Jurnal HPJI
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
PENGARUH ENAM KOMPONEN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN
Abstract The current performance assessment of road segments tends to consider road pavement conditions only, with the International Roughness Index, Surface Distress Index, or Falling Weight Deflectometer values as indicators. This assessment has an impact on the preparation of road preservation programs, which are only based on data on road pavement conditions. This is different from the field demands, which indicate that road preservation must be carried out comprehensively, meaning that road preservation must be done not only on damaged pavement, but more importantly, it must repair various components that trigger the damage to the road, such as road shoulder, road drainage, culverts, and the presence of plants. This study aims to develop a comprehensive road segment performance evaluation model, involving the components of road pavement, road shoulder, road drainage, road equipment, complementary structures, and the presence of plant. The study was performed by conducting an interview survey and filling out a questionnaire, which was then performed a statistical analysis using Structural Equation Modeling software. The results of this study indicate that of the 6 performance indicators assessed, each contributed significantly to the performance of the road sections. The road pavement component contributed 32.0%, the road shoulder component contributed 21.0%, the road drainage component contributed 20.0%, the road equipment component contributed 9.0%, the road complementary structure component contributed 12.0%, and the plant control component contributed 6.0% of the performance of the road section. Keywords: road section performance, road pavement, road drainage, road complementary structures Abstrak Penilaian kinerja ruas jalan saat ini cenderung hanya mempertimbangkan kondisi perkerasan jalan, dengan indikator International Roughness Index, Surface Distress Index, atau nilai Falling Weight Deflectometer. Penilaian tersebut berdampak pada penyusunan program penanganan jalan, yang hanya berdasarkan pada data kondisi perkerasan jalan. Hal ini berbeda dengan tuntutan lapangan, yang mengindikasikan bahwa penanganan jalan harus dilakukan secara komprehensif, yang artinya penanganan jalan harus dilakukan tidak hanya pada perkerasan jalan yang rusak, tetapi yang lebih utama harus memperbaiki berbagai komponen yang menjadi pemicu kerusakan jalan tersebut, seperti bahu jalan, drainase jalan, gorong-gorong, dan keberadaaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyusunan model penilaian kinerja ruas jalan yang komprehensif, dengan melibatkan komponen perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, perlengkapan jalan, bangunan pelengkap, dan keberadaan tanaman. Pada pnelitian ini dilakukan survei wawancara dan pengisian kuesioner, yang kemudian dilakukan analisis statistika menggunakan perangkat lunak Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 indikator kinerja yang dinilai, masing-masing memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan. Komponen perkerasan jalan berkontribusi 32,0%, komponen bahu jalan berkontribusi 21,0%, komponen drainase jalan berkontribusi 20,0%, komponen perlengkapan jalan berkontribusi 9,0%, komponen bangunan pelengkap berkontribusi 12,0%, dan komponen pengendalian tanaman berkontribusi sebesar 6,0% terhadap kinerja ruas jalan. Kata-kata kunci: kinerja ruas jalan, perkerasan jalan, drainase jalan, bangunan pelengkap jalanAbstract The current performance assessment of road segments tends to consider road pavement conditions only, with the International Roughness Index, Surface Distress Index, or Falling Weight Deflectometer values as indicators. This assessment has an impact on the preparation of road preservation programs, which are only based on data on road pavement conditions. This is different from the field demands, which indicate that road preservation must be carried out comprehensively, meaning that road preservation must be done not only on damaged pavement, but more importantly, it must repair various components that trigger the damage to the road, such as road shoulder, road drainage, culverts, and the presence of plants. This study aims to develop a comprehensive road segment performance evaluation model, involving the components of road pavement, road shoulder, road drainage, road equipment, complementary structures, and the presence of plant. The study was performed by conducting an interview survey and filling out a questionnaire, which was then performed a statistical analysis using Structural Equation Modeling software. The results of this study indicate that of the 6 performance indicators assessed, each contributed significantly to the performance of the road sections. The road pavement component contributed 32.0%, the road shoulder component contributed 21.0%, the road drainage component contributed 