Jurnal HPJI
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK DAN BESARAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR PENGEMBANGAN TOKO SEMERU DI MAKASSAR
Abstract
The problem of parking in Makassar City is something that needs attention, because some commercial areas provide parking spaces that are not suitable for the capacity of visitors. As a result, visitors use the road as a parking lot, which will cause transportation problems, such as traffic jams. Toko Semeru is a modern shop that is required to provide adequate parking space. The purpose of this study is to analyze the parking characteristics at the Toko Semeru and determine the capacity and demand for parking spaces due to the development of the Toko Semeru. This study uses primary data, by conducting a parking space inventory survey, a parking patrol survey, and a cordon parking survey, by counting vehicles parked in the study area and simultaneously counting vehicles entering and leaving the store. While the secondary data used is in the form of a site plan for the development of the Toko Semeru. This study shows that the highest parking volume during 7 hours of observa-tion was 652 vehicles, the highest average parking duration for cars was 16 minutes/vehicle and for motorcycles was 52 minutes/vehicle, the highest accumulation of motorcycles was 85 vehicles and the largest number of cars was 17 vehicles, and the parking index value for cars or motorcycles is between 17% to 98%. The parking space that needs to be prepared by the owner of the Toko Semeru is 126 Parking Space Units. This study shows that the parking space planned to be provided by the shop owner is not sufficient, with short of 7 parking spaces for motorcycles and short of 1 parking space for cars.
Keywords: parking; parking characteristics; parking needs; parking volume; parking space
Abstrak
Permasalahan parkir di Kota Makassar merupakan suatu hal yang perlu mendapat perhatian, karena beberapa daerah komersial menyiapkan lahan parkir yang tidak sesuai dengan kapasitas pengunjung. Akibatnya, pengunjung menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir, yang akan menimbulkan permasalahan trans-portasi, seperti terjadinya kemacetan lalu lintas. Toko Semeru merupakan suatu toko modern yang wajib menyediakan ruang parkir yang memadai. Tujuan studi ini adalah melakukan analisis karakteristik parkir di Toko Semeru serta menentukan kapasitas dan kebutuhan ruang parkir akibat pengembangan Toko Semeru. Studi ini menggunakan data primer, dengan melakukan survei inventarisasi ruang parkir, survei patrol parkir, dan survei parkir kordon, dengan menghitung kendaraan yang parkir di daerah kajian dan serentak menghitung kendaraan yang keluar masuk toko. Sedangkan data sekunder yang digunakan berupa site plan pengembangan Toko Semeru. Studi ini menunjukkan bahwa volume parkir tertinggi selama 7 jam pengamatan adalah 652 kendaraan, rata-rata lamanya parkir tertinggi untuk mobil sebesar 16 menit/kendaraan dan untuk sepeda motor sebesar 52 menit/kendaraan, akumulasi tertinggi sepeda motor adalah 85 kendaraan dan jumlah mobil terbesar adalah 17 unit kendaraan, dan nilai indeks parkir untuk mobil atau sepeda motor berada di antara 17% hingga 98%. Ruang parkir yang perlu disiapkan oleh pemilik Toko Semeru adalah 126 Satuan Ruang Parkir. Studi ini menunjukkan bahwa ruang parkir yang direncanakan untuk disediakan oleh pemilik toko belum mencukupi, dengan ruang parkir untuk sepeda motor kurang 7 Satuan Ruang Parkir dan ruang parkir untuk mobil kurang 1 Satuan Ruang Parkir.
