SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Analisis Pola Motif Hias dan Makna Ukiran Rono Karya Basuki Lacasa di Randungagung Singosari Malang
RINGKASANPandiangan, Dwitasari. 2019 Analisis Pola Motif Hias dan Makna Ukiran Rono Karya Basuki Lacasa di Randungagung Singosari Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sumarwahyudi, M,Sn. (II) Drs. Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Motif Hias, Makna Simbolik, Ukiran RonoRono / Warana adalah sebuah sebuah pembatas ruang atau bisa disebut sekat dalam suatu ruangan kata Rono diambil dari bahasa jawa dalam bahasa sansekerta Warana adalah tindakan untuk menutupi, sebagai pemisah, sesuatu untuk melindungi, dinding penghalang. Dalam bahasa kawi aling- alinggadalah penghalang seseorang untuk melihat langsung apa yang ada di baliknya. Dalam bahasa modern Warana / Rono bisa disebut juga doorpartiion, atau divider. Bentuk Rono tradisonal terbagi menjadi tiga yaitu Rono Joglo, rono Islam, dan Rono Mahkota setiap Rono meliki fungsi yang berbeda beda. Pada dasarnya Rono adalah gubahan dari gebyok karena sifat gebyok yang permanen maka itu dibuat Rono yang memiliki fungsi dan tujuan sebagai pembatas serta penghalang dalam suatu ruangan. Pada peneletian ini penulis akan meneliti ukiran Rono Karya Basuki Lacasa yang berada di Randuagung Singosari Malang. dipilihnya ukiran Rono ini karena dalam ukiran ini terdapat beberapa motif hias daerah yang membuat penulis ingin menelitinya. Penelitian ini bertujuan juga untuk mendiskripsikan bentuk dan makna dari setiap motif hias yang ada dalam ukiran tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Objek penelitian ini adalah Ukiran Rono Karya Basuki Lacasa. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Setelah semua data diperoleh, penulis menganalisa data dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Untuk mengecek keabasahan data yang dibuat, dalam skripsi ini penulis menggunakan trianggulasi. Dari penelitian yang dilakukan, maka telah diperoleh hasil bagaimana makna dalam setiap motif yang ada pada ukiran dan jenis apa saja yang ada pada ukiran Rono tersebut. Dari hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat tiga jenis motif hias yang digunakan dalam ukiran Rono karya Basuki Lacasa yaitu motif Jepara, Madura, dan motif Kudus. Makna simbolik dalam ukiran ini adalah seseorang yang memiliki sifat berwibawa yang tinggi seperti Mangkuningrat serta diharapkan memiliki sifat yang tegas, adil serta bijaksana dalam segala sesuatu
Fungsi Musik Bagi Mahasiswa Tunanetra yang Tergabung dalam Sped Band Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang
ABSTRAKAstuti.2015. Fungsi Musik Bagi Mahasiswa Tunanetra yang Tergabung dalam Sped Banddi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Robby Hidajat, M.Sn, (II) Hartono, S.Sn, M.Sn. Kata kunci: Tunanetra, musik, Pendidikan Luar Biasa.Sped band adalah komunitas musik yang dibentuk oleh Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang, semua anggotanya tergolong sebagai tunanetra. Tujuan anggota sped band bermain musik karena musik dianggap sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan perasaan anak tunanetra terhadap tanggapan masyarakat mengenai keterbatasannya dalam melakukan suatu kegiatan. Alasan inilah yang mendasari penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) perencanaan sped band sebelum bermain musik, (2) proses sped band belajar bermain musik, dan (3) hasil belajar sped band dalam bermain musik.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan narasumber utama yaitu Aris (24 tahun), Gusti (22 tahun), Riski (25 tahun), dan Sudarsini (63 tahun) dan peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian.Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Prosedur analisis data menggunakan analisis sebelum di lapangan, data di lapangan meliputi pengumpulan data, pengurangan, penyajian, menarik kesimpulan, dan analisis data.Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan tehnik triangulasi, untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini menggunakan teori (Djohan, 2009: 64-240) tentang psikologi musik.Tahap-tahap penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan.Hasil penelitian (1) perencanaan sped band sebelum belajar bermain yaitu pada persiapan lagu serta waktu dan tempat latihan. (2) proses belajar bermain musik yaitu mendengarkan lagu terlebih dahulu, dengan menggunakan alat bantu seperti mobile phone dan MP3, selanjutnya mempraktekkan lagu beserta kunci, dan terakhir mengadakan sharing kelompok dengan anggota lainnya, dan (3) hasil belajar bermain musik oleh sped band yaitu adanya pengaruh musik pada (a) bidang studi mata kuliah yang kemudian difokuskan pada dua mata kuliah yaitu seni ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan gerak irama, (b) pengaruh musik dalam mendukung dan mengarahkan pada bidang profesi sebagai pendidik seni, dan (c) mendukung pada kebutuhan finansial
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATERI PERENCANAAN PAMERAN SENI LUKIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IXC SMP NEGERI 11 MALANG
ABSTRAK Agustibetika, Anggia. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Materi Perencanaan Pameran Seni Lukis untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IXC SMP Negeri 11 Malang. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: model pembelajaran, perencanaan, seni lukis, hasil belajar Permasalahan yang terjadi pada mata pelajaran Seni Budaya di kelas IX C SMP Negeri 11 Malang pada materi perencanaan pameran seni lukis adalah hasil belajar yang kurang memuaskan karena masih banyak peserta didik dengan nilai dibawah kriteria ketuntasan belajar minimal (KBM) yaitu 75. Penyebab dari permasalahan ini adalah kurangnya kemampuan peserta didik dalam perancangan pameran seni lukis, guru hanya menerangkan pengetahuan materi pameran yang ada pada buku paket dan peserta didik kurang tertarik dengan materi pameran. Oleh sebab itu, dengan penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi perencanaan pameran seni lukis melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada kelas IX C di SMP Negeri 11 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam 2 siklus dengan tahapan tiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX C SMP Negeri 11 Malang yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pengamatan, tes praktek, dokumentasi,dan penyebaran angket. Data hasil belajar diperoleh dari nilai proses berkarya dan tes praktek yang akan mengukur hasil karya peserta didik. Analisis data menggunakan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari 2 jenis penelitian yaitu nilai proses berkarya yang berupa kerjasama, presentasi dan kedisiplinan sedangkan nilai hasil karya dilihat dari detail karya, layout dan kerapian. Hasil belajar pada siklus I dengan nilai rekapitulasi nilai proses berkarya dan hasil karya adalah nilai rata-rata kelas 80,7 dengan kategori baik. Terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus II dengan nilai rata-rata kelas 88,7 dengan kategori baik sekali. Peningkatan hasil belajar pada siklus I terdapat 28 anak tuntas dan pada siklus II 31 anak tuntas dalam hasil pembelajaran perencanaan pameran seni lukis. Dengan demikian penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi perencanaan pameran seni lukis kelas IX C SMP Negeri 11 Malang. Berdasarkan pelakasanaan sesuai dengan teknik pengumpulan data pada penerapan model pembelajaran berbasis proyek telah mengalami peningkatan hasil belajar pada meteri perencanaan pameran seni lukis pada kelas IXC SMP Negeri 11 Malang
Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Passing Indoor Hockey Menggunakan Metode Drill Pada Atlet Putri Eleven Hockey Club SMKN 11 Kota Malang.
