Jurnal HPJI
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
KAJIAN EKSPERIMENTAL UMUR LELAH CAMPURAN BERASPAL DI INDONESIA DENGAN ALAT FOUR-POINT LOADING
Abstract
Fatigue cracking is the most dominant type of distress in flexible pavements. In this research, an experimental study was conducted to determine the fatigue life and flexural stiffness curves for several types of asphalt mixtures commonly used in Indonesia, namely Asphalt Concrete Wearing Course, Hot Rolled Sheet, and Stone Mastic Asphalt. The fatigue life test was carried out using a four-point loading device with strain control. This study shows that the asphalt content for Asphalt Concrete Wearing Course mixture is in the range of 5.63% to 6.50%, for Hot Rolled Sheet mixture is in the range of 7.40% to 8.49%, and for Stone Mastic Asphalt mixture is the range of 6.60% to 7.31%. This study also produced a fatigue curve, with the higher the strain applied to the flexible pavement, the shorter the fatigue life of the flexible pavement, and vice versa.
Keywords: flexible pavement; asphalt mixture; fatigue life; four-point loading
Abstrak
Retak lelah merupakan jenis kerusakan yang paling dominan pada perkerasan lentur. Pada penelitian ini dilakukan kajian eksperimental untuk menentukan umur lelah dan kurva kekakuan lentur pada beberapa jenis campuran beraspal yang umum digunakan di Indonesia, yaitu Asphalt Concrete Wearing Course, Hot Rolled Sheet, dan Stone Mastic Asphalt. Pengujian umur lelah dilakukan dengan menggunakan alat four-point loading dengan kontrol regangan. Studi ini menunjukkan bahwa kadar aspal untuk campuran Asphalt Concrete Wearing Course berada pada rentang 5,63% hingga 6,50%, untuk campuran Hot Rolled Sheet berada pada rentang 7,40% hingga 8,49%, dan untuk campuran Stone Mastic Asphalt berada pada rentang 6,60% hingga 7,31%. Pada studi ini juga dihasilkan kurva umur lelah, dengan semakin tinggi regangan yang diberikan pada perkerasan lentur, semakin pendek umur lelah perkerasan lentur tersebut, demikian pula sebaliknya.
Kata-kata kunci: perkerasan lentur; campuran beraspal; umur lelah; pengujian empat titi
PERENCANAAN DAN KONSERVASI SATWA UNTUK MITIGASI DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL ACEH
Abstract
The Aceh Toll Road section observed in this study is the northernmost toll road section on the Sumatera Toll Road, with a length of 74 km. This toll road section passes through 2 important ecosystems in northern Aceh, namely the Seulawah Ecosystem and the Ulu Masen Ecosystem. The ecosystem is home to protected animals, such as the Sumateran Tiger and Sumateran Elephant. As a result of the existence of toll roads that cross protected forests, the movement of wildlife in both ecosystems can be cut off or hampered. This study aims to examine the planning principles and development control components so that they can be implemented, as an effort to conserve nature and mitigate the negative impacts of development on wildlife. This study describes several criteria and development components that must be managed, in order to comply with planning principles or design proposals that meet all existing provisions.
Keywords: toll road; ecosystem; wild animal; conservation; impact mitigation
Abstrak
Ruas Jalan Tol Aceh yang dikaji pada studi ini merupakan ruas jalan tol yang paling utara pada Jalan Tol Sumatera, dengan panjang ruas jalan tol ini adalah 74 km. Ruas jalan tol ini melalui 2 ekosistem penting di Aceh bagian utara, yaitu Ekosistem Seulawah dan Ekosistem Ulu Masen. Ekosistem merupakan rumah satwa yang dilindungi, seperti Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera. Akibat adanya ruas jalan tol yang melintasi hutan lindung, pergerakan satwa liar di kedua ekosistem dapat terputus atau terhambat. Studi ini bertujuan untuk mengkaji prinsip perencanaan dan komponen pengendalian pembangunan agar dapat diimplementasikan, sebagai upaya untuk melakukan konservasi alam dan mitigasi dampak negatif pembangunan terhadap kehidupan satwa liar. Pada kajian ini dijelaskan beberapa kriteria dan komponen pembangunan yang harus dikelola, agar memenuhi prinsip-prinsip perencanaan atau sulan desain memenuhi semua ketentuan yang ada.
