SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Untuk Siswa SMP Kelas VIII Mata Pelajaran Prakarya
ABSTRAK Givary, Fatwa. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Untuk Siswa SMP Kelas VIII Mata Pelajaran Prakarya.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M. Hum, (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, MT. Kata kunci: Media pembelajaran, Animasi, Prakarya.Proses pendidikan sebisa mungkin diselenggarakan secara menyenangkan dan memotivasi siswa. Untuk itu maka inovasi dalam media pembelajaran diperlukan agar meningkatkan proses pembelajaran. Namun dari hasil observasi media pembelajaran Prakarya di kelas VIII SMP 3 Ma’arif terlihat bahwa peserta didik bosan dengan pembelajaran Prakarya.Hal ini wajar karena mata pelajaran Prakarya tergolong baru di kurikulum 2013 sehingga masih minim dalam pengembangan medianya.Selama ini media yang digunakan hanyalah buku yang diterbitkan oleh pemerintah. Media yang dikembangkanadalahanimasi karena melibatkan dua sensor indra dalam menangkap informasisehinggamudahdipahami. Selain itu media animasi dipilih karena animasi merupakan tontonan yang banyak digemari oleh kalangan pelajar.Tujuan penelitianiniadalah mengembangkan media pembelajaran animasi. Bab yang dikajiadalah Kerajinan, kompetensi dasar pengetahuan bahan dan proses limbah anorganik, dan prinsip pengolahan limbah anorganik kelas VIII SMP. Media nantinyaberbentukvideo berformat MP4.Metode pengembangan ini menggunakan model proseduralyang bersifat diskriptif dimana setiap langkah harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk.Alur model pengembangan dimulai dengan mencari potensi dan masalahdenganmelakukanobservasi dan melalui analisis penelitian sebelumnya.Mengambildata berupa materi pembelajaran yang dirujuk dari buku siswaKurikulum 2013, membuat desain awal, konsultasi, revisi, hingga uji coba yang dilakukan di SMP 3 Ma’arif.Bagianakhirprodukpengembangandapatditerapkan di sekolah. Analisis data mengenai aspek efektifitas media menunjukkan kualifikasi layak, artinya media ini memang benar-benar dirancang dengan baik (learning resources by design). Aspek penyampaian materi untuk media masuk kualifikasi sangat layak. Berarti media dapat menjalankan fungsinya sebagai sebagai wadah dari pesan yang ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut. Aspek efektifitas materi dinilai baik dalam penggunaannya sebagai media pembelajaran. Sehinggamedia dapat untuk merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa.Pengembangan lainnya selain media animasi ini untuk pembelajaran, media ini juga bisa dikembangkan untuk ditayangkan secara umum seperti film animasi di televisi
PENGEMBANGAN MODUL KORESPONDENSI PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN CARA MEMBUAT SURAT NIAGA KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi pada Peserta Didik Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Pasuruan)
ABSTRAK Pengembangan modul Korespondensi yang sesuai dengan Kurikulum 2013 sangat dibutuhkan karena modul yang tersedia mengacu pada kurikulum lama. Melalui pengembangan modul ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran pada kompetensi dasar Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga. Pengembangan modul ini bertujuan untuk (1) menghasilkan modul Korespondensi pada kompetensi dasar Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga berbasis Kontekstual pada Peserta Didik SMK kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran, (2) untuk mengetahui kelayakan modul yang telah dihasilkan melalui hasil validasi, dan (3) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik dalam ranah kognitif dan psikomotor antara kelas yang menggunakan modul dengan kelas yang tidak menggunakan modul Korespondensi pada kompetensi dasar Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual.Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan Borg & Gall dengan langkah-langkah yang telah disesuaikan dengan keadaan lapangan dan batas waktu yang diberikan oleh sekolah yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan. Validasi modul dilakukan oleh 1 ahli modul, 2 ahli materi, dan 33 peserta didik. Jenis data yang terdapat dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yaitu dari hasil wawancara, observasi, serta kritik dan saran dari ahli modul, ahli materi dan pengguna terhadap modul yang sudah dihasilkan. Data kuantitatif terdiri dari perhitungan skor pada lembar validasi oleh ahli modul, ahli materi, dan pengguna, hasil taraf kesukaran soal, hasil daya pembeda soal, serta hasil posttest kelas ekperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah lembar validasi, tes tertulis, wawancara, dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengukur kelayakan modul adalah dengan uji validitas. Untuk menganalisis butir soal posttest yang baik maka digunakan taraf kesukaran soal dan daya pembeda soal. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu menggunakan independent sample t test dengan taraf kesukaran 5%.Modul yang telah divalidasi oleh ahli modul adalah 94,22% yang menunjukkan bahwa modul sangat valid, hasil validasi ahli materi adalah 89,78% yang menunjukkan bahwa modul sangat valid, dan hasil uji coba pengguna adalah 85,86% yang menunjukkan bahwa modul sangat valid. Setelah melaksanakanpembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh rata-rata nilai posttest kelas eksperimen adalah 82,79 dengan standar deviasi 7,232 dan rata-rata nilai kelas kontrol adalah73,35 dengan standar deviasi sebesar 5,592 yang artinya bahwa nilai peserta didik kelas eksperimen kurang homogen. Selanjutnya analisis uji t menunjukkan bahwa nilai thitung> ttabel (5,985 > 1,997) dengan probabilitas< 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak yang artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Kajian produk dari penelitian dan pengembangan ini adalah (1) produk yang dihasilkan berupa modul Korespondensi Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual, (2) hasil validasi dari ahli modul, ahli materi dan pengguna menunjukkan kriteria sangat valid, (3) berdasarkan hasil posttest terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Saran Pemanfaatan modul pembelajaran bagi peserta didik yaitu (1) peserta didik disarankan untuk membaca dan mengikuti pentunjuk dalam menggunakan modul ini karena saat proses pembelajaran guru hanya sebagai fasilitator dan peserta didik harus lebih aktif dalam proses pembelajaran, (2) apabila peserta didik menemukan kesulitan atau hal-hal yang belum dimengerti, sebaiknya peserta didik menanyakan kepada guru yang bersangkutan. Saran pemanfaatan modul pembelajaran bagi guru yaitu (1) guru disarankan agar menggunakan Modul Korespondensi Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual pada saat proses pembelajaran, (2) saat proses pembelajaran, guru tidak lagi menjelaskan semua materi kepada peserta didik akan tetapi guru hanya sebagai fasilitator dan merumuskan pengetahuan peserta didik, (3) guru diharapkan menguasai materi yang ada di dalam Modul Korespondensi Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual.Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan modul pembelajaran adalah menambahkan kompetensi dasar pada modul dan menambahkan banyak latihan soal yang dapat menimbulkan motivasi peserta didik dengan mengacu pada ranah psikomotor. Selain itu juga menambahkan contoh-contoh nyata dan lebih banyak ilustrasi untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi
Analisis Iklan Sosial Media Dalam Mempengaruhi Keputusan Konsumen Sophie Martin
ABSTRAK Wirawan, Sugeng Wahyu Fajar. 2017. Analisis Iklan Sosial Media dalam Mempengaruhi Keputusan Konsumen Sophie Martin. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Drs. Sarjono, M.Sn, (II) Dhara Alim Cendekia S.Sn, M.Ds Kata Kunci: Analisis Visual, Statistik deskriptif, Keputusan Konsumen, Sophie Martin Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mendorong keputusan konsumen Sophie Martin setelah melihat iklan sosial media Sophie Martin dan bagaimana visual iklan sosial media Sophie Martin yang dapat mendorong keputusan konsumen. Untuk penelitian tersebut akan menggunakan tekinik Statistik deskriptif dan analisis visual. Unutk mencari sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuisioner, dan untuk memperkuat data penelitian peneliti juga melakukan sesi wawancara. Setelah hasil yang diperoleh diteliti, menunjukan bahwa Sophie Martin dikenal luas sebagai brand yang baik dengan kualitas bahan yang baik pula, namun ada beberapa hal yang membuat konsumen jarang melakaukan pembelian Sophie Martin walupun sudah menarik konsumen dengan iklan yang menarik, hai ini terkait “trend” menjadi faktor dominan yang mempengarui konsumen dalam melakukan keputusan konsumen, dan Sophie Martin diangap belum bisa memenuhi konsumen dengan kebutuhan trend saat ini. Visual iklan Sophie Martin mempunyai tampilan yang menarik, dan dikonsep dengan kreatif untuk kenyamana konsumen. keselarasan tema yang diusung di media sosial selain unutk menarik konsumen juga digunakan untuk memudahkan konsumen mengenal iklan produk Sophie Martin. Dari hasil penelitian ini, peneliti berharap pihak Sophie Martin dapat mengeluarkan produk fashion yang lebih up-to-date dan sesuai trend yang berkembang dan membuat konsep desain baru yang diperunutkan unutk laki-laki, agar target pasar Sophie Martin semakin baik. ABSTRACT Wirawan, Sugeng Wahyu Fajar. 