KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    72 research outputs found

    Pengembangan Media Praktikum Smart Relay Menggunakan Software Zeliosoft Pada Mata Pelajaran PLC Untuk SMK

    No full text
    ABSTRAK   Renaningtyas, Intan. 2012. Pengembangan Media Praktikum Smart Relay Menggunakan Software Zeliosoft Pada Mata Pelajaran PLC Untuk SMK. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T, M.Pd. (II) Aripriharta, S.T., M.T. Kata kunci: Media, PLC, smart relay, zeliosoft   Berdasarkan kajian kurikulum SMK secara umum terdapat kesenjangan antara pemahaman siswa dengan standar kompetensi khususnya pada mata pelajaran PLC. Untuk itu dalam penelitian ini diupayakan untuk mengembangkan media praktikum smart relay menggunakan software zeliosoft pada mata pelajaran PLC.   Pengembangan media ini menggunakan model pengembangan Sugiyono atau Research and Development (R&D), atau disebut juga pengembangan produk baru. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai beberapa guru sekaligus beberapa siswa SMK PGRI 3 Malang sebagai studi kasus. Tujuannya untuk memperoleh gambaran solusi atas potensi dan masalah yang muncul, kebutuhan siswa terhadap media belajar yang praktis, efektif dan efisien. Validasi media yang sedang dikembangkan ini dilakukan oleh tim ahli media dan ahli materi.   Media ini telah memenuhi kriteria tes validitas atau kelayakan. Media ini berhasil memperoleh rekomendasi dari ahli media dan materi masing-masing sebesar 86,11% dan 92,5%. Berdasarkan hasil uji coba pada calon pengguna (siswa) diperoleh persentase sebesar 87,1% menyatakan menarik, mudah, dan jelas

    identifikasi makanan tradisonal sebagai potensi wisata kuliner etnis tengger di desa argosari kecamatan senduro kabupaten lumajang

    No full text
    RINGKASAN Akbar, Taufik. 2017. Identifikasi Makanan Tradisional Sebagai Potensi Wisata Kuliner Etnis Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nunung Nurjanah, M.Kes. (II) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P.   Kata Kunci: makanan tradisional, potensi wisata kuliner, etnis tengger Etnis Tengger adalah sebagian besar masyarakat yang menghuni Desa Argosari. Desa Argosari dikenal dengan panorama alam yang menakjubkan. Makanan tradisional bisa menjadi cermin yang membedakan setiap daerah di Indonesia. Wisata kuliner dapat menjadi alternatif untuk mengembangkan industri pariwisata. Wisata kuliner yang digarap sesuai standar dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan memberikan pengalaman yang unik bagi turis baik lokal maupun mancanegara. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makanan tradisional sehari-hari, bahan baku lokal, dan teknik pengolahan makanan tradisional sehari-hari Etnis Tengger Desa Argosari. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah Kepala Desa Argosari, Ketua Adat Desa Argosari, Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan masyarakat Etnis Tengger Desa Argosari. Hampir semua makanan tradisional sehari-hari Etnis Tengger di Desa Argosari memiliki potensi sebagai wisata kuliner. Hasil Penelitian ini menunjukkan (1) keanekaragaman makanan tradisional sehari-hari Etnis Tengger Desa Argosari diantaranya makanan pokok (nasi jagung, nasi aron/sega aron, nasi ganyong/sega ganyong, kentang krawu), lauk pauk (sambal ikan asin keting, mendol kentang, sambal jamur pasang, dadar jagung/lempu jagung), sayur mayur (semen rebus/kulup semen, kentang plethus, cemek-cemek, daun lobak rebus/kulup daun lobak, jangan jawa), sambal (sambal bawang, sambal bothok, sambal terasi, sambal kentang), sedap-sedapan (pisang goreng/gedang goreng), dan minuman (kopi jagung, kopi beras); (2) bahan baku lokal yang digunakan untuk membuat makanan tradisional sehari-hari yaitu bawang tropong/bawang polong, kentang tengger, cabai terong/lombok terong, jagung putih, sayur semen, pisang agung; (3) teknik pengolahan makanan tradisional sehari-hari yang digunakan yaitu merebus, menumis, mengukus, menggoreng, menyembam. 

