Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    161 research outputs found

    PERKEMBANGAN TATA BUSANA TARI WURA BONGI MONCA SANGGAR PAJU MONCA DI RT 15 KELURAHAN RABANGODU UTARA KECAMATAN RABA KOTA BIMA

    No full text
    ABSTRAKMutmainnah. 2017.Perkembangan Tata Busana Tari Wura Bongi Monca Sanggar Paju Monca di RT 15 Kelurahan Rabadompu Utara Kecamatan Raba Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Dra. Ninik Harini, M.SnKata kunci: Perkembangan, Tata Busana, Tari Wura Bongi Monca.Bima adalah salah satu Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki banyak kesenian salah satunya tari Wura Bongi Monca. Tari WuraBongi Monca merupakan tari tradisional Bima yang di cipta oleh Siti Mariam pada tahun 1682. Tari Wura Bongi Monca  mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun1999-2004yaitu perkembangan pada tata busananya.TujuanpenelitianiniyaitumendeskripsikanperkembangantatabusanatariWuraBongiMoncaserta faktor yang mempengaruhi perkembangan tata busana tari Wura Bongi Monca.Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikn kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber, dan trianggulasi metode.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1)Tata busana tari Wura Bongi Monca mengalami perkembangan setiap tahunnya, perkembangan tata busana tari Wura Bongi Monca dapat dilihat dari tahun 1999-2004. (2)Perkembangan tata busana tari Wura Bongi Monca dipengaruhi oleh faktor internal dan faktoreksternal,Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang tari Wura Bongi Monca serta Perkembangannya. Penelitian ini juga kiranya dapat menumbuhka kesadaran dan memberikan dorongan positif dalam mengembangkan kesenian tari Wura Bongi Monca.ABSTRACTMutmainnah, 2017. Development of “Wura Bongi Monca” dance fashion of  Paju Monca Dance Studio, Studi case at RT 15 North Rabadompu village district of Raba Bima City Province West Nusa Tenggara. Skripsi Department of Art and Design Faculty of Literary , State University of Malang. Supervisor : Dra. Ninik Harini, M.SnKeywords: Development, Fashion dance, Wura Bongi Monca dance.Bima is one of the cities in West Nusa Tenggara province which has many art one of them Wura Bongi Monca dance. Wura Bongi Monca dance is a traditional dance in Bima are created by Siti Mariam in 1682. Wura Bongi Monca dance have a  progressing from 1999 – 2004 and the progressing is dance fashion.The purpose of this study is to describe the development of dance fashion of Wura Bongi Monca dance and factors affecting the development fashion of Wura Bongi Monca dance.Data collection procedures performed by the method of observation, interviews, and documentation. Data analysis starts from data collection phase, the reduction stage, the stage presentation of the data, as well as the conclusions penarikn stage. Checking the validity of the source data is done by triangulation, and triangulation methods.These results indicate that : (1) Wura Bongi Monca dance fashion experienced growth every year, Wura Bongi Monca fashion dance development can be seen from the 1999-2004. (2) The development of Wura Bongi Monca fashion dance influenced by internal factors and external factors. This research escpected to adding insight about Wura Bongi Monca fashion dance and progress