2017. Reyog Ponorogo Photography Based Books In Order Framework for the Effort of Cultural Preservation Area. Thesis, Visual Communication Design Study Program. Art and Design Department. Faculty of Letter. State University of Malang. Advisers: (I). Drs. Sarjono, M.Sn, (II) Dhara Alim Cendekia S.Sn, M.Ds Keywords: Visual Analysis, Descriptive Statistics, Consumer Decision, Sophie Martin This study aims to analyze the factors that drive consumer decisions Sophie Martin after seeing the social media advertisements Sophie Martin and how visual social media advertising Sophie Martin that can drive consumer decisions. For such research will use descriptive statistics and visual analysis. To search for data sources used in this study, researchers used questionnaires, and to strengthen research data the researchers also conducted interview sessions. After the results obtained are examined, it shows that Sophie Martin is widely known as a good brand with good quality materials, but there are some things that make consumers rarely Sophie Martin purchase even though it has attracted consumers with an interesting ad, hai is related to "trend" Becomes the dominant factor that affects consumers in making consumer decisions, and Sophie Martin is considered not able to meet consumers with the needs of the current trend. Visuals of Sophie Martin's ads have an interesting look, and are conceptually drafted for consumers. Alignment of the theme carried on social media other than unutk attract consumers is also used to facilitate consumers to recognize the product ad Sophie Martin. From the results of this study, researchers hope that Sophie Martin can release more up-to-date fashion products and according to the growing trend and create a new design concept that men disutk men, so that the target market Sophie Martin better.
Peningkatan Hasil Belajar Seni Musik AnsambleMelalui Metode Tutor Sebaya pada Siswa Kelas VIII-I SMP Negeri 1 Karangploso
ABSTRAK Ayuningtyas, Lilis Nur Indah.2017.Peningkatan Hasil Belajar Seni Musik AnsambleMelalui Metode Tutor Sebaya pada Siswa Kelas VIII-I SMP Negeri 1 Karangploso. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn (II) Rully A. Zandra, S.Pd, M.Pd, M.Sn Kata Kunci : Hasil Belajar,Seni Musik Ansamble, Metode Tutor Sebaya.Latar belakang dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelas VIII-I SMP Negeri 1 Karangplosoyaitu siswa kurang memahami tentang materi musik ansamble. Latar belakang pendidikan guru seni budaya adalah pendidikan seni rupa sehingga guru tidak begitu menguasai seni musik terutama materi musik.Pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik, guru hanya memberikan metode ceramah, diberi tugas meringkas dari buku paket materi seni musik kemudian ditulis ke buku tulis dan dilanjut sesi tanya jawab sehingga siswa mudah bosan dan jenuh pada saat kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung.Tujuan penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami materiseni musik ansamble melalui penerapan metode tutor sebaya pada siswa kelas VIII-I di SMPN 1 Karangploso.Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Pelaksanaannya dilakukan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II dalam 4 kali pertemuan, dengan pembagian 2 kali pada siklus I dan 2 kali pada siklus II. Analisis data diperoleh dari hasil wawancara dan lembar penilaian. Prosedur penelitian meliputi 4 tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) pengamatan (4) refleksi. Sedangkan pada teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang mencapai nilai diatas KKM (75) dalam memahami musik ansamble sejumlah 13 siswa dengan prosentase 40%, dan siswa yang mencapai nilai dibawah KKM (75) sejumlah 20 siswa dengan prosentase 60%. Oleh karena itu, dilakukan siklus II. Pada tahap siklus II siswa yang mencapai nilai diatas KKM (75) dalam memahami musik ansamble sejumlah 28 siswa dengan prosentase 85%, dan siswa yang mencapai nilai dibawah KKM (75) sejumlah 5 siswa dengan prosentase 15%. Kesimpulandari penelitian ini bahwa penerapanmetode tutor sebaya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam memahami seni musik ansamblehingga mencapai 85%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan guru dapat menggunakan metode tutor sebaya pada materi seni musik ansamblesebagai alternatif metode yang dapat digunakan pada setiap pembelajaran Seni Budaya sub bidang seni musik di semua siswa kelas VIII.
