SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    Perancangan Logo Tuntas Fakta Indonesia News, Sebagai Peningkat Pangsa Pasar dan Identitas

    No full text
    ABSTRAK   Valantino, Dona. 2017.Perancangan Logo Tuntas Fakta Indonesia News, sebagai peningkat pangsa pasar dan identitas perusahaan. Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra,UniversitasNegeri Malang.   Kata kunci: Identitas Perusahaan, TFIN, Corporate Identity, Tuntas Fakta Indonesia News, logo Era globalisasi yang seperti sekarang ini membuat penyebaran informasi beredar sangat cepat dan tidak terkontrol. Informasi yang ada di masyarakat cenderung tidak diketahui dengan jelas keabsahannya. Oleh karenanya TFIN (Tuntaskan Fakta Indonesia News), sebagai media start up online baru, sesuai dengan nama yang diusungnya, sejak awal menitik beratkan pada penyampaian informasi secara transparan dan terpercaya. Untuk dapat mencapai tujuannya, dibutuhkan adanya perancangan logo yang diharapkan mampu untuk menjadi solusi dalam membangun merek TFIN sebagai portal media yang dapat dipercaya di Indonesia.Yaitudenganperancangancorporate identity, corporate culturedancorporate promotion. Hasildariperancanganiniyaitucorporate identityberupa logo dan media aplikasinya, corporate cultureyaitubudayaperusahaandan media pendukungnya, sertacorporate promotionberupastrategipromosidan media promosinya.Hasil-hasil inisalingterkaitsatusama lain dandiharapkanmenjadisolusiefektifdalam membangun media informasi TFIN.   ABSTRACT   Valantino, Dona. 2017.Perancangan Logo Tuntas Fakta Indonesia News, sebagai peningkat pangsa pasar dan identitas perusahaan. Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra,UniversitasNegeri Malang.   Keywords: Identitas Perusahaan, TFIN, Corporate Identity, Tuntas Fakta Indonesia News, logo The current era of globalization makes information dissemination very fast and uncontrollable. The information in the community tends to not be clearly known of its validity. Therefore TFIN (TuntaskanFakta Indonesia News), as a new online start-up media, in accordance with its tagline, focuses on the delivery of information in a transparent and reliable. To be able to achieve its goals, it is necessary to design a logo that is expected to be a solution in building the brand TFIN as a reliable portable media that can be trusted in Indonesia. That is with the design of corporate identity, corporate culture and corporate promotion. The result of this design is corporate identity in the form of logo and media application, corporate culture that is corporate culture and supporting media, and corporate promotion in the form of promotion strategy and promotion media. The results of this design are interconnected with each other and is expected to be an effective solution in building TFIN information media

    PELESTARIAN REYOG KENDANG TULUNGAGUNG BERBASIS FEATURE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN CITRA KESENIAN DAERAH

