Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    166 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Memahami Struktur Wacana Melalui Metode Analisis Wacana Kritis Berbasis Literasi Media Sosial

    Get PDF
    Di era literasi media modern saat ini, pesan media mempunyai peran yang sangat kuat dalam membentuk perilaku masyarakat. Derasnya informasi yang beredar di masyarakat belum diimbangi dengan keterampilan berpikir kritis dan literasi media sosial. Kesalahan dalam menafsirkan sebuah wacana teks berita dapat menimbulkan ‘krisis komunikasi’ dengan menyebarkan informasi yang salah secara cepat. Keterampilan mahasiswa berpikir kritis dan memahami struktur teks wacana sangat penting untuk mendukung prinsip belajar sepanjang hayat dan sebagai bagian pembelajaran kepada warga negara. Penerapan metode analisis wacana kritis berbasis literasi media sosial dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan kualitas mahasiwa dalam memahami struktur wacana, misalnya: mengklasifikasikan bagianpendahuluan, isi, dan penutup serta menganalisis kode media dan kompetensi untuk menafsirkan beberapa makna dan pesan teks berita sehingga mahasiswa dapat mengevaluasi pesan wacana tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen sejati dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu tes, observasi, walkthrough, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) profil kemampuan mahasiswa memahami struktur wacana sebagian besar berada pada kategori sedang 38,5%, dengan rentang skor 50-69. Kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama; 2) penggunaan metode analisis wacana kritis berbasis literasi media sosial mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami struktur wacana secara signifikan daripada metode pembelajaran konvensiona

    Efektivitas Model Berpikir Berbicara Menulis dengan Media Foto Jurnalistik dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII SMP

    Get PDF
    Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas model Berpikir Berbicara Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis puisi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi experimental design) dengan menggunakan desain penelitian yaitu nonequivalent control group design, teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan observasi. Teknik pengolahan data menggunakan uji statistik yaitu uji t dan deskripsi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Cirebon dan sampel yang digunakan adalah kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII G sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa pada masing-masing kelas sebanyak 30 siswa. Dalam penelitian ini diperoleh hasil berupa 1) efektivitas model Berpikir Berbica Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis puisi, 2) aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan model Berpikir Berbicara Menulis dengan media foto jurnalistik, dan 3) profil tulisan siswa dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan model Berpikir Berbicara Menulis dengan media foto jurnalistik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan keterampilan menulis puisi siswa pada tes awal dan tes akhir setelah menerapkan model Berpikir Berbicara Menulis dengan media foto jurnalistik. Tes awal nilai rata-rata sebesar 35, dan tes akhir nilai rata-rata sebesar 79,1. Hal ini menunjukan peningkatan dari tes awal ke tes akhir sebesar 44,1. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model Berpikir Berbicara Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis puisi efektif.Kata kunci: model berpikir berbicara menulis, foto jurnalistik, puis

    Petuah Tentang Syariat dalam Syair Sidi Djamadi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan petuah-petuah kehidupan berupa syariat dalam Syair Sidi Djamadi. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Penelitian ini menggunakan konsep pemaknaan hermeneutika Paul Ricouer. Subjek penelitian ini adalah Syair Sidi Djamadi merupakan salah satu naskah nusantara dari Minangkabau dan berjumlah 761 bait. Syair tersebut dibukukan dalam bentuk jilid biasa oleh pemilik berbahasa Arab Melayu Gundul, dan terdiri atas 71 halaman. Objek penelitian ini adalah petuah-petuah kehidupan. Data dikumpulkan dengan inventarisasi data, analisis dan interpretasi, dan penyimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagai salah satu naskah kuno Minangkabau Syair Sidi Djamadi memperkuat konteks kepengarangan Minang zaman dahulu yang mengutamakan nilai-nilai kehidupan yang disandingkan dengan agama. Sebagai ulama, Sidi Djamadi telah menguraikan sembilan syariat yang perlu diingat oleh masyarakat khususnya di Nagari Minangkabau. Sembilan syariat itu ialah, syariat dan adat, syariat menuntut ilmu, syariat syahadat, syariat puasa, syariat zakat, syariat salat, syariat 20 sifat wajib Allah, syariat haji, dan syariat salat tarawih

    Analisis Unsur Inferensi Terhadap Tuturan Masyarakat Desa Megu Cilik Kabupaten Cirebon

    Get PDF
    Abstrak. Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang bentuk dan makna inferensi yang terdapat dalam tuturan masyarakat Desa Megu Cilik Kabupaten Cirebon. Obyek penelitian ini terbatas hanya pada tuturan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan pemerolehan data dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Adapun sampelnya terdiri atas sepuluh peristiwa tutur masyarakat Desa Megu Cilik Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan bahasa Indonesia masyarakat Desa Megu Cilik banyak mengandung unsur inferensi. Hal ini terbukti dari sepuluh  peristiwa tutur bahasa Indonesia yang diamati, semuanya mengandung unsur inferensi. Adapun bentuk dan maknanya cukup beragam. Kata kunci: desa Megu Cilik, unsur inferensi, tuturan, masyarakat tutu