    Studi Tentang Pengelolaan Unit Produksi Bidang Pemesinan SMK Negeri 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK Sekolah menengah kejuruan sebagai lembaga pendidikan pencetak tenaga kerja yang terampil untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha/dunia industri, selalu berusaha menyesuaikan keterampilan yang dimiliki lulusannya dengan kebutuhan industri. Salah satu diantaranya dengan membiasakan siswa melaksanakan praktik produktif pada Unit Produksi di sekolah. Upaya sekolah untuk menyelenggarakan Unit produksi ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0490/U/1992 Tahun 1993.Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus. Dalam memaparkan data hasil penelitian, penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif (menggambarkan) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Blitar. Sumber data utama dalam penelitian ini ialah kata-kata, dan tindakanyang di dapat dari informan melalui wawancara, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga kredibilitas penelitian, dilakukan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan member check. Adapun tahap-tahap penelitian terdiri dari tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data, dan tahap evaluasi dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan Unit Produksi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0490/U/1992 Tahun 1993; tujuan awal pembentukan Unit Produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan warga sekolah; sistem manajerial yang direncanakan adalah dikelola oleh guru produktif bidang pemesinan; (2) Guru produktif yang terlibat dalam pengelolaan Unit Produksi tertera dalam struktur organisasi yang telah disusun oleh manajemen Unit Produksi; (3) Keterlibatan siswa dalam kegiatann Unit Produksi Bidang Pemesinan SMK Negeri 1 Blitar adalah sebagai pelaksana, tidak ada siswa yang terlibat dalam pengelolaan Unit Produksi; (4) Hubungan yang terjalin antara Unit Produksi Bidang Pemesinan SMK Negeri 1 Blitar dengan dunia industri adalah hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak; (5) Faktor yang mendukung dalam pelaksanaan Unit Produksi adalah dukungan sekolah yang sangat baik terhadap penyelenggaraan Unit Produksi, guru yang kompeten, siswa yang antusias, serta sarana dan prasarana yang sangat menunjang; Faktor yang menghambat dalam pengelolaan dan pelaksanaan Unit Produksi adalah waktu dan ketersediaan sumber daya manusia

    Pengaruh Penambahan Catalytic Converter Berbahan Tembaga dengan Model Circular Tube Shape Pada Knalpot Tipe Absortif Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Yamaha Vixion 1 PA

