Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    161 research outputs found

    LITERASI INFORMASI SISWA DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 1 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Prabasari, Anggita. 2018. Literasi Informasi Siswa di Perpustakaan SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwi Saksomo, M.Si., (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd.Kata Kunci: literasi informasi, perpustakaan SMK Negeri 1 MalangPerpustakaan sekolah merupakan bagian yang penting dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi siswa. Kurangnya pemanfaatan perpustakaan dapat mempengaruhi dalam pembentukan kemampuan literasi siswa. Kemampuan literasi informasi sangat dibutuhkan oleh siswa, agar dapat membantu siswa dalam pembelajaran secara mandiri dan meningkatkan kreatifitas. Melalui kemampuan tersebut siswa dapat dengan mudah menetukan kebutuhan dan cara mendapatkan informasi untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi perpustakaan untuk memberikan dukungan dalam peningkatan kemampuan literasi siswa. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh perpustakaan untuk membantu peningkatan tersebut adalah membentuk program literasi khusus. Penelitian ini memiliki empat tujuan, yaitu mendeskripsikan (1) pemanfaatan perpustakaan SMK Negeri 1 Malang, (2) program dan pelaksanaan literasi informasi di perpustakaan SMK Negeri 1 Malang, (3) pemahaman siswa SMK Negeri 1 Malang tentang literasi informasi, dan (4) pemahaman siswa mengenai program literasi dan dampaknya di perpustakaan SMK Negeri 1 Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.  Penelitian ini dilakukan di perpustakaan SMK Negeri 1 Malang. Peneliti menggunakan sumber data, yaitu (1) kepala perpustakaan, (2) petugas perpustakaan, dan (3) siswa sebagai narasumber. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Wujud data dari penelitian yang dilakukan, yaitu (1) wawancara yang dilakukan dengan pengelola perpustakaan untuk memperoleh data berupa pemanfaatan, program serta pelaksanaan literasi informasi di perpustakaan, serta wawancara yang dilakukan dengan siswa untuk memperoleh data berupa pemahaman mengenai literasi informasi, pemahaman mengenai program literasi informasi di perpustakaan, serta dampak yang dirasakan, (2) observasi dilakukan untuk memperoleh data berupa pemanfaatan perpustakaan, dan (3) studi dokumentasi yang dilakukan untuk memperoleh data berupa informasi mengenai perpustakaan.Berdasarkan hasil paparan data, temuan penelitian, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perpustakaan SMK Negeri 1 Malang belum secara maksimal dimanfaatkan oleh siswa. Hal tersebut terlihat dari kurangnya minat siswa untuk datang dan menggunakan perpustakaan dalam pemenuhan kebutuhan informasinya. Selain itu, tidak ada program literasi informasi yang dilakukan oleh perpustakaan SMK Negeri 1 Malang untuk menumbuhkan kemampuan literasi informasi siswa. Hal tersebut mengakibatkan pemahaman siswa mengenai literasi informasi kurang. Selain itu, siswa juga tidak mengetahui program yang dilaksanakan oleh perpustakaan dan tidak ada dampak yang dirasakan oleh siswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa SMK Negeri 1 Malang belum memiliki kemampuan literasi informasi karena perpustakaan belum memiliki program literasi informasi. Peneliti memberikan saran terhadap berbagai pihak di SMK Negeri 1 Malang. Melaksanakan perbaikan tata ruang, desain interior, serta pengadaan perabotan dan perlengkapan untuk menunjang kegiatan pengolahan dan pelayanan di perpustakaan SMK Negeri 1 Malang. Melaksanakan pembentukan program literasi informasi bagi siswa yang menarik dan dapat meningkatkan kemampuan literasi informasi. Selain itu, melaksanakan sosialisasi terkait kegiatan dan seluruh informasi mengenai perpustakaan SMK Negeri 1 Malang. Siswa SMK Negeri 1 Malang untuk lebih sering berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan dalam setiap kegiatan pemenuhan kebutuhan informasinya dengan ditunjang sumber-sumber informasi lainnya yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan isinya. Selain itu, melaksanakan setiap kegiatan yang dapat meningkatkan pemahamannya mengenai literasi informasi. Bekerjasama dan saling membantu dalam pembentukan dan pelaksanaan program literasi informasi yang akan dilaksanakan sehingga dapat memperoleh tujuan yang diinginkan yaitu meningkatkan kemampuan literasi informasi siswa serta melaksanakan sosialisasi mengenai informasi yang berkaitan dengan perpustakaan SMK Negeri 1 Malang

