Fermentasi Jerami Sebagai Penunjang Integrasi Tanaman-Ternak di Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik demografis peternak sapi potong terhadap penerimaan teknologi fermentasi jerami di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survey yang dilakukan pada peternak sapi potong sekaligus petani padi di Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Teknik pengambilan responden dalam penelitian ini adalah dengan metode convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 peternak sapi potong di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dengan 65 peternak sapi potong. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas dan uji Oneway-ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuesioner dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel. Kuesioner dalam penelitian ini dinyatakan reliabel karena hasil Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai 0,723. Pada uji Oneway-ANOVA mendapatkan hasil bahwa perbedaan karakteristik demografis peternak sapi potong (umur, pendidikan, pekerjaan utama, lama beternak, status usaha peternakan dan jumlah ternak yang dimiliki) berpengaruh terhadap penerimaan teknologi fermentasi jerami di Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Simpulan yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah perbedaan karakteristik demografis peternak sapi potong memberikan pengaruh yang berbeda terhadap penerimaan teknologi fermentasi jerami di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Terhadap Jarak Tanam
Pengaturan ruang tumbuh berpeluang meningkatkan produktivitas tanaman. Pola pengaturan tanaman di lapangan melalui pengaturan model jarak tanam diprediksi dapat mengoptimalkan lingkungan agronomi untuk perkembangan dan hasil kedelai. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi populasi optimal kedelai yang mampu memberikan hasil secara maksimal. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Kendalpayak pada bulan Agustus - Desember Tahun 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas dan jarak tanam. Pengamatan terhadap karakter komponen hasil diantaranya tinggi tanaman, jumlah polong isi, jumlah buku subur, jumlah cabang, bobot biji per tanaman, hasil biji persatuan luas dan bobot 100 biji. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi antara varietas dengan jarak tanam hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Interaksi antara varietas dan jarak tanam tidak memberikan hasil yang berbeda nyata, kecuali pada karakter tinggi tanaman. Pada varietas Dega 1, jarak tanam 25 cm x 15 cm dan 30 cm x 15 cm memberikan hasil ≥ 2 t/ha sedangkan pada varietasArgomulyo hasil ≥ 2 t/hadicapai pada jarak tanam 30 cm x 15 cm. Jarak tanam 30 cm x 15 cm dapat diterapkan pada varietas Dega 1 dan Argomulyo untuk memperoleh hasil tinggi.
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Pakan Alternatif untuk Meningkatkan Average Daily Gain, Konsumsi serta Tingkat Kecernaan Pada Ternak Ruminansia: Review
Pakan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi produktifitas ternak. Kualitas pakan yang rendah dapat menurunkan produktifitas ternak,begitu pula sebaliknya, pakan dengan kualitas tinggi dapat menaikkan produktifitas ternak tersebut. Maka kita perlu mencari pakan alternatif yang potensial, murah, mudah diperoleh, serta tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Tanaman eceng gondok yang pada saat ini dianggap sebagai tanaman pengganggu atau gulma dikarenakan tingkat pertumbuhannya yang relatif cepat sehingga tanaman ini sulit untuk di basmi, namun dibalik itu semua eceng gondok juga memiliki sumber protein yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk ternak. Tujuan dari dilakukannya penulisan karya ilmiah ini yaitu mengetahui penggunaan eceng gondok sebagai pakan alternatif ternak ruminansia serta mengetahui efek fisiologis ternak terhadap pakan yang diberikan. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah kajian pustaka dan pendekatan deskriptif. Kualitas eceng gondok sebagai bahan pakan alternatif dapat dilihat dari kandungan proksimatnya baik itu protein, serat kasar, serta lemak kasar di dalamnya. Semakin baik pakan yang diberikan maka dapat menunjang produktivitas ternak tersebut dan dari beberapa uji penelitian terhadap ternak ruminansia. Hasil yang di dapat setelah dilakukannya beberapa uji menunjukan bahwasannya pemberian eceng gondok dalam pakan belum dapat meningkatkan average daily gain, komsumsi pakan serta konverensi pakan, namun dapat meningkatkan kecernaan pakan pada ternak ruminansia