    Fakta Kemanusiaan dalam Novel Ayat-Ayat Cinta 2 Karya Habiburrahman El Shirazy

    Get PDF
    Penelitian kualitatif ini memfokuskan kajiannya pada analisis unsur pembangun novel, fakta kemanusiaan, dan respons tokoh utama terhadap fakta kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mekanisme kerja deskriptif analitik. Sumber data penelitian ini adalah novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy. Berdasarkan hasil penelitian, novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy memuat unsur pembangun yang menarik, terutama unsur tema, penggambaran tokoh, dan muatan amanat. Novel Ayat-Ayat Cinta 2 memuat fakta kemanusiaan dan respons tokoh utama terhadap fakta kemanusiaan yang membangun dua pola hubungan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia. Fakta kemanusiaan yang terdapat di dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2 dapat berupa fakta yang berkaitan dengan indikator fakta kemanusiaan dalam wujud fisik dan mental, berbentuk fakta sosial, berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan kaidah institusi sosial, berupa fakta sejarah, serta berkaitan dengan peristiwa yang memberikan dampak terhadap kehidupa

    Implikatur dan Pelanggaran Prinsip Kerjasama dalam Wacana Percakapan Debat Calon Gubernur DKI Jakarta (Penelitian Analisis Isi dalam Acara Gelar Mata Najwa di Metro TV)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelanggaran prinsip kerja sama, menganalisis fungsi implikatur, menganalisis jenis-jenis implikatur, dan menganalisis makna implikatur. Pendekatan dalam penelitian ini, yaitu kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut.Pertama, ada empat jenis prinsip kerja sama, yaitumaksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Dari data yang diperoleh, pelanggaran yang sering muncul dalam prinsip kerja sama debat calon gubernur DKI Jakarta, yaitu pelanggaran terhadap maksim kuantitas. Kedua, ada lima jenis fungsi implikatur, yaitu, wujud implikatur representatif, wujud implikatur direktif, wujud implikatur ekspresif, wujud implikatur komisif, dan wujud implikatur deklarasi. Dari data yang diperoleh, fungsi implikatur yang sering muncul dalam penelitian ini adalah wujud implikatur representatif. Ketiga, ada dua jenis implikatur, yaitu implikatur konvensional dan implikatur nonkonvensional. Dari data yang diperoleh, jenis implikatur yang dominan dalam penelitian ini adalah implikatur konvensional.  Keempat, makna implikatur. Makna implikatur dalam penelitian ini adalah implikasi pragmatis tuturan berimplikatur

    Pengembangan Media Pembelajaran Majas Berbasis Teknologi

    Get PDF
    Majas merupakan salah satu materi yang disampaikan dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP dan SMA atau yang sederajat. Majas sering dipergunakan dalam pembuatan karya sastra seperti puisi, cerpen, dan novel. Begitupun dalam kegiatan sehari-hari majas juga sering dipergunakan. Pada kenyataannya, baik siswa SMP maupun SMA, banyak yang belum memahami keberagaman majas dan pemakaiannya. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan karena majas adalah bagian dari bahasa Indonesia yang ada di dalam kurikulum siswa SMP dan SMA. Pada era sekarang, perkembangan teknologi semakin canggih. Seiring dengan hal tersebut, materi pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dibuat menjadi lebih praktis dengan menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis android. Aplikasi majas adalah salah satu alternatif untuk media pembelajaran siswa yang ingin mendalami dan menggunakan majas dalam berbagai kalimat dan karya sastra. Aplikasi ini dilengkapi dengan materi majas, berbagai contoh penggunaannya, komik, dan permainan yang dapat mengasah keterampilan siswa. Dengan demikian, belajar majas akan lebih menyenangkan dan siswa lebih mudah memahami penggunaan majas

    Analisis Kesalahan Percakapan Bahasa Indonesia Siswa Asing dalam Tayangan Kelas Internasional Stasiun Televisi Net

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan strategi permukaan dalam  percakapan bahasa Indonesia yang dilakukan oleh siswa asing dalam tayangan Kelas Internasional.  Tayangan Kelas Internasional merupakan suatu acara televisi mengenai  pembelajaran bahasa Indonesia bagi pelajar asing  (BIPA). Di dalamnya terdapat percakapan bahasa Indonesia siswa asing yang belajar bahasa Indonesia. percakapan bahasa Indonesia itu terjadi baik saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran, baik terjadi antarsiswa atau antarsiswa  dengan guru dan staf sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Data berupa percapakan bahasa Indonesia siswa dianalisis untuk ditemukan kesalahannya. Pembelajaran BIPA Kelas Internasional diikuti oleh Lingling asal Republik Rakyat China (RRC), Kotaro asal Jepang, Lee Jong Yu asal Korea Selatan, Tyson asal Australia, Carlos asal Kolumbia, Angelina asal Brazil, Abbas asal Nigeria dan Mrs. Palak asal India. Kesalahan yang dilakukan terbagi menjadi empat macam yaitu kesalahan omission, addition, misformation, dan misorder. Dalam 20 episode yang dianalisis, terjadi kesalahan omission sebanyak 2 kali, kesalahan addition sebanyak 36 kali, kesalahan misformation sebanyak 14 kali, dan kesalahan misorder sebanyak 8 kali. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu contoh kasus pembelajaran BIPA di Indonesia atau di luar negeri