Kata-kata kunci: jalan tol; ekosistem; satwa liar; konservasi; mitigasi dampa
SKEMA ALOKASI RISIKO PERMINTAAN YANG OPTIMAL PADA INVESTASI JALAN TOL DI INDONESIA
Abstract
Demand risk is a significant risk in Public Private Partnership projects in the toll road sector. This risk is often beyond the control of both the public and private sectors. In Indonesia, user pay remains the sole investment return option where the private sector bears the demand risk. Meanwhile, some options for allocating demand risk exist in other countries, which have also been successfully implemented. This study aims to evaluate the criteria and sub criteria used to assess the demand risk allocation scheme options, rank these options, and determine the optimal risk allocation strategy for Indonesia’s context to increase investor participation in toll road investment projects. This study analyzed 3 options for allocating demand risk schemes with 5 criteria used to evaluate these options. Respondents from government agencies were asked to rate the importance of each criterion using the Analytic Network Process approach. This study shows that by considering the interdepen-dence of the criteria, the Value for Money criterion is the most significant factor. Regarding the demand risk allocation scheme options, the Availability Payment is the preferred option among the respondents.
Keywords: Public Private Partnership; demand risk allocation; toll road investment; Analytic Network Process
Abstrak
Risiko permintaan merupakan salah satu risiko yang signifikan pada proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha di sektor jalan tol. Risiko tersebut sering tidak bisa dikendalikan, baik oleh pihak Penanggung Jawab Proyek Kerjasama maupun oleh badan usaha. Di Indonesia, skema tarif masih menjadi satu-satunya opsi pengembalian investasi, dengan risiko permintaan sepenuhnya ditanggung oleh badan usaha. Sementara itu, terdapat opsi-opsi lain yang telah berhasil dipraktikkan di negara-negara lain. Studi ini dilakukan untuk mengiden-tifikasi dan menentukan tingkat kepentingan kriteria dan subkriteria yang digunakan untuk mengevaluasi dan menentukan opsi alokasi risiko yang optimal untuk konteks Indonesia, untuk dapat diterapkan dan dapat lebih meningkatkan partisipasi investor di proyek jalan tol. Analisis dilakukan terhadap 3 skema alokasi risiko permin-taan, dengan 5 kriteria penentu. Pemilihan skema alokasi risiko permintaan yang optimal dilakukan berdasar-kan persepsi responden dari pihak Pemerintah dengan pendekatan Analytic Network Process. Studi ini menun-jukkan bahwa dengan mempertimbangkan interdependensi antaratribut, kriteria Value for Money menjadi faktor terpenting. Untuk penilaian opsi skema alokasi risiko permintaan, responden lebih memilih Availability Payment.
Kata-kata kunci: Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha; alokasi risiko permintaan; investasi jalan tol; Analytic Network Proces
KARAKTERISTIK ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE DENGAN PASIR SILIKA BANGKA SEBAGAI AGREGAT HALUS
Abstract
Currently, the need for materials for road construction, especially aggregates, is increasing. In line with this, the provision of fine aggregate for road construction requires a relatively high cost. Therefore, the use of Bangka silica sand can be an alternative to meet the needs of the fine aggregate. This study aims to determine the effect of Bangka silica sand, which is used as fine aggregate, on the characteristics of the asphalt mixture used as a road pavement layer, especially the binder course. This research was conducted on 2 types of asphalt mixtures, namely asphalt mixtures using ordinary crushed stone and asphalt mixtures using silica sand from Bangka Island. Mix design to obtain a design mix formula is carried out using the Marshall method and based on the 2018 General Specifications of Bina Marga Revision 2, for the Roads and Bridges Sector. After obtaining the optimum asphalt content values, specimens with the optimum asphalt content were made, and then the mixture characteristics were tested using the Marshall test. The experimental results showed that the optimum asphalt content for the mixture using ordinary crushed stone was 5.5% and for the mixture using Bangka silica sand was 5.9%. The Retained Marshall Stability indexes for the mixture using ordinary crushed stone and Bangka silica sand were 94.6% and 90.8%, respectively, which means that both types of mixture meet the requirements.