    Pemanfaatan Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno

    No full text
    ABSTRAK Putri, Iva Yuana. 2017. Pemanfaatan Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Drs. Darmono, M.Si.   Kata Kunci: pemanfaatan, koleksi khusus Bung Karno               Koleksi khusus Bung Karno merupakan koleksi yang berkaitan dengan Bung Karno. Koleksi khusus Bung Karno perlu diteliti pemanfaatannya karena koleksi ini merupakan fokus utama pada perpustakaan tersebut, namun pengunjung ruang koleksi khusus sangat sedikit.             Tujuan penelitian skripsi ini untuk mendeskripsikan (a) tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, (b) latar belakang pemustaka yang memanfaatkan koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, dan (c) faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.             Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung perpustakaan, dengan mengambil sampel secara insidental (kebetulan). Instrumen yang digunakan berupa angket dan pedoman wawancara. Kegiatan analisis data yaitu editing, mengelompokkan data berdasarkan rumusan masalah, dan tabulasi.             Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno masih rendah. Intensitas kunjungan ke bagian koleksi khusus masih jarang (74%). Frekuensi penggunaan koleksi khusus Bung Karno 1-2 kali dalam satu bulan (81%), dengan waktu yang digunakan selama 1-2 jam (55%). Alasan responden tidak memanfaatkan karena tidak tahu letak koleksi khusus dan informasi yang dicari tidak ada di koleksi khusus (34%).             Kedua, latar belakang pemustaka yang memanfaatkan koleksi khusus Bung Karno lebih dari setengah responden adalah perempuan, sisanya laki-laki. Sebagian besar responden (94%) berumur 14-29 tahun, sisanya berumur 30-60 tahun. Lebih dari setengah responden (52%) memiliki pendidikan SMA, sisanya S1 dan SMP. Dilihat dari status pekerjaan, lebih dari setengah responden (55%) masih pelajar, sisanya mahasiswa, guru/dosen, pekerjaan lainnya, dan pegawai. Sebagian besar responden (84%) berasal dari daerah Blitar, sisanya dari luar Blitar. Lebih dari setengah responden (58%) merupakan anggota perpustakaan, sisanya non anggota perpustakaan.             Ketiga, faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno yaitu faktor internal (kebutuhan, motif, dan minat) dan faktor eksternal (kelengkapan koleksi, keterampilan pustakawan dalam melayani, dan ketersediaan fasilitas). Faktor internal yang memengaruhi pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno: faktor kebutuhan, kurang dari setengah responden (34%) memanfaatkan koleksi khusus Bung Karno untuk kebutuhan menambah pengetahuan pada bidang tertentu, sisanya untuk memenuhi kebutuhan lainnya; faktor motif pemanfaatan, lebih dari setengah responden (53%) bermotif untuk mengerjakan tugas sekolah/kuliah, sisanya untuk mengisi waktu luang, tertarik dengan isi yang disajikan, dan penelitian; faktor minat pemanfaatan, sebagian kecil responden (24%) berminat pada subjek sejarah, sisanya biografi Bung Karno, abstrak, jurnalisme, pepatah, ilmu sosial (politik dan ekonomi), agama, dan kesusasteraan. Faktor alasan, kurang dari setengah responden (45%) memilih subjek yang diminati karena terkait dengan tugas yang sedang dikerjakan, sisanya untuk menambah ilmu pengetahuan, mengetahui lebih dalam tentang Bung Karno, dan sekadar membaca untuk mengisi waktu luang. Faktor cara pemanfaatan, setengah responden (50%) memanfaatkan koleksi dengan cara mencatat informasi di dalamnya, sisanya membaca di tempat dan berdiskusi. Faktor eksternal yang memengaruhi pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno: lebih dari setengah responden memberikan respon baik pada kelengkapan koleksi khusus dengan rata-rata 67,25%, keterampilan pustakawan dalam melayani dengan rata-rata 54%, dan ketersediaan fasilitas dengan rata-rata 55,5%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka diberikan saran kepada pustakawan dan pengelola perpustakaan. Kepada pustakawan disarankan agar (1) lebih sering melakukan promosi koleksi khusus Bung Karno ke daerah Blitar maupun luar Blitar, terutama ke lembaga pendidikan agar koleksi khusus Bung Karno lebih dikenal masyarakat luas, (2) memberikan bimbingan pemustaka kepada anggota maupun non anggota perpustakaan, (3) meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pengunjung perpustakaan. Kepada pengelola disarankan agar menyediakan koleksi khusus yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti subjek sejarah karena paling banyak diminati

    Pengembangan Panduan Pendidikan Pemustaka Perpustakaan Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Perpustakaan STMIK dan STIE Asia Malang

