Jurnal HPJI
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
PENGARUH ADITIF ZEOLIT BAYAT TERHADAP KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG CAMPURAN BERASPAL MODIFIKASI POLIMER HANGAT
Abstract Modified polymer asphalt warm mixture is one of the green technologies, which is intended to reduce the mixing temperature from 20°C up to 40°C lower than the hot mixing temperature, by adding an additive. This study uses Bayat Zeolite as an additive. The method used in this study is conducting several laboratory tests. The results show that the mixture containing 1.5% Bayat Zeolite has a higher indirect tensile strength and is more resistant to damage caused by water. Keywords: warm asphalt mixture, additive, indirect tensile strength, mixing temperature Abstrak Campuran beraspal modifikasi polimer hangat adalah salah satu teknologi hijau, yang dimaksudkan untuk menurunkan temperatur pencampuran antara 20°C hingga 40°C lebih rendah daripada temperatur pencampuran panas, dengan menambahkan suatu aditif. Penelitian ini menggunakan Zeolit Bayat sebagai aditif. Metode yang digunakan pada studi ini adalah melakukan pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini adalah bahwa campuran yang mengandung Zeolit Bayat dengan kadar 1,5% mempunyai kuat tarik tidak langsung yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh air. Kata-kata kunci: campuran beraspal hangat, aditif, kuat tarik tidak langsung, temperatur pencampura
PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL JALAN NASIONAL
Abstract Road infrastructure is one component of land transportation and has an important role for the movement of people and goods and regional development. In its implementation, a minimum service standard is needed to ensure the level of service expected road users. In this study, the process of preparing minimum service standards for national roads was discussed. The preparation is carried out through several stages so as to produce a list of indicators and parameters that can be implemented for national roads in Indonesia. The list of indicators and parameters was obtained through collecting data from previous studies, regulations, best practices on the implementation of minimum service standards in other countries, as well as discussions with road operators, academics, and road users. The list of indicators and parameters is then validated by distributing questionnaires back to road operators, academics, and road users to be assessed quantitatively on the level of importance and ease of implementation. Data from respondents were then analyzed using quadrant analysis to obtain priority indicators and parameters proposed to be used in minimum service standards of national roads. Keywords: road infrastructure, national roads, minimum service standards, level of service Abstrak Infrastruktur jalan merupakan salah satu komponen dalam penyelenggaraan transportasi darat dan memiliki peranan penting untuk pergerakan orang dan barang serta pengembangan wilayah. Dalam penyelenggaraannya, diperlukan suatu standar pelayanan minimal untuk menjamin tingkat pelayanan yang diharapkan oleh pengguna jalan. Pada kajian ini dibahas proses penyusunan standar pelayanan minimal untuk jalan nasional nontol. Penyu-sunan dilakukan melalui beberapa tahapan sehingga menghasilkan daftar indikator dan parameter yang dapat diimplementasikan untuk jalan nasional di Indonesia. Daftar indikator dan parameter tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari studi terdahulu, peraturan, best practice penerapan standar pelayanan minimal di negara lain, serta diskusi dengan penyelenggara jalan, akademisi, dan pengguna jalan. Daftar indikator dan parameter tersebut kemudian divalidasi dengan penyebaran kuesioner kembali ke penyelenggara jalan, akademisi, dan pengguna jalan untuk dinilai secara kuantitatif tingkat kepentingan dan kemudahan implementasinya. Data dari responden kemudian dianalisis menggunakan analisis kuadran untuk mendapatkan indikator dan parameter prioritas yang diusulkan untuk digunakan dalam standar pelayan minimal jalan nasional nontol. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan, jalan nasional, standar pelayanan minimal, tingkat pelayana
PERANCANGAN PERKERASAN JALAN LINGKAR KOTA KABUPATEN WONOGIRI
Abstract The city ring road of Wonogiri Regency should be constructed based on a pavement design which ensure safety, convenience, but still economical. For this reason, a road pavement design method is needed to be applied in this road design process. The MDP 2017 and AASHTO 1993 road pavement design methods are methods that are often used in Indonesia to design concrete slab for pavement. This study uses both methods to determine the thickness of the concrete slab on the pavement of the Wonogiri Regency City Ring Road. The results of this study indicate that the concrete slab thickness for pavement calculated by MDP 2017 is 31 cm, while that calculated with AASHTO 1993 is 32.25 cm. The difference in the thickness of the concrete plates obtained from these two methods is relatively small. Keywords: road pavement, pavement design, concrete slab, road pavement