RINGKASANQoiroh, Niswatul. 2019. Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Passing Indoor Hockey Menggunakan Metode Drill Pada Atlet Putri Eleven Hockey Club SMKN 11 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd., (II) Drs. Supriatna, M.Pd. Kata kunci : Indoor hockey, passing, metode drill, latihan,Teknik dasar passing indoor hockey merupakan teknik yang praktis dan sangat tepat digunakan untuk melakukan serangan terhadap lawan. Salama ini masalah sering ditemukan pada atlet putri Eleven Hockey Club SMKN 11 Kota Malang yaitu terdapat pada teknik dasar passing. Mereka kurang menguasai teknik dasar passing indoor hockey tersebut dikarenakan berdasarkan hasil observasi awal didaatkan data sebagai berikut: (1) tahap awalan pada indikator pegangan stick sebanyak 30%, (2) indikator posisi kaki sebanyak 30%, (3) tahap perkenaan indikator perkenaan bola sebanyak 25%, (4) tahap lanjutan pada indikator gerak mengayunkan stick sebanyak 15%, (5) indikator arah gerakan bola sebanyak 20%. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan variasi latihan dengan menggunakan metode drill, dengan melakukan penerapan metode drill tersebut akan mengalami peningkatan pada teknik dasar passing indoor hockey pada atlet putri Eleven Hockey Club SMKN 11 Kota Malang.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar passing indoor hockey pada atlet putri Eleven Hockey Club SMKN 11 Kota Malang dengan menggunakan metode drill yang dikemas dalam bentuk program latihan menggunakan metode drill dengan jumlah tujuh variasi latihan.Penelitian ini menggunakan metode penelititan tindakan olahraga (PTO). Metode latihan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa metode drill dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari enam kali pertemuan dengan menggunakan beberapa langkah seperti melakukan observasi awal, perencanaan program latihan dan perlakuan terhadap atlet putri Eleven Hockey Club SMKN 11 Kota Malang.Hasil akhir yang didapatkan dari data penelitian mengenai keterampilan teknik dasar passing indoor hockey menyatakan bahwa adanya peningkatan pada teknik dasar passing indoor hockey dengan persentase sebagai berikut: (1) tahap awalah indikator pegangan stick sebanyak 90%, (2) indikator posisi kaki sebanyak 85%, (3) tahap perkenaan pada indikator perkenaan bola sebanyak 80%, (4) tahap lanjutan pada indikator gerak mengayunkan stick sebanyak 90%, (5) indikator arah gerakan bola sebanyak 85%. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih Eleven Hockey Club SMKN 11 Kota Malang, sebaiknya menggunakan program latihan metode drill untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar passing indoor hockey, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa latihan metode drill dapat meningkatkan keterampilan teknik dasar passing indoor hockey. SUMMARYQoiroh, Niswatul. 2019. Improving Basic Indoor Hockey Skills Using The Drill Method For Female Athletes Eleven Hockey Club At SMKN 11 Malang. Skripsi, Department of Sport Coaching Education, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd., (II) Drs. Supriatna, M. Pd. Key Word: Indoor Hockey, Passing, Drill Method, TrainingThe basic technique of passing indoor hockey is a practical technique and very appropriate to be used to carry out attacks on opponents. During this time the problem is often found in female athlete Eleven Hockey Club at SMKN 11 Malang, which is found in the basic passing technique. They lacked mastery of the basic techniques of indoor hockey passing because based on the results of initial observations the data was obtained as follows: (1) step prefix on the stick grip master as much as 30%, (2) the foot position indocator is 30%, (3) the ballast indicator phase is as much as 25%, (4) the next step in the motion indicator swings the stick as much as 15%, (5) the indicator of the direction of movement of the ball is 20%. In this regard, a variety of exercises using the drill method is needed, by implementing the drill method, there will be an increase in the basic passing technique of indoor hockey in female athletes Eleven Hockey Club at SMKN 11 Malang.This study aims to improve the basic indoor hockey skills of female athletes Eleven Hockey Club at SMKN 11 Malang by using a drill method that is packaged in the form of an exercise program using the drill method with a total of seven variations of the exercise.This study uses a sports action research method. The training method used in this study is in the form of a drill method using two cycle and each cycle consists of six meetings using several steps each making initial observations, planning the training program and treatment of female athletes Eleven Hockey Club at SMKN 11 Malang.The final results obtained from the research data on the basic passing skills of indoor hockey stated that there was