Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
Perbaikan Kualitas Buah Anggur (Vitis vinifera L.) Varietas Prabu Bestari (Red prince) dengan Penjarangan Beri
Varietas anggur Prabu Bestari merupakan anggur introduksi dari Australia yang telah dirakit Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro – Malang) melalui seleksi. Varietas Prabu Bestari ini merupakan varietas yang baru dilepas pada bulan Desember 2006. Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh penjarangan buah terhadap kualitas buah anggur Prabu Bestari. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober – Januari 2022, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian (KPFP) Jl. Pulau Moyo No. 16X, Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada ketinggian 9-10 mdpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah penjarangan beri yang terdiri atas 4 taraf yaitu Kontrol (P0), Penjarangan buah 10%-25% (P1), Penjarangan buah >25%-40% (P2), Penjarangan buah >40%-55% (P3). Perlakuan penjarangan beri memberi pengaruh sangat nyata terhadap variabel berat tandan, berat beri, kandungan vitamin C, total padatan terlarut, dan total asam tertitrasi, dan pengaruh nyata terhadap variabel diameter beri, tetapi berpengaruh tidak nyata pada variabel panjag tandan dan kandungan zat tanin. Hasil analisis secara statistik menggunakan uji BNT penjarangan dengan perlakuan P3 (>40%-55%) mampu meningkatkan bobot berat tandan dengan nilai 626,49 dibandingkan dengan kontrol dengan nilai 427,19, diikuti dengan variabel berat beri dan diameter beri. Namun belum maksimal meningkatkan kandungan kimia pada buah seperti variabel total padatan terlarut, kandungan vitamin C, total asam tertitrasi, dan kandungan tannin pada buah anggur varietas Prabu Bestari
Analisis Erosi Dan Sedimentasi Pada Sub DAS Palama Kecamatan Donggo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar laju erosi aktual, sedimentasi dan tingkat bahaya erosi yang terjadi pada Sub DAS Palama Kecamatan Donggo. Metode deskriptif dengan pendekatan survei selanjutnya melakukan analisis di laboratorium fisika dan konservasi tanah Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Parameter yang diamati yaitu, kemiringan lereng, tata guna lahan, jenis tanah, dan erosivitas hujan. Data analisis tanah dan iklim digunakan untuk menentukan nilai laju erosi dan sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan laju erosi sebesar 0,70 ton/ha/tahun (Hutan) dan 57,26 ton/ha/tahun (Ladang) dengan kelas bahaya erosi pada Hutan (Sangat Ringan) dan Ladang (Ringan), dan laju sedimentasi pada Sub DAS Palama sebesar 5,95 ton/tahun (Hutan) dan 486,71 ton/tahun (Ladang) atau 3,96 kg/m³ pada Hutan dan 324,47 kg/m³ di Ladang
Produksi Bawang Merah asal TSS Varietas Sanren F1 dengan Pemberian Pupuk ZA dan Paklobutrazol
Peningkatan produksi bawang merah asal TSS dapat dilakukan dengan menggunakan perlakuan pemberian pupuk ZA dan paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk ZA dan paklobutrazol terhadap produksi bawang merah asal TSS varietas Sanren F1. Penelitian dilakukan di lahan masyarakat di Tanjung Sari, Medan (Sumatera Utara) pada bulan Agustus-November 2020, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu pupuk ZA (0; 75 dan 150 kg/ha). Faktor kedua yaitu konsentrasi paklobutrazol (0; 15 dan 30 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk ZA 150 kg/ha cenderung meningkatkan diameter umbi, jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering umbi. Pemberian paklobutrazol hingga 30 ppm nyata meningkatkan bobot basah dan bobot kering umbi bawang merah. Interaksi antara pemberian ZA 75 kg/ha dan paklobutrazol 30 ppm menghasilkan indeks panen yang tertinggi
Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang Beredar di Kabupaten Purworejo
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di peredaran (post market) di Kabupaten Purworejo dan merumuskan alternatif strategi yang dapat dilakukan dalam pengawasan keamanan PSAT di peredaran untuk perlindungan konsumen di masa yang akan datang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2022 di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo . Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisa yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan keamanan dan mutu PSAT di peredaran yang dilaksanakan melalui pengawasan berkala dan pengawasan khusus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan cemaran biologi, kimia dan benda lain atas contoh PSAT hasil pengawasan di peredaran masih aman yaitu di bawah batas maksimum residu/cemaran. Alternatif strategi yang dapat dilakukan dalam pengawasan keamanan PSAT di peredaran adalah: (1) melaksanakan analisis resiko secara komprehensif; (2) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pengawas; (3) menambah sarana prasarana pengujian laboratorium untuk memperluas ruang lingkup pengujian; (4) meningkatkan sosialisasi dan edukasi secara kepada konsumen; serta (5) meningkatkan kapasitas kelembagaan pengawas PSAT.