Kata-kata kunci: parkir; karakteristik parkir; kebutuhan parkir; volume parkir; ruang parki
USULAN SIRKULASI LALU LINTAS DI KAWASAN BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
Abstract Jasamarga Kunciran-Cengkareng Toll Road causes a change in the configuration of the access system to Soekarno-Hatta International Airport. This requires a study to ensure the smooth traffic circulation at the airport. This study uses an approach based on road performance, using the Indonesian Road Capacity Manual 1997 method, and simulating traffic movements according to the origin and destination of these movements. This study shows that the existing weaving segment can still serve traffic needs, while the modeling carried out provides a performance indicators of Delay Average 36.45 seconds, Stop Average 1.97 vehicles per hour, Speed Average 47.84 km/hour, and Total Travel Time 2,392,331 seconds. Keywords: road capacity; access system; traffic circulation; road performance; weaving. Abstrak Jalan Tol Jasamarga Kunciran-Cengkareng menyebabkan perubahan konfigurasi sistem akses menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini memerlukan suatu kajian untuk menjamin kelancaran sirkulasi lalu lintas di bandara. Studi ini menggunakan pendekatan yang didasarkan pada kinerja jalan, dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, dan simulasi pergerakan lalu lintas yang sesuai dengan asal dan tujuan pergerakan tersebut. Kajian ini menunjukkan bahwa segmen jalinan yang ada masih dapat melayani kebutuhan lalu lintas, sedangkan pemodelan yang dilakukan memberikan besaran kinerja Delay Average 36,45 detik, Stop Average 1,97 kendaraan per jam, Speed Average 47,84 km/jam, dan Total Travel Time 2.392.331 detik. Kata-kata kunci: kapasitas jalan; sistem akses; sirkulasi lalu lintas; kinerja jalan; jalinan
PREDIKSI KONDISI FUNGSIONAL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM HDM-4
Abstract
Road maintenance and improvement programs that are not optimal will have an impact on decreasing the functional condition of the road pavement. The functional condition of the road pavement can be predicted to estimate the potential damage that will occur. The road section of Sleman City Border–Yogyakarta City Border is a national road section that is the main route for the distribution of goods and people from Central Java Province to Special Region of Yogyakarta Province, and vice versa. The road segment must always be in a stable condition. This study aims to predict the functional condition of the pavement on the Sleman City Border–Yogyakarta City Border, using HDM-4 software. Prediction is done using 3 scenarios, namely: (1) do-nothing, (2) do-minimum, and (3) do-something. This study shows that the do-something scenario is the most appropriate scenario compared to the do-nothing scenario and the do-minimum scenario.
Keywords: road maintenance; road improvement; road pavement; functional condition of the pavement.
Abstrak
Program pemeliharaan dan peningkatan jalan yang tidak optimal akan berdampak pada penurunan kondisi fungsional perkerasan jalan. Kondisi fungsional perkerasan jalan dapat diprediksi untuk memperkirakan potensi kerusakan yang akan terjadi. Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, merupakan ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama distribusi barang maupun orang dari Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi DI Yogyakarta, dan sebaliknya. Ruas Jalan tersebut harus selalu diupayakan berada dalam kondisi mantap. Studi ini bertujuan untuk melakukan prediksi kondisi fungsional perkerasan jalan pada Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, dengan menggunakan software HDM-4. Prediksi dilakukan dengan menggu-nakan 3 skenario, yaitu: (1) do-nothing, (2) do-minimum, dan (3) do-something. Studi menunjukkan bahwa skenario do-something merupakan skenario yang paling tepat dibandingkan dengan skenario do-nothing, maupun skenario do-minimum.
Kata-kata kunci: pemeliharaan jalan; peningkatan jalan; perkerasan jalan; kondisi fungsional perkerasan jalan
MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI APLIKASI JALAN KITA OLEH PENILIK JALAN PADA KEGIATAN PELAPORAN KERUSAKAN JALAN NASIONAL DI BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL VIII
Abstract
The \u27Jalan Kita\u27 application is a software that is operated on smartphones based on android and IOS operating systems, which is used by road inspectors in reporting national road damage activities. The National Road Implementation Center VIII Surabaya has used this application, with the largest number of road damage reports. This study aims to determine the factors that influence the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application, using the Technology Acceptance Model approach. The data analyzed in this study is the respondent\u27s perception data, which was obtained through a survey using a questionnaire by a number of road inspectors at the VIII National Road Implementation Center. The data were analyzed using the Partial Least Square Structural Equation Modeling method to obtain the relationship between the factors that influence the contribution to the level of acceptance of the Jalan Kita application technology. This study reveals that technological factors and organizational support are 2 factors with major contributions, namely 47.6% and 46.2%, to the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application.
