SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA SUB BIDANG SENI TARI PADA KELAS VII SMPN 1 GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    ABSTRAK Prawesti, Ciptaning Rahajeng. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Sub Bidang Seni Tari pada Kelas VII SMPN 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn (II) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: PengaruhModel Pembelajaran Jigsaw, Hasil Belajar Penelitian inidilaksanakan di SMPN 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi yang dilakukan pada pembelajaran seni budaya sub bidang seni tari kelas VII. Diketahui bahwa hasil belajar siswa  dalam pembelajaran seni budaya sub bidang seni tari masih banyak yang berada dibawah kriteria ketuntasan minimal 75.Hal tersebut disebabkan oleh pemilihan dan penerapan model pembelajaran diskusi kelompok kecil yang didominasi beberapa siswa yang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sub bidang seni tari pada kelas VII SMPN 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental design) dengan menggunakan desain nonequivalent control group design. Peneliti mengambil sampel dua kelas yaitu kelas VII A dan Kelas VII H dari jumlah keseluruhan kelas VII yaitu sembilan kelas yang ada pada SMPN 1 Gentenguntuk dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dua kelas tersebut akan mendapatkan perlakuan berbeda,yaitu kelas eksperimenmenggunakan model pembelajaran jigsaw sedangkan kelas kontrolmenggunakan model pembelajaran diskusi kelompok kecil. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes tertulis dan dokumentasi. Uji prasyarat analisis menggunakan uji validasi, uji reabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil analisis data, hasil belajar siswa pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata 86,06, sedangkan hasil belajar siswa pada kelas kontrol  diperoleh nilai rata-rata 73,21. Nilai thitungyang diperoleh adalah 1,933 sedangkan ttabel adalah 1,69. Diketahui bahwa nilai thitung lebih besar daripada ttabel maka terdapat pengaruh signifikan terhadap penggunaan model pembelajaran  jigsaw terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh model pembelajaranjigsawterhadap hasil belajar siswa, dengan demikian penelitian model pembelajaran  jigsaw disarankan agar dapat digunakan sebagai salah satu model pembelajaran pada setiap pembelajaran seni budaya sub bidang seni tari di semua kelas VII. ABSTRACT Prawesti, Ciptaning Rahajeng. 2019. The Impact of Jigsaw Learning Model on Students Learning Outcomes in Dance Sub-Field of Cultural Arts Subject for Grade VII of SMPN 1 Genteng Banyuwangi Regency. Thesis, Art and Design Major, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dra. Ninik Harini, M.Sn (2) Hartono, S.Sn, M.Sn Keywords: the impact of Jigsaw Learning Model, LearningOutcomes This research was conducted in SMPN 1 Genteng, Banyuwangi regency which focused on Dance Sub-field of Cultural Arts subject for Grade VII. It is known that there are still huge numbers of students whose learning outcomes are under minimal completeness criteria 75. This matter was caused by the unbalance distribution of small group discussion wherein active students dominated the whole session. This research aimed to explore the impact of jigsaw learning model on student learning outcomesin dance sub-field of cultural arts subject for grade VII in SMPN 1 Genteng, Banyuwangi regency. This research is categorized as pseudo experimental research (quasi experimental design) using nonequivalent control group design. The researcher took two classes as samples, VII A and VII H from the total number of nine classes for grade VII in SMPN 1 Genteng that were set to be experimental class and control class. Both classes were given different treatment. Experimental class used jigsaw learning model while control class applied small group discussion learning model. Data collection technique encompassed observation, interview, written test, and documentation. Analysis prerequisite tests used validation, reliability, normality, homogeneity, and hypothesis. According to data analysis’ results, student learning outcomes in experimental class obtained an average of 86.06 whilst student learning outcomes in control class obtained an average of 73.21. thitungscore obtained 1.933 while ttabelobtained 1.69. It is clear that if thitungscore is bigger than ttabelthere will be a significant impact on Jigsaw learning model application towards student learning outcomes.  The results of this research indicate that there is an impact of jigsaw learning model application towards student learning outcomes. Thus, research using jigsaw learning model is suggested so it can be used as one of learning models in each cultural arts subject especially dance in all VII classes.

    PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN MINYAK KELAPA (Coconut Oil) SEBAGAI PENGGANTI MINYAK SAWIT (Palm Oil) UNTUK PENCEGAHAN KOLESTEROL

    No full text
    ABSTRAKKhoiriyah, Dina Lovinanda. 2018. Perancangan Iklan Layanan Masyarakat tentang Penggunaan Minyak Kelapa (Coconut Oil) sebagai Pengganti Minyak Sawit (Palm Oil) untuk Pencegahan Kolesterol. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sarjono, M.Sn. Kata Kunci : Perancangan, Iklan Layanan Masyarakat, Kolesterol.Kolesterol telah menjadi penyebab utama kematian di Indonesia diakibatkan oleh konsumsi dan gaya hidup yang tidak sehat. Manfaat dari konsumsi minyak kelapa telah lama terkubur oleh industrialisasi dan doktrin pada masyarakat akan bahaya lemak jenuh yang terdapat pada minyak kelapa. Perancangan ini ditujukan pada kalangan muda hingga dewasa yang merupakan fase kehidupan saat kesibukan mulai meningkat dan kurang bisa memerhatikan kesehatan tubuhnya.Tujuan dari perancangan iklan layanan masyarakat ini adalah membuat media yang menarik untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan bahaya kolesterol dan cara mencegahnya. Dengan informasi tersebut, diharapkan masyarakat akan lebih memahami bahwa lemak jenuh dalam minyak kelapa tidak mengandung lemak jahat dan justru meningkatkan kekebalan tubuh menghadapi berbagai penyakit, salah satunya yakni menjaga kadar kolesterol tubuh.Perancangan ini menggunakan model deskriptif yang berawal dari latar belakang, tujuan dan rumusan masalah. Kemudian diikuti dengan pengumpulan data-data, yakni data pustaka, wawancara, dan dokumentasi mengenai permasalahan yang dibahas. Lalu dilanjutkan dengan melakukan analisis dan sintesis data hingga menjadi konsep perancangan desain iklan layanan masyarakat. Media dalam perancangan ini merupakan animasi dua dimensi yang berupa infografis singkat mengenai kolesterol dan cara mencegahnya. Kemudian media cetaknya berupa baliho, poster dan brosur

    Analisis Visualisasi Motif Batik Pecel di Galeri Batik Murni Kota Madiun

    No full text
    RINGKASANPrayoga, Galang Satria. 2018. Analisis Visualisasi Motif Batik Pecel di Galeri Batik Murni Kota Madiun. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Ide Dasar, Visualisasi, Motif Pecel, Galeri Batik Murni.Salah satu ciri khas Kota Madiun yang dapat dengan mudah dikenal oleh masyarakat adalah berupa kuliner Pecel. Terinspirasi dari pecel tersebut, salah seorang pengrajin asal Madiun ingin melestarikan kuliner pecel dengan cara yang lain yaitu dengan menjadikannya dalam sebuah lembaran-lembaran kain batik. Batik tersebut dinamakan dengan batik Pecel, yang diproduksi di Galeri Batik Murni di Kota Madiun. Beberapa dari masyarakat ada yang belum mengenal lebih jauh tentang batik Pecel, hanya segelintir orang saja yang mengetahui batik tersebut. Penelitian ini bertujuan agar peneliti serta pembaca mengetahui secara lebih mendalam mengenai visualisasi motif batik Pecel di Galeri Batik Murni.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari produk batik, desainer batik, pegawai dan dokumentasi terkait ide dasar penciptaan motif dan visualisasi motif batik Pecel. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik. Sedangkan teknik analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data terdapat 3 karya batik dengan motif Pecel yang diambil sebagai sampel. Sampel pertama adalah visualisasi motif batik Sego Pecel, motif utamanya adalah daun ketela, bunga turi, kacang panjang, daun kemangi, kecambah, daun kenikir, dan cabai. Motif pendukungnya berupa motif kacang tanah dan isen-isennya adalah sawut. Warna yang digunakan yaitu coklat, hitam, merah, hijau dan ungu. Selanjutnya visualisasi motif batik Sri Mojopenggi, motif utamanya adalah buah maja, pecel pincuk, daun semanggi, bunga turi, kacang tanah, kacang panjang, cabai, dan daun kemangi beserta bunganya. Motif pendukungnya berupa motif parang dan motif segitiga, sedangkan isen-isennya adalah cecek dan cacah gori. Warna yang digunakan adalah hitam, hijau dan jingga. Sampel yang terakhir adalah visualisasi motif batik Pecel Kombinasi Kawung, motif utamanya adalah daun ketela, bunga turi, daun kemangi, cabai dan daun kenikir. Motif pendukungnya berupa motif kawung dan motif kecambah, sedangkan isen-isennya adalah sawut dan cecek. Warna yang digunakan adalah hitam, coklat dan merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ide dasar penciptaan motif batik terinspirasi dari ciri khas Kota Madiun yang dituangkan ke dalam karya batik. Secara umum visualisasi motif batik Pecel menggambarkan tentang berbagai objek sayuran yang digunakan sebagai sayur pecel. Selain itu berbagai motif Pecel juga dikombinasikan dengan motif batik yang lain. Motif batik Pecel juga mengalami proses stilasi dan deformasi bentuk tanpa meninggalakan bentuk aslinya

