Jurnal HPJI
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
ACCIDENT AMONG CHILDREN IN INDONESIA URBAN AREAS
Abstract Road crash fatalities in Indonesia are substantially high with around 30,000 deaths annually, in which 12 percent of them were children age below 15 years old. They are not only just a victim, but also 13 percent of them were a preparatory of accidents because of the underage motorcycle riders and community ignorance. The safety of children younger than 15 years in low and middle income countries receives substantial attention from road safety advocates activist in Indonesia. The study objectives are to highlight the magnitude of the problem in particularly associated to motorcycle and pedestrian accidents among the children in five metropolitan cities with highest number of accidents and then adjusting to the population cohort structure to find whether there a substantial exposure problem compare to the adult. The finding will be important for advocates’ road safety program to the children in Indonesia. Keywords: road safety, road traffic accident, children casualties, children fatalities Abstrak Korban kecelakaan jalan di Indonesia dilaporkan berada pada jumlah yang tinggi, yaitu sekitar 30.000 kematian setiap tahunnya, dengan 12% merupakan korban anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Namun, mereka bukan saja sebagai korban, tapi juga pelaku kecelakaan (13%) yang disebabkan oleh penggunaan motor di bawah umur (tanpa SIM) dan ketidakpedulian masyarakat atas permasalahan ini. Keselamatan anak-anak di bawah 15 tahun di negara berkembang mendapat perhatian dari aktivis pendukung keselamatan jalan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyoroti masalah kecelakaan yang melibatkan anak-anak di bawah 15 tahun, terutama yang terkait dengan kecelakaan sepeda motor dan pejalan kaki di lima kota metropolitan dengan jumlah kecelakaan tertinggi di Indonesia, yang kemudian disesuaikan dengan struktur kelompok populasi untuk mengetahui apakah ada masalah perbandingan yang substansial dengan orang dewasa. Temuan ini akan menjadi masukan yang berharga bagi para perancang program keselamatan jalan bagi anak-anak di Indonesia. Kata-kata kunci: keselamatan jalan, kecelakaan lalulintas, korban anak-anak, korban meninggal anak-ana
PENDEKATAN DESAIN PONDASI JALAN DI JALUR PANTURA
Abstract Pantura Jawa Road, located in the corridor Java\u27s north coast, is a national road which is very important in supporting economic growth in Indonesia, especially in Java economic growth. The road is located in the alluvial deposits in the category of soft soil that is "in the age of resen", meaning younger than 10,000 years in the geological period known as the Holocene. This condition causes a geotechnical failure in some road sections in the Pantura Road. Some conditions, such as overloading, rad hierarchy changes, and environmental conditions in the vicinity of the Pantura Road cause premature damage to pavement before the design life is reached. Pavement design basically assumes that geotechnical problems are solved with geotechnical approaches, including three performance factors that must be considered in the design of embankment on soft soil, namely freeboard, settlement, and the stability of the embankment. Directorate General of Highways has given design guides for road foundation on soft soil, which is in the Pavement Design Manual, which has a strong base approach with a design life of 40 years. Keywords: soft soil, damage to roads, road foundation, foundation design life Abstrak Jalan Pantura yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa merupakan jalan nasional yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa. Jalan ini berada pada endapan alluvial dengan kategori tanah lunak yang "berumur resen", yaitu berumur kurang dari 10.000 tahun yang dalam periode geologi dikenal sebagai Holosen. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kegagalan geoteknik di beberapa ruas di Pantura. Beberapa kondisi seperti overloading, peralihan hirarki jalan, dan kondisi lingkungan di sekitar Jalan Pantura menyebabkan kerusakan dini perkerasan sebelum umur rencananya tercapai. Desain perkerasan pada dasarnya mengasumsikan permasalahan geoteknik diselesaikan dengan pendekatan geoteknik, di antaranya tiga faktor kinerja yang harus diperhatikan dalam desain timbunan di atas tanah lunak adalah freeboard, penurunan, dan stabilitas timbunan. Direktorat Jenderal Bina Marga telah memberikan acuan perencanaan fondasi jalan di atas tanah lunak dalam Manual Desain Perkerasan yang memiliki prinsip strong base approach dengan umur rencana fondasi jalan 40 tahun. Kata-kata kunci: tanah lunak, kerusakan jalan, fondasi jalan, umur rencana fondas