    No full text
    ABSTRACT   Magfiroh, Hesty. 2015. Pengembangan Panduan Pendidikan Pemustaka Perpustakaan Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Perpustakaan STMIK dan STIE Asia Malang. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurchasanah, M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum. Kata Kunci: pendidikan pemustaka perpustakaan, pemustaka, panduan pemustaka perpustakaan Salah satu fungsi perpustakaan adalah menyediakan informasi untuk membantu pendidikan dan penelitian. Pendidikan pemustaka merupakan salah satu layanan perpustakaan yang penting sebagai upaya untuk memberikan informasi tentang segala sesuatu yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Pustakawan bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan pemustaka perpustakaan kepada pemustaka melalui pendidikan pemustaka yang diajarkan oleh pustakawan sehingga muncul inovasi sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan pemustaka. Salah satu inovasi tersebut adalah mengembangkan panduan pendidikan pemustaka yang dapat digunakan sebagai acuan penjelasan seputar Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang. Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan prototype panduan pendidikan pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE asia malang dan menghasilkan panduan pendidikan pemustaka yang sudah diuji di perpustakaan STMIK/STIE asia malang. Desain pengembangan yang digunakan adalah desain model R&D Borg and Gall yang dikebangkan oleh Sugiyono (2011). Tahap penelitian ini yaitu potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, mendesain, memvalidasi, revisi, uji coba, revisi, dan produksi masal. Prototipe panduan pendidikan pemustaka divalidasi oleh ahli materi, kemudian mengalami sedikit revisi. Produk yang telah divalidasi selanjutnya diujicobakan pada pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang sebanyak 20 pemustaka. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari ahli materi pendidikan pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat valid”, praktisi (pustakawan) memberikan kriteria “sangat valid, dan hasil uji coba lapangan terhadap pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat baik. Selain memberikan penilaian, validator juga memberikan saran perbaikan produk panduan pendidikan pemustaka perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa panduan pendidikan pemustaka perpustakaan yang dikembangkan setelah direvisi menunjukkan criteria “sangat valid” sehingga panduan pendidikan pemustaka perpustakaan di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang layak untuk digunakan

    UpayabMeningkatkan Hasil Belajar, melalui Model Explicit

    No full text
    ABSTRACT UpayabMeningkatkan Hasil Belajar, melalui Model ExplicitBasuki, Hari. 2016. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar, melalui Model Explicit Instruction Menggambar Perspektif pada Siswa Kelas IX G di SMP Negeri I Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing :Drs.Didiek Rahmanadji, M.PdKata kunci : Hasil Belajar, Perspektif, Explicit InstructionPenelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa hasil belajar siswa kelas IX G SMPN 1 Purwosari pada materi menggambar perspektif tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar tersebut terlihat masih kurang maksimalnya dalam menerapkan prosedur  menggambar perspektifAdapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Hasil Belajar menggambar perspektif melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction. Manfaat hasil penelitian dapat memberikan pengalaman langsung pada guru-guru dan siswa yang terlibat dalam rangka memperoleh pengalaman baru. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui 3 siklus, yang mana pada setiap siklus terdiri dari  kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini  adalah siswa  kelas IX G yang berjumlah 36 orang dengan indikator kinerja pada penelitian ini yakni siswa dikatakan tuntas dalam belajar, bila nilai hasil evaluasi >75. Melalui penerapan pembelajaran Explicit Instruction (Pengajaran Langsung),  dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu yang dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi) yang dapat diajarkan  dengan pola  selangkah demi selangkah.Berkaitan dengan hal tersebut hasil belajar siswa cenderung akan meningkat, berdasarkan analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi menggambar perspektif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar pada akhir siklus Iangkah pencapaian rata-rata sebesar 71,20 dengan daya serap 71,20 % dan ketuntasan belajar 75%. Pada akhir siklus II angka pencapaian nilai rata-rata 88,20 dengan daya serap 88,20%  dan ketuntasan belajar 79,17%, Sedangkan pada siklus III tingkat keberhasilan 89,5%. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran menggambar perspektif dengan menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX G SMP Negeri 1 Purwosari Kab. Pasuruan Tahun Pelajaran 2015/2016