    Usaha Pendidikan Karakter Bagi Anak Oleh Taman Bacaan Masyarakat “Omah Sinau Kita” Di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAKNurwan, Muhammad Afif. 2019.Usaha Pendidikan Karakter Bagi Anak Oleh Taman Bacaan Masyarakat “Omah Sinau Kita” Di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si Kata kunci: Pendidikan karakter, Pendidikan non formal, Anak, DesaLaju gerak modernisasi pada masa kini menjadi semakin cepat dan tak terkendali dalam hampir semua lini kehidupan manusia. Gelombang modernisasi mulai merambah ke segala lini kehidupan manusia baik dari spasial perkotaan hingga pada ruang-ruang pedesaan. Hampir semua lini kehidupan manusia di desa pada masa kini sudah mengenal apa itu modernisasi. Pada masa kini, pendidikan mainstream yang diajarkan di sekolah-sekolah dianggap kurang berperan dalam mendidik anak menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan yang diberikan oleh sekolah formal seakan-akan hanya mempersiapkan manusia untuk menjadi pengguna atau pengoperasi dari alat-alat modern itu sendiri, sementara hakikat pendidikan bagi manusia adalah ada pada pengembangan kreativitas dan kemampuan Soft Skills. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan bentuk kegiatan pendidikan karakter dan pemroteksian diri anak-anak dari dampak negatif modernisasi yang berada di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dan berusaha menjelaskan apakah bentuk kegiatan pendidikan karakter yang dilaksanakan dalam ruang pendidikan non formal tersebut dapat dikatakan berkelanjutan dan mempunyai orientasi jangka panjang. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan datanya adalah melalui observasi partisipan, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data hasil penelitian menggunakan tiga tahapan yaitu; Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk uji keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber data yaitu; triangulasi hasil wawancara, triangulasi hasil observasi, dan triangulasi dokumen. ABSTRACTNurwan, Muhammad Afif. 2019. The Effort of Character Education for Children by Taman Bacaan Masyarakat “Omah Sinau Kita” in Ngepeh Hamlet, Ngijo Village, District of Karangploso, Regency of Malang.Thesis, Sociology Education, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor: Dr. Abdul LatifBustami, M.Si. Keywords: Character education, Non formal education, Children, Village The pace of modernization at this age has increase so fast and uncontrollable in almost all aspects of human life. The wave of modernization began to spread to all aspects of human life both from urban spatial to rural spaces. Almost all aspects of human life in the village today, have known about modernization. At the present, mainstream education taught in schools is considered to have less role in educating children to become a human being. The education provided by formal schools seems to prepare humans (children) to become a users or operators of modern tools themselves. However, the essence of education for humans is the development of creativity and Soft Skills abilities. This study attempts to describe the forms of children's character education and self-protection activities from the negative effects of modernization in Ngepeh Hamlet, Ngijo Village, District of Karangploso, Regency of Malang. It also tried to explain whether the form of character education activities can be said sustainable and has a long-term orientation. The research approach used by researcher in this study is qualitative research with descriptive research types. The method of data collection is through participant observation, documentation, and interviews. The analysis of research data uses three stages; Data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The validity test uses triangulation of data sources, which are; triangulation of interviews, triangulation of observations, and triangulation of documents

    PERANCANGAN LOGO DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI UPAYA PENGANGKATAN POSITIONING WISATA RANU SEGARAN TIRIS KABUPATEN PROBOLINGGO