PERAN INFRASTRUKTUR JALAN PANTURA JAWA DALAM RANGKA MENDUKUNG PENINGKATAN EKONOMI NASIONAL
Abstract The Javanese North Coast National Road Corridor, known as “Pantura” is vital for national economic growth especially in Java Island. The development of The Great Post Road by the government of Hindia Belanda General Governor, Herman Willem Daendels in 1800s become the pioneer of today Pantura’s corridor. Concomitant with the increasing volume of vehicles passing through Pantura, the saturation degree of the corridor is at its limit. Furthermore, inadequate drainage infrastructure alongside Pantura is also one of the factors that worsen road deterioration. Land use around Pantura’s perimeters is densely with industrials complexes and highly populated that makes it difficult for road development and expansion. There are several alternative solutions to reduce the saturation degree of Pantura Java, such as distributing the movement of goods and services into other transportation modes, intersection improvement, law enforcement for over load heavy vehicles, and construct/develop alternative routes. Directorate General of Highways aims to accelerate the construction of Trans Java National Toll Road, expanding and improving other National Corridor Road, such as Central Corridor Road, South Corridor Road, Trans South-South Java and developing ring road in the centers of regional activity in Java. Keywords: National Road, Pantura Lane, transportation infrastructure, ring road Abstrak Jalan Pantura merupakan salah satu tonggak utama pertumbuhan perekonomian nasional masyarakat khususnya Pulau Jawa. Pembangunan Jalan Raya Pos oleh pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels pada tahun 1800-an menjadi cikal bakal Jalur Pantura saat ini. Seiring dengan pertumbuhan volume kendaraan yang melalui Jalan Pantura, tingkat kejenuhan Jalan Pantura semakin tinggi dan tidak memungkinkan lagi untuk menampung volume kendaraan yang melewati Jalan Pantura. Selain itu infrastruktur drainase di sepanjang Jalan Pantura yang kurang baik juga dapat menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan badan jalan tersebut. Kondisi sekitar Jalur Pantura yang padat penduduk dan industri membuat Jalur Pantura sulit untuk dikembangkan. Oleh karena itu solusi untuk mengurangi tingkat kejenuhan Jalur Pantura Jawa, antara lain, adalah dengan mendistribusikan pergerakan barang dan jasa ke moda transportasi lain, melakukan perbaikan simpang, dan meningkatkan law enforcement untuk mengendalikan kendaraan dengan muatan yang melebihi kapasitas badan Jalan Pantura. Sebagai implementasi alternatif solusi tersebut, Ditjen Bina Marga saat ini telah melakukan upaya penyelesaian pembangunan Jalan Nasional Tol Trans Jawa dan penanganan jalan nasional lintas lain, seperti Lintas Tengah, Lintas Selatan, dan Lintas Pantai Selatan Pulau Jawa serta menambah pembangunan jalan lingkar di pusat-pusat kegiatan wilayah di Pulau Jawa. Kata-kata kunci: Jalan Nasional, Jalur Pantura, infrastruktur transportasi, jalan lingka
SUPPORTED BUILD OPERATE TRANSFER EFFECTIVENESS ANALYSIS TO IMPROVE FINANCIAL FEASIBILITY OF TOLL ROADS IN INDONESIA
Abstract This paper is aimed to analyze Supported Build Operate Transfer as an alternative toll road development financing scheme in the Public Private Partnership framework. Support alternatives analyzed include construction grant, operation grant, tax holiday, and soft loan. The adopted approach consists of classifying groups of non-financially feasible toll roads based on the main causes, analyzing effective support alternative for each group, and performing sensitivity analysis to measure the relationship between the condition of financial infeasibility and the extent of the needed support. Analysis results show that the most effective support is construction grant (investment cost) and operation grant (revenue improvement) while supports in form of tax reduction or decrease of discount rate are very marginal. The analysis also indicate that Supported Build Operate Transfer is effective to be granted to toll roads that need relatively high investment cost but have low revenue. Meanwhile, for toll