Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Asal Pupuk Hijau pada Budidaya Sayuran Kubis di Karo, Sumatera Utara
Bahan-bahan alami lokal, termasuk pupuk hijau dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik dan dapat mereduksi penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) asal pupuk hijau untuk budidaya kubis. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Maret - Desember 2016 di Kebun Percobaan Berastagi, Medan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri atas 7 konsentrasi POC yaitu: 0 ml/l (kontrol), 25 ml/l, 50 ml/l, 75 ml/l, 100 ml/l, 125 ml/l dan 150 ml/l, dengan 4 ulangan. Hasil yang diperoleh adalah : Pemberian POC dengan berbagai konsentrasi tidak berbeda nyata dengan tanpa pemberian POC. Penggunaan pupuk organik cair konsentrasi 25 ml/l air dapat meningkatkan serapan N sebesar 20,13% dari perlakuan tanpa POC. Penggunaan POC konsentrasi 125 ml/l air meningkatkan serapan P dan K masing-masing sebesar 21,28% dan 9,38% dari perlakuan tanpa POC. Penggunaan pupuk organik cair dengan konsentrasi 125 ml/l air dapat meningkatkan bobot kubis per krop dan per petak sebesar 3,53% dan 4,55% dari perlakuan tanpa POC. Kualitas krop kubis yang dihasilkan dengan pemberian POC menghasilkan kekerasan yang lebih rendah dari perlakuan tanpa POC, namun daya simpannya lebih lama
Analisis Keberhasilan Program Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Di Maluku Utara
Evaluasi program pertanian diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu kegiatan pertanian yang telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program pertanian yang telah diterapkan di daerah sentra produksi padi sawah di Maluku Utara dan mencari model alternatif penerapan pertanian yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan analisis multikriteria dengan membuat alternative dan kriteria berdasarkan metode TOPSIS. Hasil penelitian, model PTT padi sawah merupakan alternatif terbaik dalam peningkatan produktivitas padi sawah di Maluku Utara. Secara berurutan Model PTT, Model Hazston, dan penggunanaan padi hibrida dapat direkomendasikan di Maluku Utara dalam upaya peningkatan produktivitas padi sawah
[Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh Menghasilkan untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Pucuk Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze)] : Review
Pemangkasan pada tanaman teh menghasilkan merupakan upaya untuk merangsang pertumbuhan tunas baru dan menjaga agar bidang petik tetap rendah dan luas sehingga pemetikan dapat berlangsung secara efisien. Pada keadaan normal, pemangkasan dilakukan jika hasil pucuk mulai menurun, pertumbuhan pucuk burung meningkat dan tanaman sudah terlalu tinggi, sehingga sulit dilakukan pemetikan. Pemangkasan yang lazim dilakukan pada teh menghasilkan adalah jenis pangkasan ajir dan pangkasan bersih. Tinggi rendahnya pangkasan pada tanaman teh akan menentukan berat ringannya pangkasan. Ketinggian pangkasan dapat diatur sedemikian rupa pada kisaran 50-60 cm cm untuk menjaga agar tanaman mudah merecovery luka setelah pemangkasan. Penentuan kadar pati akar secara kuantitatif (laboratorium) dan kualitatif (tes iodin) dapat dilakukan untuk memastikan tanaman teh yang akan dipangkas dalam kondisi sehat. Hasil penelitian menunjukkan karbohidrat akar merupakan pasokan karbon penting untuk pertumbuhan kembali tanaman teh setelah dipangkas. Analisis pati akar baik secara kuantitatif dan kualitatif dapat dijadikan acuan untuk melaksanakan pemangkasan. Kadar pati akar sebesar 12% merupakan nilai yang optimal untuk memulai dilkasanakan pemangkasan pada teh. Proses pemulihan tanaman teh setelah dipangkas sangat diperngaruhi faktor genetik, proses metabolisme selama proses pemulihan setelah pemangkasan, nutrisi /hara yang cukup dalam hal ini cadangan pati akar yang memadai sehingga pada saat tunas tumbuh tanaman tidak mengalami cekaman sekalipun dipangkas bersih dimana tidak disisakan daun untuk bisa berfotosintesis