    No full text
    RINGKASANSaifurrohman, Diki. 2019. Perancangan logo dan Implementasinya Sebagai Upaya Pengangkatan Positioning Wisata Ranu Segaran Tiris Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci : Logo, Wisata, Ranu Segaran, Tiris, Kabupaten Probolinggo.Sebagai wisata yang sudah lama berdiri, namun masih belum memiliki sebuah identitas yang mencerminkan wisata. Ranu Segaran sendiri serta belum memiliki logo yang mencerminkan wisata Ranu Segaran, dan juga banyak masyarakat terutama di Kota Probolinggo sendiri masih belum banyak yang mengetahui bentuk dari logo Ranu Segaran tersebut. Karena logo adalah modal awal untuk sebuah identitas untuk bisa mengangkat positioning bagi wisata Ranu Segaran. Sehingga dengan perancangan logo sebagai upaya membentuk identitas baru dapat mengangkat positioning dari Ranu Segaran.Perancangan ini menggunakan teori yang mengacu pada perancangan identitas menurut Alina Wheeler yang diolah menjadi konsep perancangan identitas, agar tempat Wisata Ranu Segaran ini dapat berkembang dengan baik sehingga dengan membuat perancangan logo dan penerapannya diharapkan mampu berfungsi untuk mengangkat positioning melalui citra Wisata Ranu Segaran sebagai Wisata unggulan daerah.Hasil akhir dari Perancangan logo Wisata Ranu Segaran adalah bentuk buku Graphic Standart Manual (GSM) yang merupakan acuan penerapan konsistensi identitas. Di dalamnya terdapat spesifikasi penggunaan atau penerapan sistem identitas yang diantaranya adalah logo, tipografi, selain itu perancangan ini didukung dengan media aplikasi seperti stationery set, seragam anggota, dan merchandise. SUMMARYSaifurrohman, Diki. 2019. Logo Design and Implementation as an Effort to Lift the Position of Tourism in Ranu Segaran Tiris Probolinggo. Thesis, Department of Art and Design, Visual Communication Design Program, Faculty of Literature, Malang State University. Advisor: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn. Keywords: Logo, Tourism, Ranu Segaran Tiris, Probolinggo Regency.As tourism that has been long time established, Ranu Segaran still has not yet an identity and logo who describe Ranu Segaran tourism. Beside that, many people do not know the logo from Ranu Segaran especially inhabitants in Probolinggo. The logo designed is not easy to remember identity of Ranu Segaran, so by designing a logo as an effort to form a new identity. It can improve identity of Ranu Segaran. In this design, the theory refers to design of the identity theory by Alina Wheeler, which is processed into an identity design concept. The Ranu Segaran tourism site can develop well by design of logo and their application is expected to function to elevate identity of Ranu Segaran tourism into a superior tourism area. The final result, logo of Ranu Segaran tourism design is featured with graphic Standard Manual (GSM) which is a reference for consistency of identity and there are a specification of the using or application of  identity system, includes logo and typography. In addition, this design is supported by media applications such as stationery set, member uniforms, and merchandise