    No full text
    RINGKASANShoffan, Ilham A. N. 2019. Pengaruh Penambahan Catalytic Converter Berbahan Tembaga dengan Model Circular Tube Shape Pada Knalpot Tipe Absortif Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Yamaha Vixion 1 PA. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (2) Drs. Imam Muda Nauri, S.T. M.T.Kata Kunci: Catalytic Converter, Tembaga, Model Circular Tube Shape, Knalpot Absortif, Daya, Emisi Gas Buang.Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. Salah satu penyebab meningkatnya polusi udara yaitu maraknya penggunaan knalpot tipe absortif yang tidak didesain menggunakan catalytic converter. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui pengaruh penambahan catalytic converter berbahan tembaga dengan model circular tube shape pada knalpot tipe absortif terhadap daya Yamaha Vixion 1 PA, (2) untuk mengetahui pengaruh penambahan catalytic converter berbahan tembaga dengan model circular tube shape pada knalpot tipe absortif terhadap emisi gas buang Yamaha Vixion 1 PA. Catalytic converter merupakan komponen pada sistem gas buang yang berfungsi untuk menurunkan konsentrasi emisi gas buang. Daya merupakan hasil perkalian antara kecepatan angular dengan torsi. Emisi gas buang merupakan polutan yang terkandung di dalam gas hasil pembakaran kendaraan bermotor.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain the static comparison design. Objek penelitiannya yaitu katalis tembaga dengan model circular tube shape. Instrumen penelitian menggunakan dyno test merk ABD untuk menguji daya dan gas analyzer merk HG-510 untuk menguji emisi gas buang. Pengambilan data dilakukan pada putaran mesin 2500 rpm hingga 7500 rpm. Analisis data menggunakan teknik statistik inferensial uji T paired sample T test melalui aplikasi analisis statistik SPSS 24.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: (1) nilai signifikansi data daya sebesar 0,001, (2) nilai signifikansi data CO sebesar 0,001, (3) nilai signifikansi data HC sebesar 0,004. Nilai signifikansi data daya, CO, dan HC tersebut < 0,05, artinya ada perbedaan yang signifikan dengan penambahan catalytic converter berbahan tembaga model circular tube shape pada knalpot tipe absortif terhadap daya dan emisi gas buang Yamaha Vixion 1 PA. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan catalytic converter berbahan tembaga model circular tube shape pada knalpot tipe absortif menyebabkan daya mesin turun sebesar 1,89%. Akan tetapi, penambahan catalytic converter berbahan tembaga dengan model circular tube shape dapat menurunkan emisi gas buang CO sebesar 16,67%, sedangkan emisi gas buang HC dapat diturunkan sebesar 32,54%. SUMMARYShoffan, Ilham A. N. 2019. The Effect of Addition Copper-Based Catalytic Converter with Circular Tube Shape Model on Absortive Type Muffler to The Power and Exhaust Emission of Yamaha Vixion 1PA. Essay. Mechanical Engineering Department Engineering Faculty State University of Malang. Advisor: (1) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (2) Drs. Imam Muda Nauri, S.T. M.T.Keywords: Catalytic Converter, Copper, Circular Tube Shape Model, Absortive       Muffler, Power, Exhaust Emission.Indonesia is one of the countries with the third highest air pollution in the world. One of the causes increasing air pollution is the widespread use of absorptive exhausts that are not designed using catalytic converters. The purpose of this study are: (1) to determine the effect of adding copper catalytic converters with circular tube shape model on the absorptive exhaust to power of Yamaha Vixion 1PA, (2) to determine the effect of adding coper catalytic converter with a circular tube shape on absorptive exhaust to exhaust emissions of Yamaha Vixion 1PA. Catalytic converter is a component in the exhaust gas system which serves to reduce the concentration of exhaust emissions. Power is the result of multiplication between angular speed and torque. Exhaust gas emissions are pollutants contained in the gas from combustion of motor vehicles.This research used quantitative approach. The design of the research used an experimental research design with the static comparison design. Object of the research is copper catalyst with a circular tube shape model. The research instrument used ABD dyno test to test the power and HG-510 gas analyzer to test the exhaust emissions. Data retrieval is done at 2500 rpm to 7500 rpm. Data analysis using inferential statistical techniques T test paired sample T test through the SPSS 24 statistical analysis application.Based on the results of data analysis, it was obtained: (1) the significance value of power data is 0.001, (2) the significance value of CO data is 0.001, (3) the significance value of HC data is 0.004. The significance data value for power, CO, and HC is < 0.05, that means there is a significant difference with the addition of a copper catalytic converter with a circular tube shape model on the absorptive exhaust to the power and exhaust emissions of Yamaha Vixion 1PA. The results of the reasearch concluded that the addition of a copper catalytic converter with circular tube shape model caused the engine power decrease by 1.89%. However, the addition of a copper catalytic converter with a circular tube shape model can reduce CO exhaust emissions by 16.67%, whereas HC exhaust emissions can be reduced by 32.54%

    Persepsi Guru PamongterhadapProfesionalitasMahasiswa PPL Prodi PendidikanTeknikElektrodanPendidikanTeknikInformatika di SMK Malang

