SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
perancangan media promosi department store ramayana berbasis motion grafis
ABSTRAK Almantyo Kuffal 2016 Perancangan Media Promosi Department Store Ramayana Khusus Hari Kemerdekaan Berbasis Motion Grafis Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Drs. Sarjono, M.Sn dan Mohamad Sigit, S.Sn. Kata Kunci: Promosi,Motion Graphic, Kemerdekaan, Department Store Ramayana Malang Department Store merupakan ritel yang menjual produk komoditi fashion yakni pakaian, tas, yang dibuat untuk umum dengan system pembelian chas atau secara Online, salah satunya adalah Department Store Ramayana. Department Store Ramayana yang dikelola oleh PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk. Telah tumbuh dan berkembang seiring dengan terus meningkatnya daya beli rata-rata masyarakat Indonesia. Sehingga, Ramayana kini telah menjadi pemimpin pasar dalam segmen retail menengah-bawah. Dengan berkembangnya zaman, semakin banyaknya kebutuhan manusia terhadap fashion maka muncullah beberapa pesaing seperti matahari dan sarinah Department Store. Persaingan pasar tidak hanyadiukurdari segi produk yang dijual, Namunjugadari segi promosi. Maka dari itu dibutuhkan media promosi yang dapat dipahami dan dapat mengalihkan pandangan masyarakat serta memberikan pengaruh psikologis terhadap masyarakat yang melihat dan dapat menstimulus pesan tersebut dengan penekanan informasi yang kuat dalam penyampaian Informasi, agar Department Store Ramayana kedepannya dapat terus bersaing. Media berupa motion graphicdapat menjadi salah satu media alternatif yang efektif , pada perancangan kali ini media promosi yang akan dirancang difokuskan pada event hari kemerdekaan, maka konsep yang dirancang untuk motion graphic ini adalah bagaimana menvisualkan arti dari kemerdekaan tersebut. Department Store Ramayana ingin menunjukan kepada masyarakat, bahwa kemerdekaan saat ini dapat diartikan dengan kebebasan berpenampilan atau kebebasan bergaya.
Perancangan Video Feature Sebagai Media Promosi Museum Tembakau Kabupaten Jember
ABSTRAK Berryo Leonardo Deaz 2016.Perancangan Video Feature Sebagai Media Promosi Museum Tembakau Kabupaten Jember. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sarjono, Drs. M.Sn., (II) H.J. Hendrawan, S.Sn. M.Ds. Kata kunci: Video Feature, Media Promosi, Museum Tembakau, Jember. Definisi Media Promosi adalah alat atau sarana yang digunakan untuk mengkomunikasikan suatu produk/jasa/image/perusahaan ataupun yang lain agar dapat lebih dikenal masyarakat lebih luas. Promosi ini diharapkan dapat mengetahui, mengakui, memiliki, dan mengikatkan diri pada suatu barang/jasa/produk/image/perusahaan yang menjadi sasarannya. Seperti Video feature, Video feature adalah serangkaian tayangan televisi yang dibuat dan dibayar oleh sebuah badan usaha untuk menyampaikan pesan, biasanya untuk memasarkan produk ataupun sekadar mengumumkan. Penggunaan Video feature tentang Museum Tembakau Kabupaten Jember diharapkan dapat dijadikan sebagai media promosi yang baik agar dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Museum tersebut. Perancangan Video feature ini bertujuan menghasilkan rancangan sebuah video sebagai media promosi yang memberikan informasi tentang Museum. Sebuah promosi tentang Museum Tembakau Kabupaten Jember yang dikemas dalam sebuah video. Skripsi ini akan menghasilkan tiga buah media video dalam bentuk DVD yang berjudul “Museum Tembakau Kabupaten Jember”. Software yang digunakan untuk membuat video feature ini adalah software Adobe Premiere Pro dan Adobe Photoshop. Video feature ini akan dikemas dalam satu paket packaging yang didalamnya terdapat kotak DVD dan sebuah snapshot book. Karya Skripsi ini sesuai digunakan bagi masyarakat umum dengan rentang usia ideal dari 10 sampai 50 tahun. Anak-anak dibawah umur 10 tahun harus di dampingi oleh orang yang lebih tua, Hal ini disebabkan karena membutuhkan arahan dari orang tua untuk menangkap informasi yang diberikan dari video feature.
