Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    166 research outputs found

    Penerapan Metode Pembelajaran Mencari Pasangan dalam Pembelajaran Mmeproduksi Teks Eksplanasi Kompleks pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Lemahabang Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dan keaktifan peserta didik dengan menerapkan metode pembelajaran mencari pasangan dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi kompleks. Dengan rumusan masalah 1) Apakah penggunaan metode pembelajaran mencari pasangan dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi kompleks pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Lemahabang efektif? 2) Bagaimanakah aktivitas siswa kelas XI SMK Negeri 1 Lemahabang dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi kompleks dengan menggunakan metode pembelajaran mencari pasangan?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasy eksperimental design. Dengan menggunakan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Lemahabang tahun pelajaran 2015/2016 dengan sampel 2 kelas yaitu kelas XI Multimedia 1 (kelas eksperimen) dan kelas XI Multimedia 2 (kelas kontrol) masing-masing kelas berjumlah 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan nontes. Adapun teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan perhitungan rumus uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran mencari pasangan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen karena menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dari nilai tes awal ke tes akhir setelah menerapkan metode pembelajaran mencari pasangan. Nilai rata-rata tes awal kelas eksperimen sebesar 63,96 dan nilai rata-rata tes akhir kelas eksperimen sebesar 82,8 lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Berdasarkan uji hipotesis (t-test) nilai thitung  diketahui sebesar 3,022 sedangkan ttabel sebesar 2,045. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, penerapan metode pembelajaran mencari pasangan efektif. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran mencari pasangan dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi kompleks pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Lemahabang tahun pelajaran 2015/2016 efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Kata kunci:    metode Pembelajaran Mencari Pasangan, memproduksi, dan teks eksplanasi komplek

    Strategi Membaca Pemahaman yang Efektif dan Efisien

    Get PDF
    Membaca pemahaman merupakan sarana atau media yang sangat penting dalam rangka memperoleh informasi atau ilmu pengetahuan. Oleh karena itu kegiatan membaca pemahaman perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar informasi atau ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan cepat dan akurat. Hal ini tentu saja memerlukan strategi tertentu yang harus dikuasai dan diterapkan oleh pembaca. Strategi yang harus dikuasai oleh pembaca agar kegiatan membaca pemahamannya berjalan dengan efektif dan efisien, yaitu : 1) Pembaca harus memiliki kecepatan membaca yang proposional ( memadai ), artinya kecepatan membaca yang dimiliki pembaca harus sesuai dengan tingkat kematangan intelektualnya. Dan 2) Pembaca harus memiliki keterampilan menemukan informasi fokus, artinya pembaca mampu menemukan informasi fokus bacaan atau informasi yang diperlukannya dengan cepat dan akurat. Keterampilan menemukan informasi fokus  meliputi : 1) Kemampuan pembaca dalam mengidentifikasi atau menentukan informasi fokus bacaan, baik informasi fokus kallimat, informasi fokus paragraf, maupun informasi fokus wacana. Serta 2) Kemampuan pembaca dalam menerapkan teknik-teknik membaca yang tepat  atau sesuai dengan tujuannya. Teknik-teknik membaca tersebut adalah teknik baca-pilih, teknik baca-lompat, teknik baca-layap, dan teknik baca-tatap.Kata Kunci: Srategi, membaca pemahaman, efektif dan efisien, informasi fokus,   kecepatan membaca, teknik-teknik membaca

