Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Proses Identifikasi Komposisi Keripik Jamur Japigo pada Kelompok Usaha Jamur Gondangmanis

    Get PDF
    Jamur tiram merupakan salah satu produk pertanian yang mudah untuk dimanfaatkan. Salah satu cara pemanfaatan jamur tiram dengan mengolah menjadi produk makanan. Kelompok Usaha Pengolahan Jamur (KUPJ) Gondangmanis memanfaatkan jamur tiram menjadi produk berupa keripik jamur. Identifikasi komposisi keripik jamur dilakukan untuk (1) mengetahui komposisi keripik jamur yang ideal, (2) menentukan harga jual keripik jamur. Proses identifikasi komposisi jamur tiram (1) identifikasi resep keripik jamur, (2) penetapan resep keripik jamur, (3) penetapan teknologi atau pengolahan keripik jamur, (4) produksi keripik jamur, (5) pengemasan produk, (6) penetapan harga produk. Metode yang dilakukan yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menitikberatkan pada partisipasi anggota Kelompok Usaha Pengolahan Jamur Gondangmanis dalam pelaksanaannya dengan rangkaian kegiatan identifikasi harga bahan baku, pengolahan keripik jamur, pengemasan keripik jamur, dan penentuan harga keripik jamur. Pengukuran keberhasilan program dilakukan dengan perbandingan komposisi keripik jamur sebelum dan setelah program, beserta tingkat penguasaan teknik atau perubahan teknik penepungan dan penggorengan yang dilakukan oleh anggota KUPJ Gondangmanis. Hasil yang diperoleh berupa komposisi per jamur tiram 7 kilogram dibutuhkan tepung terigu 1,5 kilogram, tepung tapioka 1,5 kilogram, telur 0,5 kilogram, bawang putih 0,25 kilogram, garam 100 gram, lada 100 gram dan harga keripik jamur Rp 12.000 per 100 gram. Selain itu deperoleh peningkatan penguasaan teknik yang lebih baik oleh KUPJ Gondnagmanis sehingga menghasilkan keripik jamur yang memiliki daya serap pasar tinggi

    Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Pemanfaatan Eko Enzim pada Petani Ubi Kayu di Desa Glugur Rimbun Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Glugur Rimbun ini bertujuan untuk: mendorong petani ubi kayu dalam memanfaatkan sumber daya alam yang berada disekitar untuk pembuatan eko enzim sebagai pupuk organik, bio fertilizer dan pestisida alami melalui kegiatan sosialisasi, pembuatan eko enzim dan bimbingan teknik penggunaan eko enzim pada lahan pertanian, sehingga petani diharapkan mempunyai keterampilan untuk membuat eko enzim sebagai sumber pupuk organik yang digunakan untuk budidaya ubi kayu. Eko enzim merupakan larutan zat organik yang kompleks yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air. Eko enzim memiliki banyak manfaat salah satunya dalam bidang pertanian yaitu dapat digunakan sebagai pupuk organik sehingga akan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Selain itu, eko enzim juga berfungsi sebagai anti jamur, anti bakteri dan agen pembunuh serangga. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa petani di Desa Glugur Rimbun antusias mengikuti kegiatan ini, hal ini ditunjukkan dengan keaktifan petani pada berbagai tahapan kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa petani yang mengikuti kegiatan ini telah mampu membuat eko enzim dan mengetahui kegunaan dan cara aplikasi eko enzim pada lahan pertanian. Sehingga diharapkan dengan ilmu dan keterampilan pembuatan eko enzim maka penggunaan pupuk anorganik dan pestisida sintetik dapat dikurangi atau bahkan tidak lagi digunakan

    Pemanfaatan Benalu Teh untuk Usaha Produktif Masyarakat Tanen, Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar

    Get PDF
    Scurrula oortianam merupakan salah satu tumbuhan benalu yang dimenumpang pada tanaman teh. Kemuning, Karanganyar terkenal dengan obyek wisata kebun teh dengan memiliki kebun teh seluas 1.430 Ha. Kebuh teh di Tanen, Kemuning terletak pada 7°35'57"S 111°6'58"E dan ditemukan tumbuhan Scurrula oortianam dengan ketersediaan sangat banyak. Tumbuhan tersebut memiliki potensi sebagai obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu mengoptimalkan masyarakat Desa Tanen, Jenawi, Karanganyar dalam memanfaatkan benalu teh sebagai teh yang berpotensi obat. Benalu Teh ini diambil dari pohon teh yang sudah tua dan telah dibudidayakan secara kontinyu sejak tahun 1992. Lokasi tumbuh benalu ini berada di habitat yang alami yaitu di daerah dataran tinggi kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian (+/-) 1200 mdpl. Ketinggian pohon mencapai rata-rata 15 m. Benalu Teh mengandung senyawa flavonoid yang disebut Quersitrin dan sari zat Epigallocatechin galat yang diserap dari pohon teh, yang sangat ampuh menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker, juga sebagai anti oksidan (penyerap racun) dan mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Pemilihan benalu menjadi produk teh menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan benalu yang menjadi tanaman pengganggu pada teh agar dapat menjadi produk bermutu dan tentunya sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Pemberdayaan dengan masyarakat Tanen ditujukan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia serta meningkatkan nilai ekonomi warga Tanen agar lebih produktif dan dapat mengoptimalkan potensi akan benalu teh. Harapannya melalui kegiatan ini dapat memfasilitasi keberlanjutan dari program di Dusun Tanen terutama pendampingan agar lebih mandiri dalam pengolahan benalu teh

    Potensi Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) pada Berbagai Media Pupuk Organik di Polybag

    Get PDF
    Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional karena mengandung senyawa kimia seperti oleoresin dan minyak atsiri, flavonoid, fenol, terpenoid dan antioksidan yang dipercaya dan telah banyak dipublikasi mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan system antioksidan. Tanaman biofarmaka kelompok rimpang pada tahun 2018 hampir keseluruhannya mengalami kenaikan luas panen, hanya tanaman jahe dan tanaman dringo yang mengalami penurunan. Selain itu produtivitas jahe juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh pemupukan yang kurang optimal. Tujuan artikel ini mereview potensi jahe merah di berbagai media pupuk organik di polybag komposisi media pupuk organik yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan jahe merah pada pertanaman menggunakan polybag. Budidaya jahe merah dapat dilakukan di karung atau polybag, dan dapat dilakukan setiap saat. Budidaya jahe merah dapat di tanam dengan media tanah yang dicampur dengan media organik seperti pupuk kendang dan kompos. Berdasarkan analisis usaha tani setiap 10 bulan dapat dihasilkan Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah). Tempat untuk budidaya jahe merah di dalam karung atau polybag dapat dibawah tegakan pohon di pekarangan

    Analisis Kelembagaan Tataniaga Ubi Kayu dalam Pengendalian Lingkungan dan Peningkatan Pendapatan: Studi Kasus di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah

    Get PDF
    Komoditas ubi kayu sering dikaitkan dengan masalah isu lingkungan karena sifat komoditas ini yang banyak diusahakan di daerah aliran sungai dengan teknik pengolahan yang mengurai tanah sehingga mudah terdegradasi dan menimbulkan dampak erosi dan sedimentasi. Tataniaga melibatkan banyak pihak yang terkait dalam merumuskan program, mulai dari proses produksi sampai pemasaran. Tujuan penelitian untuk (1) mengidentifikasi kelembagaan tataniaga ubi kayu dan posisi masing-masing lembaga dalam rantai saluran tataniaga ubi kayu, (2) menganalisis kelembagaan sebagai aktor penting dalam tataniaga ubi kayu, (3) mencari solusi untuk introduksi kelembagaan dalam tataniaga ubi kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah proposive sampling dalam penentuan kecamatan dan desa, terpilih Kecamatan Ngadirojo dan Girimarto, petani ubi kayu diambil 40 petani secara simple random sampling dan kelembagaan tataniaga diambil secara snowball sampling berdasarkan pada saluran tataniaga ubi kayu yang ada. Metode analisis data dengan analisis frekuensi dan tabulasi sederhana, analisis deskriptif tentang peran dan fungsinya dalam tataniaga ubi kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pasar ubi kayu yang ada di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri yaitu (1) pasar ubi kayu basah, (2) pasar ubi kayu kering (gaplek), (3) pasar industri yang langsung masuk ke pabrik. Terdapat 4 saluran tataniaga ubi kayu, dengan kelembagaan yang dominan adalah pedagang besar karena dapat menentukan harga dan memiliki akses luas dan besar ke semua lini tataniaga ubi kayu, memiliki informasi lebih banyak dibandingkan dengan kelembagaan tataniaga ubi kayu lainnya, memiliki modal lebih besar, memiliki bargaining power untuk menentukan besarnya pasokan untuk bahan baku ubi kayu ke pabrik atau pasar industri. Peran kelembagaan tataniaga ubi kayu di DAS bengawan Solo Kabupaten Wonogiri menjadi satu mata rantai penting dalam tataniaga ubi kayu, tetapi disarankan perlunya instrumen kebijakan ditingkat daerah dan intervensi pengawasan supaya tataniaga ubi kayu efisien

