Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    161 research outputs found

    Ketersediaan dan Pemanfaatan Koleksi Nonpelajaran untuk Mendukung Gerakan Literasi Sekolah di MTs Muhammadiyah 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK Choirunnisa, H. 2017. Ketersediaan dan Pemanfaatan Koleksi Nonpelajaran untuk Mendukung Gerakan Literasi Sekolah di MTs Muhammadiyah 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd., (II) Setiawan, S.Sos., M.IP. Kata kunci: koleksi nonpelajaran, perpustakaan sekolah, gerakan literasi sekolah.MTs Muhammadiyah 1 Malang merupakan salah satu sekolah swasta yang menerapkan pendidikan budi pekerti melalui berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan untuk menanamkan pembiasaan baik kepada siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah. Peneliti ingin mengetahui sejauh mana Gerakan Literasi Sekolah mampu diterapkan di MTs Muhammadiyah 1 Malang meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa permasalahan yang muncul sehingga pelaksanaannya tidak berjalan dengan begitu baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (a) ketersediaan koleksi nonpelajaran di Perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang, (b) pola pemanfaatan koleksi nonpelajaran di Perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang, (3) kendala ketersediaan dan pemanfaatan koleksi nonpelajaran di Perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang. Penelitian ini menggunakan strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methode) terutama strategi eksploratoris sekuensial. Dalam penelitian ini tahap pertama mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif dalam menjawab rumusan masalah pertama dan ketiga. Kemudian tahap kedua, mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dalam hal ini untuk menjawab rumusan masalah kedua.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, ketersediaan koleksi nonpelajaran di MTs Muhammadiyah 1 Malang berjumlah 63 koleksi nonpelajaran dan dapat dikatakan sangat kurang. Sebab jumlah koleksi nonpelajaran yang ada tidak sebanding dengan jumlah pemustaka. Kedua, pola pemanfaatan koleksi nonpelajaran dari hasil perlakuan terhadap dokumen menunjukkan sebagian responden membaca di tempat sebab beberapa koleksi tidak dapat dibawa pulang dan memilih memanfaatkan koleksi dengan cara meminjam untuk mengerjakan tugas sekolah. Sebagian memilih koleksi fiksi berupa cerita misteri/detektif. Sebagian besar responden memilih koleksi nonfiksi berupa cerita kehidupan sehari-hari.  Dari hasil frekuensi sebagian besar responden menggunakan koleksi ≤30 menit dalam sehari, perlu waktu selama 3 hari untuk membaca satu buku, memanfaatkan koleksi 1-2 kali perminggu dan melakukan penelusuran informasi buku melalui judul. Ketiga, kendala ketersediaan dan pemanfaatan koleksi nonpelajaran yang dialami oleh perpustakaan MTs Muhammadiyah 1 Malang terkait dengan minimnya anggaran yang dimiliki oleh perpustakaan, letak perpustakaan yang kurang strategis dan terkait pula dengan sistem peminjaman koleksi nonpelajaran. Berdasarkan simpulan yang telah dipaparkan, maka saran atau rekomendasi yang diajukan adalah sebagai berikut. Pertama, pengelola perpustakaan sekolah dalam hal ini adalah pustakawan perlu bergerak cepat dalam pengadaan buku-buku yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bermuatan budi pekerti seperti koleksi fiksi maupun nonfiksi berdasarkan kebutuhan pemustaka. Kedua, pustakawan hendaknya ikut proaktif dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan pihak MTs Muhammadiyah 1 Malang. Ketiga, kepala madrasah hendaknya lebih memperhatikan keberadaan perpustakaan sekolah baik dari letak perpustakaan, sarana prasarana, dan terutama dalam mengembangkan penyediaan koleksi nonpelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai sarana untuk menunjang tercapainya Gerakan Literasi Sekolah di MTs Muhammadiyah yang ba

    Karakteristik Literatur pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang Tahun 2015