Pembacaan Pada “Kata Cinta” dan “Cinta Berkaki” Karya Lukis Heri Catur
ABSTRAKYuniansyah, Ganez Radisa. 2016. Pembacaan Pada “Kata Cinta” dan “Cinta Berkaki” Karya Lukis Heri Catur. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Indrawati, M.Pd., (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: Pembacaan, Kata Cinta, Cinta Berkaki, karya lukis, Heri Catur, kritik holistik. “Kata Cinta” dan “Cinta Berkaki” merupakan dua buah karya lukis karya seniman Malang Heri Catur yang menjadi objek dalam penelitian ini. Secara visual kedua karya lukis tersebut mampu meresahkan diri peneliti untuk mau menelitinya. Kegelisahan tersebut diakibatkan karena beberapa hal dari karya lukis tersebut, diantaranya: visual yang dinamis, raut kaligrafis pada lukisan, dan ide/gagasan seniman di balik karya-karya tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam kedua karya lukis tersebut melalui analisa.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik holistik. Ketiga komponen kehidupan seni meliputi seniman, karya seni dan penghayat menjadi sumber informasi yang digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan untuk menjaring data adalah metode wawancara,observasi, dan analisa dokumen. Paparan data yang dihasilkan berupa deskripsi, analisis formal, dan interpretasi. Data-data tersebut yang digunakan dalam sintesa untuk menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam kedua karya seni tersebut.Berdasarkan hasil analisis sintesa, diperoleh kesimpulan nilai pada masing-masing karya lukis. Pertama, pada karya lukis berjudul“Kata Cinta” diperoleh kesimpulan nilai berupa nilai artistik yang berasaldari nilai intrinsik-artistik karya lukis tersebut. Nilai artistik ini peneliti tarik dari visual garis kaligrafis yang tercipta dari goresan ekspresif sang seniman pada karya lukis. Selain nilai intrinsik-artistik terdapat pula nilai isi (content) yang merujuk pada nilai pesan hidup dan nilai sosial. Kedua, pada karya lukis berjudul “Cinta Berkaki” didapatkan kesimpulan nilai berupa nilai filsafat hidup yang muncul dari tema lukisan yang menggambarkan keadaan Heri Catur saat menghadapi suatu pilihan hidup di tahun 2014, dan nilai filsafat yang mengarah pada pencarian kebenaran hidup hakiki secara personal yang terwujudkan dalam penafsiran nilai kehidupan yang bisa dijadikan pijakan menuju kehidupan yang lebih baik.Hasil penelitian pada dua karya lukis Heri Catur ini, selain bisa digunakan sebagai refleksi tentang wacana karya oleh seniman, besar harapan hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan sebagai referensi oleh peneliti lain, dan bahkan bisa digunakan sebagai media ajar atau media apresiasi para guru dalam mengajar.
STRUKTUR PENYAJIAN MUSIK KESENIAN TIBAN DI DESA WAJAK KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Mustofa, Agung Zhoharil. 2016. Struktur Penyajian Musik Kesenian Tiban didesa Wajak Kidul kecamatan Boyolangu kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn., Pembimbing (II) Tri Wahyuningtyas S.Pd, M.Si Kata kunci: Musik, Kesenian Tiban, Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu.Kesenian Tiban di desa Wajak Kidulmemiliki rangkaian urutan pada setiap penyajian iringan musiknya. Kesenian Tibanyang ada di padepokan Wajak Surontani merupakan kesenian Tiban yang secara struktur penyajianya pada bagian pembuka, bagian inti, dan bagian penutup mempunyai keunikan pada instrumen sebagai pendukung dan gendhing yang dipakemkan pada setiap pertunjukanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur Penyajian Musik Kesenian Tiban di desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Padepokan Wajak Surontani desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Narasumber dalam penelitian ini adalahRomelan, Mohadi, dan Suryadi. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kegiatan analisis data mulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Kesenian Tiban di desa Wajak Kidul memiliki struktur penyajian musik sebagai berikut; pada bagian pembuka memilikigendhing Rengeng-rengeng dengan Instrumen musik berupa gambang dangong suwuk. Bagian inti kesenian Tibandesa Wajak Kidul memiliki gendhing Dolanan, gendhing Dolanan tersebut berupa gendhing Sluku-sluku Batok yang menggunakan instrumen musik berupakendang gedhe, gambang, kenthongan, kenong, dan gong suwuk. Setelah itu pada bagian penutup yaitu gendhing Girong yang menandakan suatu akhir dari pertunjukan kesenian Tiban yang sedang berlangsung, dengan menggunakan instrumen musik berupa kendang gedhe, gambang, kenong, dan gong suwuk.Kesimpulan dari penelitian ini adalahterdapat struktur penyajian pada musik pengiring kesenian Tiban di desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Saran bagi peneliti diharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang bentuk penyajian musik pada pertunjukan kesenian Tiban.Kesimpulan dari penelitian ini adalahterdapat struktur penyajian pada musik pengiring kesenian Tiban di desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Saran bagi peneliti diharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang bentuk penyajian musik pada pertunjukan kesenian Tiban.
