SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
studi tentang pembelajaran mata pelajaran seni budaya bidang seni rupa kelas XII IPS 2 dan XII IPS 4 di SMAN 2 Batu
ABSTRAK Fauzi,Fiqqi Ichwan.2016.Studi Pembelajaran Mata Pelajaran Seni Budaya Bidang Seni Rupa Kelas XII IPS 2 dan XII IPS 4 di SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sugiyono Ardjaka, M. Sc., Ph. D. Kata Kunci: Pembelajaran, Mata Pelajaran Seni Budaya, Seni Rupa, SMA Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat rencana pembelajaran salah satunya adalah cara pembelajaran. Penggunaan cara pembelajaran yang tepat akan mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran. Di SMA Negeri 2 Batu salah satu guru yang bernama Ibu Retno memiliki cara pembelajaran yang berbeda dengan guru lainnya. Cara pembelajarannya adalah mengajarkan materi bidang seni rupa yang berbeda pada beberapa kelas yang diajarnya. Misal di kelas XII IPS 2 materi khususnya adalah seni lukis, sedangkan di kelas XII IPS 4 materi khususnya adalah seni grafis. Cara Pembelajaran ini berbeda dengan yang dibimbing oleh guru mata pelajaran seni budaya lainnya yang mengajarkan satu materi untuk semua kelas yang diajarnya. Oleh sebab itu, model pembelajaran Ibu Retno di kelas XII IPS 4 dan XII IPS 2 serta hambatan pembelajaran menjadi dorongan peneliti untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan model pembelajaran yang telah diajarkan oleh guru meliputi rencana pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan proses pembelajaran serta hambatan pembelajaran di kelas tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data utama adalah guru seni budaya kelas XII IPS 2 dan XII IPS 4 yaitu Ibu Retno dan didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) model pembelajaran yang meliputi aspek model pembelajaran, aspek rencana, aspek metode pembelajaran, aspek media pembelajaran, dan aspek materi pembelajaran. Aspek model pembelajaran yang digunakan adalah project base learning. Sedangkan aspek rencana pembelajaran dan materi pembelajaran guru memberikan materi pembelajaran berbeda kepada beberapa kelas, metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, apresiasi, karya cipta dan ekperimen. Untuk media pembelajaran guru menggunakan LCD proyektor, bahan, alat dan media untuk berkarya seni dua dimensi. Selain itu terdapat proses pembelajaran dan evaluasi. Aspek proses pembelajaran terbagi menjadi tiga bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir/penutup, dan dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi; (2) hambatan pembelajaran pada pembelajaran yang dilakukan oleh Ibu Retno pada dasarnya tidak ada hambatan. Hambatan yang pernah dialami meliputi pengetahuan peserta didik, dan fasilitas dari sekolah. Namun semua hambatan tersebut telah dapat diatasi.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA, PERAN GURU, DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMK JURUSAN TEKNIK BANGUNAN KABUPATEN DAN KOTA BLITAR
ABSTRAKZucsas, Amir Aly Dwiyusufiocta. 2016. Hubungan PolaAsuh Orang Tua, Peran Guru, dan Lingkungan terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMK Jurusan Teknik Bangunan Kabupatendan Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan teknik Bangunan, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Ahmad Dardiri, M.Pd., (II) Drs.Sutrisno, S.T., M.Pd.Kata Kunci: polaasuh orang tua, peran guru, lingkungan, kemandirian belajarKemandirian belajar merupakan sikap tanggung jawab seseorang agar anaktidaktergantungpada orang lain, percaya diri akan tugas yang dihadapi dan mampu memecahkan masalah sendiri. Kemandirian belajar dapat ditentukan oleh pola asuh orang tua mulai dari perhatian, membimbing, mendidik, mengurus, dan melatih perilaku untuk membentuk kemandirian belajar pada anaknya. Peran guru