SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Perancangan Buku Grafis Motivasi sebagai Media Pengembangan Diri untuk Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
ABSTRAK Elserisa, Lily. 2017. Perancangan Buku Grafis Motivasi sebagai Media Pengembangan Diri untuk Mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn., (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Motivasi, Pengembangan Diri, Desain Komunikasi Visual, Buku Grafis. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual memiliki permasalahan-permasalahan yang juga dimiliki oleh mahasiswa di bidang ilmu lain. Permasalahan yang paling sering dihadapi mahasiswa Desain Komunikasi Visual adalah kemalasan. Padahal, mahasiswa Desain Komunikasi Visual sebagian besar memiliki cita-cita yang besar di masa depan sehingga kemalasan dapat dikatakan sebagai penghambat dalam peraihan cita-cita. Salah satu usaha untuk meraih cita-cita di masa depan adalah dengan mengembangkan diri di masa perkuliahan. Oleh karena itulah, motivasi diperlukan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan dirinya. Pada era ini motivasi tidak lagi hanya berupa seorang tokoh saja namun juga dapat menjelma menjadi media, maka dalam perancangan ini akan dipaparkan bagaimana merancang buku grafis sebagai media pengembangan diri yang dapat memotivasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Buku grafis yang dirancang disusun dalam 3 bagian buku, yakni sampul depan, isi buku yang berisi bab pengenalan dan 4 bab isi, dan sampul belakang buku. Penggunaan metode dalam perancangan buku grafis motivasi ini adalah metode perancangan secara umum yang dikembangkan dari (Safanayong 2006:60). Perancangan ini menggunakan model prosedural dengan pendekatan kualitatif. Data dalam perancangan ini diperoleh dari wawancara terstruktur dengan narasumber 17 mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Universitas Negeri Malang angkatan 2013 dan ahli bimbingan konseling bernama Ibu Irene Maya Simone, S.Pd, M.Pd. Perancangan ini dilaksanakan dengan melakukan penelitian tentang masalah, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat sintesis, menyusun konsep perancangan, dan kemudian memvisualisasikan konsep ke dalam sebuah media buku grafis. Perancangan ini menghasikan buku grafis yang berjudul “Ngopi (Ngobrol Pinter) Ala DKV”. Buku grafis motivasi ini dieksekusi dengan gayai lustrasi vibrant dan warna yang pop. Buku ini memiliki konsep pesan yang disampaikan melalui bahasa yang sederhana dan konsep visual yang menarik, kekinian, bernuansa anak muda, dan penuhwarna. Buku grafis disusun menggunakan beberapa software grafis. Buku grafis berisi 124 halaman termasuk sampul buku, dicetak dengan teknik cetak digital, dengan jenis penjilidan hard cover
Kehidupan Ibu Maslicah Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional
ABSTRAK Ilhami, Bagus. 2017.Kehidupan Ibu Maslicah Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: Kehidupan Ibu Maslicah, Sumber Inspirasi, Karya Seni Lukis Representasional.Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan dalam menjalani hidup di dunia. Begitu juga Ibu Maslicah, beliau memiliki kekurangan dalam hal pengelihatan. Tetapi kekurangan itu tidak membuat beliau berputus asa dalam menjalani hidup seperti manusia normal. Semangat beliau tersebut patut untuk dijadikan motivasi dan refleksi untuk kita semua sebagai seseorang yang masih diberikan pengelihatan normal oleh Tuhan.Pada penciptaan ini, pencipta mengambil ide atau gagasan berkarya darikehidupan Ibu Maslicah sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis representasional.Proses dalam penciptaan karya seni lukis ini bermula dari kegelisahan pencipta terhadap fenomena yang terjadi.Sebagai sumber inspirasi, Kehidupan Ibu Maslicah dapat dijadikan gagasan, rancangan atau dasar pemikiran dalam penciptaan tentang bagaimana wujud suatu karya. Ide dalam penciptaan seni lukis mutlak diperlukan karena hal tersebut akan menentukan isi dari