Analisis Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran 4p terhadap Keputusan Pembelian Beras Organik (Studi Kasus pada Brand Lokal Desaorganik.Id)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor bauran pemasaran 4P berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dan faktor apa yang paling dipertimbangkan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif. Data primer dan data sekunder digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan 120 sampel dengan analisis faktor. Hasil dari penelitian menunjukan karakteristik konsumen beras organik di Desaorganik.id sebagian besar perempuan, dengan tingkat pendidikan terakhir SMA, bekerja sebagai pegawai swasta, pendapatan sebesar Rp3.000.000,00- Rp4.800.000,00 sudah mengenal Desaorganik.id selama kurang dari 3 bulan melalui platform media sosial Instagram dan pernah membeli beras organik di Desaorganik.id sebanyak lebih dari 3 kali. Analisis faktor menggunakan 7 variabel yaitu warna, bentuk bulir, platform, aksesbilitas, keterjangkauan harga, harga sesuai kualitas, dan potongan harga. Ketujuh variable tersebut membentuk dua faktor inti yaitu faktor produk dan platform yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam membeli beras organik di Desaorganik.id. Variabel yang paling dominan yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian beras organik adalah platform dengan nilai beban faktor sebesar 0,911
Analisis Penentuan Komoditas Sayuran Basis di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis sayuran yang basis atau layak untuk dikembangakan di Kabupaten Kolaka. Pemetaan dianalisis dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) yang akan menghasilkan komoditas yang tergolong dalam komoditas basis atau non basis yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani dan daerah. Data pada penelitian ini perupa data sekunder time series tahun (2016-2020) yang bersumber dari beberapa instansi yakni Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Analisis Location Quotient maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat Komoditas sayur-sayuran yang tergolong basis. Komoditas basis karena cukup potensial untuk dikembangkan guna memacu pertumbuhan perekonomoian di Kabupaten Kolaka. Komoditas sayuran yang tergolong basis di Kabupaten Kolaka adalah komoditas cabai besar dengan nilai LQ 1.22, cabai rawit dengan nilai LQ 1.45, Kacang panjanag dengan nilai LQ 1.05, labu siam dengan nilai LQ 2.09, terung dengan nilai LQ 1.14, tomat dengan nilai LQ 1.10
Karakteristik Mutu Pupuk Organik Cair Urin Kambing dan Responsnya terhadap Pertumbuhan Benih Kelapa Sawit di Pre- Nursery yang Dikombinasikan dengan Volume Irigasi yang Berbeda
Salah satu penentu keberhasilan dalam pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit adalah tahapan pesemaian. Pesemaian bertujuan untuk menyiapkan tanaman agar mampu beradaptasi dan tumbuh sesuai dengan lingkungan tumbuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik mutu pupuk organik cair (POC) asal urin kambing serta menerangkan respons pertumbuhan benih kelapa sawit, khususnya di pre-nursery pada pemberian volume air irigasi dan dosis pupuk organik cair asal urin kambing yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah volume air irigasi yang terdiri dari lima taraf perlakuan yaitu: kontrol, 100, 200, 300, dan 400 mL/hari. Faktor kedua adalah dosis POC urin kambing yang berbeda yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu: kontrol, 5, 10, 15, dan 20 mL/L air. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 75 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi perlakuan antara volume air irigasi dan dosis POC urin kambing yang berbeda memberikan interaksi yang tidak berbeda nyata pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang benih kelapa sawit. Secara faktor tunggal, pemberian 10 mL/L air POC urin kambing menghasilkan jumlah daun benih kelapa sawit yang lebih banyak. Hasil analisis kandungan unsur hara urin kambing yaitu: C-organik dan total hara makro tidak memenuhi syarat minimal teknis POC, namun pH telah memenuhi syarat minimal teknis POC berdasarkan Permentan No. 261 Tahun 2019 tentang persyaratan teknis minimal pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah.
