Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    161 research outputs found

    Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Di Perpustakaan SDN Watukosek Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRACT Ilmi, Bachrul. 2016. Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Di Perpustakaan SDN Watukosek Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan SastraIndonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Kusubakti Andajani, M.Pd., (2) Moh.Safii, S.Kom., M.Hum. Kata Kunci: sistem informasi perpustakaan, web, perpustakaan sekolah, pusatsumber belajar. Perpustakaan sekolah memiliki peran sebagai pusat sumber belajar yangmenyediakan bahan penunjang pembelajaran yang relevan. Namun dalampelaksanaannya, perpustakaan sekolah masih kurang diminati untuk kegiatanpembelajaran. Supaya dapat mewujudkan peran tersebut, maka perlu adanyakolaborasi yang baik antara pustakawan dan guru. Guru sebagai pengajar perlumengevaluasi tingkat kejenuhan siswa dalam belajar dikelas, kemudianmenginformasikannya pada pustakawan. Melalui kerjasama yang demikian,pustakawan dapat mengidentifikasi kekurangan perpustakaan, sehingga munculinovasi sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan fungsiperpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Salah satu inovasi tersebut adalahmengembangkan suatu sistem informasi pada perpustakaan yang dapat menyediakanmateri beserta pendukungnya berupa video, dan dokumen dari guru, kemudian diolahpustakawan dan dilayankan ke siswa, sehingga dapat meningkatkan ketertarikansiswa ke perpustakaan untuk belajar serta mempercepat pemahaman terhadap materisecara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sistem informasiperpustakaan berbasis web, dan menghasilkan panduan operasional sistem informasiperpustakaan berbasis web. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Analysis,Design, Development, Implement, Evaluation (ADDIE) yang dikembangkan olehBranch (2009). Tahap penelitian ini yaitu analisis, perancangan, pengembangan,implementasi, dan evaluasi. Produk sistem informasi perpustakaan berbasis webyang telah jadi kemudian divalidasi oleh ahli teknologi informasi bidang web,praktisi (guru), dan praktisi (pustakawan). Produk yang telah divalidasi selanjutnyadi uji cobakan pada siswa kelas 5 SDN Watukosek yang berjumlah 36 anak. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari ahli teknologi informasi bidangweb memberikan kriteria “Sangat Valid”, praktisi (guru dan pustakawan)memberikan kriteria “Sangat Valid”, dan hasil uji coba lapangan terhadap siswamemberikan kriteria “Sangat Baik”. Selain memberikan penilaian, validator jugamemberikan saran perbaikan produk. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapatdisimpulkan bahwa sistem informasi perpustakaan berbasis web yang dikembangkansetelah direvisi menunjukkan kriteria “Sangat Valid” sehingga sistem informasi perpustakaan berbasis web layak digunakan.

