Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
Struktur Pertunjukan Seblang Bakungan Di Desa Bakungan Kabupaten Banyuwangi
ABSTRAK Siswoyo, ShelviCloudia. 2017. Struktur Pertunjukan SeblangBakungan Di Desa Bakungan Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, JurusanSeni dan Desain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing(I)Dra. NinikHarini, M. Sn.(II)Ika Wahyu Widyawati S.Pd M.Pd Kata Kunci: strukturpertunjukan, seblangbakungan, banyuwangi UpacaraadatSeblangdi desaBakungan, KecamatanGlagah, KabupatenBanyuwangimerupakanupacaraadatbersihdesa yang dilaksanakansetiaptahunnyapadahari Raya IdulAdha. Upacaraadatinimerupakan upacaratolakbaladanucapan rasa syukurwargamasyarakatBakungan atas keberlimpahan hasil panen yang didapat.TariSeblangBakunganditarikanolehperempuantua yang telahmatihaid (menopouse)dan merupakanketurunandaripenariSeblangsebelumnya. PenariSeblangmenaridalamkeadaantidaksadarkarenatelahdirasukiolehrohataudhanyang Tujuanpenelitianiniadalah untuk mengetahui struktur pertunjukan SeblangBakungan di desaBakunganBanyuwangi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakandalampengumpulan data yaitupenelitisendiri. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatananalisis data dimulaidaritahappengumpulan data, reduksi, penyajian data, sertatahappenarikankesimpulan.Pengecekan keabsahan data dilakukan dengantriangulasi teknik dan triangulasi sumber. HasilpenelitianmenunjukanbahwaSeblang Bakungan dapat dibagi kedalam tiga bagian struktur pertunjukan. padabagianawal, ritual SeblangdimulaidengannyekarkemakamMbahWitri yang kemudiandilanjutkandengan ritual pengambilan air suci di SumberPenawar. Di sore hari, ritual iderbhumidilaksanakanolehlaki-lakidesaBakungandenganberkelilingdesamembawaobor. Tumpengandenganpecel pithikdilaksanakansetelahiderbhumi yang kemudiandilanjutkandenganmeriasSeblangdanpemanggilandhanyang. Bagianintidariupacaraadatiniadalahbagianpemilihangendhingdimanaakanada 12gendhingyang dimaikansesuaidengan penggambaran kegiatandariSeblangtersebut. Upacarainidiakhiridengankegiatanrebutansajen. Disimpulkan bahwa ritual Seblang Bakungan merupakan sebuah upacara adat yang memiliki kesakralan yang tinggi. Sehingga struktur yang terbentuk tidak dapat dirubah sekehendak pelaku ritual, merupakan masyarakat Bakungan. Karena struktur pertunjukan Seblang Bakungan merupakan hasil kepercayaan masyarakat yang dipupuk turun-temurun. Sehingga, penelitian ini diharapkan dapat menjadi penambah wawasan bagi masyarakat ramai mengenai struktur pertunjukan Seblang Bakungan dan dapat menjadi penambah referensi bagi peneliti selanjutnya
Evaluasi Koleksi Buku Bidang Ilmu Kesehatan dengan Metode Conspectus di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Salah satu layanan esensial di perpustakaan perguruan tinggi adalah layanan koleksi yang harus relevan dengan kebutuhan pengguna. Pemenuhan kebutuhan pengguna dengan pemanfaatan koleksi dapat diketahui dengan evaluasi koleksi yang dapat dilakukan dengan metode conspectus untuk mengukurkedalaman koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan serta mengukur kedalaman koleksi buku bidang ilmu kesehatan yang tersedia di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data penelitian berupa koleksi bidang ilmu kesehatan dengan nomor klas 610-618 yang tersedia di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang serta skor hasil evaluasi koleksi jenis buku bidang ilmu kesehatan dengan metode conspectus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik telaah dokumen. Instrumen penelitian berupa profil dan lembar kerja conspectus. Analisis data penelitian dilakukan dengan membuat persentase distribusi koleksi, cakupan kronologis, dan cakupan bahasa koleksi buku bidang ilmu kesehatan, mengukur kedalaman koleksi buku subjek ilmu kesehatan dengan memetakan dan menyajikan skor hasil evaluasi dengan metode conspectus tiap subjek, dan menganalisis hasil penilaian conspectus koleksi buku bidang ilmu kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi bidang ilmu kesehatan didominasi oleh koleksi dengan nomor klas 618 subjek ginekologi dan obstetrik. Dari cakupan kronologis koleksi buku bidang ilmu kesehatan dikategorikan koleksi yang mutakhir dengan terbitan lima tahun terakhir mencapai 21,7% dari keseluruhan koleksi yang dimiliki.Kedalaman koleksi buku bidang ilmu kesehatan