    Identifikasi dan Pengendalian Hayati Penyakit Busuk Buah Apel di Kota Batu, Jawa Timur

    Get PDF
    Insidensi penyakit busuk buah apel dilaporkan di Kota Batu yang merupakan sentra produksi apel di Jawa Timur. Identifikasi patogen penyebab busuk buah apel penting dilakukan sebagai langkah awal dalam pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogen penyebab penyakit busuk buah apel dan mengetahui efektivitas P. fluorescens, B. subtilis, T. yunnanense, T. harzianum, dan Gliocladium sp.  dalam mengendalikan penyakit busuk buah apel. Secara morfologi, penyakit busuk buah apel diketahui disebabkan oleh jamur Gleosporium sp. Identifikasi dilakukan dengan mengamati koloni, konidia, dan hifanya. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) 15 ulangan, dan 6 perlakuan yang terdiri dari uji pengendalian hayati Gleosporium sp. menggunakan isolat Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, Trichoderma yunnanense, Trichoderma harzianum, dan Gliocladium sp.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase intensitas penyakit setelah aplikasi agensia hayati lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Secara berurutan intensitas penyakit perlakuan P. fluorescens dari yang terendah sampai tertinggi adalah (2,67%);B. subtilis (6,67%); T. yunnanense (5,33%); T. harzianum (9,33%); Gliocladium sp. (6,67%); dan kontrol (17,33%)

    Analisis Kualitas Kopi Arabika pada Petani Kopi Kabupaten Bondowoso dan Situbondo

    Get PDF
    Perkebunan rakyat (96% kopi) hanya mampu menyumbang 73% produksi kopi nasional. Berbeda sekali dengan perkebunan negara dan swasta dimana 4% lahan mampu menyumbang 27% produksi kopi nasional. Kondisi ini terjadi karena produktivitas perkebunan rakyat sangat rendah. Pemupukan merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas kopi masyarakat. Kualitas buah kopi arabika berkaitan dengan produktivitas. Produktivitas tanaman dipengaruhi oleh kondisi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biji kopi pada petani kopi Bondowoso dan Situbondo. Rancangan percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu lokasi pengambilan sampel (Bondowoso dan Situbondo). Faktor ke dua yaitu petak Kebun Petani (petak petani 1, petak petani 2, petak petani 3, petak petani 4 dan petak petani 5. Penelitian dilakukan di Situbondo dan Bondowoso. Parameter yang diamati adalah bobot basah log kopi, volume log kopi, bobot kering log kopi, bobot kering biji kopi, bobot kering biji kopi, dan tanah (pH, N, P, dan K). Hasil penelitian menunjukkan jika secara umum kandungan P dan K pada Situbondo lebih tinggi dari pada Bondowoso, namun kandungan N, Bondowoso yang lebih tinggi. Lahan kopi yang tidak melakukan pemupukan kimiawi dan organik yang menjadi penentu kualitas buah kopi adalah ketersediaan nitrogen dalam tanah.  Parameter kualitas buah paling baik terdapat pada lahan Bondowoso 5