STUDI PROSES PEMBUATAN TENUN PELEKAT (TEMBE KAFA NA'E) DI DESA DONGGO KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT
ABSTRAKHajar Siti. 2016. Studi Proses Pembuatan Tenun Pelekat (Tembe Kafa Na'e) di Desa Donggo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sumarwahyudi, M.Sn.Kata Kunci: proses pembuatan, tenun pelekat (tembe kafa na'e), sarung tenun kafa na'e me'e Donggo, fungsi.Menenun merupakan seni kerajinan kuno dengan menempatkan dua set benang rajutan yang disebut lungsi dan pakan pada alat tenun untuk diolah penjadi kain tenun. Kain tenun biasa dimanfaatkan sebagai busana atau pakaian untuk menutup aurat. Tenun bagi masyarakat Bima merupakan simbol budaya, dimana disetiap daerah di Kabupaten Bima memiliki ciri khas tenun tersendiri yang membedakannya dengan daerah lain, tidak terkecuali desa Donggo dengan sarung tenun kafa na'e me'e(sarung tenun berwarna hitam) yang begitu khas dan dibuat sendiri oleh masyarakatnya mulai dari pemintalan benang hingga proses menenun. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan proses pembuatan tenun pelekat tembe kafa na'e me'e di desa Donggo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan tujuan penelitian yang menghasilkan datadeskriptif. Data yang diperoleh peneliti berupa hasil dari observasi dan wawancara dengan narasumber. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen aktif dalam upaya pengumpulan data-data di lapangan. Untuk pengecekan keabsahan data, dilakukan kegiatan trigulasi data, kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data yaitu tahap penelaahan data, tahap penyajian data dan tahap evaluasi data.Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan tenun kafa na'e me'e Donggomelalui beberapa tahap yaiti: 1). Proses pemintalan yaitu mengolah bunga/buah kapas yang masih mentah dengan menggunakan alat janta atau memilinnya secara manual dengan menggunakan tangan hingga menjadi benang tenun; 2). Proses pembuatan bahan pewarna, dalam mengolah bahan pewarna tenun, masyarakat Donggo memanfaat daun pohon dau untuk menghasilkan warna hitam, selain warna hitam hasil rendaman daun dau juga dapat menghasilkan warna biru dan biru tua, semakin lama proses perendaman maka semakin gelap nuansa warna yang dihasilkan; 3). Proses pencelupan yaitu merendam/mencelupkan benang kedalam pewarna, proses ini membutuhkan waktu satu minggu perendaman untuk mendapatkan nuansa warna hitam yang diinginkan; 4). Proses persiapan menenun merupakan proses mempersiapkan benang pakan dan benang lungsi sebelum ditenun; 5). Proses menenun adalah proses akhir untuk menghasilkan kain tenun, yaitu proses memasukan benang pakan diantara benang lungsi sehingga berbentuk anyaman yang akan menjadi kain tenun. Hasil kain tenunkafa na'e me'e dimanfaatkan oleh masyarakat Donggo untuk dijahit menjadi pakaian adat serta sarung yang akan digunakan pada acara ritual adat.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MERANCANG SENI KRIYA TEKSTIL MELALUI PENGGUNAAN VIDEO TUTORIAL DI KELAS VIII-E SMPN 4 TANGGUL JEMBER
Berdasarkan hasil observasi awal, hasil belajar siswa kelas VIII-E belum memenuhi ketuntasan belajar dalam merancang seni kriya tekstil kurikulum KTSP. Demonstrasi yang dilakukan guru cukup lama dan belum maksimal hingga tahap pewarnaan. Berbeda dengan sebuah video tutorial, demonstrasi yang dilakukan video dapat dipercepat disertai dengan langkah-langkah merancang seni kriya tekstil yang dapat diputar berulang-ulang. Dengan demikian dilaksanakan penelitian dengan tujuan mendeskrepsikan upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam merancang seni kriya tekstil melalui penggunaan video tutorial di kelas VIII-E SMP Negeri 4 Tanggul Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas dengan rancangan tindakan dua