Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    161 research outputs found

    Hubungan Minat Baca Mahasiswa Jurusan Kebidanan Dengan Peminjaman Koleksi Di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang

    No full text
    ABSTRACT Muhajirin, Mokhamad Fajar Bakhtiar. 2016. Hubungan Minat Baca Mahasiswa Jurusan Kebidanan dengan Peminjaman Koleksi di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M.Pd (II) Taufiq Kurniawan, S.IP, M.IPKata Kunci: Minat Baca, Peminjaman KoleksiMinat baca merupakan dorongan yang kuat dari dalam diri untuk membaca tanpa ada pengaruh dari luar dan tanpa paksaan dengan konsisten melakukan kegiatan yang membuat dirinya bermanfaat, puas, gembira, dan selalu haus pada sesuatu yang belum dia mengerti dan bidang-bidang lainnya yang membuatnya tertarik untuk didalami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) minat baca mahasiswa Jurusan Kebidanan; (2) peminjaman koleksi kaitannya dengan minat baca mahasiswa Jurusan Kebidanan di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang; (3) hubungan antara aspek minat baca dengan aspek peminjaman koleksi; (4) hubungan antara minat baca mahasiswa Jurusan Kebidanan dengan peminjaman koleksi di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran dan hubungan tentang minat baca dengan peminjaman koleksi di Perpustakaan Poltekkes Malang. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian berupa kuisioner, observasi dan dokumentasi. Perhitungan uji validitas dan reliabilitas penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS versi 20.0  for windows. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu statistik yang meliputi kegiatan editing, coding, dan tabulating.  Minat baca mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang yang diukur menggunakan empat indikator yaitu: (1) lama membaca; (2) intensitas membaca; (3) jumlah buku; dan (4) ketuntasan membaca. Dibuktikan dengan jumlah responden yang memiliki minat baca yang tinggi sebesar 54 responden dan 30 responden memiliki minat baca sedang, serta berdasarkan hasil analisis data interval sebesar 2,91 yang dikategorikan tinggi. Peminjaman koleksi diukur menggunakan indikator: (1) frekuensi peminjaman; (2) jumlah peminjaman; (3) alasan meminjam; (4) jenis koleksi. Hasil tabulasi silang menunjukkan peminjaman koleksi mahasiswa jurusan Kebidanan sebanyak 46 responden memiliki tingkat peminjaman koleksi tinggi dan 38 responden memiliki tingkat peminjaman koleksi sedang, serta hasil analisis data interval sebesar 2,78 dikategorikan tinggi. Hubungan antar aspek minat baca dengan peminjaman adalah  positif dan signifikan. Hubungan antara minat baca mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang dengan peminjaman koleksi adalah positif dan signifikan. Ini dibuktikan dengan hasil analisis data bahwa perhitungannya didapatkan nilai rhitung > rtabel, dimana  rtabel = 0,213. Dan nilai hubungan minat baca dengan peminjaman koleksi sebesar 0,811

    Struktur gerak tari kebar malang desa jatiguwi kecamatan sumberpucung kabupaten malang