juga penting dalam membentuk kemandirian belajar siswa dengan memberikan pengajaran, pendidikan, danbimbingan. Lingkungan di sekitar merupakan tempat belajar yang dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian belajar siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kemandirian belajar, hubunganperan guru terhadap kemandirian belajar,hubungan lingkungan terhadap kemandirian belajar, dan ada atau tidaknya hubungan pola asuh orang tua, peran guru, dan lingkungan terhadap kemandirian belajar siswa SMK Jurusan Teknik Bangunan Kabupaten dan Kota BlitarPenelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional yang mendeskripsikan hasil penelitian hubungan pola asuh orang tua, peran guru, dan lingkungan terhadap kemandirian belajar siswa. Jumlah responden sebanyak 220 siswa dari kelas X dan XI. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis menggunakan deskriptif, korelasibivariate,dan korelasi ganda.Hasil analisis menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap kemandirian belajar dengan nilai 0,00
Tradisi Tarian Kethek Ogleng di Kediri sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Dekoratif
ABSTRAK Winata, Pandu Putra. 2016. Tradisi Tarian Kethek Ogleng di Kediri sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Dekoratif. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: Tradisi, tarian, Kethek Ogleng, karya lukis, dekoratif Seni pada mulanya merupakan proses dari manusia yang dibuat atau diciptakan dengan kecakapan yang luar biasa, sehingga merupakan sesuatu yang elok atau indah. Kesenian “Kethek Ogleng” adalah salah satu kesenian rakyat yang sudah lama berkembang di beberapa daerah di Pulau Jawa khususnya bagian selatan, seperti di wilayah Kediri, Pacitan, Wonogiri, dan Gunung Kidul. Kesenian “Kethek Ogleng” sangat erat berkaitan dengan budaya agraris yang menekankan pada kesederhanaan dan keharmonisan. Seiring berjalannya waktu, tari “Kethek Ogleng” perlahan-lahan sudah mulai jarang ditampilkan. Pada era 90-an kegemaran masyarakat Kediri akan kesenian sudah bergeser. Sebagai warisan kebudayaan yang bernilai tinggi, sudah tentu tarian ini harus dipertahankan dan dilestarikan. Oleh karena itu, pencipta mengharapkan dengan dijadikannya sebuah lukisan masyarakat masih tetap dapat mengingat serta mulai melestarikan tarian ini, selain itu pemilihan tari Kethek Ogleng sebagai inspirasi penciptaan karya seni lukis yaitu cerita sendiri dari legenda Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji yang mengandung unsur unsur semangat, kelincahan, asmara, perjuangan, kebersamaan, keindahan dan perwujudan dari Kethek Ogleng yaitu kera putih yang menyerupai hanoman. Tujuan penulisan dan penciptaan karya seni lukis ini adalah untuk mendiskripsikan proses, teknik dan visualisasi penciptaan karya seni lukis gaya dekoratif yang terinspirasi dari tarian Kethek Ogleng. Penciptaan karya seni lukis ini menggunakan Gaya dekoratif dengan tema menjaga dan melestarikan budaya daerah, ide tari Kethek Ogleng, dan objek sepasang penari yang sudah sedikit disederhanakan. Karya penciptaan ini memiliki karakteristik priabadi yaitu objek sepasang penari Kethek Ogleng yang beroutline, backgraound berpola bentuk geometris dan warna dominan menggunakan warna cerah dan terang. Teknik yang di gunakan yaitu teknik blok, plakat dan goresan detail. Penciptaan karya seni lukis ini terdiri dari beberapa prosedur penciptaan, diantaranya: menentukan objek dan tema yang akan dituangkan pada lukisan, menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama proses penciptaan, mulai melakukan sket pada kanvas, melakukan pewarnaan, dan melakukan pendetailan pada objek. Hasil dari penciptaan karya lukis ini adalah visualisasi objek sepasang penari tari Kethek Ogleng. Dalam penciptaan karya lukis ini menampilkan 6 karya lukis.