karya. Terkait dengan karya seni, didalamnya terdapat aspek-aspek pendukung di antaranya warna, garis, tekstur, kesatuan, keseimbangan, proporsi dan lain-lain. Pencipta diharapkan mampu untuk memadukan unsur-unsur tersebut ke dalam karya seni lukis dengan menggunakan teknik tertentu sebagai upaya untuk memvisualisasikan tema “Kehidupan Ibu Maslicah”.Berhasil atau tidaknyaproses visualisasi tergantung kepada kemampuan mengolah unsur-unsur seni rupa tersebut, sehingga menjadi karya seni yang berkualitas.Dalam karya seni lukis ini, Pencipta menampilkan 6 karyaseni lukismenggunakan corak semi abstrak/representasional.Sedangkan yang dimaksud Seni lukis representasional menunjuk pada pelukisan objek-objek yang masih dikenali walaupun telah mengalami perubahan, baik melalui proses penyederhanaan/abstraksi,deformasi/distorsi maupun penggayaan.Berdasarkanhasilpenciptaanini diharapkandapatmemberikanpengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis representasional/semi abstrak. Berkarya seni merupakan suatu kegiatan pokok bagi mahasiswa pendidikan seni rupa setelah mempelajari tentang teori dan pengetahuan yang diajarkan. Dan juga kegiatan berkarya seni ini menjadi modal utama bagi seorang guru jika kelak ingin mengabdi dan mengajar di bidang seni dan budaya karena pada dasarnya seorang pendidik dituntut untuk mampu menguasai materi maupun praktek seni dalam proses belajar mengajar yangmerupakan hasil dari proses kreatif manusia
UPACARA RITUAL DEKAHAN DI DESA LUKREJO KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMONGAN (KAJIAN MITOLOGIS)
ABSTRAK Amalia, Eka Feby. 2016. Upacara Ritual Dekahan Di Desa Lukrejo Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan (Kajian Mitologis). Skripsi. Program Studi Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. A.A.G Rai Arimbawa, M.Sn. (II) Hartono, S.Sn M.Sn. Kata Kunci : Dekahan, Ritual, MitosDesa Lukrejo merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Kalitengah kabupaten Lamongan yang masyarakatnya mayoritas beragama Islam dan bermatapencaharian sebagai petani, hal ini berdampak pada tradisi masyarakat. Terdapat upacara ritual dekahan di desa Lukrejo terdapat upacara ritual dekahan, yakni upacara sedekah bumi. Alasan penelitian ini dilakukan karena adanya keunikan pada upacara ritual dekahan khususnya mitos yang terkandung dalam upacara ritual dekahan. Pertama tidak diperbolehkannya perempuan dalam melakukan pesiapan memasak, memasak hinggamenghidangkan makanan. Kedua tidak boleh mengkurbankan hewan selain kambing. Ketiga tidak diperbolekan memecahkan pelak selain hari upacara ritual dekahan berlangsung. Keempat Kamis Legi sebagai hari Mutlak dilaksanakannya upacara ritual dekahan. Kelima aturan membawa daging.Ke enam pertunjukan reog sebagai seni pertunjukan wajib.Tujuan penelitian yaitu: 1. mendeskripsikan makna mitos upacara ritual dekahan di desa Lukrejo kecamatan Kalitengan kabupaten Lamongan.2. Mendeskripsikan wujud seni pertunjukan dari mitos upacara ritual dekahan di desa Lukrejo kecamatan Kalitengah kabupaten Lamongan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi. Kegiatan analisis data, dimulai dari Reduksi Data (data Reduction), Data display (Penyajian Data), Pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data, dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Mitos merupakan sebuah kepercayaan yang mengandung ajaran yang mengandung pesan moral serta merupakan sebuah tradisi yang turun-menurun dari nenek moyang yang timbul karena adanya sebab akibat dari sebuah kejadian yang kemudian dijadikan sebuh epos mistik. 2. Wujud seni pertunjukan dalam mitos upacara dekahanyakni pertunjukan reog.Pertunjukan reog pada upacara ritual dekahantidak mempunyai gerak pakem. musik yang di gunakan adalah musik ponorogo. Busana yang dikenakan adalah busana ganongan. Pada upacara dekahan mengandung banyak pesan moral, diharapkan dengan adanya penelitian upacara dekahan (kajian mitologis) dapat menambah wawasan dan memetik hikmah yang kemudian di aplikasikan dalam kehidupan nyata. Selain memetik hikma dalam acara tersebut diharapkan masyarakat melestarikan kebudayaan dekahan serta mengkaji perkembangan yang ada didalamnya khususnya dalam pagelaran seni pertunjukan dalam upacara dekahan
