SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Pengembangan Booklet Petunjuk Pembuatan Simplisia Kering Tanaman Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp.) Bermuatan Karakter Dan Uji Kelayakan Angka Kapang Untuk Produk Home Industry Masyarakat Desa Argosuko
ABSTRAK Home industry adalah sektor yang memiliki peran penting untuk mensejahterakan masyarakat ekonomi rendah. Peran home industry mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Masyarakat ekonomi rendah di Kabupaten Malang kurang memahami terhadap potensi wanafarma yang ada di lingkungan sekitarnya yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Pemanfaatan tanaman untuk obat tradisonal dapat dikembangkan untuk produk home industry. Pembuatan obat tradisional dapat diolah dalam bentuk simplisia. Simplisia yang sudah jadi perlu diuji angka kapang khamir (AKK) hal ini bertujuan untuk mengetahui keamanan pada saat dikonsumsi.Berdasarkan survei pada tanggal 30 Mei 2016 yang dilakukan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa Desa Argosuko Kecamatan Poncokusumo terdapat potensi tanaman salam yang melimpah. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat pada pemanfaatan tanaman obat untuk obat tradisional masih kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan dan rasa ingin tahu pada masyarakat masih sangat rendah, makadariituperluditanamkanpendidikankarakterpadamasyarakatmelaluipenyuluhandalampembuatansimplisiakeringtanamanobatsalam. Penyuluhankepadamasyarakatdapatdilakukandenganmenggunakan media booklet.Tujuandaripenelitianiniadalah menghasilkanbooklet petunjuk pembuatan simplisia kering tanaman salam(Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) bermuatan karakter untuk produk home industry masyarakat Desa Argosuko.Model pengembangan yang digunakanadalah model pengembangan ADDIE.Jenis penelitianyaitu deskriptif kualitatif. Penelitianini dilaksanakan pada bulanJuni 2016 – April 2017.Tempatpenelitian di DesaArgosukoKecamatanPoncokusumoKabupaten Malang.Pengumpulan data menggunakanangket, wawancara, observasidanskorpenggunabooklet. Hasil validasi media dan materi sebesar 100% menyatakan booklet tergolong sangat baik/ sangat validsehinggadapatdigunakandandisebarluaskan. Serta hasilujiskalakecilyaitu 100%, danujiskalabesar 97,69% yang tergolongsangatbaiksehinggadapatdigunakandandisebarluaskan.Hasiltespengetahuanmasyarakatsebelummenggunakanbooklet 62,14 dan sesudah menggunakanbooklet mejadimeningkatyaitu 91,35
Pengembangan Multimedia Interaktif Menggunakan I - Spring Pro untuk Materi Unsur - Unsur Seni Rupa kelas X SMA Negeri 1 Tumpang
ABSTRAK Kurangnya penjelasan oleh guru Seni Budaya di SMA Negeri 1 Tumpang mengenai teori dasar pengetahuan seni rupa pada materi unsur-unsur Seni Rupa serta pemanfaatan media yang kurang optimal, membuat siswa kesulitan dalam memahami materi dan kurang termotivasi dalam belajar seni. Maka dari itu, dikembangkan media untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar yaitu multimedia interaktif menggunakan I-Spring Prountuk materi-materi unsur-unsur Seni Rupa yang dikemas dalam bentuk CD interaktif.