berada pada kisaran level 2b (Basic information level (introductory) (Tingkat informasi dasar, pengantar hingga 3a (Study/instructional support level, introductory (Tingkat pendukung kebutuhan instruksional/kajian pengantar)). Level 2b hingga 3a menunjukkan bahwa koleksi buku bidang ilmu kesehatan yang dimiliki merupakan koleksi yang dapat mendukung kegiatan akademik pada lingkup kajian ilmu kesehatan pada jenjang diploma III hingga diploma IV. Kekuatan koleksi ada pada koleksi dengan nomor klas 612, 615, 616, dan 618, sedangkan kelemahannya ada pada koleksi dengan nomor klas 614. Cakupan bahasa menunjukkan bahwa koleksi buku bidang ilmu kesehatan didominasi oleh koleksi dengan kode I yakni koleksi yang berbahasa Indonesia. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa evaluasi koleksi dapat dijadikan acuan pada kegiatan pengembangan koleksi selanjutnya oleh perpustakaan. Metode conspectus dapat digunakan sebagai metode evaluasi koleksi perpustakaan perguruan tinggi untuk mengetahui kedalaman koleksi yang dimiliki, namun metode ini memiliki kelemahan yakni pada segi subjektivitasnya. Namun secara keseluruhan metode conspectus cukup relevan sebagai alat evaluasi koleksi perpustakaan perguruan tinggi
PENDAYAGUNAAN PERPUSTAKAAN MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENUMBUHKAN LITERASI SISWA SMKN 1 BLITAR
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendayagunaan perpustakaan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menumbuhkan literasi siswa di SMKN 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deksriptif. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan positif antara pendayagunaan perpustakaan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menumbuhkan literasi siswa di SMKN 1 Blitar sebesar 0,64 termasuk dalam kategori kuat. Kata Kunci : pendayagunaan perpustakaan, pembelajaran Bahasa Indonesia, literas
Analisis Sitiran (Citation Analisys) Literatur Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Tentang Penokohan Tahun 2011-2016 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Penulisan karya tulis ilmiah dan penelitian membutuhkan literatur atau rujukan. Setiap literatur yang digunakan atau disitir harus dicantumkan juga sumbernya sebagai daftar pustaka. Mengutip pendapat orang lain dan menyantumkan kutipan tersebut tersebut kepada tulisan kita disebut menyitir atau sitiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur jumlah sitiran yang digunakan oleh mahasiswa jurusan Sastra Indonesia dalam menulis skripsi dan mengukur ketersediaan koleksi yang dirujuk oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia dalam menulis skripsi tahun 2011-2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian ini frekuensi sitiran skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia tentang Penokohan tahun 2011-2016. Populasi penelitian ini skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia tentang Penokohan tahun 2011-2016. Instrumen penelitian menggunakan lembar dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus p= f/n x 100. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, pengarang literatur yang paling sering disitir yaitu Nurgiyantoro, Burhan dengan total 118 sitiran. Kedua, jenis literatur yang digunakan yaitu primer (2,31%), sekunder (94,15%), dan tersier (3,72%). Jenis literatur yang paling sering disitir yaitu literatur sekunder. Ketiga, bahasa literatur yang digunakan yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Bahasa yang paling sering digunakan yaitu bahasa Indonesia dengan 397 eks atau hampir seluruhnya (98.75%). Keempat, periode tahun terbit yang digunakan yaitu pada tahun 2015-2009 dengan 398 sitiran atau kurang dari setengah (36,96%). Dan kelima, ketersediaan koleksi dari 25 pengarang yang paling sering disitir hanya 4 nama yang literaturnya tidak tersedia di perpustakaan, sisanya (21 pengarang) tersedia di perpustakaan. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yaitu mahasiswa cenderung menggunakan literatur yang mudah diperoleh. Hal tersebut ditunjukan dari hampir seluruhnya (94,15%) literatur yang digunakan yaitu literatur sekunder. Perpustakaan sudah baik dalam melakukan pengembangan koleksi, hal tersebut ditandai dengan ketersediaan koleksi literatur yang paling sering disitir mahasiswa hampir sepenuhnya tersedia di perpustakaan. Saran dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, mahasiswa dalam memilih suatu literatur yang digunakan dalam penelitian sebaiknya benar-benar diperhatikan. Kedua, perpustakaan dalam menyediakan koleksi perlu memperhatikan kebutuhan informasi pemustaka, karena pemanfaatan koleksi perpustakaan dipengaruhi oleh kebutuhan informasi pemustaka
