Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    [Respons Pemberian Campuran Daun Lamtoro, Cangkang Telur dan Kulit Pisang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Stevia]: Review

    Get PDF
    Tanaman Stevia merupakan tanaman yang daunnya dapat digunakan sebagai pemanis alami dengan kandungan nol kalori dan kadar kemanisan 300 kali dibandingkan gula tebu. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk memperoleh produksi yang optimal. Pupuk organik diperkaya memiliki kandungan unsur hara yang lengkap, sehingga cocok diaplikasikan pada budidaya stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pemberian campuran  daun lamtoro, cangkang telur dan kulit pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman stevia. Penelitian ini dilakukan di Leuwiliang, Bogor mulai bulan Maret sampai Juni 2020, menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: A0 (kontrol) : Urea 5 g/polybag, SP-36 1 g/polybag dan KCl 1 g/polybag , A1: 10 g/polybag pupuk organik, A2: 20 g/polybag pupuk organik, A3: 30 g/polybag pupuk organik, A4: 40 g/polybag pupuk organik, A5: 50 g/polybag pupuk organik. Pupuk organik daun lamtoro, cangkang telur dan kulit pisang dicampurkandengan perbandingan 1:1:1 untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian campuran daun lamtoro, cangkang telur dan kulit pisang memiliki pengaruh yang sama dengan kontrol (pupuk anorganik), sehingga aplikasi pupuk organik pada tanaman stevia dianggap efektif dan mampu menggantikan aplikasi pupuk anorganik

    Karakteristik Sensori dan Daya Terima Roti Tawar dengan Penambahan Jantung Pisang

    Get PDF
    Penambahan Jantung Pisang pada pembuatan roti tawar diharapkan menjadi inovasi baru pada produk roti tawar yang tentunya lebih banyak memiliki manfaat. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui formula dan cara mengolah untuk membuat roti tawar jantung pisang. 2) Mengetahui karakteristik roti tawar jantung pisang. 3) Mengetahui daya terima masyarakat pada roti tawar jantung pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kepustakaan, dokumentasi, eksperimen, dan uji hedonik. Eksperimen pembuatan roti tawar jantung pisang dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Seni Kuliner Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini, Jalan Sultan Agung, No. 77, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. Eksperimen dilakukan sebanyak 3 kali percobaan, yaitu yang pertama menggantikan 20% dari total tepung terigu, yang kedua 30% dari total tepung terigu, yang ketiga 40% dari total tepung terigu. Dimana total tepung terigu yaitu 100% dari setiap formula resep roti tawar. Pengolahan roti tawar jantung pisang menggunakan sistem no time dough (cara cepat). Hasil penelitian ini menunjukkan produk roti tawar dengan penambahan jantung pisang memiliki karakteristik sensori meliputi rasa roti tawar pada umumnya, warna coklat keabuan lebih tua, keabuan agak tua, dan keabuan muda, aroma khas roti tawar, serta tekstur kurang lembut, lumayan lembut, dan lembut. Daya terima panelis terhadap produk roti tawar melalui hasil uji hedonik menunjukkan bahwa yang paling disukai panelis yaitu roti tawar dengan penambahan jantung pisang sebanyak 20% dan 30%

    Penilaian Biomassa Vegetasi, Karbon Vegetasi, Dan Karbon Tanah Pada Beberapa Tipe Tegakan Hutan Rakyat

    Get PDF
    Tipe tegakan hutan rakyat di Jawa Tengah sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk penilaian  biomassa vegetasi, karbon vegetasi, dan karbon tanah di bawah tegakan hutan rakyat di wilayah Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Site (lokasi penelitian) tipe tegakan hutan rakyat meliputi hutan rakyat berbasis jati, mahoni, akasia, sengon, dan campuran. Pada penelitian ini sawah digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan biomassa vegetasi pada tegakan hutan rakyat berkisar 83,51-344,07 ton/ha dan sawah (5,12 ton/ha). Karbon vegetasi pada tegakan hutan rakyat berkisar 38,34-158,19 ton C/ha dan sawah (3,03 ton C/ha). Kandungan C-organik tanah pada tegakan hutan rakyat berkisar 0,99-1,78% dan sawah (1,43%), sedangkan karbon tanah (sedalam 5 cm) berkisar 4,24-10,30 ton/ha, dan sawah (6,67 ton/ha)