    Kinerja Pustakawan dalam Melaksanakan Pengembangan Profesi Berdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014: Studi Kasus pada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT Achmad Qorni Novianto adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang.  Kusubakti Adajani dan Darmono adalah dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan, FakultasSastra, Universitas Negeri Malang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatifdengan jenis penelitian studi kasus. Fokus penelitian ini adalah untukmengetahui (1) kinerja pustakawan, dan (2) kendala yang dihadapi pustakawandalam melaksanakan pengembangan profesi berdasarkan Permenpan-RB Nomor9 Tahun 2014 dan cara mengatasinya. Kinerja pustakawan dalam melaksanakanpengembangan profesi meliputi kegiatan penulisan:  (1) makalah yangdisampaikan pada pertemuan ilmiah, (2) makalah yang tidak dipublikasikan, (3)majalah ilmiah, (4) buku yang tidak dipublikasikan, (5) buku laporan penelitian,(6) buku yang diterbitkan secara nasional, dan (7) buku pedoman bidangkepustakawanan. Kendala yang dihadapi responden dalam melaksanakankegiatan pengembangan profesi berdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun2014, diantaranya adalah (1) kesibukan kerja, (2) tempat tugas, (3) mood dalammenulis, (4) kurangnya kompetensi  menulis, dan (5) melakukan pengembanganprofesi selain karya tulis.  Kata Kunci: Pustakawan, Pengembangan Profesi, Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014 ABSTRACT: This research using qualitative research approach with case studyresearch type. The focus of this research is to know (1) librarian performance,and (2) the obstacle that faced by librarian in implementing professionaldevelopment based on Permenpan-RB Number 9th, 2014 and how to face it.Performance of librarians in implementing professional development includes:(1) papers that  delivevered in the scientific meeting are 151 titles (54%), (2)papers that published are 87 titles (31%), (3) scientific magazine are 21 titles(7%), (4) books that publicated are 8 titles (3%), (5) books of research report are8 titles (3%), (6) books that publicated on nasional scale are 6 titles (2%) and (7)guidance book in librarian field is 1 title (0,3%). The obstacle that faced byrespondents in the implementation profession development activity based onPermenpan-RB Number 9th, 2014, among others are (1) the flurry of work, (2)place of work, (3) the mood of writing, (4) lack of writing skill, and (5) thelibrarians’ other profession development activities.  Kata Kunci: Librarian, Profession Development, Permenpan-RB Number 9,2014 Dalam melaksanakan tugas kepustakawanan, pustakawan memiliki pedoman yang memuat aturan-aturan mengenai pelaksanaan tugas jabatanfungsional pustakawan dan angka kreditnya, yaitu Permenpan-RB Nomor 9Tahun 2014 yang mulai diberlakukan tahun 2014. Berdasarkan Permenpan-RBNomor 9 Tahun 2014, terdapat enam unsur kegiatan jabatan fungsionalpustakawan yang dapat dinilai angka kreditnya yang terdiri dari (1) pendidikan,(2) pengelolaan perpustakaan, (3) pelayanan perpustakaan, (4) pengembangan thsistem kepustakawanan, (5) pengembangan profesi, dan (6) penunjang tugaspustakawan.  Berdasarkan survei awal peneliti, masih dijumpai pustakawan yang hanyamelaksanakan kegiatan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan serta belummaksimal dalam melaksanakan kegiatan pengembangan profesi yang bermuarapada produktivitas pustakawan dalam menghasilkan karya ilmiah. Pendapattersebut sesuai dengan kajian yang telah dilakukan (Endriaty dan Hendrawati,2013:27) yang menyatakan bahwa pengembangan profesi termasuk di dalamnyapenyusunan karya tulis ilmiah (KTI) merupakan kegiatan utama pustakawan,namun belum banyak pustakawan yang mengajukan KTI yang diterbitkan dalamjurnal atau media lainnya, padahal kegiatan ini mempunyai nilai angka kredityang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan teknis. Kegiatan pengembangan profesi pada Permenpan-RB Nomor 9 Tahun2014, memungkinkan semua jenjang jabatan pustakawan untuk dapatmelaksanakan semua sub unsur pengembangan profesi. Hal tersebut berbedadengan kegiatan (1) pengelolaan perpustakaan, (2) pelayanan perpustakaan, dan(3) pengembangan sistem kepustakawanan yang telah ditentukan jenjang jabatantertentu yang dapat melaksanakan kegiatan tersebut. Pelaksanaan unsur kegiatanpengembangan profesi sangat membantu pustakawan dalam mencapai targetpengumpulan angka kredit yang digunakan sebagai dasar kenaikanjabatan/pangkat bagi pustakawan, karena jika dibandingkan dengan kegiatanlainnya, kegiatan pengembangan profesi memiliki besaran angka kredit yanglebih besar.  Unsur kegiatan pengembangan profesi tidak hanya dapat memfasilitasipustakawan untuk mencapai target pengumpulan angka kredit yang ditetapkanuntuk kenaikan pangkat/golongan semata, namun juga berfungsi dalammeningkatkan citra profesi pustakawan melalui penulisan karya ilmiah olehpustakawan. Menulis karya tulis ilmiah merupakan salah satu upaya memasarkankepada publik mengenai berbagai hal yang terkait dalam sebuah profesi.Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa produktivitas pustakawandalam melaksanakan penulisan karya ilmiah sebagaimana diatur dalam unsurkegiatan pengembangan profesi Permenpan-RB Nomor 9 tahun 2014 diperlukandalam upaya meningkatkan citra profesi pustakawan. UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang merupakan salah satuperpustakaan Perguruan Tinggi Negeri di Malang yang memiliki tenagapustakawan dengan beragam jenjang jabatan dan jenjang pendidikan. Jika ditinjaudari segi jabatan/kepangkatan, sebagian besar pustakawan UPT PerpustakaanUniversitas Negeri Malang memiliki jabatan/pangkat yang tinggi. Beberapapustakawan UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang melakukan kegiatanpengembangan profesi dalam bentuk penulisan karya ilmiah yang dapat diketahuiberdasarkan publikasi karya ilmiah pustakawan pada lamanwww.library.um.ac.id. Beberapa nama pustakawan UPT Perpustakaan UniversitasNegeri Malang terlihat cukup banyak dikenal masyarakat melalui karya tulisnya.Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatanpengembangan profesi pada seluruh pustakawan UPT Perpustakaan UniversitasNegeri Malang berdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014. Fokus penelitian pada penelitian ini meliputi (1) kinerja pustakawan dan(2) kendala yang dihadapi pustakawan UPT Perpustakaan Universitas NegeriMalang dalam melaksanakan unsur pengembangan profesi berdasarkanPermenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014 dan cara mengatasinya.METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenispenelitian studi kasus. Rancangan penelitian ini digunakan untuk mengetahuifenomena yang belum diketahui mengenai kinerja pustakawan UPT PerpustakaanUniversitas Negeri Malang dalam pelaksanaan pengembangan profesiberdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014.  Penelitian ini dilaksanakan di UPT Perpustakaan Universitas NegeriMalang yang beralamat di Jalan Semarang 5 Malang, Jawa Timur. Sumber datapada penelitian ini adalah seluruh pustakawan dan dokumen-dokumen UPTPerpustakaan Universitas Negeri Malang. Pustakawan yang diteliti mencakupseluruh pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang yangberjumlah 17 orang. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalahdokumen UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang yang berkaitan dengankinerja pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang dalampelaksanaan pengembangan profesi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancaradan dokumentasi. Instrumen penelitian pada teknik wawancara berupa pedomanwawancara yang digunakan untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenaikinerja pustakawan dalam kegiatan pengembangan profesi dari seluruhpustakawan UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Instrumen penelitianpada teknik dokumentasi berupa pedoman analisis data untuk dokumen untukmendapatkan data mengenai pelaksanaan pengembangan profesi berdasarkanPermenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014 di UPT Perpustakaan Universitas NegeriMalang.Prosedur penelitian dilakukan menggunakan model analisis Miles,Huberman dan Saldana, (2014:33) dengan tahapan analisis data sebagai berikut.Pengumpulan data (data collection) pada penelitian ini dilakukan menggunakanteknik wawancara kepada seluruh pustakawan UPT Perpustakaan UniversitasNegeri Malang dan dokumentasi yang dilakukan peneliti mengenai dokumendokumenyangdiperoleh dari pustakawan, bagian Tata Usaha UPT Perpustakaandan Bagian Kepegawaian Universitas Negeri Malang yang berhubungan denganpenelitian ini. Kondensasi data (data condensation) adalah pemilihan data-datayang diperoleh untuk mempermudah peneliti dalam memilih data yang sesuaidengan penelitian. Penyajian data (data display) pada penelitian ini adalah datamengenai pelaksanaan pengembangan profesi berdasarkan Permenpan-RB Nomor9 Tahun 2014 di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang yang disajikandalam bentuk narasi. Teks yang akan dinarasikan berasal dari hasil wawancaradan dokumentasi dan data yang tidak sesuai dengan fokus/tujuan penelitiandibuang. Penarikan kesimpulan (conclution drawing/verifying) dalam penelitianini yaitu tentang kinerja pustakawan dan kendala yang dihadapi pustakawandalam melaksanaan pengembangan profesi berdasarkan Permenpan-RB Nomor 9Tahun 2014 di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Dengan penarikan kesimpulan tersebut, penelitian yang telah dilakukan dapat menjawab fokuspenelitian yang ditentukan. HASILKinerja Pustakawan dalam Melaksanakan Pengembangan ProfesiBerdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014.  