    No full text
    ABSTRAK Ahsan, Nuril. 2017. Pelestarian Reyog Kendang Tulungagung berbasis Feature sebagai Upaya Peningkatan Citra Kesenian Daerah. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Feature, Reyog Kendang, Kesenian Daerah Reyog Kendang Tulungagung merupakan salah satu kesenian daerah yang lahir dan berkembang di Tulungagung. Kesenian ini berupa arak-arakan prajurit yang digambarkan oleh penari yang menari sambil memainkan kendang. Kini, kesenian Reyog Kendang kurang mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga perlu adanya usaha pelestarian guna meningkatkan citra kesenian daerah seperti Reyog kendang Tulungagung ini. Tujuan perancangan video feature tentang Reyog Kendang Tulungagung adalah untuk meningkatkan citra kesenian daerah di mata masyarakat. Melalui usaha ini diharapkan masyarakat lebih mengenal dan mencintai kesenian daerah, terutama kesenian daerah Tulungagung. Selain itu, dengan meningkatnya citra kesenian daerah, maka kesenian seperti Reyog Kendang akan tetap lestari. Video feature Reyog Kendang Tulungagung dirancang dengan menggunakan model perancangan prosedural, yaitu proses perancangan yang dilakukan secara berurutan dan sistematis. Tahapan-tahapan perancangan juga disesuaikan dengan standart operation procedure perancangan karya videografi. Tahapan ini terdiri atas pra produksi, produksi dan terahir pasca produksi. Sumber data perancangan terdiri atas data lapangan dan data teoritis. Data lapangan diperoleh dari kegiatan observasi dan wawancara, sedangkan data teoritis diperoleh dari literatur kepustakaan berupa buku ataupun artikel. Hasil perancangan adalah karya videografi berupa video feature tentang Reyog Kendang Tulungagung. Video feature berisi informasi mengenai apa itu Reyog Kendang, apa keunikannya dan sedikit informasi tentang Tulungagung yang dahulu bernama Ngrowo sebagai daerah asal kesenian Reyog Kendang. Feature tentang Reyog Kendang Tulungagung ini dipublikasikan melalui siaran televisi. Media televisi merupakan media komunikasi massa yang tidak terbatas oleh waktu dan dapat diakses oleh masyarakat dalam jangkauan luas. Media feature yang dipublikasi melalui siaran televisi ini juga sesuai dengan karakteristik masyarakat Tulungagung sebagai audiens, sehingga tujuan perancangan dapat tercapai.   ABSTRACT Ahsan, Nuril. 2017. The Preservation of Reyog Kendang Tulungagung Based on Feature as an Improvement Effort of Regional Arts Imagery. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Mentors: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn. Key Words: Feature, Reyog Kendang, Regional Arts. Reyog Kendang Tulungagung is one of the regional arts that was born and developed in Tulungagung. This art performed of soldier procession that depicted by dancers who play a drum while dancing. Now, the art of Reyog Kendang had less attention from the people, so there is needed for conservation efforts to improve the image of regional arts like Reyog Kendang Tulungagung. The purpose of designing a feature videos about Reyog Kendang Tulungagung is to improve the image of regional arts on the people choice. Through this effort, people are expected to be interest and love the regional arts, especially Tulungagung arts. In addition, with the increased image of regional art, so the arts like Reyog Kendang will remain sustainable. The designing of feature videos of Reyog Kendang Tulungagung is using procedural design method, ie the design process is done sequentially and systematically. The design stages are also adjusted to the standard operation procedure of videography design. This stage consists of pre production, production and post production. The design data source consists of field data and theoretical data. Field data obtained from the observation and interview, while the theoretical data obtained from the literature library in the form of books or articles. The result of the designing media is a videography project that contains a feature of Reyog Kendang Tulungagung. The feature videos contain an information about what is Reyog Kendang, what is the unique and a little information about Tulungagung as the origin of Reyog Kendang art that formerly was named by Ngrowo. This feature is published through television broadcast programme. The television media is a mass communication media that is not limited by time and can be accessed by the public in a wide range. The feature media that published through television broadcasting programme is also in accordance with the characteristics of Tulungagung society as an audience, so that the design goals can be achieved.

    Pembelajaran Batik Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Siswa Kelas VIII SMPN 5 Situbondo Tahun Ajaran 2015-2016

