Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
Respon Beberapa Varietas Padi pada Lahan Rawa Pasang Surut di Kabupaten Serdang Bedagai dalam Mendukung Ketahanan Pangan
AbstrakLahan rawa pasang surut mempunyai masalah dan kendala yang cukup berat untuk dijadikan lahan pertanian yang produktif khususnya tanaman padi sawah. Tingkat salinitas yang tinggi dapat menyebabkan gagal panen. Salah satu upaya untuk pengembangan lahan rawa pasang surut adalah menggunakan varietas padi yang tahan terhadap perubahan salinitas dan perbaikan kesuburan lahan. Kegiatan ini bertujuan melihat respon beberapa varietas padi pada lahan pasang surut Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan dilaksanakan di Desa Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April hingga Agustus 2020. Varietas yang diuji terdiri atas Inpara 3, 10, Inpari 32 dan 34 Salin Agritan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode survey. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa varietas Inpara mampu beradaptasi baik pada lokasi pengkajian. Hasil gabah terbanyak diperoleh dari varietas Inpara 10, selanjutnya Inpara 3, Inpari 34 salin agritan dan yang terendah oleh varietas Inpari 32. Varietas Inpari 34 memiliki penampilan yang tertinggi dan umur panen yang tercepat atau genjah dibandingkan varietas Inpari 32, Inpara 3 dan 10. Umur panen yang terdalam adalah varietas Inpara 10. Hasil gabah kering panen terbanyak diperoleh dari varietas Inpara 10 sebanyak 6,90 t/ha
Peran Tokoh Masyarakat dalam Pengembangan Sentra Pisang Jenawi Kabupaten Karanganyar
Kecamatan Jenawi dicanangkan sebagai sentra pisang di Kabupaten Karanganyar karena secara historis merupakan daerah penghasil pisang utama untuk wilayah Kabupaten Karanganyar, dan secara agroklimat maupun analisis kesesuaian lahan sangat cocok dikembangkan berbagai varitas pisang. Namun demikian belum dikelola secara baik, sehingga belum berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Target khusus yang akan dicapai dalam penelitiajn ini adalah terbentuknya kelembagaan usaha (koperasi atau badan usaha milik petani) dan terbentuknya jaringan kemitraan dengan stakeholders dalam pengembangan kawasan sentra pisang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran tokoh masyarakat dalam pengembangan sentra pisang; Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat memainkan peran yang sangat strategis di dalam pengembangan sentra pisang Jenawi. Tokoh mayarakat berperan sebagai pembawa perubahan yaitu tokoh masyarakat merupakan suatu individu dengan kemampuan untuk memobilisasi masyarakat, mengubah lingkungan masyarakat menjadi lebih baik. Tokoh masyarakat berperan sebagai technical roles yaitu sebagai pelaksana teknis yang mengorganisir warga masyarakat, melaksanakan tugas-tugas teknis untuk kemajuan masyarakat. Tokoh masyarakat berperan sebagai pendidik yang merupakan seseorang yang berpengaruh dan ditokohkan oleh lingkungannya. Penokohan tersebut karena pengaruh posisi, kedudukan, dan kemampuannya. Sehingga segala tindakan dan ucapannya akan diikuti oleh masyarakat sekitarnya.Tokoh masyarakat berperan sebagai katalis dan pendukung, faktor pendorong yang mendorong atau memotivasi keberhasilan transformasi desa. Tokoh masyarakat sebagai katalisator adalah memperkuat kolaborasi antarwarga dan menciptakan kerja sama yang harmonis dengan pemerintah
Pengembangan Produk Unggulan Daerah Agroindustri Kopi Melalui Penerapan Teknik Produksi Bersih di Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Kopi Jember cukup dikenal dikalangan masyarakat, di Jawa Timur potensinya ke dua setelah
Malang. Kecamatan Panti, merupakan salah satu daerah penghasil kopi rakyat dengan luasan
wilayah 160.71 km2 terdiri dari 6 dusun, posisinya berada sekitar 17 km dari pusat kota Jember.
Luasan tersebut selain untuk pemukiman sebagian besar merupakan lahan pertanian (kopi).