    Pengembangan Media Pembelajaran Monopoli Untuk Pembelajaran Bahasa Mandarin Kelas XI Lintas Minat SMA Laboratorium UM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli bahasa Mandarin kelas XI lintas minat di SMA Laboratorium UM untuk keterampilan membaca dengan tema kehidupan sehari-hari. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan milik Sugiyono (2013) yang dimodifikasi menjadi tujuh langkah yaitu pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk, dan hasil akhir. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui instrumen angket dan lembar observasi. Media divalidasi oleh seorang ahli media dan dua orang ahli materi (guru dan dosen).Berdasarkan hasil validasi data, dari ahli media kelayakan produk adalah sebesar 77,77%, sebesar 91,67% dari ahli materi (guru), dan sebesar 95,83% dari ahli materi (dosen). Berikut adalah hasil akhir dari media monopoli yang telah direvisi, (a) cover berukuran 26cm x 51cm, (b) papan monopoli berukuran 30cm x30cm menjadi 50cm x 50cm, (c) kartu hak milik berukuran 12cm x8cm, (d) kartu dana umum dan kartu kesempatan berukuran 7,5cm x 4cm, (e) buku petunjuk penggunaan, kamus, kalimat, dan dialog berukuran 11cm x 15,5cm, dan (f) uang mainan berukuran 4cm x 7cm dengan jumlah kosakata 16 hanzi (汉字) dan pinyin (拼音) di papan permainan monopoli. Media permainan monopoli diujicobakan di kelas XI lintas minat bahasa SMA Laboratorium UM dengan kriteria penilaian berupa kemenarikan, kesulitan, keaktifan, dan antusias siswa dalam menggunakan media monopoli. Hasil analisis data ujicoba menunjukkan bahwa siswa aktif dan antusias saat bermain monopoli. Sementara itu, semua siswa menyatakan senang dapat belajar bahasa Mandarin melalui metode permainan dengan menggunakan media pembelajaran monopoli, karena media pembelajaran tersebut dapat membantu mereka dalam belajar bahasa Mandarin