    KOMPETENSI INDIVIDU PUSTAKAWAN LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan mengenai karakteristik dasar kompetensi individu pustakawan layanan sirkulasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian yang didapatkan, karaktersitik dasar kompetensi pustkawan layanan sirkulasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Kota Malang masuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata 4,23. Adapun hasil skor rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen karakteristik adalah sebagai berikut (1) karakteristik watak dengan perolehan skor 4,23 (sangat baik), (2) karakteristik motif dengan perolehan skor 4,23 (sangat baik), (3) karakteristik bawaan dengan perolehan skor 4,20 (sangat baik), (4) karakteristik pengetahuan dengan perolehan skor 4,4 (baik), dan (5) karakteristik keterampilan atau keahlian dengan perolehan skor 4,13 (baik).   Kata Kunci: kompetensi individu, kompetensi pustakawan layanan sirkulasi,Perpustakaan Perguruan Tinggi Neger

    PERANCANGAN VIDEO IKLAN GRABME SEBAGAI MEDIA INFORMASI LAYANAN PENGGUNA JASA

    No full text
    ABSTRAK   Grabme merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa trasportasi online didirikan awal tahun 2016 di Kota Jambi oleh anak bangsa. Grabme berkembang sebagai perusahaan yang membantu peningkatan ekonomi daerah, sebagai penyedia lapangan kerja dan peningkatan ekonomi perkapita. Sebagai perusahaan baru Grabme belum dikenal oleh masyarakat Kota Jambi, Faktor yang menjadikan Grabme kurang dikenal dikarenakan kurangnya informasi publikasi tentang produk dan layanan jasa Grabme Media informasi mengenai Grabme perlu ditingkatkan, agar masyarakat Kota Jambi mengetahui keberadaan dan layanan jasa Grabme. Media iklan komersial merupakan media yang tepat dalam penyebaran informasi, karena video iklan menggunakan metode multiple komunikasi yang mengandung unsur suara, visual dan teks. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan video yang mampu mengenalkan layanan jasa Grabme yang mudah dipahami oleh target audience. Dengan melakukan riset yang mendalam tentang perusahaan dan target audience untuk dikaji, sehingga menghasilkan sebuah produk video iklan yang sesuai dengan yang diharapkan. Dalam perancangan video iklan komersial Grabme sebagai media informasi layanan pengguna jasa mengunakan model perancangan prosedural, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan kajian pustaka. Model perancangan mengadaptasi dari model perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto. Diawali dari rumusan masalah, kemudian menentukan tujuan, analisis, konsep perancangan hingga desain final. Hasil perancangan berupa produk utama video iklan komersial, dengan konsep clean style, yang menerapkan sisi simple atau sederhana yang tidak banyak menggunakan pergerakan kamera, agar informasi dapat lebih mudah diterima oleh target audiens. Narasi dan musik dibuat dengan menggunakan bahasa daerah Jambi dan alat musik khas Jambi agar target audiens lebih merasa bahwa informasi dari Grabme memang ditujukan kepada target audiens yaitu masyarakat Kota Jambi. Media pendukung yang diracang adalah billboard, poster iklan media sosial, xbanner dan sticker kaca belakang mobil. Proses visualisasi pada perancangan ini menggunakan software Pro Tools, Adobe Premiere, After Effect, Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop

    Perilaku Pencarian Informasi Orang Tua untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Anak di Perpustakaan Umum Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Informasi menjadi salah satu kebutuhan yang dimiliki seseorang untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Perkembangan informasi yang semakin meluas membutuhkan peran perpustakaan sebagai tempat penyedia informasi yang akurat. Perpustakaan Umum Kota Malang sebagai penyedia informasi memiliki layanan anak yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk melakukan pencarian informasi, guna memperoleh dan memenuhi kebutuhan informasi anak. Pemenuhan kebutuhan informasi anak dibantu oleh peran orang tua dalam melakukan pencarian informasi agar memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Perilaku pencarian informasi orang tua untuk memenuhi kebutuhan informasi anak memiliki strategi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku pencarian informasi orang tua untuk memenuhi kebutuhan informasi anak dan perilaku penemuan informasi orang tua untuk memenuhi kebutuhan informasi anak di Perpustakaan Umum Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif Informan dalam penelitian ini, yakni orang tua dari anak PAUD, TK, dan SD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan informan, observasi non partisipan di layanan anak Perpustakaan Umum Kota Malang, dan telaah dokumen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan informasi pada setiap anak berbeda-beda sesuai dengan tingkat pendidikan anak. Perilaku pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi anak di Perpustakaan Umum Kota Malang, yaitu perilaku pencarian informasi orang tua, perilaku pencarian informasi anak, dan perilaku pencarian informasi orang tua dengan anak. Media pencarian informasi yang digunakan orang tua untuk memperoleh informasi, yaitu melalui layanan anak Perpustakaan Umum Kota Malang dan melalui media internet, serta melakukan pertukaran informasi dengan orang tua lain. Perilaku pencarian informasi di Perpustakaan Umum Kota Malang dilakukan dengan  cara langsung menuju ke rak koleksi buku perpustakaan. Hasil pencarian informasi yang diperoleh orang tua berupa informasi dalam bentuk tercetak dan dalam bentuk digital. Peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan informasi anak, selain melakukan pencarian informasi juga menyampaikan hasil informasi yang diperoleh, dan mendampingi anak dalam proses belajar