    No full text
    ABSTRAK Prayuda, Handiawan Angling.  Karakteristik Literatur pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd, (II) Amalia Nurma Dewi, S.Hum., M.Hum. Kata Kunci: Literatur, paro hidup literatur, skripsi Literatur merupakan bahan yang digunakan sebagai sumber bacaan dalam suatu disiplin ilmu. Literatur juga digunakan sebagai sumber informasi untuk menyusun skripsi. Karakteristik dari sebuah literatur harus diperhatikan oleh mahasiswa, dengan memahami karakteristik literatur maka mahasiswa memperoleh liteartur yang tepat sesuai dengan topik penelitian dan mengetahui usia paro hidup literaturnya. Paro hidup merupakan salah satu kajian dari bibliometrika yang fokus mengulas perhitungan perkembangan suatu disiplin ilmu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup bahasa, jenis literatur, jumlah rujukan, dan paro hidup literatur pada skripsi Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif. Data diperoleh berdasarkan pada rumusan masalah (1) frekuensi penggunaan bahasa literatur skripsi mahasiswa, (2) frekuensi penggunaan jenis literatur, (3) frekuensi penggunaan jumlah rujukan, dan (4) paro hidup literatur skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015. Sumber data pada penelitian ini berupa skripsi mahasiswa sebanyak 19 skripsi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. Tahap analisis data dimulai dengan melakukan seleksi pemeriksaan kembali terkait data yang diperoleh sudah lengkap atau belum, kodifikasi dilakukan untuk mengelompokkan data sesuai dengan rumusan masalah, tabulasi untuk menyederhanakan data yang telah diperoleh, dan menghitung paro hidup literatur sesuai dengan tahap analisis data terkait rumusan masalah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut.  Pertama, bahasa rujukan literatur yang digunakan mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015 menggunakan dua Bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Mayoritas rujukan mahasiswa menggunakan literatur berbahasa Indonesia dengan jumlah 374 rujukan (97%). Kedua, karakteristik literatur skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015 terdiri akan 3 jenis literatur, yaitu jenis literatur primer, sekunder, dan tersier. Jenis literatur yang paling banyak digunakan mahasiswa adalah literatur sekunder dengan jumlah 298 rujukan (77,4%). Ketiga, jumlah rujukan pada skripsi mahasiswa sebanyak 385 rujukan. Mayoritas mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia menggunakan rujukan relatif muda dan mutakhir, yaitu 5 tahun terakhir dengan jumlah 151 rujukan (39,22%). Temuan peneliti, yaitu terdapat 385 rujukan (93%) yang digunakan dalam sitiran, dan rujukan yang tidak digunakan dalam sitiran 28 rujukan (7%). Jumlah sitiran skripsi mahasiswa sebanyak 1663 sitiran. Terdapat 1328 sitiran (79,9%) yang valid, dan 335 sitiran (20,1%) yang tidak teridentifikasi sumbernya. Keempat, paro hidup literatur skripsi mahasiswa adalah 2009. Mayoritas mahasiswa masih menggunakan literatur yang lebih dari tahun 2009, hal itu terbukti dengan jumlah rujukan yang disitir sitiran sebanyak 213 rujukan (55,6%).

    TINGKAT PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DESA GENERASI CERDAS