    Pengembangan Program TBM Berbasis Kebutuhan Masyarakat Eksplorasi dan Uji Coba Untuk Meningkatkan Minat Baca di TBM Smart Dau Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRACT Sejati, R.A. 2016. Pengembangan Program TBM Berbasis Kebutuhan Masyarakat Eksplorasi dan Uji Coba Untuk Meningkatkan Minat Baca di TBM Smart Dau Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (2) Setiawan, S.Sos, M.IP.Kata Kunci: program TBM, minat baca, bookletTaman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah tempat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kreasi dan rekreasi. Kreasi taman baca bukan hanya menyediakan buku-buku untuk dibaca, tetapi juga menciptakan aktivitas yang menciptakan aktivitas yang melibatkan partisipasi pengunjung, dengan tujuan untuk meningkatkan budaya baca sehingga akan  menjadi bangsa yang cerdas. Kurangnya minat baca masyarakat berpengaruh terhadap kunjungan taman baca. Adanya pengembangan program taman baca yang telah diujikan, diharapkan dapat mewujudkan masyarakat gemar belajar dengan salah satu indikatornya berupa masyarakat gemar membaca hingga menjadi masyarakat dengan budaya baca. Peneliti bermaksud mengembangkan buku saku (booklet) program taman baca. Booklet adalah media komunikasi yang memiliki tujuan agar masyarakat yang sebagai objek memahami dan menuruti pesan yang terkandung dalam media tesebut. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan program taman baca yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat, berupa booklet program taman baca yang telah diujikan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini ialah: mendorong masyarakat untuk berkunjung, menumbuhkan minat baca masyarakat, meningkatkan ketrampilan membaca, membudayakan kegiatan membaca, dan melestarikan budaya baca. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Penelitian tidak mengadaptasi keseluruhan langkah penelitian dan pengembangan tersebut, tidak melakukan produksi masal disebabkan panjangnya proses dan luasnya masalah. Tahap penelitian dan pengembangan ini ialah: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi produk, uji coba untuk menilai kemenarikan, kegunaan, dan ketepatan, revisi hasil uji coba, dan booklet program TBM yang telah diujikan. Produk program TBM yang telah jadi kemudian divalidasi oleh ahli TBM, ahli media, ahli gerakan baca tulis, pengelola TBM, dan masyarakat. Produk yang telah divalidasi berisi program TBM selanjutnya diuji cobakan pada masyarakat sekitar TBM. Hasil penelitian menunjukkan penilaian program TBM dari ahli media memberikan kriteria “layak”, penilaian ahli gerakan baca dan tulis memberikan penilaian “sangat layak”, ahli TBM memberikan penilaian “layak”, pengelola TBM memberikan penilaian dengan kriteria “sangat layak”, dan uji calon pengguna memberi penilaian “sangat layak”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa program TBM yang dikembangkan setelah direvisi menunjukkan kriteria “sangat layak” sehingga program TBM ini layak digunakan. Hasil penelitian setelah penerapan program TBM dalam bentuk booklet: (1) meningkatkan minat kujung terjadi peningkatan awalnya hanya 55 pengunjung, setelah penerapan program selama 62 hari menjadi 225 pengunjung, (2) meningkatkan minat baca setelah penerapan program menjadi tinggi, (3) meningkatkan ketrampilan membaca setelah penerapan program menjadi baik, (4) konsistensi budaya baca setelah penerapan program menjadi baik, dan (5) melestarikan konsistensi budaya baca menjadi baik. ABSTRACT Sejati, R.A. 2016. Development of TBM Based Community Needs Program Exploration and Testing to Improve Reading Interest in Smart TBM Dau Malang. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (2) Setiawan, S.Sos, M.IP.Keywords: TBM programs, interest in reading, bookletsCommunity Library (TBM) is a place designed to meet the needs of creation and recreation. Create reading garden not only provides books to read, but also create activities that create activities that involve the participation of visitors, with the aim of improving the reading culture so it would be a smart nation. The lack of interest in reading people visit the park affect the reading. The development of reading park program that has been tested, is expected to create a society eager to learn with one of the indicator in the form of people love to read to become a society with a culture of reading. Researchers intend to develop a pocket book (booklet) garden reading program. Booklet is a communication medium that has the goal of keeping society as an object to understand and obey the messages contained within media proficiency level. Research and development have resulted in the park reading program that can increase public interest, in the form of booklets reading park program that has been tested. The purpose of this research and development is to: encourage people to visit, foster public interest in reading, improve reading skills, develop reading, and preserve the culture of reading.This study uses a model of research and development of Borg and Gall. The study did not adapt the overall pace of the research and development, do not do mass production due to the length of the process and the extent of the problem. Research and development phase of this are: the potential and problems, data collection, product design, design validation, product revision, a test to assess the attractiveness, usability, and accuracy, the revision of the test results, and the TBM program booklet that has been tested. Product TBM program that has been so validated by TBM experts, media specialists, experts literacy movement, the manager of TBM, and society. The products have been validated contain TBM program further tested on people around the TBM.The results show ratings TBM program of media experts provide criteria for "eligible", expert judgment motion to read and write gives vote "very decent", the expert TBM provides ratings "decent", the manager of TBM provides assessment criteria "very decent", and test candidates gives users vote "very decent". Based on these results, it was concluded that the TBM program developed after a revised indicate the criteria of "very decent" so that the TBM program is fit for use. Results of the study after the implementation of the TBM program in the form of booklets: (1) increase the interest increased initially only 55 visitors, after the implementation of the program for 62 days to 225 visitors, (2) increase interest in reading after the implementation of the program is high, (3) improve reading skills after the implementation of the program to be good, (4) consistency reading culture after the implementation of the program to be good, and (5) to preserve the consistency of the reading culture to be good

