Jurnal HPJI
Not a member yet
    175 research outputs found

    PERENCANAAN FASILITAS PENYEBERANGAN BAGI PEJALAN KAKI BERDASARKAN KEBUTUHAN DI JALAN RADEN PATAH JAKARTA SELATAN

    Full text link
    Abstract Pedestrian crossings, both at segments and at intersections, are facilities needed by pedestrians to support their mobility. However, often the pedestrian crossing facilities that have been provided are not utilized properly by road users. Therefore, in its provision, planning needs to be done based on the needs of road users. On the Raden Patah Road section, South Jakarta, there are no pedestrian crossing facilities. In this study a crossing facility is planned on the road, which meets the needs of road users and meets the existing guideline requirements. Interviews were conducted to determine pedestrian perceptions and preferences about the desired crossing facilities. The results of this study indicate that the pelican type pedestrian facility is needed. However, from a more in-depth analysis, it was found that the staggered crossing as the crossing facility is more recommended. Keywords: crossing facilities; pedestrian; road users; zebra crossing.  Abstrak Penyeberangan pejalan kaki, baik di ruas maupun di persimpangan jalan, adalah fasilitas yang sangat diperlukan oleh pejalan kaki untuk mendukung mobilitasnya. Walaupun demikian, seringkali fasilitas penyeberangan pejalan kaki yang telah disediakan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna jalan. Karena itu, dalam penyediaannya, perlu dilakukan perencanaan berdasarkan kebutuhan pengguna jalan. Di ruas Jalan Raden Patah, Jakarta Selatan, belum terdapat fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki. Pada kajian ini direncanakan fasilitas penyeberangan di jalan tersebut, yang memenuhi kebutuhan pengguna jalan dan memenuhi ketentuan yang ada. Wawancara dilakukan untuk mengetahui persepsi dan preferensi pejalan kaki tentang fasilitas penye-berangan yang diinginkan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa para pejalan kaki cenderung membutuhkan fasilitas pejalan kaki jenis pelican. Namun, dari analisis yang lebih mendalam diperoleh bahwa fasilitas penye-berangan jenis zebra cross dengan lapak tunggu lebih direkomendasikan. Kata-kata kunci: fasilitas penyeberangan; pejalan kaki; pengguna jalan; zebra cross

    KAJIAN DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DODO DI TORAJA UTARA

    Full text link
    Abstract A development of land use in urban areas is related to a change in the use of an area into a center of activity. Changes in land use, from idle land to productive land, will produce a direct impact on the traffic around the land. An ongoing development project in North Toraja is the construction of a gas station in Dodo. This study aims to analyze the traffic performance due to the construction of the Dodo gas station by using the Indonesian Road Capacity Manual and to evaluate the impact of the traffic caused by the Dodo gas station on the performance of the road where the gas station is located. This study uses primary data and secondary data. The primary data used include trip generation, vehicle volume, fueling time, and road characteristics, while the secondary data include the Dodo Gas Station Master Plan, UKL-UPL documents, and vehicle growth rates. The results of this study indicate that the construction of the Dodo gas station, in North Toraja, did not cause significant disruption to the comfort and smooth traffic on the road where the gas station is located. Keywords: land use; traffic; traffic impact; traffic performance; trip generation.  Abstrak Suatu pengembangan dalam penggunaan lahan di daerah perkotaan adalah perubahan pemanfaatan suatu area menjadi suatu pusat kegiatan. Perubahan penggunaan lahan, dari lahan tidur menjadi lahan produktif, akan menghasilkan dampak langsung pada lalu lintas di sekitar lahan tersebut. Suatu proyek pengembangan yang sedang berlangsung di Toraja Utara adalah pembangunan pompa bensin di Dodo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas akibat pembangunan pompa bensin Dodo dengan menggunakan Manual Kapa-sitas Jalan Indonesia dan mengevaluasi dampak lalu lintas akibat adanya pompa bensin Dodo terhadap kinerja jalan tempat pompa bensin itu berada. Studi ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan meliputi bangkitan perjalanan, volume kendaraan, waktu pengisian bahan bakar, dan karakteristik jalan, sedangkan data sekunder meliputi Rencana Induk SPBU Dodo, dokumen UKL-UPL, dan pertumbuhan kendaraan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pembangunan pompa bensin Dodo, di Toraja Utara, tidak menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di jalan tempat pompa bensin tersebut berada. Kata-kata kunci: guna lahan; lalu lintas; dampak lalu lintas; kinerja lalu lintas; bangkitan perjalanan