roads that need high investment cost and have high revenue, it is not suggested to apply Supported Build Operate Transfer. For toll roads with low investment cost and low revenue, the government has to get involved by applying Availability Based Payment scheme as in this case, besides support at initial phase, support during operation phase would also be needed. Keywords: toll road, Public Private Partnership, Supported Build Operate Transfer, Availability Based Payment Abstrak Makalah ini bertujuan untuk menganalisis Supported Build Operate Transfer sebagai alternatif skema pembiayaan pembangunan jalan tol dalam kerangka Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha. Dukungan alternatif yang dianalisis meliputi hibah konstruksi, hibah operasi, tax holiday, dan soft loan. Pendekatan yang diadopsi terdiri atas penggolongan kelompok jalan tol yang tidak layak secara finansial berdasarkan penyebab utamanya, menganalisis alternatif dukungan yang efektif untuk masing-masing kelompok, dan melakukan analisis sensitivitas untuk mengukur hubungan antara kondisi ketidakseimbangan keuangan dan tingkat dukungan yang dibutuhkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan yang paling efektif adalah hibah konstruksi (investment cost) dan hibah operasi (revenue improvement) sementara dukungan dalam bentuk pengurangan pajak atau penurunan tingkat diskonto sangat marjinal. Analisis juga menunjukkan bahwa Supported Build Operate Transfer efektif untuk diberikan pada jalan tol yang membutuhkan biaya investasi yang relatif tinggi namun memiliki pendapatan rendah. Sedangkan untuk jalan tol yang mem-butuhkan biaya investasi tinggi dan memiliki pendapatan tinggi, tidak disarankan untuk menerapkan Supported Build Operate Transfer. Untuk jalan tol dengan biaya investasi rendah dan pendapatan rendah, pemerintah harus terlibat dengan menerapkan skema Available Based Payment, seperti pada kasus ini, selain dukungan pada tahap awal, dukungan selama tahap operasi juga akan dibutuhkan. Kata-kata kunci: jalan tol, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, Supported Build Operate Transfer, Availability Based Paymen
METODOLOGI ANALISIS MODEL SISTEM NERACA SOSIAL EKONOMI-AR SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN JARINGAN JALAN YANG BERKEADILAN
Abstract The development of road infrastructure network aims to support economic growth as well as equity. To design the right strategy in line with its objectives, it is necessary to measure the magnitude of the multiplier effect of road infrastructure development for descriptive and quantitative analyzes. This paper is intended to examine the use of the multiplier measurement methodology with the analysis model of the Interregional Social Accounting Matrix (IRSAM). Analyzes that can be done with IRSAM analysis model include income distribution, impact analysis of road network development policy. Keywords: road infrastructure, quantitative analysis, income distribution, social accounting matrix, road network development policy Abstrak Pengembangan jaringan infrastruktur jalan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan. Untuk merancang strategi yang tepat sesuai dengan tujuannya, perlu untuk diukur besarnya efek multiplier pembangunan infrastruktur jalan untuk dianalisis secara diskriptif dan kuantitatif. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji penggunaan metodologi pengukuran multiplier dengan model analisis Sistem Neraca Sosial Ekonomi Antar-Regional (SNSE-AR). Analisis yang dapat dilakukan dengan model analisis SNSE-AR tersebut antara lain distribusi pendapatan, analisis dampak kebijakan pengembangan jaringan jalan. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan, analisis kuantitatif, distribusi pendapatan, sistem neraca sosial ekonomi, kebijakan pengembangan jaringan jala
SISTEM DRAINASE PADA JALAN PANTURA: PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF SOLUSI