Strategi Penguatan Ekonomi dan Edukasi Pertanian Melalui Digital Marketing Bagi UMKM Jasa Konveksi Seragam dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati (Studi KKN Tematik UNS di Desa Sidomulyo, Kabupaten Purworejo)
Kegiatan sosialiasi digital marketing bagi UMKM jasa konveksi seragam sekolah ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam terkait teknologi digital sebagai suatu inovasi dalam usaha skala rumahan sekaligus memberikan peluang bagi UMKM konveksi seragam sekolah untuk bertranformasi menjadi UMKM berbasis digital yang saat ini menjadi sektor perekonomian baru. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang dimulai dari pengenalan digital marketing hingga cara memasarkan produk di platform Shopee yang meliputi cara membuka akun dan toko secara online. Pelatihan pembuatan pestisida nabati juga dilakukan sebagai edukasi pertanian kepada anak-anak usia sekolah dasar. Pembuatan pestisida nabati ini dilakukan untuk memberikan pengenalan kepada anak-anak sekolah dasar, bahwa pestisida dapat dibuat dengan bahan yang murah dan sederhana serta ramah lingkungan. Program ini diikuti dengan penuh antusias dan aktif oleh empat pelaku UMKM, dan siswa sekolah dasar di wilayah RW IV, Desa Sidomulyo, Kabupaten Purworejo sebagai rangkaian program kerja KKN tematik UNS di daerah tersebut
Pengaruh Skarifikasi dan Perendaman terhadap Perkecambahan Benih Pronojiwo (Sterculia javanica R. Br)
Pemanfaatan tanaman obat sebagai obat herbal saat ini semakin meningkat. Peningkatan penggunaan tanaman obat antara lain adanya tren kembali ke alam (back to nature) sebagai bentuk kesadaran akan hidup sehat. Bibit merupakan penentu keberhasilan pada tanaman karena bibit bagian dari objek utama yang akan dikembangkan dalam proses budidaya. Hal utama yang harus di perhatikan dalam pembibitan adalah persiapan bibit hingga siap tanam. Permasalahan dalam proses pembibitan tanaman Sterculia javanica R adalah pematahan dormansi biji. Sterculia javanica R. Br memiliki kulit biji yang tebal, keras dan kedap yang menjadi penghalang mekanis masuknya air atau gas sehingga proses imbibisi sulit terjadi. Pematahan dormansi pada biji Sterculia javanica R. Br bertujuan untuk meningkatkan daya kecambah benih serta mengevaluasi pertumbuhan awal di pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh teknik mempercepat perkecambahan biji dan meningkatkan pertumbuhan bibit Sterculia javanica R. Br). Penelitian dilakukan di rumah pembibitanBalai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Karangpandan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Lengkap Pola Faktorial. Faktor pertama adalah perlakuan fisik yaitu tidak diskarifikasi (D0) dan diskarifikasi (D1) sedangkan faktor kedua adalah perendaman dalam air (P) yaitu meliput (P0) tanpa perendaman, (P1) perendaman 12 jam dan (P2) perendaman 24 jam. Benih yang telah diperlakukan di semaikan dalam polibag dengan media tanam dan pupuk kandang (1:1). Pengamatan dilakukan terhadap saat awal tumbuh, persentase perkecambahan, tinggi bibit, jumlah daun dan panjang akar pada umur 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh skarifikasi dan perendaman selama 24 jam terhadap perkecambahan benih pronojiwo (Sterculia javanica R. Br) memberikan hasil lebih baik yaitu saat awal tumbuh 20 hari, persentase perkecambahan 100%, tinggi bibit 14,0 cm, jumlah daun 8 dan panjang akar 7,0 c
Model Pengembangan Ekowisata Pulau Bayur Kabupaten Kampar dengan Pendekatan Riverfront Landscape