    PENYEBAB BADAN JALAN NASIONAL AMBLES DI PROVINSI JAWA BARAT

    Full text link
    Abstract The cycle of structural pavement damage caused by subsidence generally has a repetitive pattern of damage and handling. The surface of the road looks great, but the bearing capacity under the surface is very low. The purpose of this research is to understand the dominant factors causing the subsidence on a national road section and determine its best solution. This study uses primary data, in the form of aerial photo recording using drones, geological field observations, georadar investigations, observation of pavement and drainage system damages, and soil investigations with sounding (Quassi Static Penetration Test) and hand boring tests. Then, the road damage analysis was performed using the factor value analysis. The road drainage and road pavement damage conditions were considered as the dominant factors causing the road subsidence, due to rain runoff that broke through the damaged pavement cavity and seeped into the soil layer below the road pavement. These conditions cause the saturation of water in the clay layer, so that it becomes expansive soils that have weathering. The solution to this is to stabilize the soil using lime-added material, geomembrane installation, and vertical moisture barrier at subsurface location. Keywords: subsidence; road pavement; factor analysis; road drainage; expansive soil.  Abstrak Siklus kerusakan struktural perkerasan jalan akibat amblesan badan jalan umumnya memiliki pola kerusakan dan penanganan yang berulang. Permukaan jalan terlihat mantap, tetapi daya dukung di bawah permukaannya ternyata sangat rendah. Tujuan penelitian adalah memahami faktor-faktor dominan penyebab amblesan badan jalan pada suatu ruas jalan nasional serta menentukan solusi penanganannya. Studi ini menggunakan data primer, yang berupa hasil perekaman foto udara dengan menggunakan drone, pengamatan geologi lapangan, penyelidikan georadar, pengamatan kerusakan perkerasan dan sistem drainase jalan, serta penyelidikan tanah dengan uji sondir dan hand boring. Selanjutnya dilakukan analisis kerusakan jalan dengan menggunakan analisis nilai faktor, dengan kondisi drainase jalan dan kerusakan perkerasan jalan merupakan faktor dominan penyebab badan jalan ambles, karena terdapat air limpasan hujan yang menerobos rongga perkerasan yang rusak dan merembes hingga ke lapisan tanah di bawah badan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penjenuhan air pada lapisan tanah lempung, sehingga menjadi tanah ekspansif yang memiliki pelapukan. Solusi penanganannya adalah dengan stabilisasi tanah menggunakan bahan tambah kapur, pemasangan geomembran, dan penghalang kelembaban vertikal pada lokasi amblesan badan jalan. Kata-kata kunci: amblesan; perkerasan jalan; analisis faktor; drainase jalan; tanah ekspansif

