IKESMA
Not a member yet
348 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA MALIKIAN, KALIMANTAN BARAT
The World Bank states that the 2010 data 22% of Indonesian people has not had a sanitation facility (latrine). The existence of latrines in Indonesia, according to World Bank data in 2010 about 22% of Indonesia's population does not have latrines. The coverage ofnational guard to urban areas with 79% and 49% for rural areas. Most of the sludge removal is using the river or dug wells which do not have the requirements of health latrine and contiminate the ground water. Based on the data obtained from the Health CenterCommunity Mempawah Hilir in 2014 of 855 homes were inspected as many as 530 households, households have basic sanitation facilities such as latrines in the Health Center Community Mempawah downstream for 420 households or 79%. This study aims todetermine the relationship between the factors of income, knowledge, and attitude, with the ownership of latrines in Malikian, Mempawah Hilir. The research method uses observational design with cross sectional approach. The sample in this study are mothers who have children under five do not have latrines that sebayak 64 respondents. The sampling technique using random sampling. Statistical analysis using chi square test. Decision of research hypothesis testing based on the significance level of 5% (p = 0.05) and confidence interval (CI) 95%. The result show that there are relationship between income and the latrine ownership (p = 0.037), knowledge(p = 0.037) and attitude (p = 0.037). The result shows no relationship between education (p = 0196), and the role of health care workers (p =1.000) with the ownership of latrines in the Malikian, Mempawah Hilir.
Keywords: Latrine, income, knowledge, attitude.
Keberadaan jamban di Indonesia menurut data Bank Dunia tahun 2010 sekitar 22%. Secara nasional, untuk daerah perkotaan yaitu 79 % dan untuk daerah pedesaan 49%. Sebagian besar pembuangan tinja masih dilakukan ke sungai atau mempergunakansumur galian yang tidak memenuhi persyaratan sehingga mencemari air tanah. Berdasarkan data yang di peroleh dari Puskesmas Mempawah Hilir pada tahun 2014 dari 855 rumah yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 530 rumah tangga, rumah tangga yangmemiliki sarana sanitasi dasar berupa jamban di wilayah kerja Puskesmas Mempawah Hilir sebesar 420 rumah tangga atau 79%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor penghasilan, pengetahuan, dan sikap, dengan kepemilikan jamban di Desa Malikian, Mempawah Hilir, Kalimantan Barat. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang memiliki balita yaitu sebanyak 64 responden, di ambil dengan menggunakan random sampling. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan penghasilan terhadap kepemilikan jamban (p = 0.037), pengetahuan (p = 0.037) dan sikap (p = 0.037). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan (p = 0.196), dan peran petugas kesehatan (p = 1.000) dengan kepemilikan jamban di Desa Malikian, Mempawah Hilir.
Kata kunci : Jamban, penghasilan, pengetahuan, sikap
PRAKTIK HIGIENE PERORANGAN DAN SANITASI WARUNG PECEL TUMPANG DI KOTA KEDIRI
To realize food safety is applying good personal hygiene and sanitation.This study aims to describe personal hygiene and foodstalls sanitation of pecel tumpang in Kediri.An observational study with cross sectional design done on 20 sampels. Data performed in table with descriptive analyzed. Most of respondents had quite personal hygiene (80%), good location and building (50%), poor waste disposal (50%), poor sanitation facilities(50%), good sanitation of equipments (100%), and good clean water (90%).Somevariables indicate poor sanitation i.e. waste disposal and sanitation facilities.