20.0%, the road equipment component contributed 9.0%, the road complementary structure component contributed 12.0%, and the plant control component contributed 6.0% of the performance of the road section. Keywords: road section performance, road pavement, road drainage, road complementary structures Abstrak Penilaian kinerja ruas jalan saat ini cenderung hanya mempertimbangkan kondisi perkerasan jalan, dengan indikator International Roughness Index, Surface Distress Index, atau nilai Falling Weight Deflectometer. Penilaian tersebut berdampak pada penyusunan program penanganan jalan, yang hanya berdasarkan pada data kondisi perkerasan jalan. Hal ini berbeda dengan tuntutan lapangan, yang mengindikasikan bahwa penanganan jalan harus dilakukan secara komprehensif, yang artinya penanganan jalan harus dilakukan tidak hanya pada perkerasan jalan yang rusak, tetapi yang lebih utama harus memperbaiki berbagai komponen yang menjadi pemicu kerusakan jalan tersebut, seperti bahu jalan, drainase jalan, gorong-gorong, dan keberadaaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyusunan model penilaian kinerja ruas jalan yang komprehensif, dengan melibatkan komponen perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, perlengkapan jalan, bangunan pelengkap, dan keberadaan tanaman. Pada pnelitian ini dilakukan survei wawancara dan pengisian kuesioner, yang kemudian dilakukan analisis statistika menggunakan perangkat lunak Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 indikator kinerja yang dinilai, masing-masing memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan. Komponen perkerasan jalan berkontribusi 32,0%, komponen bahu jalan berkontribusi 21,0%, komponen drainase jalan berkontribusi 20,0%, komponen perlengkapan jalan berkontribusi 9,0%, komponen bangunan pelengkap berkontribusi 12,0%, dan komponen pengendalian tanaman berkontribusi sebesar 6,0% terhadap kinerja ruas jalan. Kata-kata kunci: kinerja ruas jalan, perkerasan jalan, drainase jalan, bangunan pelengkap jala
PERAN PENYELENGGARAAN PEMELIHARAAN RUTIN JALAN PROVINSI JAWA TENGAH TERHADAP PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI GAWAI ANDROID
Abstract In managing the roads, the Bina Marga and Cipta Karya Public Works Office in Central Java Province organizes the Bina Marga Community Group, which consists of poor and healthy people, which are located around provincial roads. Public expectations of road conditions are often conveyed through social media and mass media. Road handling is then accommodated through the use of easy-to-use technology, the Aplikasi Jalan Cantik, which is operated with an Android Device. This study uses descriptive method, describing the object under study through the collected data, performing a simple analysis, and making general conclusions. The analysis showed that, as of August 2019, 577 reports of public complaints that entered the Aplikasi Jalan Cantik, had been responded quickly within 1 x 24 hours. The condition of the Provincial Roads in Central Java was maintained well, and gradually exceeded the performance target of the 2019 Regional Work Plan, which was 90.20%. There is 1,018 Bina Marga community group member spread over 9 Road Management Centers, which means that the Bina Marga and Cipta Karya Public Works Office in Central Java Province participated in reducing poverty by 0.109% of the Central Java population\u27s poverty rate. Keywords: road routine maintenance, provincial roads, Aplikasi Jalan Cantik, poverty rates Abstrak Dalam penyelenggaraan jalan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah menggandeng Kelompok Masyarakat Bina Marga, yang terdiri atas masyarakat miskin dan sehat, yang berada di sekitar jalan provinsi. Ekspektasi masyarakat terhadap kondisi jalan sering kali disampaikan melalui media sosial dan media massa. Penanganan jalan kemudian diakomodasikan melalui pemanfaatan teknologi yang mudah digunakan, yaitu Aplikasi Jalan Cantik, yang dioperasikan dengan Gawai Android. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul, melakukan analisis sederhana, dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Hasil analisis menunjukkan bahwa, sampai dengan Agustus 2019, laporan aduan masyarakat yang masuk ke Aplikasi Jalan Cantik sebanyak 577 telah direspons cepat dalam waktu 1 x 24 jam. Kondisi Jalan Provinsi di Jawa Tengah dipertahankan baik, dan berangsur-angsur melebihi target kinerja Rencana Kerja Perangkat Daerah 2019, yaitu sebesar 90,20%. Tercatat 1.018 orang Masyarakat Bina Marga yang tersebar di 9 Balai Pengelolaan Jalan, yang berarti Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah ikut serta dalam penurunan angka kemiskinan sebesar 0,109% terhadap angka kemiskinan penduduk Jawa Tengah. Kata-kata kunci: pemeliharaan rutin jalan, jalan provinsi, Aplikasi Jalan Cantik, angka kemiskina
PENANGANAN PELEBARAN PERKERASAN JALAN PADA RUAS-RUAS JALAN DENGAN LAHAN TERBATAS