Kajian Kualitas Air Hujan yang Diberi Nutrisi AB Mix dan Kebutuhan Air Tanaman pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tomat Beef (Solanum lycopersicum L. var Validum) Menggunakan Media Tanam Campuran Arang Sekam dan Cocopeat
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki dua yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau air yang digunakan untuk irigasi tanaman kurang mencukupi kebutuhan. Pemanenan air hujan dapat menjadi salah satu alternatif konservasi air untuk mempertahankan sumber daya air. Pemanenan air hujan kali ini dilakukan secara tidak langsung yaitu menggunakan atap greenhouse. Parameter pemanenan kualitas air hujan yang diukur ialah kekeruhan, TDS, TSS, pH dan EC. Kualitas air hujan memiliki beberapa masalah yaitu nilai EC yang terlalu rendah dan nilai pH yang berlebih apabila digunakan untuk air irigasi tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan dengan sistem hidroponik dan fertigasi yang mencampuran nutrisi AB mix ke air hujan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kualitas air nutrisi AB mix untuk tanaman tomat beef. Media tanam yang digunakan ialah campuran antara arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1:1. Campuran media tanam tersebut memiliki kapasitas menahan air yang tinggi, menunjang pertumbuhan akar dan batang dengan cepat dan warna hitam dari arang sekam dapat mengabsorpsi sinar matahari secara efektif. Metode penelitian yang dipakai peneliti ialah metode analisis deskriptif yang melakukan pengukuran, pengamatan, perhitungan dan analisis data secara kuantitatif tanaman tomat beef. Penelitian ini terpaksa diberhentikan dan hanya berlangsung selama 53 HST karena isu pendemi Covid-19. Selama masa penelitian 53 HST tanaman tomat beef telah mencapai fase pertengahan yang ditandai dengan tumbuhnya bunga dan membutuhkan air 8,26 mm/hari. Tanaman tomat beef yang diberikan air fertigasi yang berasal dari pemanenan air hujan dan nutrisi AB mix memberikan respon yang baik yaitu tidak terlihat tanda-tanda bahwa tanaman terkena penyakit tertentu. Parameter kualitas air nutrisi rata-rata ialah suhu 27,37oC; EC 2,57mS/cm; dan pH 6,52 nilai tersebut termasuk nilai ideal untuk memenuhi syarat tumbuh tanaman tomat beef
Keragaan Agronomi dan Daya Hasil Empat Belas Galur Harapan Padi Produksi Balitbangtan di Provinsi Bali
Beras merupakan komoditas strategis Indonesia dalam pembangunan pertanian sehingga pemerintah selalu mencantumkan kebijakan beras pada setiap tahapan pembangunan pertanian dalam upaya peningkatan produksi dan stabilitas ketersediaan beras nasional. Menghasilkan Varietas Unggul Baru (VUB) merupakan salah satu komponen teknologi utama yang dapat meningkatkan produksi padi. Di Provinsi Bali, lebih dari 95 % kawasan sentra produksi padi telah ditanami VUB Ciherang. Penanaman satu jenis VUB secara terus menerus dalam jangka panjang tidak dianjurkan karna dapat mematahkan beberapa sifat keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan daya hasil dari uji adaptasi empat belas galur harapan padi produksi Balitbangtan terhadap varietas Ciherang untuk mendapatkan galur yang adaptif, produktif dan disukai petani sebagai bahan usulan pelepasan varietas padi pengganti Ciherang yang telah digunakan secara terus-menerus. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Subak Merenggang, Desa Subamia, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali pada bulan Januari hingga Mei 2015. Empat belas galur harapan padi produksi Balitbangtan dievaluasi dengan dua varietas padi yang umum dibudidayakan yaitu Ciherang dan Fatmawati sebagai pembanding menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Pengamatan dilakukan pada keragaan agronomi dan daya hasil produksi kemudian data dilakukan analisis ragam varian, uji lanjut DMRT 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat belas galur harapan produksi Balitbangtan yang diujikan tidak ada yang memiliki keragaan agronomi dan daya hasil lebih baik dari Ciherang dan Fatmawati. Meskipun demikian, enam galur diantaranya memiliki karakteristik yang paling mirip dengan Ciherang dan Fatmawati sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pengganti Ciherang dan Fatmawat