    No full text
    ABSTRAK Abidah, Woro. 2017. Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan Desa Generasi Cerdas. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd. Kata kunci: Perpustakaan desa, pengunjung perpustakaan, tingkat pemanfaatan. Perpustakaan desa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mengakses buku secara gratis di lingkungan pedesaan. Berdasarkan studi pendahuluan Perpustakaan Desa Generasi Cerdas menjadi juara 1 lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Malang pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pemanfaatan perpustakaan desa dan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan oleh golongan anak-anak, remaja, dan dewasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik angket. Data pada penelitian ini berupa frekuensi penilaian hasil angket tingkat pemanfaatan perpustakaan oleh anak–anak, remaja, dan dewasa. Sumber data pada penelitian ini berupa isian angket yang diisi oleh pengunjung perpustakaan golongan anak-anak, remaja, dan dewasa. Data dianalisis sebagai berikut: (1) mengumpulkan data dari instrumen angket yang sudah diisi, (2) mengidentifikasi dan mengelompokan data berdasarkan rumusan masalah, (3) menghitung hasil dari data yang dikumpulkan, dan (4) menyajikan hasil dari data yang telah dihitung.Hasil analisis penelitian ini sebagai berikut. Pertama, tingkat pemanfaatan perpustakaan desa oleh golongan anak, remaja, dan dewasa meliputi bentuk pemanfaatan perpustakaan termasuk cukup dengan frekuensi sebesar 52%, tujuan pemanfaatan perpustakaan termasuk cukup dengan frekuensi sebesar 51%. Kedua, faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan desa oleh golongan anak, remaja, dan dewasa meliputi kompetensi petugas perpustakaan desa termasuk tinggi dengan frekuensi sebesar 78%, faktor gedung dan sarana perpustakaan desa termasuk tinggi dengan frekuensi sebesar 73%, faktor keberhasilan layanan perpustakaan desa termasuk tinggi dengan frekuensi sebesar 70%, dan faktor terendah yaitu kesesuaian koleksi termasuk tinggi dengan frekuensi sebesar 67%.Dalam penelitian ini beberapa hal yang dapat di sarankan kepada pengelola perpustkaan agar pemanfaatan perpustakaan desa dapat meningkat adalah sebagai berikut. (1) memperbanyak kegiatan sesuai dengan usia, (2) mengikuti pelatihan dan traning motivasi agar kemampuan intrapersonal meningkat, (3) menambah sarana sesuai kelompok umur, (4) meningkatkan layanan yang di butuhkan terutama untuk kebudayaan dan ilmu pengetahuan, (5) melakukan pengembangan koleksi sesuai dengan usia, (6) sosialisasi mengenai pentingnya perpustakaan desa sebagai tempat menambah ilmu pengetahuan. ABSTRACT Abidah,  Woro. 2017. Utilization Level of Intelligent Generation Village Library.      .      Thesis. Major of Indonesian Literature, Faculty of Literature, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. MuakibatulHasanah, M.Pd., (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd. Keywords: Village library, library visitor, utilization rate.The village library is used by visitors to access books for free in rural settings. Based on preliminary study of Library of Generasi Cerdas Village become the first winner of Village Library of Malang Regency level in year 2014. This research is aimed to measure the utilization level of village library and factors influencing library utilization by children, adolescents and adolescents.This research uses quantitative descriptive approach. Data collection using questionnaire technique. The data in this study is the frequency of the assessment of the results of the questionnaire of library utilization by children, adolescents, and adults. Sources of data in this study are questionnaire filled by library visitors of children, adolescents, and adults. The data are analyzed as follows: (1) collect data from completed questionnaire instruments, (2) identify and classify data based on problem formulation, (3) calculate the results of data collected, and (4) present the results of the computed. The results of this research analysis as follows. Firstly, the utilization rate of village library by children, adolescent, and adult group covers the use of library including enough with frequency equal to 52%, purpose of library utilization including enough with frequency equal to 51%. Secondly, the factors that influence the utilization of village library by children, adolescents and adolescents include the competence of village librarians including high with the frequency of 78%, building factor and village library facilities including high with the frequency of 73%, success factors of village library services including high With a frequency of 70%, and the lowest factor is the suitability of the collection, including high with a frequency of 67%. In this research, some things that can be suggested to the library manager so that the utilization of village library can be increased is as follows. (1) increase activity according to age, (2) follow training and traning motivation to increase intrapersonal ability, (3) add facilities according to age group, (4) improve service needed especially for culture and science, (5) development of age-appropriate collection, (6) socialization of the importance of village library as a place to increase knowledge

    Resepsi Mahasiswa Angkatan 2012 Jurusan Sastra jerman Universitas Negeri Malang Terhadap Nilai Budaya Karya Sastra Drama Der Besuch der Alten Dame Pada Matakuliah Deutsche Literatur