    No full text
    ABSTRACT Prima, Empiri Tahya. 2016. Struktur Gerak Tari Kebar Malang Desa Jatiguwi Kecamatan Sumber Pucung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Ninik Harini, M.Sn, II (2) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Struktur gerak , Tari Kebar Malang, Kabupaten Malang. Tari Kebar Malang adalah salah satu tari kreasi baru yang berkembang di Desa Jatiguwi Kecamatan Sumber Pucung Kabupaten Malang. Gerak-gerak tari ini diambil dari pola-pola gerak tari Malang khususnya pada gerak nggendewan yang selalu ada pada tari Kebar Malang. Tari Kebar Malang menceritakan karakter Ken Dedes, yang diilhami dari pola-pola gerak tari topeng Malang. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai struktur gerak tari Kebar Malang. Mengenai struktur gerak yang menarik terdapat pada ragam gerak inti yaitu gerak nggendewan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur gerak tari kebar Malang desa Jatiguwi kecamatan Sumber Pucung Kabupaten Malang yang meliputi unsur gerak, motif gerak, dan ragam gerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta menggunakan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian tentang struktur gerak tari Kebar Malang di desa Jatiguwi kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang, yaitu unsur gerak kepala terdiri dari 3 (tiga), yaitu sendal pancing, gobesan, tolehan. unsur gerak badan terdiri dari 1 (satu), yaitu mendhak. Unsur gerak tangan terdiri dari 3 (tiga), yaitu ngrayung, sekar suwun, ngithing. Unsur gerak kaki terdiri dari 4 (empat), yaitu tanjak putri, gejug, gedrug, sirig putri. Kedua, motif gerak dibedakan menjadi dua yaitu motif statis dan motif dinamis. Motif statis terdiri dari 2 (dua), yaitu lur gadung dan sembahan. Motif dinamis terdiri dari 25 (dua puluh lima), yaitu dari singget mengkal, ngerap, labas lombo, kosekan, ngombak, solah 1, ilo-ilo, ngrawit sekar suwun, ceklekan, ngancapan, kebyokan jujut, gejugan, kebyokan, solah 2, solah 3, solah 4, solah 5, kepatan sekar suwun, gendewan, gejug kebyok, labas, trisik, bumi langit, sirig, dan lawung.Ketiga, ragam gerak dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu ragam gerak pembuka terdiri dari 18 (delapan belas) yaitu ngerap, labas lombo, kosekan, ngombak, solah 1, ilo-ilo, ngrawit sekar suwun, ceklekan, ngancapan, kebyokan jujut, lur gadung, gejugan, kebyokan, solah 2, solah 3, solah 4, solah 5, dan kepatan sekar suwun. Ragam gerak inti terdiri dari 2 (dua) yaitu sembahan dan nggendewan. Ragam gerak penutup terdiri dari 5 (lima) yaitu gejug kebyok, labas, trisik, bumi langit, sirig, lawung. Ragam gerak penghubung terdiri dari 2 (dua), yaitu singget mengkal dan singget. Berdasarkan dari penelitian ini, diharapkan adanya penelitian yang lebih lanjut untuk menyempurnakan hasil penelitian ini, khususnya penelitian tentang nilai-nilai simbolik pada gerak tari Kebar Malang desa Jatiguw

    Analisis Kebutuhan Informasi dan Kemampuan Literasi Informasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam Angkatan 2014 di UIN Maliki Malang

    No full text
    ABSTRAK Megawati, Elly. 2017. Analisis Kebutuhan Informasi dan Kemampuan Literasi Informasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama IslamAngkatan 2014 di UIN Maliki Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Makibatul Hasanah, M.Pd., (II)Drs. Darmono, M.Si.   Kata Kunci: kebutuhan informasi, kemampuan literasi informasi   Informasi dapat diakses pengguna sesuai dengan yang mereka butuhkan sehingga kebutuhan informasi mereka dapat terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan informasi diperlukan tindakan secara tepat dalam penelusuran informasi, salah satu tindakan yang tepat dapat diperoleh melalui literasi informasi. Literasi informasi dapat diartikan sebagai keterampilan dalam menemukan, mengidentifikasi, mengevaluasi, mengkomunikasikan informasi kepada orang lain untuk menyelesaikan suatu permasalahan.Mahasiswa harus mempunyai kemampuan dalam berliterasi informasi karena sangat berguna untuk mendapatkan informasi secara tepat dan benar. Literasi dapat membentuk seseorang berpikir kritis karena ia tidak percaya begitu saja dengan informasi yang telah diperoleh.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebutuhan informasi dan kemampuanliterasi informasi mahasiswa Prodi Pendidikan Agama IslamAngkatan 2014 di UIN MalikiMalang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket dan wawancara.Analisis data dimulai dengan tahap persiapan, perhitungan, tabulasi, dan penyajian data. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, kebutuhan informasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama IslamAngkatan 2014 di UIN MalikiMalang dikategorikan cukup baik (rata-rata 69,44%) yang terinci dalam 5 aspek, yaitu: (1) kebutuhan kognitif, (2) kebutuhan afektif, (3) kebutuhan integrasi pribadi, (4) kebutuhan integrasi sosial, dan (5) kebutuhan pelarian. Kebutuhan kognitif dikategorikan baik (rata-rata 76%).Kebutuhan afektif dikategorikan cukup baik (rata-rata 69%). Kebutuhanintegrasi pribadidikategorikan baik (rata-rata 75%).Kebutuhan integrasi sosial dikategorikan cukup baik(rata-rata 58%).Kebutuhanpelarian dikategorikan baik (rata-rata 72,5%). Kedua, kemampuan literasi informasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama IslamAngkatan 2014 di UIN Maliki Malang dikategorikan baik(rata-rata 76,06%)yang terinci dalam7 aspek yaitu kemampuan: (1) mengenali kebutuhan kebutuhan informasi, (2) mengetahui sumber relevan, (3) menentukan strategi pencarian informasi, (4) menemukan, mencari, dan mengakses informasi, (5) membandingkan dan mengevaluasi informasi, (6) mengorganisasikan, menerapkan, dan mengkomunikasikan, dan (7) mensyntesis dan menyusun informasi baru. Kemampuan mahasiswa mengenali kebutuhan informasidikategorikan cukup baik (rata-rata 63,2%). Kemampuan mahasiswa mengetahui sumber relevandikategorikan baik (rata-rata 76%). Kemampuan mahasiswa menentukan strategi pencarian informasi dikategorikan baik (rata-rata 76,6%).Kemampuan mahasiswa menemukan, mencari, dan mengakses informasidikategorikan sangat baik (rata-rata 91%). Kemampuan mahasiswa membandingkan dan mengevaluasi informasi dikategorikan baik (rata-rata 74,5%). Kemampuan mahasiswa mengorganisasikan, menerapkan dan mengkomunikasikandikategorikan baik (rata-rata 82,4%). Kemampuan mahasiswa mensyntesis dan menyusun informasi barudikategorikan baik (rata-rata 79%). Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh, diberikan saran sebagai berikut.Pertama, pustakawan disarankanmemetakan kebutuhan informasi dengan membuat peta konsep terkait kebutuhan pengguna dengan memberikan rujukan yang sesuai dengan prodi mahasiswa agar kebutuhan informasi mereka dapat terpenuhi dan membantu dalam kegiatan temu kembali informasi agar kebutuhan informasi pengguna dapat terpenuhi dengan baik. Kedua, pustakawan disarankan memberikan pelatihan tentang kemampuan literasi informasi yang telah dijadwalkan pada waktu PKKMB agar meningkatkan kemampuan literasi informasi mahasiswanya dengan lebih baik