    No full text
    ABSTRAK Wijaya, M. Heri. 2012. Persepsi Guru PamongterhadapProfesionalitasMahasiswa PPL Prodi PendidikanTeknikElektrodanPendidikanTeknikInformatika di SMK Malang.Skripsi.JurusanTeknik Elektro. Program StudiPendidikanTeknik Elektro, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (1)Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara, M.Pd. (2) Drs. H. Tri Atmadji S., M.Pd. Kata Kunci: persepsi guru pamong, profesionalitas, mahasiswa PPL Seorang guru dikatakanprofesionaljikamemenuhiempatkompetensiyaitukompetensipedagogik, kompetensikepribadian, kompetensisosial, dankompetensiprofesional yang diperolehmelaluipendidikanprofesi.PraktikPengalamanLapangan (PPL) dilaksanakanuntukmendukungkompetensicalon guru yang profesionaldanmemilikikompetensi.Setiapmahasiswa PPL akandibimbingdandinilaioleh guru pamongmasing-masing program studi. Penelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmendeskripsikanbagaimanapersepsi guru pamongterhadapkompetensipedagogik, kompetensikepribadian, kompetensisosialsertakompetensiprofesionalmahasiswa PPL prodiPendidikanTeknikElektrodi SMK Malang.Tempatsampelpengambilan data di SMK Muhammadyah 1 kepanjenmalang. Hasilpenelitianyang telahdilakukan, makadapatdisimpulkansebagaiberikut: 1) Persepsi guru pamongterhadapkompetensipedagogikdarisebelasrespondenmenyatakan 50% guru pamongberpersepsibaikterhadapkompetensipedagogik yang dimilikimahasiswa PPL. Berdasarkanhasiltersebutdapatdisimpulkanbahwamahasiswa PPL memilikikompetensipedagogik yang baik. 2) Persepsi guru pamongterhadapkompetensikepribadianmahasiswa PPL di empat SMK kota Malang yang berjumlahempatindikator, dengansebelas orang respondenyaitu guru pamongmenunjukkansejumlah 51% respondenmenyatakansesuaiterhadapkompetensikepribadianmahasiswa PPL. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwamahasiswa PPL memilikikompetensikepribadian yang baik. 3) Persepsi guru pamongterhadapkompetensisosialmahasiswa PPL di empat SMK kota Malang yang berjumlahtigaindikator, dengansebelas orang respondenyaitu guru pamongmenunjukkanbahwasebanyak 47% guru pamongmempunyaipersepsisesuai. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwamahasiswa PPL memilikikompetensisosial yang baik. 4) Persepsi guru pamongterhadapkompetensiprofesionalmahasiswa PPL di empat SMK kota Malang yang berjumlah lima indikator, dengansebelas orang respondenyaitu guru pamongmenunjukkanbahwasebanyak 54,5% guru pamongmempunyaipersepikurangsetujuterhadapkurangnyakompetensisosialmahasiswa PPL di SMK Kota Malang. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwamahasiswa PPL memilikikompetensi professional yang baik

    Studi Komparatif Penerapan Experiential Learning Terhadap Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Siswa kelas XI Teknik Otomotif Sepeda Motor SMK 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Tingkat pengangguran yang semakin meningkat, menuntut lulusan SMK memiliki kualitas yang baik agar dapat bersaing di dunia kerja. Kualitas lulusan yang baik dapat dilihat dari hasil pembelajaran yang baik, hasil pembelajaran erat kaitannya dengan proses pembelajaran. Experiential Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan pengalaman sebagai media belajar atau pembelajaran. Experiential Learning adalah pembelajaran dibedakan menjadi dua jenis yaitu Experiential Learning di dalam kelas dan di luar kelas. Penerapan Experiential Learning di dalam kelas berupa model pembelajaran yang disusun oleh guru dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sedangkan penerapan Experiential Learning di luar kelas salah satunya adalah Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang diadakan oleh SMK Negeri 9 Malang. Penelitian ini bertujuan menguji ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan model Experiential Learning di dalam kelas dan di luar kelas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan penelitian Nonequivalen Control Group Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI TOSM 1 dan TOSM 3 SMK Negeri 9 Malang tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 70 orang. Penelitian dilakukan dengan menguji hasil pretest dan posttest dengan menggunakan Uji t sampel tidak berpasangan (independent sample t test). Hasil Uji t menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa dengan model Experiential Learning di dalam kelas dan diluar kelas. Hasil penelitian menunjukan nilai Asymptotic significance 2-tailed untuk uji kelas kontrol menunjukkan p value sebesar 0,937 > dari 0,05 (taraf signifikansi), sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas kontrol pada kondisi awal (pretest) dan kondisi akhir (posttest). Hasil Uji t kelas eksperimen menunjukkan hasil Asymptotic significance 2-tailed dengan p value sebesar 0,009 (p value < 0,05), sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pretest dan posttest untuk kelas eksperimen. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat 7,74 menjadi 8,13