    No full text
    ABSTRACT Syukur, Felisia Katarina. 2016. Resepsi Mahasiswa Angkatan 2012 Jurusan Sastra  Jerman Universitas Negeri Malang Terhadap Nilai Budaya Karya Sastra Drama Der Besuch der alten Dame Pada Matakuliah Deutsche Literatur. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dudy Syafruddin, S.S., M.A. Kata Kunci: Resepsi, Nilai Budaya, Drama Der Besuch der alten Dame.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui resepsi mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Sastra Jerman terhadap nilai budaya dalam drama Der Besuch der alten Dame . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang diperoleh berdasarkan hasil dari wawancara terhadap mahasiswa angkatan 2012 Offering A dan B. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri dan pedoman wawancara. Data penelitian dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data, penyimpulan hasil, dan triangulasi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah sepuluh mahasiwa angkatan 2012 Offering A dan B Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang.Dari hasil wawancara ditemukan bahwa mahasiswa merespon dengan baik drama Der Besuch der Alten Dame. Seluruh Mahasiswa Angkatan 2012 Offering A dan B memahami cerita drama Der Besuch der Alten Dame. Sebagian  Mahasiswa Angkatan 2012 Offering A dan B dapat menjelaskan tentang nilai budaya yang tergambarkan dalam drama Der Besuch der Alten Dame dengan  pendapat yang berbeda-beda tetapi sesuai dengan yang dimaksud dalam drama tersebut. Kemudian sebagian besar mahasiswa memberikan beberapa contoh masalah yang sering terjadi saat ini dan memiliki pengaruh terhadap nilai budaya yang ada. Masalah nilai budaya yang disampaikan sama dengan masalah budaya yang ada dalam drama tersebut, yaitu keadilan, ketidakberdayaan, serakah karena uang dan perubahan sosial. Dapat disimpulkan bahwa  mahasiswa  angkatan 2012 Offering A dan B Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang dapat memahami cerita dan  memberikan resepsi atau tanggapan tentang nilai budaya yang terkandung dalam drama Der Besuch der Alten Dame. Nilai budaya dalam drama tersebut ditunjukkan melalui sikap dan perilaku tokoh yakni ketidakadilan, ketidakberdayaan, serakah dan perubahan sosial. Selain itu mahasiswa juga menyatakan bahwa sikap dan perilaku tersebut tidak hanya sekedar gambaran tokoh dalam drama atau karangan belaka, tetapi ada dalam dunia nyata bahkan sampai saat ini

    USING ANNOTATION STRATEGY TO IMPROVE READING COMPREHENSION OF NARRATIVE TEXT OFGRADE VIII STUDENTS IN SMP LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRACT   Firmansyah, Trio Rhizza. 2015.Using Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII Students in SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang.Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (1) Nur Hayati, S.Pd, M. Ed. (2) Drs. Andi Muhtar, M.A.   Keywords:  Annotation strategy, reading comprehension, VIII Grade.   Reading is one of the four language skills which strongly supports the other skills, that is speaking, writing, and listening. Reading is taught in English classrooms in Indonesia along with the other skills since junior high schools. Despite the strong focus on teaching reading and its importance, students still have various issues (they could not identify the generic structures, language features, important information) that need to be addressed. This also happens in grade VIII junior high school Laboratorium Universitas Negeri Malang where the researcher conducted his preliminary study. He found that the students got problems in understanding the narrative text, such as, they did not master vocabulary in the text which caused they could not identify any generic structures and language features of narrative text. After analyzing the problems, the researcher decided to use the Annotation strategy to address the students’ problems. This research used Classroom Action Research model was from Kemmis and Mc Taggart’ Classroom Action Research which consists of four stages. These four stages are Plan, Implementation, Observation, and Reflection. This research was conducted using one cycle only. The data were collected using reading comprehension exercises, students’ questionnaires, and teacher’s observation checklist. The English teacher in grade 8 A decided the criteria of success which the students who passed the minimum standard score of 70 must be above 70% of the students in the classroom. After the implementation of the Annotation strategy, it was found that the students improved their reading comprehension of narrative text. After the fourth meeting implementation, the result of the comprehension exercises given in the final meeting showed that 94.74% of the students or 36 students from 38 students succeded in improving their reading comprehension skill. Besides, the students’ performance showed that the students responded very positively toward the implementation of the Annotation strategy in the classroom. The researcher also concluded the procedure of using Annotation strategy which was found to successfully improve the students’ reading comprehension.  It consists of three stages. In the first stage, the researcher introduced the Annotation strategy to the students. He introduced the function and procedure of using Annotation strategy. After introducing Annotation strategy, the second stage was giving a sample reading text to the students. The students were supposed to mark the important points of the narrative text. The researcher guided and discussed together with the students how to use the Annotation strategy in analyzing and understanding the text. In the last stage, the researcher gave another reading comprehension text and reading comprehension exercises to the students. In this stage, the students also had to mark the important points of narrative text and they must also answer the questions. After finishing the reading comprehension exercises, the researcher and the students discussed the work as a class. The Annotation strategy can therefore be used to help students improve their reading comprehension of narrative text. In line with this, the researcher offers some suggestions to English teachers and future researchers. For the English teachers, the researcher recommends that they use the Annotation strategy to improve the students’ reading comprehension. Moreover, it is suggested that they use other icons in marking the important points of the text in order to make the students more interested to read the text. For future researchers, the researcher suggests that they explore Annotation strategy in improving students’ reading comprehension of other types of texts, such as, procedure text, descriptive text, and so on.    