    SENJATA TRADISIONAL DALAM KREASI VISUAL ESTETIK ALAT MUSIK CELLO

    No full text
    ABSTRAKAhmad, Asfar Ramdani. 2019. Senjata Tradisional dalam Kreasi Visual Estetik Alat Musik Cello. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn. (2) Denik Ristya Rini, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: penciptaan, senjata, cello, kreasi alat musikSeniman mempunyai berbagai macam cara untuk berkreasi, baik yang dilakukan melalui perenungan atau berangkat dari upaya peniruan, konsep mimesis Aristoteles dalam buku Sachari (2002: 5) menyatakan, “ciri khas seni adalah kemampuannya membedah alam dan mengupas esensinya.” Upaya berkreasi yang berangkat dari peniruan bisa jadi berupa upaya pengembangan, utamanya pengembangan bentuk. Hasil dari penciptaan seni rupa yang berangkat dari sebuah upaya kreatif alih bentuk, yaitu mengalihkan bentuk alat musik cello yang bentuknya menyerupai tubuh wanita menjadi bentuk senjata tradisional. Perubahan yang dimaksudkan adalah untuk menjelajahi kemungkinan aspek bentuk dalam ilmu kesenirupaan, tetapi tidak menghilangkan fungsi sebagai alat musik, metode yang digunakan pada penciptaan ini adalah ‘perubahan bentuk’. Tahap dan proses penciptaan dilakukan dengan cara adaptasi alat musik cello yang difokuskan pada garis, bidang, dan bentuk yang secara visual menunjukan asosiasi keserupaannya, kemudian dilakukan eksplorasi dengan cara melakukan penjajakan kemungkinan untuk mengubah bentuk yang menyerupai senjata tradisional, yaitu bentuk senjata keris dari Jawa, rencong dari Aceh, Mandau dari Kalimantan, kujang dari Sunda, tombak Trisula dari Palembang dan pisau belati dari Papua. Proses penciptaan seni kriya alat musik ini mengadaptasi dari metode perancangan Gustami (2004). Tahap pertama adalah ekplorasi, yang mencangkup meditasi, penelusuran, penggalian, pengumpulan data dan referensi mengenai sumber ide tentang senjata tradisional. Tahap ke dua meliputi: (1) perencanaan, melakukan eksplorasi bentuk dan teknik sehingga terbentuk konsep berkarya yang diwujudkan dalam bentuk sketsa, sebagai hasil imajinasi/ kepekaan estetik, pengalaman artistik dan teknik berkarya; (2) visualisasi gagasan, menjadikan sketsa terpilih sebagai bentuk prototipe. Tahap ke tiga meliputi: (1) perwujudan, melakukan penyempurnaan sketsa terpilih yang akan digunakan sebagai bentuk final; (2) mengadakan penilaian dan evaluasi hasil karya.Hasil karya yang divisualisasikan sebanyak 6 karya seni kriya alat musik dengan media estetik berupa bentuk dan ruang, raut dan tekstur, serta warna sebagai kreasi senjata dalam alat musik cello. Seni kriya yang tercipta ini merupakan usaha penjelajahan unsur-unsur ataupun asas dalam keserupaan. Oleh karena itu diharapkan dapat memberikan nilai-nilai edukasi kepada masyarakat tentang sebuah pembentukan yang melibatkan tata konstruksi, serta dapat menjadi referensi untuk program penciptaan selanjutya. ABSTRACTAhmad, Asfar Ramdani. 2019. Traditional Weapons in Cello Visual Aesthetic Creations. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Literature, Malang State University. Advisor: (1) Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn. (2) Denik Ristya Rini, S.Pd. M.Pd. Keywords: creation, weapons, cello, musical instrument creationsArtists have various ways to create, whether done through reflection or departing from imitation efforts, the concept of Aristotle's mimesis in the book Sachari (2002: 5) states, "the characteristic of art is its ability to dissect nature and explore its essence." Creative efforts that depart from impersonation can be in the form of development efforts, especially the development of forms. The result of the creation of art that departs from a creative effort of transformation, is to shift the shape of a cello musical instrument that resembles a woman's body into a traditional form of weapon. The intended change is to explore the possible aspects of form in the science of art, but does not eliminate the function as a musical instrument, the method used in this creation is 'change of shape'. The stage and process of creation is carried out by way of adaptation of cello instruments that are focused on lines, fields, and shapes that visually show their similarity, then explorations are carried out by exploring possibilities to change the shape that resembles traditional weapons, namely the form of keris weapons from Java, rencong from Aceh, Mandau from Kalimantan, kujang from Sunda, Trisula spear from Palembang and dagger from Papua. The process of creating musical instrument craft has adapted from Gustami's (2004) design method. The first stage is exploration, which includes meditation, tracing, extracting, collecting data and references regarding the source of ideas about traditional weapons. The second stage includes: (1) planning, exploring forms and techniques so as to form work concepts that are realized in the form of sketches, as a result of aesthetic imagination / sensitivity, artistic experience and work techniques; (2) visualization of ideas, making sketches selected as prototype forms. The third stage includes: (1) the embodiment, completing the selected sketch that will be used as the final form; (2) conduct an assessment and evaluation of the work.The work that was visualized as many as 6 works of art of musical instruments with aesthetic media in the form of space and form, expression and texture, and color as weapons creation in cello instruments. The art of craft created is an effort to explore elements or principles in similarity. Therefore, it is expected to be able to provide the values of education to the community about a formation that involves the construction, and can be a reference for the next creation program

    Peningkatan hasil belajar musik ansamble melalui metode tutor sebaya bagi siswa kelas VIII-G di SMP Kartika IV-8 Malang