    Studi Potensi Ketersediaan Pakan Ternak Ruminansia dari Limbah Tanaman Pangan Berdasarkan Daya Dukung di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang

    Get PDF
    Limbah tanaman pangan merupakan salah satu alternatif yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk studi potensi ketersediaan pakan ternak ruminansia dari limbah tanaman pangan berdasarkan daya dukung di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang. Penelitian menggunakan metode deskriptif disertai dengan analisis statistik sederhana. Metode pengumpulan data berupa data sekunder dan data primer berupa luas panen tanaman pangan seperti padi, jagung, dan ubi kayu di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Selanjutnya data diolah dan dianalisis ke dalam bentuk parameter daya dukung limbah tanaman pangan untuk bahan kering (BK), protein kasar (PK), dan total digestible nutrient (TDN). Hasil yang diperoleh menunjukkan daya dukung limbah tanaman pangan berdasarkan bahan kering (BK), protein kasar (PK), dan total digestible nutrisent (TDN) paling tertinggi di Kelurahan Siparappe dan terendah di 4 Kelurahan yaitu Kelurahan Sawitto, Jaya, Penrang, dan Maccorawalie. Hal ini memperlihatkan potensi di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang tiap Kelurahan untuk menghasilkan pakan terutama berupa pakan hijauan bagi ternak ruminansia dalam bentuk segar atau kering, tanpa melalui pengolahan

    [Pengelolaan Ekowisata di Tengah Pandemi COVID-19] : Review

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 telah mengubah seluruh segi kehidupan masyarakat. Pengelolaan ekowisata harus beradaptasi seiring dengan kondisi pandemi COVID-19. Hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola ekowisata supaya tetap sesuai dengan protokol kesehatan. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui strategi mitigasi yang tepat untuk dilaksanakan dalam beradaptasi mengatasi pandemi COVID-19 bagi kawasan ekowisata. Metode yang digunakan adalah mencari literatur yang sesuai melalui Science Direct dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah COVID-19, ekowisata, pengelolaan. Setelah diskrining berdasarkan judul, abstrak, dan isi teks, maka didapatkan 10 artikel berupa 8 jurnal, 1 prosiding, dan 1 web page. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian dengan isi topik paper ini. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang direkomendasikan adalah secara fisik, ekonomi, dan sosial. Strategi secara fisik artinya kondisi ekowisata harus dibenahi dengan memperbanyak sarana air bersih, toilet, sabun, dan hand sanitizer. Strategi ekonomi berupa memperbanyak dukungan dana dari pemerintah untuk menata kembali kawasan ekowisata dan berusaha memperbanyak iklan daring berupa video yang menarik. Strategi sosial artinya mensosialisasikan perubahan yang baik dari kondisi ekowisata kepada masyarakat serta menerapkan protokol kesehatan bagi masyarakat sekitar supaya menurunkan risiko penularan COVID-19

    Kemandirian Pangan Rumah Tangga Tani Di Kabupaten Klaten

    Get PDF
    Kebutuhan pokok yang menjadi dasar pemenuhan manusia dalam upayanya mempertahankan hidup salah satunya adalah pangan. Hal tersebut tidak lepas dari individu yang berprofesi sebagai petani. Kabupaten Klaten memiliki banyak penduduk dengan mata pencaharian sebagai petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui keadaan kemandirian pangan rumah tangga tani di Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani yang diwawancara secara langsung. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan dengan membagi antara produksi pangan dengan konsumsi pangan sehingga didapatkan nilai kemandirian pangan. Penelitian ini mengukur produksi tanaman yang dibudidayakan oleh petani sampel. Berdasarkan hasiil penelitian diketahui terdapat lima komoditi yang ditanam petani yaitu padi, jagung, kacang, tanah, kacang panjang dan cabai. Berdasarkan hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa bahan pangan berupa padi, jagung, kacang tanah, kacang panjang dan cabai memiliki nilai KP lebih besar dari 1 sehingga rumah tangga petani tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan atau kebutuhan konsumsi kelima komponen tersebut dengan memproduksinya sendiri

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