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan meliputi Define, Design, Development and Dissemination yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa multimedia interaktif pada materi unsur-unsur Seni Rupa kelas X di SMA Negeri 1 Tumpang, dan sebagai media untuk menarik minat siswa mempelajari materi seni rupa yang memiliki spesifikasi antara lain, halaman utama berisi menu yang terdiri dari menu materi, menu kuis, dan menu profil, materi tentang unsur-unsur Seni Rupa, latihan soal (kuis), profil pengembang, dan buku panduan.Hasil analisis multimedia interaktif menggunakan I-Spring Pro menunjukkan:(1) Hasil validasi media diperoleh skor 76% dengan kategori valid, (2) Hasil validasi materi diperoleh skor 96% dengan kategori sangat valid, (3) Multimedia interaktif menggunakan I-Spring Pro untuk materi unsur-unsur Seni Rupa berdasarkan uji coba pada siswa kelas X diperoleh skor sebesar 89% dengan kategori sangat valid atau layak. Dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan ini telah berhasil dikembangkan dengan menunjukkan rata-rata presentasesangat layak digunakan dalam kegiatan belajar mandiri siswa. Saran pemanfaatan media bagi pengguna yakni terlebih dahulu mempelajari dan memahami petunjuk penggunaan media. Multimedia interaktif ini digunakan sebagai media pembelajaran di kelas dan sebagai sumber belajar mandiri siswa. Media ini dapat didiseminasikan kepada pendidik lain sebagai inovasi media pengajaran dalam proses pembelajaran Seni Budaya. Produk penelitian dan pengembangan selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru, sehingga siswa dapat tertarik dan termotivasi dalam proses pembelajaran
Perancangan Strategi Visual “Jejamuran” Agrowisata Tulungrejo Sebagai Upaya Penguatan Positioning Desa Wisata
ABSTRAK Wahyuningtyas, Dwi Ajeng. 2017. Perancangan Strategi Visual “Jejamuran” Agrowisata Tulungrejo Sebagai Upaya Penguatan Positioning Desa Wisata. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D, (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Promosi, Jamur Tiram, Tulungrejo, Pariwisata, Desa wisata. Desa wisata adalah sebuah kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karateristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Salah satu desa yang dikukuh menjadi desa wisata adalah desa Tulungrejo. Desa Tulungrejo salah satu penghasil apel terbanyak di kota Batu, selain itu sudah dijadikan destinasi wisata petik apel. Di desa Tulungrejo juga merupakan penghasil jamur Tiram terbanyak dibandingkan di desa lain. Melihat kondisi tersebut di desa Tulungrejo memiliki potensi wisata edukasi tentang budidaya jamur Tiram. Salah satunya dengan memperkenalkan potensi tersebut dengan kegiatan promosi dan branding agar menunjang peningkatan kunjungan wisatawan. Di desa Tulungrejo belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, untuk memperkenalkan desa wisata Jamur diperlukan beberapa strategi promosi dan branding dengan media yang sesuai dengan desa wisata Jamur. Strategi promosi dan branding ini nantinya akan berimbas pada eksistensi desa wisata Tulungrejo yang memiliki potensi budidaya jamur Tiram. Model perancangan yang digunakan adalah procedural dengan bentuk penelitian kualitatif yaitu model yang bersifat deskriptif. Model perancangan ini menjelaskan tahapan yang dilalui dalam proses perancangan media promosi dan branding. Tahapan tersebut meliputi kegiatan identifikasi masalah, analisis data, sintesa serta pengumpulan data, perencanaan media, perencanaan kreatif, konsep kreatif perancangan, tata desain dan desain final. Pada kegiatan perancangan media promosi dan branding menghasilkan media yaitu logo, tagline dan katalog. Serta media promosi berupa poster, x- benner, billboard. Selain itu ada pula rancangan 3D toko untuk souvenir dan dapur untuk menunjang fasilitas desa wisata. Media ini diharapkan menjadi media promosi yang efektif untuk meningkatkan daya kunjung wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Serta membangun citra positif bagi desa wisata Jamur di desa Tulungrejo
Perancangan Infografis Wisata Air Terjun Di Kabupaten Lumajang