PERANCANGAN BUKU GRAFIS BERJUDUL “POWERBANK HATI-SELF REMINDER” BERBASIS ILUSTRASI SEBAGAI MEDIA DAKWAH NASIHAT SEHARI-HARI UNTUK KALANGAN REMAJA
ABSTRAK Yuriputri, Dinar Ayu Larasati. 2017. Perancangan Buku Grafis Berjudul “Powerbank Hati, Self Reminder” Berbasis Ilustrasi Sebagai Media Dakwah Nasihat Sehari-Hari Untuk Kalangan Remaja. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Heppy Jundan Hendrawan, S.Sn, M.Ds. Kata Kunci: buku grafis, media dakwah, Powerbank Hati-Self Reminder.Perancangan ini diharapkan bisa memberikan manfaat dimana remaja bisa terbiasa dengan anjuran-anjuran baik melalui karya visual yaitu Ilustrasi serta meningkatkan tingkat baca dikarenakan efek visual yang tertuang pada buku grafis tersebut.Model perancangan yang digunakan adalah model sistematika perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto yang nantinya dimodifikasi dengan menambahkan sistematika perancangan buku grafis yang berasal dari konten serta layout buku, kemudian hasil didiskripsikan dalam bentuk verbal untuk menghasilkan karya perancangan yang sesuai dengan tujuan. Hasil kesimpulan dari perancangan ini adalah untuk memberikan gambaran baru media dakwah serta memberikan wawasan kepada masyarakat luas pentingnya berdakwah di era sekarang mengingat pergaulan remaja yang begitu bebas sehingga butuh media yang mampu mendukung perubahan menuju lebih baik
KORELASI MINAT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 SINGOSARI TAHUN AJARAN 2016/2017
ABSTRAK Firliani, Nadiah. 2017. Hubungan Minat Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Seni Budaya Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Singosari Tahun Ajaran 2016/2017, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Ne geri Malang. Pembimbing: (I) Dr . Ponimin. M.Hum. (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Minat Si swa, Prestasi Belajar, Kelas XI, Seni Budaya. Minat belajar siswa merupakan salah satu kompetensi yang har us dimiliki siswa, yang menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ti ngkat keberhasilan belajar di S MA Negeri 1 Singosari sering terjadi (1) siswa yang selalu terlambat mengumpulkan tugas praktik seni budaya; (2) siswa yang tidur pada saat proses pembelajaran berlangsung; (3) siswa yang tidak membawa perlengkapan belajar, sehingga penulis berasumsi bahwa siswa menunjukan tanda - tanda minat belajar yang rendah dapat mempengaruhi prestasi pada mata pelajaran seni budaya. Untuk itu korelasi minat terhadap prestasi belajar mata pelajaran seni budaya siswa kelas XI IPS di SMA Neg eri 1 Singosari ini di bulan Mei . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat siswa terhadap seni budaya dengan hasil prestasi belajar siswa. Kedua variabel ini di korelasikan karena minat belajar adalah salah satu faktor y ang berasal dari dalam diri siswa mempunyai peranan yang sangat penting bagi tercapainya prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif , dengan jenis penelitian deskriptif . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Pengambilan sample yang digunakan adalah Simple Random Sampling yang mengacu pada rumus Slovin. Penelitian di lakukan di SMA Negeri 1 Sing osari dengan jumlah responden 130 siswa. Hasil penelitian ini m enunjukkan bahwa minat belajar siswa termasuk kategori baik, untuk prestasi belajar termasuk kategori baik. D iperoleh korelasi positif, rhitung > rtable (0,423 > 0,172) atau nilai signifikansi (p - value) < taraf nyata 5% (0,000 < 0,050 ) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar da n prestasi belajar seni budaya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi minat siswa maka semakin tinggi pula prestasi ya ng diraih pada murid kelas XI IPS SMA Negeri 1 Singosari , sebaliknya semakin rendah minat siswa maka prestasi siswa juga semakin rendah. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan: (1) dari hasil penel i tian dapat diketahui bahwa hasil penelitian ini tidak sejalan dengan asumsi peneliti dan ada kemungk inan karena kelemahan dalam penyusuna instrumen serta pengambilan sample yang kurang representatif, karena itu diharapkan bagi mahasiswa jurusan seni dan desain agar lebih berhati - hati dalam pengambilan sample maupun dalam penyusunan instrumen penelitian; (2) diharapkan pa da peneliti selanjutnya dapat menjadi inspirasi untuk mengadakan penelitian dengan topik - topik skripsi lainnya terkait dengan hubungan minat terhadap pada mata pelajaran seni budaya
Puisi Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis
Puisi merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya. Puisi diperoleh dari suatu pengalaman diri sendiri atau kejadian yang dialami seseorang.Berawal dari pengalaman yang dilalui oleh penulis timbul rasa keinginan untuk mengabadikan sebuah pengalaman tersebut dalam catatan untuk kehidupan yang mendatang.Adanya kecintaan dalam menulis puisi maka, pengalaman tersebut dijadikan sebagai inspirasi dalam pembuatan penciptaan karya seni lukis. Menvisualkan puisi ke dalam bentuk karya lukismerupakan sebuah ide penulis untuk disampaikan kepada orang lain. Berbagai macam makna yang terkandung dalam puisi diwujudkan dalam bentuk objek pada dalam lukisan. Diharapkan pada penciptaan karya seni lukis ini, masyarakat dapat menerima khususnya pada dunia pendidikan untuk lebih suka membaca puisi dan lebih mengetahui makna dari sebuah karya lukisan. Pesan yang disampaikan lewat puisi dan lukisan akan menyampaikan pengalaman pribadi yang mengandung pelajaran penting serta motivasi untuk kehidupan yang mendatang.Proses dalam penciptaan karya seni lukis ini berawal dari kegelisahan pencipta kemudian merancang konsep yang di dalamnya terdapat ide, tema, dan objek yang akan diciptakan. Proses dilanjutkan dengan menentukan karakteristik karya, teknik, alat, dan bahan yang digunakan selama proses dalam berkarya. Langkah selanjutnya proses visualisasi, yaitu pembuatan sketsa di atas lembaran kemudian dipindah di atas kertas. Tahapan utama yaitu menulis puisi membentuk sebuah objek dengan bolpoin di atas kertas. Tahapan terakhir adalah proses pewarnaan pada objek dengan cat air sehingga terlihat transparan dan tulisan-tulisan puisi yang ada tetap terlihat. Berdasarkan hasil penciptaan ini mendapatkan pengalaman baru melalui proses kreatif dalam mewujudkan karya lukis. Mengambil inspirasi dari perjalanan hidup yang memberikan pelajaran serta hikmah untuk menuntun berkehidupan selanjutnya menjadi lebih baik. Mulai dari proses perancangan konsep sampai dengan proses visualisasi, serta deskripsi karya yang melalui pengamatan pribadi penulis. Melalui karya lukis ini pencipta berharap mendapatkan kritik saran untuk membangun diri pencipta menjadi lebih baik. Sedangkan pada dunia pendidikan karya lukis yang mengandung pesan diharapkan dapat memberikan dampak positif dan memberikan motivasi bagi pelajar untuk semangat menjalani hidup
Redesain Logo Colors RadioSebagai Upaya untuk MeningkatkanCitra Perusahaan
ABSTRAK Citra sebuah perusahaan dibangun melalui beberapa hal, salah satunya adalah melalui Corporate Identity. Alasan Corporate Identity menjadi fokus yang senantiasa harus diperhatikan dalam sebuah tatanan perusahaan adalah karena Corporate Identity memiliki peranan penting dalam membangun brand awarenessperusahaan, yang mana itu akan membangun persepsi masyarakat mengenai sebuah perusahan sehingga masyarakat akan dapat membedakan perusahaan satu dengan perusahaan lainnya melalui identitas yang disampaikan oleh perusahaan.Colors Radio merupakan salah satu stasiun radio yang berpusat di kota Surabaya, Colors Radio menyajikan konten program yang berkualitas dengan format music & talk, melalui beberapa program unggulan Colors Radio mencoba untuk