Terdapat 15 orang pustakawan dari total 17 orang pustakawan UPTUniversitas Negeri Malang yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesiBerdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014. Lima belas orang pustakawanyang melaksanakan pengembangan profesi terdiri dari 9 orang pustakawan ahlidan 6 orang pustakawan terampil. Jenis kegiatan pengembangan profesi yang dilakukan oleh pustakawanUPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang adalah membuat (1) makalah yangdisampaikan pada pertemuan ilmiah sebanyak 151 judul (54%), (2) makalah yangtidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan sebanyak 87 judul (31%), (3)majalah ilmiah sebanyak 21 judul (7%), (4) buku yang tidak dipublikasikan 8judul (3%), (5) buku laporan penelitian 8 judul (3%), (6) buku yang diterbitkansecara nasional 6 judul (2%), dan (7) buku pedoman di bidang kepustakawanansebanyak 1 judul (0,3%).  Terdapat dua orang pustakawan yang menulis buku yang diterbitkansecara nasional, yaitu DRM sebanyak 3 judul buku dan DNE sebanyak 3 judulbuku.  Melalui penulisan buku yang diterbitkan secara nasional, pustakawan dapatmenyampaikan ide dan gagasannya dengan jangkauan lebih luas sehinggamanfaat karya tulisnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. UPTPerpustakaan Universitas Negeri Malang mewajibkan pustakawan menyerahkancopy buku hasil karyanya yang telah diterbitkan oleh penerbit untukdidokumentasikan di perpustakaan sehingga dapat dimanfaatkan oleh sivitasakademika di Universitas Negeri Malang. Artikel karya pustakawan DRM yang dimuat dalam majalah ilmiahberjumlah 9 judul, pustakawan DNE sberjumlah 2 judul, pustakawan HSTberjumlah 4 judul, pustakawan SKA berjumlah 4 judul dan pustakawan TYCberjumlah 2 judul. Tujuan menulis artikel majalah ilmiah bukan hanyaberorientasi pada pengumpulan angka kredit semata, hal yang lebih utama adalahbagaimana karya tulis pustakawan dapat dibaca dan bermanfaat bagi masyarakatluas. Pustakawan yang membuat karya tulis berupa buku laporan penelitian,yaitu DRM sebanyak 3 judul laporan penelitian, STW sebanyak 1 judul laporanpenelitian, dan SKA sebanyak 4 judul laporan penelitian. Kegiatan penelitianyang bermuara pada penulisan laporan penelitian dilaksanakankan olehpustakawan dalam rangka mengembangkan kompetensi pustakawan pada bidangperpustakaan dan informasi. Pustakawan yang membuat karya tulis berupa buku yang tidakdipublikasikan yaitu HST sebanyak 7 judul buku dan MAS sebanyak 1 judulbuku. Responden merasakan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan penulisanbuku yang tidak dipublikasikan. Hal tersebut disebabkan belum adanya tahappenyuntingan dan tidak adanya publikasi meskipun secara terbatas pada penulisanbuku yang tidak dipublikasikan. Buku yang tidak dipublikasikan tersebut tidak disajikan di jajaran koleksi perpustakaan sehingga tidak dapat dimanfaatkan olehpemustaka. Terdapat sembilan orang pustakawan yang membuat karya tulis berupamakalah yang tidak dipublikasikan. Kegiatan penulisan makalah yang tidakdipublikasikan memberikan kemudahan bagi pustakawan. Selain itu, hal tersebutjuga dapat memfasilitasi pustakawan untuk dapat tetap menulis artikel karenabeberapa pustakawan merasa kesulitan untuk memasukkan artikelnya agar dapatdi-publish di jurnal ilmiah. Pada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang,kegiatan penulisan makalah yang tidak dipublikasikan tidak diadakan kegiatanpenyuntingan. Kegiatan penyuntingan tidak dilakukan meskipun pada akhirnyamakalah tersebut akan di-publish di website perpustakaan. Selain itu, tidakdiadakan seminar terbatas atau tahap pengujian terhadap makalah yang tidakdipublikasikan yang telah ditulis oleh pustakawan.  Terdapat 15 orang pustakawan yang membuat karya tulis berupa makalahyang disampaikan pada pertemuan ilmiah. Kegiatan penulisan makalah yangdisampaikan pada pertemuan ilmiah dapat didasari oleh penugasan pimpinan danpermintaan suatu instansi untuk menjadi pemakalah atau pemateri. Makalah hasildari kegiatan penulisan makalah/prasaran yang telah disampaikan pada pertemuanilmiah di-upload di website UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Terdapat satu orang pustakawan, yaitu DRM yang menghasilkan bukupedoman kepustakawanan. Buku pedoman tersebut digunakan untuk menunjangkegiatan penilaian angka kredit pustakawan di lingkungan Universitas NegeriMalang. Kendala yang dihadapi pustakawan dalam melaksanakan pengembanganprofesi berdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014 dan CaraMengatasinya.  Kendala yang dihadapi pustakawan dalam melaksanakan pengembanganprofesi adalah sebagai berikut. Pertama, kendala yang disebabkan oleh kesibukan kerja pustakawan dapatmenghambat pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi. Hal tersebut berakibatpada tidak tersedianya waktu untuk melaksanakan kegiatan pengembanganprofesi. Kendala pelaksanaan pengembangan profesi yang berkaitan dengankesibukan kerja dapat diatasi dengan mengerjakan kegiatan pengembanganprofesi di rumah dan berusaha menyisihkan waktu untuk menulis di sela-selakesibukan kerja.  Kedua, penempatan pustakawan pada bagian layanan yang memilikivolume pekerjaan besar dapat menjadi kendala tersendiri dalam kegiatan menulis.Hal itu yang mengakibatkan pustakawan kurang fokus dalam menulis. Haltersebut diperparah dengan kurangnya sarana-prasarana berupa komputer padaLayanan Referensi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang untukmenunjang kegiatan penulisan karya tulis bagi pustakawan. Upaya yang dapatdilakukan pustakawan untuk mengatasi kendala volume pekerjaan yang besarpada bagian layanan adalah  dengan melaksanakan kegiatan penulisan karyailmiah pada saat layanan sedang sepi.  Ketiga, untuk dapat menghasilkan karya tulis yang baik, diperlukan moodyang baik dalam menulis. Mood yang baik dalam menulis diperlukan karenauntuk dapat membuat karya tulis yang berkualitas diperlukan pemikiran yangmendalam. Tanpa memiliki mood dalam menulis, seseorang tidak dapat menulisdengan baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk  mengatasi kendala yangberkaitan dengan mood adalah dengan menetapkan target dan motivasi internal. Keempat, terdapat pustakawan yang merasa belum memiliki kompetensiyang memadai dalam menulis. Kendala yang berkaitan dengan kompetensi yangbelum memadai dalam menulis dapat diatasi melalui pelatihan penulisan karyailmiah. Melalui pelatihan penulisan karya ilmiah, pustakawan dapat mengetahuikonsep dasar dan strategi menulis. Kelima, terdapat pustakawan UPT Perpustakaan Universitas NegeriMalang yang hanya melaksanakan kegiatan pengembangan profesi selainPeulisan karya ilmiah, yaitu menjalankan tugas sebagai Ketua KelompokPustakawan. PEMBAHASANKajian Kinerja Pustakawan dalam Melaksanakan Pengembangan ProfesiBerdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014 Ketentuan mengenai kewajiban pelaksanaan kegiatan pengembanganprofesi telah diatur berdasarkan Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014 Pasal 15.Ketntuan tersebut diperuntukkan pada Pustakawan Tingkat Ahli yang akandijelaskan pada tabel berikut. Tabel 1 Jenjang Jabatan / Golongan Pustakawan Tingkat Ahli dan   Kebutuhan Angka Kredit dalam Kegiatan Pengembangan ProfesiNo. Jabatan/Golongan KenaikanJabatan/Golongan Profesi1 Pustakawan Pertama / III/b Pustakawan Muda / III/c 22 Pustakawan Muda / III/c Pustakawan Muda / III/d 43 Pustakawan Muda / III/d Pustakawan Madya / IV/a 64 Pustakawan Madya/ IV/a Pustakawan Madya / IV/b 85 Pustakawan Madya / IV/b Pustakawan Madya / IV/c 106 Pustakawan Madya / IV/c Pustakawan Utama / IV/d 127 Pustakawan Utama / IV/d Pustakawan Utama / IV/e 14 Angka KreditPengembangan Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa Pustakawan Tingkat Ahli harus dapat memenuhi persyaratan pengumpulan angka kredit minimal dariunsur pengembangan profesi dengan jumlah yang telah ditentukan disesuaikandengan jenjang jabatan dan golongan. Misalnya, seseorang yang mendudukijabatan Pustakawan Pertama Golongan III/b yang akan naik jabatan/golongan kePustakawan Muda Golongan III/c dipersyaratkan minimal mengumpulkan 2angka kredit dari unsur pengembangan profesi