    Proses Penataan Bahan Pustaka (shelving) Bagian Sirkulasi dalam Menunjang Penelusuran Informasi Pemustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK                                                                           Oktavia, Intan Winda. 2017. Proses Penataan Bahan Pustaka (shelving) Bagian Sirkulasi dalam Menunjang Penelusuran Informasi Pemustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd (II) Taufiq Kurniawan, S.IP, M.IP   Kata kunci : Penataan bahan pustaka, perpustakaan   Kegiatan shelving atau penjajaran koleksi buku merupakan kegiatan wajib dan dapat dikatakan sebagai ujung tombak layanan perpustakaan. Kegiatan shelving dilaksanakan setiap kali perpustakan akan buka dan atau tutup. Penataan bahan pustaka bertujuan memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menelusur buku-buku yang diinginkan dengan mudah, cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup proses penataan bahan pustaka di bagian sirkulasi, penelusuran inforasi pemustaka, dan kendala yang dialami petugas shelving bagian sirkulasi di perpustakaan Universitas Negeri Malang.   Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan bahan pustaka (shelving) di perpustakaan Universitas Negeri Malang telah sesuai dengan prinsip-prinsip metode penyusunan bahan pustaka yang telah diterapkan. Terdapat beberapa nomor punggung tidak urut dalam satu deret rak. Penelusuran informasi yang dilakukan oleh pemustaka di perpustakaan Universitas Negeri Malang cukup mudah. Salah satu alat yang digunakan untuk penelusuran informasi yaitu dengan menggunakan OPAC (Online Public Acces Catalog) OPAC dapat diakses melalui jaringan lokal perpustakaan Universitas Negeri Malang dan jaringan online. Data OPAC pada jaringan lokal perpustakaan sudah lengkap, namun pada OPAC jaringan online tidak lengkap. Kendala-kendala yang dialami petugas shelving meliputi kendala dalam hal tenaga kerja, sarana prasarana, dan waktu. Dengan demikian saran yang dapat diberikan penulis untuk petugas shelving perpustakaan Universitas Negeri Malang agar dapat lebih teliti dalam melakukan kegiatan shelving. Bagi pustakawan bagian TI perpustakaan Universitas Negeri Malang disarankan untuk memperbarui data yang ada pada OPAC (Online Public Acces Catalog). Bagi pimpinan perpustakaan Universitas Negeri Malang disarankan untuk melakukan penambahan tenaga kerja petugas shelving pada hari dan jam tertentu yang dibutuhkan