Keywords: asphalt mixture; aggregate; fine aggregate; silica sand; optimum asphalt content
Abstrak
Saat ini kebutuhan material untuk pembangunan jalan, khususnya agregat, semakin meningkat. Sejalan dengan hal tersebut, penyediaan agregat halus untuk konstruksi jalan membutuhkan biaya yang relatif mahal. Karena itu, pemanfaatan pasir silika Bangka dapat menjadi suatu alternatif untuk memenuhi kebutuhan agregat halus tersebut. Studi ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pasir silika Bangka, yang digunakan sebagai agregat halus, terhadap karakteristik campuran beraspal yang digunakan sebagai lapis perkerasan jalan, khususnya lapis antara atau binder course. Penelitian ini dilakukan pada 2 jenis campuran beraspal, yaitu campuran beraspal yang menggunakan batu pecah biasa dan campuran beraspal yang menggunakan pasir silika yang berasal dari Pulau Bangka. Perancangan campuran untuk mendapatkan design mix formula dilakukan dengan menggunakan metode Marshall dan berdasarkan pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, untuk Bidang Jalan dan Jembatan. Setelah diperoleh nilai kadar aspal optimum, dibuat benda-benda uji dengan kadar aspal optimum tersebut, dan selanjutnya dilakukan pengujian terhadap karakteristik campuran dengan pengujian Marshall. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai Kadar Aspal Optimum campuran yang menggunakan batu pecah biasa adalah 5,5% dan untuk campuran yang menggunakan pasir silika Bangka adalah 5,9%. Indeks Kekuatan Sisa untuk campuran yang menggunakan batu pecah biasa dan yang menggunakan pasir silika Bangka, berturut-turut, adalah 94,6% dan 90,8%, yang berarti kedua jenis campuran memenuhi persyaratan.
Kata-kata kunci: campuran beraspal; agregat; agregat halus; pasir silika; kadar aspal optimu
PENGARUH KONTEKS KELEMBAGAAN DALAM PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PROYEK JALAN NASIONAL
Abstract
This paper aims to explore focus areas, institutional constraints, and institutional support for implementing Value Engineering for road construction projects, which include planning, design, and construction implemen-tation, at the Directorate General of Highways. Interviews were conducted to collect data and information related to institutional elements that influence the implementation of Value Engineering at the micro (individual), meso (organizational) and macro-organizational levels. The research sampling process was carried out purposi-vely, from those who had attended Value Engineering training at the Directorate General of Highways, with a minimum of introduction level and were actively involved in a number of projects that became pilots for the application of Value Engineering from 2018 to 2020. This study shows that organizational context has an influence on the application of Value Engineering within the Directorate General of Highways. This study also provides an indication that intervention is needed to overcome obstacles and encourage the effectiveness of the implementation of Value Engineering. This study also confirms that, in practice, the technical aspects of Value Engineering are not more important than the institutional aspects.
Keywords: Value Engineering; road construction; institutional support; institutional aspect
Abstrak
Makalah ini bertujuan mengeksplorasi area fokus, kendala, dan dukungan kelembagaan dalam penerapan Rekayasa Nilai pada proyek pembangunan jalan, yang meliputi perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan konstruksi, di Direktorat Jenderal Bina Marga. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang terkait dengan elemen-elemen kelembagaan yang memengaruhi penerapan Rekayasa Nilai di tingkat-tingkat mikro (individu), meso (organisasi), dan makro-organisasi. Proses pengambilan sampel penelitian dila-kukan secara purposif, kepada mereka yang telah mengikuti pelatihan Rekayasa Nilai di Direktorat Jenderal Bina Marga, dengan minimal pada jenjang pengenalan serta aktif terlibat dalam sejumlah proyek yang menjadi pilot penerapan Rekayasa Nilai pada tahun 2018 hingga tahun 2020. Studi ini menunjukkan bahwa konteks organisasi memiliki pengaruh terhadap penerapan Rekayasa Nilai di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga. Studi ini juga memberikan indikasi bahwa intervensi diperlukan untuk mengatasi kendala dan mendo-rong efektivitas penerapan Rekayasa Nilai. Penelitian ini juga menegaskan bahwa, dalam penerapannya, aspek teknis Rekayasa Nilai tidak lebih penting dibandingkan dengan aspek kelembagaannya.