    Peningkatan Apresiasi Sastra Bernuasa Islami dengan Pendekatan Resepsi Sastra di MAN II Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan sikap siswa MAN II Yogyakarta yang lebih posiitf terhadap pembelajaran sastra, dan (2) Meningkatkan apreisasi sastra bernuansa Islami dengan pendekatan resepsi sastra di MAN II Yogyakarta Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Guru bertindak sebagai peneliti yang bekerja sama dengan dua kolaborator. Tindakan yang dilakukan adalah menerapkan pendekatan resepsi dalam pembelajaran sastra, khususnya cerpen yang bernusansa Islami. Dalam proses pembelajaran dimunculkan semaksimal mungkin karakteristik pendekatan resepsi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah  pendekatan resepsi . Metode pembelajaran yang digunakan adalah gabungan berbagai metode : penugasan individu dan, diskusi kelompok, Tanya jawab, presentasi, dan unjuk kerja. Pelaksanaan tindakan terbagi dalam 2 siklus. Siklus I meliputi tiga tindakan berisi tiga pembelajaran keterampilan bersastra, meliputi: (1) membaca cerpen, (2) mendengarkan cerpen, dan (3) membicarakan cerpen. Siklus II juga meliputi tiga tindakan denagn perbaikan dari siklus I. Teknik pemantauan yang diterapkan adalah pengamatan partisipasif, wawancara, pengumpulan dan analisis data dokumen yang meliputi silabus dan system penilaian,hasil kerja siswa, nilai hasil evaluasi, hasil angket, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif secara sederhana, yakni dengan membandingkan nilai rerata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan pendekatan resepsi sastra, pembelajaran sastra di MAN Yogyakarta II menjadi lebih meningkat dan bergairah. Peningkatan tersebut ditandai dengan meningkatnya kualitas proses dan hasil pembelajaran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran meliputi: (1) keterlibatan siswa dalam pembelajaran lebih banyak, (2) Kerja sama siswa dalam mengerjakan tugas-tugas kelompok meningkat, dan (3) kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas-tugas individual juga meningkat. Adapun peningkatan kualitas hasil pembelajaran meliputi: (1) perasaan puas pada siswa meningkat, (2) kualitas jenis dan hasi eveluasil belajar siswa meningkat. Kata kunci : Peningkatan Apresiasi sastra Bernuansa Islami, Resepsi Sastr

    Dari Catatan Harian ke Puisi

    Get PDF
    Penelitian ini fokus pada proses menulis puisi siswa sebagai responden berdasarkan catatan harian. Cara ini digunakan sebagai usaha memudahkan para siswa menulis puisi yang menurut guru, siswa sulit menulis puisi. Catatan harian digunakan karena para siswa terbiasa menyatakan ungkapannya secara mandiri pada catatan harian. Data penelitian ini adalah catatan harian dan puisi. Data itu untuk menemukan jawaban(1) keragaman topik catatan harian, (2) hubungan antara catatan harian dan puisi, dan (3) kemampuan menulis puisi para responden. Berdasarkan analisis diperoleh hasil (1) topik yang terdapat pada catatan harian adalah ibu, kekasih, dan liburan/karya wisata, (2) catatan harian merupakan bahan yang digunakan siswa untuk menulis puisi, dan (3) siswa telah menunjukkan cara menulis puisi dengan gagasan yang dinyatakan dalam bentuk puisi dan makna keseluruhan terdapat pada puisi yang ditulisnya. Peneltian ini menyampaikan beberapa rekomendasi. Pertama, catatan harian sebagai media dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran penyampaian gagasan. Kedua,  para responden menulis puisi dapat diawali dengan mengumpukan gagasan melalui  berbagai cara, di samping diawali dengan menulis catatan harian.  Ketiga, Anak-anak tidak asing lagi dengan penerapan teknologi. Kemampuan menulis puisi dapat diperoleh dengan pelatihan yang bertahap dan bersinambungan. Keempat, penelitian ini dapat dilanjutkan dengan mengembangkan hubungan catatan harian dengan menulis cerpen. Kata kunci: catatan harian, puisi, alih gagasan, bentuk puis

    Studi Eksplanatif Kemampuan Literasi Membaca Siswa SMA di Kota Sukabumi

    Get PDF
    Kemampuan literasi saat ini tengah menjadi isu dalam dunia pendidikan. Berbagai penelitian dan studi pengukuran kemampuan literasi menunjukkan bahwa siswa Indonesia memiliki kemampuan literasi yang rendah. Namun demikian, pengukuran tersebut dilakukan dengan subjek penelitian siswa SD dan SMP. Berkenaan dengan hal tersebut perlu juga dilakukan pengukuran kemampuan literasi khususnya literasi membaca siswa pada jenjang SMA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan kemampuan literasi membaca siswa SMA di Kota Sukabumi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei yang dilakukan terhadap 70 orang siswa SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa SMA di Kota Sukabumi masih tergolong rendah. Berdasarkan hal tersebut, upaya pengembangan kemampuan literasi harus dilakukan secara optimal lebih jauh dari sejak siswa berada dalam jenjang sekolah dasar. Kata Kunci: Kemampuan Literasi, Membaca, Siswa SM