    Kegiatan Promosi Layanan Koleksi Khusus di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Prasetya Ibnu. 2017. Kegiatan Promosi Perpustakaan Layanan Koleksi Khusus  di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd, (II) Taufiq Kurniawan, SIP, M.IP.   Kata Kunci: kegiatan promosi, layanan koleksi khusus Promosi perpustakaan layanan koleksi khusus yang meliputi beberapa kegiatan promosi dan hambatan yang ada pada saat kegiatan promosi berlangsung di layanan koleksi khusus UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Tujuan penelitian skripsi ini untuk mendiskripsikan (a) kegiatan promosi yang ada di layanan koleksi khusus UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, (b) hambatan promosi layanan koleksi khusus UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh berdasarkan kegiatan promosi di layanan koleksi khusus mencangkup waktu promosi, sasaran promosi, metode promosi, media promosi, faktor pendukung kegiatan promosi, dan anggaran yang digunakan, serta hambatan yang ada pada saat kegiatan promosi. Sumber data utamanya adalah kepala bagian layanan. Sumber data tambahan diperoleh dari pustakawan dan pemustaka berkaitan dengan kegiatan promosi perpustakaan layanan khusus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pertanyaan dalam bentuk pedoman wawancara terstruktur, observasi dalam bentuk pengamatan selama kegiatan promosi dan dokumentasi berupa data maupun gambar selama kegiatan promosi. Kegiatan analisis data berupa reduksi data, penyajian data, langkah atau alur analisis data, dan kesimpulan yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian mengenai kegiatan promosi perpustakaan layanan koleksi khusus dipaparkan berdasarkan waktu promosi, sasaran promosi, metode promosi, media promosi, faktor pendukung kegiatan promosi, dan anggaran yang digunakan. Beberapa kegiatan promosi layanan koleksi khusus Bung Karno meliputi kegiatan perpustakaan keliling yang dilakukan setiap 2 sampai 3 kali dalam seminggu di wilayah Kota Blitar dan sekitarnya, kegiatan seminar dilakukan setiap satu bulan sekali serta untuk sasarannya mulai dari pelajar sampai kalangan seniman, dosen, guru dan masyarakat umum yang ada di daerah Kota Blitar, kegiatan diskusi pembaca aktif merupakan kegiatan yang baru dilakukan dan rata-rata diikuti oleh para pembaca yang aktif berkunjung di bagian layanan koleksi khusus Bung Karno, kegiatan lomba dan pertunjukan disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan, seperti lomba menghafal biografi Bung Karno dan pidato, mengenai pertunjukan yang pernah diadakan meliputi teater. Anggaran untuk kegiatan promosi diperoleh dari dana APBN. Serta hambatan yang ada pada saat kegiatan promosi, meliputi program kerja yang belum terstruktur, belum adanya subjek khusus di bagian layanan koleksi khusus, belum adanya humas untuk membantu kegiatan promosi, serta letak bangunan yang terpisah yang menyebabkan kurangnya minat kunjung pemustaka ke layanan koleksi khusus Bung Karno. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka diberikan saran kepada pihak perpustakaan untuk menambah subjek khusus di bidang layanan koleksi khusus serta petugas bagian layanan koleksi khusus untuk menambah humas yang bertujuan untuk membantu dalam kegiatan promosi di bagian layanan koleksi khusus di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Serta untuk letak bangunan yang terpisah, sebaiknya pihak perpustakaan memberikan petunjuk yang jelas yang bertujuan memudahkan pemuskata untuk berkunjung dan memanfaatkan koleksi yang ada di bagian layanan koleksi khusus. ABSTRACT   Putra, Prasetya Ibnu. 2017. Promotion Activities Library Special Collection Service at UPT Library Proklamator Bung Karno Blitar. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Counselor: (I) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd, (II) Taufiq Kurniawan, SIP, M.IP.   Keywords: promotional activities, special collection services Promotion of library of special collection services which includes some promotional activities and obstacles that exist at the time of promotional activities take place in the special collection service UPT Library Proklamator Bung Karno. The purpose of this thesis research is to describe (a) promotional activities that exist in the special collection services of UPT Library Proklamator Bung Karno, (b) barriers to the promotion of special collection services of UPT Library Proklamator Bung Karno.The purpose of this thesis research is to describe (a) promotional activities in special collection service, (b) barrier of promotion of special collection service and (c) special collection promotion strategy at UPT Library Proklamator Bung Karno. This research uses qualitative research type. The method used in this research is descriptive approach. The data in this research is information obtained by promotion activity in special collection service covering promotion time, promotion target, promotion method, promotion media, promotion support factor, and budget used, and obstacles that exist at the time of promotion activity. The main data source is the service section head. Additional data sources are obtained from librarians and librarians related to special library service promotion activities. Data collection technique is done by interview, observation and documentation. Instruments used to collect data in the form of questions in the form of structured interview guidelines, observations in the form of observations during promotional activities and documentation in the form of data or images during promotional activities. Activities of data analysis in the form of data reduction, data presentation, step or flow of data analysis, and conclusions related to this research. The results of research on library promotion activities special collection services presented based on promotional time, promotional goals, promotional methods, media campaigns, promotional support activities, and the budget used. Some promotional activities of Bung Karno's special collection services include mobile library activities conducted every 2 to 3 times a week in Blitar and surrounding areas, seminar activities are conducted once every month and for the target ranging from students to artists, lecturers, teachers and the community common in the area of Blitar City, active reader discussion activities are new activities conducted and on average followed by readers who actively visit in the special collection service Bung Karno, race and show activities tailored to a predetermined theme, such as the race to memorize Bung Karno's biography and speeches, about performances that have been held include theater. The budget for promotional activities is obtained from APBN funds. And the obstacles that exist at the time of promotional activities, including unstructured work program, there is no special subject in the special collection service, the lack of public relations to help promotional activities, as well as the location of a separate building that causes the lack of interest visiting visitors to the special collection service Bung Karno. Based on these conclusions, it is advisable to the library to add a special subject in the field of special collection services as well as officers special collection services to add public relations that aims to assist in promotional activities in the special collection service at the Library Proklamator Bung Karno. As well as for the location of separate buildings, the library should provide clear instructions that aim to facilitate pemuskata to visit and take advantage of the collection in the special collection service