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhani, Fauziyah, 2016. Pembelajaran Batik Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Siswa Kelas VIII SMPN 5 Situbondo Tahun Ajaran 2015-2016. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Hariyanto, M. Hum. (II) Ike Ratnawati, S. Pd, M. Pd.   Kata Kunci: Pembelajaran, Batik, SMPN 5 Situbondo. Pembelajaran batik pada mata pelajaran seni budaya merupakan suatu proses pendidikan untuk membantu siswa dalam mengekspresikan ide dan kreativitasnya. SMPN 5 Situbondo, terletak di kabupaten Situbondo yang dekat dengan daerah pesisir utara Jawa Timur. Pada kurikulum pembelajaran seni budaya siswa kelas VIII SMPN 5 Situbondo, pembelajaran batik merupakan salah satu materi mata pelajaran seni budaya  dengan kompetensi  dasarnya, menerapkan ragam hias flora, fauna dan geometrik pada bahan kriya tekstil. Dalam kompetensi dasar ini siswa melakukan kegiatan membuat pola dasar ragam hias flora, fauna dan geometrik, hingga menjadi sebuah desain  motif  batik, indikator ketercapaiannya adalah siswa mampu membuat desain motif batik berdasarkan ragam hias batik nusantara maupun daerah setempat dengan menggunakan unsur-unsur dan prinsip desain. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan tentang bagaimana kegiatan pembelajaran batik di SMPN 5 Situbondo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut : Pertama, kegiatan pembelajaran seni budaya di SMPN 5 Situbondo, guru berpedoman pada sebuah RPP yang dibuat setiap tahun ajaran baru, dalam RPP yang telah dibuat oleh guru seni budaya, terdapat beberapa acuan untuk mencapai proses pembelajaran yang maksimal. Perencanaan pembelajaran antara lain memiliki, kompetensi dasar, indikator dari materi yang akan diajarkan, memiliki tujuan pembelajaran sebagai tolak ukur tercapainya proses pembelajaran Kedua, pada proses kegiatan pembelajaran batik, pada saat penyampaian materi yang dilakukan oleh guru tercipta komunikasi yang baik antar guru dengan siswa, dalam proses pembelajaran juga terdapat pola interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa yang lainnya. Ketiga, berkaitan dengan hal teknik penilaian guru terhadap tugas kelompok pemecahan masalah di kelas, guru merencanakan penilaian terhadap “proses” dan “hasil” dari pemecahan masalah, kemudian guru juga menerapkan teknik penilaian penugasan terhadap siswa dengan cara memberikan tugas rumah berupa pembuatan/penyusunan makalah sederhana (kliping) tentang materi yang telah dipelajari di kelas. Selanjutnya untuk mengukur kemampuan siswa dalam membuat desain motif batik, guru menerapkan teknik penilaian berupa tes praktek atau kinerja.   ABSTRACT   Ramadhani, Fauziyah, 2016. On the Subject Learning Batik Cultural Arts Eighth Grade Students of SMPN 5 Situbondo Academic Year 2015 - 2016. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang, Advisor (I) Dr. Hariyanto, M. Hum. (II) Ike Ratnawati, S. Pd, M. Pd.   Keywords: Learning, Batik, SMPN 5 Situbondo. Batik learning on the subjects of art and culture is a process of education to help students to express their ideas and creativity. SMPN 5 Situbondo, located in Situbondo district near the north coast of East Java. On learning curriculum cultural arts class VIII SMPN 5 Situbondo, learning materials batik is one of the subjects of art and culture with a competence basically applying decorative flora, fauna and geometric in textile craft materials. In this basic competence students do activities making basic patterns decorative flora, fauna and geometric, to become a design motif, indicators of achievement are the students able to make batik design by batik decoration archipelago and the local area by using the elements and principles of design, this research was conducted with the aim to describe how batik learning activities in SMPN 5 Situbondo. This study uses qualitative research and descriptive approach, the data collection is done by using the techniques of observation, interviews and documentation. Activity data analysis starts from the stage of data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. Based on analysis of these data, obtained three conclusions following results: First, the learning activities of cultural arts in SMPN 5 Situbondo, teachers guided by an RPP made every new school year, the RPP has been created by teachers of art and culture, there are several references to achieve maximum learning process. Planning learning among others, has, basic competencies, indicators of material that will be taught, has the goal of learning as a benchmark of achievement of the learning process Second, the process of batik learning activities, at the time of delivery of content is done by teachers to create good communication between teachers and students, in the learning process there is also a pattern of interaction between teachers and students, students with other students. Third, related to valuation techniques teachers to the task group problem - solving in the classroom, teachers are planning an assessment of the "process" and "results" of solving the problem, then teachers also apply valuation techniques assignment to the students by giving them a homework assignment in the form of the creation / preparation of papers simple (clipping) of the material that has been learned in the classroom. Furthermore, to measure students' skills in making batik design, teachers applying valuation techniques such as test practice or performance

