KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Membangun e-learning di SMK Negeri 1 Malang Menggunakan Moodle 1.9
Sugiarti, Maya (2009) “Membangun Sistem E-Learning di SMK Negeri 1 MalangMenggunalan Moodle 1.9”. Tugas Akhir, Program Studi Teknik KomputerJaringan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Siti Sendari, S.T, M.T.Kata Kunci : e-learning, pembelajaran, web, internet, moodleSekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Malang adalah sekolah yang bergerakdi bidang Bisnis Manajement, Pariwisata, Teknologi Informasi dan Pertanian.Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2008 / 2009 ini mencapai kurang lebih 1635siswa dibagi dalam 44 rombongan belajar. Dengan jumlah ruang kelas pada saatini ada 30 ruangan, maka proses belajar mengajar dilakukan secara moving classkarena kelas tidak mencukupi. SMK Negeri 1 Malang memiliki 6 LaboratoriumKomputer, 2 diantaranya terhubung ke jaringan lokal dan internet. Untukmembantu memaksimalkan proses belajar mengajar secara moving class makaperlu adanya pembelajaran jarak jauh. Dengan harapan siswa dapat belajar secaramandiri diluar jam pelajaran. Dengan adanya teknologi e-learning dan aplikasimoodle yang mendukung tercapainya e-learning maka kami ingin menerapkanpembelajaran dalam bentuk e-learning di SMK Negeri 1 Malang menggunakanMoodle 1.9Penelitian ini dirancang untuk membangun sistem pembelajaran e-learninguntuk mata pelajaran produktif yang ada di SMK Negeri 1 Malang dengandidukung oleh software Moodle 1.9. Salah satu media yang mendukungpembelajaran ini adalah jaringan komputer yang memungkinkan untukdikembangkan dalam bentuk web. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan disistem e-lerning ini untuk guru adalah upload materi pelajaran, Membuat quizatau soal ujian online, mengelola kegiatan offline atau tugas-tugas sekaligusmemberikan nilai, mengikuti forum yang disediakan, mengikuti chat yangdisediakan. Untuk siswa adalah, mendownload materi pelajaran, mengikuti quizatau soal ujian online yang telah disediakan dan dijadwalkan, mengikuti kegiatanoffline., mengikuti forum yang disediakan, mengikuti chat yang disediakan.Dari hasil pengujian Sistem E-learning pada beberapa mata pelajaranproduktif, rata-rata responden tertarik dan antusias menggunakan modelpembelajaran ini. Dengan pemanfaatan e-learning sebagai sarana pembelajarandiharapkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar diharapkan akan semakin baik.Hasil beberapa uji coba pembelajaran dengan e-learning itu telah memberikanbanyak masukan untuk perbaikan sistem
PENGARUH VOLUME ALIR UDARA TERHADAP POLA SEBARAN GELEMBUNG PADA BUBBLE PLUME
Bubble plume merupakan suatu cara yang efektif untuk menghasilkan gelembung udara dengan cara menginjeksikan udara dari bawah bejana. Bubble plume bermanfaat untuk proses pertukaran gas, pembangkitan turbulensi aliran, mengumpulkan partikel-partikel yang mengambang pada permukaan cairan dan juga untuk pencampuran zat kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh volume alir udara terhadap pola sebaran gelembung pada bubble plume. Instalasi peralatan penelitian terdiri dari sebuah bejana tembus pandang merupakan wadah fluida sebagai tempat dilakukannya pengamatan. Ukuran bejana adalah panjang 500 mm, lebar 24 mm dan tinggi 750 mm. Bubble generator dibuat dari 110 jarum dengan diameter lubang 0.25 mm yang diletakkan dibagian bawah bejana, berfungsi untuk menghasilkan gelembung pada fluida. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Data dalam bentuk gambar diperoleh dengan menggunakan kamera digital, kemudian gambar tersebut ditransfer ke komputer untuk diolah. Pola sebaran gelembung dibangkitkan dengan menginjeksikan udara dari bawah bejana. Eksperimen dilakukan dengan memvariasikan besar volume alir udara yaitu 4.16 x 10-6m3/det, 6.67 x 10-6m3/det, 10.4 x 10-6m3/det, 18.83 x 10-6m3/det dan 31.6 x 10-6m3/det. Pengolahan data menggunakan software ImageJ untuk mendapatkan jumlah, ukuran dan posisi gelembung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan volume alir udara meningkatkan jumlah dan diameter gelembung serta semakin melebarnya interval diameter dan penyebaran gelembung. Pada tiap volume alir udara cenderung terjadi penggabungan gelembung secara intermittent. Penggabungan intermittent melemah dengan meningkatnya volume alir udara