    STUDI TENTANG KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA DALAM MENUNJANG PERKULIAHAN JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MALANG KAMPUS II LAWANG

    No full text
    ABSTRAK   Kirana, Dini Suryani. 2016. Studi Tentang Kebutuhan Informasi Mahasiswa dalam Menunjang Perkuliahan Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang  Kampus II Lawang. Skripsi. Program Studi Stata Satu Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd,  (II) Drs. Darmono, M.Si   Kata Kunci: Kebutuhan Informasi, Jenis Informasi, Perkuliahan.   Informasi yang akurat dan lengkap dipergunakan seseorang untuk menyampaikan pesan yang dapatmemperjelas sesuatu.Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes MalangKampus II Lawang juga memerlukan informasidalam rangka memperkaya pengetahuanyang dimilikinya untuk menjawab tugas yang diberikan kepada mereka. Oleh karena ituuntuk memenuhi kebutuhan informasi, mahasiswa perlu mencari informasi yang belummereka ketahui. PerpustakaanPoltekkes Kemenkes Malang Kampus II Lawangsecaralangsung dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses informasi yangmereka butuhkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang ditujukan untuk mendeskripsikankejadian yang ada. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil wawancara,observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada mahasiswadengan jumlah 12orang dan berhenti ketikatelah menemukan pola jawaban yang sama dan menjawab semuatujuan penelitian. Dokumentasi dan observasi lapangan diperoleh melaui terjun langsung dilapangan untuk mendapatkan data yang valid. Analisis data menggunakan tahap reduksidata, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian Mahasiswa Jurusan Keperawatan PoltekkesKemenkes Malang Kampus II Lawang memenuhi kebutuhan informasi mereka melaluisaluran informasi formal yaitu perpustakaan perguruan tinggi dengan sumber rujukan yangpaling sering digunakan yaitu karya ilmiah skripsi, jurnal dan buku mengenai topik terkait.Pada saluran informasi informal, banyak dari mahasiswa sering menggunakan jaringaninternet dan wifi gratis di perguruan tinggi dengan sumber rujukan yang terpercaya.Sebelum melakukan pencarian, beberapa selalu menyeleksi informasi berdasarkan katakunci atau topik yang sedang mereka cari. Beberapa mahasiswa mengorganisir informasiyang diperoleh. Informasi dapat dipergunakan untuk perkuliahan, sebagai referensi tugasperkuliahan juga sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi mereka. Informasi yang merekapergunakan memiliki pengaruh besar untuk perkuliahan dan perubahan intelektual mereka. Faktor pendukung terpenuhinya kebutuhan informasi dalam menunjang perkuliahanmahasiswa yaitu (1) ruang perpustakaan yang rapi, tertata dan nyaman, (2) fasilitas danlayanan perpustakaan telah baik, (3) OPAC membantu pencarian informasi, (4) mahasiswamemanfaatkan segala sumber informasi, (5) pemilihan topik atau kata kunci yang tepat, (6)pemanfaatan perpustakaan dan wifi secara maksimal, (7) kapasitas bandwidth pada wifiyang disediakan perguruan tinggi dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa, dan (8)mahasiswa menyortir informasi menggunakan pembedaan fakta dan opini. Faktorpenghambat terpenuhi kebutuhan informasi mahasiswa dalam menunjang perkulihan yaitu(1) kurangnya strategi pencarian informasi, (2) lokasi ruang perpustakaan yang kurangstrategis, (3) terbatasnya koleksi, (4) kurangnya pemahaman mengenai model pencarianinformasi, (5) kurangnya frekuensi dalam pencarian informasi, (6) informasi dari teman-teman dengan berdiskusi harus disertai pencarian referensi informasi lebih lanjut, (7)kurangnya frekuensi mahasiswa untuk aktif bertanya, (8) kurang aktifnya mahasiswa dalamkeikutsertaan di seminar, dan (9) terbatasnya informasi-informasi sebagai referensi   ABSTRACT   Kirana, Dini Suryani. 2016. Study on Information Needs of Students in Supporting Class Polteknik Nursing Department of Health Ministry of Health Malang Campus II Lawang. Essay. The Stata Studies Program Library Science, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor:(I) Prof. Dr. Suyono, M. Pd, (II) Drs. Darmono, M.Si   Keywords: Information needs, information type, Class.     The information is also used to convey a message that someone can clarify something. In the field of information education becomes an important element in supporting the ongoing study. No exception Nursing Student Department of the Ministry of Health Polytechnic of Malang Campus II Lawang require new information in order to enrich their knowledge to answer the tasks assigned to them. Therefore, to bridge the information gap, students need to meet their information needs. College library directly or indirectly make it easy for students to access the information they need. This research is a descriptive qualitative approach that aimed to describe the events that there are both natural and manmade. Sources of data in this study were obtained through interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted to students by the number 12 and stop when it has found the same pattern of response and answered all our research objectives. Documentation and field observations by researchers work directly in the field to get valid data. Analysis of data using Data Reduction stage, Condensation Data, Data Presentation and Conclusions Withdrawal. The result showed that the Nursing Students Department of the Ministry of Health Polytechnic of Malang Campus II Lawang meet their information needs through formal information channels that college library with referral sources most frequently used that thesis scientific papers, journals and books on related topics. At the informal information channels, students often use the Internet and free wifi in college with a trusted referral source. Before conducting the search, they always select information based on keywords or topics they are looking for. Students organize the information obtained. The information can be used for lectures, lectures as a reference duty as well as additional knowledge for them. The information they use to have a major influence on the course and their intellectual change. Supporting factors: (1) the library room is neat, orderly and comfortable, (2) the facilities and the library service has been good, (3) OPAC help search for information, (4) students take advantage of all sources of information, (5) selection of topics or keywords right, (6) use of library and wifi to the maximum, (7) the bandwidth capacity of the wifi provided colleges can meet the needs of students, and (8) the students sort the information using the distinction of facts and opinions. Inhibiting factors: (1) lack of strategy information search, (2) the location of the library space is less strategic, (3) limited collection, (4) lack of understanding regarding the model of information retrieval, (5) the lack of frequency in the search for information, (6) information from friends to discuss should be accompanied by referencing more information, (7) lack of frequency active student asked, (8) is less active participation of students in seminar, and (9) the limited information as a reference

    Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Tari di SMPLB ABCD PGRI Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Amanah, Fi’rul. 2016. Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Tari di SMPLB ABCD PGRI Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dra. Hj. Endang Wara Suprihatin D.P, M.Pd, (2) Hartono, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci: Pembelajaran, Ekstrakurikuler, SMPLB.   SMPLB ABCD PGRI Cluring merupakan satu-satunya Sekolah Menengah Pertama yang memiliki pembelajaran ekstrakurikuler seni tari yang berbeda. Perbedaan ini terlihat dari tidak adanya pengelompokan antar anak berkebutuhan khusus. Observasi di lapangan ditemui hanya ada pengelompokan antar gender, oleh karena itu perlu pengelolaan kelas yang lebih spesifik. Pembelajaran tari pada kegiatan ekstrakurikuler SMPLB ABCD, bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan sosial. Hal ini menjadi alas an peneliti untuk menggali lebih dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler bidang seni tari. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: Mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler bidang seni tari untuk anak berkebutuhan khusus di SMPLB ABCD PGRI Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data diperoleh dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, kegiatanan alisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan guru ekstrakurikuler, kepala sekolah dan waka kurikulum, dan sumber data skunder diperoleh dari dokumen perangkat pembelajaran berupa program kegiatan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini adalah proses pembelajaran ekstrakurikuler tari yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan yang dilakukan oleh guru adalah menyusunan program kegiatan, menetapkan materi, menentukan target pembelajaran dan menentukan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran tari, guru menerapkan metode ceramah, demonstrasi, dan drill. Kegiatan penilaian, guru menggunakan dua cara yakni penilaian dan evaluasi. Penilaian meliputi hafalan, wirasa, wirama, dan wiraga sedangkan evaluasi dilakukan pada akhir penilaian guna untuk memotivasi dan memberitahukan batas kemampuan serta perkembangan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada: 1) Kepala Sekolah, agar dapat memberikan dukungan berupa kelengkapan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler seni tari. 2) Guru, lebih efektif dan efisien dalam proses pembelajarannya serta memahami berbagai kesulitan belajar anak. 3) Mahasiswa PSTM, agar melakukan penelitian pembelajaran ekstrakurikuler tari dengan materi pembelajaran yang lain atau jenjang yang lebih tinggi