ABSTRAK Rubi Aditya, Muhammad. 2017. Perancangan Infografis Perjalanan Wisata Air Terjun di Kabupaten Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan SeniRupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn, (II) Ike Ratnawati, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Infografis, Air Terjun, Lumajang Banyaknya potensi Wisata Alam di kabupaten Lumajang dapat menjadi salah satu acuan untuk membangkitkan wisata di Kabupaten Lumajang terutama Wisata Air Terjun. Banyak potensi wisata alam yang bagus tetapi belum dikenal masyarakat akibat kurangnya promosi seperti air terjun di berbagai wilayah di kabupaten lumajang. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan sebuah media komunikasi visual berupa panduan wisata berbentuk infografis sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata Alam Air Terjun di Kabupaten Lumajang Jawa Timur kepada masyarakat untuk memberikan wawasan kepada masyarakat di Kabupaten Lumajang bahwa Masyarakat Kabupaten Lumajang memiliki sumber daya alam yang patut dibanggakan dan dipromosikan terutama Wisata Air Terjun, Serta sebagai referensi tempat berwisata yang menarik untuk dikunjungi. Perancangan media infografis berupa panduan wisata berbentuk infografis disajikan dengan gaya desain flat design dengan warna pastel. Disajikan dalam beberapa ilustrasi yang menggambarkan air terjun, jalan, akses kesana dan profile setiap Air Terjun. Disajikan dengan nuansa tema traveling, sehingga setiap audiens yang melihat ingin berkunjung ke Air Terjun tersebut. Perancangan Wisata Air Terjun ini akan digunakan sebagai media pengenalan, pengetahuan, informasi dan pembelajaran mengenai potensi wisata yang ada di Kabupaten Lumajang untuk membangkitkan Informasi dan Referensi Tempat Wisata yang menarik untuk dikunjungi. Media Infografis ini masih dapat dikembangkan lagi dan dirancang lebih menarik serta lebih kreatif. ABSTRACT Rubi Aditya, Muhammad. 2017. Design of Infographics Waterfall Tour in Lumajang Regency. Thesis, Arts Education Studies Program, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang, Supervisor : (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn, (II) Ike Ratnawati, S.Pd., M.Pd Keyword: Infographic, Waterfall, Lumajang The number of potential Nature Tourism in Lumajang district can be one of the reference to generate tourism in Lumajang Regency especially Waterfall Tour. Many good natural tourism potential but not known to the public due to lack of promotion such as waterfalls in various areas in lumajang district. The purpose of this design is to produce a visual communication media in the form of tourist guide in the form of infographic as a means of introducing the potential of Nature Waterfall in Lumajang District of East Java to the community to provide insight to the community in Lumajang District that Lumajang Regency has natural resources to be proud of and promoted Especially Waterfall Tour, And as a reference interesting places to visit. Infographic media design in the form of tourist guides in the form of infographic presented with a flat design design with pastel colors. Presented in several illustrations depicting waterfalls, roads, access there and profile of each Waterfall. Presented with the feel of a traveling theme, so that every audience who sees want to visit the Waterfall. The design of this Waterfall Tour will be used as a medium of introduction, knowledge, information and learning about the potential of tourism in Lumajang Regency to generate Information and Reference of interesting places to visit. Media Infographics can still be developed again and designed more interesting and more creative.