    PERANCANGAN DESAIN KEMASAN UKM “RISMA” SEBAGAI PRODUK UNGGULAN SURABAYA UTARA DALM UPAYA MEREBUT PANGSA PASAR

    No full text
    Kurniawati, Nita 2016. Perancangan Desain Kemasan UKM “Risma” Sebagai Produk Unggulan Dalam Upaya Merebut Pangsa Pasar. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni Dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci : Desain Kemasan , Risma, Pangsa Pasar Surabaya memiliki berbagai tempat wisata, salah satunya yaitu pantai kenjeran. Di daerah kenjeran terdapat banyak UKM yang memproduksi hasil olah laut. UKM “Risma” merupakan pusat produksi kerupuk laut khas Kenjeran. Beberapa produk ungulan dari UKM “Risma” seperti lorjuk, terung, teripang, dan telor teripang sangat digemari oleh wisawatan yang berkunjung. Namun kemasan yang digunakan untuk produknya masih menggunakan plastik biasa dan belum bisa bersaing dengan produk oleh-oleh lainnya. Oleh sebab itu UKM “Risma” memerlukan perancangan desain kemasan pada produk unggulannya. Perancangan desain kemasan ini bertujuan untuk merebut pangsa pasar dan memaksimalkan fungsi kemasan yang tidak hanya sebagai pelindung produk. Hasil yang diharapkan dari perancangan desain kemasan ini adalah meningkatnya promosi dan daya saing pda produk unggulan UKM “Risma”. Perancagan ini menggunakan metode dari Sadjiman Ebdi Sanyoto, Pengumpulan data dengan cara wawancara,observasi, dan dokumentasi menghasilkan data kemasan yang diperlukan oleh UKM “Risma” diantarannya kemasan primer, kemasan sekunder dan tersier. Media pendukung lain yang diperlukan untuk memaksimalkan daya tarik pangsa pasar adalah iklan majalah, poster, brosur, flyer, dan x-banner

    Pengembahan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen Sebagai Pengembangan Ide untuk Siswa Kelas IX SMP

    No full text
    ABSTRAKWardani, Shinta Kusuma. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen sebagai Pengembangan Ide Untuk Kelas IX SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd.Kata kunci: bahan ajar, menulis naskah drama, cerpen.Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa pembelajaran menulis naskah drama di sekolah mengalami beberapa kendala. Salah satu kendala pokok yang dihadapi oleh siswa adalah kurangnya minat siswa dalam menulis naskah drama. Kurangnya minat siswa itu terjadi karena siswa kesulitan memunculkan ide untuk menulis naskah drama. Selain itu kendala yang dihadapi siswa juga terjadi karena dalam buku paket belum ada latihan secara bertahap yang mampu memandu siswa menulis naskah drama.Berdasarkan kendala yang diperoleh pada tahap studi pendahuluan, peneliti menggunakan kendala tersebut sebagai landasan untuk mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang dibuat adalah sebuah bahan ajar yang mampu memunculkan ide kreatif siswa dan mampu memberikan latihan terbimbing pada siswa. Bahan ajar yang dibuat oleh peneliti dengan tujuan mencapai kompetensi menulis dengan kompetensi dasar 16.1, yakni menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang telah dibaca.Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a) Menghasilkan produk bahan ajar dengan deskripsi isi yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan, yaitu menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, b) Menghasilkan produk bahan ajar dengan sistematika penyajian yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, c)  Menghasilkan produk bahan ajar  dengan penggunaan bahasa yang baku dan komunikatif sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, d) Menghasilkan produk bahan ajar dengan tampilan yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah, yaitu (1) prapengembangan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji ahli dan uji praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, dan (7) penyempurnaan produk akhir.Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli menulis naskah drama, (2) ahli pembelajaran menulis teks eksposisi, (3) praktisi, yaitu guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, dan (4) lapangan, yaitu siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura.Jenis data dalam penelitian ini ada dua yaitu data prapengembangan dan data uji produk. Data prapengembangan berupa data verbal lisan yang diperoleh melalui wawancara pada tahap analisis kebutuhan. Jenis data pada uji coba produk berupa data verbal tertulis dan non verbal atau berupa numerik, data diperoleh berdasarkan angket uji ahli, uji praktis, dan uji lapangan.Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Teknik analisis data secara kualitatif dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasikan data verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Sementara teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari angket penilaian produk bahan ajar.Uji produk melibatkan ahli menulis naskah drama menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 73,75 % ahli pembelajaran menulis naskah drama mencapai 75,83%, praktisi 85,85%, dan siswa 90,75%. Berdasarkan hasil uji tersebut, diketahui bahwa produk bahan ajar menulis perlu dilakukan revisi berdasarkan hasil uji ahli materi dan ahli pembelajaran, sedangkan berdasarkan uji ahli parktisi dan lapangan produk tergolong layak diimplementasikan.Uji lapangan dengan melibatkan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar.Simpulan dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca perlu dilakukan revisi berdasarkan data ahli menulis naskah drama dan data ahli pembelajaran. Sedangkan berdasarkan data ahli praktisi dan lapangan  menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Sebagai langkah pemanfaatan produk, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca ini untuk dijadikan salah satu alternatif sumber belajar dalam kompetensi menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Penelitian pengembangan bahan ajar menulis menulis naskah drama dengan cerpen sebagai pengembangan ide ini dapat dijadikan rujukan atau sebagai sumber data untuk penelitian selanjutnya yang relevan, baik dari segi jenis penelitian, subjek penelitian, maupun bahan penelitian. Penyebarluasan produk harus memertimbangkan efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah dalam blog atau web dengan memanfaatkan media internet dan MGMP