    Pengembangan Sistem Timbal Balik Pada Visitor Counter System (VCS) di Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang Berbasis PHP dan MySQL

    No full text
    ABSTRAK   Devgan, Fahrizal Deny. 2015. Pengembangan Sistem Timbal Balik Pada Visitor Counter System (VCS) di Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang Berbasis PHP dan MySQL. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd, (II) H. Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum.   Kata Kunci: aplikasi perpustakaan, aplikasi web, pengembangan sistem, visitor counter system.   Perpustakaan sekolah merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh  sekolah sebagai sarana pendukung dan penunjang proses kegiatan belajar mengajar bagi para murid. Dalam perkembangan perpustakaan, pemanfaatan teknologi informasi sangat dibutuhkan mengingat tuntutan masa sekarang. Perpusatakaan SMA Negeri 8 Malang memiliki siswa aktif maupun pasif yang sering berkunjung di perpustakaan, namun dalam pelaporan data pengunjung belum begitu konsisten, akurat dan lambat. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan sistem penghitung jumlah pengunjung perpustakaan dengan tujuan menghasilkan prototipe aplikasi sistem timbal balik pada Visitor Counter System (VCS) di perpustakaan SMA Negeri 8 Malang berbasis PHP dan MySQL dan memperkenalkan sebagian kecil dari sistem informasi perpustakaan. Metode oleh penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dengan model waterfall. Langkah-langkah pengembangan: (1) tahap analisis yang berdasarkan tiga komponen sistem yakni perangkat keras, perangkat lunak, dan brainware atau pengguna, (2) tahap desain produk yang dirancang berdasarkan tahap analisis mulai dari ruang lingkup produk, arus data hingga user interface dengan bahasa pemrograman PHP: Hypertext Preprocessor dan menggunakan basis data MySQL, (3) tahap kode, peneliti menerjemahkan desain produk kedalam bahasa pemrograman yang dapat dimengerti oleh komputer dengan menggunakan tool Adobe Dreamweaver,  dan (4) tahap tes/uji coba produk dengan metode black-box yang memfokuskan pengujian pada sisi fungsional dari produk. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner validasi ahli dengan metode black-box yang dilakukan oleh dosen ahli perangkat lunak Perpustakaan Universitas Negeri Malang sebagai validator dan pengunjung sekaligus petugas sebagai responden. Penelitian ini menghasilkan prototipe aplikasi sistem timbal balik pada Visitor Counter System (VCS) di perpustakaan SMA Negeri 8 Malang berbasis PHP dan MySQL. Produk yang dihasilkan dapat membantu pengolahan data pengunjung perpustakaan secara cepat, akurat, tepat, dan sesuai yang dibutuhkan oleh SMA Negeri 8 Malang. Berdasarkan hasil analisis uji coba produk dengan metode black-box dan uji tampilan pengguna, produk yang dikembangkan mendapatkan persentase keseluruhan sebesar 76% yang berarti valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Dari hasil tersebut berarti peneneliti dapat menyimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sudah valid dan dapat digunakan oleh Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang

    Pendayagunaan Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang dalam Mendukung Penulisan Skripsi Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakutas Sastra.

    No full text
    ABSTRAK   Ardiansyah, Nur Rahman. 2014. Pendayagunaan Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang dalam Mendukung Penulisan Skripsi Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakutas Sastra.Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M. Pd., (II) Sokhibul Ansor, S. Sos., M. Hum.   Kata Kunci: PendayagunaanPerpustakaan, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Penulisan Skripsi   Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa sangat erat kaitannya dengan proses perkuliahan seperti pembelajaran di kelas, tugas dari dosen, tugas akhir, skripsi, thesis, dan disertasi. Kenyamanan dan kelengkapan koleksi serta pelayanan yang ada di perpustakaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemauan mahasiswa untuk selalu berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan digunakan mahasiswa untuk mencari dan memperoleh informasi melalui koleksi yang ada di perpustakaan. Informsasitersebutdigunakanuntukmembantu proses belajar, menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan,dan juga untuk mendukung penyelesaian tugas akhir, skripsi, thesis, maupun disertasi. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) Untuk mendeskripsikan intensitas mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang dalam mendukung penyelesaian skripsi. (2) Untuk mendeskripsikan durasi mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang. (3) Untuk mendeskripsikan intensitas pemanfaatkan koleksi di Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang. (4) Untuk mendeskripsikan motivasi mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sampel acak sederhana (simple random sampling), dengan jumlah 65 mahasiswa Offering A dan B Program Studi S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah yang mengambil program skripsi tahun akademik 2015/2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakanstatistik analisis. Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh empat simpulan hasil sebagai berikut. Pertama, intensitas mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang menunjukkan bahwa ada keterkaitan dan kontribusi perpustakaan dengan intensitas berkunjung mahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah dalam menyelesaikan penulisan skripsi,Kedua, durasi berkunjung ke perpustakaan menunjukkan bahwa semakin lama waktu bekunjung keperpustakaan mampu membantu mahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah dalam percepatan penyelesaian skripsi. Ketiga, intensitas pemanfaatan koleksi Perpustakaan Pusat menunjukkan bahwa mahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah sering memanfaatkan koleksi perpustakaan dalam mendukung penulisan skripsi.Keempat, motivasi mahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerahberkunjung ke perpustakaan pusat adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dapat mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi

    Analisis Sitiran Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Tahun 2010-2015

    No full text
    ABSTRAK   Vanda, Agnia Yulia. 2016. Analisis Sitiran Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Tahun 2010-2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos., M.Hum.   Kata Kunci: analisis sitiran, pidato pengukuhan, ilmu pembelajaran bahasa   Pidato pengukuhan guru besar merupakan karya akademik seorang dosen dengan kepangkatan guru besar dalam menandai keahlian kegurubesaran dan  dapat menjadi bahan rujukan oleh akademisi lain untuk melahirkan karya ilmiah yang bermutu. Pidato pengukuhan guru besar dapat dijadikan rujukan oleh peneliti dengan membutuhkan sumber informasi yang lengkap dan akurat. Karya pidato pengukuhan guru besar harus mencantumkan dokumen yang disitir ke dalam bentuk daftar pustaka. Kegiatan menyitir dokumen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam penulisan karya ilmiah. Bobot sitiran dokumen dapat dilihat dari penggunaan sumber literatur yang disebut analisis sitiran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) komposisi penggunaan jenis literatur yang disitir, (2) bahasa yang disitir, (3) bahan pustaka yang banyak disitir, (4) tahun terbit yang disitir, dan (5) tingkat ketersediaan literatur yang disitir dalam naskah Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 46 naskah dengan sampel sebanyak 15 naskah Pidato Pengukuhan. Pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan adalah teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar dokumentasi. Analisis data dengan cara menghitung persentase dari hasil data yang telah dikumpulkan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, penggunaan jenis literatur yang disitir yaitu buku, jurnal, surat kabar, tesis, disertasi, majalah, peraturan dan perundang-undangan, prosiding, artikel dalam buku kumpulan artikel, makalah, laporan penelitian, dan artikel dalam internet. Kedua, penggunaan bahasa yang disitir adalah bahasa Inggris sebanyak 306 sitiran (61,4%), bahasa Indonesia sebanyak 188 sitiran (37,8%), bahasa Arab sebanyak 3 sitiran (0,6%), dan bahasa Thailand sebanyak 1 sitiran (0,2%). Ketiga, bahan pustaka yang banyak disitir yaitu nama pengarang Anang Santoso sebanyak 9 sitiran dan judul bahan pustaka yang banyak disitir yaitu Kurikulum 2004, Politeness:Some UniversalsinLanguageUsage, dan PrinciplesofLanguageLearningandTeaching sebanyak 3 sitiran. Keempat, penggunaan tahun terbit yang disitir sebagai bahan rujukan sebagian besar tahun 2006–2010. Kelima, ketersediaan literatur di Perpustakaan Universitas Negeri Malang hanya sebagian kecil yang tersedia yaitu 50 sitiran (10%) dari 498 sitiran.Penelitian ini merekomendasikan peningkatkan ketersediaan koleksi Perpustakaan Universitas Negeri Malang

    Pemanfaatan Koleksi Kitab Kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA)

    No full text
    ABSTRAK   Zahrona, Milla Navi’. 2015. Pemanfaatan Koleksi Kitab Kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA). Skripsi, Prodi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum.   Kata Kunci: pemanfaatan, koleksi, kitab kuning.   Pemanfaatan koleksi kitab kuning dapat menjadi acuan bahwa perpustakaan berperan sebagai penyedia informasi. Dengan adanya pemanfaatan koleksi kitab kuning maka dapat diketahui seberapa pentingnya kitab kuning yang tersedia di perpustakaan. Skripsi ini membahas tentang Pemanfaatan Koleksi Kitab Kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA). Tujuan dari penulisan ini meliputi: (1) mengetahui kegiatan pemanfaatan koleksi kitab kuning yang dilakukan di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA); (2) mengetahui tujuan pemanfaatan koleksi kitab kuning Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA); dan (3) mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam pemanfaatan koleksi kitab kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA). Teknik pengumpulan data yakni dengan wawancara. Responden dalam pengumpulan data ini adalah 10 mahasiswa reguler dan 10 mahasiswa madin Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA). Waktu wawancara dan observasi dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi kitab kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA) sebagai berikut. Pertama, kegiatan pemanfaatan koleksi kitab kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA) diantaranya: (a) membaca koleksi kitab kuning; (b) mencatat koleksi kitab kuning; (c) memfotokopi koleksi kitab kuning; dan (d) meminjam koleksi kitab kuning. Kegiatan pemanfaatan koleksi yang lainnya menurut pustakawan Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA) adalah berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, diantaranya (a) kajian kitab dalam kegiatan ini mahasiswa membahas satu tema dan menggunakan referensi atau literasi kitab kuning sebagai sumbernya; (b) basul masail; (c) pembelajaran riwayat hadist. Kedua, tujuan pemanfaatan koleksi kitab kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA), diantaranya: (a) untuk memperdalam ilmu pengetahuan mahasiswa; (b) untuk tambahan referensi tentang agama islam; (c) untuk mengerjakan tugas akhir; dan (d) untuk mengerjakan tugas dari dosen. Ketiga, Hambatan-hambatan dalam pemanfaatan koleksi kitab kuning, yakni: (a) kurang memahami bahasa yang terkandung pada kitab kuning; (b) tidak adanya referensi kitab yang dicari; dan (c) peminjaman koleksi yang dibatasi. Saran yang diberikan yaitu: (1) pencatatan jumlah koleksi kitab kuning seharusnya dibedakan dengan buku-buku yang lainnya agar jumlah khusus koleksi kitab kuning dapat diketahui dengan pasti; (2) diperlukan mata kuliah khusus yang mengajarkan metode membaca kitab kuning agar mahasiswa reguler maupun madin mampu membaca, memahami, dan menggunakan kitab kuning; (3) perpustakaan disarankan untuk menambah koleksi kitab kuning yang sering mahasiswa butuhkan agar kebutuhan informasi selalu terpenuhi; dan (4) perpustakaan disarankan untuk menambah jumlah dan batas waktu peminjaman, semisal batas waktu pinjam untuk satu buku selama dua minggu dan mendapatkan satu kali kesempatan perpanjangan peminjaman