memberikan hiburan yang berkualitas dengan konten yang disesuaikan dengan target audience yang ada, yaitu masyarakat modern dengan rentang usia 20 – 30 tahun. Sebagai perusahaan penyiar radio masa kini dengan target audience yang mayoritas adalah remaja dan pegawai muda yang menyajikan konten yang up to date sesuai dengan tren yang sedang berlangsung, Colors Radio memiliki logo yang masih belum sesuai dengan citra yang mencoba untuk disampaikan oleh perusahaan, saat ini Colors Radio masih menggunakan logo lama yang telah tercipta semenjak tahun 2004 silam. Perlu dilakukan redesain logo yang ada guna menyesuaikan dengan dengan citra yang ingin disampaikan oleh perusahaan, yang juga disesuaikan dengan target audience saat ini, dengan harapan besar dapat membantu meningkatkan citra positif pada perusahaan.Redesain logo Colors Radio menggunakan model perancangan prosedural dengan menggunakan metode pengamatan kualitatif sebagai sumber utama data lapangan, yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan logo baru Colors Radio adalah menggunakan model perancangan dari Alina Wheeler, yang mencakup brand strategy, riset dan analisis data mengenai latar belakan masalah, hingga proses produksi, yang dipadukan dengan model perancangan dariKotler & Armstrong yang berfokus pada strategi repositioningyang akan diterapkan pada perusahaan untuk membangun citra positif pada perusahaan. Perancangan ini akan menghasilkan media utama berupa logo berserta GSM Book sebagai pedoman penggunaan logo, serta pengaplikasian logo pada beberapa media. Proses perancangan desain menggunakan software pengolah gambar seperti Photoshop dan CorelDraw X7, hasil dari perancangan digitaldisebut dengan visualisasi desain, aplikasi brand touchpointyang ada lalu masuk pada proses managing assets, dan jadilah sebuah produk desain
redesin kemasan keripik singkong cap lumba-lumba sebagai upaya reposisi produk
Malang merupakan daerah yang kaya wisata, budaya dan kuliner. Dari semua kekayaan yang dimiliki Malang, oleh-oleh khas merupakan nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Kripik singkong Cap Lumba-Lumba sebagai salah satu merek yang sudah berdiri tahun 2001 menjadi salah satu camilan yang cukup populer bagi masyarakat Malang, namun tujuan yang ingin diraih oleh perusahaan untuk membuat produk ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Malang dirasa kurang berhasil. Pemahaman tentang fungsi kemasan pada produk ini pun dirasa kurang diperhatikan oleh produsen. Seringkali produk sampai ditangan konsumen dengan kondisi yang kurang baik mulai dari sablon merek/ label yang mengelupas, sampai kemasan yang membuka sehingga kualitas nilai higienis produk tidak terjamin. Kemasan yang tepat adalah kemasan yang mampu menjaga produk didalam dan citra produk dari luar dengan baik. Merek adalah citra bagi perusahaan, dimana citra ini adalah salah satu faktor penentu proses pembelian oleh konsumen, disamping strategi promosi yang mendukung. Maka bagaimana merubah citra produk di benak konsumen agar menjadi salah satu oleh-oleh khas Malang, khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke Malang. Konsep yang digunakan adalah memposisikan merek menjadi produk yang higienis tanpa bahan pengawet, dengan mengangkat wisata dan budaya yang ada di Malang untuk membuat kemasan series dan mengangkat isu global warming yang disebabkan karena sampah-sampah plastik yang sulit terdegradasi. Kemasan yang dipakai akan menggunakan bahan yang ramah lingkungan atau yang bisa dipakai kembali, didukung media yang sesuai dengan konsep redesain menggunakan metode perancangan yang meliputi identifikasi data, analisis, konsep perancangan, hingga eksekusi final desain. Media promosi yang dibuat berfungsi sebagai edukasi dan penarik minat beli konsumen. Promosi menggunakan media non conventional atau media baru yang jarang digunakan, untuk menarik perhatian calon konsumen. Sehingga konsep ini akan memberikan dampak positif bagi merek Lumba-Lumba.