    Upaya Pemenuhan Kebutuhan Informasi pada Komunitas Akar Tuli Malang

    No full text
    Setiap individu memiliki kebutuhan informasi mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga usia lanjut. Hal tersebut terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali pada penyandang tunarungu. Ketersediaan informasi untuk penyandang tunarungu sangat terbatas. Hal tersebut dapat dilihat dari koleksi yang tersedia dan fasilitas yang terdapat di jasa penyedia informasi maupun perpustakaan. Kebutuhan informasi mendorong seseorang untuk melakukan pencarian informasi guna memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Pencarian informasi adalah salah satu upaya pemenuhan kebutuhan informasi. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti pencarian informasi melalui manusia (bertanya kepada orang lain), dan pencarian informasi melalui dokumen (buku, koran, majalah, dan lain sebagainya). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan informasi dan upaya pemenuhan kebutuhan informasi anggota komunitas Akar Tuli Malang. Hal tersebut ditinjau dari faktor yang mendorong kebutuhan informasi anggota komunitas. Faktor tersebut terdiri dari faktor pekerjaan, factor kebudayaan, factor kepribadian, factor tingkat kesadaran akan informasi, factor jenis kelamin, factor usia, factor ketersediaan waktu, factor akses, factor biaya, dan informasi berlebih (overloadinformation). Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan mengolah, membaca seluruh data, kodifikasi, mendeskripsikan informasi berdasarkan tema, menyajikan hasil analisis, dan menginterpretasikan data hasil analisis. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan informasi anggota komunitas didorong oleh sepuluh faktor. Upaya pemenuhan kebutuhan informasi anggota komunitas dilakukan dengan dua cara, yakni pencarian informasi melalui manusia atau bertanya kepada orang lain, dan pencarian informasi melalui dokumen

    BENTUKAN DERIVASI DALAM BAHASA INDONESIA: TINJAUAN MORFOSINTAKSIS

    No full text
    RINGKASAN Rangkuman: Dalam bahasa fleksi terdapat sebuah kontruksi morfologis yang disebut bentukan  derivasi dan bentukan infleksi.  Dalam penelitian ini meneliti tentang bentukan derivasi  dalam bahasa Indonesia yang tergolong bahasa aglutinasi. Bentukan tersebut dihasilkan  dari penggubangan bentuk dasar dengan bentuk afiks yang memiliki distribusi berbeda dengan bentuk dasar. Dalam penelitian ini mengkaji bentukan derivasi yang ada dalam bahasa Indonesia dihasilkan dari proses afiksasi berjenis perfiks. Kajian tersebut dilihat dari segi morfosintaksis, yaitu dengan mengkaji bukan hanya berdasarkan bentuk kata saja melainkan fusngsi kata tersebut dalam sebuah kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentukan derivasi ada dalam bahasa Indoensia. Jenis perfiks yang dapat menghasilkan bentukan derivasi, yaitu afiks meN, ber, per, peN, ter, se. di, diper, dan memper. Afiks berjenis perfiks ditemukan dalam bahasa Indoensia lebih banyak membantuk bentukan derivasi dari pada bentukan infleksi. Kata kunci :derivasi, afiksasi, bahasa Indonesi

    REDESAIN KEMASAN KRUPUK “CASSAVA” UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN

    No full text
    ABSTRACT   Purnamasari, Diyah. 2017. Redesain Kemasan Krupuk “Cassava” untuk Meningkatkan Pemasaran. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D., (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn., M.Sn. Kata Kunci: Redesain, Kemasan, Cassava. Sebuah kemasan dibutuhkan dalam membangun sebuah brand pada produk maupun perusahaan. Peranan penting pada kegiatan mendesain kemasan dapat dilakukan guna menunjukan kelebihan produk tersebut serta menjadi pembeda dari produk lainnya dengan menampilkan keunikan yang dimiliki produk untuk persaingan ketat dalam dunia bisnis kuliner. Krupuk “Cassava” merupakan camilan yang menyajikan camilan dalam bentuk kerupuk singkong dengan memiliki 3 varian rasa. Kerupuk ini diproduksi oleh CV. Bintang Anugrah. Produk ini diolah dengan menjaga kualitas produk dan kebersihannya mulai dari pengolahan hingga pengemasan dan produk ini tidak menggunakan bahan sintetis pada olahannya. Namun, dalam segi desain kemasan Krupuk “Cassava” masih belum diperhatikan secara baik. Kemasan produk masih menggunakan desain biasa yang belum menunjukkan kelebihan produk, belum efisien bagi konsumen dan belum bisa bersaing dengan produk lainnya. Oleh sebab itu Krupuk “Cassava” memerlukan desain ulang untuk kemasannya.Pada redesain kemasan Krupuk “Cassava” untuk meningkatkan pemasaran ini menggunakan Model Perancangan Prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif dengan sumber data berdasarkan dari hasil wawancara dan observasi. Hasil data yang diperoleh data wawancara dari narasumber CV. Bintang Anugrah serta data pustaka. Model perancangan menggunakan Safanayong, dimulai dari latar belakang masalah, pengumpulan data, analisis data, konsep perancangan hingga produksi. Hasil dari perancangan ini terdiri dari media utama yaitu kemasan primer, kemasan sekunder dan tersier. Untuk media promosi menggunakan Instagram, Facebook, Poster, Banner, dan Standing x-banner. Proses visualisai menggunakan software pengolah gambar seperti Adobe Photoshop dan Corel Draw

    PERILAKU PENCARIAN INFORMASI ORANG TUA ANAK TUNAGRAHITA PADA SLB A, C, D PERTIWI KOTA MOJOKERTO DENGAN MEMANFAATKAN BERBAGAI SUMBER INFORMASI

    No full text
    ABSTRAK Rahmananda, Nyimas  2017. “Perilaku Pencarian Informasi Orang Tua Anak Tunagrahita pada SLB A, C, D Pertiwi Kota Mojokerto dengan Memanfaatkan Berbagai Sumber Informasi”. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Saksomo, M.Si. (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd.Kata Kunci: perilaku pencarian informasi, orang tua anak tunagrahita, SLB A, C, D Pertiwi Kota MojokertoInformasi adalah kebutuhan vital yang dibutuhkan seseorang. Perkembangan informasi sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan informasi seseorang. Informasi yang dibutuhkan seseorang harus relevan dan akurat untuk membantu keluar dari permasalahan yang dihadapi. Latar belakang maupun karakter seseorang yang berbeda mengakibatkan adanya perbedaan perilaku setiap orang dalam melakukan pencarian informasi. Perilaku pencarian informasi dilakukan oleh semua orang, termasuk oleh orang tua anak tunagrahita. Setiap orang tua anak tunagrahita memiliki cara masing-masing untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang tunagrahita. Sumber informasi yang digunakan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus juga beragam. Orang tua memanfaatkan beragam sumber informasi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang tunagrahita.SLB A, C, D Pertiwi Kota Mojokerto merupakan sekolah luar biasa yang berdedikasi menyediakan pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini akan membahas tentang perilaku pencarian informasi orang tua anak tunagrahita dalam memenuhi kebutuhan informasi tentang tunagrahita dan mengetahui sumber informasi apa saja yang digunakan orang tua anak tunagrahita untuk memenuhi informasi tentang tunagrahita.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Data pada penelitian ini didapatkan dengan cara wawancara langsung kepada orang tua anak tunagrahita kelas I dan guru pengajar tunagrahita kelas I pada SLB A, C, D Pertiwi Kota Mojokerto dan observasi langsung di SLB A, C, D Pertiwi Kota Mojokerto. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi orang tua anak tunagrahita kelas I pada SLB A,C,D Pertiwi Kota Mojokerto melakukan tahapan Initation, mereka langsung mencari informasi tentang tunagrahita semenjak tahu bahwa anaknya mengalami kelainan tunagrahita. Tahap selection, mereka mampu melakukan langkah apa saja dalam mencari informasi. Tahap eksploration, mereka mampu mengatasi hambatan dalam pencarian informasi yang mereka lakukan. Tahap formulation, mereka sudah memiliki pola pikir individu yang lebih jelas. Tahap collection, mereka  membuat catatan terkait informasi yang didapat. Tahap presentation, mereka merasakan perasaan puas dan merasa jelas akan informasi yang didapatkan. Hasil kedua, sebagian sumber informasi yang digunakan oleh orang tua anak tunagrahita kelas I pada SLB A,C,D Pertiwi Kota Mojokerto untuk mendapatkan informasi adalah dari sumber informasi berasal dari manusia