    Kepuasan Pemustaka terhadap Layanan Akses Perpustakaan Pusat Kampus I Institut Teknologi Nasional Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kepuasan Pemustaka terhadap Layanan Akses Perpustakaan Pusat Kampus I Institut Teknologi Nasional Malang Dewi, Cici Ria. 2016. Kepuasan Pemustaka terhadap Layanan Akses Perpustakaan Pusat Kampus I Institut Teknologi Nasional Malang. Skripsi, Program Studi lmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (II) Drs. Moch. Asrukin, M.Si. Kata Kunci: kepuasan pengguna, layanan akses, perpustakaan perguruan tinggi Salah satu tolok ukur kesuksesan perpustakaan adalah kepuasan pengguna.Mengetahui kepuasan pemustaka juga merupakan salah satu upaya mempertahankan pemustaka agar datang kembali ke perpustakaan. Perpustakaan pusat kampus I Institut Teknologi Nasional Malang merupakan penyedia jasa pelayanan informasi bagi civitas akademikanya. Perpustakaan dituntut untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan ketepatan layanan yang diberikan. Salah satu layanan yang tersedia adalah layanan akses. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang yang mengunjungi layanan akses yang berjumlah 984 dengan jumlah sampel sebanyak 91. Instrumen pada penelitian ini menggunakan dimensi LibQUAL+™ yang terdiri dari kinerja petugas dalam pelayanan(affect of service), kualitas informasi dan akses informasi (information control) dan sarana perpustakaan (library as place).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi lapangan yang berupa kuesioner dan wawancara. Pemberian skor jawaban menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pemustaka terhadap layanan akses Perpustakaan Pusat Kampus I Institut Teknologi Nasional Malang pada dimensikinerja petugas dalam pelayanan (affect of service) berada pada kategori baik dengan skor 3,23. Pada dimensi kualitas informasi dan akses informasi(information control) berada pada kategori baik dengan skor 3,06 serta pada dimensi sarana perpustakaan(library as place) berada pada kategori baik dengan skor 3,22. Secara keseluruhan kepuasan pemustaka berada pada kategori baik dengan skor 3,17

    PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR RAGAM HIAS PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 TAROKANKABUPATEN KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Pita Yuhana.2016. Penggunaan Media Puzzle Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menggambar Ragam Hias Pada Siswa Kelas Vii Di Smp Negeri 1 Tarokan Kabupaten Kediri.Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Dr. Hariyanto, M.Hum   Kata Kunci: Media Puzzle, Menggambar Ragam Hias, SeniRupa Menggambar seharusnya merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi siswa, tetapi bagi siswa SMP kemampuan menggambar saja tidak cukup, siswa juga harus mengetahui teori membuat gambar yang baik Sayangnya, yang terjadi di SMP Negeri 1 Tarokan siswa kurang menguasai teori menggambar ragam hias.Akibatnya hasil belajar pun juga turut rendah.Tidakhan yaitu, proses pembelajaran yang selama ini dilakukan guru membuat siswa menjadi tidak tertarik untuk belajar menggambar.Untukitu, perlu adanya upaya untuk memperbaiki hal tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan media puzzle dalam pembelajaran. Penggunaan media puzzle yang tepat diharapkan dapat menarik minat belajar siswa kembali sekaligus dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Bertolak dari pernyataan di atas, maka penelitian ini pada dasarnya ditujukan untuk membahas pembelajaran dengan focus penelitian adalah: (1) Implementasi pembelajaran seni rupa menggambar ragam hias menggunakan media puzzle pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Tarokan tahun 2016; (2) Hasil belajar menggambar ragam hias menggunakan media puzzle pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Tarokantahun 2016; Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas.Subyek dalam penelitian ini adalah 30 siswa SMP Negeri 1 Tarokan kelas 7C yang diajar menggunakan media puzzle. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan masing-masing siklus 2 kali pertemuan dengan durasi 3jp x 40 menit.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, dokumentasi, angket, dantes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran dilakukan dalam 2 siklus;Padasiklus I penggunaan puzzle dimaksudkan untuk menarik minat belajar siswa dan memudahkan siswa dalam mengidentifikasi gambar, Padasiklus II puzzle digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis  detail gambar dan identifikasi gambar berdasarkan teknik; (2) Hasil belajar selama menggunakan media pembelajaran puzzle menunjukkan hasil yang baik. Pada prasiklus ketuntasan belajar aspek kognitif hanya 33%, padasiklus I naik menjadi 77%, padasiklus II naikmenjadi 97%.Untuk aspek keterampilan, padasiklus I diperoleh ketuntasan 90% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 97%.Untuk aspek sikap diakhir siklus menunjukkan hasil baik yaitu 10% siswa memiliki sikap sangat baik dan 83% memiliki sikap baik pada aspek kejujuran, disiplin, kerjasama, dankeaktifan.