topeng malangan sebagai sumber inspirasi penciptaan batik lukis
ABSTRAK Khanifah Asadiyah. 2016. Topeng Malangan Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Batik. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ike Ratnawati S.Pd, M. Pd (2) Lisa Sidyawati S.Pd M. Pd Kata Kunci: Penciptaan, Topeng Malangan, Batik LukisIndonesia terkenal akan keindahan dan kekayaan alamnya dan terdiri dari bebagai pulau, suku bangsa adat istiadat, kesenian, dan budaya. Kekayaan akan seni dan budaya yang dimiliki bangsa kita akan menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah budaya seni batik yang sudah diakui dunia. Akan tetapi semakin pesatnya perkembangan zaman semakin pesat pula pengaruh budaya luar yang masuk tanpa ada batasan. Sehingga tradisi dan kesenian yang dimiliki masyarakat sendiri semakin luntur. Hal ini menimbulkan kegelisahan sebagai pencipta. Dari kegelisahan tersebut mendorong saya untuk mewujudkan dalam penciptaan seni batik lukis. Penciptaan ini didasari oleh budaya lokal kota Malang berupa Topeng Malangan sebagai sumber inspirasi penciptaan batik lukis.Penciptaan karya seni batik lukis yang diawali dari perenungan sumber ide yang dialami oleh pencipta menghasilkan sebuah konsep. Selanjutnya konsep tersebut diolah sehingga menghasilkan ke enam judul yang mendasari terciptanya ke enam karya ini merupakan tokoh-tokoh topeng malangan yang terdapat dalam Cerita Panji. Proses visualisasi menggunakan teknik lukis dengan pewarna remasol. Karya yang sudah jadi, disajikan dalam bentuk pameran yang didalamya terdapat uji karya dan melalui apresiasi.Hasil karya yang divisualisasikan menampilkan 6 karya seni batik lukis yang merupakan visualisasi dari tokoh topeng malangan diantaranya: Panji Asmoro Bangun, Raden Gunungsari, Dewi Sekartaji, Dewi Ragil Kuning, Klono Sewandono, Bapang Joyo Santiko dengan media kain dan melalui teknik lukis. Karakteristik karya seni batik tersebut merupakan karya yang bergaya dekoratif figuratif dan menggunakan motif mega mendung pada keenam karya batik lukis sehingga menampilkan ciri khas motif Indonesia. Dengan penciptaan karya seni batik lukis ini pencipta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang didalamnya terdapat permasalahan hingga mendapatkan solusi. Penciptaan karya seni batik lukis ini merupakan upaya yang akan diimplementasikan menjadi karya seni dan dijadikan media edukasi bagi penikmat dan diri sendiri, dengan harapan supaya generasi muda lebih menghargai kebudayaan dan memiliki sehingga dapat membentuk karakter bangsa dan memperkuat akar budaya Indonesia pada umumnya dan budaya lokal pada khususnya. Serta memupuk jiwa nasionalisme pada generasi muda untuk senantiasa mencintai dan melindungi kedaulatan tanah air kita.
