Jurnal HPJI
Not a member yet
    175 research outputs found

    PENGARUH SERBUK BAN KARET TERHADAP KUAT GESER PADA LAPISAN AC-WC DAN LAPISAN AC-BC

    Full text link
    Abstract   Bonding conditions between layers that are not ideal in a pavement structure will not produce optimal pavement performance, because the pavement does not behave as a monolithic pavement structure. The use of a tack coat is very important to support the ability of the road pavement, thereby improving road performance. This study was conducted to analyze the shear strength at the interface of the AC-WC pavement layer and the AC-BC pavement layer due to the use of rubber tire powder and variations in the dosage of CRS-1 and CRS-1P tack coats. In this study, the dosage of tack coat used varied from 0.25 l/m² to 0.35 l/m². Shear strength was measured using the Leutner Shear Test. This study shows that the use of rubber tire powder does not increase the shear strength of the lack coat for both types of mixtures AC-WC and AC-BC. The biggest shear strength is actually produced by mixtures that do not use rubber tire powder. For the AC-WC asphalt mixture, the largest shear strength was produced by the AC-WC asphalt mixture with a distribution of 0.3 l/m2 of tack coat, while for the AC-BC asphalt mixture, the largest shear strength was also found in the mixture with 0.3 l/m2 tack coat distribution.   Keywords: road pavement; tack coat; shear strength; interfaces; rubber tire powder; asphalt mixture     Abstrak   Kondisi lekatan antarlapisan yang tidak ideal pada suatu struktur perkerasan, tidak akan menghasilkan kinerja perkerasan yang optimal, karena perkerasan tidak berperilaku sebagai suatu struktur perkerasan yang mo-nolitik. Penggunaan lapis perekat sangat penting untuk mendukung kemampuan perkerasan jalan, sehingga meningkatkan kinerja jalan. Studi ini dilakukan untuk menganalisis kuat geser pada interface lapisan perkerasan AC-WC dan lapisan perkerasan AC-BC akibat penggunaan serbuk ban karet dan variasi takaran lapis perekat CRS-1 dan CRS-1P. Pada studi ini takaran lapis perekat yang digunakan bervariasi, mulai dari 0,25 l/m² hingga 0,35 l/m². Kuat geser diukur dengan menggunakan alat Leutner Shear Test. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan serbuk ban karet tidak meningkatkan kuat geser pada penggunaan lapis perekat untuk kedua jenis campuran beraspal AC-WC dan AC-BC. Kuat geser terbesar justru dihasilkan oleh campuran-campuran yang tidak menggunakan serbuk ban karet. Untuk campuran beraspal AC-WC, kuat geser terbesar dihasilkan oleh campuran beraspal AC-WC dengan sebaran lapis perekat sebanyak 0,3/m2, sedangkan untuk campuran beraspal AC-BC, kuat geser terbesar juga terdapat pada campuran dengan sebaran lapis perekat 0,3/m2.   Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis perekat; kuat geser; interface; serbuk ban karet; campuran beraspa

    KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Abstract   The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buildings, road equipment, utilization of parts of road space, traffic engineering management, and achievement of travel satisfaction. Evaluation of road service performance is carried out by assessing the operational conditions of traffic flow, which includes the level of road service and road capacity. However, the evaluation of road service performance must also be accompanied by an analysis of road service performance in the form of an assessment of road user satisfaction. This study aims to identify the performance of road services, in terms of the level of importance and level of application of road infrastructure components, according to the perceptions of road users. The methods used for analysis are Importance Performance Analysis and Customer Satisfaction Index. This study shows that in West Kalimantan Province, based on road users\u27 perceptions of provincial roads within the city, there are 41 sub-indicators that must be taken seriously, while for provincial roads outside the city, there are 49 sub-indicators that must be taken seriously. The results of the assessment of the road user satisfaction index on the performance of provincial roads within the city are 0.75 and for provincial roads outside the city are 0.73.   Keywords: provincial road; road services; road service performance; road user perception; road user satisfaction     Abstrak   Kualitas pelayanan jalan mencakup kinerja komponen-komponen infrastruktur jalan, yang meliputi struktur perkerasan jalan, geometrik jalan, bangunan pelengkap jalan, perlengkapan jalan, pemanfaatan bagian-bagian ruang jalan, manajemen rekayasa lalu lintas, dan capaian kepuasan perjalanan. Evaluasi kinerja pelayanan jalan dilaksanakan dengan melakukan penilaian kondisi operasional arus lalu lintas, yang meliputi tingkat pelayanan jalan dan kapasitas jalan. Tetapi evaluasi kinerja pelayanan jalan tersebut harus juga dilengkapi dengan analisis kinerja pelayanan jalan dalam bentuk penilaian kepuasan pengguna jalan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja pelayanan jalan, ditinjau dari aspek tingkat kepentingan dan tingkat penerapan komponen-komponen infrastruktur jalan, menurut persepsi pengguna jalan. Metode yang digunakan untuk analisis adalah Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Studi ini menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan persepsi pengguna jalan terhadap jalan provinsi dalam kota, terdapat 41 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius, sedangkan untuk jalan provinsi luar kota, terdapat 49 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius. Hasil penilaian indeks kepuasan pengguna jalan terhadap kinerja pelayanan jalan provinsi dalam kota adalah sebesar 0,75 dan untuk jalan provinsi luar kota adalah sebesar 0,73.   Kata-kata kunci: jalan provinsi; pelayanan jalan; kinerja pelayanan jalan; persepsi pengguna jalan; kepuasan pengguna jala

    PENGHEMATAN BIAYA PENGGUNA JALAN PADA RENCANA PENINGKATAN KAPASITAS JALAN

    Full text link
    Abstract   Traffic congestion on a road is a situation when traffic flows at a lower speed than the design speed on the road, causing queues to occur. In this study, the Jambi West Ring Road, which is a primary arterial road in Jambi Province, with a high traffic density, is planned to be increased in capacity. The purpose of this study is to determine the level of service of the Jambi West Ring Road and the cost reduction experienced by road users when the road capacity is increased. This study focuses on calculating the ratio of traffic volume to road capacity, vehicle operating costs, and the time value of road users using the Jambi West Ring Road at peak hours. The methods used are the 1997 Indonesian Road Capacity Manual Method, the 1997 Jasa Marga Vehicle Operating Cost Calculation Method, and the income approach to calculate the time value. This study shows that if the capacity of the Jambi West Ring Road is increased, the level of service determined based on the ratio of traffic volume to road capacity will increase, from level of service E to level of service C. In addition, there will be cost savings for road users when widening the Jambi West Ring Road is carried out in accordance with Law No. 2 of 2022 and Government Regulation No. 34 of 2006 and the minimum lane width is determined based on the Regulation of the Minister of Public Works No. 19 of 2011. The savings for road users is estimated at Rp9,212,633,00 per peak hour or about 8.6% saving.   Keywords: traffic jam; vehicle operating costs; time value; road user costs     Abstrak   Kemacetan lalu lintas di suatu jalan adalah suatu situasi pada saat arus lalu lintas bergerak dengan kecepatan yang lebih rendah daripada kecepatan desain di jalan tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya antrean. Pada studi ini, Jalan Lingkar Barat Jambi, yang merupakan suatu jalan arteri primer di Provinsi Jambi, dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, direncanakan untuk ditingkatkan kapasitasnya. Tujuan studi ini adalah menentukan tingkat pelayanan Jalan Lingkar Barat Jambi dan penurunan biaya yang dialami oleh pengguna jalan bila kapasitas jalan tersebut ditingkatkan. Studi ini difokuskan pada perhitungan rasio volume lalu lintas terhadap kapasitas jalan, biaya operasi kendaraan, dan nilai waktu pengguna jalan yang melintasi Jalan Lingkar Barat Jambi pada jam puncak. Metode yang digunakan adalah Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, metode Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan Jasa Marga 1997, dan income approach untuk menghitung nilai waktu. Studi ini menunjukkan bahwa bila kapasitas Jalan Lingkar Barat Jambi ditingkatkan, tingkat pelayanan jalan yang ditentukan berdasarkan rasio volume lalu lintas terhadap kapasitas jalan akan meningkat, dari tingkat pelayanan E menjadi tingkat pelayanan C. Selain itu, akan terjadi penghematan biaya bagi pengguna jalan bila pelebaran Jalan Lingkar Barat Jambi dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No. 2 tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 2006 serta lebar lajur minimum ditentukan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 19 tahun 2011. Penghematan pengguna jalan diperkirakan sebesar Rp9.212.633,00 per jam puncak atau hemat sekitar 8,6%.   Kata-kata kunci: kemacetan lalu lintas; biaya operasi kendaraan; nilai waktu; biaya pengguna jala