Abstract In the field, it is still often found longitudinal road deterioration at a location with a distance of 0.5 m to 1.5 m from the edge of the pavement. Most of the damage is the result of previous road widening works. However, if the available land is less than 2.3 m, the sufficient type of material and compaction method need to be determined, in order to obtain a sturdy construction layer that is capable of bearing heavy traffic. This paper outlines the implementation of an appropriate method and how to choose the right material, so that a solid widening construction layer can be produced. Keywords: longitudinal damage; road pavement; road widening; compaction method. Abstrak Di lapangan masih sering ditemukan terjadinya kerusakan memanjang jalan pada lokasi dengan jarak 0,5 m hingga 1,5 m dari bagian tepi perkerasan jalan. Sebagian besar kerusakan tersebut merupakan hasil pekerjaan pelebaran jalan sebelumnya. Namun apabila lahan yang tersedia kurang dari 2,3 m, harus dipilih jenis material dan metode pemadatan yang tepat, agar diperoleh susunan lapis konstruksi yang kokoh dan mampu memikul beban lalu lintas. Makalah ini menguraikan metode pelaksanaan dan cara memilih material yang tepat, sehingga dapat dihasilkan susunan lapis konstruksi pelebaran yang kokoh. Kata-kata kunci: kerusakan memanjang; perkerasan jalan; pelebaran jalan; metode pemadatan
PENGARUH JARAK SENSOR LENDUTAN TERHADAP MODULUS RESILIEN TANAH DASAR
Abstract The back-calculation method is one of the non-destructive methods that has been widely used to determine or to evaluate the structural strength of a pavement that has been loaded by traffic. Evaluation of pavement characteristics should be determined for each layer, from the surface to the subgrade layers. The subgrade layer can be evaluated by its resilient modulus. The resilient modulus of the subgrade can be analysed using procedures and formulas developed by AASHTO in 1993. This study was conducted to see if the AASHTO procedure for determining the subgrade resilience modulus can be applied to all flexible pavements with various combinations of characteristics of pavement layers. This study was also conducted to see the effect of sensor deflection distance from the load center on the results of the analysis of subgrade resilient modulus. The results indicate that the AASHTO (1993) procedure can be used for all types of flexible pavement layers and the deflection sensor distance affects the resilient modulus value obtained. Keywords: back-calculation, subgrade resilient modulus, flexible pavement, pavement layer Abstrak Metode back-calculation merupakan salah satu cara non-destructive yang telah banyak digunakan untuk mengetahui atau melakukan evaluasi terhadap kekuatan struktural suatu perkerasan jalan yang telah dibebani oleh lalu lintas. Evaluasi karakteristik perkerasan perlu ditentukan untuk setiap lapisannya, dari lapisan permukaan perkerasan, hingga lapisan tanah dasarnya. Evaluasi lapis tanah dasar dapat dilakukan dengan mencari nilai modulus resilien tanah dasar. Modulus resilien tanah dasar pada perkerasan lentur dapat dicari dengan menggunakan prosedur dan formula yang dikembangkan oleh AASHTO pada tahun 1993. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah prosedur penentuan modulus resilien tanah dasar yang dikeluarkan oleh AASHTO pada tahun 1993 tersebut dapat diterapkan untuk semua perkerasan lentur dengan berbagai kombinasi karakteristik lapis perkerasan. Penelitian ini juga dilakukan untuk melihat pengaruh jarak sensor lendutan dari pusat beban terhadap modulus resilien tanah dasar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa prosedur AASHTO (1993) dapat digunakan untuk semua jenis lapisan perkerasan lentur dan jarak sensor lendutan mempengaruhi nilai modulus resilien yang diperoleh. Kata-kata kunci: back-calculation, modulus resilien tanah dasar, perkerasan lentur, lapisan perkerasa
PEMERINGKATAN JALAN HIJAU UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI PROGRAM KONSTRUKSI JALAN BERKELANJUTAN
Abstract At present a green road ranking has been carried out on several road projects. This is intended to encourage the implementation of sustainable construction by road operators. But the participation of road projects in the green road ranking did not get the response as expected. This study is intended to examine the implementation of green road ratings, identify green road subcategories that are difficult to implement, and identify steps to encourage the implementation of sustainable construction on other road projects. The analysis is performed by comparing the green road subcategories that can be applied to all road projects and green road subcategories which cannot be applied in all road projects. The results of this study indicate that the subcategory of green road rating that is less widely applied is the subcategory in the material and natural resource categories and the category of pavement technology. Keywords: sustainable construction, green road ranking, green roads, road projects Abstrak Saat ini telah dilakukan pemeringkatan jalan hijau pada beberapa proyek jalan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong dilaksanakannya konstruksi berkelanjutan oleh penyelenggara jalan. Tetapi keikutsertaan proyek jalan pada pemeringkatan jalan hijau tersebut tidak mendapat respons sesuai dengan yang diharapkan. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji pelaksanaan pemeringkatan jalan hijau, mengidentifikasi subkategori jalan hijau yang sulit diterapkan, dan mengidentifikasi langkah-langkah untuk mendorong implementasi konstruksi berkelanjutan pada berbagai proyek jalan yang lain. Analisis dilakukan dengan membandingkan subkategori jalan hijau yang dapat diterapkan pada semua proyek jalan dan subkategori jalan hijau yang tidak dapat diterapkan di semua proyek jalan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa subkategori pemeringkatan jalan hijau yang kurang banyak diterapkan adalah subkategori yang terdapat pada kategori material dan sumber daya alam serta kategori teknologi perkerasan. Kata-kata kunci: konstruksi berkelanjutan, pemeringkatan jalan hijau, jalan hijau, proyek jala
IMPLEMENTASI MODEL PENILAIAN KINERJA MUTU PELAKSANAAN PEKERJAAN DRAINASE JALAN PROVINSI DI PROVINSI MALUKU
Abstract Structural damage of road pavements often occurs faster than the road design life. To improve the quality of road construction, understanding and compliance with work instructions on the implementation of a Quality Management System by road construction operators is very necessary. This study aims to analyze the contribution of the factors that influence the implementation of a road drainage work in the field and create a method of assessing the quality performance of the drainage work. The data for this study were obtained from a survey using a questionnaire on parties directly involved in the implementation of provincial roads, namely the Public Works and Public Housing Agency, contractors, and supervisory consultants in Maluku Province. The components of the drainage construction are concrete culvert and drainage work. Data analysis was performed using the Structural Equation Modeling method. The results show that the subcomponents that influence the performance of concrete culvert and drainage work are the preparation subcomponent, amounting to 79.2%; excavation subcomponent, 68.5%, coarse aggregate material of bottom base of concrete pipe culvert, 72.8%, landfilling subcomponent, 69.6%; drainage and formwork subcomponent, 87.9%, casting and compaction subcomponent, 83.1%; and the sub-components of the joint construction, maintenance, and installation of precast concrete cover plates, 79.1%. The performance achievement report of drainage construction in Maluku Province has a total score of 77.45%, categorized as medium. Keywords: road pavement, road construction, drainage, culverts, quality management system Abstrak Kerusakan struktural perkerasan jalan sering terjadi lebih cepat daripada umur rencana jalan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas konstruksi jalan, pemahaman dan kepatuhan terhadap instruksi kerja pada penerapan Sistem Manajemen Mutu oleh penyelenggara konstruksi jalan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan suatu pekerjaan drainase jalan di lapangan dan membuat cara penilaian pelaksanaan pekerjaan drainase tersebut berdasarkan capaian kinerja mutu. Data penelitian ini diperoleh dari survei menggunakan kuesioner terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung pada pelaksanaan jalan provinsi, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kontraktor, dan konsultan pengawas di Provinsi Maluku. Komponen pelaksanaan drainase yang diteliti adalah pekerjaan gorong-gorong dan pekerjaan drainase beton. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Struc-tural Equation Modeling. Hasil analisis menunjukkan bahwa subkomponen yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan gorong-gorong dan pekerjaan drainase beton adalah subkomponen persiapan, sebesar 79,2%; subkomponen penggalian, sebesar 68,5%, subkomponen bahan landasan dan gorong-gorong pipa beton, sebesar 72,8%, subkomponen penimbunan, sebesar 69,6%, subkomponen pemasangan drainase dan acuan, sebesar 87,9%, subkomponen pengecoran dan pemadatan, sebesar 83,1%; dan subkomponen sambungan konstruksi, perawatan, dan pemasangan plat penutup beton pracetak, sebesar 79,1%. Rapor capaian kinerja mutu pekerjaan drainase jalan provinsi di Provinsi Maluku memperoleh bobot penilaian total sebesar 77,45%, dengan kategori medium. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, konstruksi jalan, drainase, gorong-gorong, sistem manajemen mut
PENGARUH MATERIAL GEOKOMPOSIT PADA PELAPISAN ULANG PERKERASAN LENTUR