Strategi Pembelajaran Reog Mini Pada Kegiatan Ekstrakulikuler Seni Tari di SMP Negeri 1 Ponorogo
Sari,Vivin Oktavia Dwi Kartika. 2016. Strategi Pembelajaran Reog Mini Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMP Negeri 1 Ponorogo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra.Hj. Endang Wara Suprihatin Dyah P, M.Pd, (II) Rully A. Zandra, M.Sn, M.Pd Kata kunci :Strategi Pembelajaran, Reog Mini, Ekstrakurikuler, SMP Negeri 1 Ponorogo SMP Negeri 1 Ponorogo merupakan salah satu pendidikan formal yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler Reog Mini. Sejak awal tahun 2009-2015 diadakannya festifal Reog Mini di kabupaten Ponorogo SMP Negeri 1 Ponorogo mendapatkan juara 1 secara berturut-turut pada festival Reog Mini. Guru ekstrakurikuler Reog Mini di SMP Negeri 1 Ponorogo dapat menciptakan berbagai prestasi bagi SMP Negeri 1 Ponorogo. Hal tersebut menjadi sebuah pertanyaan strategi apakah yang digunakan oleh guru ektrakurikuler di SMP Negeri 1 Ponorogo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengorganisasian pembelajaran Reog Mini, penyampaian pembelajaran Reog Mini, dan pengelolaaan pembelajaran Reog Mini pada kegiatan ekstrakurikuler Reog Mini di SMP Negeri 1 Ponorogo. Pengorganisaian pembelajaran meliputi perencanaan pembelajaran. Penyampaian pembelajaran dilakukan dalam tiga langkah yaitu kegiatan awal, inti dan akhir. Pengelolaan pembelajaran meliputi pengelolaan ruang dan siswa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam bentuk foto dan video. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data yang dilakukan menggunakan jenis analisis Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik atau metode. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, strategi pembelajaran ektrakurikuler Reog Mini di SMP Negeri 1 Ponorogo mencakup (1) pengorganisasian pembelajaran guru ekstrakurikuler Reog Mini tidak membuat perencanaan pembelajaran berupa RPP akan tetapi membuat program kerja yang di buat oleh guru, sekolah memberikan kebebasan pada guru untuk mengembangkan materi dalam proses pembelajarannya sendiri, (2) Penyampaian pembelajaran materi Reog Mini dengan menggunakan metode ceramah, drill, dan demonstrasi dan, (3) Pada pengelolaan pembelajaran, guru mengarah pada pengelolaan ruang dan pengelolaan siswa. Pengelolaan ruang mengacu pada pengkondisian ruangan yang dipakai, agar tercipta suasana nyaman pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan, pengelolaan siswa lebih mengacu pada bagaimana guru dapat mengatasi permasalahan individu dan permasalahan kelompok yang terjadi dalam kelas, sehingga seluruh siswa dapat memahami materi yang diberikan oleh guru tanpa pengecualian. Kesimpulan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga hal pokok dalam strategi pembelajaran Reog Mini, yaitu pengorganisasian pembelajaran, penyampaian pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran. Saran dari hasil penelitian tersebut adalah (1) Bagi penelitian sejenis dapat menjadi acuan penelitian, (2) Untuk instansi pendidikan yang terkait, upaya guru ekstrakurikuler dalam mempertahankan prestasi dapat diapresiasi, sehingga pembelajaran seni tari bisa tercapai maksimal dan, (3) Untuk kegiatan Reog Mini di tingkat SMP, bagaimana caranya anak usia 12-14 tahun membawakan tari Dadak Merak yang berukuran 25-30 kg
WAJAH MANUSIA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI DIGITAL
ABSTRAKIhwan Hadi, Mohammad. 2016. Wajah Manusia Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Digital. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Didiek Rahmanadji, M.Pd, (II) Drs. Andi Harisman.Kata Kunci: Wajah Manusia, Penciptaan, Seni DigitalWajah manusia merupakan salah satu bagian dari anatomi tubuh yang paling dominan diantara bagian tubuh lainya. Dimana dalam berinteraksi antar sesama manusia, hal yang utama menjadi perhatian adalah wajahnya itu sendiri, dan wajah selain sebagai untuk mengingat atau membayangkan orang lain, wajah juga merupakan ciri khas atau sebagai identitas seseorang.Pada penciptaan ini, penulis mengambil ide atau gagasan berkarya dari wajah manusia yaitu wajah beberapa dosen yang pernah mengajar serta membimbing dalam perkuliahan. Ide atau gagasan tersebut diwujudkan dalam karya seni digital. Seni digital dipilih oleh penulis sebagai media berkreasi dalam mengekspresikan jiwa.Proses dalam penciptaan karya seni digital ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek representasional. Setelah itu menentukan karakteristik karya, kemudian menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan. Jika semuanya sudah terpenuhi untuk langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu mengolahnya dalam komputer. Setelah itu proses detail karya untuk penegasan cahaya gelap terang serta bentuk dan yang terakhir adalah mencetak karya mengunakan mesin cetak.Penulis menampilkan 6 karya seni digital dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk dan ruang, warna, serta tekstur sebagai simbolisasi dari konsep. Menggunakan karakteristik karya dengan bentuk-bentuk serta partikel geometris. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni digital. Mulai dari perancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan diskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi penulis maupun sudut pandang orang lain