Kontrol temperatur rice cooker berbasis mikrokontroler AT Mega 16
ABSTRAK Hadi Yusanto, Dwi. 2009. Kontrol Temperatur Rice Cooker Berbasis Mikrokontroler AT Mega 16. Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. Kata Kunci: Rice Cooker, Sensor Suhu , Keypad, LCD Kemajuan teknologi di dunia semakin tahun semakin cepat dan berkembang, dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin berkembang maka banyak tercipta peralatan elektronik yang bekerja secara otomatis, kemajuan tersebut juga merambat pada peralatan rumah tangga Sebelum ada perkembangan teknologi, pada peralatan rumah tangga masih banyak yang bersifat tradisional dan manual. Pada dasarnya peralatan tersebut masih sangat merepotkan dikarenakan belum menggunakan listrik atau rangkaian elektronik, tetapi dengan terkena imbas dari kemajuan teknologi peralatan rumah tangga sekarang ini sudah mengalami kemajuan. Kemajuan yang ada pada peralatan rumah tangga baru saat ini membantu ibu-ibu rumah tangga dalam memasak sebagai contoh terciptanya peralatan seperti rice cooker, microwave, dispenser, blender, mixer, dan lain-lain. Tetapi pada peralatan tersebut belum dilengkapi oleh pengontrol suhu, pengontrol putaran, pengontrol tekanan. Seperti halnya pada rice cooker alat tersebut bisa menanak nasi dan menghangatkan nasi, tetapi alat ini bekerja terus-menerus sehingga menyebabkan nasi menjadi kering dan tidak layak konsumsi. Alat kontrol temperatur rice cooker berbasis mikrokontroler AT Mega 16 ini tersusun dari beberapa komponen yaitu: (1) Keypad 3x4 berfungsi untuk memberi masukan berapa suhu yang diiginkan dan tombol tertentu sebagai instruksi memulai suatu perintah (2) Sensor suhu LM-35 sebagai perasa temperatur yang dihasilkan oleh elemen pemanas yang ada pada rice cooker (3) Pengkondisi Sinyal non-inverting berfungsi untuk menguatkan tegangan keluaran dari sensor (4) Mikrokontroler AT Mega 16 berfungsi sebagai pusat kendali utama yang mengkoordinasikan seluruh perangkat input dan output pada sistem. (5) Relay berfungsi sebagai driver untuk menghubungkan tegangan AC dan DC (6) LCD M1632 berfungsi sebagai penampil karakter huruf dan angka untuk mempermudah pengoprasian alat. Dari hasil pengujian dan analisis diperoleh kesimpulan yaitu: (1) Keypad 3x4 sudah bisa digunakan dengan baik sebagai instruksi masukan suhu. (2) Sensor suhu LM-35 menjadi input dari sistem ini telah sesuai dengan perancangan dan sudah bisa merasakan berapa besar suhu yang ada di sekitar sensor. (3) Pengkondisi Sinyal non-inverting telah berjalan dengan baik sesuai dengan perancangan karena bisa melakukan penguatan sebesar 4 kali. (4) Mikrokontroler AT Mega 16 telah berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan karena sudah memadukan perangkat input dan output (5) Penggunaan modul LCD M1632 untuk menampilkan petunjuk penggunaan alat serta untuk menampilkan berapa suhu yang ada dan menampilkan keterangan yang ada pada alat dapat berjalan sesuai yang diharapkan. (6) Dengan mengamati hasil pengujian tiap bagian maupun secara keeluruhan baik untuk hardware maupun software, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perancangan yang dilakukan telah berhasil dan alat dapat bekerja sesuai yang diharapkan.