Ragam Teks dalam Buku Pelajaran SMP
ABSTRAK Hartutik, Evita Sri. 2013. Ragam Teks dalam Buku Pelajaran SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (2) Dr. H. Nurhadi, M.Pd Kata Kunci: ragam teks, buku pelajaran Setiap proses pembelajaran membutuhkan buku pelajaran. Pada buku pelajaran disajikan berbagai macam teks. Teks berfungsi sebagai pengungkapan gagasan pengarang buku mengenai informasi pengetahuan dengan menyesuaikan topik atau materi yang akan disajikan pada setiap mata pelajaran. Dalam teks terdapat struktur teks yang mencerminkan struktur berpikir pengarang. Oleh karena itu, pemberian pembelajaran teks harus disesuaikan dengan teks yang disajikan kepada siswa dengan tujuan agar pengetahuan yang didapatkan bisa ditangkap secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isi, (2) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasan, dan (3) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu (1) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isi, (2) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasan, dan (3) mengidentifikasi ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genre. Instrumen penelitian ini adalah instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Instrumen analisis data berupa tabel analisis ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isi, tabel analisis ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasan, tabel analisis ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genre beserta instrumen panduan analisis. Data penelitian ini berupa buku pelajaran SMP kelas VII dan VIII Kurikulum 2013 berjumlah sembilan buku terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sedangkan kelas IX Kurikulum KTSP berjumlah sembilan buku terbitan Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional. Berdasarkan analisis data ditemukan tiga temuan penelitian. Pertama, ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan isinya ditemukan tiga belas jenis teks, yaitu (1) teks politik, (2) teks sosial, (3) teks ekonomi,(4) teks budaya, (5) teks militer, (6) teks hukum dan kriminal, (7) teks olahraga, (8) teks kesehatan, (9) teks semisejarah, (10) teks agama, (11) teks hasil penelitian, (12) teks kesenian, dan (13) teks kesehatan. Kedua, ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan cara pengungkapan gagasannya ditemukan lima jenis teks, yaitu (1) teks narasi, (2) teks deskripsi,(3) teks eksposisi, (4) teks argumentasi, dan (5) teks persuasi. Ketiga, ragam teks dalam buku pelajaran SMP berdasarkan genrenya ditemukan dua puluh empat jenis teks, yaitu (1) teks biografi, (2) teks cerita pendek, (3) teks fabel, (4) teks puisi, (5) teks syair, (6) teks lirik lagu, (7) teks drama, (8) teks resensi, (9) teks eksplanasi, (10) teks berita, (11) teks prosedur, (12) teks diskusi, (13) teks dialog interaktif, (14) teks artikel, (15) teks laporan hasil observasi, (16) teks laporan, (17) teks pidato, (18) teks tajuk rencana, (19) teks iklan, (20) teks surat pembaca, (21) teks kitab, (22) teks perundang-undangan, (23) teks bagan, dan (24) teks tabel dan grafik. Dari hasil penelitian ini disampaikan saran yang ditujukan kepada beberapa pihak. Pertama, guru sebagai pendidik tidak hanya menyuruh siswa untuk membaca berbagai macam teks, tetapi juga disarankan untuk menjelaskan kepada siswa beragam teks yang terdapat dalam buku pelajaran yang dipelajari. Guru dapat memanfaatkan berbagai jenis teks dalam buku pelajaran untuk dijadikan contoh dalam pembelajaran, sehingga pengetahuan siswa terhadap ragam teks semakin bertambah. Kedua, penyusun buku pelajaran disarankan untuk lebih memperkaya teks pada penyusunan buku pelajaran selanjutnya. Ketiga, pengembang kurikulum pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai evaluasi atau bahan pertimbangan untuk menyempurnakan program kurikulum pendidikan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Hal ini dikarenakan ragam teks yang diajarkan kepada siswa tidak secara keseluruhan diajarkan di pelajaran bahasa Indonesia.