Keywords: personal hygiene, food stalls sanitation, pecel tumpan
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA BIDAN DALAM PENCAPAIAN CAKUPAN PERSALINAN DI PUSKESMAS KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Pendahuluan: Upaya kesehatan masyarakat khususnya pada program kesehatan ibu dananak belum berjalan dengan baik sehingga cakupan pertolongan persalinan di PuskesmasKabupaten Konawe Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara masih belum mencapai target.Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2013 sebesar 68,18% danmasih belum mencapai target 90%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh motivasi kerja yang meliputi need for power, need for affiliation dan need for achievement,terhadap kinerja bidan dalam pencapaian cakupan pertolongan persalinan.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakanpendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas wilayah Kabupaten KonaweSelatan. Sampel penelitian sebanyak 70 bidan yang diambil dari 22 Puskesmas denganmenggunakan teknik multistage stratified random sampling. Data dianalisis dengan teknikRegresi Logistik Binary.Hasil: Motivasi bidan pada aspek need for achievement berpengaruh signifikan terhadapkinerja bidan dengan nilai p sebesar 0,044 (<0,05).Kesimpulan: Motivasi kerja khususnya aspek need for achievement harus semakinditingkatkan karena berpengaruh terhadap kinerja bidan. Oleh sebab itu, Puskesmas perlumenyusun kebijakan terkait pemberian penghargaan kepada petugas bidan yang mampuberprestasi dan memberikan kinerja terbaik bagi Puskesmas.
Kata Kunci: Motivasi, Bidan, Kinerj
GAMBARAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN JEMBER
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatuorganisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna(komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif)kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatandan pusat penelitian medik. Rumah sakit ditunjang oleh unit – unit lainnya seperti, ruangoperasi, laboratorium, farmasi, administrasi, dapur, laundry, pengolahan sampah danlimbah. Pengelolaan limbah yang baik tidak hanya pada limbah medis tajam tetapimeliputi limbah rumah sakit secara keseluruhan. Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pengelolaanlimbah cair di Rumah Sakit X Jember. Metode yang digunakan adalah dengan observasi.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2013. Objek Penelitian ini dititik beratkan padaproses pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit X Jember. Proses pengelolaan limbah cairdi Rumah Sakit X Jember sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RepublikIndonesia Nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 yaitu rumah sakit sudah melakukanpengolahan limbah cairnya sendiri dengan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hasil pemerikasaan kualitas limbah cair di Rumah Sakit X sudah memenuhi baku mutu lingkungan.
Kata kunci: Pengelolaan limbah cair, Rumah Saki
DAMPAK KULIAH KEWIRAUSAHAAN BIDANG KESEHATAN TERHADAP MOTIVASI MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS JEMBER DALAM BERWIRAUSAHA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kuliah kewirausahaan bidangkesehatan terhadap motivasi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasJember untuk berwirausaha di bidang kesehatan ditinjau dari persepsi mahasiswamengenai materi, cara penyampaian, pengetahuan dan pengalaman narasumber, dancontoh-contoh usaha di bidang kesehatan yang disampaikan oleh narasumber. Metodepenelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswaFakultas Kesehatan Masyarakat yang menempuh mata kuliah kewirausahaan di semestergasal tahun ajaran 2014/2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang pelaksanaan kuliahumum kewirausahaan terbukti berdampak positif terhadap pembentukkan motivasikewirausahaan mahasiswa. Ini dibuktikan dengan sebagian besar subyek penelitianmemahami materi dengan baik, pengetahuan dan pengalaman