    Gaya Kepemimpinan Kepala Perpustakaan terkait Pengembangan Pustakawan di Politeknik Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT Sabrina, Larasati Nur. 2016. Gaya Kepemimpinan Kepala Perpustakaan terkait Pengembangan Pustakawan di Politeknik Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Dwi Novita Ernaningsih, M.HumKata Kunci: gaya kepemimpinan, pengembangan pustakawan.Gaya kepemimpinan mempengaruhi suatu keberhasilan pemimpin dalam memimpin bawahannya dan mempengaruhi tingkah laku bawahannya. Kepemimpinan pada dasarnya adalah mengenai penciptaan cara bagi orang untuk berkontribusi dalam mewujudkan sesuatu yang luar biasa. Seorang kepala akan memiliki jiwa kepemimpinan dalam dirinya. Gaya kepemimpinan yang cocok akan digunakan untuk memimpin bawahannya demi kemajuan perpustakaan dan memberikan motivasi positif yang akan membangun pustakawan sebagai bawahannya menuju kinerja yang lebih baik.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup gaya kepemimpinan kepala perpustakaan terkait pengembangan pustakawan dilihat dari cara mengambil keputusan, hasil keputusan dan tindak lanjut hasil keputusan di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan gaya kepemimpinan kepala perpustakaan. Pengumpulan data di lakukan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Instrumen yang diguanakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk  menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan reduksi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Cara Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Malang mengambil keputusan terkait pengembangan pustakawan senantiasa berdiskusi dengan bawahan. Wakil kepala perpustakaan menjadi orang yang paling sering diajak berdiskusi. Kepala perpustakaan berkomunikasi dengan bawahannya melalui aplikasi whatsapp. Komunikasi yang dilakukan tidak hanya sebatas intruksi kerja saja. Hal ini dapat menggambarkan bahwa kepala perpustakaan memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis, kepala perpustakaan tidak memaksakan kehendak pada bawahan. Permasalahan yang dihadapi adalah ketidakhadiran kepala perpustakaan pada kegiatan perpustakaan. Kepala perpustakaan lebih fokus pada kegiatan mengajar sebagai dosen teknik. Pengaruh dari ketidakhadiran kepala perpustakaan adalah keputusan diambil dari pendapat bawahan, sehingga kepala perpustakaan tidak mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Kedua, hasil keputusan kepala perpustakaan terkait pengembangan pustakawan adalah pendelegasian tugas. Kepala perpustakaan beserta staf membuat rencana strategis yang terdapat point tentang pengembangan pustakawan. Pengembagan pustakawan yang dilakukan melalui beberapa cara yaitu menugaskan pustakawan untuk mengikuti kegiatan seminar, pelatihan, workshop, dan lokakarya. Pustakawan diajarkan untuk membuat laporan penelitian dan pengabdian masyarakat. Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Malang selalu memberikan izin ketika pustakawan ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Gaya kepemimpinan yang dimiliki kepala perpustakaan dalam hal ini adalah demokratis, kepala perpustakaan dapat mempengaruhi pustakawan untuk mengembangkan diri dengan cara komunikasi yang baik. Masalah yang dihadapi adalah ketidakhadiran kepala perpustakaan sehingga tidak terjadi kontrol dalam hasil keputusan yang ada. Ketiga, tindak lanjut hasil keputusan Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Malang terkait pengembang pustakawan telah berjalan dengan baik. Permasalahan yang dihadapi berasal dari pihak pimpinan yang dalam hal ini adalah pembantu direktur 1. Pengembangan pustakawan yang telah direncanakan terkadang tidak mendapat dukungan dari pembantu direktur 1 yang mengakibatkan pengembangan perpustakaan tidak berjalan sesuai rencana yang telah disusun

    PENGEMBANGAN PANDUAN PENDIDIKAN PEMUSTAKA BAGI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI DI PERPUSTAKAAN STMIK DAN STIE ASIA MALANG

    No full text
    ABSTRACT Magfiroh, Hesty. 2015. Pengembangan Panduan Pendidikan Pemustaka Perpustakaan Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Perpustakaan STMIK dan STIE Asia Malang. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurchasanah, M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum.Kata Kunci: pendidikan pemustaka perpustakaan, pemustaka, panduan pemustaka perpustakaanSalah satu fungsi perpustakaan adalah menyediakan informasi untuk membantu pendidikan dan penelitian. Pendidikan pemustaka merupakan salah satu layanan perpustakaan yang penting sebagai upaya untuk memberikan informasi tentang segala sesuatu yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Pustakawan bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan pemustaka perpustakaan kepada pemustaka melalui pendidikan pemustaka yang diajarkan oleh pustakawan sehingga muncul inovasi sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan pemustaka. Salah satu inovasi tersebut adalah mengembangkan panduan pendidikan pemustaka yang dapat digunakan sebagai acuan penjelasan seputar Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang. Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan prototype panduan pendidikan pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE asia malang  dan menghasilkan panduan pendidikan pemustaka yang sudah diuji di perpustakaan STMIK/STIE asia malang.Desain pengembangan yang digunakan adalah desain model R&D Borg and Gall yang dikebangkan oleh Sugiyono (2011). Tahap penelitian ini yaitu potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, mendesain, memvalidasi, revisi, uji coba, revisi,  dan produksi masal. Prototipe panduan pendidikan pemustaka divalidasi oleh ahli materi, kemudian mengalami sedikit revisi. Produk yang telah divalidasi selanjutnya diujicobakan pada pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang sebanyak 20 pemustaka. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari ahli materi pendidikan pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat valid”, praktisi (pustakawan) memberikan kriteria “sangat valid, dan hasil uji coba lapangan terhadap pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat baik. Selain memberikan penilaian, validator juga memberikan saran perbaikan produk panduan pendidikan pemustaka perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa panduan pendidikan pemustaka perpustakaan yang dikembangkan setelah direvisi menunjukkan criteria “sangat valid” sehingga panduan pendidikan pemustaka perpustakaan di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang layak untuk digunakan

