Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
model pembelajaran bahasa arab di MI Nurul Huda 2 mojokerto pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler
ABSTRAK Najibah, Rosida Sari. 2017. Model Pembelajaran Bahasa Arab di MI Nurul Huda 2 Mojokerto pada Program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Syathibi Nawawi, M.Pd, (2) Dra. Nur Anisah Ridwan, M.Pd. Kata kunci: Model Pembelajaran Bahasa Arab, MI Nurul Huda 2 Mojokerto.Di era globalisasi terjadi banyak perkembangan di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. MI Nurul Huda 2 Mojokerto merupakan pendidikan formal berbasis keagamaan di bawah naungan lembaga Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Surodinawan Kota Mojokerto. Di MI Nurul Huda 2 ini memiliki tiga program unggulan yakni, Tahfidz, Bilingual, dan Reguler.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Arab di MI Nurul Huda 2 Mojokerto. Secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan (1) model pembelajaran pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler, (2) evaluasi pembelajaran pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Adapun instrumen bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket. Teknik pengumpulan data dalam penelitian inidengan cara: (a) observasi, (b) wawancara, dan (c) penyebaran angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Objek penelitian ini adalah guru bahasa Arab dan siswa di kelas Tahfidz, Bilingual, dan Reguler MI Nurul Huda 2 Mojokerto.Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran dan evaluasi pembelajaran bahasa Arab pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler di MI Nurul Huda 2 Mojokerto sudah baik walaupun ada sedikit kekurangan. Model pembelajaran yang digunakan cukup efektif karena menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, sehingga siswa tidak mudah bosan dan aktif selama proses belajar-mengajar berlangsung. Begitu juga evaluasi pembelajarannya yang bervariatif dan guru hanya memberi tugas rumah sesuai penyampaian materi. Di tiap semesternya ada ulangan harian tiga kali, ada UTS, dan UAS. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberi saran kepada: (1) sekolah agar menyediakan media yang dibutuhkan dalam pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran, (2) guru bahasa Arab diharapkan lebih kreatif dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa, (3) siswa hendaknya terus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap bahasa Arab, sehingga siswa lebih aktif, fokus, dan semangat dalam pembelajaran di kelas, (4) peneliti selanjutnya diharapkan mampu memberi kontribusi lebih terhadap pembelajaran bahasa Arab dan mengembangkan strategi, metode, dan media pembelajaran bahasa Arab
Penggunaan Bahasa Argumentatif dalam Teks Diskusi Bahasa Indonesia Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang Tahun Pelajaran 2015/2016
ABSTRACT Anggraini, Dessy. 2016. Penggunaan Bahasa Argumentatif dalam Teks Diskusi Bahasa Indonesia Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum.Kata kunci : penggunaan bahasa, pernyataan, alasan pendukung, kesimpulan, teks diskusiSalah satu bagian dari penggunaan bahasa yakni kegiatan berargumentasi. Pada kegiatan pembelajaran, kegiatan berargumentasi sangat penting untuk dilakukan. Diskusi merupakan bagian dari kegiatan berargumentasi. Kini, diskusi dalam bentuk tulis sudah terintegrasi dalam kurikulum 2013. Teks diskusi merupakan teks baru dalam kurikulum 2013. Penggunaan bahasa adalah hal penting yang perlu dikuasai seseorang untuk dapat terampil dalam kegiatan menulis. Berdasarkan observasi pendahuluan diketahui bahwa kegiatan menulis merupakan kegiatan yang dirasa sulit dan belum dikuasai oleh siswa. Bertolak dari penggunaan bahasa dan pentingnya penguasaan keterampilan menulis maka dipilihlah topik penelitian yakni analisis penggunaan bahasa dalam teks diskusi karya siswa kelas VIII B SMP Negeri 8 Malang. Topik tersebut memuat tiga fokus penelitian yakni (1) bahasa yang menyampaikan pernyataan terkait topik, (2) bahasa yang menyampaikan alasan pendukung, dan (3) bahasa yang menyampaikan kesimpulan dalam teks diskusi karya siswa kelas VIII B SMP Negeri 8 Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualiatatif dan merupakan jenis penelitian studi teks. Sumber data dalam penelitian ini adalah tulisan teks diskusi siswa kelas VIII B SMP Negeri 8 Malang. Data penelitian ini yakni bahasa yang terdapat dalam penyampaian pernyataan, alasan pendukung, dan kesimpulan dalam tiga puluh satu teks diskusi karya siswa. Instrumen dalam penelitian ini yakni peneliti sebagai instrumen kunci, Lembar Kerja Siswa (LKS), pedoman analisis teks diskusi, dan tabel analisis teks diskusi. Tahap pelaksanaan meliputi tahap pengumpulan data, tahap analisis data, tahap pegecekan keabsahan data, dan tahap penarikan kesimpulan.Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, bahasa yang menyampaikan pernyataan dalam teks diskusi karya siswa (1) seluruhnya merupakan opini, pendapat, atau evaluasi subjektif penulis; (2) terdapat pernyataan yang belum memuat isu atau masalah; (3) pilihan kata yang digunakan sudah menggambarkan dan sesuai dengan topik diskusi yang dipilih; (4) banyak menggunakan modalitas berisi kemungkinan dan keharusan; (5) banyak ditemukan konjungsi perbandingan dan pertentangan dalam teks diskusi karya siswa; dan (6) memiliki bentuk pernyataan berupa definisi, pendapat umum, ungkapan ekspresif, sajian masalah, pertanyaan, perbandingan, mengungkapkan seluruh aspek, mengungkapkan sebagian aspek, dan mengungkapkan satu aspek.Kedua, bahasa yang menyampaikan alasan pendukung dalam teks diskusi karya siswa (1) terdiri atas alasan pendukung yang berisi dukungan dan alasan pendukung yang berisi penolakan atau menentang; (2) belum seluruhnya berisi data, fakta, atau referensi; (3) selain konjungsi perbandingan dan pertentangan, banyak ditemukan konjungsi penyebaban dalam teks diskusi karya siswa; (4) banyak menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan; (5) alasan pendukung teks diskusi karya siswa memiliki bentuk berupa perbandingan, contoh, hubungan sebab akibat, dan pengalaman penulis.Ketiga, bahasa yang menyampaikan kesimpulan dalam teks diskusi karya siswa (1) menggunakan kata dan istilah yang tepat serta memuat konjungsi yang bertentangan atau berlawanan; (2) memiliki lima bentuk berupa penegasan ulang, ringkasan, saran atau rekomendasi, harapan, dan jalan tengah yang tidak memihak.Saran yang terkait untuk penelitian ini adalah (1) penyampaian pernyataan belum seluruhnya berupa isu atau masalah. Maka sebaiknya siswa diajarkan untuk merumuskan pernyataan berupa isu atau masalah yang dapat bersumber dari pengamatan langsung di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa, koran, televisi, rangsang peristiwa, dll; (2) pada penyampaian alasan pedukung masih belum tampak data, fakta, dan referensi acuan. Maka sebaiknya dalam proses penulisan teks diskusi siswa diajarkan untuk mencari data, fakta, atau referensi sehingga dapat mendukung pernyataan isu. (3) keterampilan merumuskan kesimpulan teks diskusi siswa terus ditingkatkan sehingga siswa semakin mahir membuat kesimpulan.ABSTRACT Anggraini, Dessy. 2016. The Use of Argumentative Language In Discussion Text of VIII Class Students’ Works State Junior High School 8 Malang Education Year 2015/2016. Thesis, Department of Indonesian Language Literature, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum.Keywords: the use of language, claim, support, warrant, discussion textOne of the language part uses is argumentation activity. In learning activity, the argumentation activity is very important to be done. Discussion is a part of argumentation activity. Now, discussion in the form of writing has been integrated in the 2013 curriculum. The language use is an important thing to be mastered by one person to obtain the skill in writing activity. Based on the preliminary observation, it is known that the writing activity is such a difficult activity and not mastered by students. Based on the language use and the importance of writing skill acquisition, so it is selected the research topic namely the analysis of language use in discussion text of VIII B class students’ works of State Junior High School 8 Malang. The topic presents three research focuses, namely (1) the language delivering the claim related to the topic, (2) the language delivering the support, and (3) the language delivering the warrant in discussion text of VIII B class students’ works of State Junior High School 8 Malang.This research uses qualitative research and is a text study research. The source of data is the discussion text writing of VIII B class students’ of State Junior High School 8 Malang. The research data is the language in delivering claim, support, and warrant in thirty one discussion texts of students’ works. The research instruments are the researcher as the key instrument, student work sheet, guidance on analysis of discussion text, and analysis table of discussion text. The implementation stage includes the data collection stage, data analysis stage, data validity checking stage, and conclusion drawing stage. This research results in three findings. First, the language delivering the claim related in discussion texts of students’ works (1) all of which are the student subjective opinions, argumentations or evaluation; (2) there are statement not presenting the issues or matters; (3) the word selection used has described and based on the selected discussion topic; (4) it uses many modalities presenting possibility and requirements; (5) there are many comparison and contrary conjunction found in the discussion texts of students’ works; and (6) it has claims forms as definition, general opinions, expressive expression, problem presentation, questions, comparison, expressing all aspect, expressing some aspects and expressing one aspect.Second, the language delivering the support in discussion texts of students’ works (1) consisting of supporting reason presenting supports and support with rejection or contrary; (2) it does not overall contain data, facts or references; (3) not only comparison and contrary conjunction, there are also found causal conjunction in the discussion texts of students’ works; (4) it uses many contrary words; (5) for the support of discussion text of students’ work, they have the forms as comparison, examples, causality correlation and author experiences.Third, the language delivering the warrant or conclusion in discussion text of students’ works (1) uses the appropriate words and terms as well as presents the contrary conjunction; (2) has five forms namely re-confirmation, summary, advises or recommendation, expectation and impartially middle ways. The advises related to this research are (1) the claim delivery is not overall as issues or matters. So, the students should be taught to formulate the claim in the form of issues or problems from direct observation around the environment where the students live, newspaper, television, event stimulation, etc; (2) in the delivery of support, it has not presented data, facts, and references. So, in the writing process of discussion texts, he students are taught to find the data, facts or reference so that it can support the issue statement. (3) the students’ skills in formulating the conclusion for discussion texts must be improved so that the students are skillful in drawing conclusion
Using Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII in SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRACT Using Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII in SMP Laboratorium Universitas Negeri MalangUsing Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII in SMP Laboratorium Universitas Negeri MalangUsing Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII in SMP Laboratorium Universitas Negeri MalangFirmansyah, Trio Rhizza. 2015.Using Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII Students in SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang.Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (1) Nur Hayati, S.Pd, M. Ed. (2) Drs. Andi Muhtar, M.A.Keywords: Annotation strategy, reading comprehension, VIII Grade.Reading is one of the four language skills which strongly supports the other skills, that is speaking, writing, and listening. Reading is taught in English classrooms in Indonesia along with the other skills since junior high schools. Despite the strong focus on teaching reading and its importance, students still have various issues (they could not identify the generic structures, language features, important information) that need to be addressed. This also happens in grade VIII junior high school Laboratorium Universitas Negeri Malang where the researcher conducted his preliminary study. He found that the students got problems in understanding the narrative text, such as, they did not master vocabulary in the text which caused they could not identify any generic structures and language features of narrative text. After analyzing the problems, the researcher decided to use the Annotation strategy to address the students’ problems.This research used Classroom Action Research model was from Kemmis and Mc Taggart’ Classroom Action Research which consists of four stages. These four stages are Plan, Implementation, Observation, and Reflection. This research was conducted using one cycle only. The data were collected using reading comprehension exercises, students’ questionnaires, and teacher’s observation checklist. The English teacher in grade 8 A decided the criteria of success which the students who passed the minimum standard score of 70 must be above 70% of the students in the classroom.After the implementation of the Annotation strategy, it was found that the students improved their reading comprehension of narrative text. After the fourth meeting implementation, the result of the comprehension exercises given in the final meeting showed that 94.74% of the students or 36 students from 38 students succeded in improving their reading comprehension skill. Besides, the students’ performance showed that the students responded very positively toward the implementation of the Annotation strategy in the classroom.The researcher also concluded the procedure of using Annotation strategy which was found to successfully improve the students’ reading comprehension. It consists of three stages. In the first stage, the researcher introduced the Annotation strategy to the students. He introduced the