thickness Abstrak Jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri harus dibangun berdasarkan rancangan perkerasan jalan yang aman, nyaman, namun tetap ekonomis. Untuk itu, diperlukan suatu metode perancangan perkerasan jalan yang tepat untuk diterapkan pada proses perancangan jalan ini. Metode-metode perancangan perkerasan jalan MDP 2017 dan AASHTO 1993 merupakan metode-metode yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan tebal pelat beton untuk perkerasan jalan. Studi ini menggunakan kedua metode tersebut untuk menentukan tebal pelat beton pada perkerasan jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tebal pelat beton untuk perkerasan jalan yang dihitung dengan MDP 2017 adalah 31 cm, sedangkan yang dihitung dengan AASHTO 1993 adalah 32,25 cm. Beda tebal pelat beton yang diperoleh dari kedua metode ini relatif kecil. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, perancangan perkerasan, pelat beton, tebal perkerasan jala
IMPLEMENTASI PROGRAM JALAN HIJAU UNTUK MENDUKUNG PELAKSANAAN KONSTRUKSI RENDAH KARBON
Abstract Negative impacts from the implementation of road construction, namely increasing carbon emissions or Greenhouse Gas Emissions, need to be taken into account, because it is very influential on climate change. Indonesia will experience significant losses due to climate change, because Indonesia is an island-shaped country. The longer dry season will increase the frequency of extreme weather, and heavy rains are increasingly likely to increase flooding. The Green Road Program is a program that has the potential to reduce carbon emissions from the implementation of road construction. Currently the Green Road Rating Program has been held in Indonesia for 3 years, from 2015 until 2017. By looking at the results obtained in other countries, the Green Road Program has the potential to reduce carbon emissions starting at around 28%, for roads with rigid pavement, up to around 37%, for roads with flexible pavements. When linked to the planned road construction in the 2014-2019 Directorate General of Highways Strategic Plan, which is 2,650 km of non-toll national roads and 1,000 km of toll roads, the implementation of the Green Road Program has the potential to reduce carbon emissions between 1.5 million tons and 2.0 million tons of CO2 equivalent. Keywords: implementation of road construction, carbon emissions, green roads, green road ranking Abstrak Dampak negatif yang berasal dari pelaksanaan konstruksi jalan, yaitu meningkatnya emisi karbon atau emisi Gas Rumah Kaca, perlu diperhitungkan, karena sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim. Indonesia akan mengalami kerugian yang signifikan akibat perubahan iklim, karena Indonesia merupakan suatu negara yang berbentuk kepulauan. Musim kering yang semakin panjang akan meningkatkan frekuensi cuaca ekstrim, dan hujan lebat yang semakin sering berpeluang untuk meningkatkan terjadinya banjir. Program Jalan Hijau merupakan suatu program yang berpotensi untuk mengurangi emisi karbon yang berasal dari pelaksanaan konstruksi jalan. Saat ini Program Pemeringkatan Jalan Hijau telah diselenggarakan di Indonesia selama 3 tahun, yaitu pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Dengan melihat hasil yang diperoleh di negara lain, Program Jalan Hijau berpotensi mengurangi emisi karbon mulai dari sekitar 28%, untuk jalan dengan perkerasan kaku, hingga sekitar 37%, untuk jalan dengan perkerasan lentur. Bila dikaitkan dengan rencana pembangunan jalan yang terdapat pada Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga 2014-2019, yaitu 2.650 km jalan nasional nontol dan 1.000 km jalan tol, implementasi Program Jalan Hijau berpotensi mengurangi emisi karbon antara 1,5 juta ton hingga 2,0 juta ton CO2 ekuivalen. Kata-kata kunci: pelaksanaan konstruksi jalan, emisi karbon, jalan hijau, pemeringkatan jalan hija
KINERJA PELAYANAN BUS TRANS MAMMINASATA DI KORIDOR 3 KAWASAN MAMMINASATA
Abstract Bus Rapid Transit is expected to become mass transportation serving the Mamminasata agglomeration area, which includes Makassar City, Maros Regency, Gowa Regency and Takalar Regency. Efforts to realize the South Sulawesi Provincial Government program related to the implementation of the Mamminasata Bus Rapid Transit are very dependent on the services provided. This study aims to analyze the effectiveness of service performance and its effect on the movement system in Corridor 3 of the Mamminasata Region. This research method uses descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that several service perfor-mance criteria are effective, such as service quality based on travel speed, level of fleet availability, vehicle age, low costs or affordable rates, safety or security and convenience, and timeliness of service based on travel time of each segment and service time. Whereas those that have not been effective include number of buses and fleet capacity, load factor, frequency, distance between stops, operating ratio, regularity, orderliness, accessibility, reliability, easily-accessed information, waiting time, headway, vehicle downtime, travel time, and circulation time. Keywords: Bus Rapid Transit, mass transit, service performance, movement system Abstrak Bus Rapid Transit diharapkan menjadi angkutan massal yang melayani wilayah aglomerasi Mamminasata, yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar. Upaya mewujudkan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait penerapan Bus Rapid Transit Mamminasata ini sangat bergantung pada pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kinerja pelayanan dan pengaruhnya terhadap sistem pergerakan di Koridor 3 Kawasan Mamminasata. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa kriteria kinerja pelayanan sudah efektif, seperti kualitas pelayanan berdasarkan kecepatan perjalanan, tingkat ketersediaan armada, umur kendaraan, biaya rendah atau tarif terjangkau, keselamatan atau keamanan dan kenyamanan, serta ketepatan waktu pelayanan berdasarkan waktu tempuh setiap segmen dan waktu pelayanan. Sedangkan yang belum efektif meliputi kapasitas dan jumlah armada, faktor muat, frekuensi, jarak antarhalte, rasio operasi, keteraturan, ketertiban, komprehensif, aksesibilitas, keandalan, kemudahan informasi, waktu tunggu, waktu antara, waktu henti kendaraan, waktu perjalanan, serta waktu sirkulasi. Kata-kata kunci: Bus Rapid Transit, angkutan massal, kinerja pelayanan, sistem pergeraka
KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR DI KOTA BANDUNG
Abstract The number of traffic accidents, including motorcycle traffic accidents in the City of Bandung in 2013–2017 tends to decrease. However, traffic accidents involving motorbikes still dominate traffic accidents that occur. The proportion of traffic accidents involving motorbikes is still the highest compared to those of other traffic accidents, and reaches a maximum in 2015, which is 93% of the number of traffic accidents in the City of Bandung. In addition, the chance of death in motorcycle traffic accidents is still relatively high, which is between 9% and 21%. The high chance of death victims requires a more in-depth study to improve traffic safety, especially in motorcycle use. Keywords: traffic accidents, motorcycle traffic accidents, traffic accident victims, traffic safety Abstrak Jumlah kecelakaan lalu lintas, termasuk kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kota Bandung pada tahun 2013–2017 cenderung mengalami penurunan. Walaupun demikian, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih mendominasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Proporsi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih yang terbesar dibandingkan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas yang lain, dan mencapai maksimum pada tahun 2015, yaitu 93% terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung. Selain itu, peluang terjadinya korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas sepeda motor masih relatif tinggi, yaitu antara 9% hingga 21%. Tingginya peluang terjadinya korban meninggal dunia ini membutuhkan penelitian yang lebih mendalam untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, khususnya dalam penggunaan sepeda motor. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas sepeda motor, korban kecelakaan lalu lintas, keselamatan lalu linta
PENETAPAN INDIKATOR JALAN BERKELANJUTAN
Abstract The sustainable road indicator is one of the evaluation tools for sustainable road development, which is an effort to support the Indonesian Government\u27s policy in implementing sustainable development. This paper describes the determination of sustainable road indicators based on sustainable road indicators that have been proposed in previous studies. The step taken is to examine the proposed indicators that are appropriate to be applied in the stages of planning and implementation of road construction and to analyze the interests and ease of applying these indicators. The results of this study indicate that there are 14 sustainable road indicators that can be applied in the stages of construction planning and implementation. Keywords: sustainable development, sustainable roads, road planning, road construction, sustainable road indicators Abstrak Indikator jalan berkelanjutan merupakan salah satu perangkat evaluasi pembangunan jalan berkelanjutan, yang merupakan suatu upaya untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan pem-bangunan berkelanjutan. Makalah ini menguraikan penentuan indikator jalan berkelanjutan berdasarkan indikator jalan berkelanjutan yang pernah diusulkan pada studi sebelumnya. Langkah yang dilakukan adalah memeriksa usulan indikator-indikator yang sesuai untuk diterapkan pada tahap-tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi jalan dan melakukan analisis kepentingan dan kemudahan penerapan indikator-indikator tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 14 indikator jalan berkelanjutan yang dapat diterapkan pada tahap-tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Kata-kata kunci: pembangunan berkelanjutan, jalan berkelanjutan, perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi jalan, indikator jalan berkelanjuta
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG BATUBARA SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP MODULUS RESILIEN BETON ASPAL LAPIS AUS
