SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN UKM “RISMA” SEBAGAI PRODUK UNGGULAN SURABAYA UTARA DALM UPAYA MEREBUT PANGSA PASAR
Kurniawati Nita 2016.Perancangan Desain Kemasan UKM “Risma” Sebagai Produk Unggulan Dalam Upaya Merebut Pangsa Pasar. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni Dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci : Desain Kemasan , Risma, Pangsa Pasar Surabaya memiliki berbagai tempat wisata, salah satunya yaitu pantai kenjeran. Di daerah kenjeran terdapat banyak UKM yang memproduksi hasil olah laut. UKM “Risma” merupakan pusat produksi kerupuk laut khas Kenjeran. Beberapa produk ungulan dari UKM “Risma” seperti lorjuk, terung, teripang, dan telor teripang sangat digemari oleh wisawatan yang berkunjung. Namun kemasan yang digunakan untuk produknya masih menggunakan plastik biasa dan belum bisa bersaing dengan produk oleh-oleh lainnya. Oleh sebab itu UKM “Risma” memerlukan perancangan desain kemasan pada produk unggulannya. Perancangan desain kemasan ini bertujuan untuk merebut pangsa pasar dan memaksimalkan fungsi kemasan yang tidak hanya sebagai pelindung produk. Hasil yang diharapkan dari perancangan desain kemasan ini adalah meningkatnya promosi dan daya saing pda produk unggulan UKM “Risma”. Perancagan ini menggunakan metode dari Sadjiman Ebdi Sanyoto, Pengumpulan data dengan cara wawancara,observasi, dan dokumentasi menghasilkan data kemasan yang diperlukan oleh UKM “Risma” diantarannya kemasan primer, kemasan sekunder dan tersier. Media pendukung lain yang diperlukan untuk memaksimalkan daya tarik pangsa pasar adalah iklan majalah, poster, brosur, flyer, dan x-banner.
Perancangan Geographical Mapping Wisata Peternakan Digital Berbasis Virtual Reality
ABSTRAK Pambudi Dian Kurnia.2016.Perancangan Geographical Mapping Wisata Peternakan Digital Berbasis Virtual Reality. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Andy Pramono, S.Kom, M.T. (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, Wisata Digital, Virtual Reality, Peternakan. Peternakan di Indonesia merupakan potensi yang sangat besar baik dari hasil susu atau daging. Generasi-generasi kedepan sebaiknya melestarikan hal ini dan mengembangkan menjadi lebih baik. Wisata adalah salah satu cara mengenalkan hal-hal tersebut kepada anak-anak agar timbul ketertarikan sejak dini. Media wisata adalah faktor penunjang keberlangungan dan ketertarikan masyarakat terhadap sektor usaha ini, namun untuk anak-anak akan terhambat oleh faktor keamanan mereka terhadap penyakit-penyakit hewan yang sangat kuat dan mudah menyebar. Wisata virtual adalah solusi untuk permasalahan tersebut. Wisata Virtual yang telah ada berupa foto-foto melalui blog, video, dan foto 360. Namun, media-media yang ada tersebut dikhususkan untuk dewasa, yang telah mampu mengakses dan memahami penggunaan media-media tersebut. Peternakan juga perlu dikenalkan kepada anak-anak agar mereka mengetahui proses dan pembagian wilayah apa saja yang ada di dalam peternakan sapi. Sehingga untuk mennyampaikan informasi peternakan ini membutuhkan media lain yang sesuai dan juga disukai anak-anak, salah satunya adalah virtual reality. Konten dalam wisata digital melalui virtual reality kan menarik perhatian anak untuk berpetualang di dalamnya. Virtual reality yang menawarkan cara baru menikmati suasana ini ditambahkan dengan lingkungan animasi tiga dimensi dengan warna dan tekstur akan banyak disukai anak-anak. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk dimana menggunakan prosedur yang dikemukakan oleh Bruce Archer. Langkah-langkah prosedural yang dilakukan dalam proses perancangan ini dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Perancangan ini menghasilkan wisata digital virtual reality yang menjelaskan pembagian-pembagian lokasi pada peternakan sapi perah yang perlu disampaikan kepada anak. Virtual reality ini berupa aplikasi android berformat .apk sebagai media utama, sedangkan untuk media pendukung berupa augmented reality, x-banner, poster, cover CD, T-shirt, dan stiker
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI OBYEK WISATA RELIGI KEDIRI