Kata-kata kunci: Rekayasa Nilai; pembangunan jalan; dukugan kelembagaan; aspek kelembagaa
PENGARUH UKURAN BUTIR KARET BAN BEKAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE
Abstract
Crumb Rubber, obtained through retreading of used rubber tires, has the opportunity to be used in asphalt mixtures, thereby reducing the waste of used tire rubber. The purpose of this study was to analyze and compare the effect of adding Crumb Rubber with large particle sizes, which is passing sieve Number 4 and being retained by sieve Number 8, and small particle sizes, which is passing sieve Number 16, in the Asphalt Concrete-Binder Course mixture. The effect of Crumb Rubber is measured using the Marshall and Indirect Tensile Strength parameters. The proportion of addition of Crumb Rubber is 0% and 1.5% of the total weight of the aggregate. The binder used in this study was Penetration Grade Asphalt of 60/70, produced by Shell. This study shows that the addition of Crumb Rubber increases the values of Void in Mineral Aggregate, Void in Mix, and Marshall Flow, but decreases the values of density, Void Filled with Asphalt, Marshall Stability, Marshall Quotient, and Retained Marshall Stability, as well as decreases the values of Indirect Tensile Strength. Crumb Rubber with small particle size turned out to have a better effect than Crumb Rubber with large particle size.
Keywords: Crumb Rubber; asphalt mixture; Marshall Parameters; Indirect Tensile Strength
Abstrak
Crumb Rubber, yang didapat melalui vulkanisir ban karet bekas, mempunyai peluang untuk dipakai dalam campuran beraspal, sehingga dapat mengurangi limbah karet ban bekas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh penambahan Crumb Rubber dengan ukuran butir besar, yaitu lolos ayakan Nomor 4 dan tertahan ayakan Nomor 8, dan ukuran butir kecil, yaitu lolos ayakan Nomor 16, pada campuran Asphalt Concrete-Binder Course. Pengaruh Crumb Rubber diukur dengan menggunakan parameter Marshall dan Indirect Tensile Strength. Proporsi penambahan Crumb Rubber adalah 0% dan 1,5% terhadap berat total agregat. Bahan pengikat yang digunakan pada studi ini adalah Aspal Penetrasi 60/70 produksi Shell. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Crumb Rubber meningkatkan nilai-nilai Void in Mineral Aggregate, Void in Mix, dan Marshall Flow, tetapi menurunkan nilai-nilai kepadatan, Void Filled with Asphalt, Marshall Stability, Marshall Quotient, dan Rentained Marshall Stability, serta menurunkan nilai Indirect Tensile Strength. Crumb Rubber dengan butir kecil ternyata memberi pengaruh yang lebih baik daripada Crumb Rubber butir besar.
Kata-kata kunci: Crumb Rubber; campuran beraspal; Parameter Marshall; Indirect Tensile Strength
 
TEKNOLOGI ZINC CARTRIDGE DAN TI-WIRE SENSOR SEBAGAI TEKNOLOGI PROTEKSI KATODIK DAN PEMANTAUAN KOROSI BAJA TULANGAN BETON PERTAMA DI INDONESIA
Abstract
Corrosion of steel rebar in bridge structures is a growing issue worldwide. A pilot research project on corrosion hazards in Indonesia was carried out by employing maintenance technology using sacrificial anode cathodic protection and corrosion monitoring system based on wireless information and communication technology. This paper presents experimental studies on Zinc Cartridge as a concrete repair systems and utilization of Titanium Wire (Ti-Wire) Sensor as a reference electrode in the concrete repair system by applying them to chloride-contaminated concrete exposed to a dry-tropical climate environment. From the reported work, it can be concluded that Zinc Cartridge affords excellent corrosion protection in dry-tropical conditions, and that Ti-Wire Sensor is reliable to be used as a reference electrode for rebar corrosion monitoring in concrete.