    Pengembangan Prosedur Operasional Baku Pengadaan Bahan Pustaka di Perpustakaan Akbid Medika Wiyata Kediri.

    No full text
    ABSTRAK Pengembangan Prosedur Operasional Baku Pengadaan Bahan Pustaka di Perpustakaan Akbid Medika Wiyata Kediri.Prosedur Operasional Baku (POB) secara sederhana dapat diartikan sebagai pedoman yang menunjukkan apa yang harus dilakukan, kapan hal tersebut dilakukan, dan siapa yang melakukannya. POB bagi Perpustakaan menjadi penting karena dapat berfungsi membantu perpustakaan dalam memberikan pelayanan kepada user secara baik, konsisten, efektif dan efisien.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan suatu POB atau kebijakan tertulis di Perpustakaan Akbid Medika Wiyata Kediri tentang kegiatan pengadaan bahan pustaka sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan bahan pustaka agar lebih terarah dan terencana dengan baik.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan media pendidikan Sadiman dkk. Data penelitian ini dari hasil angket uji validasi oleh empat orang ahli bidang pengadaan bahan pustaka perpustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket penilaian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen angket. Teknik analisis data untuk mengetahui nilai akhir dari penilaian produk yaitu jumlah nilai yang diperoleh dibagi dengan nilai ideal dalam satu item dikali seratus persen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengembangan produk POB pengadaan bahan pustaka cukup valid dengan nilai rata-rata sebesar 79.107%. Menurut kriteria tersebut, maka POB pengadaan bahan pustaka yang telah dikembangkan tidak perlu direvisi. Jadi dapat disimpulkan bahwa POB pengadaan bahan pustaka hasil pengembangan tersebut cukup valid dan praktis digunakan sebagai bahan pedoman pengadaan bahan pustaka perpustakaan. Supaya produk pengembangan POB pengadaan bahan pustaka dapat diterapkan secara maksimal, maka diberikan beberapa saran yang terkait pemanfaatan produk, diantaranya. Pertama, pustakawan diharapkan membaca dan memahami isi dari POB pengadaan bahan pustaka dengan seksama, sehingga mengerti maksud dari POB pengadaan bahan pustaka tersebut. Kedua, Dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka, pustakawan diharapkan mengikuti alur flowchart langkah-langkah kegiatan pengadaan bahan pustaka dengan urut dan benar, sehingga kegiatan yang dilakukan benar-benar terarah dan tepat sasaran

    Pengembangan Prosedur Operasional Baku (POB) Layanan Sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang

    No full text
    ABSTRACT Azizah, E. Imro’atul, 2016. Pengembangan Prosedur Operasional Baku (POB) LayananSirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang. Skripsi, Program Studi S1 IlmuPerpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Drs. M. Asrukin, M.SI.Kata Kunci: prosedur operasional baku (POB), layanan sirkulasi, perpustakaan STMIK/STIEASIA Malang.Layanan sirkulasi adalah layanan yang menyangkut peredaran bahan-bahan pustaka.Layanan sirkulasi pada Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang diantaranya yaitupeminjaman, pengembalian dan perpanjangan. Pelaksanaan kegiatan layanan sirkulasi diPerpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang membutuhkan acuan kerja berupa ProsedurOperasional Baku (POB) untuk meningkatkan mutu layanan di perpustakaan, agar proseskegiatan layanan sirkulasi berjalan secara efektif. Tujuan penelitian pengembangan inimenghasilkan POB layanan sirkulasi (peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan) diPerpustakaan STIK/STIE ASIA Malang dan menguji keefektifan POB layanan sirkulasi diPerpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang.Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Analysis, Design,Development, Implement, Evaluation (ADDIE) yang dikembangkan oleh Branch (2009). Tahappenelitian ini yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. POBlayanan sirkulasi yang sudah jadi kemudian divalidasi oleh ahli materi POB layanan sirkulasidan praktisi (pustakawan). Selanjutnya produk diujicobakan pada pustakawan PerpustakaanSTMIK/STIE ASIA Malang sebanyak dua pustakawan. Data penelitian dan pengembangan iniadalah wawancara berupa analisis kebutuhan dan informasi tentang layanan sirkulasi, angketberupa penilaian oleh ahli POB dan praktisi, dan observasi berupa catatan tentang keefektifanpenerapan POB layanan sirkulasi. Teknik pengumpulan data penelitian dan pengembangan inimenggunakan wawancara terhadap pustakawan, angket yang diberikan kepada ahli POB danpraktisi (pustakawan), dan observasi penerapan POB layanan sirkulasi. Analisis data dilakukandengan tujuan untuk mengukur kelayakan produk melalui persentase penilaian yang diperolehdari angket yang telah diisi oleh subjek coba. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisissecara deskriptif. Analisis deskriptif dapat digunakan untuk penentu kelayakan produk yang akanditerapkan.Hasil uji validasi produk POB layanan sirkulasi dari ahli POB berdasarkan aspekstruktur memberikan penilaian rerata 96,87% “sangat valid” dan praktisi (pustakawan) 93,75%“sangat valid”. Berdasarkan aspek isi, ahli POB memberikan penilaian rerata 90% “sangatvalid”. Berdasarkan aspek bahasa, ahli POB memberikan penilaian rerata 90,62% “sangat valid”dan praktisi (pustakawan) 93,75% “sangat valid”. Berdasarkan aspek format dan ilustrasi POB,ahli POB memberikan penilaian rerata 96,87% “sangat valid”, dan praktisi (pustakawan) 87,5“sangat valid”. Berdasarkan hasil uji validasi produk terdapat saran perbaikan dari ahli POByakni penulisan lebih teliti dan cek kembali tentang kalimat NIM dan KTA (kalau menggunakan KTAmaka semuanya harus menggunakan kalimat KTA bukan NIM) lebih tepatnya lagi menggunakanNIM/nomor anggota. Saran perbaikan dari praktisi (pustakawan) yakni perbaiki dan perjelas bahasa dandiagram alur kerja sebaiknya dijadikan satu halaman saja agar lebih mudah untuk dipahami. Berdasarkan hasil uji validasi produk tersebut, dapat disimpulkan bahwa POB layanan sirkulasi yangdikembangkan setelah direvisi menunjukkan penilaian “sangat valid”, sehingga POB layanansirkulasi layak digunakan di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang. Hasil uji keefektifanpenerapan POB layanan sirkulasi di perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang menunjukkanbahwa kegiatan layanan sirkulasi sudah berjalan dengan efektif, pustakawan telah melaksanakankegiatan kerja sesuai dengan prosedur layanan sirkulasi yang sudah dibuat.Berdasarkan hasil pengembangan POB layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIEASIA Malang terdapat beberapa saran. Pertama, saran pemanfaatan produk. POB layanansirkulasi yang telah dikembangkan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untukmeningkatkan keefektifan kegiatan layanan sirkulasi. Diharapkan juga terjadi kerjasama antarpustakawan dalam melaksanaksanakan kegiatan layanan sirkulasi untuk meningkatkan mutu dankualitas layanan sirkulasi melalui POB. Kedua, saran diseminasi produk. Diseminasi produkdianjurkan dilakukan secara bertahap pada layanan sirkulasi yang meliputi layanan peminjaman,pengembalian dan perpanjangan. Perlunya survei pendahuluan disuatu lembaga untukmengetahui keadaan layanan sirkulasi sebelumnya dan ada tidaknya POB pada layanan tersebut.Selain itu agar POB dapat digunakan pada layanan sirkulasi disuatu lembaga. Perlu adanyakomitmen dan kerjasama antar sesama pustakawan untuk diseminasi POB layanan sirkulasi.Ketiga, saran produk lebih lanjut. Diharapkan penelitian selanjutnya menambahkan isi prosedurlayanan sirkulasi, seperti layanan keanggotaan, layanan denda, layanan pemesanan buku, layananmandiri dan pengembangan selanjutnya dapat mengembangkan POB di PerpustakaanSTMIK/STIE ASIA Malang yang sesuai dengan kebutuhan Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malan

    Ketersediaan Koleksi di Perpustakaan SMPN 1 Tumpang Menurut Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011.