narasumber terbuktimembantu dalam pemahaman materi dan aplikasi serta pembentukan motivasikewirausahaan mahasiswa. Pembentukan motivasi mahasiswa dapat diketahui dari adanya sebagian kecil mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan bidangkesehatan antusias untuk mengikuti program-program kewirausahaan baik yangdiadakan oleh pemerintah atau oleh swasta. Saran yang dapat diberikan dari hasilpenelitian ini adalah perlu adanya sharing pengetahuan dan pengalaman dari praktisi(pengusaha), perlu di lakukan upaya-upaya khususnya dosen Mata Kuliah Kewirausahaandalam menyusun Kurikulum Mata Kuliah Kewirausahaan dimana diharapkan bagaimanakurikulum tersebut bisa meningkatkan karakter-karakter jiwa kewirausahaan padamahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DENGAN ANGKA KUMAN MAKANAN JAJANAN SEKITAR SMA NEGERI 3 WONOGIRI
Sekolah merupakan tempat berkumpulnya peserta didik dan warga sekolah dalamkegiatan proses belajar mengajar, dengan demikian kondisi sekolah yang tidak sehatdapat berpengaruh terhadap kesehatan peserta didik. Makanan jajanan yang disajikanharus memenuhi syarat kesehatan. Banyak infeksi yang dapat ditularkan melaluipenjamah makanan jajanan, antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidungdan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, Salmonella dapatditularkan melalui kulit. Oleh karena itu penjamah makanan jajanan harus selalu dalamkeadaan bersih dan sehat.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hygiene sanitasi penjamah makanandengan angka kuman makanan jajanan di sekitar SMA Negeri 3 Wonogiri.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dimana variabelbebas hygiene sanitasi penjamah dengan angka kuman diukur dalam satu waktu. Sanitasipenjamah diukur menggunakan kuesioner sedangkan angka kuman diukur dengan pengambilan sampel makanan minuman jajanan kemudian dianalisis di laboratoriumkesehatan Sukoharjo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara hygienesanitasi penjamah makanan dengan angka kuman makanan jajanan di sekitar SMA Negeri3 Wonogiri (p vaule 0,295 > 0,05).
Kata Kunci : hygiene sanitasi penjamah, angka kuman, makanan/minuman jajana
LELAKI SEKS LELAKI: AKTIVITAS SEKSUAL DAN BAGAIMANA MEREKA MEMULAINYA? (Studi Kesehatan Reproduksi pada Komunitas LSL di Kota Semarang)
Pendahuluan: LSL akan mudah terkena HIV akibat perilaku hubungan seksual yang tidakaman, baik yang dilakukan secara anal maupun oral. Hubungan seksual melalui anal (analintercourse) yang banyak dilakukan oleh LSL merupakan teknik hubungan seks yangpaling berisiko menularkan HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS pada kelompok LSL terusmeningkat tiap tahun sementara tidak banyak data dan penelitian dilakukan.Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui aktifitas seksual dan bagaimanaproses kelompok LSL memulai aktifitas seksualnya.Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakanpendekatan explanatory researchyang dilakukan di Kota Semarang dengan sampel 108 orang LSL yang diambil denganteknik consecutive sampling. Semua responden adalah laki-laki berhubungan seks denganlaki-laki minimal satu kali. Data dianalisis menggunakan metode field research denganmelakukan observasi dan berinteraksi di dalam lingkungan sosial.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menemukan LSL melakukan aktifitas seksual berisikotinggi untuk mendapatkan sensasi dan kepuasan seksual. Aktivitas seksual yang dilakukandiantaranya memasukkan jari ke dubur dan menjilati dubur pasangan, memakai obatpembangkit gairah saat melakukan seks grup serta melakukan dan mendapatkankekerasan saat berhubungan seksualyang akan menyebabkanperlukaan/peradangan/infeksi yang memudahkan penularan HIV. Aktifitas seksualdimulai dengan mencari pasangan seksual melalui pertemuan komunitas atau LSL baru lainnya di pertemuan rutin, tempat umum atau tempat khusus gay lain yang lebih dahulumereka temui secara viral dimedia sosial atau jejaring sosial internet gay lainnya.