Peningkatan Hasil Belajar pada Materi Jenis Musik melalui Metode PAKEM pada Peserta Didik Kelas X MIPA 3 di SMAN 1 Kandangan Kediri
ABSTRAK Armanda, Chintia Restu. 2017. Peningkatan Hasil Belajar pada Materi Jenis Musik melalui Metode PAKEM pada Peserta Didik Kelas X MIPA 3 di SMAN 1 Kandangan Kediri. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Hj. E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd, (II) Rully A. Zandra M. Sn, M. Pd. Kata Kunci: hasil belajar, metode PAKEM, jenis musik, SMA. Kelas X MIPA 3 di SMA Negeri 1 Kandangan memiliki rata-rata hasil belajar di bawah SKM pada mata pelajaran seni budaya (seni musik). Metode yang digunakan guru adalah metode diskusi, presentasi, dan penugasan. Beberapa metode ini kurang sesuai digunakan pada kelas X MIPA 3 dengan kondisi peserta didik yang pasif. Guru juga belum pernah menerapkan metode PAKEM pada proses pelaksanaan pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode PAKEM pada mata pelajaran seni budaya dengan materi jenis musik untuk peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Kandangan dengan jumlah 38 peserta didik. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana pencapaian hasil belajar peserta didik mencapai hasil belajar sesuai kriteria yang diberikan oleh guru pada mata pelajaran seni budaya dengan materi jenis musik untuk peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Kandangan, dengan penerapan metode PAKEM. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas meliputi 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada pelaksanaan pembelajaran melalui metode PAKEM, guru menggunakan materi jenis musik. Penelitian ini menggunakan 2 siklus, dalam setiap siklusnya terdapat 3 kali pertemuan. Hasil refleksi dipergunakan untuk pertimbangan perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar pada materi jenis musik. Penelitian ini merupakan hasil belajar yang didapatkan dari gabungan antara penilaian proses PAKEM dan penilaian hasil berupa tes tulis pada materi jenis musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran seni musik dengan metode PAKEM mengalami peningkatan. Batas kriteria ketuntasan yang ditetukan adalah sesuai dengan SKM di sekolah tersebut, yaitu 75. Pada siklus I, ketuntasan belajar sebesar 76%, sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penerapan metode PAKEM dipadukan dengan media power point, video, dan gitar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Ketuntasan tersebut dapat diketahui melalui data hasil belajar peserta didik selama penelitian dilaksanakan. Adapun saran yang diberikan yaitu guru seni budaya sebagai subjek pendidikan yang berinteraksi secara langsung dengan peserta didik sebaiknya menerapkan metode PAKEM pada mata pelajaran seni budaya dengan penggunaan media yang lebih variatif, tanpa membebani peserta didik dengan tugas yang terlalu sulit
Analisis Visual Rule of third, Point Of Interest, Background dan Foreground Pada Karya Food Photography Pria Saputera Periode Tahun 2015 – 2016
ABSTRAK Sabila, Akbarina. 2017.Analisis Visual Rule of third, Point Of Interest, Background dan Foreground Pada KaryaFood Photography Pria Saputera Periode Tahun 2015 – 2016 Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sarjono, S.Sn, M.Sn(II) Joko Samodra, S.Kom, M.T Kata Kunci: Analisis,Food Photography, Pria SaputeraPria Saputera fotografer muda yang bertalenta karyanya menarik dan menggoda.Fotografer profesional berpengalaman dalam mengatur komposisi makanan agar tersampaikaninformasinya. Implementasi prinsip desain dan estetik seni rupa dalam fotografi makanan mampu menghasilkan karya yang menarik.Berkaitan dengan itu, hasil analisis karya Pria Saputera diharapkan mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dasar seni/desain dan teori komposisi yang meliputi rule of third, point of interest (POI), serta background&foreground.Penelitian menggunakan jeniskualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumenyang digunakan adalah instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri.Pengecekan keabsahan temuan, dilakukan triangulasi penyidik.Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil fotografi makanan karya Pria Saputera telah menerapkan prinsip dasar seni/desain beserta teori komposisi yang meliputi rule of third, point of interest (POI), serta background&foreground.Adapun kesimpulan hasil penelitian ini sesuai dengan penerapan prinsip seni/desain dan teori komposisi 1) Keseluruhan foto telah menerapkan irama; 2) prinsip kesatuan pada semua foto menggunakan kesatuan dengan bermacam jenis pendekatan; 3) dominasi yang digunakan pada semua foto adalah dominasi kelainan, keunggulan, kontras berselisih, kontras ekstrim; 4) seluruh foto menggunakan prinsipkeseimbangan, berupa keseimbangan asimetri, sederajat, dan simetri; 5) ditemukan penerapan proporsi ideal dan penyangatan; 6) prinsip kesederhanaan telah diterapkan kecuali pada foto menthok pedas; 7) kejelasan telah diterapkan pada seluruh foto; 8) rule of third pada semua foto telah diterapkan; 9) terdapatpoint of interest pada semua foto; dan 10) penempatan background&foreground sudah tepat dan enak dilihat. Dari setiap indikator telah diterapkan berbagai macam jenis sub indikator yang ada. Dari semua penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa food photography karya Pria Saputera merupakan karya yang menarik dan menggoda penikmatnya
Buku Berbasis Fotografi Reyog Ponorogo Dalam Rangka Upaya Pelestarian Budaya Daerah
ABSTRAK Wahyuti, Ani Sri. 2017. Buku Berbasis Fotografi Reyog Ponorogo Dalam Rangka Upaya Pelestarian Budaya Daerah. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D, (II) Andhika Putra Herwanto, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Buku Berbasis Fotografi, Kebudayaan, Pelestarian, Reyog Ponorogo Ponorogo merupakan kota kecil dengan berbagai wisata alam serta wisata budaya. Wisata budaya yang sangat dikenal dengan Ponorogo adalah Reyog Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur tarian, bela diri, akrobat dan musik khas Ponorogo. Budaya ini merupakan tanda pengenal/identitas, rekam jejak, serta harta kekayaan dari Kota Ponorogo. Pemerintah serta masyarakat sangat mengapresiasi dan menjaga kebudayaan ini. Reyog Ponorogo adalah wisata budaya yang kuat, namun tidak berarti sudah lolos dari masalah penjagaan budaya atau pelestarian budaya. Beberapa kasus Reyog Ponorogo sempat ingin dimiliki oleh daerah lain dan dipentaskan tanpa penyebutkan asal daerah, belum tentu semua masyarakat di luar Ponorogo pasti tahu asal Reyog Ponorogo meskipun pemerintah serta masyarakat Ponorogo gencar mempromosikannya. Oleh karena itu buku adalah media yang terpilih untuk melestarikannya. Buku merupakan media yang akan tetap bisa dipelajari oleh siapapun sepanjang waktu, sehingga ini merupakan media yang tepat untuk melestarikan Reyog Ponorogo agar budaya terjaga dan tetap sama hingga kapan pun. Model perancangan yang digunakan adalah prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif. Model perancangan ini menjelaskan tahapan yang dilalui dalam proses perancangan media. Tahapan tersebut meliputi kegiatan riset, analisis, sintesis, tem/keyword, strategi komunikasi, value/added, pemilihan media, visualisasi dan produksi. Pada kegiatan perancangan media pelestarian Reyog Ponorogo menghasilkan media yaitu buku berbasis fotografi dengan judul The Colorful Of Reyog Ponorogo, x-banner untuk menginformasikan buku, vandel dadak merak serta kaos. Media ini diharapkan menjadi media yang efektif untuk melestarikan serta sekaligus mempromosikan Reyog Ponorogo. pembaca bisa merasakan atmosfer – atmosfer dari Reyog Ponorogo dan mampu memahami citra atau pesan yang akan disampaikan sehingga akan terjaganya tarian Reyog Ponorogo serta Kota Ponorogo mulai terekspos oleh dunia dan adanya wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri yang akan datang ke Ponorogo
Wujud R. A. Kartini Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Batik Lukis