PENGEMBANGAN PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN STMIK/STIE ASIA MALANG
ABSTRACT Azizah, E. Imro’atul, 2016. Pengembangan Prosedur Operasional Baku (POB) Layanan Sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Drs. M. Asrukin, M.SI.Kata Kunci: prosedur operasional baku (POB), layanan sirkulasi, perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang.Layanan sirkulasi adalah layanan yang menyangkut peredaran bahan-bahan pustaka. Layanan sirkulasi pada Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang diantaranya yaitu peminjaman, pengembalian dan perpanjangan. Pelaksanaan kegiatan layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang membutuhkan acuan kerja berupa Prosedur Operasional Baku (POB) untuk meningkatkan mutu layanan di perpustakaan, agar proses kegiatan layanan sirkulasi berjalan secara efektif. Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan POB layanan sirkulasi (peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan) di Perpustakaan STIK/STIE ASIA Malang dan menguji keefektifan POB layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang.Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Analysis, Design, Development, Implement, Evaluation (ADDIE) yang dikembangkan oleh Branch (2009). Tahap penelitian ini yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. POB layanan sirkulasi yang sudah jadi kemudian divalidasi oleh ahli materi POB layanan sirkulasi dan praktisi (pustakawan). Selanjutnya produk diujicobakan pada pustakawan Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang sebanyak dua pustakawan. Data penelitian dan pengembangan ini adalah wawancara berupa analisis kebutuhan dan informasi tentang layanan sirkulasi, angket berupa penilaian oleh ahli POB dan praktisi, dan observasi berupa catatan tentang keefektifan penerapan POB layanan sirkulasi. Teknik pengumpulan data penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara terhadap pustakawan, angket yang diberikan kepada ahli POB dan praktisi (pustakawan), dan observasi penerapan POB layanan sirkulasi. Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kelayakan produk melalui persentase penilaian yang diperoleh dari angket yang telah diisi oleh subjek coba. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Analisis deskriptif dapat digunakan untuk penentu kelayakan produk yang akan diterapkan.Hasil uji validasi produk POB layanan sirkulasi dari ahli POB berdasarkan aspek struktur memberikan penilaian rerata 96,87% “sangat valid” dan praktisi (pustakawan) 93,75% “sangat valid”. Berdasarkan aspek isi, ahli POB memberikan penilaian rerata 90% “sangat valid”. Berdasarkan aspek bahasa, ahli POB memberikan penilaian rerata 90,62% “sangat valid” dan praktisi (pustakawan) 93,75% “sangat valid”. Berdasarkan aspek format dan ilustrasi POB, ahli POB memberikan penilaian rerata 96,87% “sangat valid”, dan praktisi (pustakawan) 87,5 “sangat valid”. Berdasarkan hasil uji validasi produk terdapat saran perbaikan dari ahli POB yakni penulisan lebih teliti dan cek kembali tentang kalimat NIM dan KTA (kalau menggunakan KTA maka semuanya harus menggunakan kalimat KTA bukan NIM) lebih tepatnya lagi menggunakan NIM/nomor anggota. Saran perbaikan dari praktisi (pustakawan) yakni perbaiki dan perjelas bahasa dan diagram alur kerja sebaiknya dijadikan satu halaman saja agar lebih mudah untuk dipahami. Berdasarkan hasil uji validasi produk tersebut, dapat disimpulkan bahwa POB layanan sirkulasi yang dikembangkan setelah direvisi menunjukkan penilaian “sangat valid”, sehingga POB layanan sirkulasi layak digunakan di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang. Hasil uji keefektifan penerapan POB layanan sirkulasi di perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang menunjukkan bahwa kegiatan layanan sirkulasi sudah berjalan dengan efektif, pustakawan telah melaksanakan kegiatan kerja sesuai dengan prosedur layanan sirkulasi yang sudah dibuat. Berdasarkan hasil pengembangan POB layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang terdapat beberapa saran. Pertama, saran pemanfaatan produk. POB layanan sirkulasi yang telah dikembangkan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan keefektifan kegiatan layanan sirkulasi. Diharapkan juga terjadi kerjasama antar pustakawan dalam melaksanaksanakan kegiatan layanan sirkulasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan sirkulasi melalui POB. Kedua, saran diseminasi produk. Diseminasi produk dianjurkan dilakukan secara bertahap pada layanan