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI 2D TENTANG KOMPETENSI MENGGAMBAR FLORA, FAUNA DAN ALAM BENDA UNTUK SISWA KELAS VII SMP
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar yang dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Kurangnya media pembelajaran dan guru kurang bisa membuat media pembelajaran mengingat pentingnya media pembelajaran sebagai penunjang proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran seni budaya khususnya pada kompetensi menggambar flora, fauna dan alam benda, media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting. Tujuan peneliti ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis animasi 2d mengenai menggambar flora, fauna dan alam benda. Model penelitian yang digunakan adalah model Five D dari Moeljadi Pranata (2012) yaitu (1) define, (2) data, (3) design, (4) develop, dan (5) disseminate. Produk final diuji kelayakannya oleh 2 orang ahli media, 2 orang ahli materi dan 20 orang subjek uji coba kelompok kecil yakni siswa kelas VII SMP. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang berupa kuisioner dengan jenis angket yang hasilnya dianalisis dengan menggunakan teknik persentase yang kemudian dikonversikan dengan tabel kriteria kelayakan. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan ini sangat layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas dengan rerata 84%. Dari validasi ahli materi dihasilkan rerata 88%.Selain uji validasi, uji coba lapangan juga menunjukan hasil positif dengan persentase 92 % yang artinya masuk dalam kategori sangat valid dan sangat layak untuk digunakan. Pengembangan ini telah menghasilkan media pembelajaran berbasis animasi 2d tentang kompetensi menggambar flora, fauna dan alam benda untuk siswa kelas VII di SMP dengan spesifikasi sebagai berikut: (a) menggunakan software Adobe FlashCS3,(b) isi produk : kompetensi menggambar flora, fauna dan alam benda, objek gambar, teknik gambar dan animasi flora, fauna dan alam benda, (c) pewarnaan full color, (d) menggunakan bahasa Indonesia (e) dikemas dalam bentuk CD (digital). Berdasarkan hasil pengembangan, dapat disarankan bagi pengembang produk yang sama, agar dapat dilakukan dengan uji coba secara berulang-ulang pada subjek yang lebih besar dan diharapkan pengembang selajutnya dapat mengembangkan media dengan materi selanjutnya dari karya menggambar flora, fauna dan alam benda
Pengembangan Media Audio Visual Promosi Pariwisata Banyuwangi
ABSTRAKPramana, Bagas. Marga. 2016. Pengembangan Media Audio Visual Promosi Pariwisata Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M. SnKata Kunci: Media, audio visual, promosi, pariwisata BanyuwangiAda berbagai media promosi yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi dan banyak bentuknya. Saat ini merupakan era digital yang menjadi acuhan pemerintah Banyuwangi untuk lebih mengenalkan objek pariwisatanya keluar daerah bahkan luar negeri. Maka dari itu pengembangan media promosi pariwisata Banyuwangi tengah di bangun agar lebih menarik minat wisatawan untuk datang ke Banyuwangi. Dinas Pariwisata Banyuwangi memberikan sikap positif tentang adanya itu. Bertolak dari latar belakang tersebut, penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media audio visual promosi pariwisata dalam bentuk Adobe Flash yang berjudul The Other Diamond of Banyuwangi.Pengembangan ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall yang dimodifikasi. Prosedur pengembangannya terdiri dari enam langkah antara lain: 1)penelitian dan pengumpulan data; 2) perencanaan draf produk; 3) pengembangan draf media dan validasi ahli; 4) uji coba kelompok kecil; 5) revisi produk hasil uji kelompok kecil; 6) hasil produk. Jenis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif dari validator ahli materi dan ahli media beserta responden saat uji coba lapangan. Instrumen yang digunkan dalam mengambil data kuantitatif berupa angket yang diisi oleh para validator, sedangkan