function and procedure of using Annotation strategy. After introducing Annotation strategy, the second stage was giving a sample reading text to the students. The students were supposed to mark the important points of the narrative text. The researcher guided and discussed together with the students how to use the Annotation strategy in analyzing and understanding the text. In the last stage, the researcher gave another reading comprehension text and reading comprehension exercises to the students. In this stage, the students also had to mark the important points of narrative text and they must also answer the questions. After finishing the reading comprehension exercises, the researcher and the students discussed the work as a class. The Annotation strategy can therefore be used to help students improve their reading comprehension of narrative text. In line with this, the researcher offers some suggestions to English teachers and future researchers. For the English teachers, the researcher recommends that they use the Annotation strategy to improve the students’ reading comprehension. Moreover, it is suggested that they use other icons in marking the important points of the text in order to make the students more interested to read the text. For future researchers, the researcher suggests that they explore Annotation strategy in improving students’ reading comprehension of other types of texts, such as, procedure text, descriptive text, and so on
Manajemen Sumber Daya Manusia di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan
ABSTRACT Manajemen Sumber Daya Manusia di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten PasuruanManajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan kegiatan yang mengatur sumber daya manusia, mengelola permasalahan dan kebutuhan yang sangat komplek. Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia yang digunakan peneliti untuk menganalisis yaitu terdiri dari perencanaan, rekrutmen dan seleksi, orientasi, pengembangan dan perawatan. Latar belakang penelitian ini yaitu ingin mengetahui manajemen SDM di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara. Wawancara dilakukan dengan 4 narasumber yang terdiri dari Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan, 1 orang Bagian Pengembangan dan Program dan 2 orang Bagian Pengelolaan Perpustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan lingkungan Kantor Perpustakaan dan Arsip kabupaten Pasuruan, dan dalam pelaksanaan manajemen SDM, tidak terlepas dari kendala yang dihadapi, yaitu anggaran terbatas dan pelamar tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Peneliti memberikan saran kepada Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan guna mengatasi kendala yang ada, sebagai berikut: (1) untuk mengatasi perencanaan pengembangan SDM yang tidak terlaksana, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan dapat mengajukan dana lebih dari pada sebelumnya agar tetap dapat meningkatkan kualitas SDM dan (2) agar mendapatkan SDM yang sesuai, disarankan agar informasi lowongan kerja disebarkan secara luas dan proses penyeleksian pegawai sebaiknya lebih selektif, sehingga bisa mendapatkan SDM yang sesuai dengan kualifikasi dan kompeten
Struktur dan Makna Penyajian Upacara Mbeduduk dalam Upacara Entas-entas di Desa Sedaeng , kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan
ABSTRACT Nindi Febriastuti, Elvinda. 2016. Pengaruh Efikasi Diri (Self-efficacy) dan Motivasi BelajarTerhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan di SMKCendika Bangsa Kepanjen. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi PendidikanTata Niaga, FE. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Suharto S.M.,M.Pd., M.M (II) Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P., M.M.Kata kunci: Efikasi diri (Self-efficacy), Motivasi belajar, Hasil belajar siswa.Pendidikan sangat penting karena pada masa kini pendidikan diutamakan dan harusmemiliki kelebihan dari sisi pengetahuan , sikap maupun perilaku yang lebih dari yang lain,selain itu juga modal untuk menghadapi persaingan serta bekal untuk kelangsungan hidupmanusia, akan tetapi perkembangan dalam dunia pendidikan di negara Indonesia masihbelum bisa dikatakan baik karena proses belajar dan pembelajaran antara guru dan muridmasih dihadapkan oleh gejala-gejala yang kadang ditimbulkan oleh guru terkadang juga darimurid, tapi kebanyakan dari sisi murid ketika dijelaskan oleh guru murid hanya bermalasmalasandan mendengar tanpa mau bertanya sesuatu yang asing bagi siswa tersebut.Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1). Bagaimana deskripsi efikasi diri, motivasibelajar dan hasil belajar di SMK Cendika Bangsa Kepanjen? (2). Adakah pengaruh antaraefikasi diri dan hasil belajar ? (3). Adakah pengaruh antara motivasi belajar dan hasilbelajar? (4). Apakah berpengaruh secara simultan efikasi diri dan motivasi belajar terhadaphasil belajar?.Rancangan penelitian ini menggunakan strategi kuantitatif. Populasi penelitian ini siswakelas X di SMK Cendika Bangsa Kepanjen dengan jumlah 220 siswa, sampel sebesar 142siswa dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Metode yang digunakanadalah analisis deskriptif dan regresi berganda, untuk mengetahui deskripsi variable X1 yaituefikasi diri, X2 motivasi belajar dan Y hasil belajar serta menentukan adatidaknya pengaruhantara variable X1 yaitu efikasi diri dan X2 motivasi belajar terhadap Y hasil belajar secaraparsial maupun simultan. Instrument yang digunakan adalah angket atau kuisioner dandokumentasi berupa nama seluruh siswa kelas X di SMK Cendika Bangsa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskripsi efikasi diri termasuk dalamkategori cukup baik, motivasi belajar dalam kategori baik dan hasil belajar siswa tergolongcukup baik, efikasi diri dan motivasi belajar secara parsial mempengaruhi hasil belajar siswasebesar 0,045 dan 0,036, akan tetapi efikasi diri dan motivasi tidak berpengaruh secarabersama-sama terhadap hasil belajar siswa, diketahui bahwa koefisien determinasi (AdjustedR square) sebesar 0,026 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh efikasi diri (self-efficacy)(X1) dan motivasi belajar (X2) dengan hasil belajar(Y) adalah 0,026 atau 2,6 %. Artinya2,6 % hasil belajar siswa ditentukan oleh efikasi diri dan hasil belajar. Sedangkan sisanya 97,4% atau 0,974 hasil belajar ditentukan oleh variabel diluar penelitian
PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR MELALUI PENOKOHAN KARAKTER KESENIAN BESUTAN SEBAGAI SARANA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
ABSTRAK Marsetyani, Deninta Dwi 2016. Perancangan Buku Cerita Bergambar Melalui Penokohan Karakter Kesenian Besutan Sebagai Sarana Pelestarian Budaya Lokal. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni Dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I)Drs. Didiek Rahmanadji , M.Pd. (II) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci : Perancangan,Cerita Bergambar, Besutan, Budaya Lokal. Budaya Lokal mencerminkan tindak perilaku dan kepercayaan masyarakat. Di Jombang terdapat Kesenian Besut yang merupakan pengembangan Kesenian Lerok dan cikal bakal Ludruk. Ludruk Besutan menampilkan empat tokoh panggung, yakni Besut, Paman Jamino (Paman Ganda)/Manganda, Asmunah/Rusmini, dan Sumogamabar.Banyaknya nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita Kesenian Besutan ini harus dilestarikan dan perlu diperkenalkan serta diketahui. Banyaknya generasi muda yang belum mengenal Kesenian Besutan Oleh sebab itu perlu dirancangnya media yang memperkenalkan Kesenian Besutan. Adapun tujuan untuk melestarikan Kesenian Besutan sebagai warisan buaya lokal dapat dikenal dan dilestarikan. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan dari Bruce Archer. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melaukaan wawancara, kajian pustaka, dokumentasi menghasilkan data yang dibutuhkan untuk perancangan buku cerita bergambar. Media pendukung lain yang diperlukan untuk memaksimalkan daya tarik budaya lokal adalah poster, brosur, flyer, dan mini x-banner.
Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang
Penelitian ini mendeskripsikan tentang persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Hasil dari penelitian ini yaitu sebagai berikut.Persepsi pemustaka terhadap kualitas layanan sirkulasi adalah kerja pustakawan cepat, tetapi kurang tepat dan efisien, tata letak layanan sirkulasi kurang nyaman dan kurang strategis, layanan sirkulasi masih kurang memuaskan pemustaka.Persepsi pemustaka terhadap keterampilan pustakawan pada bagian layanan sirkulasi adalah pustakawan terampil dalam mengutamakan kebutuhan pengguna, terampil dalam berkomunikasi, kurang terampil dalam berbahasa asing, terampil dalam menyelesaikan masalah, dan terampil dalam mencarikan informasi.Persepsi pemustaka terhadap akses informasi pada layanan sirkulasi adalah ketersediaan informasinya masih terbatas, komputer dan katalog digital yang disediakan kurang memadai, dan masih ada hambatan ketika mengakses informasi. style='mso-spacerun:yes'> ada 3 miteme, 6 ceriteme dan 5 episode cerita. Miteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo ditemukan yaitu mbah Gladak Mandelo, Singo Gebyong dan Moyogati, serta Karni. Ceriteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo yaitu babat alas pijek, rombongan dari Ponorogo, simbol pakuwojo, membuka pasar, kepercayaan dan keyakinan, kecamatan Pagerwojo. Episode cerita yang terbangun dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo meliputi babat alas desa Pagerwojo Desa Pagerwojo, simbol perlindungan, pengenalan ekonomi kepada masyarakat Desa Pagerwojo, pengenalan agama, pengetahuan sistem pemerintahan. Pertama, miteme merupakan bentuk