an increase in the basic passing techniqueof indoor hockey with the following percentages: (1) stage the stick grip indicator prefix as much as 90%, (2) the foot position indocator is 85%, (3) the stage of application on the ball indicator is 80%, (4) the next step in the motion indicator swings the stick as much as 90%, (5) the indicator of the direction of movement of the ball is 85%. Suggestions that can be given to Eleven Hockey Club coaches in Malang City Vocations Hight School, should use drill method training programs to improve basic passing indoor hockey engineering skills, because the results obtained from research have shown that drill method training can improve indoor hockey passing basic engineering skills
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUTENTIK DALAM MENGGAMBAR RAGAM HIAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.8 SMPN 21 MALANG
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUTENTIK DALAM MENGGAMBAR RAGAM HIAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.8 SMPN 21 MALANG ABSTRAKPratama, Artha Putra. 2019 Penerapan Model Pembelajaran Autentik dalam Menggambar Ragam Hias Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII.8 SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pebimbing (I): Dra. Tjitjik Sriwardani. M.Pd., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: model pembelajaran, autentik, ragam hias, hasil belajar, SMPBerdasrkan hasil observasi awal permasalahan yang terjadi pada mata pelajaran Seni Budaya kelas VII.8 di SMP Negeri 21 Malang adalah peserta didik belum mampu menggambar bentuk dan motif ragam hias dengan komposisi dan proporsi yang tepat. Peserta didik cenderung membuat motif yang monoton atau sama, dan belum dapat mengkomposisikan warna dengan teknik pewarnaan yang baik. Oleh sebab itu memerlukan model pembelajaran tertentu yang diharapkan dapat meningkatkan hasil menggambar ragam hias bagi peserta didik. Penerapan model pembelajaran autentik dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan pesrta didik dalam menggambar ragam hias. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran autentik dalam pembelajaran menggambar ragam hias yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dalam lingkup keterampila siswa Kelas VII.8 SMPN 21 Malang.Pelaksanaan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII.8 SMP Negeri 21 Malang yang berjumlah 34 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil belajar diperoleh dari nilai tes formatif yang akan mengukur hasil pengetahuan dan tes praktik yang akan mengukur hasil keterampilan menggambar ragam hias. Analisis data memilih, menggolongkan data-data yang sudah di dapat berupa catatan-catatan mengenai pembelajaran dan mendeskripsikan dalam bentuk narasi, tabel atau grafik kemudian disimpulkan dalam bentuk pernyataan. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil observasi, tes, dan dokumentasi pada penerapan model pembelajarn autentik telah terjadi peningkatan hasil belajar menggambar ragam hias, peningkatan hasil belajar tersebut dapat dilihat dari penilaian keterampilan. Nilai rata-rata praktik menggambar dengan indikator penilaian, alat dan bahan, visualisasi sketsa, stilasi, komposisis, dan teknik mewarnai sebesar 74,38 dan skor ketuntasan belajar sebesar 61,76% dari 34 peserta didik 13 diantaranya belum tuntas. Siklus II nilai rata-rata tes praktik menggambar dengan indikator penilaian, alat dan bahan, visualisasi sketsa, stilasi, komposisis, dan teknik mewarnai sebesar 84,35 dan skor ketuntasan belajar sebesar 97,05% dari 34 peserta didik 1 orang peserta didik belum tuntas. Hasil belajar dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan tes praktik untuk nilai rata-rata sebesar 9,97 dan skor ketuntasan belajar sebesar 35,29
Kesenian Jaranan Turonggo Yakso Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis.
RINGKASAN Puguh Triworo, Andri. 2018. Kesenian Jaranan Turonggo Yakso sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci : Keseniaan, Turonggo Yakso, Penciptaan, Karya Seni Lukis. Kabupaten Trenggalek memiliki kesenin jaranan yakni Kesenian Jaranan Turonggo Yakso. Munculnya Kesenian Jaranan Tari Turonggo Yakso mempunyai latar belakang sejarah yang terkai erat dengan upacara adat di Kecamatan Dongko (daerah awal lahirnya Kesenian Jaranan Turonggo Yakso) yang disebut Upacara Baritan. Hal tersebut adalah alasan penulis mengambil tema Turonggo Yakso karena untuk mengangkat salah satu kesenian Kabupaten Trenggalek. Kesenian Jaranan Turonggo Yakso hanya di kenal masyarakat Trenggalek saja. Padahal potensi budaya yang terkandung pada pagelaran tersebut mendalam terutama unsur kebudayaan jawa. Mengenalkan Kesenian Jaranan Turonggo Yakso lewat karya seni diharapkan dapat mudah diterima masyarakat luar Trenggalek khususnya para generasi muda. Oleh karena itu pencipta menjadikannya sumber ide atau gagasan dalam penciptaan melalui karya seni lukis. Metode penciptaan yang digunakan menggunakan metode Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yaitu eksplorasi, berupa kegiatan pengamatan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan unsur tematik yang akan diangkat. Kemudian eksperimentasi, berupa pembentukan beberapa rancangan yang diseleksi untuk diwujudkan dan dipakai sebagai acuan dalam penciptaan karya. Serta pembentukan, berupa penerapan sketsa pada bidang kanvas. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis yang berjudul Do’a kepada Sang Hyang, Penampakan Sang Ksatria Yakso, si Dadung Awuk, Laskar Celeng, Berhala dan Kemenangan Dadung Awuk dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk dan ruang, warna, serta tekstur sebagai simbolisasi dari konsep. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis bertema kesenian jaranan turonggo yakso sehingga diharapkan dapat menambah wawasan kepada masyarakat tentang kesenian yang ada dikabupaten Trenggalek
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU CERITA BERGAMBAR DIGITAL PELAJARAN SENI BUDAYA MATERI PAMERAN SENI RUPA BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 11 MALANG
RINGKASANMuhammad Haka Badruz Zaman, 2019, Pengembangan Media Pembelajaran Buku Cerita Bergambar Digital Pelajaran Seni Budaya Materi Pameran Seni Rupa Bagi Siswa Kelas X Animasi SMK Negeri 11 Malang, Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dr. Hariyanto, M. Hum. (II) Abdul Rahman. Prasetyo, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Buku Cerita Bergambar, Pameran Seni RupaPameran seni rupa merupakan kegiatan apresiasi terhadap karya seni yang biasanya dilakukan setelah proses pembuatan karya seni, bagi peserta didik penting sebuah apresiasi seni dari kegiatan pameran seni rupa sebagai bahan refleksi dari karya yang telah dibuatnya agar karya selanjutnya dapat lebih baik. Guru dalam menerangkan materi pameran seni rupa memiliki hambatan dimana kurangnya media pembelajaran yang dapat digunakan dalam menjelaskan materi. Media yang selama ini digunakan hanya berupa proyektor yang memperlihatkan gambaran pameran seni rupa dan buku modul yang hanya bisa dipinjam selama kegiatan pembelajaran berlangsung, hal ini berakibat peserta didik tidak memungkinkan belajar lebih lanjut secara mandiri dan berkurangnya pemahaman siswa terhadap materi sehingga kegiatan pameran seni rupa sulit terlaksana.Penelitian dan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran berupa buku cerita bergambar yang berbasis digital. Materi yang akan disampaikan melalui media pembelajaran tentang pameran seni rupa, dimana media yang dikembangkan ingin memperlihatkan langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan pameran seni rupa dengan gambar ilustrasi. Diharapkan penggunaan media pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang ingin disampaikan oleh guru dan guru memiliki alternatif lain dari media yang bisa digunakan dalam pembelajaran.Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan model pengembangan Research & Development oleh Borg & Gall dengan tujuan utama (1) mengembangkan media pembelajaran (2) mengetahui kelayakan dari media yan dikembangkan. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengembangkan media sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji validasi ahli, (5) revisi hasil validasi ahli, (6) uji coba lapangan, (7) revisi akhir, (8) implementasi. Berdasarkan hasil yang didapat selama melakukan penelitian, hasil validasi dari 2 orang ahli materi yaitu Dian Triwulandari selaku guru seni budaya SMK Negeri 11 Malang dan Tjitjik Sriwardhani selaku dosen Universitas Negeri Malang mendapat total persentase sebesar 89.4%. Sedangkan hasil validasi dari 2 orang ahli media yaitu Mitra Istiar Wardhana dan Andreas Syah Pahlevi selaku dosen Universitas Negeri Malang mendapat total persentase sebedar 88.3%. Hasil uji coba lapangan yang berasal dari 15 peserta didik kelas X animasi 2 SMK Negeri 11 Malang memperoleh total persentase sebesar 80.2%. Hasil pengembangan media yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran buku cerita bergambar digital masuk kedalam kriteria cukup valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah untuk menunjang pembelajaran agar lebih baik
Merespon Isu Hoax Dengan Menggunakan Metafora Wajah Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Representasional