Kata Kunci: Lelaki Seks Lelaki, Aktivitas Seksual, Kesehatan Reproduks
Hubungan Karakteristik ODHA Dengan Kejadian Loss To Follow Up Terapi ARV Di Kabupaten Jember
Pendahuluan: Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus yang adalah virus yangmenyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuhmanusia. ODHA yang loss to follow up atau berhenti memakai ARV akan meningkatkan resistensiterhadap ARV, meningkatkan risiko untuk menularkan HIV pada orang lain, serta meningkatkanrisiko kematian.Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab loss to follow upterapi ARV di Kabupaten Jember berdasarkan karakteristiknya.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasionalanalitik dengan pendekatan case control study. Data diperoleh dengan wawancara dan kuosioner yangkemudian dianalisis dengan uji chi square dan uji regresi logistik.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 65 ODHA yang loss to follow up, 20 orangbersedia menjadi responden sampel kasus sehingga responden kontrol sebanyak 40 orang.Berdasarkan uji chi square didapatkan satu variabel yang bermakna secara statistik terhadapkejadian loss to follow up yaitu Suku (p=0,020. ODHA yang bersuku Madura perlu mendapatperhatian lebih.
Kata kunci: HIV, AIDS, Loss to Follow Up, Terapi AR
KOMUNIKASI KESEHATAN PROGRAM FAMILY FOLDER DALAM PENANGGULANGAN TB DITINJAU DARI TEORI PRECEDE-PROCEED
Penanggulangan Tuberculosis (TB) di Indonesia saat ini sudah lebih baik, hal ini terlihat dari peringkat negara dengan kasus TB terbanyak yang menurun menjadi urutan ke-5, sebelumnya urutan ke-3 (tahun 2007). Data tersebut berdasarkan laporan WHO Global Tuberculosis Control, Short Update to the 2009 report. Banyak penelitian yang telah mengarah pada keberhasilan dari program TB namun belum ada rumusan analisis masyarakat yang kuat dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu peneliti tertarik mengkaji secara pustaka akan keberhasilan program Family Folder ini ditinjau dari teori PRECEDEPROCEED di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan jenis Grounded theory. Hasilnya keberhasilan Family Folder selama ini masih menjadi kebijakan lokal dari setiap pemangku kebijakan wilayah masingmasing tanpa adanya basic teori pengukuran kualitas hidup bagi penderita TB dan keluarga. Model Family Folder yang ditawarkan peneliti dengan Grounded Teori dalam mentelaah penelitian-penelitian terdahulu menampilkan 9 tahapan dalam teori PRECEDE PROCEED yang dikemas menjadi 3 proses yaitu pada tahap kerangka awal, fokus pemberdayaan masyarakat dan evaluasi program Family Folder. Perlu komitmen penuh dari pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan Family Folder ini termasuk LSM.
Kata kunci : tb, Family Folder, PRECEDE-PROCEE
EFEK PEMBERIAN SUSU KAMBING ETTAWA TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA
Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang menjadipenyebab kematian utama di dunia. Susu kambing ettawa mengandung asam lemak rantaisedang/Medium Chain Triglycride (MCT) yang mampu menurunkan kadar kolesterol total.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek susu kambing ettawa dalammenurunkan kadar kolesterol total. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimentallaboratorik dengan pre test - post test with control group design. Sampel adalah tikusWistar jantan berusia 2 bulan, diinduksi hiperkolesterolemia, diberi susu kambing ettawadosis 2,70 ml/200g BB/hari, 3,51 ml/200g BB/hari, dan 4,32 ml/200g BB/hari selama 14hari. Kadar kolesterol total diperiksa dengan metode GOD-POD. Data dianalisis denganpaired t-test dan Anova, dilanjutkan uji LSD. Terdapat perbedaan kadar kolesterol totalsebelum dan sesudah pemberian susu kambing ettawa pada masing-masing dosis.Pemberian susu kambing ettawa dengan dosis 2,70 ml/200g BB/hari, 3,51 ml/200gBB/hari, dan 4,32 ml/200g BB/hari dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar8,3%, 12,8% dan 19,2%. Dosis susu kambing ettawa yang paling menurunkan kadarkolesterol tikus hiperkolesterolemia yaitu dosis III (4,32 ml/200g BB/hari).
Kata kunci : Susu Kambing Ettawa, Hiperkolesterolemia, Kadar Kolestero