Keywords: road inspector; national roads; road damage; road damage reporting.
Abstrak
Aplikasi ‘Jalan Kita’ merupakan suatu perangkat lunak yang dioperasikan pada smartphone berbasis sistem operasi android dan IOS, yang digunakan oleh para penilik jalan dalam kegiatan pelaporan kerusakan jalan nasional. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya telah menggunakan aplikasi ini, dengan jumlah pelaporan kerusakan jalan terbesar. Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi keinginan penilik jalan untuk menggunakan aplikasi Jalan Kita, dengan pendekatan Model Penerimaan Teknologi. Data yang dianalisis pada studi ini adalah data persepsi responden, yang diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner sejumlah penilik jalan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII. Data tersebut dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modelling untuk mendapatkan hu-bungan antara faktor-faktor yang berpengaruh dengan kontribusinya terhadap tingkat penerimaan teknologi aplikasi Jalan Kita. Studi ini mengungkapkan bahwa faktor teknologi dan dukungan organisasi merupakan 2 faktor dengan kontribusi besar, yaitu 47,6% dan 46,2%, terhadap keinginan penilik jalan dalam menggunakan aplikasi Jalan Kita.
Kata-kata kunci: penilik jalan; jalan nasional; kerusakan jalan; pelaporan kerusakan jalan
PREDIKSI PRESENT SERVICEABILITY INDEX UNTUK ANALISIS SISA UMUR LAYAN PERKERASAN LENTUR
Abstract
Present Serviceability Index is a measure of pavement performance and can be used as an indicator of timing and maintenance requirements. This study aims to determine and predict the Present Serviceability Index value during the pavement design life. The amount of the structural response due to loading was analyzed using an empirical mechanistic method with the help of KENPAVE software. The results of the structural response are used to calculate the magnitude of cracking and rutting damages, which are then used to predict the value of the International Roughness Index. The predicted International Roughness Index values were then statistically tested with the results of field measurements for the last 4 years. Furthermore, the Present Serviceability Index value was analyzed based on the prediction results of the International Roughness Index values. This study shows that the pavement has reached terminal serviceability in year 5.2 and requires strengthening. The prediction results of the Present Serviceability Index value with the implementation of overlays as thick as 10 cm in the 5.2nd year show that the terminal serviceability is achieved in the 9.5th year, thus increasing the service life of the road by 4.3 years.
Keywords: pavement performance; cracking; routines; Present Serviceability Index; serviceability terminals.
Abstrak
Present Serviceability Index merupakan suatu ukuran kinerja perkerasan jalan dan dapat digunakan sebagai indikator penentuan waktu dan kebutuhan pemeliharaan. Studi ini bertujuan menentukan dan memprediksi nilai Present Serviceability Index selama umur rencana. Besarnya respons struktur akibat pembebanan dianalisis menggunakan metode mekanistik empiris dengan bantuan software KENPAVE. Hasil respons struktur digunakan untuk menghitung besarnya kerusakan-kerusakan cracking dan rutting, yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi nilai International Roughness Index. Nilai International Roughness Index hasil prediksi kemudian diuji statistika dengan hasil pengukuran lapangan selama 4 tahun terakhir. Selanjutnya, nilai Present Serviceability Index dianalisis berdasarkan hasil prediksi nilai International Roughness Index. Studi ini menunjukkan bahwa perkerasan telah mencapai terminal serviceability pada tahun ke-5,2 dan memerlukan penguatan. Hasil prediksi nilai Present Serviceability Index dengan penanganan overlay setebal 10 cm pada tahun ke-5,2 menunjukkan bahwa terminal serviceability tercapai pada tahun ke-9,5, sehingga menambah umur layan jalan sebesar 4,3 tahun.