RINGKASAN Christian, Jonathan Viola. 2019. Merespon Isu Hoax Dengan Menggunakan Metafora Wajah Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Representasional. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci : Hoax, Wajah, Penciptaan, Karya Seni Lukis, Representasional. Hoax merupakan informasi yang tidak benar namun diolah dan dijual seakan menjadi sebuah kebenaran. Hoax sendiri muncul dan berkembang pesat mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang semakin cepat pula. Peristiwa hoax ini memicu kegelisahan pada benak pencipta. Tidak lain adalah dikarenakan dampak dari hoax yang sangat merugikan semua kalangan masyarakat. Hoax juga menimbulkan pergeseran sifat, perilaku dan pemikiran setiap orang pada masa sekarang. Pergeseran ini berhubungan dengan mulai hilangnya identitas-identitas manusia yang semestinya jujur dan bermoral. Berdasarkan dari kegelisahan ini, pencipta menjadikannya sumber inspirasi dalam penelitian penciptaan karya seni lukis representasional melalui metafor wajah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian penciptaan seni, dengan menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins meliputi: tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan pembentukan. Eksplorasi dalam penciptaan ini merupakan tahap pencarian ide serta pencarian objek yang relevan dengan ide tersebut. Ide dari penciptaan ini adalah merespon isu-isu dan dampak-dampak hoax yang booming akhir-akhir ini. Improvisasi merupakan pengembangan dari tahap sebelumnya, yaitu mengembangkan objek yang didapat menjadi sesuai dengan apa yang dirasakan pencipta. Pembentukan adalah tahap terakhir, yaitu menerapkan objek yang telah dikembangkan menjadi suatu karya yang utuh. Penciptaan ini menghasilkan enam karya seni lukis yang berjudul “Home Sweet Home”, “Missing Identity”, “After New World”, “Self Portrait 1”, “Self Portrait 2”, “Phantasm”. Keenam karya lukis yang diciptakan ini diharapkan dapat menambah kepekaan terhadap isu-isu sosial yang sedang berlangsung saat ini. Harapannya bukan hanya berakhir pada peka saja, namun ada perubahan yang terjadi baik dari pencipta maupun masyarakat secara umum. SUMMARY Christian, Jonathan Viola. 2019. Responding to the Issue of Hoax by Using Face Metaphor as the Idea of Creation of Representational Painting. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Literature, Malang State University. Advisor: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Keywords: Hoax, Face, Creation, Painting, Representation Hoax is incorrect information but is processed and sold as if it were a truth. Hoax itself appears and is growing rapidly following the development of technology and information which is growing faster too. This hoax event triggered anxiety in the mind of the creator. No other is due to the impact of hoaxes that are very detrimental to all circles of society. Hoax also causes a shift in the nature, behavior and thoughts of every person in the present. This shift relates to the beginning of the loss of human identities that should be honest and moral. Based on this anxiety, the creator made it a source of inspiration in the study of the creation of representational painting through facial metaphors. This research is a type of art creation research, using the Alma Hawkins creation method which includes the stages of exploration, stages of improvisation, and formation. Exploration in this creation is the stage of finding ideas and finding objects that are relevant to the idea. The idea of this creation is to respond to the issues and impacts of the booming hoax lately. Improvisation is the development of the previous stage, namely developing objects that are obtained to be in accordance with what is felt by the creator. Formation is the last stage, which is to implement objects that have been developed into a complete work. This creation produced six works of painting entitled “Home Sweet Home”, “Missing Identity”, “After New World”,“Self Portrait 1”, “Self Portrait 2”, “Phantasm”. The six paintings created are expected to increase sensitivity to current social issues. The hope is not only to end up sensitive, but there are changes that occur both from the creator and the community in general
IKON KOTA MALANG SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS DENGAN VISUAL LENSA FISH EYE
RINGKASAN Pradityo, Dwiky Puguh. 2019. Ikon Kota Malang Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Dengan Visual Lensa Fish Eye. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.Q Kata Kunci: Kota Malang, Ikon Kota Malang, Penciptaan, Fish Eye. Kota Malang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Kota ini menyimpan peninggalan masa Kerajaan KanjuruhQan hingga Belanda. Peninggalan Belanda pada umumnya berupa bangunan-bangunan kuno seperti Gereja Kayutangan yang berarsitektur gotik. Malang pun mengadakan berbagai acara untuk melestarikan cagar budayanya, salah satunya seperti Festival Malang Tempo Doeloe. Malang pun memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi markah tanah seperti Tugu Malang (Alun-Alun Bundar). Pada penciptaan ini, penulis mengangkat ikon kota Malang sebagai ide atau gagasan dalam berkarya seni lukis. Namun berbeda dari karya seni lukis