    Model Pembelajaran Berbasis Saintifik Menggunakan Alat Peraga E Pen Interaktif dengan Muatan Kearifan Lokal pada Era Industri 4.0 untuk Pengajaran BIPA di Uninus

    Get PDF
    Abstrak. Era revolusi industri 4.0 membawa perubahan dalam metode dan model pembelajaran BIPA. Salah satunya dengan model pembelajaran berbasis saintifik menggunakan alat  peraga e pen interaktif dengan muatan kearifan lokal untuk pengajaran. Model pembelajaran berbasis saintifik ini sesuai dengan kurikulum 2013 yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan tes (pretest dan postest),  model dan alat peraga tersebut sangat membantu proses kegiatan belajar menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk mahasiswa asing di Uninus.  Pembelajar BIPA yaitu mahasiswa asing dapat belajar bahasa Indonesia sekaligus memahami bagaimana kearifan lokal Indonesia dari kekayaan budayanya seperti makanan, pakaian, rumah adat, alat musik, dan sebagainya dengan mudah, efektif, efesien, dan menyenangkan.  Model  pembelajaran berbasis saintifik menggunakan alat peraga e pen interaktif dengan muatan kearifan lokal pada era industri  4.0 dapat meningkatan citra positif bahasa Indonesia dan kearifan  lokal Indonesia bagi pembelajar BIPA.Kata Kunci: model saintifik, e pen interaktif, BIPA, kearifan loka

    Bentuk dan Motif ( Makna ) Alih Kode Bahasa Masyarakat Desa Cisaat Kabupaten Cirebon

    Get PDF
    Desa Cisaat yaitu salah satu desa di Wilayah Kabupaten Cirebon. Desa Cisaat terletak di daerah perbatasan antara dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Mayoritas atau sebagian besar penduduk Kabupaten Cirebon memiliki bahasa ibu, yaitu Bahasa  Jawa, sedangkan mayoritas atau sebagian besar penduduk Kabupaten Kuningan memiliki bahasa ibu, yaitu Bahasa Sunda. Hal ini tentu saja sangat menarik untuk dijadikan obyek penelitian yang berhubungan dengan kegiatan studi Sosiolinguistik, yaitu masalah alih kode dan campur kode. Penelitian ini mengupas tentang masalah bentuk dan motif (makna) alih kode bahasa masyarakat Desa Cisaat  Kabupaten  Cirebon.Dalam kegiatan berbahasa sehari-hari, masyarakat Desa Cisaat sering melakukan alih kode (alih bahasa) baik  dari Bahasa Indonesia beralih ke Bahasa Sunda ataupun sebaliknya dari Bahasa Sunda beralih ke Bahasa Indonesia, baik berupa alih kode (alih bahasa) sementara maupun alih kode (alih bahasa) permanen. Hal ini dimungkinkan karena situasi kedwibahasaan pada masyarakat desa tersebut.Motif atau makna alih kode ( alih bahasa ) masyarakat Desa Cisaat beraneka ragam. Namun semuanya masih dalam batas norma atau tatanan etika berbahasa. Motif atau makna  alih kode ( alih bahasa ) dari Bahasa Sunda ke Bahasa Indonesia masyarakat Desa Cisaat, meliputi: 1) Terpengaruh atau mengikuti lawan bicara yang beralih ke Bahasa Indonesia; 2) Ingin dianggap berpendidikan (terpelajar); 3) Ingin memperlebar atau menjauhkan jarak; 4) Menghindari pemakaian bentuk kasar dan bentuk halus dalam Bahasa Sunda; 5) Lawan bicara (mitra bicara ) lebih muda. Sementara itu motif atau makna alih kode ( alih bahasa ) dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Sunda, meliputi: 1) Merasa janggal ( ganjil ) tidak berbahasa Sunda dengan orang sekampung; 2) Ingin merapatkan atau mendekatkan jarak; 3) Ingin bersopan santun ( beradab-adab ) memakai Bahasa Sunda halus, atau berakrab-akrab memakai Bahasa Sunda kasar; 4) Terbawa pengaruh lawan bicara yang berbahasa Sunda; 5) Ingin menunjukkan bahwa bahasa ibunya ialah Bahasa Sunda.Kata Kunci: Desa Cisaat, alih kode, kedwibahasaan, peristiwa tutur, bentuk dan motif ( makna ) alih kode

    156

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