Kata-kata kunci: kinerja perkerasan jalan; cracking; rutting; Present Serviceability Index; terminal service-ability
PENGARUH INDEKS INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP INDIKATOR EKONOMI DI INDONESIA
Abstract
Roads and bridges are the main infrastructure in supporting the realization of increased economic development. The relationship between the performance of road infrastructure provision and the improvement of economic performance is a very important aspect to understand. The magnitude of this relationship can be used as the basis for making decisions on road infrastructure development. The road infrastructure index is a parameter that can be used to measure road infrastructure services to the economy. The road infrastructure index used in this study is a comparison of road length with area and population. This infrastructure index is then analyzed in relation to economic indicators, such as Gross Regional Domestic Product and poverty index. This study shows that an increase in the area index helps improve socioeconomic indicators, such as an increase in GRDP and a decrease in the poverty index. Meanwhile, the increase in the value of the population index has a negative relationship with the growth of socioeconomic indicators, which means that the larger the population index, the worse the socioeconomic indicators. An increase in the population infrastructure index causes a decrease in the GRDP indicator and an increase in the poverty index, which means that longer roads are needed to serve the population.
Keywords: road; infrastructure performance; road infrastructure index; economic indicators.
Abstrak
Jalan dan jembatan merupakan suatu infrastruktur utama dalam mendukung terwujudnya peningkatan pembangunan ekonomi. Hubungan antara kinerja penyediaan infrastruktur jalan dengan peningkatan kinerja ekonomi merupakan aspek yang sangat penting untuk dimengerti. Besaran hubungan ini dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur jalan. Indeks infrastruktur jalan merupakan parameter yang dapat digunakan untuk mengukur layanan infrastruktur jalan terhadap ekonomi. Indeks infrastruktur jalan yang digunakan pada studi ini adalah perbandingan panjang jalan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Indeks infrastruktur ini kemudian dianalisis keterkaitannya dengan indikator ekonomi, seperti Produk Domestik Regional Bruto dan indeks kemiskinan. Studi ini menunjukkan bahwa kenaikan indeks luas wilayah membantu perbaikan indikator sosioekonomi, seperti kenaikan PDRB dan penurunan indeks kemiskinan. Sedangkan kenaikan nilai indeks penduduk memiliki hubungan negatif dengan pertumbuhan indikator sosioekonomi, yang berarti semakin besar indeks penduduk, indikator sosioekonomi memburuk. Kenaikan indeks infrastruktur penduduk menyebabkan penurunan pada indikator PDRB dan kenaikan pada indeks kemiskinan, yang berarti diperlukan jalan yang lebih panjang untuk melayani penduduk.
Kata-kata kunci: jalan; kinerja infrastruktur; indeks infrastruktur jalan; indikator ekonomi
AKUISISI DATA VIBRASI UJI DINAMIK JEMBATAN
Abstract
Assessment of bridge performance is a primary indicator which could be used in prioritizing bridge main-tenance programs. The dynamic loading test on the bridge is one of the tools that can be used in assessing the performance of the bridge. This dynamic loading test offers convenience and speed as well as accuracy regarding the integrity of the bridge structure and has been commonly used in the operation of the Bridge Monitoring System. This study examines the standard method of implementing the dynamic test vibration data acquisition of the bridge before it is used in interpreting the behavior of the bridge structure. The results indicate that the filtering process must be applied in accelerometer data collection, because the filtering process can remove both frequencies smaller than 1 Hz and noise obtained from accelerometer readings. In addition, the behavior of the first integration shows the same tendency as the initial hypothesis, while the behavior of the second integration does not match the initial hypothesis proposed.
Keywords: bridge performance; dynamic loading test; bridge structural integrity; bridge monitoring system; dynamic test vibration data.