    No full text
    ABSTRAKLisdianto, Eko. 2019. Peningkatkan Hasil Belajar Musik Ansamble Melalui Metode Tutor Sebaya Bagi Siswa Kelas VIII-G di SMP Kartika IV-8 Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. EW.Suprihatin Dyah P, M.Pd. (2) Ika Wahyu Widyawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, musik ansamble, tutor sebaya.Latar belakang dilakukannya penelitian tindakan kelas (PTK) di kelas VIII-G SMP Kartika IV-8 Malang yaitu kemampuan memainkan musik ansamble sejenis dan campuran tergolong sangat kurang. Latar belakang pendidikan guru seni budaya adalah pendidikan seni rupa sehingga guru kurang menguasai seni musik terutama kemampuan musik ansamble. Pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik, guru hanya memberikan metode ceramah, sesi tanya jawab sehingga siswa mudah bosan dan jenuh pada saat kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung. Tujuan penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam memainkan musik ansamble melalui penerapan metode tutor sebaya pada siswa kelas VIII-G di SMP Kartika IV-8 Malang. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menerapkan metode tutor sebaya. Subjek penelitian berjumlah 31 siswa. Pelaksanaannya dilakukan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II dalam 6 kali pertemuan, dengan pembagian 3 kali pada siklus I dan 3 kali pada siklus II. Analisis data diperoleh dari hasil wawancara dan lembar penilaian. Prosedur penelitian meliputi 4 tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) pengamatan (4) refleksi. Sedangkan pada teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang mencapai nilai diatas KKM (75) dalam memainkan musik ansamble sejumlah 9 siswa dengan presentase 29,04%, dan siswa yang mencapai nilai dibawah KKM (75) sejumlah 22 siswa dengan presentase 70.96%. Oleh karena itu, dilakukan siklus II. Pada tahap siklus II siswa yang mencapai nilai diatas KKM (75) dalam memainkan musik ansamble sejumlah 29 siswa dengan presentase 93,5%, dan siswa yang mencapai nilai dibawah KKM (75) sejumlah 2 siswa dengan presentase 6,5%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam memainkan musik ansamble hingga mencapai 93,5%, berdasarkan hasil penelitian disarankan guru dapat menggunakan metode tutor sebaya pada pembelajaran musik ansamble sebagai alternatif metode yang dapat digunakan pada setiap pembelajaran Seni Budaya sub bidang seni musik disemua siswa kelas VIII-G

    SERANGGA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN SENI LUKIS GAYA PRIBADI

    No full text
    RINGKASAN Atma Fahlatissa, Brilyan. 2018. Serangga Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. (2) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci: Serangga, Penciptaan,Lukis. Penelitian penciptaan berjudul “Serangga sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi” mengangkat tema serangga dinilai dapat memberikan edukasi terhadap serangga. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk menjelaskan (1) konsep penciptaan, (2) proses kreatif, (3) hasil kreatif, dan (4) penyajian hasil kreatif seni lukis yang mengangkat tema serangga. Penciptaan seni lukis ini tidak serta-merta dapat diwujudkan. Sebelum  proses penciptaan mewujudkan karya lukis, pencipta terlebih dahulu melakukan penggalian ide sebagai sarana pengembangan konsep penciptaan. Berawal dari rasa empati penulis terhadap serangga yang kerap dibenci oleh umat manusia karena perilakunya yang merugikan dan menggelikan. Serangga dipilih sebagai sumber inspirasi karena penulis berinisiatif bahwa sisi baik terhadap serangga tetap bisa dilihat dari fisiknya. Hal tersebut memunculkan rasa kagum pencipta karya dan tertarik untuk memvisualkanya. Wujud lukisan diharapkan mampu memberikan wawasan dan pembelajaran tentang serangga yang selalu dianggap buruk oleh umat manusia. Metode penciptaan dalam mewujudkan karya ini menggunakan metode dari D.H Champman yang mengemukakan ada tiga tahap penciptaan meliputi tahap permulaan, tahap penyempurnaan dan tahap penyelesaian. Karya yang dihasilkan dari penelitian penciptaan ini adalah enam lukisan. Keenam karya tersebut digelar di Semeru Art Gallery Malang lantai dua. Kegiatan gelar karya berlangsung selama dua hari yakni dibuka pada 29 November 2018 dan ditutup pada 30 November 2018. SUMMARY Atma Fahlatissa, Brilyan. 2018. Serangga Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi. Sarjana’s Thesis, Majoring in Art and Design, Faculty of Letters,: (1) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. (2) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn. Keywords: Insects, Creation, Drawing The creation research entitled “Insects as Inspirations for the Creation of Personal Style Painting” raised the theme of insects considered to be able to provide education to insects. This creation research aims to explain (1) the concept of creation, (2) the creative process, (3) the creative results, and (4) the presentation of creative results of painting that raise the theme of insects. The creation of this painting is not necessarily realized. Before the creation process embodied painting, the creator first carried out the excavation of ideas as a means of developing the concept of creation. Starting from the author's empathy for insects that are often hated by humans because of their harmful and ridiculous behavior. Insects are chosen as a source of inspiration because the authors took the initiative that the good side of insects can still be seen from the physical. This raises the awe of the creator of the work and is interested in visualizing it. The form of painting is expected to be able to provide insight and learning about insects that are always considered bad by mankind. The method of creation in realizing this work uses a method from D.H Champman which states that there are three stages of creation including the initial stage, the stage of completion and the stage of completion. The work produced from this creation research is six paintings. The six works were held in Malang's second floor Semeru Art Gallery. The work title activity lasts for two days which is opened on 29 November 2018 and closes on 30 November 2018