    Pengaruh Teknik Pemasakan dan Waktu terhadap Karakteristik Fisik Telur Ayam Ras Petelur

    Get PDF
    Telur merupakan pangan sumber protein yang paling sering dikonsumi. Umumnya pengolahan telur menggunakan prinsip pemanasan, namun belum banyak diketahui pengaruh jenis pemasakan terhadap karakteristik olahan hasil telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik telur yang dimasak dengan media pemasakan dan waktu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode diskriptif. Perlakuan 1. Telur goreng, Perlakuan 2. Telur rebus tanpa kerabang dan Perlakuan 3. Telur dengan kerabang. Pada perlakuan 1 dan perlakuan 2 diberi waktu pemasakan 1, 2, 3 menit dan hingga telur matang sempurna. Dalam perlakuan 3 dilakukan perebusan telur dengan kerabang menggunakan parameter waktu 3, 6, 9 dan 12 menit. Dalam pengolahanya dari setiap perlakuan diamati kondisi fisik dan dilakukan pengecekan suhu telur saat menit ke-0, selanjutnya pada menit ke-1, 2, 3 dalam perebusan telur tanpa kerabang dan pemasakan telur ataupun menit ke-3, 6, 9, 12 pada perebusan telur dengan kerabang diamati perubahan kondisi albumen atau putih telur dan kondisi yolk atau kuning telur yang mengalami perubahan berupa mengental hingga mengeras dari pengaruh suhu terhadap telur. Hasil dari ketiga perlakuan yang dilakukan didapatkan hasil telur dengan perlakuan 1 dengan cara telur digoreng lebih cepat mencapai matang sempurna dengan suhu telur 84oC, pada menit ke-1 hingga ke-3 menunjukkan perbedaan kondisi albumen dan kuning telur yaitu mulai terjadi pemadatan dan perubahan warna, yang semula albumen berwarna putih bening dan kental menjadi putih biasa dan padat serta kuning telur yang berwarna kuning cerah kental menjadi sedikit memudar dan padat. Sementara itu untuk telur dengan perlakuan 3 hingga menit ke-12 dengan suhu 96oC masih belum mencapai matang sempurna. Kesimpulan yang didapatkan adalah telur yang dimasak dengan metode penggorengan lebih cepat matang dibandingkan dengan menggunakan air. Namun demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap kualitas gizi telur pada pemasakan yang berbeda tersebut

    Peran Penangkaran Bawang Merah Mendukung Agribisnis Bawang Merah: Studi Kasus Penangkaran Bawang Merah di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh

    Get PDF
    Ketersediaan bibit bawang merah berkualitas erat kaitannya dengan peran kelembagaan penangkaran. Apabila peran ini belum optimal maka pengembangan bawang merah akan terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan peran kelembagaan penangkaran bawang merah mendukung agribisnis bawang merah di Kabupaten Pidie Propinsi Aceh. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif pada tiga kelompok penangkaran bawang merah di kabupaten Pidie. Analisa data dilakukan dengan analisis kualitatif (deskriptif) dan analisis kuantitatif (persentase). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan peran kelembagaan penangkaran bawang merah di kabupaten Pidie sangat dipengaruhi pada ketersediaan modal dan teknologi produksi bibit. Hal ini tentunya harus didukung dengan adanya penetapan lahan abadi bawang merah untuk membentuk pengembangan desa mandiri bibit demi mewujudkan agribisnis bawang merah di provinsi Aceh

    Peran Teknologi Ozonisasi Dalam Mempertahankan Kesegaran dan Memperpanjang Masa Simpan Buah Nenas (Ananas Comosus (L) Merr.) : Review

