JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
Not a member yet
466 research outputs found
Sort by
Evaluasi Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dengan Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada PT Delta Pasific Indotuna Bitung
Penerapan akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem yang digunakan untuk mengetahui tingkat tanggung jawab yang dilakukan oleh manajer pusat pertanggungjawaban berdasarkan laporan pertanggungjawaban yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT delta pasific indotuna telah sesuai dengan syarat-syarat akuntansi pertanggungjawaban dan karakteristik akuntansi pertanggungjawaban. Dan untuk mengetahui efisiensi pengendalian biaya yang dilaksanakan pada PT delta pasific indotuna. Penelitian ini bertempat di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Waktu penelitian dilaksanakan mulai pada bulan 22 Juni 2021 dan selesai pada tanggal 26 Juli 2021. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui informasi yang didapat oleh informan yang terkait berupa gambaran umum perusahaan, visi dan misi, struktur organisasi, deskripsi tugas dan tanggung jawab untuk setiap masing-masing department, serta informasi yang didapat melalui wawancara dengan informan yang terkait. Sedangkan untuk pengumpulan data dapat dilakukan pada sumber data primer, data sekunder, dan metode pengumpulan data lebih benyak diperoleh melalui wawancara serta dokumentasi. sumber data sekunder berupa laporan realisasi anggaran yang sudah arsip oleh masing-masing departemen pada PT delta pasific indotuna. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban masih terdapat unsur yang belum sesuai dengan syarat-syarat dan karakteristik dari akuntansi pertanggungjawaban yaitu unsur struktur organisasi, pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali, serta laporan realisasi anggaran biaya. Pengendalian biaya yang dilakukan oleh PT. Delta Pasific Indotuna belum sepenuhnya efisien
Evaluasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Manado
Retribusi Daerah merupakan sumber pemasukan daerah selain pajak dan salah satu sumber penerimaan daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan merupakan iuran kepada pengguna jasa yang dipungut berdasarkan undang-undang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi penerimaan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu efektivitas penerimaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan terhadap PAD Kota Manado dari tahun ke tahun kurang efektif dengan kriteria rata-rata persentase sebesar 79,08%. Kontribusi terhadap pendapatan asli daerah sangat rendah pada tahun 2017-2019 dengan persentase hanya sebesar 1,33% yang berarti retribusi pelayanan persampahan/kebersihan Kota Manado selama tahun 2017-2019 tidak pernah mengalami peningkatan
Pengaruh Implementasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Terhadap Pengembangan Ekonomi Desa dan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Tulap
Penyelenggaraan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) adalah pelaksanaan program atau kegiatan ekonomi yang didirikan atas dasar kebutuhan dan potensi desa sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat juga dikelola langsung oleh pemerintah desa dan masyarakat, dengan tujuan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa. Pengembangan ekonomi desa merupakan upaya untuk mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat desa melalui pengembangan potensi unggulan dan penguatan kelembagaan serta pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh implementasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) terhadap pengembangan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat di Desa Tulap Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kuisioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Uji yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi (R2) dan uji statistic t dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian uji secara parsial menunjukkan bahwa Implementasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) berpengaruh signifikan terhadap Pengembangan Ekonomi Desa dan Kesejahteraan Masyarakat. Hal ini dilihat dari nilai angka t hitung > t tabel dan taraf signifikan lebih kecil dari Alpha (0,05)
Analisis Pengelolaan Penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Reklame di Badan Pendapatan Daerah Kota Manado