Abstract Road maintenance using the overlay method does not always provide maximum results. This can be seen from the decrease in the performance of the pavement which is not as planned, so that a better maintenance method is needed. One method that has the potential to be developed is through the use of geocomposite materials. This study aims to conduct a study of the use of geocomposite material for enhancing the overlay performance of flexible pavements. The methodology carried out was an experimental study using a flexible pavement model that was given loading until the pavement was damaged, which was then given a geocomposite material between the old pavement layer and the additional layer. Stability testing was carried out to determine the pavement performance observed. The results show that the test specimen without overlay and without geocomposite experienced a decrease in stability of around 38%, while the specimen with overlay and using geocomposite experienced a stability increase of around 14%. The specimen with overlay but without geosynthetics experienced a decrease in stability of around 3%. Keywords: road maintenance, overlay, geocomposite, Marshall stability Abstrak Pemeliharaan jalan yang menggunakan metode pelapisan ulang tidak selalu memberikan hasil yang maksimal. Hal ini terlihat dari penurunan kinerja perkerasan yang tidak sesuai dengan yang direncanakan, sehingga perlu dikembangkan metode pelapisan ulang yang lebih baik. Salah satu metode yang berpotensi untuk dikembangkan adalah melalui penggunaan material geokomposit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap pemanfaatan material geokomposit sebagai perkuatan untuk pelapisan ulang pada perkerasan lentur. Metodologi yang dilakukan adalah studi eksperimental dengan menggunakan model perkerasan lentur yang diberi pembebanan hingga perkerasan mengalami kerusakan, yang kemudian diberi material geokomposit di antara lapisan perkerasan lama dan lapisan tambahan. Pengujian stabilitas dilakukan untuk mengetahui kinerja perkerasan yang diamati. Hasil pengukuran kinerja benda uji memperlihatkan bahwa benda uji tanpa pelapisan ulang dan tanpa geokomposit mengalami penurunan stabilitas sekitar 38%, sedangkan benda uji dengan pelapisan ulang dan menggunakan geokomposit mengalami kenaikan stabilitas sekitar 14%. Benda uji dengan pelapisan ulang dan tidak menggunakan geosintetik mengalami penurunan stabilitas sekitar 3%. Kata-kata kunci: pemeliharaan jalan, pelapisan ulang, geokomposit, stabilitas Marshal
PERSEPSI PUBLIK TERHADAP PENGGUNAAN ZAKAT BAGI PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI
Abstract Funding needs for infrastructure financing launched by the Government require alternative funding sources. One of the funding sources is community zakat or alms funds. This research is intended to obtain public perception about the use of zakat funds to finance land transportation infrastructure, namely toll roads. This study uses a questionnaire that was filled by respondents who have been selected. The results showed that in general respondents agreed with the use of zakat funds for infrastructure financing, with the proportion of male respondents agreeing more than the proportion of female respondents. A rather different result is obtained if the respondent is asked for his opinion about financing infrastructure investment by the National Zakat Agency in collaboration with a business entity (private) as a contractor or operator. The majority of respondents disagree if zakat funds are used with this scheme, with more female respondents disagreeing. As for short-term infrastructure financing, the majority of respondents, or as many as 59.52% of respondents, agreed that zakat funds are used to finance short-term infrastructure. The proportion of respondents, both men and women, who agree on this scheme is greater than the proportion that does not agree, and is not influenced by their level of education. Keywords: zakat, financing infrastructure, transportation infrastructure, toll roads Abstrak Kebutuhan dana untuk pembiayaan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah membutuhkan sumber-sumber pembiayaan alternatif. Salah satu sumber pendanaan tersebut adalah dana zakat masyarakat. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh persepsi publik tentang penggunaan dana zakat untuk pembiayaan infrastruktur transportasi darat, yaitu jalan tol. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden yang telah dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya responden setuju dengan penggunaan dana zakat untuk pembiayaan infrastruktur, dengan proporsi responden pria yang setuju lebih banyak daripada proporsi responden wanita. Hasil yang agak berbeda diperoleh bila responden diminta pendapatnya tentang pembiayaan investasi infrastruktur oleh Badan Amil Zakat Nasional bekerjasama dengan badan usaha (swasta) sebagai kontraktor atau operator. Mayoritas responden menyatakan tidak setuju bila dana zakat digunakan dengan skema ini, dengan responden wanita lebih banyak yang tidak setuju. Sedangkan untuk pembiayaan infrastruktur jangka pendek, mayoritas responden, atau sebanyak 59,52% responden, menyatakan setuju bila dana zakat digunakan untuk pembiayaan infrastruktur jangka pendek. Proporsi responden, baik pria maupun wanita, yang setuju pada skema ini lebih besar daripada proporsi yang tidak setuju, dan tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mereka. Kata-kata kunci: zakat, pembiayaan infrastruktur, infrastruktur transportasi, jalan to