    MODE-SHAPE JEMBATAN CABLE STAYED SUNGAI DAREH

    Full text link
    Abtract The Dareh River Bridge is a harp type cable stayed bridge with one symmetrical pylon. From the loading test it is known that the deflection in the middle of the span of the bridge is 55 mm, in the quarter span is 30 mm, and in three quarters the span is 32 mm. While the reverse deflection in the middle span is 27 mm, in a quarter span 20 mm, and in three quarters 23 mm span. These values are not significantly different from the value of the output given by the RM Bridge software, which is 56 mm in the middle span. After the model is matched, the Eigenvalue of RM Bridge is found, for the shape mode or half-span bending pattern, quarter-bending span, and torque. Then, these values are compared with the shape mode of the test results in the field, which for half the bending span produces a frequency of 1.18 Hz, a quarter of the bending span produces a frequency of 1.88 Hz, and a torque of 3.77 Hz, and the results are quite close. During the loading test, there was an explosion in the cable anchor area when the test load showed 240 tons, so the test was stopped at this point. This value is checked through the cable stress from the analysis of RM Bridge, and apparently there is no excessive stress, because the cable stress is only 262 MPa. Similarly, when loaded with the potential regional earthquake loads, the stress only increases to up to 313 MPa, which is still smaller than 0.45 fpu. Keywords: bridge, cable stayed, bridge deflection, reverse deflection, shape mode  Abstrak Jembatan Sungai Dareh adalah jembatan cable stayed tipe harp dengan satu pilon simetris. Dari hasil pengu-jian pembebanan diketahui bahwa lendutan di tengah bentang jembatan adalah 55 mm, di seperempat bentang adalah 30 mm, dan di tiga perempat bentang adalah 32 mm. Sedangkan lawan lendut di tengah bentang adalah 27 mm, di seperempat bentang 20 mm, dan di tiga perempat bentang 23 mm. Nilai-nilai ini tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan nilai hasil keluaran perangkat lunak RM Bridge, yaitu 56 mm di tengah bentang. Setelah model dicocokkan, dicari Nilai Eigen dari RM Bridge, untuk mode shape atau pola setengah bentang bending, seperempat bentang bending, dan torsi. Kemudian nilai-nilai ini dibandingkan dengan mode shape hasil pengujian di lapangan, yang mana untuk setengah bentang bending menghasilkan frekuensi 1,18 Hz, seperempat bentang bending menghasilkan frekuensi 1,88 Hz, dan torsi 3,77 Hz, dan hasilnya cukup mendekati. Pada pengujian terjadi suara ledakan di area angkur kabel saat beban pengujian menunjukkan 240 ton, sehingga pengujian dihentikan pada angka 240 ton tersebut. Nilai ini diperiksa melalui tegangan kabel hasil analisis RM Bridge, dan ternyata tidak terjadi tegangan yang berlebihan, karena tegangan kabel hanya 262 MPa. Demikian pula bila dibebani dengan gempa yang ada di wilayah tersebut, tegangan hanya meningkat menjadi 313 MPa, yang masih lebih kecil daripada 0,45 fpu. Kata-kata kunci: jembatan, cable stayed, lendutan jembatan, lawan lendut, mode shap