lainnya, penulis membuat karyanya tidak melukiskan secara naturalis atau bentuk aslinya namun penulis akan membuat karyanya dengan memvisualkan seperti lensa fish eye yaitu berbentuk bulat dan cembung. Proses dalam penciptaan karya seni lukis ini dimulai dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan objek yang akan diciptakan. Selanjutnya menentukan karakteristik karya, lalu menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan. Apabila semua sudah terpenuhi, langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa diatas kertas dan memindahkannya diatas kanvas. Kemudian proses pewarnaan dengan menggunakan teknik plakat dan teknik blok. Proses yang terakhir yaitu adalah proses melapisi karya dengan pelapis cat transparan. Penulis menampilkan 6 karya seni lukis representasional dengan media estetik berupa garis, bentuk dan ruang dan cahaya, tekstur dari sebuah konsep. Menggunakan karakteristik karya berobjekkan ikon-ikon kota Malang dengan visual layaknya sebuah gambar yang dihasilkan oleh lensa fish eye. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada orang lain dalam menghayati karya seni lukis yang dihasilkan oleh penulis dengan dengan memvisualkan karyanya seperti hasil sebuah lensa fish eye. Mulai dari perancangan konsephingga proses visualisasi karya dan deskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi penulis dan semoga dengan karya ini dapat membantumenumbuhkan rasacintadanmenambahkanpengetahuanbagimasyarakatsekitarkota Malang
Karakter Topeng Malangan Sebagai Ide Penciptaan Poster Dengan Tracing Method Dalam Upaya Pelestarian dan Pengenalan Budaya Lokal
RINGKASAN Bagus, Sri Aji Wisnu Taruna. 2019. Karakter Topeng Malangan Sebagai Ide Penciptaan Poster Dengan Tracing Method Dalam Upaya Pelestarian dan Pengenalan Budaya Lokal. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rochman, S.Sn., M.Sn., (II) Denik Ristya Rini, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Karakter Topeng Malangan, Poster Topeng Malangan, Poster dengan Tracing MethodTopeng Malangan adalah suatu wujud budaya yang bersifat lokal dan menjadi ciri khas dari daerah tertentu yaitu Malang. Topeng Malangan seharusnya bisa menjadi identitas bagi daerah Malang, tetapi dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, kini mulai banyak orang yang tidak mengetahui hal tersebut seakan Topeng Malangan mulai terlupakan. Maka dari itu dibuatlah Topeng Malangan ini dalam sebuah poster yang dikemas secara modern dengan tracing method agar dapat menarik minat masyarakat untuk melihat dan mengenal kembali Topeng Malangan yang merupakan warisan budaya dari Malang. Selain itu, poster ini juga dibuat sesederhana mungkin dengan menonjolkan enam karakter utama Topeng Malangan agar mudah diingat oleh masyarakat dan meninggalkan sebuah kesan.Pada penelitian penciptaan ini, digunakan metode dari Terry Lee Stone yang menyatakan bahwa proses penciptaan itu dibagi menjadi beberapa tahapan yang dimulai dari understand, ideate, dan execute. Tahap understand yaitu proses dimana pencipta berusaha mencari data yang ada di masyarakat atau bisa disebut dengan research dan menjadikannya sebuah konsep yang akan dikembangkan pada tahap selanjutnya. Ideate adalah sebuah proses dimana data dan konsep yang telah didapatkan dijadikan sketsa dasar yang menjadi acuan dalam merealisasikan karya dan pencipta juga mulai memikirkan alat, bahan, serta teknik yang akan digunakan untuk merealisasikan konsep tersebut atau disebut dengan exploration. Tahap terakhir yaitu execute, yang terdiri dari tahap developmet, production, dan project completion dimana pencipta mewujudkan konsep dan sketsa kasar yang dibuat ke dalam bentuk nyata atau visual sehingga menghasilkan suatu hasil karya yang dapat dinikmati dan diapresiasi. Metode tersebut juga telah disesuaikan dengan kebutuhan pencipta selama proses penciptaan.Karya yang dihasilkan berjumlah enam buah dengan masing-masing karya berjudul Raden Panji Asmorobangun, Dewi Sekartaji, Raden Gunungsari, Dewi Ragil Kuning, Klana Sawendana, dan Bapang Joyosentiko. Masing-masing karya tersebut berukuran A2 atau berukuran sekitar 59,4 cm x 42,0 cm dan dicetak dalam kertas art paper 150 gram. Dalam setiap karya yang diciptakan, masing-masing karya diberi informasi singkat yang terkait dengan masing-masing karakter pada bagian bawah. Karya-karya tersebut kemudian dipamerkan secara berkelompok bertajuk “Citraloka” untuk diapresiasi pada tanggal 28-31 Mei 2018 di gedung E7 lantai 1 Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Poster dengan tracing method tentang Topeng Malangan ini dapat digunakan sebagai referensi dalam mencari informasi seputar Topeng Malangan dan terbukti sangat diminati oleh masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang Topeng Malangan dilihat dari antusiasme yang tinggi ketika diadakannya pameran