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan penerimaan pajak hotel dan pajak reklame di Badan Pendapatan Daerah Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh, serta memberikan gambaran yang jelas kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan penerimaan pajak hotel dan pajak reklame di Badan Pendapatan Daerah Kota Manado dimulai dari perencanaan untuk mencapai target dari hasil pengelolaan pajak, kemudian pengorganisasian dan penggerakkan lewat pelayanan, pengawasan, dan penegakan pajak kepada wajib pajak, serta pengawasan untuk setiap kegiatan pengelolaan pajak didalamnya penyetoran dan penertiban pajak. Walaupun masih belum optimal sesuai yang diharapkan, karena pembayaran pajak yang masih manual yang memperlambat proses pembayaran pajak sehingga berpengaruh pada realisasi penerimaan pajak. Dan pengelolaan penerimaan pajak sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 2 Tahun 2011 tentang pajak daerah, lewat pemungutan, pembayaran dan penegakan pajak
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL KAS DI PT. BUMI SELARAS ASRI (GOLDEN SPRING dan MEETING POINT) MANADO
Abstrak: Kas merupakan aktiva lancar perusahaan yang bersifat paling likuid. Aktivitas perusahaan sering kali menggunakan kas untuk melakukan transaksi, sehingga diperlukan system pengendalian kas untuk melindungi dari risiko kehilangan, pencurian, kecurangan, dan salah saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal kas di PT. Bumi Selaras Asri (Golden Spring dan Meeting Point) Manado. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan metode analisis data berdasarkan komponen pengendalian internal COSO (Committee of Sponsoring Organization’s of the Treadway Commission). Berdasarkan hasil penelitian, PT. Bumi Selaras Asri (Golden Spring dan Meeting Point Manado) telah melaksanakan sistem pengendalian internal dengan baik, akan tetapi pada pemisahan fungsi, tugas, dan tanggung jawab untuk fungsi kas masih belum terlaksana dengan baik karena masih ada perangkapan tugas dan pencatatan terkait penerimaan kas dan pengeluaran kas sehingga ada yang belum sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Sehingga PT. Bumi Selaras Asri (Golden Spring dan Meeting Point) Manado perlu menambah karyawan dan mengikuti pencatatan akuntansi sesuai prinsip akuntansi yang berlaku khususnya pada penerimaan dan pengeluaran kas, agar sistem pengendalian internal di perusahaan dapat berjalan lebih baik.Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, Penerimaan Kas, Pengeluaran KasAbstract: Cash is the most liquid-based fluid activity of the company. Corporate activities often use cash to make transactions, so cash control system are needed to protect against the risk of loss, theft, fraud, and misstatements. The study was to evaluate PT. Bumi Selaras Asri (Golden Spring and Meeting Point) Manado internal cash control systems. The type of research used is qualitative descriptive and used data analysis methods based on the concept of internal control COSO (Committee of Sponsoring Organization’s of the Treadway Commission). Based on research results, PT. Bumi Selaras Asri (Golden Spring and Meeting Point) Manado has implemented the internal cash control system quite well. However, the separation of functions, duties, and responsibilities in the cash function has not been implemented properly because there are still double duties and the recording of cash receipts and cash disbursements is not in accordance with applicable accounting principles. So that PT. Bumi Selaras Asri (Golden Spring and Meeting Point) Manado needs to add employees and change the cash related recording system so that the company’s internal control system can run better.Keywords: Internal Control System, cash receipts, cash disbursement
Analisis Penerapan Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Sepeda Motor Yahama Dimasa Pandemi CoViD-19 Pada PT. HASJRAT ABADI YAMAHA Samrat Manado