    MENUJU PEMBAYARAN TOL TANPA HENTI SECARA MULTILAJUR

    Full text link
    Abstract The Indonesia Toll Road Authority has drafted the concept of the Intelligent Transport System roadmap, including the application of electronic technology on toll roads, in the form of non-cash toll transactions. The aim is to create an effective, efficient, informative, safe, comfortable, and sustainable toll road service. Efforts to improve services, particularly accessibility, begin with the application of non-cash toll transactions up to the application of the Multilane Free Flow concept, or multi-lane and toll payment without stop. With this system, toll road users do not need to stop their vehicles when making toll payment transactions. In this study, a review of the implementation plan in stages and a complete concept of the Intelligent Transport System is carried out. The implementation of Multilane Free Flow is the final goal to be achieved, so that non-cash toll transactions can be carried out at normal speed, and toll road users do not need to slow down or stop their vehicles. To further improve services to toll road users and in order to meet minimum toll road service standards, the realization of the multilane free flow system is a necessity. Keywords: Intelligent Transport System, toll transactions, non-stop toll payments, toll roads  Abstrak Badan Pengatur Jalan Tol telah menyusun konsep roadmap Intelligent Transport System, termasuk penerapan teknologi elektronik di jalan tol, yaitu berupa transaksi tol secara nontunai. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan jalan tol yang efektif, efisien, informatif, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya peningkatan pelayanan, khususnya aksesibilitas, dimulai dengan penerapan transaksi tol nontunai hingga penerapan konsep Multilane Free Flow, atau pembayaran toltanpa henti secara multilajur. Dengan sistem ini pengguna jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraan pada saat melakukan transaksi pembayaran tol. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap rencana penerapan secara bertahap dan lengkap konsep Intelligent Transport System tersebut. Penerapan Multilane Free Flow merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai, sehingga transaksi tol nontunai dapat dilakukan dengan kecepatan normal, dan pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat atau menghentikankendaraannya. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan dalam rangka memenuhi standar pelayanan minimal jalan tol, perwujudan sistem multilane free flow merupakan suatu keniscayaan. Kata-kata kunci: Intelligent Transport System, transaksi tol,pembayaran tol tanpa henti, jalan tolAbstract The Indonesia Toll Road Authority has drafted the concept of the Intelligent Transport System roadmap, including the application of electronic technology on toll roads, in the form of non-cash toll transactions. The aim is to create an effective, efficient, informative, safe, comfortable, and sustainable toll road service. Efforts to improve services, particularly accessibility, begin with the application of non-cash toll transactions up to the application of the Multilane Free Flow concept, or multi-lane and toll payment without stop. With this system, toll road users do not need to stop their vehicles when making toll payment transactions. In this study, a review of the implementation plan in stages and a complete concept of the Intelligent Transport System is carried out. The implementation of Multilane Free Flow is the final goal to be achieved, so that non-cash toll transactions can be carried out at normal speed, and toll road users do not need to slow down or stop their vehicles. To further improve services to toll road users and in order to meet minimum toll road service standards, the realization of the multilane free flow system is a necessity. Keywords: Intelligent Transport System, toll transactions, non-stop toll payments, toll roads  Abstrak Badan Pengatur Jalan Tol telah menyusun konsep roadmap Intelligent Transport System, termasuk penerapan teknologi elektronik di jalan tol, yaitu berupa transaksi tol secara nontunai. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan jalan tol yang efektif, efisien, informatif, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya peningkatan pelayanan, khususnya aksesibilitas, dimulai dengan penerapan transaksi tol nontunai hingga penerapan konsep Multilane Free Flow, atau pembayaran toltanpa henti secara multilajur. Dengan sistem ini pengguna jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraan pada saat melakukan transaksi pembayaran tol. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap rencana penerapan secara bertahap dan lengkap konsep Intelligent Transport System tersebut. Penerapan Multilane Free Flow merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai, sehingga transaksi tol nontunai dapat dilakukan dengan kecepatan normal, dan pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat atau menghentikankendaraannya. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan dalam rangka memenuhi standar pelayanan minimal jalan tol, perwujudan sistem multilane free flow merupakan suatu keniscayaan. Kata-kata kunci: Intelligent Transport System, transaksi tol,pembayaran tol tanpa henti, jalan to

    MITIGASI BENCANA ALAM PADA INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN

    Full text link
    Abstract Indonesia is considered as one of the disaster-prone countries which located in the equator as well as in Pacific Ring of Fire. It increases the risk of disasters significantly related to hydrometeorology disaster, such as flood, drought, extreme weather, extreme wave and abrasion, and forest fire. Various incidents in the past decades, especially disaster event in Palu, Central Sulawesi Province, have shown an increasing trend of disaster in Indonesia. Damaged infrastructures post earthquake and tsunami have disrupted the activities of the surrounding community. It occurs due to many factors including land use change, climate change, increased rainfall intensity, and increased frequency of earthquake. Road and bridge infrastructures are vulnerable to disasters. Hence, road and bridge administators are advised to mitigate the infrastructure by considering the safety of the structures against existing disaster parameters such as river morphology, land use condition, climate condition, and earthquake. This paper will discuss aspects that affect the disaster in Indonesia and its mitigation. Keywords: disaster mitigation, road and bridge infrastructure, infrastructure safety, disaster parameter  Abstrak Indonesia berada di khatulistiwa dan termasuk kawasan Cincin Api Pasifik. Hal ini menimbulkan potensi yang sangat tinggi untuk berbagai jenis bencana terkait hidrometeorologi, seperti banjir, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang laut ekstrim (tsunami), abrasi laut, serta kebakaran hutan. Berbagai kejadian dalam satu dekade terakhir, terutama kejadian bencana di Kota Palu telah menunjukkan adanya peningkatan tren frekuensi bencana di Indonesia. Kerusakan infrastruktur pascagempa dan tsunami telah mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, seperti perubahan tataguna lahan, perubahan iklim, peningkatan curah hujan, dan peningkatan tren kejadian gempa. Infrastruktur jalan dan jembatan merupakan salah satu bangunan yang rentan terkena dampak kejadian bencana. Oleh karena itu, para pengelola bangunan jalan dan jembatan disarankan untuk melakukan mitigasi bencana dengan mempertimbangkan keselamatan bangunan tersebut terhadap parameter kebencanaan yang ada, seperti perubahan-perubahan morfologi sungai, kondisi tata guna lahan, kondisi iklim, dan peningkatan aktivitas kegempaan. Pada studi ini dibahas aspek-aspek yang memengaruhi terjadinya kebencanaan di Indonesia beserta mitigasinya. Kata-kata kunci: mitigasi bencana, infrastruktur jalan dan jembatan, keamanan infrastruktur, parameter ke-bencanaa