    Perilaku Pencarian Informasi oleh Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Adiatama, Pindyana. 2015. Perilaku Pencarian Informasi oleh Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd, (II) Drs. Darmono M.Si   Kata kunci: perilaku pencarian informasi, mahasiswa   Pencarian informasi ada karena adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan informasi. Dalam hubungannya dengan kegiatan pencarian informasi mahasiswa, perilaku pencarian informasi adalah perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam pencarian tertentu, misalnya dalam menunjang studi (menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dosen dan juga mengerjakan skripsi) dan dalam pencarian informasi mahasiswa pun pasti mengalami hambatan.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku pencarian informasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang dan mendeskripsikan hambatan mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang dalam melakukan pencarian informasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini berupa paparan perilaku dan hambatan dalam pencarian informasi terbaru yang diperoleh dari rekaman wawancara mahasiswa ilmu perpustakaan UM. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dilakukan dengan koleksi data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data tentang perilaku pencarian informasi diperoleh tiga kesimpulan: Pertama, dari inisiatif pencarian informasi, mahasiswa mayoritas melakukan pencarian informasi atas dorongan dari orang lain, mereka melakukan pencarian informasi karena tugas yang diberikan dosen. Kedua, dari strategi pencarian informasi memiliki 3 langkah yaitu sebelum melakukan pencarian informasi, mahasiswa mencari pokok-pokok permasalahan atau subyek yang dibutuhkan lalu mencatatnya, ketika melakukan pencarian informasi mayoritas mahasiswa datang ke perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi, juga menggunakan internet atau OPAC untuk mengakses e- journal, setelah melakukan pencarian informasi memilah-milah dan menyeleksi informasi yang diperoleh. Ketiga, bentuk informasi yang diperoleh dan kemutakhiran informasi. bentuk informasi yang sering digunakan mahasiswa ilmu perpustakaan adalah buku teks dan jurnal baik yang tercetak dan tidak tercetak (e-journal), mereka mencari buku yang tingkat kemutakhirannya atau keterbaruan buku 5-10 tahun terakhir. Hambatan pencarian informasi yang dialami mahasiswa dibagi menjadi dua yaitu Pertama, hambatan internal karena pengusaan bahasa asing yang kurang. Kedua, hambatan eksternal seperti pustakawan yang kurang tanggap, fasilitas mengakses informasi yang kurang dan keterbatasan koleksi yang ada di perpustakaan

    Evaluasi Sarana dan Prasarana Perpustakaan MT s Negeri Kepanjen Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011

    No full text
    ABSTRAK   Andriani, Sisiliyah Sri. 2015. Evaluasi Sarana dan Prasarana Perpustakaan MTs Negeri Kepanjen Berdasarkan Standar Nasional Tahun 2011. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Program Studi S1 Ilmu Fakultas Sastra, Universitas Malang. Pembimbing : (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., II) Andi Ashari, S.IP, Kom, A.   Kata Kunci: Evaluasi, Prasarana, SNP 2011   Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sarana prasarana yang ada mengevaluasi perpustakaan tersebut berdasarkan standar dikeluarkan sebagai pedoman/acuan sebuah yaitu Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan pada November 2015 di Perpustakaan MTs Negeri Kepanjen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa utama sesuai dengan 2011 meliputi, Rak Majalah, Surat Kabar, Lemari Arsip/Petugas, Katalog, Meja Sirkulasi. tidak Buku, Baca, Kursi Kerja. penunjang di berupa komputer untuk petugas sudah dimana harus menyediakan 1 petugas. pelengkap tersedia 3 komponen Perpustakaan. Majalah Dinding, TV Pemutar CD/DVD. Belum terrealisasinya pengadaan sehingga dikarenakan terkendala masalah anggaran dana perpustakaan. ruang meliputi sirkulasi, toilet, koleksi, kerajinan tahun Ruang baca memenuhi memiliki kursi meja baca. Hal ini pembangunan gedung didesain minimalis, ruangan disertai masih belum terrealisasi. hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran bagi bahwa kekurangan bisa dinetralisir menggunakan uang denda diperoleh dari keterlambatan/kehilangan bahan pustaka setiap bulannya. Penerapan perlu segera diwujudkan secara menyeluruh, agar menjadi berstandar nasional

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