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah strategi pemasaran yaitu bauran pemasaran yang di dalamnya terdiri dari produk, harga, promosi, tempat, orang, proses dan bukti fisik yang di terapkan PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado dapat meningkatkan penjualan motor Yamaha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan observasi dengan sample karyawan dan pelanggan PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado berupa bauran pemasaran yang di dalamnya terdiri dari produk, harga, promosi, tempat, orang, proses dan bukti fisik berdampak dalam meningkatkan penjualan Yamaha. PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado sebaiknya memelihara dengan benar bauran pemasaran yang sudah di terapkan. Strategi yang digunakan perusahaan PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado sudah baik, akan lebih baik apabila perusahaaan terus meningkatkan strategi–strateginya melihat saat ini sudah banyak kompetitor lain yang mengeluarkan produk yang hampir sama dengan Yamaha, ini merupakan ancaman bagi perusahaan untuk meningkat penjualan motor Yamaha. Kata Kunci: strategi pemasaran, bauran pemasaran, fenomenologi Abstract: PT. Hasjrat Abadi is a Yamaha main dealer in north sulawesi. The purpose of this research is to know whether the marketing strategy is a marketing mix that consists of product, price, promotion, place, people, process, and physical evidence applied by PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado can increase sales of Yamaha. This research is qualitative research using a phenomenological approach, taking data using interviews and observations with a sample of employees and customers of PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado. Research results showed that the marketing strategy applied by PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado in the form of a marketing mix consisting of product, price, promotion, place, people, process, and physical evidence have an impact on increasing sales of Yamaha. PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado must properly maintain the marketing mix already in place. The strategy used by PT. Hasjrat Abadi Yamaha Samrat Manado is feasible, it would be better if the company continues to improve its strategies to see regarding lot other competitors who issued motor product that is almost the same as Yamaha product, this is a threat for the company to increase sales of Yamaha. Keywords: marketing strategy, marketing mix, phenomenolog
PKM MANAJEMEN USAHA IBU-IBU PKK DI KELURAHAN MALALAYANG 2 KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO
Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan dan ketrampilan tentang manajemen usaha yang mencakup mengatur SDM, memotivasi dan pengeloaan keuangan yang baik. Metode pelaksanaan kegiatan untuk memberikan solusi melalui survey dan pendampinganan yang menyangkut (1)Wawancara dengan masyarakat atau ibu-ibu yang memiliki usaha, (2) penyiapan untuk solusi (3)Pelatihan dan ceramah dengan menawarkan beberapa metode/teori tentang manajemen. Sebelumnya metode kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap,yang pertama pembentukan tim,pra survey,pembuatan proposal,koordinasi dengan mitra serta persiapan perlengkapan yang dibutuhkan. Kedua, sosialisasi dengan pemberian materi dan tanya jawab. Ketiga Laporan dan Evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan melihat perbandingan sebelum dan sesudah dilaksanakan PKM,kemudian pembuatan laporan. Kriteria dan indikator yang digunakan untuk menyatakan keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan adalah pertama Pemahaman mengenai konsep, teknik manajemen dan peningkatan SDM, yang kedua adalah Pemahaman mengenai konsep dan teknik motivasi.Kata Kunci : Manajemen Usaha,Motivasi,SD
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN WANITA KAUM IBU DAN PEMUDA REMAJA PUTRI JEMAAT BUKIT MORIA MALALAYANG
Permasalahan utama dari wanita kaum ibu dan remaja putri di jemaat Bukit Moria Malalayang adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan dan serta mental atau jiwa berwirausaha yang perlu ada motivasi. Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang potensial maka perlu dilakukan pelatihan kewirausahaan. Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan serta menumbuhkan mental atau jiwa berwirausaha. Pelatihan ini juga untuk memotivasi mitra agar dapat memanfaatkan hasil sumber daya alam yang ada disekitar. Hasil kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan serta semangat untuk menjadi wirausahawan.____________________________________________________________________Kata kunci: Kewirausahaan, Motivas
EVALUASI DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN POLITIK BORDER CROSSING AGREEMENT PADA MASYARAKAT PERBATASAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA (Studi Dalam Rangka Rekomendasi Revisi Kebijakan Pengaturan Pelintas Batas Indonesia – Philipina)