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOPLAY MEDIA STUDIO 7.5 PADA POKOK BAHASAN KARBURATOR DI SMK MUHAMMADIYAH 6 ROGOJAMPI BANYUWANGI

    No full text
    ABSTRAK   Fauzi, Syukron. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran berbasis MultimediaMenggunakan Autoplay Media Studio 7.5 Pada Pokok Bahasan KarburatorDi SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi Banyuwangi. Skripsi. JurusanTeknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. (II) H. Drs. Sumarli, M.Pd. ,M.T.   Kata Kunci: Autoplay Media Studio7.5, media pembelajaran, Karburator. Pendidikan merupakan usaha sadar dan disengaja untuk mengembangkandan membina sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan belajar mengajaryang diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan. Kemajuan teknologi padadunia pendidikan dapat dilihat makin semaraknya sekolah maupun perguruantinggi yang menggunakan system (E-learning) dalam proses pembelajarannya. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan media pembelajaranautoplay media studio 7.5, menghasilkan buku manual sebagai buku panduanpengoperasian media pembelajaran autoplay media studio 7.5 dan mengetahuikelayakan pengembagan media autoplay media studio 7.5 pada pada pokokbahasan karburator di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi. Pengembangan ini menggunakan metode pengembangan bersifatdeskriptif dengan model ADDIE. Instrumen pengumpul data yang digunakanberupa angket/kuisioner yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, 3 siswauntuk uji kelayakan perorangan, 10 siswa untuk uji kelayakan kelompok kecil danuntuk uji lapangan berupa hasil belajar siswa. Data yang diperoleh berupa datakuantitatif yang di peroleh dari hasil penskoran yang kemudian diterjemahkankevalidannya. Berdasarkan analisis data, diperoleh empat kesimpulan. Dari ahli mediadan materi dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran valid untuk di ujikankepada siswa. Persentasi kevalidan mencapai 83% pada uji ahli media dan 91%pada uji ahli materi. tanggapan yang diberikan ahli media dan ahli materi padainstrumen angket kemudian ditindak lanjuti pada bagian revisi produk sebelum diuji kelayakannya kepada siswa di tahap uji perorangan. Kedua,penilaian yang dilakukan oleh responden pada tahap uji peroranganmemperoleh presentase kevalidan mencapai 95% dapat disimpulkan bahwa mediapembelajaran ini valid untuk di uji kelayakannya pada tahap uji kelompok kecil.Saran dari responden pada instrumen penilaian juga di gunakan pengembangsebagai revisi media tahap kedua Ketiga,penilaian yang dilakukan oleh responden pada tahap uji kelompokkecil memperoleh persentase kevalidan mencapai 87% disimpulkan bahwa mediaini valid untuk di uji klayakan pada tahap uji kelompok kecil. Keempat, penilaian dari hasil uji lapangan berupa nilai post tes rata- ratasiswa 86,66 dan terdapat peningkatan sebesar 15,24 sehingga dapat ditarikkesimpulan bahwa media AutoPlay Media studio 7.5  berpengaruh dalampeningkatan hasil belajar siswa. Saran pemanfaatan produk jika pengguna mengalami kesulitan terkaitkesulitan pengoperasian produk pengguna di sarankan mempelajari buku petunjukyang sudah tersedia

    PERFORMASI ALGORITMA HSABC DENGAN PLACEMENT STRATEGIES PADA KONDISI REALTIME OPERATIONS DAN ENVIRONMENTAL PROTECTIONS

    No full text
    ABSTRAK Paper ini berkonsentrasi pada dua strategi penempatan food sources pada algoritma harvest season artificial bee colony (HSABC) untuk mencapai solusi optimal dengan batasan teknis dan kendala lingkungan melalui suatu formaulasi combined economic and emission dispatch (CEED). Dua strategi tersebut diuji pada sistem standar IEEE-30 bus untuk mendemonstrasikan performasi intelijen komputasi pada HSABC. Berdasarkan hasil simulasi berbasiskan CEED, bahwa kedua strategi tersebut memiliki performasi yang berbeda. Selain itu keduanya memiliki kecapetan komputasi yang stabil dengan nilai optimal solusi yang sama, meski dicapai dengan siklus dan performasi yang berbeda