Perancangan Media Promosi Air Minum Dalam Kemasan "Santri"Melalui Pendekatan Integrated Marketing Communication
ABSTRAK Saputra, Harlan Darma.2016.Perancangan media promosi air minum dalam kemasan “Santri” Melalui Pendekatan Integrated Marketing Communication. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn dan (II) Andreas Syah Pahlevi S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Media promosi, Air Minum Dalam Kemasan “Santri”, Integrated Marketing Communication Santri adalah merk Air Minum Dalam Kemasan yang bersumber dari mata air di desa Umbulan, Pasuruan yang dikelola dan diproduksi oleh PT Sidogiri Mandiri Usaha yang resmi berdiri di Indonesia sebagai perseroan terbatas (PT) pada tahun februari 2014, dimana sebelumnya Drinking Water in Packaging “Santri” ini didirikan oleh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Namun sayangnya sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui dan mengenal produk tersebut, hal ini terjadi karena kurangnya promosi yang gencar dan strategi promosi yang kurang efektif. Promosi yang tepat untuk Air Minum Dalam Kemasan “Santri” adalah promosi yang mengikuti perkembangan globalisasi dengan menggunakan strategi pemasaran modern dan efektif dengan elemen visual sebagai penunjang utamanya karena dengan strategi pemasaran yang efektif promosi yang dilakukan dapat tersampaikan pada masyarakat dan akan berimbas pula pada peningkatan penjualan produk Air Minum Dalam Kemasan “Santri”. Maka perlu untuk mengubah konsep publikasi dan promosi produk dari Air Minum Dalam Kemasan “Santri” menjadi promosi yang lebih efektif dan dapat membujuk calon konsumen untuk membeli produk Air Minum Dalam Kemasan “Santri”, tentunya dengan menggunakan media – media yang sesuai dengan konsep periklanan dan komunikasi visual yang tepat dengan metode perancangan yang meliputi identifikasi data, analisis, konsep perancangan hingga eksekusi final desain. Media tersebut berupa Seragam sales promotion, branding mobil box, stationery set, billboard, sign board toko, X-banner , Visual merchandise (kulkas), Point of purchase dan promosi online berupa kampanye melalui media sosial. Media promosi ini menggunakan strategi pemasaran efektif, efisien dan kreatif yakni melalui pendekatan Integrated Marketing Communication.
Perancangan Media Promosi Air Minum Dalam Kemasan "Santri"Melalui Pendekatan Integrated Marketing Communication
ABSTRAK Saputra, Harlan Darma.2016.Perancangan media promosi air minum dalam kemasan “Santri” Melalui Pendekatan Integrated Marketing Communication. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn dan (II) Andreas Syah Pahlevi S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Media promosi, Air Minum Dalam Kemasan “Santri”, Integrated Marketing Communication Santri adalah merk Air Minum Dalam Kemasan yang bersumber dari mata air di desa Umbulan, Pasuruan yang dikelola dan diproduksi oleh PT Sidogiri Mandiri Usaha yang resmi berdiri di Indonesia sebagai perseroan terbatas (PT) pada tahun februari 2014, dimana sebelumnya Drinking Water in Packaging “Santri” ini didirikan oleh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Namun sayangnya sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui dan mengenal produk tersebut, hal ini terjadi karena kurangnya promosi yang gencar dan strategi promosi yang kurang efektif. Promosi yang tepat untuk Air Minum Dalam Kemasan “Santri” adalah promosi yang mengikuti perkembangan globalisasi dengan menggunakan strategi pemasaran modern dan efektif dengan elemen visual sebagai penunjang utamanya karena dengan strategi pemasaran yang efektif promosi yang dilakukan dapat tersampaikan pada masyarakat dan akan berimbas pula pada peningkatan penjualan produk Air Minum Dalam Kemasan “Santri”. Maka perlu untuk mengubah konsep publikasi dan promosi produk dari Air Minum Dalam Kemasan “Santri” menjadi promosi yang lebih efektif dan dapat membujuk calon konsumen untuk membeli produk Air Minum Dalam Kemasan “Santri”, tentunya dengan menggunakan media – media yang sesuai dengan konsep periklanan dan komunikasi visual yang tepat dengan metode perancangan yang meliputi identifikasi data, analisis, konsep perancangan hingga eksekusi final desain. Media tersebut berupa Seragam sales promotion, branding mobil box, stationery set, billboard, sign board toko, X-banner , Visual merchandise (kulkas), Point of purchase dan promosi online berupa kampanye melalui media sosial. Media promosi ini menggunakan strategi pemasaran efektif, efisien dan kreatif yakni melalui pendekatan Integrated Marketing Communication.