    Persepsi Pemustaka Tentang Desain Interior Layanan Anak Di Perpustakaan Umum Dan Arsip Kota Malang

    No full text
    Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang diperuntukan untuk semua lapisan golongan masyarakat tanpa pengecualian termasuk anak-anak. Penyediaan layanan anak diharuskan ada pada setiap perpustakaan umum agar budaya datang ke perpustakaan dan budaya membaca terbentuk sejak usia dini. Layanan anak perpustakaan umum selain harus memperhatikan kelengkapan koleksi dan berbagai macam kegiatan didalamnya juga harus memperhatikan desain interior karena dapat menunjang kegiatan-kegiatan tersebut dan dapat menjadi daya tarik bagi sebuah layanan anak. Oleh karena itu, sangat penting setiap perpustakaan umum meningkatkan desain interior pada layanan anak yang telah disediakan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendiskripsikan persepsi pemustaka mengenai desain interior pada layanan anak yang meliputi, (1) tata letak ruangan, (2) luas ruangan, (3) pencahayaan ruangan, (4) warna ruangan, (5) elemen-elemen pembentuk ruangan, dan (6) perabot ruangan, sebagai bahan untuk memberikan saran kepada perpustakaan umum dan arsip kota Malang agar lebih meningkatkan desain interior pada layanan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan umum dan arsip kota Malang. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu pemustaka pada layanan anak yang berusia 10-12 tahun atau dengan tingkat pendidikan yaitu kelas 4-6 SD. Instrumen penelitan yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wujud data dari penelitian yang telah dilakukan, yaitu (1) pengamatan wujud fisik dari desain interior layanan anak dan aktifitas pemustaka di dalam ruangan yang diperoleh dari hasil observasi peneliti, (2) persepsi atau pendapat pemustaka mengenai desain interior layanan anak di perpustakaan umum dan arsip kota Malang yang diperoleh dari hasil wawancara. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan desain interior layanan anak di perpustakaan umum dan arsip kota Malang sudah sesuai untuk dilayankan kepada anak-anak. Hal tersebut dapat dikatakan sesuai karena pemustaka sudah merasa nyaman dengan semua aspek-aspek desain interior layanan anak pada saat ini. Selain itu, desain interior pada layanan anak di perpustakaan umum dan arsip kota Malang juga sudah sudah sesuai dengan teori-teori yang dirujuk pada penelitian ini. Permasalahan yang ditemukan pada layanan anak perpustakaan umum dan arsip kota Malang yaitu pada perabot ruangan, mengenai kondisi kursi yang sudah pecah-pecah dan ada yang sudah robek pada alasnya, jika hal tersebut dibiarkan dalam jangka waktu yang lama bisa mengganggu kenyamanan pemustaka pada saat duduk untuk membaca koleksi-koleksi yang telah disediakan. Saran yang dapat diberikan mengenai hal tersebut yaitu, kursi yang telah rusak atau yang sudah ada gejala-gejala akan mengalami kerusakan segera diperbaiki jika masih bisa diperbaiki atau bisa dilakukan pergantian pada alas kursi. Berdasarkan pendapat pemustaka juga mengharapkan adanya penambahan pada meja dan kursi baca karena masih ada ruang-ruang yang kosong yang masih bisa untuk dimanfaatkan, sehingga tidak ada lagi pemustaka yang membaca buku di lantai ruangan dan penambahan meja dan kursi bisa untuk memfasilitasi orang tua pada saat mendampingi anak-anaknya di dalam ruangan