sirkulasi yang meliputi layanan peminjaman, pengembalian dan perpanjangan. Perlunya survei pendahuluan disuatu lembaga untuk mengetahui keadaan layanan sirkulasi sebelumnya dan ada tidaknya POB pada layanan tersebut. Selain itu agar POB dapat digunakan pada layanan sirkulasi disuatu lembaga. Perlu adanya komitmen dan kerjasama antar sesama pustakawan untuk diseminasi POB layanan sirkulasi. Ketiga, saran produk lebih lanjut. Diharapkan penelitian selanjutnya menambahkan isi prosedur layanan sirkulasi, seperti layanan keanggotaan, layanan denda, layanan pemesanan buku, layanan mandiri dan pengembangan selanjutnya dapat mengembangkan POB di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang yang sesuai dengan kebutuhan Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang
MEDIA APLIKASI LAYANAN SIRKULASI BERBASIS ANDROID DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRACT Fitriani, Aulia Dwi. 2016. Media Aplikasi Layanan Sirkulasi Berbasis Android di Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (2) Moh. Safii, S.Kom, M.Hum.Kata Kunci: aplikasi, layanan sirkulasi, androidPendidikan pemakai perpustakaan merupakan program yang diselenggarakan untuk memberikan bimbingan, petunjuk, maupun pendidikan kepada calon pemustaka atau pemustaka agar mereka dapat memanfaatkan jasa informasi serta sarana perpustakaan. Penerapan pendidikan pemakai di Universitas Negeri Malang yaitu pada kegiatan PKPT (Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi) kepada mahasiswa baru, namun kenyataannya masih banyak yang belum mengerti pemanfaatan fasilitas dan layanan perpustakaan, khususnya layanan sirkulasi. Perpustakaan dan perkembangan teknologi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, salah satu dampak perkembangan teknologi adalah adanya sistem aplikasi android yang masyarakat sudah banyak memanfaatkannya. Penerapan maupun penyampaian pendidikan pemakai perlu dibuat semenarik mungkin agar pemustaka memanfaatkan layanan dan fasilitas yang dimiliki oleh perpustakaan secara maksimal. Tujuan penelitian dan pengembangan ini (1) menghasilkan produk media pendidikan pemakai berbasis android pada bagian sirkulasi perpustakaan Universitas Negeri Malang, dan (2) menghasilkan petunjuk operasional produk media pendidikan pemakai berbasis android pada bagian sirkulasi perpustakaan Universitas Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Penelitian tidak mengadaptasi keseluruhan langkah penelitian dan pengembangan tersebut, tidak melakukan produksi massal dikarenakan membutuhkan kebijakan terlebih dahulu oleh instansi yang terkait yaitu Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Tahap penelitian dan pengembangan ini ialah (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draft produk, (4) uji validasi, (5) revisi hasil uji validasi, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan. Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang dan telah melakukan layanan mandiri yaitu peminjaman dan pengembalian koleksi. Hasil penelitian menunjukkan penilaian media layanan sirkulasi berbasis android dari ahli teknologi informasi bagian aplikasi memberikan skor sebesar 98.5% dengan kriteria “baik sekali” dan media layak digunakan untuk uji coba tanpa revisi, sedangkan ahli praktisi (pustakawan) memberikan penilaian “sangat baik” dan media layak digunakan untuk uji coba dengan revisi, skor sebesar 92.3%. Kemudian hasil kuantitatif yang diperoleh dari penyebaran angket kepada calon pengguna diperoleh hasil kriteria “baik” dan layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media layanan sirkulasi berbasis android sudah baik dan layak untuk digunakan
Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang
ABSTRACT Imama, Rosi. 2016. Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nurchasanah, M.Pd, (II) Dwi Novita Ernaningsih, S.Sos, M.HumKata Kunci: persepsi pemustaka, kualitas layanan sirkulasi, perpustakaanPerpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang adalah salah satu perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Pada perpustakaan ini terdapat layanan sirkulasi yang menjadi layanan paling penting bagi perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi secara tidak langsung akan mempengaruhi persepsi pemustaka terhadap perpustakaan secara keseluruhan. Mengingat pentingnya persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi tersebut, maka skripsi ini menjelaskan hal tersebut secara lebih rinci.Tujuan pada skripsi ini adalah (1) mengetahui persepsi pemustaka terhadap kualitas layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang, (2) mengetahui persepsi pemustaka terhadap keterampilan pustakawan dalam melayani pemustaka pada bagian sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang, dan (3) mengetahui persepsi pemustaka terhadap akses informasi di layanan sirkulasi Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang.metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah Mahasiswa STMIK/STIE ASIA Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data berupa pemberian angket dan teknik wawancara. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Kesimpulan dari pembahasan skripsi ini yaitu sebagai berikut. Pertama, persepsi pemustaka terhadap kualitas layanan sirkulasi Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang adalah kerja pustakawan sudah cepat, tetapi kurang tepat, dan efisien. Tempat dan tata letak layanan sirkulasi kurang nyaman dan kurang strategis. Layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang kurang sesuai dan kurang memuaskan pemustaka.Kedua, persepsi pemustaka terhadap keterampilan pustakawan dalam melayani pemustaka pada bagian sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang adalah pustakawan di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang terampil dalam mengutamakan keinginan pemustaka, dan pustakawan terampil dalam mencarikan informasi untuk pemustaka. Selain itu, pustakawan juga terampil dalam berkomunikasi dengan sopan dan ramah. Meskipun begitu, pustakawan kurang terampil dalam berbahasa asing, contohnya dalam berbahasa inggris. Selain itu, pustakawan terampil dalam menangani masalah di layanan sirkulasi. Pustakawan juga terampil dalam mencarikan informasi untuk pemustaka. Ketiga, persepsi pemustaka terhadap akses informasi pada layanan sirkulasi Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang adalah ketersediaan informasi yang disediakan oleh perpustakaan masih kurang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Ketersediaan informasi di perpustakaan juga kurang sesuai dengan yang ada di katalog. Meskipun begitu, informasi seperti buku mudah ditemukan di rak. Pemustaka merasa percaya diri ketika mencari buku tanpa bantuan pustakawan. Komputer dan katalog digital yang disediakan kurang memadai, tetapi untuk wifi sudah memadai. Waktu yang dibutuhkan pemustaka untuk akses informasi kurang cepat. Adanya hambatan saat mengakses informasi. Meskipun begitu, di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang ada pustakawan yang siap membantu pemustaka dalam mengakses informasi
Pengembangan Pedoman Operasional Baku (POB) Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan STMIK STIE Asia
ABSTRAK ibryan Iddo Pristantiya, 2014. Pengembangan Pedoman Operasional Baku (POB) Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan STMIK STIE Asia. Skripsi, Prodi S1 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Dwi Novita Ernaningsih, S.Sos, M.Hum.Kata Kunci: perpustakaan perguruan tinggi, POB perpustakaan, pengolahan bahan pustakaPedoman Operasional Baku (POB) sangat penting dalam menjalankan kegiatan di perpustakaan, terutama pada kegiatan pengolahan bahan pustaka. Hal itu disebabkan POB berperan dalam penjaminan mutu, proses, dan hasil pengolahan bahan pustaka. Mengingat dalam organisasi sangat dimungkinkan terjadinya pembaruan anggota, maka POB berperan sebagai panduan sekaligus sebagai aturan. Tujuan penelitian ini menghasilkan POB pengolahan bahan pustaka STMIK STIE Asia yang efektif dan efisian. Penelitian penggembangan ini menggunakan spesifikasi produk berupa isi, bahasa, bentuk dan tampilan Pengembangan POB kegiatan pengolahan bahan pustaka ini sangatlah penting. Hal itu disebabkan hasil dari kegiatan pengolahan digunakan langsung dalam penelusuran informasi koleksi pada bagian layanan. Ketika hasil pengolahan bahan pustaka bermasalah maka akan berdampak secara sistemik pada bagian layanan. Kegiatan pengolahan bahan pustaka melibatkan pustakawan dengan latar belakang pendidikan D3 Perpustakaan dan petugas perpustakaan yang tidak berlatar belakang perpustakaan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan. Secara prosedur terbagi atas tiga yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tiga tahapan ini dipadukan dengan metode penelitian Borg and Gall menjadi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, mendesain produk, uji ahli, revisi produk uji ahli, uji coba, dan revisi produk uji praktisi. Pada tahapan uji ahli menelaah prototype produk dengan teori yang ada. Hasil dari uji ahli kemudian diujicobakan pada praktisi di lapangan. Subjek uji ahli melibatkan tenaga kependidikan berkualifikasi S2 Ilmu Perpustakaan, sedangkan uji praktisi melibatkan pustakawan dan petugas Perpustakaan STMIK STIE Asia bagian pengolahan. Jenis data yang didapatkan berupa data kualitatif dari tahapan persiapan dan data kuantitatif dari tahapan uji ahli dan uji coba. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil dokumentasi, wawancara, dan observasi menggunakan prosedur: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data; sedangkan untuk data kuantitatif diperoleh dari hasil angket menggunakan kriteria validasi yang disampaikan pada BAB III.Hasil uji POB pengolahan koleksi oleh ahli dan praktisi dari aspek tampilan, isi, dan bentuk mencapai skor 4 dalam pengisian angket dan mendapat persentase 100% (layak digunakan tanpa revisi). Hasil yang sedikit berbeda didapatkan dari uji POB pengolahan koleksi oleh praktisi dari aspekbahasa mencapai 87,5%. Nilai ini didapatkan dari skor 4 untuk kesesuaian bahasa dan skor 3 untuk kemudahan pemahaman bahasa. Secara keseluruhan produk telah lulus validasi produk dengan tanpa revisi, tetapi demi kesempurnaan produk, maka penggunaan bahasa perlu diperbaiki. Selanjutnya diberikan pengantar mengenai penggunaan bahasa tersebut beserta maksud dan tujuannnya.Saran pemanfaatan produk POB pengolahan koleksi ini perlu memperhatikan hal-hal berikut (1) sebaiknya penggunaan e-ddc perlu diperkuat dengan penggunan DDC versi tercetak, (2) hendaknya input data koleksi memperhatiakan aturan yang berlaku di AACR2, dan (3) sebaiknya koleksi digital dijadikan satu dengan koleksi utamanya yang berupa buku tercetak. Saran pengembangan lebih lanjut kearah koleksi digital dan menyesuaikan dengan kondisi setempat ABSTRACTVibryan Iddo Pristantiya, 2014. Development of Pedoman Operasional Baku (POB) Processing Library Materials in STIE STMIK Asia Library. Thesis, S1 Prodi Library, Indonesia Literature Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Dwi Novita Ernaningsih, S. Sos, M. Hum.Keywords: college library, POB library, library materials processingPedoman Operasional Baku (POB) is very important in running the library, especially in processing activities of library materials. That is because the POB role in quality assurance, process, and results of processing library materials. Given the very organization which enabled the renewal of members, the POB act as a guide as well as a rule. The purpose of this study resulted in the processing of library materials STMIK POB STIE Asia effective and fuel-efficient. Penggembangan research uses product specifications such as content, language, form and appearance POB Development of library materials processing activities is very important. This was due to the result of the processing operations used directly in search of information collection on the part of the service. When the processing of library materials troubled systemically it will impact on the service. Library materials processing activities involving the librarian with a background in education D3 Libraries and librarians are not background library.This study uses research and development Borg and Gall which has been adjusted to the field conditions. Procedurally divided into three namely preparation, implementation, and evaluation. Three stages are incorporated by Borg and Gall research methods into the identification of potential and problems, data collection, product design, testing experts, the revision of the test product expert, testing, and product revision test practitioners. At the stage of examining expert test prototype products with existing theories. The results of the expert test and then tested on practitioners in the field. Test subjects involving education personnel qualified experts S2 Library Science, while the practitioner trials involving librarians and library officials STMIK Asia STIE processing section. The type of data that is obtained in the form of qualitative data and quantitative data preparation stage of the stages of expert test and trials. The instruments used in the form of interview guidelines, observation guidelines, questionnaires, and documentation. Analysis of qualitative data obtained from the results of documentation, interviews, and observation procedures: data reduction, data presentation, and data verification; while for the quantitative data obtained from the questionnaire using validation criteria presented in Chapter III.POB test result collection