    PERFORMASI ALGORITMA HSABC DENGAN PLACEMENT STRATEGIES PADA KONDISI REALTIME OPERATIONS DAN ENVIRONMENTAL PROTECTIONS

    No full text
    ABSTRAK Paper ini berkonsentrasi pada dua strategi penempatan food sources pada algoritma harvest season artificial bee colony (HSABC) untuk mencapai solusi optimal dengan batasan teknis dan kendala lingkungan melalui suatu formaulasi combined economic and emission dispatch (CEED). Dua strategi tersebut diuji pada sistem standar IEEE-30 bus untuk mendemonstrasikan performasi intelijen komputasi pada HSABC. Berdasarkan hasil simulasi berbasiskan CEED, bahwa kedua strategi tersebut memiliki performasi yang berbeda. Selain itu keduanya memiliki kecapetan komputasi yang stabil dengan nilai optimal solusi yang sama, meski dicapai dengan siklus dan performasi yang berbeda

    mesin cetak batu bata merah dengan sistem pemotong otomatis

    No full text
    ABSTRAK     Rizky Rimba Prasetya & Sukron Al Azis 2014. Mesin Cetak Batu Bata Dengan Sistem Pemotong Otomatis. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H.  Muhammad Alfian Mizar, M.P, (II) Drs. Yoto, ST, M.Pd, M.M.   Kata kunci : Screw, poros, bantalan, sabuk, peneumatik, gambar, motor bensin,        Didalam perkembangan industri rumahan banyak dijumpai mesin mesin guna meningkatkan hasil produksi yang lebih optimal, salah satunya industri rumahan batu bata merah. Dalam era lama masyarakat cenderung menggunakan cetakan batu bata dengan kayu atau besi dan di cetak secara manual, kejadian ini sangat mempersulit dan tidak dapat meningkatkan hasil yang lebih banyak, dalam era moderd sudah dijumpai mesin cetak batu bata untuk meringankan masalah tersebut, tetapi untuk masyarakat menengah bawah tentunya akan kesulitan untuk membeli alat tersebut dikarenakan harga yang sangat mahal, dalam perancangan ini perancang berusaha untuk membuat mesin cetak batu bata dengan hasil yang tidak jauh beda dan dengan harga yang terjangkau, selain itu bentuk dari mesin cetak batu bata ini sangatlah sederhana sehingga tidak memakan tempat atau ruangan, mesin cetak batu bata ini juga di lengkapi alat pemotong otomatis yang tidak di jumpai di mesin cetak batu bata pada umumnya, sehingga dalam proses pengoperasianya Cuma membutuhkan 2 operator berbeda dengan mesin cetak batu bata yag sudah ada membutuhkan 3 operator.      Hasil yang di peroleh dari mesin cetak batu bata ini adalah ukuran batu bata yang mempunyai panjang = 13 cm, lebar = 7 cm, tebal = 3 cm, hasil cetak batu bata tersebut bisa terjadi karena cetakan yang mempunya lebar = 7 cm, dan tebal = 3 cm, sedangkan panjang di tentukan oleh sistem pemotong yang berhenti pada titik 13 cm. proses pembuatan batu bata dengan mesin ini sangatlah mudah, masukkan adonan tanah liat yang sudah siap dan didalam mesin sudah diproses sendiri oleh screw, screw di sini berguna untuk menghaluskan, memadatkan dan mendorong keluar melalui cetakan, sehingga hasil yang didapat pun mempunyai tingkat kepadatan, halus, dan ukuran yang merata. Mesin cetak batu bata ini mempunyai akurasi waktu yang singkat jika pada mesin cetak batu bata pada umumnya 1 menit dapat menghasilkan 18 batu bata di mesin cetak batu bata ini dapat menghasilkan 6 batu bata, harga mesin cetak batu bata pada umumunya mencapai Rp. 27.000.000,00 sedangkan mesin cetak bata dalam perancangan ini hanya mencapai Rp. 5.500.000,00 sangan terjangkau untuk kalangan menengah bawah

    0

    full texts

    72

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