Abstract Pantura Jawa Road is one of the most important national roads because this road connects major economic centers in Indonesia, namely Jakarta and Surabaya. An issue recently developed on Pantura Road is premature damage due to the drainage system malfunction. To reveal the drainage system problems at the Pantura Road, this paper described the condition of the existing pavement system and its drainage system, and a review of the design manual of drainage system which is used. The road deterioration on the Pantura Road is caused by the insufficient pavement bearing capacity to carry overloading traffic and to sustain the environment impact along the roads. Therefore, integrated transport infrasatruktur transport discourse for the Pantura Road needs to be realized. To support this discourse and the effort to enhance the Pantura Road, several alternative solutions related to the drainage system on the Pantura Road are proposed at the end of this article with the purpose of maintaining the pavement structure the road so that the road can reach its lifespan. Keywords: Pantura Jawa Road, road pavement systems, road drainage system, road deterioration Abstrak Jalan Pantura Jawa merupakan salah satu jalan nasional terpenting karena jalan ini menghubungkan pusat perekonomian utama di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya. Suatu isu yang berkembang pada Jalan Pantura saat ini adalah kerusakan dini karena terganggunya sistem drainase jalan. Untuk mengungkap permasalahan pada sistem drainase Jalan Pantura, pada artikel ini dipaparkan kondisi sistem perkerasan Jalan Pantura eksisting berikut sistem drainasenya, dan tinjauan terhadap manual desain perencanaan sistem drainase yang telah digunakan. Kerusakan pada Jalan Pantura disebabkan daya dukung perkerasan dan lingkungan di sepanjang jalan tersebut kurang dapat mendukung beban lalulintas berlebih dan pengaruh lingkungan yang ada. Oleh karena itu, wacana untuk melakukan integrasi infrastruktur transportasi di Pantura Jawa diharapkan dapat segera direalisasikan. Untuk mendukung wacana ini dan mendukung upaya pembenahan Jalan Pantura, beberapa alternatif solusi yang terkait dengan sistem drainase pada Jalan Pantura diusulkan pada bagian akhir artikel ini dengan tujuan menjaga struktur perkerasan pada Jalan Pantura agar dapat mencapai akhir umur layanannya. Kata-kata kunci: Jalan Pantura Jawa, sistem perkerasan jalan, sistem drainase jalan, kerusakan jala
PENGEMBANGAN BUS WISATA KOTA DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA TARIK KAWASAN WISATA
Abstract Government and private sector in Indonesia develop tourism in order to increase number of tourists come to Indonesia. Development of tourism needs infrastructure toward, inside, and out of tourism area. The aim of this study is to evaluate the development of city tour bus in increasing the tourism area attractiveness. Case studies are city tour bus Werkudara in Surakarta and city tour bus Bandros in Bandung. More than 300 tourists as respondents involved in this study. An Analysis was performed to determine important factors of service quality, performance of the city tour bus, and Customer Satisfaction Index. The results indicated that the important factors of service quality are driver performance, bus velocity, and tour guide performance. Furthermore, city tour bus performance that has to be increased is tour guide performance and safety equipment in the bus for Werkudara, with Customer Satisfaction Index of 69.30%, and easiness to have operational bus schedule for Bandros, with Customer Satisfaction Index of 66.17%. Keywords: tourism, city tour bus, service quality, Customer Satisfaction Index Abstrak Pengembangan pariwisata di Indonesia yang dilakukan pemerintah dan swasta untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan memerlukan sarana dan prasarana transportasi menuju, di dalam, dan dari kawasan wisata. Tujuan studi ini adalah mengkaji pengembangan bus wisata kota dalam mendukung peningkatan daya tarik kawasan wisata. Studi kasus dilakukan terhadap bus wisata kota Werkudara di Surakarta dan bus wisata kota Bandros di Bandung. Lebih dari 300 wisatawan sebagai responden terlibat dalam studi ini. Analisis dilakukan untuk menentukan faktor-faktor penting kualitas pelayanan, kinerja bus wisata kota, dan Customer Satisfaction Index. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor-faktor penting kualitas pelayanan menurut responden adalah kinerja pengemudi bus, kecepatan bus, dan kemampuan presentasi pemandu wisata. Selanjutnya, kinerja bus wisata yang harus ditingkatkan adalah kemampuan presentasi pemandu wisata dan peralatan keselamatan di dalam bus untuk bus wisata Werkudara, dengan Customer Satisfaction Index sebesar 69,30% dan kemudahan memperoleh informasi jadwal operasional bus untuk bus wisata Bandros, dengan Customer Satisfaction Index bernilai 66,17%. Kata-kata kunci: pariwisata, bus wisata kota, kualitas pelayanan, Customer Satisfaction Inde