[Perkembangan Penggunaan Big Data pada Bidang Pertanian di Indonesia] : Review
Sektor pertanian menghadapi banyak masalah, terutama di negara berkembang, dan masalah ini sangat membutuhkan solusi yang sangat tergantung pada kemanfaatan teknologi seperti data besar, mesin pertanian, dan inovasi modern lainnya. Tujuan review ini adalah mengkaji perkembangan penggunaan data besar dalam bidang pertanian di Indonesia, beberapa keunggulan dan kelemahan dan memberikan saran pengembangan penggunaan data besar di Indonesia. Hasil review lima aplikasi teknologi big data di Indonesia (HARA, E-Tani, Keraba Tani, KATAM dan Tandhur) menunjukkan bahwa aplikasi yang memanfaatkan big data tersebut masih dalam taraf awal pengembangan. Review ini memberikan rekomendasi aspek aspek yang secara potensial bisa dikembangkan
Potensi Isolat Bakteri Endofit Asal Tanaman Terung Sebagai Antifungi Jamur Patogen (Aspergillus sp. dan Fusarium sp.) pada Benih Jagung (Zea mays) di Penyimpanan
Jagung mempunyai peranan penting dalam penyediaan pangan di Indonesia, sebagai komoditas kedua setelah padi dan merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Produksi jagung nasional tahun 2014 adalah 19,0 dan terus meningkat sampai tahun 2018 menjadi 30 juta ton. Diperkirakan 58% kebutuhan jagung dalam negeri digunakan untuk pakan, 30% untuk pangan, sisanya untuk kebutuhan industri dan benih. Meskipun demikian, peningkatan produksi tersebut belum selaras dengan mutu benih karena sampai dengan saat masih banyak ditemukan patogen pada benih utamanya di simpanan. Beberapa patogen penting pada benih jagung di simpanan adalah Aspergillus sp. dan Fusarium sp. yang sangat menurunkan mutu benih karena menurunkan daya kecambah dan menyebabkan penyakit pada benih jagung. Pengendalian kedua patogen tersebut umumnya dilakukan menggunakan fungisida yang berdampak negatif terhadap benih sebagai bahan tanam sehingga digunakan bakteri endofit sebagai alternatif perlakuan pada benih untuk mengeliminir infeksi patogen. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi bakteri endofit dalam mengeliminir infeksi patogen Aspergillus sp. dan Fusarium sp. pada benih jagung di penyimpanan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Tanaman Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur mulai Desember 2021 sampai dengan Februari 2022. Tahapan metode adalah meremajakan isolat bakteri endofit pada medium Nutrient Agar (NA) selanjutnya setelah tumbuh dan berumur 24 jam diperbanyak pada medium Nutrient Broth (NB). Benih jagung diambil dari tempat penyimpanan milik petani di Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri secara purposive. Perlakuan dilakukan menggunakan metode inkubasi pada kertas saring yaitu mensterilkan kertas saring, setelah steril melapiskan pada cawan Petri dan dilembabkan. Melakukan perendaman 10 benih jagung dalam 100 ml suspensi bakteri endofit (2,8 x 108cfu/ml) selama 30 menit selanjutnya menanam pada kertas saring, sebagai kontrol 10 benih direndam dalam 100 ml fungisida, menginkubasikan selama 6 hari. Pengamatan meliputi daya kecambah dan intensitas penyakit pada benih jagung. Hasil menunjukkan bahwa rerata perkecambahan adalah 90%, rerata intensitas penyakit adalah 6-10%