relasi kata dalam kalimat yang dapat ditandai dengan tindakan yang dialami oleh tokoh. Hal tersebut dapat dilihat pada tokoh sentral dan tokoh bawahan. Kedua, ceriteme merupakan relasi antar kata yang membangun ide kalimat. Hal tersebut terlihat dari relasi antar kalimat yang terdapat dalam paragraf. Ceriteme tersebut dapat dibangun dari segmen cerita. Ketiga, episode dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo mengenai peristiwa awal pembukaan lahan Desa Pagerwojo. episode ini merupakan bentuk penjelasan simbolik masyarakat Pagerwojo untuk menjelaskan sejarah adanya Desa Pagerwojo. Episode cerita asal-usul Desa Pagerwojo ini dapat ditemukan dalam alur cerita. Berdasarkan pengungkapan stuktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo dapat dijadikan acuan untuk membangun makna dalam sebuah cerita. Berdasarkan cerita asal-usul Desa Pagerwojo nenek moyang terdahulu ingin menunjukan makna dan nilai yang terkandung dalam setiap pemikiran orang jawa zaman dahulu. Jadi, keseluruhan cerita asal-usul cerita Desa Pagerwojo diharapkan untuk masyarakat Desa Pagerwojo agar lebih memaknai sastra lisan yang dimilikinya, serta menjaga dan melestarikan keberadaan cerita asal-usul Desa Pagerwojo di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung
Studi Tingkat Kebisingan Bengkel saat Praktik Tune-up Motor Bensin Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang
ABSTRACT Ahmad, Asrul Muwafik. 2016. Studi Tingkat Kebisingan Bengkel saat Praktik Tune-up Motor Bensin Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marji, M.Kes., (II) Drs. Paryono, S.T., M.T.Kata Kunci : kebisingan, tune-up, otomotifKebisingan sering terjadi saat melakukan praktik tune-up motor bensin. Untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kebisingan ruang praktik tune-up motor bensin maka peneliti melakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kebisingan bengkel saat praktik tune-up motor bensin mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang; (2) pengaruh tingkat kebisingan bengkel saat praktik tune-up motor bensin terhadap mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang; dan (3) keadaan bengkel praktik tune-up motor bensin mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang.Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Kebisingan dapat diukur dengan menggunakan alat Sound Level Meter atau aplikasi Sound Meter yang telah dikalibrasi. Penelitian dilakukan di bengkel praktik Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, pada bulan Mei 2016 dengan jumlah responden 19 orang. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan angket, kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik menggunakan Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan bengkel sebesar 88,125 dB. Angka menunjukkan bahwa ruang praktik dalam keadaan bising. Sedangkan dari hasil angket, sebesar 65,33% dari responden merasa cukup terganggu dengan kebisingan diruang bengkel praktik tune-up motor bensin. Deskripsi ruang praktik tune-up¬ menunjukkan bahwa ruang praktik tersebut belum cukup memenuhi kenyamanan dan keamanan pelaku praktik. Berdasarkan penelitian dapat disarankan bagi pelaku praktik, hendaknya menggunakan alat pelindung diri saat melakukan praktik; bagi jurusan teknik mesin dan pengelola bengkel praktik, hendaknya memperhatikan dan menerapkan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi para pelaku praktik; bagi peneliti selanjutnya, hendaknya dilakukan penyempurnaan untuk memperkaya kajian ilmu tentang kebisingan diruang praktik
PEMBELJARAN EKSTRA KURIKULER MEMBATIK PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PRAMBON KABUPATEN NGANJUK
Sutiani. 2016. Pembelajaran Ekstrakurikuler Membatik Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Prambon Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hariyanto, M.Hum. Kata Kunci: Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Batik Celup. Beraneka ragam bentuk, jenis, maupun wujud warisan nenek moyang bangsa Indonesia dapat disaksikan hingga generasi saat ini. Beberapa di antaranya adalah candi, senjata tradisional (seperti kapak, keris, dan tombak), kapal Pinisi, wayang, dan batik. Warisan itu tidak semuanya terpelihara dengan baik. Namun demikian, tetap ada upaya secara giat dari pemerintah, kalangan swasta, dan masyarakat Indonesia untuk melestarikan semua peninggalan tersebut. Salah satu upaya konkret yang telah dan terus dilakukan adalah pada pelestarian batik. Untuk itulah, pembelajaran batik mulai dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Salah satunya adalah menjadikan kegiatan membatik khususnya batik celup sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun masih tergolong pemula, akan tetapi kegiatan ekstrakurikuler membatik menjadi salah satu prioritas sekolah sebagai penunjang materi intrakurikuler menggambar ragam