    PENERAPAN TEKNOLOGI HYDROSEEDING DIKOMBINASI DENGAN MATRAS ORGANIK DI LERENG JALAN BEBAS HAMBATAN MANADO–BITUNG

    Full text link
    abstract Erosion problems on the Manado-Bitung Freeway slopes occur because the slope is greater than 45 degrees with erosion-prone soil conditions. The treatment effort that can be done is to use hydroseeding technology, which is cheap, environmentally friendly, and fast in its implementation. But this technology still has shortcomings when applied to slopes greater than 45 degrees, so it needs to be combined with an erosion control mattress made from organic material. The purpose of this study is to evaluate the performance of the application of hydroseeding technology combined with organic mattresses on the slopes of the Manado-Bitung Freeway. The study was carried out through field trials on prepared experimental plots, utilizing the seeds of the colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, and pueraria javanica vegetation, combined with organic mattresses. The observation results show that, in the first month, the proportion of vegetation cover, by colopo-gonium mucunoides vegetation reaches 70% to 85%, by pubescent centrosoma vegetation reaches 75% to 80%, and by pueraria javanica vegetation reaches 50% to 60%. The quality of this growth is increasing in the second month, with a maximum vegetation cover rate of 90%. Soil erosion can be reduced up to nearly 100% with light to heavy rainfall. Keywords: erosion; freeway slope; hydroseeding; vegetation seeds; organic mattress.  Abstrak Masalah erosi di lereng Jalan Bebas Hambatan Manado–Bitung terjadi karena kemiringan lereng lebih besar dari 45 derajat dengan kondisi tanah yang rawan erosi. Upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi hydroseeding, yang murah, ramah lingkungan, dan cepat dalam pelaksanaannya. Tetapi teknologi ini masih memiliki kekurangan bila diterapkan pada lereng dengan kemiringan yang lebih besar daripada 45 derajat, sehingga perlu dikombinasi dengan matras pengendali erosi yang berbahan organik. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi kinerja penerapan teknologi hydroseeding yang dikombinasi dengan matras organik. Penelitian dilakukan melalui uji coba lapangan pada petak-petak percobaan yang telah disiapkan, dengan memanfaatkan biji-biji vegetasi colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, dan pueraria javanica, serta menggunakan matras organik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, pada bulan pertama, proporsi penu-tupan oleh vegetasi colopogonium mucunoides mencapai 70% hingga 85%, oleh vegetasi centrosoma pubescent mencapai 75% hingga 80%, dan oleh vegetasi pueraria javanica mencapai 50% hingga 60%. Kualitas pertum-buhan ini semakin meningkat pada bulan kedua, dengan penutupan maksimal mencapai 90%. Erosi permukaan tanah dapat direduksi hingga mendekati 100% dengan curah hujan ringan sampai dengan berat. Kata-kata kunci: erosi; lereng jalan; hydroseeding; biji vegetasi; matras organik