ABSTRAK Nanda, Pangasih. 2017. Wujud R. A. Kartini Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Batik Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ike Ratnawati S. Pd, M. Pd. (II)Lisa Sidyawati S. Pd, M. Pd. Kata Kunci: Penciptaan, R. A Kartini, Batik LukisEmansipasi dan kesetaraan hak yang dulu diperjuangkan oleh R. A. Kartini kini mulai mengalami perubahan pemaknaan. Semua hanya diingat dan dilakukan sebatas ceremonial dan hanya diperingati sebagai makna simbolik saja. Pada era sekarang penulis merasa mayoritas kaum pemuda dan pemudi Indonesia telah kehilangan makna dan arti hari Kartini itu sendiri, terutama adalah kaum wanita yang pada hari itu sebenarnya kaum merekalah yang dimuliakan dan dihargai dengan adanya Emansipasi wanita tersebut.Penciptaan karya seni batik lukis ini diawali dengan pencarian sumber ide yang kemudian ditemukan oleh penulis melalui pengamatan dan analisa penulis dengan apa yang terjadi di era sekarang khususnya mengenai Emansipasi wanita yang tentunya hal itu berhubungan erat dengan tokoh pahlawan yang mempeloporinya yakni, R. A. Kartini. Tokoh tersebut menginspirasi penulis untuk menjadikannya dalam 6 buah judul karya penciptaan batik lukis berdasarkan sifat yang patut diteladani dan dicontoh. Harapan karya penciptaan ini nanti akan mampu menyampaikan pesan dan mampu menjadi inspirasi, pengingat, kemudian ajakkan untuk menjadkan wanita masa kini menjadi R. A Kartini masa kini.Hasil karya yang divisualisasikan menampilkan 6 karya seni batik lukis dengan media fisik kain batik. Karakteristik karya seni batik lukis tersebut merupakan karya yang bergaya dekoratif figuratif dan menggunakan ornamen yang mengacu pada bentuk-bentuk etnik sehingga terkesan tradisional namun tetap moderen karena teknik batik lukis yang digunakan merupakan bagian dari batik moderen. Pada penciptaan karya seni batik lukis ini pencipta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang didalamnya terdapat permasalahan hingga mendapatkan solusi. Penciptaan karya seni batik lukis ini merupakan upaya yang akan diimplementasikan menjadi karya seni dan dijadikan media edukasi bagi penikmat dan diri sendiri, dengan harapan supaya generasi muda lebih menyadari makna sesungguhnya dari apa itu emansipasi dan apa yang sebenanrnya dulu R. A. Kartini usahakan. Harapan penulis adalah merealisasikan cita-citanya mulai dari sekarang untuk sepanjang masa, bukan membiarkan cita-cita R. A. Kartini untuk hanya menjadi sebatas cita-cita sepanjang masa manusia
Tari Boran Lamongan sebagai Sumber Inspirasi dalam Penciptaan Karya Seni Grafis Cetak Tinggi
ABSTRAK Oktavian, Dedy. 2017. Tari Boran Lamongan sebagai Sumber Inspirasi dalam Penciptaan Karya Seni Grafis Cetak Tinggi. Skripsi, jurusan Seni dan Desain, fakultas sastra. Universitas negeri malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Lisa Sidyawati S.Pd M.Pd Kata Kunci: Tari Boran Lamongan, Penciptaan, Seni Grafis Cetak Tinggi.Tari Boran Lamongan merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh koreografer muda yakni Ninin Desinta dan Tri Kristiani pada tahun 2006. Menurut Ninin dan Tri Kristiani, Tari Boran digarap dalam bentuk tarian kreasi baru yang menggambarkan perjuangan pedagang nasi boran di Lamongan yang juga menggarap karakter masyarakat Lamongan dari segi gerak yang diciptakan.Metode dalam penciptaan karya seni grafis cetak tinggi merupakan sebuah rangkaian dari beberapa langkah. Pertama dimulai dari Identifikasi latar belakang masalah. Dalam identifikasi ada pengembaran jiwa, pengamatan lapangan, wawancara untuk penggalian sumber referensi dan informasi. Kemudian muncullah sebuah konsep, dimana didalamnya mencangkup tema, dan objek yang akan divisualisasikan, yaitu gerakan-gerakan Tari Boran. Setelah konsep benar-benar matang, langkah selanjutnya menentukan karakteristik karya dan menyiapkan alat dan bahan. Kemudian, membuat sket diatas hardboard sesuai dengan konsep yang sudah dibuat. Tahapan