instrumen untuk mengambil data kualitatif berupa kritik dan saran dari para validator dalam bentuk tertulis.Hasil penelitian pengembangan adalah sebagai berikut: 1) penilaian kuantitatif dari uji ahli media adalah 76,78% yang meliputi penilaian pada tampilan media, penyajian, daya tarik, komposisi warna, ukuran font, jenis font dan bahasa. Media promosi valid dan perlu perbaikan di bagian visual dan komposisi warna; 2) penilaian kuantitatif dari uji ahli materi adalah 39,3% yang meliputi penilaian pada kebenaran dari materi, isi materi pada media, penyajian materi, dan kesesuaian materi. Angka tersebut menunjukkan materi kurang valid dan masih kurang layak dan perlu adanya banyak perbaikan pada isi materi terutama penambahan objek pariwisata; 3) penilaian kuantitatif dari responden yang khususnya dari daerah luar daerah Banyuwangi adalah 60,6%. Penilaian tersebut mencakup daya tarik dan keefektifan media promosi. Angka tersebut menunjukkan bahwa produk layak untuk dijadikan media promosi namun saran dari responden, masih perlu sedikit aspek tambahan seperti objek pariwisata alam dan budaya, komposisi warna pada layout juga perlu adanya penambahan. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk penelitian selanjutnya adalah konten pada media selanjutnya hendaknya lebih diperdalam dan diperluas. Disarankan juga agar dapat dilakukan dengan uji coba secara berulang-ulang pada subjek yang lebih besar
Prosedur teknik pembuatan produk kerajinan cor kuningan “UD Budha Spesial” Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi,
ABSTRAK Rifa’i Syaikhuddin, Mochammad. 2017. Prosedur teknik pembuatan produk kerajinan cor kuningan “UD Budha Spesial” Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :Drs. A.A.G Rai Arimbawa M.Sn. Kata Kunci : Kriya, Cor Kuningan, Mojokerto Potensi industri kriya cor logam merupakan salah satu hasil kerajinan di Jawa Timur. Salah satunya ada di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Diantaranya adalah cor logam kuningan benda-benda kuno peninggalan sejarah dengan program pelestarian budaya. Hasil kriya cor logam masih dipengaruhi dari kerajaan Mojopahit. Tujuan dari potensi industri ini untuk program pelestarian budaya dan kegiatan pengembangan potensi di bidang ekonomi khususnya ekonomi kreatif. Pembuatan cor kuningan adalah salah satu cara untuk melestarikan warisan benda-benda kuno. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup proses produksi, bentuk kriya cor logam, dan pemasaran cor logam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan kebahasaan dalam bentuk deskripsi dan paparan data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen pengrajin cor kuningan itu sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan Trianggulasi data. Kegiatan analisis data di mulai dari tahap I Proses pra produksi, Tahap II Proses Produksi, dan Tahap III finishing. Berdasarkan hasil analisis data tersebut di peroleh hasil penelitian prosedur proses pembuatan produk kerajinan cor kuningan “ UD. Budha Spesial” Trowulan. Proses tersebut diantaranya yaitu Pertama, tahap persiapan atau pra produksi yang diperlukan adalah alat dan bahan yang berpengaruh pada saat proses pembuatan karya kerajinan. Alat dan bahan tersebut meliputi lilin malam, tanah liat, dan bahan kuningan. Kedua, tahap produksi, pada tahap produksi ini terdapat beberapa prosedur diantaranya adalah pembuatan model awal, finishing model, ndalani, naceli, mill, mbungkus, mbakar, ngecor, mbukaki, dan proses lanjutan. Ketiga, tahap finishing yaitu tahap produksi akhir yang tahapannya hanya menggunakan gerinda dan las. Pada tahap ini pengrajin lebih banyak menggunakan teknik natural dan buatan. Untuk menambahkan keunikan tersendiri dapat melapisinya dengan cilbu pelindung semir, dan juga dengan menggunakan HCl (asam klorida) untuk menghasilkan efek kuno yang unik. Perlu adanya pengembangan gaya dan bentuk kerajinan cor kuningan ‘UD. Budha Spesial” Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, sehingga produk yang dihasilkan lebih bervariasi dan unik. Produksi kerajinan cor kuningan diperlukan pengembangan desain kerajinan cor kuningan melalui eksplorasi bentuk dan motif yang memiliki nilai artistik. Perlu adanya pemanfaatan media (alat dan bahan) yang lebih bervariasi, sehingga dapat menimbulkan kesan khusus yang diperoleh sebagai efek dan penggunaan alat dan bahan yang berbeda. Dengan adanya penelitian ini dapat menjadi acuan bagi daerah Kabupaten Mojokerto agar mengembangkan pemasaran produk cor kuningan dilingkup dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga pengrajin di daerah Kabupaten Mojokerto dapat lebih berkembang.