    KEUNGGULAN INOVATIF PEMBANGUNAN JALAN TOL LAYANG PETTARANI UNTUK MENDUKUNG MODERNISASI JARINGAN JALAN DI METROPOLITAN MAMMINASATA

    Full text link
    Abstract   The Mamminasata Metropolitan Area, which includes Makassar City, Takalar Regency, part of Gowa Regency, and part of Maros Regency, is the largest metropolitan area in Eastern Indonesia. Traffic congestion is a major challenge faced by Makassar City, due to the mixing of urban traffic flows with regional traffic flows. Modernization of the road network is carried out by building toll roads, which connect airports, ports, industrial areas, and access to the city center, one of which is the Pettarani Flyover. This flyover has several innovative advantages, namely the use of urban flyover construction with segmental box girders, the use of the flying pier head construction method using the Flying Pier Head Formwork System, the use of lead rubber bearings, the use of the Structural Health Monitoring System, the use of a traffic information system. which is integrated with other sections, and 3D modeling with the Terrestrial Laser Scanner Method that supports operation and maintenance. The Pettarani Flyover supports economic growth and regional development, whose construction and operation uses the latest technology and supports the environment and community in a susta-inable manner.   Keywords: traffic jam; toll roads; metropolitan; road network; innovative advantage     Abstrak   Kawasan Metropolitan Mamminasata, yang mencakup Kota Makassar, Kabupaten Takalar, sebagian Kabupaten Gowa, dan sebagian wilayah Kabupaten Maros, merupakan metropolitan terbesar di Wilayah Timur Indonesia. Kemacetan lalu lintas merupakan suatu tantangan utama yang dihadapi oleh Kota Makassar, karena berbaurnya arus lalu lintas perkotaan dengan arus lalu lintas regional. Modernisasi jaringan jalan dilakukan dengan membangun jalan tol, yang menghubungkan bandara, pelabuhan, kawasan industri, dan akses ke pusat kota, yang salah satunya adalah Jalan Layang Pettarani. Jalan layang ini memiliki beberapa keunggulan inovatif, yaitu penggunaan konstruksi struktur layang perkotaan dengan segmental box girder, penggunaan metode konstruksi kepala tiang jalan layang dengan Metode Flying Pier Head Formwork System, penggunaan lead rubber bearing, penggunaan Structural Health Monitoring System, penggunaan sistem informasi lalu lintas yang terintegrasi dengan seksi-seksi lainnya, dan permodelan 3D dengan Metode Terrestrial Laser Scanner yang mendukung operasi dan pemeliharaan. Jalan Layang Pettarani mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah, yang pembangunan dan pengoperasiannya menggunakan teknologi terkini serta men-dukung lingkungan dan komunitas secara berkelanjutan.   Kata-kata kunci: kemacetan lalu lintas; jalan tol; metropolitan; jaringan jalan; keunggulan inovati

    PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN DI RUAS JALAN BANJARHARJO–NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Full text link
    Abstract   Traffic growth in the Special Region of Yogyakarta has increased significantly, and this has caused problems in the existing road network. Roads as transportation infrastructure must meet humanistic aspects, with one of the humanistic elements being safety for road users. The available data shows that several roads in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province, are deficient, which affects road performance, so that the roads are unable to meet the humanistic aspects. Examples of deficiencies in road infrastructure are road damage and lack of facilities for road users. This study aims to identify and evaluate accident-prone locations and characteristics of traffic accidents that occur on the Banjarharjo–Ngemplak Road Section, which is located in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province. Primary data used are in the form of photo recordings, using drones at the research location, as well as direct observations of pavement damage and observations of locations that have the potential to be prone to traffic accidents. Meanwhile, secondary data are in the form of traffic accident data in 2019-2020 and road technical data. This study shows that the dominant factors causing traffic accident-prone locations on the observed roads are pavement damage and lack of facilities for road users, such as lighting, pedestrian facilities, absence of road markings, lack of traffic speed limit signs, and lack of traffic warning signs.   Keywords: traffic safety; traffic accidents; road deficiency; accident prone locations     Abstrak   Pertumbuhan lalu lintas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yang signifikan, yang mana hal ini menimbulkan permasalahan di jaringan jalan yang ada. Jalan sebagai prasarana transportasi harus memenuhi aspek humanistis, dengan salah satu unsur humanistis tersebut ialah adanya keselamatan bagi pengguna jalan. Data yang ada menunjukkan bahwa beberapa ruas jalan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami defisiensi, yang memengaruhi kinerja jalan-jalan tersebut, sehingga jalan tidak mampu memenuhi aspek humanistis. Contoh defisiensi pada infrastruktur jalan tersebut ialah kerusakan jalan dan kurangnya fasilitas bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi lokasi rawan kecelakaan serta menentukan karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Ruas Jalan Banjarharjo–Ngemplak, yang terletak di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data primer yang digunakan adalah hasil rekaman foto yang didapat dengan menggunakan drone di lokasi penelitian, serta hasil pengamatan langsung kerusakan perkerasan di lapangan, dan hasil pengamatan di lokasi-lokasi yang berpotensi untuk menjadi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Sedangkan data sekunder adalah data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019-2020 dan data teknis jalan. Studi ini menunjukkan bahwa  faktor dominan penyebab timbulnya lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di ruas jalan yang diamati ialah kerusakan perkerasan dan kekurangan fasilitas bagi pengguna jalan, seperti lampu penerangan jalan, fasilitas bagi pejalan kaki, ketiadaan marka jalan, kurangnya rambu batas kecepatan lalu lintas, dan kurangnya rambu peringatan.   Kata-kata kunci: keselamatan lalu lintas; kecelakaan lalu lintas; defisiensi jalan; lokasi rawan kecelakaa

    PENENTUAN NILAI MODULUS ELASTISITAS PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN BALIK

    Full text link
    Abstract   Back-calculation is a method of analyzing the material properties of a pavement, which is supported by field testing in the form of Non-Destructive Testing using the Falling Weight Deflectometer. Analysis of the material properties gives the value of the modulus of elasticity, with the input data in the form of deflection of the results of the Falling Weight Deflectometer test. The back calculation in this study was carried out with the support of the ELMOD 6.0 computer program, and resulted in the root means square and backcalculated moduli values. As a case study, the Janti (Yogyakarta)-Prambanan (Central Java Province Boundary) road section was selected. The results obtained indicate that the modulus of elasticity in the north section for the Hot Mix Asphalt layer is 1401.31 MPa, for the base layer is 597.75 MPa, for the subbase layer is 116.79 MPa, and for the subgrade layer is 96.15 MPa. While in the south section, the modulus of elasticity for the Hot Mix Asphalt layer, base layer, subbase layer, and subgrade layer are 976.80 MPa, 128.22 MPa, 104.59 MPa, and 75.68 MPa, respectively.   Keywords: back-calculation; road pavement; material properties; deflection; modulus of elasticity     Abstrak   Perhitungan balik merupakan suatu metode analisis material properties suatu perkerasan jalan, yang didukung dengan pengujian lapangan berupa Non-Destructive Testing menggunakan alat Falling Weight Deflectometer. Analisis terhadap material properties memberikan nilai modulus elastisitas, dengan input data berupa lendutan hasil pengujian Falling Weight Deflectometer. Perhitungan balik pada studi ini dilakukan dengan bantuan program komputer ELMOD 6.0, dan menghasilkan nilai root means square dan backcalculated moduli. Sebagai studi kasus dipilih ruas Jalan Janti (Yogyakarta)-Prambanan (Batas Provinsi Jawa Tengah). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas pada ruas utara untuk lapis Hot Mix Asphalt sebesar 1401,31MPa, untuk lapis base sebesar 597,75 MPa, untuk lapis subbase sebesar 116,79 MPa, dan untuk lapis subgrade sebesar 96,15 MPa. Sedangkan pada ruas selatan, nilai modulus elastisitas pada lapis Hot Mix Asphalt, lapis base, lapis subbase, dan lapis subgrade berturut-turut adalah 976,80 MPa, 128,22 MPa, 104,59 MPa, dan 75,68 MPa.   Kata-kata kunci: perhitungan balik; perkerasan jalan; material properties; lendutan; modulus elastisita

    PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENANGANAN JALAN KABUPATEN MENGGUNAKAN METODE MULTIKRITERIA DI KABUPATEN KULON PROGO

    Full text link
    Abstract The regency road management program budgeting process is carried out through a series of stages, starting from proposal to budget determination. Common perceptions regarding the basis for determining priorities for regency road management programs are essential so that the budgeting process is fast, directed, and transparent. This study begins with a questionnaire survey of government, community, and academic or researcher repre-sentatives regarding the importance and application levels of the criteria and sub-criteria in determining priorities in Kulon Progo Regency. Survey data, which were analyzed using Importance-Performance Analysis, resulted in criteria and sub-criteria that were modeled using Structural Equation Modeling. The resulting sub-criteria weights are then validated using the Delphi Method. This study produces a readiness criteria weight of 40% and a multicriteria weight of 60%. The weights of the multicriteria compilers are technical 34%, economic spatial 35%, and social geopolitical environment 31%. Keywords: road handling; program priority; regency roads; readiness criteria; multicriteria  Abstrak Proses penganggaran program penanganan jalan kabupaten dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari usulan sampai dengan penetapan anggaran. Penyamaan persepsi, mengenai dasar penentuan prioritas program penanganan jalan kabupaten, sangat diperlukan agar proses penetapan anggaran menjadi cepat, terarah, dan transparan. Penelitian ini dimulai dengan survei kuesioner terhadap perwakilan pemerintah, masyarakat, dan akademisi atau peneliti mengenai tingkat kepentingan dan tingkat penerapan kriteria dan subkriteria dalam penentuan prioritas di Kabupaten Kulon Progo. Data hasil survei, yang dianalisis menggunakan Importance-Performance Analysis, menghasilkan kriteria dan subkriteria yang dimodelkan dengan menggunakan Struc-tural Equation Modeling. Bobot subkriteria yang dihasilkan selanjutnya divalidasi dengan menggunakan Metode Delphi. Penelitian ini menghasilkan bobot readiness criteria 40% dan bobot multicriteria 60%. Bobot kriteria penyusun multicriteria adalah teknis 34%, spasial ekonomi 35%, dan sosial lingkungan geopolitik 31%. Kata-kata kunci: penanganan jalan; prioritas program; jalan kabupaten; readiness criteria; multicriteria

    IMPLIKASI BATAS KELAYAKAN FINANSIAL TERHADAP TARIF TOL DAN DUKUNGAN PEMERINTAH PADA PROYEK PRAKARSA BADAN USAHA JALAN TOL TUBAN–BABAT–LAMONGAN–GRESIK

    Full text link
    Abstract   One of the criteria for an unsolicited toll road project is that the project must be financially feasible. According to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 23 of 2021, regarding Procedures for Determining Toll Road Concession on Unsolicited Project, the financial feasibility criteria is at least equal to the Weighted Average Cost of Capital plus 2%. The purpose of this study is to analyze the implications of applying the financial feasibility criteria to toll rates and government support. This study shows that the implementation of a Weighted Average Cost of Capital plus 2% as a financial feasibility criterion, increases the initial toll tariff, requires higher government support, in the form of land acquisition costs and/or construction cost support, and reduces investment opportunities for a business entity.   Keywords: toll road; unsolicited project; financial feasibility; toll tariff; government support     Abstrak   Salah satu kriteria proyek jalan tol atas prakarsa badan usaha adalah bahwa proyek tersebut harus layak secara finansial. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 23 Tahun 2021, tentang Tata Cara Penetapan Pengusahaan Jalan Tol atas Prakarsa Badan Usaha, kriteria kelayakan finansial adalah sebesar paling rendah sama dengan Weighted Average Cost of Capital ditambah dengan 2%. Tujuan sudi ini adalah menganalisis implikasi penerapan kriteria kelayakan finansial tersebut terhadap tarif tol dan dukungan pemerintah. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan kriteria keyakan sebesar Weighted Average Cost of Capital ditambah dengan 2% sebagai kriteria kelayakan finansial, meningkatkan tarif tol awal, membutuhkan dukungan pemerintah, berupa biaya pengadaan tanah dan/atau dukungan biaya konstruksi, yang lebih besar, serta mengurangi peluang investasi suatu badan usaha.   Kata-kata kunci: jalan tol; proyek prakarsa badan usaha; kelayakan finansial; tarif tol; dukungan pemerinta

    PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENANGANAN JALAN PROVINSI DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Abstract Roads can facilitate the distribution of goods and services so as to improve the welfare of the people in the areas that are traversed or connected by the road. Since the funds held by the government are not proportional to the length of the roads handled, comprehensive criteria are needed to be used in determining the priority of road management programs. The results of this study indicate that the criteria weights for determining the priority of the provincial road handling program in West Kalimantan Province, based on the validation results, are 45% and 55%, for readiness criteria and multicriteria, respectively. Keywords: road; road handling; program priorities; provincial road.  Abstrak Jalan dapat memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah yang dilewati atau dihubungkan oleh jalan tersebut. Karena dana yang dimiliki oleh pemerintah tidak sebanding dengan panjang jalan yang ditangani, diperlukan kriteria yang komprehensif untuk digunakan dalam penentuan prioritas program penanganan jalan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa bobot kriteria penentuan prioritas program penanganan jalan provinsi di Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan hasil validasi, adalah readiness criteria sebesar 45% dan multicriteria sebesar 55%. Kata-kata kunci: jalan; penanganan jalan; prioritas program; jalan provinsi

    ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN JALAN NASIONAL PROVINSI BALI

    Full text link
    Abstract Bali Province is a province in Indonesia with fast economic growth. The impact of this economic growth is the accelerated development of activity centers and trip generation in this province. The trip generation can affect the performance of existing roads. Therefore, an analysis of the traffic impact due to additional trip generation needs to be carried out, to minimize the negative impact of the additional trip generation on existing roads, especially on national roads. This study is carried out on several national roads that have been prioritized to be handled, so that handling proposals can be made, and an estimate of the performance improvement of these road sections due to the proposed measures can be determined. After handling several national roads, this study shows that the biggest increase in performance occurred on Jalan Raya Denpasar-Tuban. However, there are also road sections that have not experienced a significant increase in performance, which means that the proposed treatment for these road sections needs to be supported by additional road capacity, to improve the performance of these road sections. Keywords: traffic impact analysis; trip generation; national roads; road segment performance.  Abstrak Provinsi Bali merupakan suatu provinsi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Dampak pertumbuhan ekonomi tersebut adalah terjadinya percepatan pembangunan pusat-pusat kegiatan dan bangkitan perjalanan di provinsi ini. Bangkitan perjalanan tersebut dapat memengaruhi kinerja ruas jalan yang ada. Karena itu, analisis dampak lalu lintas akibat tambahan bangkitan perjalanan perlu dilakukan, untuk meminimalkan dampak negatif akibat tambahan bangkitan perjalanan pada jalan-jalan yang ada, khususnya pada jalan-jalan nasional. Studi ini dilakukan terhadap beberapa ruas jalan nasional yang mendapat prioritas untuk ditangani, sehingga dapat dibuat usulan penanganannya, serta dapat diperkirakan peningkatan kinerja ruas-ruas jalan tersebut akibat penanganan yang diusulkan. Setelah dilakukan penanganan terhadap beberapa ruas jalan nasional, studi ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja terbesar terjadi pada ruas Jalan Raya Denpasar-Tuban. Walaupun demikian, terdapat pula ruas-ruas jalan yang tidak mengalami peningkatan kinerja yang sig-nifikan, yang berarti bahwa usulan penanganan untuk ruas-ruas jalan ini perlu didukung dengan penambahan kapasitas jalan, untuk meningkatkan kinerja ruas-ruas jalan tersebut. Kata-kata kunci: analisis dampak lalu lintas; bangkitan perjalanan; jalan nasional; kinerja ruas jalan

    160

    full texts

    175

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal HPJI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