Putra Eka Cahya Winantya. 2016. Perancangan Media Promosi Obyek Wisata Religi Kediri. Skripsi, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M.Hum, (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Media Promosi, Obyek Wisata Religi, Kediri Banyak sekali potensi wisata yang terdapat di Kota dan Kabupaten Kediri, terutama potensi wisata religi seperti, Situs Setono Gedong, Pura Sekartaji, Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Gua Maria Puhsarang, dan Petilasan Sri Aji Joyoboyo. Tetapi kurangnya dukungan promosi menjadi salah satu kendala dalam pengembangan wisata religi yang ada di Kediri. Tujuan dari perancangan media promosi wisata religi Kediri adalah untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan yang mengunjungi obyek wisata religi di Kediri. Perancangan ini menggunakan model perancangan metode dari Sanyoto. Tahapan perancangan berawal dari merumuskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, identifikasi data, sintesis, konsep perancangan media utama dan media pendukung, dirancang melalui tahap perencanaan media dan perencanaan kreatif, yang kemudian menghasilkan desain final. Hasil perancangan ini adalah berupa video tentang wisata religi di Kediri berdurasi 60 detik dan berukuran 1280 x 720 px, poster berukuran A1, leaflet berukuran three fold, x-banner berukuran 160 x 60 cm, dan katalog wisata berukuran 27 x 21 cm.
Perancangan Media Promosi Band Indie Beeswax Melalui Single "Refugee"
ABSTRAKHerlando, Ericko. 2016. Perancangan Media Promosi Band Indie Beeswax Melalui Single "Refugee". Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn.Kata Kunci: 'Beeswax', media promosi, band indie, single "Refugee".Beeswax adalah salah satu band berasal dari kota Malang yang dibentuk pada akhir 2014. Beeswax mempunyai karya lagu yang tergolong unik. dalam segi prestasi Beeswax sudah malang-melintang di beberapa event indie di Indonesia. Dengan sejumlah prestasi yang sudah diraih, Beeswax masih mempunyai beberapa kekurangan dalam hal berpromosi. promosi yang sudah dilakukan berupa penyebaran lagu secara online dan melalui media CD.Tujuan dari perancangan media promosi band indie Beeswax melalui single "Refugee" ini adalah untuk meningkatkan promosi bandBeeswax dalam peluncuran single terbarunya yang berjudul "Refugee" agar lebih dikenal oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam perancangan ini dilandasi oleh teori dari Sanyoto Sadjiman (2006). Teknik yang digunakan untuk menyatukan data-data yang telah ada adalah identifikasi, analisis, sintesis, konsep perancangan, visualisasi desain, dan desain final. Kerangka teori dikumpulkan dari beberapa sumber yang berasal dari observasi, wawancara, buku dan internet.Perancangan ini menghasilkan media utama berupa video klip dengan durasi 4 menit dengan ide cerita yang berasal dari lirik lagu "Refugee". Didalam video klip tersebut menceritakan tentang seorang pemuda yang dalam hidupnya dianggap seperti boneka, dimana dia tidak pernah mendapatkan perhatian dari orang-orang disekitarnya. Dan untuk mendukung promosi band Beeswax diperlukan media pendukung berupa video teaser dengan durasi 30 detik untuk melakukan promosi melalui media sosial dan juga bisa digunakan sebagai bumper saat Beeswax sedang melakukan konser. kemudianboxset yang berisi beberapa merchandise dari band Beeswax yaitu kaos, flashdisk, stiker, buku profile band Beeswax, dan poster yang digunakan untuk mempromosikan band indie Beeswax melalui single"Refugee".ABSTRACTHerlando Ericko. 2016. Indie Band Campaign Media Design Beeswax Through Single "Refugee". Thesis, Department of Art and Design, Visual Communication Design Program, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn.Keywords: 'Beeswax', promotion media, indie band, single "Refugee".Beeswax is one of the band comes from the city of Malang that was formed at the end of 2014. Beeswax has a track work that is unique. in terms of achievement Beeswax has been crisscrossing some indie events in Indonesia. With a number of accomplishments already achieved, Beeswax still has some shortcomings in terms of promotion. promotion has been done in the form of the spread of songs online and via CD media.The purpose of designing a media campaign through a single Beeswax indie band "Refugee" is to enhance the promotion of the band Beeswax in the launch of a new single titled "Refugee" to be more recognized by the public.The method used in this design is based on the theory of Sanyoto Sadjiman (2006). The technique used to integrate data that has been there is the identification, analysis, synthesis, design concept, design visualization, and the final design. The theoretical framework gathered from several sources derived from observation, interviews, books and the internet.This design resulted in major media such as video clips with length of 4 minutes with the story idea came from the lyrics of the song "Refugee". In the video clip tells the story of a young man in her life is considered as a doll, which he never get the attention of the people around him. And to support the promotion of the band Beeswax needed media support in the form of a teaser video with a duration of 30 seconds to do promotions through social media and can also be used as a bumper when Beeswax is doing a concert. then boxset which contains some of the band's merchandise Beeswax namely shirts, flash, stickers, books Beeswax band profile, and posters were used to promote indie band Beeswax through a single "Refugee".