utamanya yaitu mencukil hardboard dengan menggunakan pisau cukil,setelah proses mencukil selesai, dilanjutkan proses pewarnaan dengan tinta offsetmenggunakan rol karet, kemudian mencetakkan hardboard pada kertas. Proses mencukil kembali dilakukan secara berulang untuk memunculkan warna berikutnya sampai gambar terlihat jelas sesuai yang diinginkan. Teknik yang digunakan dalam berkarya seni grafis adalah cukil reduksi yang hanya menggunakan satu lembar hardboard untuk menghasilkan banyak warna.Hasil karya yang divisualisasikan menghasilkan 8 karya seni grafis cetak tinggi dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk dan ruang, warna,serta tekstur sebagai visualisai ekspresidari konsep. Bentuk visual gerakan pada Tari Boran lebih ditonjolkkan dengan atribut yang digunakan. Visual yang ditonjolkan ada penggubahan untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang lebih berkarakter dan imajinatif. Berdasarkan hasil penggubahan bentuk dan visual Tari BoraninidiharapkanmampumemperkenalkankembaliTariBoransertamenumbuhkan rasa cintamasyarakatterhadaptaritradisi yang telahada. Bagi orang tuadiharapkandapatmengenalkandanmengingatkanadanyataritradisiLamonganpadagenerasipenerusbangsa.Bagianak-anakdiharapkanmampumendorong rasa penasaranuntukmempelajarinyaterhadaptaritradisi yang kinijarangditemukankarenamasuknyatarian-tarianluarnegeri yang lebih modern
HUBUNGAN ANTARA EMPLOYEE ENGAGEMENT DENGAN KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN COMMUNITY AMBASSADOR SAMPOERNA MILD 16 DI PT. SUNRISE KEMILAU INDONESIA
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) Gambaran employee engagement karyawan community ambassador (2) Gambaran komitmen organisasi karyawan community ambassador (3) Hubungan employee engagement dan komitmen organisasi karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia.Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional kuantitatif dengan menggunakan teknik total populasi. Responden dalam penelitian ini adalah 40 orang karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala employee engagement dan skala komitmen organisasi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,429 dan 0,954.Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia memiliki employee engagement yang sedang (57,5%) dan memiliki komitmen organisasi yang sedang pula (60%). Peneliti melakukan uji asumsi yaitu melakukan uji normalitas dengan formula Kolmogorov-Smirnov dan melakukan uji linieritas. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menyatakan bahwa pada skala employee engagement memiliki sig = 0,200 dan skala komitmen organisasi memiliki sig yang sama pula = 0,200 sehingga kedua data variabel tersebut dikatakan berdistribusi normal serta kedua variabel tersebut dikatakan linier dengan nilai sig = 0,436. Setelah uji asumsi sudah terpenuhi maka peneliti melakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi Product Moment dan diperoleh Rxy = 0,875, dengan sign = 0,000. Hal tersebut berarti ada hubungan positif yang cukup kuat antara employee engagement dan komitmen organisasi karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diberikan kepada karyawan diharapkan karyawan agar dapat meningkatkan employee engagement pada perusahaan, dengan cara mempercayai atasannya, mempercayai teman sekitarnya dan mempunyai komunikasi yang baik terhadap seluruh elemen di dalam perusahaan. Saran yang diberikan kepada perusahaan untuk dapat memperhatikan employee engagement karyawan sehingga akan menimbulkan komitmen organisasi yang tinggi terhadap perusahaan dengan cara memberikan pelatihan kepada jajaran manajemen. Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya diharapkan mencari populasi dan sampel yang lebih banyak lagi karena penelitian ini memiliki populasi dan sampel yang sedikit, dan peneliti bisa menambah variabel lain yang mempengaruhi komitmen organisasi seperti pengalaman individu dalam organisasi, karakter pekerjaan dan karakter organisasi