    Studi Kasus Mahasiswa S1 Pendidikan Seni Rupa Konsentrasi Desain 2012/2013 Universitas Negeri Malang Yang Memprogram Skripsi Pada Semester Genap

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya sedikit mahasiswa Pendidikan Seni Rupa konsentrasi desain yang memilih skripsi jenis non pengembangan dibanding memilih skripsi pengembangan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dosen metodologi penelitian tidak membekali mahasiswa dengan metodologi skripsi non pengembangan, hanya metodologi skripsi pengembangan saja yang lebih difokuskan. Hal ini tentunya berdampak pada mahasiswa dalam terpengaruh opini pengembangan dari dosen metodologi penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab mahasiswa Pendidikan Seni rupa konsentrasi desain Universitas Negeri Malang memilh skripsi jenis non pengembangan, sehingga dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi perencanaan dan pengembangan program atau evaluasi pada program studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Sumber data diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu mahasiswa Pendidikan Seni Rupa konsentrasi desain angkatan 2012/2013 yang memilih skripsi jenis non pengembangan pada semester genap sebagai sumber data utama, dan proposal mahasiswa sebagai sumber data pendukung. Data penelitian diperoleh dari wawancara dan analisis dokumen. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Pengecekan keabsahan data temuan dengan menggunakan perpanjangan pengamatan, triangulasi, bahan referensi, dan member check. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor internal yang menyebabkan mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap adalah (1) faktor niat dan motivasi, (2) faktor keinginan pribadi mahasiswa, (3) faktor kemampuan mahasiswa, dan (4) faktor motivasi berupa tujuan mahasiswa mengambil skripsi jenis penelitian. Sedangkan faktor eksternal yang menyebabkan mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap adalah (1) permasalahan di lingkungan kampus, (2) faktor teman dan (3) faktor masyarakat berupa pengaruh  mass media.

    PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI TENTANG TEMPAT BERSEJARAH DI SURABAYA (1855-1930) SEBAGAI TUJUAN WISATA HERITAGE DENGAN GAYA ILUSTRASI ROUGH SKETCH

    No full text
    ABSTRAK Rahmanto Lukman Satriya 2016.Perancangan Buku Ilustrasi Tentang  Tempat  Bersejarah  Di Surabaya Sebagai Tujuan Wisata Heritage Dengan Gaya Ilustrasi Rough Sketch. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni Dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) M. Abdul Rahman, S.Sn, M.Sn. (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci : Perancangan Buku Ilustrasi Tentang  Tempat  Bersejarah  Di Surabaya Sebagai Tujuan Wisata Heritage Dengan Gaya Ilustrasi Rough Sketch Surabaya merupakan satu dari sekian banyak kota besar di Indonesia yang dijadikan basis perkembangan perekonomian dan pemerintahan jaman penjajahan Belanda. Sebagai bukti perkembangan Surabaya di era kolonialisme adalah banyaknya sisa-sisa bangunan belanda yang masih berdiri kokoh dan masih difungsikan hingga kini dan bahkan banyak dari bangunan tersebut dijadikan pusat kegiatan pemerintahan Surabaya dan masih terawat hingga kini. Beberapa bangunan peninggalan tersebut ada yang menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang terjadi di Surabaya. Bangunan-bangunan peninggalan tersebut juga memiliki keindahan dari gaya arsitektur yang khas dengan jaman kolonial. Arsitektur tersebut menambah daya tarik dari gedung-gedung kuno di Surabaya. Yang seharusnya bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai sarana wisata sejarah untuk pendidikan atau rekreasi. Banyak bangunan yang jarang diketahui oleh masyarakat dari cerita maupun lokasi dari bangunan atau tempat heritage tersebut karena kurangnya sarana informasi yang dibuat. Maka dari itu dirancanglah sebuah buku tentang tempat bersejarah di Surabaya yang di konsep dengan ilustrasi sebagai daya tarik dari buku ini. Sebagai media informasi jika ingin berwisata heritage di Surabaya. Elemen visual utama yang digunakan yaitu ilustrasi agar lebih mudah diingat namun tetap dengan penambahan teks informasi tentang bangunan bersejarah tersebut. Ilustrasi yang digunakan di buku ini menggunakan gaya ilustrasi rough sketch, ilustrasi yang menyerupai sketsa dengan outline dan garis-garis arsir yang kasar namun tetap mewakili dari bentuk bangunan tersebut Model perancangan yang digunakan untuk merancang buku ini adalah model perancangan Prosedural dan menggunakan model perancangan dari Sanyoto yang telah dimodifikasi dan dikembangkan menyesuaikan kebutuhan kerangka perancangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi melihat bagaimana kondisi atau bentuk dari bangunan tersebut. Wawancara dengan bertanya pada msayarakat sekitar bangunan tersebut tentang bangunan tersebut. Dan pengkajian dokumen tentang bangunan tersebut melalui buku sejarah. Perancangan buku ini bisa sebagai media informasi atau pendidikan tentang sejarah g dikemas dengan visual Rough Sketch sebagai daya tarik utama dari buku ini. Dan sebagai media promosi kota Surabaya melalui sisi sejarahnya yang menarik, terlihat pada bangunan-bangunan bersejarah yang memiliki arsitektur khas dari bangsa Belanda. Dan memperkenalkan kembali tentang sejarah-sejarah yang ada di Surabaya