hias. Bertolak dari pernyataan di atas, maka penelitian ini pada dasarnya ditujukan untuk membahas pembelajaran membatik dengan fokus penelitian adalah:(1) Bagaimanakah pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?;(2) Bagaimana hasil karya siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?; (3) Apa faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrumen utama. Data penelitian ini adalah pendapat yang disampaikan oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran membatik dan juga pendapat kepala sekolah mengenai kegiatan tersebut. Dalam mengumpulkan data dilakukan melalui observasi, foto-foto kegiatan, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan kehadiran peneliti dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan bahwa: (1) Pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik meliputi:(a) Komponen pembelajaran pada kegiatan ekstrakurikuler membatik batik celup antara lain: Karakteristik siswa adalah siswa dari latar belakang keluarga ekonomi menengah kebawah yang memiliki motivasi, bakat, minat belajar yang tinggi, Karakteristik guru bukanlah berlatar belakang guru Seni Budaya tetapi mempunyai dedikasi tinggi dan bakat seni tinggi, Karakteristik lingkungan belajar, Tujuan pembelajaran, Materi pembelajaran, Strategi pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran;(b) Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas dan di luar kelas: Kegiatan belajar di kelas, meliputi : tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi ; Kegiatan belajar di luar kelas, meliputi : persiapan, proses pembuatan batik ikat celup; (2) Hasil karya yang dihasilkan oleh siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup berupa taplak meja dan jilbab dengan motif batik ikat celup berpola pelangi, gradasi matahari, motif tritik, dan gegetan; (3) Faktor yang mempengaruhi pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik adalah:(a) Ketersediaan fasilitas pembelajaran yang mendukung;(b) Kompetensi tenaga pendidik/Pembina;(c) Motivasi belajar siswa.
Korelasi Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pustakawan Perguruan Tinggi Swasta d i Kota Malang
ABSTRACT Andriani, Yusmita. Korelasi Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pustakawan Perguruan Tinggi Swasta d i Kota Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd, (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pdkata kunci: Motivasi Kerja Intrinsik, Motivasi Kerja Ekstrinsik, Kinerja PustakawanPerpustakaan merupakan wadah atau tempat berkumpulnya informasi ilmu pengetahuan baik tercetak, maupun terekam yang dikumpulkan, diolah, dikembangkan, dan dilestarikan untuk kepentingan pemakai dibidang studi, riset, dan konsultasi. Pustakawan adalah pemeran utama dalam kinerja sebuah perpustakaan. Dalam mencapai upaya target pemberian layanan prima kepada pengguna, pustakawan harus senantiasa meningkatkan kinerja dan memberikan layanan terbaik kepada pengguna, karena tingkat kinerja pustakawan berbanding lurus dengan pemenuhan kebutuhan pengguna. Faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor mativasi. Penilaian kinerja idealnya dilakukan secara berkala dalam internal organisasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang, untuk mengetahui kinerja pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang, dan untuk mengetahui korelasi motivasi kerja dengan kinerja pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pustakawan perpustakaan perguruan tinggi swasta di kota Malang yaitu, perpustakaan Universitas Asia Malang, perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang, perpustakaan, dan perpustakaan Universitas Islam Malang. Korelasi yang digunakan dalam penelitian ini korelasi produk momen.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan tiga hal berikut. Pertama, motivasi kerja di perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di kota Malang dalam kategori tinggi baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Kedua, kinerja pustakawan di perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di kota Malang dalam kriteriai tinggi. Ketiga, terdapat korelasi antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap kinerja pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di kota Malang. Saran dalam penelitian ini adalah (1) kepada pemimpin perpustakaan disarankan: a). untuk mempertahankan motivasi pustakawan yang berdampak signifikan terhadap kinerja pustakwan, dan b). motivasi pustakwan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, dengan cara pengembangan kemampuan pustakawan, pemeberian insentif, dan pemberdayaan SDM, dan (2) bagi pustakawan disarankan: a). hendaknya terus meningkatkan kinerja, baik kemampuan intelektual maupun kemampuan interpersonal b). mengembangkan kerjasama antar pustakawan demi kelancaran kerja dan perkembangan individu, kelompok, dan perpustakaan