Hubungan Penggunaan Metode Tutor Sebaya Dengan Hasil Belajar Kompetensi Pengetahuan Tari Grebeg Sabrang kelas VII SMP Negeri 1 Malang
ABSTRAKRahmawati Lutfi Maulina. 2016. “Hubungan Penggunaan Metode Tutor Sebaya Dengan Hasil Belajar Kompetensi Pengetahuan Tari Grebeg Sabrang kelas VII SMP Negeri 1 Malang”. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd, (II) Tutut Pristiati, S.Sn.Kata Kunci : metode tutor sebaya, Grebeg Sabrang, SMPPenggunaan metode tutor sebaya pada mata pelajaran seni budaya (seni tari) materi gerak tari Grebeg Sabrang sesuai dengan pola lantai dan level menampilkan respon yang sangat baik dan efektif digunakan dalam pembelajaran kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan metode tutor sebaya memberikan banyak peningkatan pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bagaimana penggunaan metode tutor sebaya pada mata pelajaran seni budaya tari Grebeg Sabrang (2) bagaimana hubungan penggunaan metode tutor sebaya dengan hasil belajar kompetensi pengetahuan tari Grebeg Sabrang kelas VII SMP Negeri 1 Malang.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan teknik pengumpulan data berupa tes, data dianalisis dengan bantuan software komputer SPSS 16.00 for windows. Dalam penelitian ini menggunakan variabel terikat atau independent variable yaitu hasil belajar (Y), sedangkan variabel bebas atau idependent variable adalah metode tutor sebaya (X). Pada pertemuan pertama sampai kelima kelas eksperimen mendapatkan materi dengan penggunaan metode tutor sebaya dan kelas kontrol mendapatkan materi dengan penggunaan metode demonstrasi, setelah pertemuan kelima diadakan tes untuk mengetahui ada tidaknya hubungan penggunaan metode tutor sebaya dengan hasil belajarsiswa.Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa: (1) penggunakan metode tutor sebaya pada kelas eksperimen menampilkan respon yang sangat baik dan efektif digunakan dalam pembelajaran tari Grebeg Sabrang. Penggunaan metode tutor sebaya memberikan banyak peningkatan bagi siswa salah satunya adalah hasil belajar, (2) hubungan penggunaan metode tutor sebaya dengan hasil belajar kompetensi pengetahuan tari Grebeg Sabrang mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Pada kelas eksperimen, terbukti 32 responden menggambarkan hasil belajar pada klasifikasi sangat tinggi, 3 responden menggambarkan hasil belajar pada klasifikasi tinggi, 2 responden menggambarkan hasil belajar pada klasifikasi cukup dan 0 responden menggambarkan hasil belajar pada klasifikasi rendah dan sangat rendah. Pada kelas kontrol 29 responden menggambarkan hasil belajar pada klasifikasi sangat tinggi, 6 responden menggambarkan hasil belajar pada klasifikasi tinggi, 2 responden menggambarkan hasil belajar pada kalsifikasi cukupdan 0 responden menggambarkan hasil belajar pada kalsifikasi rendah dan sangat rendah. Setelah diadakan uji independent sample t test hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh rata-rata skor (mean) pada kelas eksperimen 88.78 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol 80.00. Hasil perhitungan analisis korelasiProduct Moment Pearson diperoleh nilai rhitung sebesar 0,598 yang berarti lebih besar dari nilai rtabel 0,225 pada analisis korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan SPSS 16.00 for windowsdengan jumlah sampel 74 responden. Berdasarkan hasil korelasi tersebut dapat diketahui bahwa hipotesis diterima, yang berarti ada hubungan positif antara penggunaan metode tutor sebaya dengan hasil belajar kompetensi pengetahuan tariGrebeg Sabrang kelas VII SMP Negeri 1 Malang.Saran dalam penelitian ini, diharapkan guru dapat mengoptimalkan penggunaan metode pembelajaran pada mata pelajaran seni budaya (seni tari) untuk meningkatkan hasil belajar siswa, pendidik dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi salah satunya adalah metode tutor sebaya, peserta didik menggunakan bahasa yang lebih akrab. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama
Survei Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari Di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo Dalam Meraih Prestasi
ABSTRAK Infantri, Rahayu Dian. 2016. Survei Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo Dalam Meraih Prestasi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd, (II) Tutut Pristiati, S.Sn Kata Kunci : Survei pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari, pembelajaran, SMAN 1 Dringu SMAN 1 Dringu merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Probolinggo yang memberikan kemampuan, keterampilan, juga kreativitas yang tinggi terhadap peserta didik dalam mata pelajaran, khususnya dalam mata pelajaran seni budaya sub seni tari. Pihak sekolah menambahkan kegiatan ekstrakurikuler seni tari di luar pendidikan intra sekolah. Ekstrakurikuler seni tari merupakan kegiatan yang dilakukan di luar kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum). Ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu telah meraih berbagai macam prestasi dalam perlombaan baik dalam maupun luar kota, namun dalam perencanaannya tidak ditemukan adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Apakah karena pelaksanaannya yang menyebabkan ekstrakurikuler seni tari dapat meraih berbagai prestasi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan survei pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumen. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, merangkum data (memfokuskan pada data yang diperlukan), membuang data yang tidak diperlukan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara menguji kredibilitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler seni tari metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, imitasi, teman sejawat, penugasan, sedangkan media yang digunakan hanya tape recorder danhandphone, materi yang diajarkan di antaranya adalah tari Ting genting (ris-baris), Gelang saka, dan Labas, dan kegiatan pembelajaran meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Namun dalam perencanaan pembelajarannya tidak menggunakan RPP.Dari hasil penelitian ini pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu kurang baik, sehingga disarankan agar guru membuat perencanaan pembelajaran secara tertulis sesuai dengan Permendikbud No 62 Tahun 2014 dan menyusun RPP sesuai pedoman kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga perlu menambah metode-metode yang sesuai dengan metode pembelajaran ekspresi seni tari agar dapat membantu menyempurnakan hasil akhir sesuai target ketercapaian. Juga diharapkan untuk pihak sekolah hendaknya menambah sarana prasarana dan fasilitas lain yang dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu dan merangsang psikologis siswa agar dapat lebih percaya diri dalam meraih prestasi, terutama dalam bidang berkesenian.
Rekonstruksi Tari Kupu Cedung Karya Sayun Sisiyanto di Desa Mangir kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi
ABSTRAK Mega Sari, Nily. 2016. Rekonstruksi Tari Kupu Cedung Karya Sayun Sisiyanto di DesaMangirKecamatanRogojampiKabupatenBanyuwangi. Skripsi ,Jurusan Seni danDesain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd (II) Rully A. Zandra, M.Sn,M.Pd Kata Kunci: rekonstruksi, tarikupuCedung, Sayun, Banyuwangi. Tari Kupu Cedung adalah tari tradisi yang merupakan kiblatter ciptanya tari anak-anak yang mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu mengambil tema binatang kupu-kupu. Namun keberadaannya sempat vakum dan kemudian di rekontruksi kembali oleh penciptanya. Tari Kupu Cedung menceritakan segerombol kupu-kupu yang sedang bermain. Dengan mempelajari tari Kupu Cedung bertujuan untuk kepada anak-anak memiliki sikap untuk saling mengasihi sehingga pendidikan moral mereka sudah di tanamkan sejak dini lewat media tari. Untuki tu pula di ungkap lebih dalam mengenai rekonstruksi tari kupu Cedung . mendiskripsikan bagaimana pencipta tari kupu Cedung yaitu Sayun dalam melakukan proses rekonstruksi