    PERANCANGAN BIG DATA JALAN DAN JEMBATAN UNTUK MENDUKUNG KONSTRUKSI 4.0

    Full text link
    Abstract  The development of Industry 4.0 has now changed the stages of business processes of a job, with each stage of work being made to be faster, simpler, and more efficient. This also applies in the field of construction, which must transform towards digitization and is known as Construction 4.0. The implementation of Construction 4.0 is marked by the development of information and communication technology utilization in order to achieve high efficiency and good quality construction products. For the development of Construction 4.0 can occur maximally, it needs to be supported by 4 functional components of Industry 4.0, namely the internet of things, internet of services, cyber security, and big data. This paper discusses one component of Industry 4.0, namely the design of big data that is appropriate to support Construction 4.0, especially in the field of roads and bridges. The design of big data is very crucial in Construction 4.0, because the large amount of construction data that is stored, processed, and shared requires a high degree of accuracy and security. Therefore the proper big data design must pay attention to 3 factors, namely the size of the data, the speed of transfer, and variation of data. The concept of big data design for road and bridge data reviewed in this study was taken from a case study of the development of the Indonesian Road Data Center Operation conducted by the Institute of Road Engineering and is the result of the adoption of data center technology that has been developed by South Korea. Keywords: Industry 4.0; Construction 4.0; big data; road and bridge data.  Abstrak Perkembangan Industri 4.0 saat ini telah mengubah tahapan proses bisnis suatu pekerjaan, dengan setiap tahapan pekerjaan dibuat menjadi semakin cepat, sederhana, dan efisien. Hal tersebut juga berlaku di bidang konstruksi, yang harus melakukan transformasi ke arah digitalisasi dan dikenal dengan nama Konstruksi 4.0. Penerapan Konstruksi 4.0 ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk konstruksi yang baik. Agar perkembangan Konstruksi 4.0 dapat terjadi dengan maksimal, perlu didukung oleh 4 komponen fungsional Industri 4.0, yaitu internet of things, internet of services, cyber security, dan big data. Makalah ini membahas salah satu komponen Industri 4.0, yaitu perancangan big data yang tepat untuk mendukung Konstruksi 4.0, khususnya di bidang jalan dan jembatan. Perancangan big data menjadi sangat krusial dalam Konstruksi 4.0, karena besarnya data konstruksi yang disimpan, diolah, dan dibagikan memerlukan tingkat akurasi dan keamanan yang tinggi. Karena itu, perancangan big data yang tepat harus memerhatikan 3 faktor, yaitu besarnya data, kecepatan transfer, dan variasi data. Konsep perancangan big data untuk data jalan dan jembatan yang dikaji pada studi ini diambil dari studi kasus pengembangan Indonesian Road Data Center Operation yang dilakukan oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan dan merupakan hasil adopsi teknologi data center yang telah dikembangkan oleh Korea Selatan. Kata-kata kunci: Industri 4.0; Konstruksi 4.0; big data; data jalan dan jembatan

    TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DUKUH ATAS JAKARTA

    Full text link
    Abstract Transit Oriented Development is an urban development approach that adopts mixed spatial planning and maximizes the use of mass transportation. Dukuh Atas area is the first area in the city of Jakarta to be designated as a Transit Oriented Development area. In this area, the modes of public transportation that are already operating are Electric Railroad, Commuter Line, Mass Rapid Transit, Airport Trains, Transjakarta Buses, and Metrotrans Buses. Jakarta Light Rail Transit and Jabodebek Light Rail Transit will also have stations in the Dukuh Atas area. The purpose of this study is to determine the level of service of pedestrian facilities in the Dukuh Atas. The survey was carried out by manually calculating pedestrian flows and pedestrian travel times. Furthermore, the level of service of pedestrian facilities is determined using parameters of pedestrian flows, pedestrian speed, pedestrian density, and pedestrian space. The results of the analysis show that based on v/c ratio, the level of service on Jalan Blora Road, on Jalan Tanjung Karang, and in the Kendal Tunnel is all A. While based on the queuing area, the level of service varies between A to D. Furthermore, based on the clustering effect, the levels of service obtained were A and B. Keywords: Transit Oriented Development; pedestrian; mass transportation; level of service.  Abstrak Transit Oriented Development merupakan suatu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan transportasi masal. Kawasan Dukuh Atas merupakan kawasan pertama di Kota Jakarta yang dicanangkan sebagai kawasan Transit Oriented Development. Di kawasan ini, moda transportasi umum yang sudah beroperasi adalah Electric Railroad atau Kereta Rel Listrik, Commuter Line, Mass Rapid Transit, Kereta Bandara, Bus Transjakarta, dan Bus Metrotrans. Light Rail Transit Jakarta dan Light Rail Transit Jabodebek juga akan memiliki stasiun di wilayah Dukuh Atas ini. Tujuan studi ini adalah menentukan tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas. Survei dilakukan dengan cara menghitung secara manual arus pejalan kaki dan waktu tempuh pejalan kaki. Selanjutnya, tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki ditentukan dengan menggunakan parameter arus pejalan kaki, kecepatan pejalan kaki, kepadatan pejalan kaki, dan ruang pejalan kaki. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan v/c ratio, tingkat pelayanan di Jalan Blora, di Jalan Tanjung Karang, dan di Terowongan Kendal semuanya adalah A. Sedangkan berdasarkan area antrian, tingkat pelayanan bervariasi antara A hingga D. Selanjutnya berdasarkan efek pengelompokan, diperoleh tingkat pelayanan A dan B. Kata-kata kunci: Transit Oriented Development; pejalan kaki; transportasi masal; tingkat pelayanan

    PENGARUH MULTILANE FREE FLOW TERHADAP KINERJA JALAN TOL

    Full text link
    Abstract Traffic congestion on toll roads generally occurs at toll gates. Therefore, it is necessary to plan the replacement of the toll payment system, from the Card Based Tolling System to the Multilane Free Flow with the Electronic Toll Collection System, which can improve toll road performance. In this study a simulation of improving toll road performance by applying Multilane Free Flow, with the use of VISSIM software. As a case study, Tebet 2 Toll Gate was chosen, because this toll gate is considered as one of the toll gates with a high traffic flow. In the Card Based Tolling System, the vehicle must stop to attach the card, whereas in the Multilane Free Flow with the Electronic Toll Collection System, the vehicle is quite slow when entering the toll gate. Simulation results indicate a significant increase in performance with this replacement. Queues, delays, fuel consumptions, and pollutants are significantly reduced. Keywords: toll gate, Multilane Free Flow, Electronic Toll Collection, Card Based Tolling System, queues, delays  Abstrak Kemacetan di tol umumnya terjadi pada pintu gerbang tol. Oleh karena itu, perlu direncanakan penggantian sistem pembayaran tol, dari Card Based Tolling System ke Multilane Free Flow dengan Electronic Toll Collection System, yang dapat meningkatkan kinerja jalan tol. Pada studi ini dilakukan simulasi peningkatan kinerja jalan tol dengan menerapkan Multilane Free Flow, dengan bantuan perangkat lunak VISSIM. Sebagai studi kasus dipilih Pintu Tol Tebet 2, yang merupakan salah satu pintu tol dengan arus lalu lintas yang cukup tinggi. Pada Card Based Tolling System, kendaraan harus berhenti guna menempelkan kartu, sedangkan pada Multilane Free Flow dengan Electronic Toll Collection System, kendaraan cukup memperlambat pada saat memasuki pintu tol. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan dengan perubahan ini. Antrian, tundaan, penggunaan bahan bakar, serta pollutant berkurang secara signifikan. Kata-kata kunci: pintu tol, Multilane Free Flow, Electronic Toll Collection, Card Based Tolling System, antrian, tundaa

    160

    full texts

    175

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal HPJI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