    PENGEMBANGAN PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) PELAYANAN REFREENDI DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK Safrilia Hilda Rosyida, 2016. Pengembangan ProsedurOperasional Baku (POB) PelayananReferensi di Perpustakaan PoliteknikNegeri Malang. Skripsi, Prodi  S1 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik,M.Pd., (II)Setiawan, S.Sos, M.IP. Kata Kunci: Perpustakaan PoliteknikNegeri Malang, POB Perpustakaan, PelayananReferensi. Pedoman Operasional Baku (POB) sangat penting dalam menjalankan kegiatan di perpustakaan, terutama pada kegiatan pelayananreferensi. Hal ini dikarenakan POB berperan dalam penjaminan mutu, proses, dan hasil pelayananpadaruangreferensi. POB disini berperan sebagai panduan sekaligus sebagai aturanpelaksanaankegiatan yang adapadapelayanan di ruangreferensi. Tujuan akhir penelitian ini untuk menghasilkan POB pelayananreferensidi perpustakaanPoliteknikNegeri Malang yang efektif dan efisian. Penelitian penggembangan ini menggunakan aspekisi, bahasa, strukturdantampilan sebagai spesifikasi produk. Pengembangan POB kegiatan pelayananreferensi ini sangatlah penting. Hal inidisebabkankarenabelumadanya POB mengenaipelayananreferensi di perpustakaanPoliteknikNgeri Malang. Ketika terjadipermasalahandalamkegiatanreferensimakabelumadanyapetunjuk yang disepakaibersamasehinggaseringterjadikesalahanprosedur. Kegiatan pelayananrefreensi melibatkan pustakawan dengan latar belakang pendidikan D3 Perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ADDIE yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan.  Secara prosedur terbagi atas lima tahapan yakni analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi. Pasa tahapananalisiskegiatan yang dilakukanadalahmelakukananalisiskebutuhan POB pelayananreferensi, dimanapenelitimelakukanwawancarakepadapustakawan yang bertugaspadabagianini. Tahapanselanjutnyaadalahdesain, dimanapadatahapiniterdiridarimerumuskantujuanpembuatan POB, memilihproduk POB danmerancang POB. Tahapselanjutnyaadalahpengembangan, padatahapiniproduk yang telahdibuatdikembangkandenganmelakukanujimateri. Ujimateriinidilakukankepadadua orang ahlimateridandua orang praktisi. Ahlimateriinimelibatkanpustakawanahli yang bertugassebagaikaurreferensi di perpustakaanUniversitasNegeri Malang danseorangpustakawan di perpustakaanPOliteknikNegeri Malang yang berkualifikasi S2 IlmuPerpustakaan. Padaujipraktisimelibatkandua orang pustakawanpelayananreferensi di perpustakaanPoliteknikNegeri Malang dengankualifikasipendidikanD3 ilmuperpustakaan. Jenis data yang didapatkan berupa data kualitatif dari analisiskebutuhan dan data kuantitatif dari tahapan uji ahli dan uji coba. Instrument yang digunakan berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakanprosedur: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data; sedangkan untuk data kuantitatif menggunakan kriteria validasi. Hasil uji POB pelayananreferensi oleh ahlimateripadaaspekisimendapatkanskor rata-rata 87,5% sedangkandaripraktisimendapatkanskor rata-rata 95,83 %. Padaaspekbahasadariahlimateimemberikanskor rata-rata 91,66% sedangkanpraktisisebesar 95,83%. Selanjutnyapadaaspekstrukturahlimaterimemberikanskor rata-rata sebesar 87,5% sedangkanpraktisisebesar 95,83%.  Aspekterakhiryakniaspektampilan, ahlimaterimemberikanskor rata-rata sebesar 87,5% sedangkanpraktisimemberikanskor rata-rata 100%. Secara keseluruhan produk telah lulus validasi produkmeskipadaaspeksturkturahlimateridanpraktisimemberikanmasukanuntukperbaikanproduk POB ini. Perbaikan yang dimaksudadalahmemperjelas diagram denganpenambahanpelakupadasetiaplangkah agar jelassiapa yang melakukankegiatanpadalangkahtersebut, yakniantarapustakawandanpemustaka. Saran pemanfaatan produk POB pengolahan koleksi ini perlu memperhatikan beberapa hal antara lain (1) penambahanisiprosedurpelayananreferensi yang berbasiskomputeryang lebihterintegrasidenganbagianlainnya di perpustakaan, (2) memanfaatakan e-reference denganmenggunakanskype, chattinguntukkomunikasiantarpustakawanmaupunpemustaka agar lebihefisien

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