siklus, dimana pada siklus I beberapa siswa tidak mengikuti tahapan merancang yang terdapat pada video dengan baik, untuk itu pada siklus II guru menjelaskan setiap tahapan pada video agar dipahami oleh siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-E semester gasal tahun pelajaran 2016-2017 di SMPN 4 Tanggul Kabupaten Jember, dengan jumlah 40 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Dianalisis melalui indikator hasil belajar merancang seni kriya tekstil meliputi corak, ide, teknik, dan pewarnaan ditinjau dari perbandingan nilai hasil belajar siklus I dan siklus II. Hasil analisis perolehan nilai hasil belajar seni kriya tekstil melalui penggunaan video tutorial ditinjau dari indikator hasil belajar merancang sesuai corak seni rupa terapan meningkat dari rata-rata siklus I sebesar 72.6 menjadi 79.2 pada siklus II, rata-rata indikator ide merancang meningkat dari rata-rata siklus I sebesar 82.75 menjadi 91.77 pada siklus II, rata-rata indikator teknik merancang meningkat dari rata-rata siklus I sebesar 80.05 menjadi 87.47 pada siklus II, rata-rata indikator pewarnaan rancangan meningkat dari rata-rata siklus I sebesar 78.75 menjadi 84.87 pada siklus II. Ketuntasan belajar siklus I sebesar 62.5% meningkat pada siklus II sebesar 95%. Dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa dalam merancang seni kriya tekstil melalui penggunaan video tutorial di kelas VIII-E SMP Negeri 4 Tanggul Kabupaten Jember meningkat. Atas dasar hasil penelitian tersebut disarankan bagi guru untuk menggunakan media pembelajaran yang tepat dan menarik sesuai dengan tujuan pembelajaran, agar siswa bisa lebih kreatif dalam meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran seni kriya tekstil di sekolah
Rekonstruksi Tari Kupu Cedung Karya Sayun Sisiyanto di Desa Mangir kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi
ABSTRAKMega Sari, Nily. 2016. Rekonstruksi Tari Kupu Cedung Karya Sayun Sisiyanto di Desa Mangir Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Senidan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd (II) Rully A. Zandra, M.Sn,M.PdKata Kunci: rekonstruksi, tarikupuCedung, Sayun, Banyuwangi.Tari Kupu Cedung adalah taritradisi yang merupakan kiblatter ciptanya tari anak-anak yang mempunyai cirri khas tersendiri, yaitu mengambil tema binatang kupu-kupu. Namun keberadaannya sempat vakum dan kemudian direkontruksi kembali oleh penciptanya. Tari Kupu Cedung menceritakan segerombol kupu-kupu yang sedang bermain. Dengan mempelajari tari Kupu Cedung bertujuan untuk kepada anak-anak memiliki sikap untuk saling mengasihi sehingga pendidikan moral mereka sudah ditanamkan sejak dini lewat media tari. Untukitu pula di ungkap lebih dalam mengenair ekonstruksi tari kupu Cedung . mendiskripsi kan bagaimana pencipta tari kupu Cedung yaitu Sayun dalam melakukan proses rekonstruksi dan bagaimana bentuk tari kupu Cedung setelah mengalami proses rekonstruksi.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif di mana bentuk penyajian data berupa uraian kata-kata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Kegiatan analisis data dilakukan selama dan setelah proses penelitian dimulai dari tahap pengumpulan data, tahapreduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan trianggulasi sumber.