Abstract In this study, the use of fly ash of coal as a filler material of wearing course asphalt concrete. The use of coal fly ash is intended to increase the modulus of asphalt concrete resilient. In this study the resilient modulus was measured using the UMATTA device. The results show that the coal fly ash filler can withstand the effect of temperature in the field, by making the pavement become more rigid, so that the pavement becomes more resistant to deformation. Keywords: fly ash, filler, resilient modulus, wearing course Abstrak Pada penelitian ini dikaji penggunaan abu terbang batubara sebagai bahan pengisi beton aspal lapis aus. Penggunaan abu terbang batubara tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan modulus resilien beton aspal. Pada studi ini modulus resilien diukur dengan menggunakan alat UMATTA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahan pengisi abu terbang batubara dapat menahan pengaruh temperatur di lapangan, dengan membuat perkerasan menjadi lebih kaku, sehingga perkerasan menjadi lebih tahan terhadap deformasi. Kata-kata kunci: abu terbang, bahan pengisi, modulus resilien, lapisan au
PENANGANAN JEMBATAN CISOMANG RUAS TOL CIKAMPEK-PADALARANG: PEMBELAJARAN PENANGANAN JEMBATAN AKIBAT PERGERAKAN TANAH CLAY SHALE
Abstract This paper presents an overview of the handling of Cisomang Bridge, which is part of the Cikampek-Padalarang Toll Road, at KM 100 + 700. This bridge was damaged by the movement of clay shale soil, which causes deformation of the P2 pillar. Efforts to stop the movement are performed through two stages, namely initial handling, including Grouting and Struting, and structural handling, which includes Bored Pile and Ground Anchor, Connection Beam, and Jacketing. After the bridge repair, the measurement and monitoring survey results indicate no significant movement on the bridge pillar. Keywords: bridge damage, soil movement, pillar deformation, bridge repair Abstrak Makalah ini menyajikan overview penanganan Jembatan Cisomang, yang merupakan bagian ruas Jalan Tol Cikampek-Padalarang, pada KM 100 + 700. Jembatan ini mengalami kerusakan akibat adanya pergerakan tanah clay shale, yang menyebabkan terjadinya deformasi pada pilar P2. Upaya penghentian pergerakan dilakukan melalui dua tahap, yaitu penanganan awal, meliputi Grouting dan Struting, serta penanganan stuktural, yang meliputi Bored Pile dan Ground Anchor, Connection Beam, dan Jacketing. Setelah dilakukan perbaikan jembatan, hasil survei pengukuran dan pemantauan mengindikasikan tidak terjadinya pergerakan yang signifikan pada pilar jembatan. Kata-kata kunci: kerusakan jembatan, pergerakan tanah, deformasi pilar, perbaikan jembata
STANDARD OPERATING PROCEDURES OF THE INTEGRATED DESIGN AND BUILD TOLL ROAD CONSTRUCTION IN INDONESIA
Abstract The government is striving for planned toll roads to be realized so as to increase connectivity, competitiveness and lower logistics costs. In turn, the toll road can be the backbone that supports the growth of the national economy as well as the equitable distribution of development. Based on the review of Indonesia Toll Road Authority of the Ministry of Public Works and Housing in 2017, it is projected that Indonesia will have an additional 1,851 km of new toll roads by the end of 2019. The additional projection of the new toll road exceeds the targets set in the Strategic Plan of the Ministry of Public Works and Housing 2015-2019 as long as 1,060 km. The additional projection of new toll roads is possible besides the acceleration of land acquisition process through bailout fund by Toll Road Business Entity also introduced system delivery innovation by implementing Integrated Design and Build Constructions. Therefore, it needs to be equipped with Standard Operating Procedures for the Integrated Construction Design and Build on Toll Road Project in Indonesia. Keywords: toll road, standard operating procedures, toll road authority, toll road business entity Abstrak Pemerintah sedang mengupayakan ruas-ruas jalan tol yang direncanakan untuk direalisasikan sehingga dapat meningkatkan konektivitas, daya saing, dan menurunkan biaya logistik. Pada gilirannya, jalan tol dapat menjadi tulang punggung yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta pemerataan pembangunan. Berdasarkan kajian Badan Pengatur Jalan Tol, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada 2017, diproyeksikan bahwa Indonesia akan memiliki tambahan 1.851 km jalan tol baru pada akhir 2019. Proyeksi tambahan jalan tol baru ini melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2015-2019, yaitu sepanjang 1.060 km. Proyeksi tambahan jalan tol baru dimungkinkan karena selain percepatan proses pembebasan tanah melalui dana talangan oleh Badan Usaha Jalan Tol juga diterapkannya sistem Design and Build Integrated Constructions. Karena itu diperlukan adanya Prosedur Operasi Standar untuk Integrated Design and Build Constructions untuk proyek-proyek jalan tol di Indonesia. Kata-kata kunci: jalan tol, prosedur operasi standar, badan pengatur jalan tol, badan usaha jalan to