INFORMATION AND COMMUNICATIONS TECHNOLOGY NECESSITY AT AN INTEGRATED BUS TERMINAL IN INDONESIA
Abstract The integrated bus terminal as a part of public transportation infrastructure needs to be equipped with the application of communication and information technology, to meet and improve passenger service standards and terminal operational standards. This study aims to evaluate the availability and application of communication and information technology in integrated bus terminals in serving passengers. Based on existing conditions, it is recommended to enhance the application of communication and information technology to improve service to the community. A case study was carried out at the Pulo Gebang integrated bus terminal in Cakung, East Jakarta. Primary data was obtained by using questionnaires and secondary data, namely the number of passengers, the number of bus routes, and the application of communication and information technology, were obtained from the website of the Jakarta Transportation Agency. The analysis results show that the application of communication and information technology is indispensable in integrated bus terminals. In more detail, it was found that the application of communication and information technology in the terminal, with regard to booking tickets through the website or online and the availability of self-ticketing in the terminal, was the most important thing for bus passengers. Keywords: integrated bus terminal, information and communication, public transportation Abstrak Terminal bus terpadu, sebagai bagian prasarana transportasi publik, perlu dilengkapi dengan penerapan teknologi komunikasi dan informasi, untuk memenuhi dan meningkatkan standar pelayanan penumpang dan standar operasional terminal. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan penerapan teknologi komunikasi dan informasi di terminal bus terpadu dalam melayani penumpang. Berdasarkan kondisi eksisting, direkomendasikan perbaikan penerapan teknologi komunikasi dan informasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Studi kasus dilakukan di terminal terpadu Pulo Gebang di Cakung, Jakarta Timur. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder, yaitu jumlah penumpang, jumlah rute bus, serta aplikasi teknologi komunikasi dan informasi, diperoleh dari laman Dinas Perhubungan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teknologi komunikasi dan informasi sangat diperlukan di terminal bus terpadu. Secara lebih detail diperoleh bahwa penerapan teknologi komunikasi dan informasi di terminal, berkenaan dengan pemesanan tiket melalui website atau online serta ketersediaan self-ticketing di terminal merupakan hal terpenting bagi penumpang bus. Kata-kata kunci: terminal bus terpadu, teknologi komunikasi dan informasi, transportasi publi
PENILAIAN KONDISI PERKERASAN JALAN BERBASIS PERANGKAT LUNAK PADA RUAS JALAN YOGYAKARTAMAGELANG
Abstract In this study a software-based modeling study that can accommodate the needs to determine the surface conditions of pavement, plan for handling road damage, and predict the remaining life of pavement services. The data used in this study are primary data from the Pavement Condition Index survey on a Yogyakarta–Magelang road segment Magelang, KM 10+000-KM 11+000, and secondary data, in the form of Surface Distress Index data, International Roughness Index data, and traffic data obtained from the National Road Planning and Supervision of the Special Province of Yogyakarta. The software used in this study is Borland Delphi 7.0 software. From this study, a software called Modrova was produced. This study shows that the Modrova software is valid to use because the resulting error is relatively small. Keywords: road surface conditions, road damage, road pavement, remaining life of road pavement Abstrak Pada studi ini dikaji suatu pemodelan berbasis perangkat lunak yang dapat mengakomodir kebutuhan untuk menentukan kondisi permukaan perkerasan jalan, merencanakan penanganan kerusakan jalan, serta mempre-diksi sisa umur layanan perkerasan jalan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer hasil survei Pavement Condition Index pada ruas jalan Yogyakarta-Magelang, KM 10+000-KM 11+000 dan data skunder, berupa data Surface Distress Index, data International Roughness Index, serta data lalu lintas yang diperoleh dari Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Perangkat lunak yang digunakan pada studi ini adalah perangkat lunak Borland Delphi 7.0. Dari studi ini dihasilkan suatu perangkat lunak yang diberi nama Modrova. Studi ini menunjukkan bahwa perangkat lunak Modrova valid untuk digunakan karena kesalahan yang dihasilkan relatif kecil. Kata-kata kunci: kondisi permukaan jalan, kerusakan jalan, perkerasan jalan, sisa umur perkerasan jala