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rekonstruksi tari Kupu Cedung saat ini telah mempunyai bentuk tari baru yang memiliki tiga belas ragam gerak, perubahan penggunaan sewek menjadi celana, penambahan instrument music angklung serta dalam proses rekonstruksi terjadi dua belas proses tahapan yang jika di kelompokkan menjadi proses perancangan, proses kreatif dan proses rekaman.Rekonstruksi tari kupu Cedung dapat disimpulkan bahwa dua belas tahapan proses rekonstruksi berhasil mengubah bentuk ragam gerak, tata rias dan busana, serta musiki ringan tari kupu Cedung. Bentuk tari yang semula terdiri dari lima ragam gerak, penggunaan sewek dan tanpa angklung; berubah menjadi tiga belas ragam gerak, penggunaan celana dan penambahan instrumen music angklung.Saran untuk penelitian ini adalah penelitian masih belum komperhensif karena masih meneliti tentang bagaimana prosesnya dan bentuk ragam gerak, belum meneliti secara luas tentang bagaimana secara spesifik ragam gerak tersebut mampu menyuarakan isi hati penciptanya dan bagaimana masyarakat luas dapat menerima kembali tari kupu Cedung setelah mengalami rekonstruksi
Perancangan Logo Hotel Niagara Lawang Jawa Timur Yang Berimplikasi Pada Citra Perusahaan
ABSTRAK Ahmad Daud, 2016. Perancangan Logo Hotel Niagara LawangJawaTImur Yang BerimplikasiPada Citra Perusahaan. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr. Hariyanto, M.Hum dan Mohamad Sigit, S.Sn. Kata Kunci: Logo,Citra, Hotel Niagara Lawang Hotel Niagara merupakan penyedia jasa penginapan yang berada di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.Belum adanya logo yang sesuai dan pasti pada Hotel Niagara tersebut sehingga citra Hotel Niagara tidak dapat tekomunikasikan secara maksimal.Sehingga untuk meningkatkan citra Hotel Niagara maka diperlukan logo dari Hotel Niagara yang memiliki konsep yang kuats erta dapat mewakili visi, misi dan juga karakteristik Hotel Niagara. Perancangan logo Hotel Niagara menggunakan metode perancangan Surianto Rustan yang kemudian di sesuaikan dengan kebutuhan perancangan logo.Pada konsep desain yang kuat dan berdasar pada keywords yang mewakili karakteristik, visi dan misi Hotel Niagara yang meliputis piritualitas, profesionalitas, bernilai sejarah tinggi dan di dukung dengan konsep warna yang menggunakan metode Fengshui yang didasari dari skemawarna Yin dan Yang sehingga warna dari logo Hotel Niagara menjadi optimal dan seimbang yang kemudian di aplikasikan kepada berbagai media komunikasi visual untuk mengkomunikasikan citra Hotel Niagara. Perancangan ini menghasilkan sebuah logo yang merepresentasi citra dan tujuan Hotel Niagara, yang kemudian diaplikasikan pada berbagai media komunikasi visual untuk membangun dan meningkatkan citra perusahaan .Hasil perancangan ini diharapkan dapat berguna pada mahasiswa, desainer pemula dan pelajar. ABSTRACT AlmantyoKuffal, 2016. Perancangan Logo Hotel Niagara LawangJawaTImur Yang BerimplikasiPada Citra Perusahaan.Essay. Visual Communications Design Studies Program. Department of Art and Design. Faculty of Literature. State University of Malang. Essay Guidance:(I) Dr. Hariyanto, M.Hum dan (II) Mohamad Sigit, S.Sn. Keywords: Logo,Image, Niagara Hotel Lawang Hotel Niagara is a provider of lodging services in KecamatanLawang, KabupatenMalang.To improve its image so required a logo from Hotel Niagara that has a strong concept as well as can be to represent the vision, mission and also characteristics of the Hotel Niagara. Design of Niagara Hotel's logo is using a design methods of SuriantoRustan and then adapted with needs of the designing the logo.Strong concept of the design is based on the keywords that represent the characteristics, mission and vision of Hotel Niagara including spirituality, professionalism, high historical value and it is supported by the concept of Fengshui color method that is based on the color scheme of Yin and Yang so that the colors of the logo Hotel Niagara to be optimum and balanced. This design produces a logo that represents the image and goals of Niagara Hotel, which is then applied to some of visual communications media for build and enhance the image of Niagara Hotel.This result of the design is expected to be useful to the student, beginner and students.