Membangun e-learning di SMK Negeri 1 Malang Menggunakan Moodle 1.9
oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/2332Sasongko, Mei Dwi (2009) “Membangun Sistem E-Learning di SMK Negeri 1 MalangMenggunalan Moodle 1.9”. Tugas Akhir, Program Studi Teknik KomputerJaringan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Siti Sendari, S.T, M.T.Kata Kunci : e-learning, pembelajaran, web, internet, moodleSekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Malang adalah sekolah yang bergerakdi bidang Bisnis Manajement, Pariwisata, Teknologi Informasi dan Pertanian.Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2008 / 2009 ini mencapai kurang lebih 1635siswa dibagi dalam 44 rombongan belajar. Dengan jumlah ruang kelas pada saatini ada 30 ruangan, maka proses belajar mengajar dilakukan secara moving classkarena kelas tidak mencukupi. SMK Negeri 1 Malang memiliki 6 LaboratoriumKomputer, 2 diantaranya terhubung ke jaringan lokal dan internet. Untukmembantu memaksimalkan proses belajar mengajar secara moving class makaperlu adanya pembelajaran jarak jauh. Dengan harapan siswa dapat belajar secaramandiri diluar jam pelajaran. Dengan adanya teknologi e-learning dan aplikasimoodle yang mendukung tercapainya e-learning maka kami ingin menerapkanpembelajaran dalam bentuk e-learning di SMK Negeri 1 Malang menggunakanMoodle 1.9Penelitian ini dirancang untuk membangun sistem pembelajaran e-learninguntuk mata pelajaran produktif yang ada di SMK Negeri 1 Malang dengandidukung oleh software Moodle 1.9. Salah satu media yang mendukungpembelajaran ini adalah jaringan komputer yang memungkinkan untukdikembangkan dalam bentuk web. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan disistem e-lerning ini untuk guru adalah upload materi pelajaran, Membuat quizatau soal ujian online, mengelola kegiatan offline atau tugas-tugas sekaligusmemberikan nilai, mengikuti forum yang disediakan, mengikuti chat yangdisediakan. Untuk siswa adalah, mendownload materi pelajaran, mengikuti quizatau soal ujian online yang telah disediakan dan dijadwalkan, mengikuti kegiatanoffline., mengikuti forum yang disediakan, mengikuti chat yang disediakan.Dari hasil pengujian Sistem E-learning pada beberapa mata pelajaranproduktif, rata-rata responden tertarik dan antusias menggunakan modelpembelajaran ini. Dengan pemanfaatan e-learning sebagai sarana pembelajarandiharapkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar diharapkan akan semakin baik.Hasil beberapa uji coba pembelajaran dengan e-learning itu telah memberikanbanyak masukan untuk perbaikan sistem
Desain Pintu Otomatis Menggunakan RFID
ABSTRAK Dwi Pratama, Cahya. 2009. Desain Pintu Otomatis Menggunakan RFID. Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. (II) Siti Sendari, S.T., M.T. Kata Kunci: Pintu, Otomatis, RFID, mikrokontroler AT89S8252 Tindak kejahatan yang terjadi pada lingkungan gedung perkantoran bahkan di lingkungan rumah akhir-akhir ini semakin sering terjadi, angka kriminalitas pun semakin meningkat. Di dalam sebuah gedung perkantoran tentunya banyak benda-benda penting yang tersimpan di beberapa ruangan. Semakin banyak ruangan yang menyimpan benda-benda penting, maka semakin tinggi kebutuhan sistem keamanan gedung tersebut. Hal ini menjadi kurang efisien jika tugas itu di kerjakan oleh tenaga manusia, misalnya dalam suatu gedung terdapat puluhan ruangan, untuk memaksimalkan keamanan tentunya diperlukan puluhan tenaga manusia untuk berpatroli di setiap ruangan itu. Dalam suatu gedung biasanya terdapat ruangan-ruangan tertentu yang bersifat eksklusif, artinya tidak sembarang orang diperkenankan masuk selain yang berkepentingan. Prinsip kerja dari desain pintu otomatis menggunakan RFID ini adalah terdeteksinya setiap objek yang akan masuk pada pintu dengan menggunakan RFID. Ketika tag RFID terdeteksi maka pintu akan terbuka dan sensor infra merah akan menghitung jumlah objek yang ada didalam ruangan saat melewati pintu, kemudian pintu akan tertutup. Sebaliknya, jika tag RFID tidak terdeteksi, maka alarm akan berbunyi. Sementara itu jika objek ingin keluar ruangan, juga menggunakan tag RFID untuk dapat membuka pintu, dan sensor infra merah akan mengurangi jumlah objek dalam ruangan. Dari hasil pengujian dan analisis diperoleh kesimpulan yaitu: (1) RFID bisa digunakan sebagai piranti pengenal pada objek yang telah terdaftar atau sesuai dengan data yang ada pada mikrokontroler. Kemudian mikro-kontroler akan menggerakkan motor untuk membuka atau menutup pintu jika RFID Reader mendeteksi kartu RFID yang terdaftar; (2) infra red berfungsi sebagai pendeteksi sekaligus penghitung objek yang masuk atau keluar ruangan; (3) hal yang bisa ditampilkan dalam sistem antara lain: nomor identitas kartu, status kartu, dan jumlah pengunjun