Keywords: Zinc Cartridge; Ti-Wire Sensor; cathodic protection; corrosion protection; corrosion monitoring
Abstrak
Korosi baja tulangan pada struktur-struktur jembatan telah tumbuh menjadi suatu masalah di seluruh dunia. Suatu kajian awal tentang dampak korosi di Indonesia telah dilakukan dengan menggunakan sistem pemeliha-raan yang menggunakan teknologi proteksi katodik anode korban dengan dilengkapi teknologi pemantauan korosi berdasarkan sistem informasi dan komunikasi secara nirkabel. Makalah ini menyajikan suatu studi eksperimental tentang Zinc Cartridge sebagai sistem perbaikan beton dan pemanfaatan sensor Titanium Wire (Ti-Wire) sebagai elektrode referensi dalam sistem perbaikan beton, dengan menerapkannya pada beton terkontaminasi klorida yang terpapar lingkungan iklim tropis kering. Berdasarkan hasil studi dan pengamatan yang didapat, diperoleh kesimpulan bahwa Zinc Cartridge System mampu memberikan perlindungan korosi yang sangat baik dalam kondisi lingkungan tropis yang kering, dan sensor Ti-Wire dapat diandalkan untuk digunakan sebagai elektrode referensi untuk pemantauan korosi tulangan pada beton.
Kata-kata kunci: Zinc Cartridge; Ti-Wire Sensor; proteksi katodik; perlindungan korosi; pemantauan koros
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS FINITE ELEMENT UNTUK STABILITAS DAN PENURUNAN TIMBUNAN DENGAN BEBERAPA SOIL MODEL DI LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN JALAN TOL SUBANG
Abstract
The challenge in designing the Subang Toll Road lies in the original soil conditions, with soil consistency between very soft and soft. This soft soil has low bearing capacity, high compressibility, and low permeability. Soil improvement using soil replacement has been common for soft soil conditions that are not thick, and this soil improvement can increase the bearing capacity of the soil and reduce the thickness of compressible soil. This study aims to perform embankment modeling using PLAXIS 2D software version 22, by comparing 3 soil models, namely the Mohr Coulomb, Hardening Soil, and Soft Soil models. Based on the modeling results, the Advanced Soil Model has a better approach compared to the Mohr Coulomb Model, which is a simple model. The results show that the Hardening Soil Model produces a settlement value that is closest to the results of 1-dimensional Terzaghi calculations. In addition, the Hardening Soil Model is the most conservative soil model, because it provides the highest settlement value, highest excess pore water pressure, and the lowest safety factor.
Keywords: toll road; soil consistency; soft soil; soil replacement; soil model
Abstrak
Tantangan dalam perancangan Jalan Tol Subang adalah pada kondisi tanah asli, dengan konsistensi tanah antara sangat lunak hingga lunak. Tanah lunak ini memiliki daya dukung yang rendah, kompresibilitas yang tinggi, dan permeabilitas yang rendah. Perbaikan tanah menggunakan soil replacement telah biasa dilakukan, untuk kondisi tanah lunak yang tidak tebal, dan perbaikan tanah ini dapat meningkatkan daya dukung tanah serta mengurangi tebal tanah kompresibel. Studi ini bertujuan untuk melakukan pemodelan timbunan dengan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D versi 22, dengan membandingkan 3 soil model, yaitu model-model Mohr Coulomb, Hardening Soil, dan Soft Soil. Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, Advanced Soil Model merupakan pendekatan yang lebih baik dibandingkan dengan Mohr Coulomb Model, yang merupakan model sederhana. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Hardening Soil Model menghasilkan nilai penurunan yang paling mendekati hasil perhitungan 1 dimensi Terzaghi. Selain itu, Hardening Soil Model merupakan soil model yang paling konservatif, karena memberikan nilai penurunan yang terjadi dan angka air pori ekses yang paling tinggi serta nilai faktor keamanan yang paling rendah.