Makna simbolik barong using di desa Kemiren kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi
ABSTRAK: Barong using merupakan salah satu kesenian daerah Banyuwangi yang saat ini sedang diupayakan pelestariannya. Barong using merupakan kesenian yang unik dan menarik karena keindahan dari bentuk, warna dan juga nilai magis yang ada didalamnya. Barong using memiliki ciri khas yang berbeda dengan barong yang ada didaerah lain. Keseluruhan bentuk dari barong using yaitu brbentuk dasar singa, memiliki sayap yang berada pada sisi kanan dan kirinya menggunakan mahkota dan gelungan. Untuk itu dapat dikaji makna simbolik barong using dilihat dari bentuk dan warna. Penelitian ini difokuskan pada tujuan: (1) Mendiskripsikan barong using dilihat dari bentuknya; (2) Mendiskripsikan barong using dilihat dari warnanya; (3) Mendiskripsikan makna simbolik barong using dilihat dari bentuk dan warnanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari observasi secara langsung terhadap bentuk barong using di Paguyuban Trisna Budaya di desa Kemiren kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi . Tehnik lainnya menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilaksanakan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Hasil penemuan penelitian menunjukkan, (1) bentuk barong using terdiri atas satu yaitu sayap, (2) warna pada barong using yaitu kuning atau kuning emas, merah, hijau, putih dan hitam, (3) makna simbolik barong using bermakna kebersamaan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan barong using dapat menjadi sebuah wawasan budaya Banyuwangi dan dapat dijadikan bahan pembelajaran kesenian di sekolah misalnya bahan pembelajaran gambar bentuk, warna, dan penerapannya.
MURAL DAN GRAFITI SEBAGAI SALAH SATU UNSUR PENCIPTAAN TATA RUANG OTW FOOD STREET MALANG
ABSTRAKHikmah, Ade Umul. 2016. Mural dan Grafiti Sebagai Salah Satu Unsur Penciptaan Tata Ruang OTW Food Street Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardani, M.Pd, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: mural, grafiti, interior, OTW Food Street, MalangOTW Food Street merupakan salah satu waralaba tempat makan dari Jakarta yang berdiri sejak tahun 2015. OTW Food Street ada beberapa cabang di Jakarta yaitu di Meruya, Depok dan juga Kelapa Gading. OTW Food Street Malang berdiri pada tanggal 31 Maret 2016 yang berlokasi di Jalan Bondowoso no. 20, Malang. OTW Food Street menggunakan konsep semi mini foodcourt. Kata OTW dalam OTW Food Street merupakan akronim dari On The Way yang dalam bahasa Indonesia berarti “dalam perjalanan”. Konsep interior yang disajikan oleh pemilik yaitu berupa tema rustic industrial. Mural dan grafiti sendiri merupakan salah satu unsur penciptaan ruang dari OTW Food. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan mural dan grafiti sebagai salah satu unsur penciptaaan dalam tata ruang OTW Food Street.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penjaringan data menggunakan data yang berasal dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik wawancara kepada pemilik dan mural artist, observasi dan dokumentasi. Dalam hal ini peneliti sebagai instrumen utama, sedang untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi sumber dan data agar data yang dihasilkan menjadi lebih valid. Kegiatan analisis data menggunakan analisis mengalir yaitu reduksi data, sajian data dan simpulan verifikasinya.Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut.(1) Konsep interior yang ingin disajikan oleh pemilik yaitu rustic industrial yang menonjolkan material bangunan yang terkesan “belum selesai” seperti pada dinding, lantai dan plafon serta furniture yang dominan menggunakan material kayu dan besi bekas; (2) Mural yang dijadikan salah satu unsur penciptaan dalam tata ruang OTW Food Street menggunakan objek manusia berkepala hewan dan untuk setiap cabang memiliki objek yang berbeda dengan disesuaikan kondisi daerah dan untuk OTW Food Street yang ada di Malang menggunakan hewan yang menjadi simbol dari kota Malang yaitu Singa; (3) Grafiti di OTW Food Street Malang lebih banyak digunakan untuk menerangkan slogan-slogan yang mewakili OTW Food Street tentang travelling dan makanan. Sedangkan untuk saran kepada pihak OTW Food Street Malang ialah hendaknya perlu dilakukan perubahan kembali pada mural dan grafiti yang sudah ada untuk memberikan suasana yang baru bagi para pengunjung yang datang berkunjung ke OTW Food Street namun masih tetap mempertahankan ciri khas dari kota Malang