VISUALISASI OBJEK KARYA TATIK SIMANJUNTAK YANG BERJUDUL SHINTA OBONG DAN DEWA RUCI BIMA SERTA LATAR BELAKANG PROSES PENCIPTAAN OBJEK DALAM KARYA TERSEBUT
ABSTRAK Anistia.Lia. 2016. Studi Lukisan Tatik Simanjuntak yang Berjudul Shinta Obong dan Dewa Ruci Bima Ditinjau dari Visualisasi Objek Wayang dan Latar Belakang Proses Penciptaan Karya.Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I) Dra Lilik indrawati M.Pd, (II) Ike RatnawatiS.Pd, M.Pd Kata Kunci :Seniman, Lukisan, dan Latar Belakang Seniman memunculkan objek.Seni Lukis adalah salah satu cabang seni rupa yang berkembang dari masa ke masa hingga sekarang ini. Dari masa yang lalu hingga sekarang, sudah banyak sekali berbagai jenis lukisan yang telah muncul dengan beragam motif dan jenis lukisannya. Tatik Simanjuntak merupakan seorang seniman lukis media kaca yang sudah sangat berbakat dan telah mengikuti pameran diberbagai tempat selain itu pengalaman dan penghargaan sudah banyak beliau dapatkan.Tatik Simanjuntak dengan gaya lukis dekoratif keunikan tersebutlah yang dapat melatarbelakangi peneliti untuk menelitinya terlebih lukisan seperti ini tidak banyak diikuti oleh pelukis lain pada umumnya di kota Malang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek yang dimunculkan Tatik pada karya yang berjudul Shinta Obong dan Dewa Ruci Bima. Dari hal tersebut peneliti memunculkan sebuah masalah diantaranya (1) Visualisasi objek apa sajakah yang muncul pada lukisan Tatik Simanjuntak yang berjudul Shinta Obong dan Dewa Ruci Bima ? (2) Latar belakang apa yang memotivasi Tatik Simanjuntak memunculkan objek-objek tersebut dalam lukisannya. Dalam lukisan yang berjudul Shinta Obong terdapat beberapa tokoh yang dimunculkan Tatik dalam lukisannya tokoh tersebut terdiri dari Ramawijaya, Prabu Dasamuka, Hanoman, Patih prahasta, dan dayang-dayang sebagai tokoh figuran, Tatik memunculkan karya yang berjudul Shinta Obong ini dikarenakan Tatik sangat mengagumi cerita pewayangan, pada saat itu Tatik berinisiatif untuk membuat karya dengan tema yang berbeda, selama ini Tatik selalu mengusung tema cerita pewayangan dengan tokoh laki-laki dan Tatik ingin membuat tema pewayangan ini sedikit berbeda dengan tema perempuan. Dalam lukisan kedua yang berjudul Dewa Ruci dan Bima terdapat hanya dua tokoh didalamnya sesuai dengan judul Tatik hanya melukiskan dua tokoh tersebut dalam lukisannya yaitu Dewa Ruci dan Bima saja, Tatik memunculkan lukisan ini dikarenakan ada orang asing yang inggin dibuatkan tentang lukisan dengan tema Bima, orang tersebut berkata bahwa akhir-akhir ini dia sangat menyukai buku wayang tentang Bima, dia banyak membaca segala hal tentang Bima
ANAK-ANAK DALAM PERANG SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA ILUSTRASI DENGAN TEKNIK POINTILIS
ABSTRAK Kurniawan, Yudha Afif. 2017. Anak-anak dalam perang sebagai inspirasi penciptaan karya Ilustrasi dengan teknik pointilisme..Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Didik Rahmanadji, M.Pd (II )Drs. AAG.Rai Arimbawa, M.Sn Kata Kunci: Ilustrasi, Pointilisme, Anak-anak, PerangIlustasi merupakan salah satu cabang seni yang berfungsi sebagai media visualisasi dan wadah untuk memperjelas tulisan, baik berwujud prosa hingga puisi. Sedikit sekali karya ilustrasi dianggap sebagai karya yang berdiri sendiri secara utuh dan mandiri tanpa didampingi tulisan.Ilustrasi Pointilis adalah ilustrasi yang diciptakan dengan pendekatan teknik pointilisme dengan memanfaatkan titik-titik kecil sebagai pengganti arsiran. Teknik pointilis ini memberikan kesan realistis dan nyata pada gambar. Penulis bermaksud menciptakan sebuah karya ilustrasi yang mampu memberikan narasi yang berdiri sendiri di dalam karya dengan teknik pointilis.Penulis mengangkat tema anak-anak, mencakup ekspresi dan anatomi yang disusun sedemikian rupa sehingga mampu menampilkan efek emosional pada karya ilustrasi. Konteks anak-anak yang diangkat penulis ini keseluruhan merupakan anak-anak yang menjadi korban peperangan di berbagai tempat, dan mencakup ketetapan waktu yang berbeda. Mulai dari perang Dunia II hingga perang yang saat ini masih berlangsung. Anak-anak yang digambarkan disini merupakan hasil dari observasi dan pendalaman tema yang teliti agar hasil karya sesuai dengan konteks peperangan itu sendiri.Hasil penelitian mencakup 2 hal, pertama: perencanaan penciptaan karya yang terdiriatas: (a) observasi mengenai keberadaan anak-anak dalam perang (b) langkah-langkah menyusun komposisi dalam karya (c) mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Kedua, proses penciptaan karya terdiri atas: (a) menentukan garis tepi pada media (b) pembuatan sketsa(c) penciptaan kesan gelap dan terang pada gambar, dan (d) memberikan detail pada gambar sehingga tampak realistis.Berdasarkan hasil karya ini disarankan kepada pembaca untuk mengetahui dan memahai proses penciptaan secar urut sehingga mampu menyerap pesan-pesan yang ingin penulis sampaikan melalui karya.ABSTRAK Kurniawan, Yudha afif. 2017. Children On War As Inspirationin To Create Illustration Art Using Pointillism Technique. . Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: ( I) Drs. Didik Rahmanadji ( II ) Drs. AAG. RaiArimbawa, M.Sn Keywords: Illustration, Pointillism, Children, WarIllustration is division in art that the main function is to undisclose the real visualization of prose and literature. As far as writer observation, the illustration as its own meaning without literature and stand by itself as art is few to know.Illustration use Pointillism techique allow us to approach the realistic verdion of image. This technique using little tiny dots as its main basic to create image. Make possible to create gradation, texture and expression.In this case, the observer tend to create a illustration that inside of the work could possibly explain its own message and criticism.The observer raise the sensitive topic, its children amid the war composed with childs innocence of expression and some anatomical image to create dramatically imaginary insie this illustration.The children we see on this illustration is originally chosen by observer are real victims of war in some region from Europe, Africa And Asia. Crossed by different timeline from World War II to nowadays modern war. They are deeply observed for sake the aim of originally contextual war.The result of this creation including, first : the main design of concept consist of (a) The quest of victim, in this case, children to be potrayed (b) Structured steps of composition (c) tools and medium to visualize (d) adding some details for sake of realistic feel of image. Based on this art creation, observer suppose to readers able of understanding the process of artwork creation structurally. It means readers allow to contemplate the main idea and message of this work of art
Pengenalan Nasi Boran Melalui Komik Strip Digital
ABSTRAK Pemasaran pariwisata dilakukan untuk memberikan informasi dan mengenalkan destinasi pariwisata kepada wisatawan sehingga dapat menstimulasi interaksi sosial di segala bidang khususnya sosial dan budaya. Makanan atau kuliner merupakan bagian dari kepariwisataan dikarenakan makanan merupakan bagian dari (1) budaya lokal, (2) daya tarik wisata, (3) produk kepariwisataan, dan (4) pengalaman berwisata. Pengembangan makanan atau kuliner merupakan bagian dari kebudayaan lokal yang bertujuan untuk mempromosikan wilayah lokal dan mengenalkan kesan wisata kepada pihak luar (Lee et al, 2015). Pengenalan kuliner dapat dilakukan melalui media promosi digital dan cetak. Nasi Boran merupakan makanan khas Kabupaten Lamongan yang kurang dikenal masyarakat luar. Pengenalan Nasi Boran selama ini dirasa belum efektif dan efisien, sehingga diperlukan pengenalan melalui media promosi yang lebih baik. Pengembangan teknologi dan komunikasi menjadikan komik digital sebagai strategi media promosi pariwisata makanan atau kuliner kepada masyarakat yang dapat dinikmati dimana saja dan kapan saja. Adapun tujuan perancangan komik ini adalah (a) merancang desain karakter yang berasal dari Nasi Boran, (b) pembuatan komik strip digital Nasi Boran, (c) merancang media promosi komik strip. Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pola perancangan yang digunakan berdasarkan pola perancangan oleh M.S Gumelar Comic Making yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan. Data perancangan diperoleh dari observasi dan analisis, wawancara, dokumen dan studi pustaka. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis taksonomi. Pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibiliti yang terdiri dari triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian ini menghasilkan output diantaranya (a) enam desain karakter meliputi Bor sebagai sambal boran kuning, Ran sebagai sambal boran merah, Wingko sebagai wingko, Soyala sebagai Soto Lamongan , Taucam sebagai tahu campur, dan PL sebagai pecel lele, (b) Komik Boran berisi 18 episode yang menjelaskan fakta terkait Nasi Boran, (c) media promosi Komik Boran meliputi kipas, wadah minum dan makan, hand sanitizer, wallpaper handphone, stiker line, tisu, poster dan kaos