Studi Perencanaan Filter Aktif Model Hibrid Untuk Mengeliminir Efek Harmonisa Pada Proses Penyearahan Enam Pulsa Terkontrol Penuh
As a non linear load, 6-pulse rectifier could impact the distortion in a line current. This paper present that the Total Harmonics Distortion (THD) of the line current, particulary in the aplication of 10 kVA, 380/220V, 50 Hz has already increased the limitation of the harmonics standar (IEEE std. no. 519-1992). As a consequences, the input power factor(PF) will decreased and made the power quality become poor. The new hibrid parallel active filter 5kVA, 380/220 V, 50 Hz already planed to reducing the THD of line current under 5 % (under the limitation). Keyword : 6-pulse rectifier, THD, PF, hibrid parallel active filte
UJI ANALITIS KINERJA SOFTWARE HEC-RAS UNTUK PENGSIMULASIAN ALIRAN SATU DIMENSI
Abstrak: Software HEC-RAS (Hydrologic Engineering Center-River Analysis System) adalah software yang dikembangkan oleh Hydrologic Engineering Center pada U.S.Army Corps of Engineers. Software ini digunakan untuk perhitungan hidraulik aliran sungai permanen (steady) dan tidak permanen (unsteady) satu dimensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan uji analistis kinerja software HEC-RAS terhadap hukum kontinuitas,aliran berubah beraturan,aliran percabangan, dan aliran melalui saluran berpenampang ganda. Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif evaluatif. Sampel diambil dari model contoh kasus hidraulika pada literatur-literatur hidraulika yang diselesaikan secara analitis. Hasil uji analitis menunjukkan bahwa software HEC-RAS memberikan hasil kinerja yang baik pada keempat kasus model yang dicoba dibandingkan terhadap hasil analitis. Kata kunci: uji analitis, software HEC-RAS, simulasi, aliran satu dimens
KAJIAN ANGKUTAN SEDIMEN PASIR DI SUNGAI BRANTAS
Intensitas penambangan pasir di wilayah Sungai Brantas sangat tinggi saat ini yang dikhawatirkan akan menyebabkan degradasi (penurunan) dasar sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total angkutan sedimen pasir dan lokasi aggradasi atau degradasi beserta faktor penyebabnya. Lokasi penelitian diambil antara wilayah Kediri (Bendung Gerak Mrican) sampai dengan Mojokerto (Bendung Lengkong Baru). Teknik analisis total angkutan sedimen menggunakan metode Bed-Building-Stage. Hasil penelitian menunjukkan: (1)telah terjadi degradasi pada pos - pos pemantauan sedimen,(2)faktor-faktor penyebab degradasi adalah aktivitas manusia dan alam, perencanaan atau pola operasional bendung kurang terencana dengan baik, dan adanya dualisme pengelolaan yaitu antara Proyek Brantas atau Perum Jasa Tirta I dengan Proyek Gunung Semeru atau Gunung Kelud.Kata kunci: Sungai Brantas, Pasir, Angkutan Sedime
RESTORASI SUNGAI: SEBUAH KONSEP PEMBANGUNAN SUNGAI YANG BERKELANJUTAN
Abstrak: Sungai-sungai dan daerah bantarannya saat ini banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai kegunaan sehingga terjadi degradasi (penurunan) kemampuan sungai untuk mendukung berbagai macam fungsinya. Restorasi sungai adalah mengembalikan fungsi alami/renaturalisasi sungai, yang telah terdegradasi oleh intervensi manusia. Restorasi sungai merupakan perubahan paradigma dalam ilmu rekayasa sungai (river engineering) yaitu perubahan dari pola penyelesaian berdasarkan aspek teknik sipil hidro secara parsial menjadi penyelesaian terintegrasi aspek hidraulik, fisik, ekologi, sosial. Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. Mengkaji dari konsep pembangunan berkelanjutan dan restorasi sungai maka dapat disimpulkan bahwa restorasi sungai adalah jawaban dari pembangunan sungai yang berkelanjutan yaitu restorasi sungai bertujuan memperbaiki kehancuran lingkungan sungai tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. Kata kunci: restorasi, sungai, pembangunan, berkelanjuta
TINGKAT EFISIENSI IRIGASI PETAK TERSIER DI DAERAH IRIGASI KABUPATEN MALANG
Abstract: Rare of water in dry season cause society suffer. One of way to overcome problems of dryness is efficiency in water use. This research is to know irrigation efficiency in tertiary unit. This descriptive research was conducted in UPTD Pengairan Kepanjen Dinas Pengairan Kabupaten Malang. Results of research show: (1) consumptive use efficiency is enough efficient in dry season (2) conveyance efficiency is ± 72%, (3) Mean of irrigation supply can only fill ± 48% water requirement, while the lack of water (± 52%) is expected can be fulfilled from rainfall, the mean of effective rainfall is ± 32% (4) there are weak relation between channel size and closeness to irrigation efficiency. Keyword: Irrigation Efficiency, Tertiary Unit, Kabupaten Malan