Tahun 1975, pemerintah Indonesia dan Philipina menandatangani Border Crossing Agreement untuk mengatur hubungan lintas batas penduduk Pada dasarnya ada 3 hal yang diatur yaitu : Visit of Relatives, Religious worship, Pleasure. Kenyataannya kemudian, aktivitas lintas batas antara penduduk dua negara ini, sudah jauh bergeser dari kesepakatan yang tertuang dalam BCA. Hasil penelitian membuktikan asumsi yang diajukan bahwa hubungan lintas Batas sudah “keluar†dari isi Border Crossing Agreement antara Indonesia – Philippina. Dari penelitian juga ditemukan bahwa sentra perdagangan ternyata adalah di Pulau Marore. Sementara Pulau Miangas adalah tempat transit perdagangan. Dari evaluasi dengan menggunakan teori analisis dampak silang dari Dunn (1990) ditemukan bahwa : 1. Dampak sosial. Nilai-nilai budaya lokal tidak terdeterminasi oleh intensitas hubungan antara dua penduduk. Dampak sosial yang menonjol adalah hanya pada pilihan-pilihan penggunaan kebutuhan primer yang lebih banyak menggunakan produk-produk Phillipina, yang disebabkan empat faktor, yaitu soal harga yang lebih murah, biaya, jarak dan kualitas. 2. Dampak Ekonomi. Pengamatan lapangan memperlihatkan, transaksi jual beli lebih banyak memberikan keuntungan pada pihak penduduk Phillipina Selatan. Meskipun memberikan keuntungan bagi nelayan lokal, hasil tangkapan ikan yang dibawa ke General Santos dan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sentra-sentra perdagangan di Talaud dan ternyata juga di kepulauan Sangihe, lebih banyak memasarkan produk-produk jadi dari Phillipina. Sementara barang-barang jadi yang dijual ke Phillipina adalah barang-barang kebutuhan primer yang bukan produk lokal (Talaud dan juga Sangihe) 3. Dampak Politik.Untuk Kepentingan mendapatkan dana dari Pusat, maka perdagangan perbatasan yang lebih menguntungkan ketimbang perdagangan ke “dalamâ€, ketertinggalan pembangunan infrastruktur dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, menjadi “andalan†beberapa aktor politik lokal untuk mengangkat isu melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa Border Crossing Agreement sudah urgen untuk segera di update oleh karena sudah tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Saran dari penelitian ini adalah BCA harus diikuti dengan MOU yang lebih teknis yang juga meliputi pengaturan perdagangan perbatasan._____________________________________________________________________________Kata kunci: Evaluasi Dampak, Border Crossing Agreement, illegal trading, simplikasikebijakan
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi orangtua pada anak berkebutuhan khusus yang didasari pada konsep diri orangtua dalam memaknai kehadiran anak, motif orangtua dalam berkomunikasi serta intensitas hubungan antar orangtua dan anak berkebutuhan khusus.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dan pengamatan berperan serta dengan menggunakan teori fenomenologi dan interaksi simbolik. Penelitian ini diidentifikasikan sebagai berikut : (1) Bagaimana konsep diri orangtua dalam menyikapi kehadiran anak berkebutuhan khusus; (2) apa motif orangtua dalam berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus; (3) bagaimana intensitas komunikasi orangtua dalam menjalin hubungan dengan anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa pola komunikasi orangtua pada anak berkebutuhan khusus didasari pada konsep orientasi intensional dimana orangtua melihat keberadaan anak berkebutuhan khusus adalah anak yang tidak normal, tidak menarik dan tidak memiliki masa depan yang baik. sedangkan pola komunikasi orangtua yang didasari pada konsep orientasi ekstensional adalah orangtua yang memandang keberadaan anak melalui ciriciri-cirinya, kekhasahannya, keunikannya bahkan kelebihannya yang mungkin tidak dimiliki oleh anak normal lainnya. Orangtua yang berpandangan ekstensional adalah orangtua yang bisa menerima keberadaan anaknya dan memberikan perhatian, kasih sayang serta dukungan yang seutuhnya. Orangtua yang memiliki orientasi ekstensional dikategorikan berhasil dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus dibandingkan dengan orangtua orientasi intensional yang hanya melihat keberadaan anaknya dari sisi kekurangan dan kelemahannya._____________________________________________________________________________Kata Kunci : Pola, Komunikasi, Orangtua, Anak, berkebutuhan khusus