    Get PDF
    Penanganan pascapanen hortikultura menjadi penting dalam memperpanjang umur simpan. Khususnya dalam upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing produk hortikultura di Indonesia. Penanganan pascapanen yang tepat perlu dilakukan untuk menjaga kesegaran buah.  Selain itu, syarat penting yang perlu dipenuhi oleh para eksportir buah adalah buah aman dan bersih dari segala macam kontaminasi, baik mikroba, mikroorganisme patogen (bakteri, virus dan jamur) dan residu pestisida. Industri buah dan sayur memerlukan teknologi yang secara efektif dapat menginaktifasi patogen dan menghilangkan kontaminan – kontaminan, memastikan kesegaran buah dan yang tidak kalah penting adalah ramah lingkungan. Teknologi ozonisasi adalah salah satu teknologi yang dapat memperpanjang umur simpan buah, menjaga kesegaran produk, tidak mempengaruhi nilai gizi dan mampu melarutkan beberapa jenis pestisida dan ozon sendiri adalah antimikroba yang tidak meninggalkan residu. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui hasil-hasil penelitian terdahulu yang telah mengaplikasikan teknik ozonisasi beserta dosis penggunaaannya sebagai salah satu teknologi dalam memperpanjang umur simpan buah nenas. Dari bebebera tulisan menunjukkan bahwa teknologi ozonisasi pada penanganan pascapanen pada buah nenas segar diyakini dapat menjaga kesegaran produk serta memperpanjang umur simpan dengan cara membunuh mikroorganisme dan meluruhkan residu pestisida yang ada pada buah. Dosis paparan yang direkomendasikan dari review ini adalah 1 mg/L dengan waktu 20 menit. Dosis tersebut diketahui dapat meluruhkan residu pestisida dan mikroorganisme yang masih tertinggal pada buah nenas.

    Persepsi Nasabah Terhadap Green Banking Sebagai Mitigasi Perubahan Iklim

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis green investment, manajemen bencana dan green competitive strategies terhadap penerapan green banking di kota Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian survei yang dilakukan terhadap nasabah bank di kota Surakarta. Metode sampel yang digunakan oleh peneliti adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dengan tujuan karena responden yang dijadikan sampel adalah pelanggan yang menerima layanan perbankan menggunakan prinsip perbankan, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 pelanggan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Asumsi klasik menggunakan uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, uji normalitas, dan uji multikolinieritas. Pengujian hipotesis meliputi analisis regresi linier berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green investment, manajemen bencana dan green competitive strategies memiliki pengaruh terhadap green banking di kota Surakarta. Variabel dengan dampak terbesar adalah manajemen bencana. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai R2 adalah 0,848, artinya 84,8% dari variabel green investment, manajemen bencana dan green competitive strategies berdampak pada penerapan green banking di kota Surakarta, sedangkan pada sisanya 15,2% dijelaskan oleh variabel independen lain di luar model penelitian seperti komitmen organisasi dan produk hijau

    Budidaya dan Pengendalian Hama pada Lily : Review

    Get PDF
    Lili merupakan tanaman hias yang banyak digemari karena memiliki banyak varietas, variasi warna bunga dan aroma wangi. Lily tumbuh pada daerah dataran tinggi yaitu 1000-1200 dpl dan suhu rendah. Lily dapat dibudidayakan baik secara vegetatif maupun generatif. Upaya pengembangan agribisnis lili masih dijumpai beberapa kendala, salah satunya gangguan hama penyakit. Hama yang ditemukan pada pengamatan pertanaman lily antara lain tungau umbi (Rhizoglyphus sp.), siput (Oxychilus cellarius), ulat (Spodoptera litoralis), kutu Kebul (Bemisia tabaci), dan uret (Scarabaeidae). Pengendalian yang dilakukan untuk menekan serangan hama antara lain menjaga kondisi lingkungan dengan penggunaan rumah kaca, adanya predator, serta penggunaan  insektisida, moluskisida, dan akarisida

    Cover

    No full text

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