dan bagaimana bentuk tari kupu Cedung setelah mengalami proses rekonstruksi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif di mana bentuk penyajian data berupauraian kata-kata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Kegiatananalisis data dilakukan selama dan setelah proses penelitian dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rekonstruksi tari Kupu Cedung saat ini telah mempunyai bentuk tari baru yang memiliki tiga belas ragam gerak, perubahan penggunaan sewe kmenjadi celana, penambahan instrument music angklung serta dalam proses rekonstruksi terjadi dua belas proses tahapan yang jika di kelompokkan menjadi proses perancangan, proses kreatifdan proses rekaman. Rekonstruksi tari kupu Cedung dapat disimpulkan bahwa duabelas tahapan proses rekonstruksi berhasil mengubah bentuk ragam gerak, tata rias dan busana, serta music iringan tari kupu Cedung. Bentuk tari yang semula terdiri dari lima ragam gerak, penggunaan sewek dantan paangklung; berubah menjadi tiga belas ragam gerak, penggunaan celana dan penambah an intrumen music angklung. Saran untuk penelitian ini adalah penelitian masih belum komperhensif Karena masih meneliti tentang bagaimana prosesnya dan bentuk ragam gerak, belum meneliti secara luas tentang bagaimana secaraspesifik ragam gerak tersebut mampu menyuarakan isi hati penciptanya dan bagaimana masyarakat luas dapat menerima kembali tari kupu Cedung setelah mengalami rekonstruksi.
Peningkatan Hasil Belajar Tari Nusantara Melalui Model Project Based Learning Dengan Metode Duplikasi Pada Siswa Kelas X-3 SMAN 1 Tanjunganom.
ABSTRAKAdiati,Retno.2016.Peningkatan Hasil Belajar Tari Nusantara Melalui Model Project Based Learning Dengan Metode Duplikasi Pada Siswa Kelas X-3 SMAN 1 Tanjunganom. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra.Ninik Harini, M.Sn.Kata Kunci : Peningkatan, Hasil Belajar, Metode Duplikasi.Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran Seni Budaya bidang studi Seni Tari kelas X-3 SMA Negeri 1 Tanjunganom diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni tari berada di bawah KKM.Tingkat kerjasama siswa dalam satu kelas sangat kurang, hal itu dapat dilihat dari masing-masing siswa yang kurang kooperatif dan tidak mau bekerjasama dalam pembelajaran.Keaktifan siswa kurang tampak, itu terlihat ketika guru menyampaikan materi, sebagian besar proses pembelajaran berpusat pada guru,sehingga siswa kurang bersemangat dalam pembelajaran Seni Budaya sub bidang Seni Tari karena guru hanya menerapkan metode ceramah dan tanya jawab. Sebanyak 21 siswa dengan prosentase 60% siswa masih belum memenuhi KKM yaitu (80).Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar Tari Nusantara pada siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Tanjunganom melalui penerapan Metode Duplikasi.Penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas), dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Pelaksanaannya dilakukan dalam 2 siklus yaitu Siklus I dan Siklus II. Prosedur penelitian meliputi 4 tahap yaitu (1) Perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi(4)refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi,dan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang mencapai nilai di atas KKM (80) sejumlah 14 siswa dengan prosentase 40%, dan siswa yang mencapai nilai dibawah KKM (80) sejumlah 21 siswa dengan prosentase 60%. Oleh karena itu, dilakukan siklus II. Pada siklus II siswa yang mencapai nilai di atas KKM (80) sejumlah 33 siswa dengan prosentase 94,28%, dan siswa yang mencapai nilai di bawah KKM (80) sejumlah 2 siswa dengan prosentase 5,71%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode duplikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa hingga mencapai 94,28%.Berdasarkan hasil penelitian disarankan guru dapat menggunakan Metode Duplikasi sebagai salah satu alternatif metode yang dapat digunakan pada setiap pembelajaran Seni Budaya sub bidang seni tari di semua kelas X.