Abstrak
Penilaian kinerja jembatan menjadi indikator utama yang dapat digunakan dalam penyusunan prioritas program pemeliharaan jembatan. Pengujian pembebanan dinamik pada jembatan merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam menilai kinerja jembatan tersebut. Pengujian pembebanan dinamik ini menawarkan kemu-dahan dan kecepatan serta akurasi mengenai integritas struktur jembatan dan telah biasa digunakan dalam penyelenggaraan Sistem Monitoring Jembatan. Pada studi ini dikaji metode baku pelaksanaan akuisisi data vibrasi uji dinamik jembatan sebelum digunakan dalam melakukan interpretasi terhadap perilaku struktur jembatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses filtering harus diterapkan dalam pengambilan data accelerometer, karena proses filtering tersebut dapat membuang frekuensi yang lebih kecil dari 1 Hz dan noise yang didapat dari hasil pembacaan accelerometer. Selain itu, perilaku integrasi pertama menunjukkan kecen-derungan yang sama dengan hipotesis awal, sedangkan perilaku integrasi kedua tidak sesuai dengan hipotesis awal yang diajukan.
Kata-kata kunci: kinerja jembatan; pengujian pembebanan dinamik; integritas struktur jembatan; sistem mo-nitoring jembatan; data vibrasi uji dinamik
INOVASI METODE KERJA PADA KONSTRUKSI TIANG BOR BETON DI TANAH LUNAK PADA PENGGANTIAN JEMBATAN SEI ALALAK
Abstract
The Sei Alalak Bridge is a bridge that connects Banjarmasin City with Marabahan Regency. To reduce traffic problems on the bridge, it is necessary to replace the old bridge with a new one. The new bridge was planned to have 4 traffic lanes with a total length of 850 m. This study discusses the implementation technique of concrete bore pile construction as a deep foundation for the Sei Alalak Bridge. This paper describes specifically in detail the working method applied, using a rotary drilling system plus several innovations including a strict implementation control system, a stable working platform, the use of polymer modified bentonite and temporary casing for bore piles, and self-compacting concrete mixes. This study shows that the innovative work method applied to this project is able to optimize construction costs compared to other work methods.
Keywords: bridge; bridge foundation; concrete bore pile; work method innovation.
Abstrak
Jembatan Sei Alalak adalah jembatan yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Marabahan. Untuk mengurangi permasalahan lalu lintas di jembatan, dilakukan penggantian jembatan lama dengan jembatan yang baru. Jembatan baru direncanakan mempunyai 4 lajur lalu lintas dengan panjang total 850 m. Pada studi ini dibahas teknik pelaksanaan konstruksi tiang bor beton sebagai pondasi dalam untuk Jembatan Sei Alalak. Secara khusus pada makalah ini diuraikan dengan rinci metode kerja yang diterapkan, dengan menggunakan sistem rotary drilling ditambah beberapa inovasi yang meliputi sistem kontrol pelaksanaan yang ketat, landasan kerja yang stabil, penggunaan polymer modified bentonite dan selubung sementara tiang bor, serta campuran beton memadat sendiri. Studi ini menunjukkan bahwa inovasi metode kerja yang diterapkan pada proyek ini mampu mengoptimalisasi biaya konstruksi dibandingkan dengan metode kerja yang lain.
Kata-kata kunci: jembatan; pondasi jembatan; tiang bor beton; inovasi metode kerja
CAPAIAN KEMANTAPAN JALAN NASIONAL DI BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL NUSA TENGGARA TIMUR
Abstract
Road preservation aims to ensure that road support for development activities is guaranteed and roads are in a good condition. Good road conditions will affect the quality of the trip, driving comfort, and travel speed that can be achieved. In this study, the achievement of good road condition is assessed based on the existing budget allocation at the East Nusa Tenggara National Road Implementation Center. The proportion of roads in a good condition at the East Nusa Tenggara National Road Implementation Center has consistently increased from 2016 to 2020, increasing by 6.63% over a period of 4 years. The good condition of the road is influenced by the availability of budgets with varying amounts, depending on the preservation activities that are programmed to achieve the expected road condition.