Pulau Bayur adalah salah satu dusun di Desa Padang Luas Kabupaten Kampar yang memiliki potensi wisata sungai Kampar. Potensi kawasan ini adalah panorama sungai kampar, festival, dan kuliner tradisional. Saat ini kawasan tidak dikelola dengan baik sehingga kegiatan wisata tidak maksimal. Permasalahan pada kawasan seperti kekurangan fasilitas pengelola dan publik, sampah, semak belukar, dan banjir. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menghasilkan rancangan yang dijadikan sebagai model pengembangan kawasan menjadi kawasan ekowisata. Metode pelaksanaan kegiatan adalah bottom-up approach yaitu merancang berdasarkan minat dan kebutuhan yang dipaparkan oleh masyarakat yang selanjutnya mengedepankan pendekatan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui syncronic reading dengan cara observasi dan diskusi. Hasil kegiatan ini adalah model rancangan pengembangan ekowisata melalui pendekatan Riverfront Landscape yang mengintegrasikan kebutuhan wisata dan menjaga kondisi lingkungan. Konsep yang diterapkan adalah dengan membagi zonasi kawasan menjadi lima zona yaitu kuliner, festival, pantai, plaza, dan dermaga
Pengaruh Umur Semaian Bawang Merah Asal Biji terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Bawang Merah di Dataran Tinggi Lembang
Ketersediaan benih bawang merah (Allium ascalonicum L.) berperan penting dalam proses produksi, sehingga harga melambung akibat kelangkaan di pasar tidak terjadi. Penggunaan biji botani bawang merah/True Seed of Shallot (TSS) merupakan salah satu alternatif teknologi perbenihan bawang merah yang mulai dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknologi produksi TSS dengan metode biji ke biji untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Margahayu-Balitsa, Lembang (1.250 m dpl) pada bulan Februari hingga Desember 2017. Metodologi penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan dan 7 perlakuan. Perlakuan meliputi umbi yang divernalisasi (10֯C selama 4 minggu), transplan yang divernalisasi pada tingkatan umur semai tertentu (umur semai 4, 5, 6, dan 7 minggu), biji yang divernalisasi, serta transplan umur 6 minggu tanpa divernalisasi. Varietas yang digunakan yaitu Trisula. Penanaman dilakukan dengan menggunakan polibag dengan jumlah total tanaman per satuan percobaan sebanyak 30 tanaman. Pengamatan meliputi persentase daya tumbuh benih atau transplan, pertumbuhan vegetatif, dan produksi tanaman (kuantitas dan kualitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang merah yang berasal dari semaian umur 6 minggu kemudian divernalisasi memiliki diameter umbel, jumlah kuntum bunga, jumlah kapsul, jumlah biji, dan bobot biji tertinggi. Walaupun demikian, bawang merah berasal dari semaian umur 6 minggu tanpa vernalisasi tidak berbeda nyata dengan tanaman yang melalui proses vernalisasi
Pengaruh Perendaman Zat Pengatur Tumbuh Alami pada Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit TSS Bawang Merah
Penggunaan benih TSS (True Shallots Seeds) memiliki kendala yaitu rendahnya daya kecambah benih serta rendahnya pertumbuhan awal saat persemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi penggunaan bahan ZPT alami serta pengaruh lama perendaman sebagai sumber ZPT alami guna meningkatkan daya perkecambahan dan pertumbuhan bibit bawang merah asal TSS. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama bahan perendaman dengan tiga taraf yaitu ekstrak tauge, urin sapi, dan air kelapa. Faktor kedua adalah lama perendaman dengan tiga taraf yaitu 2 jam, 4 jam dan 6 jam dengan variabel peubah yaitu kecepatan tumbuh benih, daya kecambah, vigor benih, panjang akar, jumlah akar, panjang daun jumlah daun, berat segar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perendaman dalam bahan zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman terhadap komponen perkecambahan dan pertumbuhan bibit bawang merah (Allium cepa L. Aggregatum ) asal TSS. Semakin lama perendaman yang dilakukan dapat menurunkan vigor benih dan lama perendaman 2 jam lebih baik dibandingkan dengan lama perendaman 4 jam dan 6 jam. Perendaman menggunakan urin sapi meningkatkan panjang akar tanaman lebih baik dibandingkan ekstrak tauge dan urin sapi