Perancangan Video Infografis Beerbasis Animasi 3D Sebagai Media Promosi Topeng Malang
ABSTRAKHasan, Jeffri. 2016. Perancangan Video Infografis Berbasis Animasi Tiga Dimensi Sebagai Media Promosi Topeng Malang. Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si.Kata Kunci:Video Infografis, Animasi, Media Promosi, Seni Pertunjukan Topeng Malang Video infografis tentang seni pertunjukan topeng Malang adalah video infografis yang dapat memperkenalkan seni tradisi asal kota Malang. Memperkenalkan seni pertunjukan topeng Malang kepada masyarakat dan menghasilkan produk berupa video yang dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi merupakan tujuan dari perancangan ini.Belum banyak media video yang membahas tentang budaya lokal Indonesia, maka dari itu perlu dibuat media berupa video yang mengenalkan kepada anak tentang budaya lokal asli indonesia yang mulai dilupakan.Perancangan ini menggunakan perancangan prosedural yang menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan sebuah produk. Perancangan ini menggunakan metode perancangan Bruce Archer.Hasil perancangan berupa video infografis berbasis animasi tiga dimensi sebagai media promosi topeng Malang yang difokuskan pada seni pertunjukan topeng Malang. Perancangan ini menghasilkan 2 jenis produk, produk utama berupa video infografis berdurasi 00:02:38 dengan resolusi 1280x720 px, dan produk media pendukung yang berupa x-banner, poster, kaos, cover cd, cd label, stiker, teaser atau iklan tvc. Melalui hasil perancangan media ini, diharapkan masyarakat khususnya warga kota Malang dapat mengetahui seni tradisi lokalnya sendiri dan mampu melestarikannya agar tidak punah
STRUKTUR PENYAJIAN DAN BENTUK MUSIK IRINGAN PADA KESENIAN JARANAN JUR DI DESA SUKOREJO, KECAMATAN SUTOJAYAN, KABUPATEN BLITAR
ABSTRAKYoeana, Dika Alus. 2015. Struktur Penyajian dan Bentuk Musik Iringan pada kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra, Ida Siti Herwati, M.Pd, (2) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si.Kata kunci: Struktur Penyajian, Bentuk Musik Iringan Kesenian Jaranan JurKesenian Jaranan Jur adalah kesenian Jaranan yang berasal dari Kabupaten Blitar tepatnya di desa Sukorejo. Struktur penyajiannya terdapat pukulan musik yang terbagi lima adegan dan bentuk musik iringan pada kesenian Jaranan Jur menggunakan lima jenis instrumen yaitu kendang, kenong, gong, angklung dan sronen yang memakai nada pelog sebagai salah satu pelarasannya. Kesenian Jaranan Jur ini dipagelarkan saat menginjak hari raya besar Suro untuk memperingati Nabi Muhammad S.A.W di depan rumah Gunaryanto. Hal ini menjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam Struktur Penyajian dan Bentuk Musik Iringan Pada Kesenian Jaranan Jur.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan struktur penyajian kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar (2) Mendeskripsikan bentuk musik Iringan kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Narasumber penelitian ini adalah Sanimin dan Gunaryanto sebagai pengrawit. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Strukur Penyajian Musik Iringan pada Kesenian Jaranan Jur disajikan dalam tiga tahapan yaitu pada bagian awal, inti, dan akhir. Dalam bagian awal penyajian kesenian Jaranan Jur dimulai dengan pembukaan yaitu pengumandangan gendhing giro. Kemudian pada bagian inti terdapat pukulan dandan, tayungan, pecahan, sabetan, peperangan, bubaran, sembahan, ukel, barongan dan ndadi yang sudah dibagi dalam lima adegan. Bagian akhir penyajian Jaranan Jur diakhiri dengan musik iringan sampak; (2) Bentuk musik pengiring kesenian Jaranan Jur yang pertama mengarah pada sistem nada yang dipakai dalam permainan musik iringan kesenian Jaranan Jur yaitu laras pelog, kemudian yang ke dua mengarah pada tembang yang menggunakan lagu lama yaitu lagu yang berlaras slendro, kemudian yang ke tiga mengarah pada jenis instrumen musik yang dapakai untuk mengiringi kesenian tersebut seperti kendang, sronen, gong, angklung, dan kenong.Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kesenian Jaranan Jur dapat diteruskan oleh masyarakat setempat terutama generasi muda agar meningkatkan budaya yang ada dan diwariskan turun -temurun dari nenek moyang dan lebih giat mengembangkan keterampilan khususnya pada musik pengiring, agar musikalitas yang terbangun bisa menjadikan permainan alat musik menjadi lebih sempurna dan dapat menarik perhatian para generasi muda