    Badak Jawa Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis

    No full text
    RINGKASANKurnia, Dety. 2019. Badak Jawa Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Sn, (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn.Kata Kunci: badak jawa, surealis, penciptaan, seni lukis.Berkarya seni merupakan proses kreatif untuk mengekspresikan rasa yang bergejolak dalam diri pencipta. Proses kreatif tersebut dapat terjadi dengan adanya stimulus dari dalam diri seseorang yang berasal dari pengalaman estetik masing-masing individu. Kebutuhan akan seni juga merupakan suatu hal mendasar untuk dinikmati keindahan tampilan visualnya, yang dapat direpresentasikan ke dalam objek lukisan. Pencipta tertarik pada bentuk visual badak jawa, salah satu jenis hewan yang ada di muka bumi khususnya di Indonesia adalah jenis badak jawa (Rhinoceros Sondaicus). Hal yang cukup memprihatikan terkait populasi badak jawa tidak lebih dari 50 ekor di alam liar.Fokus penciptaan ini ditujukan pada proses visualisasi badak jawa melalui tampilan fisik objek lukisan. Proses penciptaan karya seni lukis ini bertujuan untuk memaparkan proses dan mendeskripsikan penciptaan karya lukis representasional dengan objek badak jawa. Jenis penciptaan ini memaparkan proses kreatif menggunakan model L.H. Chapman. Proses penciptaan ini diawali dengan proses permulaan yang terdiri atas pencarian sumber gagasan atau menemukan gagasan pada objek yang dijadikan sebagai sumber penciptaan. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan proses penyempurnaan, yaitu mencakup tahap kegiatan dan percobaan meciptakan suatu komposisi lukis yang menarik yang disusun menurut prinsip-prinsip seni yang kemudian dituangkan melalui sketsa. Langkah terakhir adalah proses visualisasi, yaitu mencakup tahap eksekusi ide dan tema yang sudah dituangkan dalam sketsa, menjadi karya seni lukis yang sudah jadi diakhiri dengan proses finishing karya.Pencipta membuat enam karya seni lukis dengan media estetik berupa garis, bentuk, dan warna sebagai simbolisasi dari konsep yang telah ditentukan menggunakan teknik plakat, finger painting dan teknik ciprat. Karakteristik dari keenam lukisan ini adalah badak jawa sebagai objek utama, kecenderungan pemakaian background pegunungan pasir, penggunaan warna panas dan dingin serta sapuan kuas yang bersifat blok.Hasil penciptaan karya seni lukis ini adalah berupa visualisasi badak jawa. Melalui hasil penciptaan ini pencipta mendapat mendapat pengetahuan, wawasan, dan pengalaman lewat medium kanvas dan bereksplorasi menggunakan alat, bahan dan bahan serta memvisualisasikan objek badak jawa sesuai karakteristiknya yang khas. Melalui karya penciptaan ini diharapkan mendapat apresiasi positif dari masyarakat umum, pendidik dan peserta didik terhadap karya seni lukis dan dapat lebih mengapresiasi proses penciptaan dan hasil dari karya seni lukis iniSUMMARYKurnia, Dety. 2019. Javan Rhino as the Creation Idea of Painting. Thesis, Art and Design Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Sn,(II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn.Keywords : javan rhinoceros, surrealism, creation, painting.Art work is a creative process for expressing fluctuating feelings in the creator. The creative process can occur with the presence of a stimulus from within someone who comes from the aesthetic experience of each individual. The need for art is also a fundamental thing to enjoy the beauty of its visual appearance, which can be represented in the object of painting. The creator was interested in the visual form of the javan rhinoceros, one of the types of animals that existed on earth especially in Indonesia was the type of Rhinoceros Sondaicus. What is quite concerning is that there are no more than 50 Javan rhinos in the wild.The focus of this creation is aimed at the process of visualizing the Javan Rhino through the physical appearance of the object of painting. The process of creating this work of art aims to explain the process and describe the creation of representational works with objects of the Javan Rhino.This type of creation describes the creative process using the L.H. Chapman model. This process of creation begins with a beginning process which consists of finding the source of ideas or finding ideas on objects that are used as sources of creation. Then, it is continued by carrying out the improvement process, which includes the stage of the activity and the experiment to create an interesting composition of paintings arranged according to the principles of art which are then poured through sketches. The final step is the visualization process, which includes the execution stage of ideas and themes that have been outlined in the sketch, into finished painting works ending with the finishing process of the work.The creator made six works of painting with aesthetic media in the form of lines, shapes, and colors as a symbol of the predetermined concept using plaque techniques, finger painting and splash techniques. The characteristics of the six paintings are the javan rhino as the main object, the tendency to use the mountain sand background, the use of hot and cold colors and block brush strokes.The result of the creation of this painting work is the visualization of the Javan Rhino. Through the results of this creation the creator gets the knowledge, insight, and experience through the medium of canvas and explores using tools, materials and materials and visualizing the objects of the Javan Rhino according to their distinctive characteristics. Through this creation work, it is expected to get a positive appreciation from the general public, educators and students for painting works and can be better at appreciating painting’s creation process and the artwork