Kesejahteraan masyarakat umumnya terkendala dengan permasalahan kompleks minimnya
manajemen usahatani menyangkut musim panen kopi yang hanya setahun sekali, selanjutnya
petani hanya bergantung pada hasil pekarangan dan tegalan. Pada musim panen banyak limbah
padat dan cair, setiap pengolahan 1 ton kopi umumnya menghasilkan rendemen biji kopi 40%,
limbah padat 38,4%, limbah cair 2946 liter. Limbah padat mengandung beberapa zat kimia
beracun (alkaloid, tanin, dan polifenol). Pemahaman masyarakat terhadap penerapan
agroindustri berwawasan lingkungan (Sustainable Agriculture) masih sangat rendah, belum
tersentuh inovasi teknologi ditingkat proses produksi, maupun pengelolaan limbah terhadap
kelestarian lingkungan, rendahnya tingkat pendidikan pada sumberdaya manusia. Solusi tepat
POLIJE melalui desiminasi pengabdian PPPUD agroindustri kopi melalui inovasi teknik
“Produksi bersih”, mampu meningkatkan produksi kopi rakyat secara kuantitas dan kualitas
memenuhi standar produk unggulan, memelihara dan memperkuat pertumbuhan ekonomi
dalam jangka panjang, mencegah/memperlambat proses degradasi sumber daya alam melalui
penerapan daur ulang limbah dan memanfaatankannya menjadi produk turunan yang
bermanfaat. Target akhir tercapai peningkatan kualitas produk kopi Panti sebagai produk
unggulan; dihasilkan produk turunan kopi sebagai hasil sampingan produksi bersih kopi,
performansi lingkungan baik, sehat dan terpelihara sumber daya alamnya, terjadi peningkatan
keuntungan komparatif/kesejahteraan masyarakat petani secara berkesinambungan, terbentuk
desa wisata sebagai wadah promosi dan pemasaran hasil.
Peningkatan Kualitas UMKM dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna di Desa Kota Pari
UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) adalah bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga,
atau badan usaha ukuran kecil. Produk usaha lokal yang berkualitas salah satunya muncul dari
pengembangan potensi sumber daya yang terdapat di dalam sebuah Desa. Munculnya usahausaha dan objek wisata yang kemudian akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal
untuk mengolah potensi tersebut menjadi produk unggulan baru. Desa Kota Pari merupakan
daerah yang cukup terkenal dengan ekosistem hutan mangrove, berada di wilayah Kecamatan
Pantai Cermin yang memiliki garis pantai yang banyak dipenuhi oleh wisata pantai. Dari 11
Dusun yang ada di Desa Kota Pari, beberapa dusun memiliki unit usaha potensial yang dapat
tumbuh menjadi lebih baik jika dikembangkan dan dibina. Melalui program Wira Desa kami
mendampingi masyarakat untuk mengembangkan UMKM di Desa Kota Pari. Adapun UMKM
yang didampingi yaitu Pengerajin anyam pandan, Home Industri Udang Kecepe, Home
Industri Gula Merah, dan Ekowisata Mangrove Wong Polo. Aktivitas yang kami lakukan
berupa membantu proses peningkatan teknologi UMKM, seperti pembuatan langgeh, alat
penjemur udang kecepe, cetakan gula merah, dan lain-lainnya. Agar teknologi tepat guna bisa
di rasakan oleh UMKM kami memberikan beberapa saran untuk mengatasi permasalahan yang
ada dengan menggunakan teknologi tersebut. Kegiatan ini menunjukan hasil yang dibuktikan
dengan jadinya cetakan gula merah, pembuatan paper bag, logo, kemasan, dan sebagainya
Perancangan Merek dan Kemasan serta Pendampingan Pemasaran Digital untuk UKM Dua Jagung, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen
Pemberdayaan UKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) menjadi salah satu strategi dalam
pengembangan suatu daerah. UKM banyak berkembang dalam suatu daerah bisa menjadi
indikator tingkat perkembangan masyarakat di daerah tersebut. Desa Sumberejo, Kecamatan
Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah merupakan daerah yang belum berkembang.