processing by experts and practitioners from the aspect of the look, content, and form of achieving a score of 4 in filling the questionnaire and receive a percentage of 100% (fit for use without revision). Slightly different results obtained from the test processing POB collection by practitioners of aspects. Language reached 87.5%. This value is obtained from a score of 4 for appropriateness of language and a score of 3 for ease of understanding the language. Overall the product has passed the validation of aproduct with no revision, but for the perfection of the product, then the use of the language needs to be fixed. Furthermore, given the introduction of the use of the language and its intent and tujuannnya. Suggestions product utilization POB collections processing needs to pay attention to the following (1) should the use of e-DDC needs to be strengthened by the use of DDC printed version, (2) should input the data collection memperhatiakan applicable rules in AACR2, and (3) preferably digital collections rolled into the main collection in the form of a printed book. Suggestions of further development towards digital collections and adapt to local condition
PEMBELJARAN EKSTRA KURIKULER MEMBATIK PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PRAMBON KABUPATEN NGANJUK
Sutiani. 2016. Pembelajaran Ekstrakurikuler Membatik Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Prambon Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hariyanto, M.Hum. Kata Kunci: Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Batik Celup. Beraneka ragam bentuk, jenis, maupun wujud warisan nenek moyang bangsa Indonesia dapat disaksikan hingga generasi saat ini. Beberapa di antaranya adalah candi, senjata tradisional (seperti kapak, keris, dan tombak), kapal Pinisi, wayang, dan batik. Warisan itu tidak semuanya terpelihara dengan baik. Namun demikian, tetap ada upaya secara giat dari pemerintah, kalangan swasta, dan masyarakat Indonesia untuk melestarikan semua peninggalan tersebut. Salah satu upaya konkret yang telah dan terus dilakukan adalah pada pelestarian batik. Untuk itulah, pembelajaran batik mulai dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Salah satunya adalah menjadikan kegiatan membatik khususnya batik celup sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun masih tergolong pemula, akan tetapi kegiatan ekstrakurikuler membatik menjadi salah satu prioritas sekolah sebagai penunjang materi intrakurikuler menggambar ragam hias. Bertolak dari pernyataan di atas, maka penelitian ini pada dasarnya ditujukan untuk membahas pembelajaran membatik dengan fokus penelitian adalah:(1) Bagaimanakah pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?;(2) Bagaimana hasil karya siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?; (3) Apa faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrumen utama. Data penelitian ini adalah pendapat yang disampaikan oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran membatik dan juga pendapat kepala sekolah mengenai kegiatan tersebut. Dalam mengumpulkan data dilakukan melalui observasi, foto-foto kegiatan, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan kehadiran peneliti dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan bahwa: (1) Pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik meliputi:(a) Komponen pembelajaran pada kegiatan ekstrakurikuler membatik batik celup antara lain: Karakteristik siswa adalah siswa dari latar belakang keluarga ekonomi menengah kebawah yang memiliki motivasi, bakat, minat belajar yang tinggi, Karakteristik guru bukanlah berlatar belakang guru Seni Budaya tetapi mempunyai dedikasi tinggi dan bakat seni tinggi, Karakteristik lingkungan belajar, Tujuan pembelajaran, Materi pembelajaran, Strategi pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran;(b) Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas dan di luar kelas: Kegiatan belajar di kelas, meliputi : tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi ; Kegiatan belajar di luar kelas, meliputi : persiapan, proses pembuatan batik ikat celup; (2) Hasil karya yang dihasilkan oleh siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup berupa taplak meja dan jilbab dengan motif batik ikat celup berpola pelangi, gradasi matahari, motif tritik, dan gegetan; (3) Faktor yang mempengaruhi pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik adalah:(a) Ketersediaan fasilitas pembelajaran yang mendukung;(b) Kompetensi tenaga pendidik/Pembina;(c) Motivasi belajar siswa.