    PROSES PEMBELAJARAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK KERONCONG KLASIK DI SMAN 2 TRENGGALEK PADA TAHUN 2016-2018

    No full text
    ABSTRAK Septy Jiveko, Yoga. 2019. Proses Pembelajaran Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Keroncong Klasik di SMA Negeri 2 Trenggalek pada Tahun 2016-2018.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dr. Robby Hidajat, M.Sn, (2) Hartono, S.Sn, M.S Kata Kunci: Pembelajaran, Musik Keroncong, SMAN. Proses pembelajaran adalah kegiatan melakukan suatu proses penyampaian pembelajaran dan proses melakukan suatu kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan. Keroncong merupakan produk khas budaya nusantara berupa seni musik yang wajib dilestarikan. SMA Negeri 2 Trenggalek merupakan salah satu sekolah umum yang serius dalam bidang musik keroncong, dibuktikan dengan terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran, menjadikan musik keroncong sebagai pembelajaran ekstrakurikuler dan didukung dengan pelatih yang berkompeten di bidang seni, selain itu banyak prestasi yang pernah diraih SMA Negeri 2 Trenggalek dalam lomba seni musik keroncong. Kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler keroncong tentunya dibutuhkan prosesyang tepat dalam pembelajaran musik keroncong agar peserta didik menyukai musik keroncong, sehingga seni musik keroncong tetap hidup dan lestari. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dikaji di dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana proses pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler musik kerocong klasik di SMA Negeri 2 Trenggalek pada tahun 2016-2018. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan (1) Perencanaan pembelajaran (2) Pelaksanaan pembelajaran (3) Pengelolaan kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMA Negeri 2Trenggalek. Narasumber dari penelitian ini adalahguru seni budaya, pendamping,  koordinator grup, anggota dan pelatih musik keroncong.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data, dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran musik keroncongtidak dibuat secara tertulis, pelatih hanya menyiapkan materi dan membuatkonsep perencanaaan pembelajaran, (2) Pelaksanaan pembelajaranmusik keroncongyaitu pelatih menggunakan pelaksanaan pembelajaran yang meliputi penyampaian pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran(3) Pengelolaan kelas dalam kegiatan ekstrakurikuler keroncong SMA Negeri 2 Trenggalek, yaitu kondisi siswa dan kondisi ruangan. Kesimpulan yamg didapatkan melalui penelitian ini adalah proses pembelajaran ekstrakurikuler musik keroncong di SMA Negeri 2 Trenggalek memuat tiga hal, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan dengan penelitian serupa, agar dapat memperoleh pengetahuan yang lebih banyak lagi mengenai proses pembelajaran

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