Kondisi topografinya yang panas menghasilkan jagung dan ketela yang berlimpah. UKM Dua
Jagung di Desa Sumberejo merupakan salah satu UKM yang mampu mengolah jagung dan
ketela menjadi produk cemilan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen
sebagai produk khas Sragen. Akan tetapi, dengan peran pentingnya tersebut, UKM Dua Jagung
belum mempunyai tampilan merek dan kemasan yang menarik untuk mendukung pencitraan
produknya sebagai produk khas daerah Sragen. Padahal merek dan kemasan sangat penting
dalam daur hidup pengembangan suatu produk untuk bersaing di pasar. Dukungan pemasaran
secara digital pun dibutuhkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Media digital akan
membuat jangkauan pemasaran tidak lagi berbatas. Penguasaan teknologi dan perubahan
mindset tentang merek, kemasan dan pemasaran digital akan menjadi target kegiatan
pengabdian masyarakat kali ini. Perkembangan UKM Dua Jagung melalui kegiatan ini
diharapkan bisa memicu semangat masyarakat Desa Sumberejo untuk memunculkan produkproduk lain yang akan menggiatkan dinamika masyarakat Desa Sumberejo menjadi masyarakat
yang lebih berdaya dan bermartabat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan kiprah Pusat Studi Pendampingan Koperasi
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PSP-KUMKM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Sebelas Maret Surakarta untuk mengembangkan
UMKM di wilayah Solo Raya
Budidaya Pisang pada Lahan Pekarangan Guna Menunjang Ekonomi Warga dalam Masa Pandemi di Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan warga Desa Mlopoharjo khususnya kelompok tani yang tergabung dalam
Gapoktan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode penyuluhan budidaya pisang dan
implementasi atau praktik penanaman bibit pisang di lahan pekarangan, serta pembagian bibit
pisang dan pupuk organik. Partisipasi dan antusiasme warga sangat baik, kelompok mitra
berkontribusi aktif dalam pengadaan keperluan penyuluhan serta aktif berbagi pengalaman dalam
budidaya pisang. Dampak dari kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan warga Desa Mlopoharjo dalam usaha budidaya pisang. Kegiatan penyuluhan
budidaya pisang di Balai Desa Mlopoharjo sangat bermanfaat dan diharapkan dapat
berkelanjutan
Pengembangan Inovasi Pembibitan Porang (Amarphopallus Onchophillus L.) di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Budidaya porang yang existing di Jawa Timur, telah dilaksanakan di kawasan hutan Perhutani Unit II Jawa Timur seluas lebih dari 2.000 ha pada beberapa wilayah KPH (Jember, Nganjuk, Jombang, Padangan, Saradan, Bojonegoro, Mojokerto dan Madiun). Pada tiga tahun terakhir budidaya porang berkembang di lahan terbuka tanpa naungan. Potensi pengembangan budidaya tanaman porang di lahan ternaungi dan lahan terbuka di Jawa Timur luasnya mencapai 1.987.422 ha. Budidaya porang sangat prospektus dan menguntungkan, sehingga masyarakat luas tertarik menanam porang. Dampaknya permintaan bibit porang sangat tinggi, namun ketersediaan bibit terbatas dan menyebabkan harga bibit porang sangat tinggi tanpa jaminan kualitas bibit. Untuk itu dibutuhkan bibit yang berkualitas secara massal dan bersertifikat. Tujuan kajian ini adalah 1). Terbentuknya kelembagaan kelompok tani penangkar bibit porang yang mengembangkan inovasi pembibitan, 2). Dihasilkannya bibit porang skala massal dan bermutu, stabilitas harganya, serta terhindar dari kelangkaan bibit saat diperlukan. Metodologi yang digunakan meliputi: 1). Penyuluhan Teknik pembibitan porang yang baik dan benar, 2). Praktek dan Demplot usaha pembibitan dari beberapa sumber bibit porang, 3). Pembentukan kelompok tani penangkar bibit porang terbina. Hasil kajian menunjukkan: 1) Terbentuknya kelompok tani penangkar bibit porang dan UKM Pembibitan Porang, 2). Meningkatnya kualitas bibit porang yang dihasilkan dan dipasarkan di wilayah Kabupaten Jombang
Analisis Efisiensi Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat di Tengah Pandemi Covid 19 di Kabupaten Langkat Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pemeliharaan, pendapatan dan efisiensi usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Metode Multistage Random Sampling. Responden adalah peternak sapi potong rakyat diambil secara acak sebanyak 80 responden. Metode pengambilan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung kepada peternak. Analisis data dilakukan dilakukan secara kuantitatif yaitu analisis pendapatan dan efisiensi dan analisis deskriftif yaitu teknis pemeliharaan sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan tata laksana pemeliharaan sapi yang dipelihara diberi pakan rumput. Peternak memelihara ternak secara intensif. Peternak melakukan sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan kandang. Sistem perkawinan yang dilakukan secara inseminasi buatan. Jumlah pendapatan peternak sebesar Rp. 7.066.621,8. Usaha peternakan sapi potong sudah efisien dengan tingkat efisiensi usaha rata-rata sebesar 1,7 yang berarti bahwa setiap pengeluaran Rp. 1,00 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,7