    Penerapan Model Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas X-IPS 2 MA Negeri Turen

    No full text
    ABSTRAK Wijayati, Titik. 2016. Penerapan Model Course Review Horay (CRH) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas X-IPS 2 MANegeri Turen. Skripsi. Jurusan Sejarah,  Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aditya Nugroho Widiadi, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati M.Hum. Kata kunci: course review horay, motivasi belajar, sejarah MA Negeri Turen merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Malang yang peserta didiknya mengalami permasalahan terkait dengan motivasi belajar sejarah. Berdasarkan observasi dan wawancara, peneliti mendapat informasi terkait dengan rendahnya motivasi belajar di kelas X-IPS 2 dalam pembelajaran sejarah. Rendahnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran sejarah di kelas X-IPS 2 terlihat dari kurang antusiasnya peserta didik dalam pembelajaran, diam atau melamun, mengantuk,tidak melakukan kegiatan apa-apa, dan berbicara dengan temannya.Kondisi seperti ini disebabkan penggunaan model ekspositori oleh guru dalam proses pembelajaran. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran yang inovatif. Penggunaan model pembelajaran yang inovatif akan membantu meningkatkan motivasi dalam pembelajaran. Peneliti bersama guru memberikan solusi untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar dengan penerapan model yang menarik dan melibatkan peserta didik secara aktif di dalamnya. Model pembelajaran tersebut adalah  Course Review Horay. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah peserta didik kelas X-IPS 2 dengan penerapan model Course Review Horay.Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas membantu meningkatkan keterampilan guru dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas adalah proses perbaikan kondisi yang ada mencarikan solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi dan dalam rangka menentukan cara-cara baru yang lebih baik dan lebih efektif untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Tahap penelitian ini mengadopsi model Kemmis dan Taggart. Siklus dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dan II dilakukan dua kali pertemuan.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar sejarah peserta didik kelas X-IPS 2. Penerapan model Course Review Horaydalam pembelajaran sejarah di kelas X-IPS 2 dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil angket yang disebar pra-siklus, setelah siklus I, dan siklus II. Komponen motivasi belajar peserta didik, yaitu attention (perhatian), relevance (kesesuaian), confidence (kepercayaan diri), dan satisfaction (kepuasan). Indikator attention (perhatian) mengalami peningkatan sebesar 14% yaitu dari 64%  menjadi 78%, indikator relevance (kesesuaian) mengalami peningkatan sebesar 10%  yaitu dari 70% menjadi 80%, indikator confidence (kepercayaan diri) meningkat sebesar 12% yaitu dari 66% menjadi 78%, indikator satisfaction (kepuasan) mengalami peningkatan sebesar 23% yaitu dari 62% menjadi 85%. Berdasarkan penelitian ini hendaknya guru dapat menggunakan model Course Review Horay sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta dididk dalam pembelajaran sejarah maupun pembelajaran yang lain. Peserta didik diharapkan dapat lebih aktif dan berpartisipasi dalam setiap proses pembelajaran. Kepala Madrasah hendaknya dapat memberiksn himbsusn kepada guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan

    Struktur Cerita Asal-usul Desa Pagerwojo Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung

    No full text
    Cerita asal-usul Desa Pagerwojo merupakan cerita lisan milik masyarakat Desa Pagerwojo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Cerita lisan masyarakat Pagerwojo tersebut merupakan bagian budaya yang diturunkan oleh nenek moyang Desa Pagerwojo. Dalam masyarakat Desa Pagerwojo mbah Gladak Mandelo dipercaya sebagai orang yang berjasa dalam terbentukanya Desa Pagerwojo. Hal tersebut dikenali dari simbol yang terdapat di Desa Pagerwojo. yakni pakuwojo. Berdasarkan isi cerita dan pengakuan masyarakat Desa Pagerwojo terdapat hubungan antara simbol pakuwojo dan nama Desa Pagerwojo. Penelitian ini secara rinci bertujuan untuk membentuk dan mendeskripsikan struktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo dengan pendekatan kualitatif berdasarkan teori struktur antropologi Claude Levi Straus.Dengan pendekatan dan teori tersebut diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Struktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo  ada 3 miteme, 6 ceriteme dan 5 episode cerita. Miteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo ditemukan yaitu mbah Gladak Mandelo, Singo Gebyong dan Moyogati, serta Karni. Ceriteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo yaitu babat alas pijek, rombongan dari Ponorogo, simbol pakuwojo, membuka pasar, kepercayaan dan keyakinan, kecamatan Pagerwojo. Episode cerita yang terbangun dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo meliputi babat alas desa Pagerwojo Desa Pagerwojo, simbol perlindungan, pengenalan ekonomi kepada masyarakat Desa Pagerwojo, pengenalan agama, pengetahuan sistem pemerintahan.Pertama, miteme merupakan bentuk relasi kata dalam kalimat yang dapat ditandai dengan tindakan yang dialami oleh tokoh. Hal tersebut dapat dilihat pada tokoh sentral dan tokoh bawahan. Kedua, ceriteme merupakan relasi antar kata yang membangun ide kalimat. Hal tersebut terlihat dari relasi antar kalimat yang terdapat dalam paragraf. Ceriteme tersebut dapat dibangun dari segmen cerita. Ketiga, episode dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo mengenai peristiwa awal pembukaan lahan Desa Pagerwojo. episode ini merupakan bentuk penjelasan simbolik masyarakat Pagerwojo untuk menjelaskan sejarah adanya Desa Pagerwojo. Episode cerita asal-usul Desa Pagerwojo ini dapat ditemukan dalam alur cerita. Berdasarkan pengungkapan stuktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo dapat dijadikan acuan untuk membangun makna dalam sebuah cerita. Berdasarkan cerita asal-usul Desa Pagerwojo nenek moyang terdahulu ingin menunjukan makna dan nilai yang terkandung dalam setiap pemikiran orang jawa zaman dahulu. Jadi, keseluruhan cerita asal-usul cerita Desa Pagerwojo diharapkan untuk masyarakat Desa Pagerwojo agar lebih memaknai sastra lisan yang dimilikinya, serta menjaga dan melestarikan keberadaan cerita asal-usul Desa Pagerwojo di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