    No full text
    ABSTRACT Wati, Dwi Widya. 2015. Ketersediaan Koleksi di Perpustakaan SMPN 1 Tumpang Menurut Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011. Skripsi, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonsia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd, (II) Taufiq Kurniawan, M.IP.Kata Kunci: Ketersediaan Koleksi, Koleksi Perpustakaan, Perpustakaan SekolahPerpustakaan sekolah sebagai sarana penunjang akademik, maka perpustakaan sekolah harus menyediakan koleksi yang dapat menunjang kegiatan akademik sekolah yang merupakan kegiatan pembelajaran. Perpustakaan sekolah melayani seluruh warga sekolah, melalui koleksi yang dimiliki perpustakaan. Koleksi merupakan bagian terpenting dan tak terpisahkan dari perpustakaan. Dapat dikatakan bahwa koleksi merupakan komponen utama dari perpustakaan selain petugas perpustakaan dan pemustaka. Pentingnya koleksi dalam kehidupan perpustakaan inilah yang membuat peneliti perlu melakukan suatu penelitian terhadap koleksi. Demikianlah sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap koleksi di perpustakaan SMPN 1 Tumpang. Ketersediaan koleksi menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Hadirnya Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011 menginspirasi peneliti untuk mengaitkan ketersediaan koleksi di perpustakaan SMPN 1 Tumpang dengan Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011. Kesesuaian di antara keduanya dirasa penting karena dengan terpenuhinya standar tersebut perpustakaan SMPN 1 Tumpang dapat menjadi lebih baik lagi ke depannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi koleksi terpusat pada koleksi  yang berupa perbandingan pada berbagai standar koleksi dan terpusat pada penggunaan yang berupa pemeriksaan ketersediaan koleksi di rak untuk memperoleh data ketersediaan koleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh koleksi perpustakaan SMPN 1 Tumpang dan objek penelitian ini adalah koleksi buku paket dan koleksi buku pengayaan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan ceklis untuk mencocokkan data koleksi buku paket dan buku pengayaan yang terdapat pada buku induk perpustakaan dengan ketersediaan koleksi tersebut pada rak. Teknik pengumpulan data yang digunakan berasal dari dokumentasi yaitu ceklis dan dokumentasi seperti gambar koleksi perpustakaan dan dokumen-dokumen lain yang terkait dengan permasalahan penelitian ini. Hasil Penelitian menjelaskan bahwa jenis koleksi perpustakaan SMPN 1 Tumpang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011, namun koleksi multimedia masih belum tersedia di perpustakaan SMPN 1 Tumpang. Ketersediaan koleksi buku paket masih belum memenuhi Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011, bahwa seharusnya setiap siswa mendapatkan bagian buku teks/buku paket. Ketersediaan buku pengayaan di perpustakaan SMPN 1 Tumpang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011, meskipun data pada buku induk perpustakaan tidak sesuai dengan ketersediaan pada rak karena buku-buku yang sudah mengalami proses penghapusan. Perbandingan antara buku nonfiksi dengan buku fiksi mengalami selisih 3%, sehingga masih belum sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.  Penambahan koleksi di perpustakaan SMPN 1 Tumpang dari tahun 2011 hingga tahun 2015 mengalami peningkatan meskipun pada tahun 2014 sempat mengalami penurunan. Tapi penambahan koleksinya sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011, dengan penambahan koleksi per tahun sebanyak 150 judul. Maka dengan demikian ketersediaan koleksi di perpustakaan SMPN 1 Tumpang masih perlu disesuaikan lagi menurut Standar Nasional Perpustakaan Tahun 2011

    Teaching Speaking Through Act-Out Activity: A Case Study at Tenth Grade in SMKN 10 Malang