    Analisis Strata Norma Kumpulan Sajak Nikah Ilalang Karya Dorothea Rosa Herliany: Menggeser Ideologi Kontra Feminis dalam Masyarakat Patriarkhi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan strata norma dalam kumpulan sajak Nikah Ilalang karya Dorothea Rosa Herliany; 2) mendeskripsikan bentuk upaya menggeser ideologi kontra feminis dalam masyarakat patriarkhi pada kumpulan sajak Nikah Ilalang karya Dorothea Rosa Herliany. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan. Pemilihan pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara cermat mengenai keadaan atau gejala tertentu pada objek kajian. Dalam hal ini penulis berusaha membuat gambaran mengenai upaya menggeser idiologi kontra feminis dalam masyarakat patriarkhi melalui analisis strata norma pada kumpulan sajak Nikah Ilalang karya Dorothea Rosa Herliany dengan menggunakan teori stilistika. Dalam Kumpulan Sajak Nikah Ilalang Karya Dorothea Rosa Herliany terdapat strata norma lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis dunia, dan lapis metafisis. Adapun bentuk upaya menggeser ideology kontra feminis dalam masyarakat patriarkhi melalui bentuk kelamin dan bentuk pekerjaan. Kata Kunci: strata norma, kumpulan sajak Nikah Ilalang Karya Dorothea Rosa Herliany, dan ideologi kontra feminis

    Tradisi Pembacaan Babad Cirebon: Tinjauan Fungsi William R. Bascom

    Get PDF
    Sastra nusantara merupakanbagian dari kekhazanahan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Salah satu wujud dari sastra tersebut, yaitu cerita legenda babad Cirebon yang berasal dari Jawa Barat. Cerita babad Cirebon setiap tahunnya dibacakan di Keraton Kanoman pada 1 Muharam dan telah berlangsung lebih dari 1 dekade. Dari hasil analisis menggunakan teori fungsi menurut Bascom. Tradisi pembacaan babad Cirebon yang telah diwariskan secara turun-temurun itu memuat 5 fungsi, yakni berfungsi sebagai sistem proyeksi, pranata religius, sarana pendidikan, sarana pemersatu atau sosial, dan pengesahan kebudayaan. Kata Kunci: Babad, Tradisi Lisan, dan Fungsi Â

    Analisis Kemampuan Mendengarkan Berbasis Gender

    Get PDF
    Kemampuan mendengarkan peserta didik berbeda-beda, pada kenyataannya guru masih memperlakukan pembelajaran mendengarkan dengan pembelajaran membaca. Peserta didik kelas V SD Negeri Cigugur hasil pembelajaran mendengarkan peserta didik laki-laki dan perempuan itu masih kurang dari KKM yang telah ditentukan. Nilai KKM mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V SD Negeri Cigugur ditetapkan 68, sedangkan nilai yang diperoleh untuk pembelajaran mendengarkan peserta didik laki-laki mendapatkan nilai rata-rata 50 dan peserta didik perempuan rata-rata 68. Data ini menunjukan bahwa peserta didik laki-laki cenderung belum dapat belajar mendengarkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik modalitas belajar audiotori berbasis gender, aspek-aspek pendukung kemampuan mendengarkan, dan kemampuan mendengarkan berbasis gender di kelas V SD Negeri Cigugur.  Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dan metode penelitian studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri Cigugur, semester II tahun pelajaran 2015/2016. Adapun data primer yang diambil peneliti dari subyek penelitian sebanyak 20 orang peserta didik, kepala sekolah, guru wali kelas V, guru PAI, dan guru Olahraga SD Negeri Cigugur. Data dikumpulkan melalui studi literatur, pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Keabsahan data diperiksa dengan credibility data dan dependability data. Data dianalisis secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik peserta didik kelas V menunjukan 85% cenderung mempunyai modalitas belajar audiotori, akan tetapi ada 15% peserta didik yang mempunyai modalitas belajar visual. Karakteristik seterotip peserta didik berbeda, karakteristik seterotip peserta didik laki-laki cenderung mandiri, kepribadian yang kuat, dan ambisius. Adapun karakteristik seterotip peserta didik perempuan lebih ceria, manja, penurut terhadap guru, dan seperti anak-anak pada seumurannya. Aspek-aspek pendukung kemampuan mendengarkan yaitu aspek fisik, aspek psikologis, aspek peserta didik berdasarkan jenis kelamin, dan media pembelajaran. Kemampuan mendengarkan pada peserta didik kelas V SD Negeri Cigugur lebih unggul peserta didik perempuan dibandingkan dengan peserta didik laki-laki. Peserta didik laki-laki hanya mampu merangkum isi pembicaraan dan hanya 20% yang mampu menanggapi hasil dari pembicaraan. Sedangkan peserta didik perempuan mampu memberikan tanggapan hasil pembicaraan, memberikan nilai terhadap hasil pembicaraan, mampu merangkum isi dari pembicaraan, dan menghargai orang yang sedang bicara di depan kelas. Kata Kunci: Kemampuan Mendengarkan, Perbedaan Gende

    Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) dengan Catatan Harian dalam Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas X SMAN 2 Cirebon

    Get PDF
    Penelitian ini berawal dari asumsi bahwa model CTL dengan catatan harian memiliki karakteristik yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Di samping itu, model ini dapat menggairahkan belajar siswa karena siswa dibawa pada penekanan belajar kontekstual dalam kehidupan nyata.  Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes uraian, dan lembar observasi. Sampel  penelitian  ini  diambil  dua  kelas  untuk  diberikan  perlakuan  yang berbeda. Kelas eksperimen mendapat perlakuan pendekatan CTL dengan catatan harian dan kelas kontrol mendapat perlakuan tanpa menggunakan pendekatan CTL dengan catatan harian. Sebelum  kedua  kelas  diberikan  perlakuan  yang  berbeda,  terlebih  dahulu diadakan prates terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol. Prates ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa yang menjadi subjek penelitian pada kedua kelas tersebut. Kelas yang dijadikan sampel adalah kelas X9 dan kelas X4. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji-t pada program SPPS 18 diperoleh hasil  thitung (2,358) dari derajat kebebasan (df) 29. Hasil thitung  tersebut  dibandingkan dengan ttabel  dengan df =29 dan tingkat kepercayaan 95% adalah 2,045. Hasilnya adalah thitung (2,358)  > ttabel (2,045). Hal itu menunjukkan ada perbedaan yang cukup signifikan antara pembelajaran yang menggunakan model pendekatan CTL dengan catatan harian dan pembelajaran yang tanpa menggunakan pendekatan CTL dengan catatan harian. Dengan melihat hasil analisis tersebut ternyata penggunaan pendekatan CTL dengan catatan harian dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X9 SMA Negeri 2 Cirebon cukup efektif.Kata kunci: pendekatan CTL, catatan harian, cerpe

    Faktor Pemertahanan Bahasa Minangkabau Ragam Nonformal dalam Ranah Kekariban pada Komunitas Seni Sakato di Kota Yogyakarta

    Get PDF
    AbstrakBahasa Minangkabau merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat yang penutur aslinya adalah suku Minangkabau. Komunitas Seni Sakato merupakan komunitas yang berasal dari suku Minangkabau yang cukup aktif dan berpengaruh di Kota Yogyakarta. Kedekatan antaranggota Sakato sangat mendalam karena mereka sangat akrab dan berasal dari satu daerah yang sama. Oleh sebab itu, penelitian ini difokuskan dalam ranah kekariban. Walaupun berada jauh dari daerah asalnya Sakato tetap menggunakan bahasa Minangkabau di tengah masyarakat bersuku Jawa. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang faktor pemertahanan bahasa kajian sosiolinguistik. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan wawancara. Faktor pemertahanan bahasa dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan). Berdasarkan hasil analisis data, faktor pemertahanan bahasa Minangkabau ragam nonformal dalam ranah kekariban pada komunitas seni sakato di Kota Yogyakarta meliputi faktor keluarga, faktor pergaulan, faktor intensitas komunikasi, kator kegiatan, dan faktor keinginan.Kata Kunci    : Pemertahanan bahasa, bahasa Minangkabau, faktor pemertahanan bahasa Minangkabau, komunitas seni sakato

    156

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