Perancangan Katalog Produk Wifisen Souvenir Untuk Memperluas Segmentasi Pemasaran
ABSTRAK Wifisen souvenir sebagai salah satu brandberdiri sejak 2015 yang mempunyai souvenir wisuda yang unik yakni bisa berpendar dalam gelap dan karakter yang merepresentasi wisudawan. Wifisen souvenir mempunyai segmentasi pasar baru di Taman kanak-kanak namun media promosi digunakan belum efektif. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya perancangan media promosi.Data perancangan diperoleh dari kajian lapangan menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan di Jalan Untung Sudiro no.18 Kota Malang sedangkan wawancara dilakukan oleh founder dan manager Wifisen Souvenir terkait media promosi yang digunakan selama merintis hingga mengembangan produk tersebut. Sementara studi dokumentasi dilakukan untuk menilik perjalanan pengembangan WifisenSouvenir sehingga berdasarkan kajian data ini bisa memperoleh media promosi yang sesuai dan efektif untuk Wifisensouvenir.Hasil kajian lapangan yang dilakukan bahwa Wifisensouvenir mempunyai kelebihan produk dibanding souvenir lain, peluang usaha atas pencampaian dalam pekan kreatifitas mahasiswa nasional dan strategi penjualan menggunakan reseller (orang yang membantu menjualkan produk Wifisensouvenir). Namun reseller tersebut kesulitan menjelaskan dengan lengkap produk, harga lengkap, diskon maupun testimoni produk. Perancangan ini dilakukan dengan tujuan membuat media promosi yang efektif sehingga media katalog menjadi solusi atas permasalahan media yang kurang efektif dalam promosi WifisenSouvenir. Perancangan media promosi berupa katalog memuat informasi lengkap mengenai produk sehingga baik marketing dan reseller mampu menjelaskan secara jelas kepada calon konsumen produk Wifisensouvenir. Pembuatan katalog yang dimulai dari proses sketsa, comprehensive layout dan final layout. Selain itu, dengan tujuan untuk mengefektifkan media promosi yang digunakan sebelumnya, mengembangkan brosur, poster, banner, dan booklet
Peran Aminullah Pada Grup Band Ru+Sak Di Kota Probolinggo Periode 2011-2016
ABSTRAK Aly, Gusti Muhammad Chaidir.2017. PeranAminullahPadaGrup Band Ru+Sak Di Kota ProbolinggoPeriode 2011-2016.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra.Hj. E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd (II) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata kunci :Peran Aminullah, GrupBand Ru+Sak , Kota Probolinggo, Periode 2011-2016Di kota Probolinggo, terdapat sebuah grup band fenomenal yang bernama Ru+Sak. Band ini terbentuk pada tahun 2011.Ru+Sak band adalah singkatan dari kata RumahSakit. Filosofi band ini terbentuk karena sebagian personil band ini adalah karyawan Rumah Sakit Dr. Moh. Saleh kota Probolinggo. Band ini bergenre Dangdut Mix yang memadukan music dangdut dengan music pop, rock, blues, jazz, dan reggae. Keunikan grup ini memiliki tema yang berkaitan dengan medis pada judul lagunya : Suntik Cinta, UGD (Untung Gue Dapet), Bius (Biasa Usilin) aku, Obat Galau, 3x Sehari, Resep Cinta, dan Sakit Hati Ini. Dengan keunikan tersebut, pada tahun 2016 grup band ini menjadi topik di beberapa media sosial. Dibalik kesuksesan dari grup band ini, terdapat seseorang yang berperan penting yang membawa grup band ini menjadi dikenal oleh masyarakat, yaitu Aminullah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Aminullah pada grup band Ru+Sak di kota Probolinggo periode 2011-2016.Metode penelitian kualitatifdenganpendekatandeskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian ini pada periode 2011-2012 Aminullah berperan sebagai pemimpin sekaligus pendiri band. Aminullah berperan sebagai pemain keyboard sekaligus arranger pada aransemen lagu Syahdu (Rhoma Irama) dan lagu Suci Dalam Debu (Iklim). Periode 2013 Aminullah berperan sebagai public speaking, pemain keyboard, dan composer lagu Obat Galau. Periode 2014-2016 Aminullah berperan mengembangkan band untuk entertainmen dan industry musik. Aminullah juga berperan sebagai pemain keyboard dan composer lagu Suntik Cinta. Maka dapat disimpulkan bahwa peran Aminullah pada grup band Ru+Sak di kota Probolinggo disajikan dalam tiga periode. Periode 2011-2012, periode 2013, dan periode 2014-2016. Aminullah sebagai pendiri, pemimpin, pemain keyboard, arranger, dan komposer memberikan kontribusi dalam keberhasilan grup Ru+Sak band. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran untuk peneliti lain adalah melakukan penelitian tentang karya music Aminullah pada Ru+Sak band, dan bentuk music Ru+Sak band agar masyarakat luas lebih mengenal tentang Ru+Sak band