Keywords: national road; road preservation; good road condition; budget allocation.
Abstrak
Preservasi jalan bertujuan untuk memastikan bahwa dukungan jalan terhadap kegiatan pembangunan tetap terjamin dan jalan dalam kondisi mantap. Kondisi jalan yang mantap tersebut akan berpengaruh pada kualitas perjalanan, kenyamanan berkendara, dan kecepatan tempuh yang dapat dicapai. Pada studi ini dikaji capaian kemantapan jalan berdasarkan alokasi anggaran yang ada di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur. Proporsi jalan dengan kondisi mantap di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur terlihat konsisten meningkat dari tahun 2016 hingga tahun 2020, yaitu meningkat sebesar 6,63% dalam kurun waktu 4 tahun. Kondisi kemantapan jalan ini dipengaruhi oleh ketersediaan anggaran dengan besaran yang bervariasi, bergantung pada kegiatan preservasi yang diprogramkan untuk mencapai kondisi mantap yang diharapkan.
Kata-kata kunci: jalan nasional; preservasi jalan; jalan mantap; alokasi anggaran
PELAKSANAAN PEKERJAAN LAPIS FONDASI SEMEN KOMPOSIT TANAH PADA RUAS JALAN MERAUKE–TANAH MERAH
Abstract The Merauke–Tanah Merah Road section is a road linking Merauke Regency and Boven Digoel Regency, Papua Province. The type of soil that exists along the road section is alluvial soil, which has a high potential for shrinkage due to changes in water content. In road construction, this type of soil falls into the category of problematic soil, which needs to be stabilized before it is used as a road sub base layer. The construction of a soil composite cement foundation layer is a foundation layer made of soil stabilized with cement, added with certain additives. The use of the additive was intended to reduce cement content and increase the Unconfined Compression Strength and durability of the cement soil produced. This study uses Matos additive material, which serves to compact or solidify and stabilize the soil physically and chemically. The results of the implementation in the field showed that there was an increase in the strength of the Subbase Composite Cement Base Layer using Matos as additives. However, the use of this additive material needs to be studied in more depth by taking into account the increase in the average of unconfined compression strength, which is only about 6%, while the cost increases by around 54%. Keywords: foundation layers, alluvial soils, road construction, soil stabilization, additives Abstrak Ruas Jalan Merauke–Tanah Merah merupakan ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Jenis tanah yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut adalah tanah aluvial, yang memiliki potensi kembang-susut tinggi akibat perubahan kadar air. Dalam pekerjaan konstruksi jalan, jenis tanah ini masuk dalam kategori tanah yang bermasalah, sehingga perlu distabilisasi sebelum digunakan sebagai lapis fondasi jalan. Konstruksi lapis fondasi semen komposit tanah merupakan lapis fondasi yang terbuat dari tanah yang distabilisasi dengan semen, ditambah dengan bahan tambah tertentu. Penggunaan bahan tambah berfungsi mengurangi kadar semen dan meningkatkan kuat tekan bebas serta durabilitas tanah semen yang dihasilkan. Pada kajian ini digunakan bahan tambah Matos, yang berfungsi untuk memadatkan atau solidifikasi dan menstabilkan tanah secara fisik-kimia. Hasil pelaksanaan di lapangan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kekuatan Lapis Fondasi Semen Komposit Tanah yang menggunakan bahan tambah Matos. Walaupun demikian, penggunaan bahan tambah ini perlu dikaji secara lebih mendalam dengan memperhatikan peningkatan kuat tekan bebas rata-rata yang hanya sekitar 6%, sedangkan biayanya meningkat sekitar 54%. Kata-kata kunci: lapis fondasi, tanah aluvial, konstruksi jalan, stabilisasi tanah, bahan tamba