    Busana Tokoh Utama Lakon Damarwulan pada janger Dharma Kencana di Dusun Amerta Sari Rt 02 Rw 01 Desa Watu Kebo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAKSanti, Chintya Dewi E P W. 2017. Busana Tokoh Utama Lakon Damarwulan pada Janger Dharma Kencana di Dusun Amerta Sari Rt 02 Rw 01 Desa Watu Kebo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, Jawa Timur. Skripsi, Program Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Robby Hidajat, M.Pd.Kata Kunci : Akulturasi, Janger Banyuwangi, Tata BusanaJanger adalah pertunjukan tradisional dari Banyuwangi. Janger adalah hasil akulturasi Jawa dan Bali. Akulturasi tersebut terlihat pada mahkota, jarit dan baju yang dipakai pada kesenian Janger Banyuwangi. Akulturasi tesebut terjadi karena adanya migrasi orang Jawa ke pulau Bali.Tujuan penelitian ini yaitu mendiskripikan akulturasi Janger Jawa dan Bali dalam tokoh utama lakon Damarwulan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan merupakan gejala angka, melainkan melalui penggambaran dari gejala-gejala serta situasi yang terjadi dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data dalam penelitian melalui wawancara langsung kepada narasumber. Wawancara pada penelitian ini ada 2 yaitu wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.Hasil penelitian tata busana tokoh utama lakon Damarwulan dapat dilihat pada (1) baju yang dikenakan tokoh antagonis berwarna merah dan baju yang dikenakan oleh tokoh protagonis berwarna putih (2) akulturasi busana tokoh utama lakon Damarwulan terlihat pada mahkota yang dikenakan pada tokoh Minak Jinggo, warna baju yang dikenakan oleh tokoh Damarwulan dan Minak Jinggo, jarik yang dikenakan oleh tokoh Kencana Ungu dan Anjasmara.Penelitian ini diharapkan dapat mempertahankan kelestarian kesenian Janger Banyuwangi. Penelitian ini juga kiranya dapat menumbuhkan kesadaran dan memberikan dorongan positif dalam mengembangkan kesenian Janger Banyuwangi.ABSTRACTSanti, Chintya Dewi E P W. 2017. The First Character’s Clothes of Damarwulan Play in Janger Dharma Kencana at Amerta Sari Countryside Rt 02 Rw 01 Watu Kebo Village            Rogojampi Sub-district of Banyuwangi, East Java. Undergraduate Thesis, Art and Music program, Filed Study of Art and design, Faculty of Letter, State University of Malang. Supervisor: Drs. Robby Hidajat, M. Pd.Keywords: acculturation, Janger Banyuwangi, designJanger is a traditional show from Banyuwangi. Janger is acculturation product between Java and Bali. It can be seen from clothes wear in Janger Banyuwangi. It happens because of the immigration did by Javanese to Bali. The aim of this research is to describe the acculturation between Java’s Janger and Bali in the first character of Damarwulan Play.This research used a qualitative approach. in this research the data collected in form of words, pictures, without any numbers, but through a description of a condition did by people and an observable behavior. The data was collected through direct interview. It was divided into two; they were structured and unstructured interview.The result of clothes wear by the first character in Damarwulan play were, (1) the red clothes wear by antagonist character and the white clothes wear by protagonist character, (2) the acculturation of a clothes wear by the first character can bee seen in the crown used at Minak Jinggo character, the color of clothes wear by Damarwulan and Minak Jinggo characters, jarik wear by Kencana Ungu and Anjasmara character. This research is expected to be able to maintain culture preservation of Janger Banyuwangi’s art. This research is also expected to give a positive motivation in improving Janger Banyuwangi’s art

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