STRUKTUR GERAK TARI TOKOH KLONO SEWANDONO DALAM LAKON RABINE PANJI DI SANGGAR GALUH CANDRA KIRANA DESA JAMBUWER KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Cintamayapanna, Rakyan. 2017. Struktur Gerak Tari Tokoh Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji di Sanggar Galuh Candra Kirana Desa Jambuwer Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ninik Harini, M. Sn, (2) Hartono, S.Sn, M.Sn. Kata kunci : Struktur, Gerak, Tari, Tokoh Klono Sewandono, Lakon Rabine Panji, Sanggar Galuh Candra Kirana. Tari Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji di Sanggar Galuh Candra Kirana Desa Jambuwer Kabupaten Malang merupakan warisan budaya asli Malang yang harus dilestarikan dan diteruskan pada generasi muda. Ironisnya, saat ini tidak banyak orang yang dapat menarikan, disebabkan kurangnya pemahaman mengenai struktur gerak. Memang bila dibandingkan dengan tari topeng lainnya, struktur gerak tari Klono Sewandono tergolong paling sulit untuk ditarikan. Oleh karena itu, diperlukan pembahasan mengenai struktur gerak tari tokoh Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji di Sanggar Galuh Candra Kirana Desa Jambuwer Kabupaten Malang, yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan terhadap generasi muda dalam melestarikan budaya ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur gerak tari tokoh Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji di Sanggar Galuh Candra Kirana Desa Jambuwer Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di Sanggar Galuh Candra Kirana Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Narasumber penelitian ini adalah Djiono Bardjo selaku seniman topeng Jambuwer dan Sumarsono selaku penari topeng Klono Sewandono Jambuwer. Data penelitian yang berupa paparan laporan didapat melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahannya dicek dengan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur gerak tari tokoh Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji terdiri dari gerak-gerak yang disusun sedemikian rupa, yakni: 12 unsur gerak kepala, 6 unsur gerak badan, 30 unsur gerak tangan, 13 unsur gerak kaki, 28 motif statis, 29 motif dinamis, 3 frase gerak, 22 kalimat gerak statis, 14 kalimat gerak dinamis, dan 5 paragraf gerak. Kesimpulan struktur gerak tari tokoh Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji terdiri dari 12 unsur gerak kepala, 6 unsur gerak badan, 30 unsur gerak tangan, 13 unsur gerak kaki, 57 motif gerak, 3 frase gerak, 36 kalimat gerak dan 5 paragraf gerak. Adapun saran peneliti yaitu diadakan penelitian lebih lanjut dan menyempurnakan hasil penelitian, khususnya tentang makna simbolik, struktur penyajian, tata rias, busana dan musik pengiring pada tari Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji. Bagi Sanggar dan Pemerintah, untuk lebih meningkatkan pengenalan dan pelatihan Tari Klono Sewandono dalam Lakon Rabine Panji agar tidak punah dalam perkembangan seni budaya di Kabupaten Malang
Pengembangan Kurikulum sebagai Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Sub Bidang Seni Musik di SMP Negeri 1 Tulungagung
ABSTRAK Pendidikan merupakan suatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dalam dunia pendidikan guru berperan penting sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan sehingga setiap guru wajib untuk memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan. Salah satu bagian dari kompetensi tersebut adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakankemampuan sesorang guru yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan potensi peserta didik. Pengembangan kurikulum merupakan salah satu bagian dari kompetensi pedagogik yaitu penyusunantentang isi dan bahan yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikanimplementasi kompetensi pedagogik guru mata pelajaran seni budaya sub bidang seni musik di SMP Negeri 1 Tulungagung.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi proses pembelajaran, wawancara kepada informan Ali Makrus dan Sadiyatul Munawaroh, serta dokumentasi berupa foto dan dokumen perangkat pembelajaran silabus dan RPP. Analisis data dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu reduksi, penyajian,dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian ini pengembangan kurikulum sebagai implemantasi kompetensi pedagogik guru mata pelajaran seni budaya sub bidang seni musik di SMP Negeri 1 Tulungagung dilakukan dengan cara mengembangkan indikator pencapaian kompetensi pada ranah kognitif dan psikomotor, mengembangkan tujuan pembelajaran yang mencakup ranah afektif dan psikomotor, mengembangkan materi pembelajaran yang meliputimateri fakta, konsep, dan prosedur, mengembangkan langkah pembelajaran secara runtut yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir, mengembangkan penilaian yang meliputi ranah afektif, ranah kognitif, dan ranah psikomotor, serta menggunakan prinsip relevansi sebagai prinsip pengembangan kurikulum. Saran dari peneliti kompetensi pedagogik guru harus terus dikembangkan dan dioptimalkan untuk mencapai keberhasilan proses belajar mengajar secara maksimal