    No full text
    ABSTRACT Juliananda, Lisa Tiwi. 2016. Mengajar Berbicara melalui Kegiatan bermain peran: Sebuah Studi Kasus pada Kelas X Di SMKN 10 Malang. Sarjana Skripsi. Departemen Bahasa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M. Pd., (II) Dr. Arwijati Wahyudi Murdibjono, Dip. TESL, M. Pd. Kata Kunci: mengajar speaking, kegiatan act-out, siswa kejuruan.Tujuan dari penilitan ini adalah untuk mengetahui apakah strategi yang digunakan oleh guru untuk megajarkan berbicara bisa berhasil atau tidak untuk siswa kelas X di SMKN 10 Malang. Guru menggunakan kegiatan bermain peran sebagai strategi untuk mengajarkan speaking. Tema dalam cerita yang digunakan guru untuk kegiatan tersebut adalah tentang dongeng. Hal itu sesuai dengan kompetensi dasar 3.9 dan 4.15 pada sillabus semester dua yang digunakan untuk kelas X di SMKN 10 Malang. Siswa-siswa kejuruan sedang dipersiapkan untuk mempunyai perkerjaan khusus setelah kelulusan. Beberapa siswa mungkin akan menjadi bagian dari bisnis dan industri internasional. Oleh karena itu, penguasaan berbicara bahasa Inggris dibutuhkan oleh mereka. Melalui strategi ini, siswa-siswa diharapkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mereka.Penelitian ini diklasifikasikan kedalam deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan dan mengamati objek penelitian. Penelitian ini dalam bentuk study kasus pada pengajaran berbicara melalui kegiatan bermain peran untuk kelas X di SMKN 10 malang. Pada penelitian ini, peran peneliti adalah sebagai pengumpul data pada kegiatan pembelajaran. Peneliti menggunakan daftar pengamatan dan kuesioner untuk pengumpulan data. Sumber data adalah siswa-siswa kelas X Bahasa Inggris dan satu guru Bahasa Inggris yang mengajar kelas X di SMKN 10 Malang. Penemuan-penemuan pada penelitian diperoleh berdasarkan hasil observasi pada objek penelitian dan analisis pada hasil observasi. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan bermain peran yang digunakan guru sebagai strategi untuk mengajarkan berbicara tidak cukup berhasil. Meskipun strategi ini sebenarnya bisa membantuk siswa-siswa untuk meningkatkan kempampuan berbicara mereka, akan tetapi mereka tidak bisa mengimplementasikan kedalam konteks komunikasi yang nyata karena mereka tidak mengetahui tujuan dari pembelajaran ini. Mereka tidak memaksimalkan pembelajaran berbicara mereka. Kurangnya interaksi antara guru dengan siswa menjadi faktor kenapa siswa tidak bisa meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Oleh karena itu, guru sebaiknya bisa lebih memperhatikan kebutuhan siswa pada pembelajaran siswa di kelas Siswa-siswa juga sebaiknya bisa lebih aktif di kelas untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berbicara mereka.

    Teaching Speaking Through Act-Out Activity: A Case Study at Tenth Grade in SMKN 10 Malang

    No full text
    ABSTRACT Juliananda, Lisa Tiwi. 2016. Teaching Speaking through Act-out Activity: A Case Study at Tenth Grade In SMKN 10 Malang. Undergraduate Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M. Pd., (II) Dr. Arwijati Wahyudi Murdibjono, Dip. TESL, M.Pd.Keywords: teaching speaking, act-out activity, vocational students.The purpose of this study is to improve the students’ speaking ability whether the strategy that the teacher used to teach speaking can be successful or not for tenth graders in SMKN 10 Malang. The teacher used act-out activity as the teaching strategy to teach speaking. The theme of the story that the teacher used is about folktales. It was related to the basic competence 3.9 and 4.15 of the second semester syllabus used for the tenth graders in SMKN 1O Malang. The vocational students are prepared to have specific occupation after they graduated. Some of them may take part in international business and industries. Thus, mastering English speaking is important. Through this strategy, students are expected to increase their ability of speaking.This study is classified into descriptive qualitative research design because it describes and observes the research objects. This study is in the form of case study of teaching speaking through act-out activity for tenth graders in SMKN 10 Malang. In this study, the role of the researcher is as a data collector in the process of teaching and learning. The researcher uses observation checklist and questionnaire to collect the data. The sources of data are students of English classes at tenth grade and one teacher of SMKN 10 Malang who teaches English in tenth grade.  The findings of the study are obtained based on the result of the observation of the research objects and analysis of the result of the observation. Based on the result of this study, the act-out activity that the teacher used as teaching strategy to teach speaking is have not appropriate enough to students. Although this strategy actually can help students increase their ability of speaking but, they could not implement it into real communication because they do not know the purpose of this activity. They do not maximize their learning of speaking. The deficiency of interaction between teacher and students become a factor why the students could not increase and develop their speaking skill. Thus, the teacher should give more attention to the needs of students learning in class. The students also should be more active in class to increase and develop their speaking skill.

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