Kata-kata kunci: jalan tol; konsistensi tanah; tanah lunak; soil replacement; soil mode
SAMBUL: SANDAL TIMBUL DENGAN MENGAPLIKASIKAN FUNGSI HURUF BRAILE YANG DILENGKAPI SENSOR SUARA GUNA MEMUDAHKAN PARA PENYANDANG TUNANETRA SAAT BERJALAN DI TROTOAR
Abstract
Not all humans in this world are born with normal physical conditions. Some of them have physical disabilities, one of which is blind. There are many problems experienced by blind people so far. One of them is that they are not aware when they are walking on the sidewalk. This is of course very dangerous for them. Based on these problems, a tool for the blind was designed in this research, in the form of embossed sandals or SAMBUL, which can be used by the blind to travel, especially on the sidewalk. With the results of this study, it is hoped that the Government can help turn the resulting designs into ready-to-use items, so that they can help blind people when walking on the sidewalks.
Keywords: disability; blind; Braille letters; embossed sandals; SAMBUL; sidewalk
Abstrak
Tidak semua manusia di dunia ini dilahirkan dengan kondisi fisik yang normal. Beberapa di antara mereka memiliki kelainan fisik, yang salah satunya ialah tunanetra. Banyak permasalahan yang dialami oleh penyandang tunanetra selama ini. Satu di antaranya ialah bahwa mereka tidak sadar jika sedang berjalan di trotoar. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang sebuah alat bagi penyandang tunanetra, berupa sandal timbul atau SAMBUL, yang dapat digunakan oleh para penyandang tunanetra untuk melukan perjalanan, khususnya di trotoar. Dengan adanya hasil penelitian ini, diharapkan Pemerintah dapat membantu mewujudkan desain yang dihasilkan menjadi barang siap pakai, sehingga dapat membantu para penyandang tunanetra saat berjalan di trotoar.
Kata-kata kunci: disabilitas; tunanetra; huruf braile; sandal timbul; SAMBUL; trotoa
PERANCANGAN ULANG PERKERASAN JALAN BETON PADA UNDERPASS SUDIRMAN DI KOTA AMBON
Abstract
In this study, a pavement redesign was carried out on the Sudirman Underpass, in Ambon City. Two methods were used to design the pavement, namely the AASHTO Method (1993) and the Bina Marga Method (2017). The traffic volume data used is traffic volume data obtained based on a survey conducted after the Sudirman Underpass was put into operation. By using the same design life and pavement material characteristics, this study shows that the Bina Marga Method (2017) produces thinner pavement than the AASHTO Method (1993). The difference in the resulting pavement thickness is about 10% or 35 mm.
Keywords: road pavement; pavement design; traffic volumes; design life
Abstrak
Pada studi ini dilakukan perancangan ulang perkerasan jalan pada Underpass Sudirman, di Kota Ambon. Dua metode digunakan untuk merancang perkerasan tersebut, yaitu Metode AASHTO (1993) dan Metode Bina Marga (2017). Data volume lalu lintas yang digunakan adalah data volume lalu lintas yang didapat berdasarkan survei yang dilakukan setelah Underpass Sudirman dioperasikan. Dengan menggunakan umur desain serta ka-rakteristik material perkerasan yang sama, studi ini menunjukkan bahwa Metode Bina Marga (2017) mengha-silkan perkerasan yang lebih tipis dibandingkan dengan Metode AASHTO (1993). Perbedaan tebal perkerasan yang dihasilkan adalah sekitar 10% atau 35 mm.
Kata-kata kunci: perkerasan jalan; perancangan perkerasan; volume lalu lintas; umur desain