Kajian Kualitas Pemanenan Air Hujan yang Diberikan Pupuk AB Mix Pada Media Tanam Arang Sekam dan Zeolit Terhadap Pertumbuhan Fase Vegetatif Tanaman Tomat Red Pear (Lycopersicum Validum) Pada Saat Pandemik COVID-19
Pemanenan air hujan merupakan suatu upaya penampungan air hujan yang melimpah saat musim hujan agar dapat digunakan ketika musim kemarau untuk keperluan berbagai bidang salah satunya adalah sebagai sumber air irigasi pada budidaya tanaman. Teknik pemanenan air hujan yang dipakai menggunakan atap bangunan (rooftop rain water harvesting) sebagai tangkapan air (cathment area) kemudian disalurkan menggunakan talang dan ditampung kedalam sebuah tangki penampungan. Air tampungan dari hasil pemanenan kemudian dicampurkan dengan nutrisi AB Mix yang dijadikan air fertigasi tanaman tomat red pear. Budidaya tomat red pear menggunakan media tanam arang sekam dan zeolit dengan perbandingan 9:1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air dari pemanenan air hujan khususnya nilai pH, EC, TDS, TSS, DHL, kualitas air hujan yang diberi nutrisi AB Mix, pengaruh kualitas media tanam terhadap perkembangan tanaman tomat red pear. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse ALG, Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil analisis pemanenan air hujan menurut asteria, (2019) nilai pH 7,12; TDS 13,5 mg/L; TSS 3,025 mg/L, DHL 31,9 dan kekeruhan 6,825 NTU serta EC senilai 22,075µS/cm, hasil penelitian kualitas air hujan yang diberikan pupuk AB Mix menunjukan nilai suhu larutan berkisar 22oC-28oC, nilai EC larutan berkisar 2,0-2,39 mS/mc dan kualitas media tanam arang sekam dan zeolite sangat baik untuk tomat red pear
Penampilan Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Hidroponik NFT Dari Berbagai Ukuran Bibit Saat Transplanting
Dalam budidaya tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik dengan sistem NFT, salah satu penentu produktivitas adalah ukuran bibit saat pindah tanam (transplanting). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran bibit terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik NFT serta menentukan kriteria bibit yang dapat memberikan hasil tertinggi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan ukuran bibit dan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan terdiri dari P1 benih (0,0038 g); P2 bibit umur 5 HSS (0, 0355 g); P3 bibit umur 10 HSS (0,0686 g); P4 bibit umur 15 HSS (0,0806 g) dan P5 bibit umur 20 HSS (0,128 g). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter bonggol, total karotenoid dan bobot segar tajuk bersih. Data dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang berasal dari benih (0,0038 g) dan bibit berumur 5 HSS (0,0355 g) memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter bonggol dan bobot tajuk bersih lebih tinggi dibandingkan dengan pakcoy yang berasal dari bibit umur 10 HSS (0,068 g); 15 HSS (0,0806 g) dan 20 HSS (0,128 g). Ukuran bibit tidak memberikan pengaruh yang nyata pada parameter total karotenoid.
Peran Varietas Unggul Baru dalam Usahatani untuk Mendukung Ketahanan Pangan
Varietas unggul baru (VUB) merupakan salah satu sarana produksi untuk keberhasilan dalam usahatani padi. Adanya VUB dipadukan dengan pengelolaaan tanaman terpadu terhadap sumber daya alam yang ada dilingkungan diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Tujuan penelitian untuk mengetahui sampai sejauh mana peran VUB dalam usahatani dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani dalam rangka menyediakan bahan pangan. Sehubungan hal tersebut dilakukan penelitian peran VUB dalam usahatani untuk mendukung ketahanan pangan. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsari, Kecamatan Ciamnggu, Kabupaten Cilacap bulan Maret – Juli 2018. Lahan seluas 2 ha, masing-masing petani kooperator dan varietas seluas 1 ha. VUB yang diintroduksikan Inpari 18, dan varietas IR 64 sebagai pembanding. Metode peneneltian menggunakan on farm research dengan membandingkan antara introduksi VUB dengan varietas pembanding. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan finansial yang hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil peneltian menunjukkan bahwa introduksi VUB Inpari 18 melalui pendekatan pengelolaan terpadu produksinya lebih tinggi 1,61 ton/ha (24,77 %), dibandingkan varietas IR 64. Introduksi VUB Inpari 18 melalui pendekatan pengelolaan terpadu pendapatan petani meningkat Rp. 5.945.000,- (19,46 %)