    PERSEPSI DESAINER LOKAL TERHADAP KOMPETISI CROWDSOURCING (STUDI KUALITATIF PRAKTEK CROWDSOURCING DESAIN LOGO BERBASIS ONLINE)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui persepsi para desainer logo mengenai fenomena crowdsourcing, (2) Untuk mengetahui aspek-aspek pembentuk persepsi para desainer logo mengenai kompetisi crowdsourcing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu: Informan atau narasumber, yaitu enam belas desainer logo yang berdomisili di Malang Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam (in depth interviewing) dan studi dokumentasi. Teknik pengembangan validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data yaitu triangulasi teori dan pengamat.  Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif menurut Miles dan Hubberman yang memiliki tiga komponen yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pengetahuan seorang desainer mengenai logo dan proses desain tidak dapat diukur dari latar belakang pendidikannya. Walaupun seharusnya desainer berlatarbelakang pendidikan formal lebih mampu menguasai, namun saat ini media lainnya mampu menjadi sumber belajar desain. Pengetahuan mengenai crowdsourcing bisa didapatkan melalui informasi dari teman, pengalaman pribadi maupun browsing di internet. Situs crowdsourcing terbagi berdasarkan registrasinya, yaitu diuji terlebih dahulu dan tidak. Kompetisi crowdsourcing juga terbagi menjadi open contest dan blind contest. Dalam menentukan harga sebuah logo, desainer tidak dapat menentukan secara pasti karena adanya dari faktor dari desainer dan kliennya. Namun adanya fenomena “harga teman” dan harga dalam negeri menjadi keresahan desainer sehingga hampir semua tertarik dengan klien luar negeri dan crowdsourcing adalah alternatifnya. (2) Persepsi desainer logo sebagian besar pro terhadap crowdsourcing karena dianggap mudah, cepat dan nyaman, sedangkan yang kontra menganggap crowdsourcing adalah ancaman. Adapun berbagai faktor internal yang lebih kuat dalam menentukan persepsi tersebut, antara lain idealisme dan kebutuhan. Selain itu perbedaan nilai mata uang juga salah satu faktor eksternalnya. Pada praktek crowdsourcing, desainer seringkali menoleransi adanya pelanggaran kode etik desainer.  (3) Perilaku atau kebiasaan desainer dalam crowdsourcing ditentukan berbagai motivasi, antara lain; berorientasi pada personal branding, portofolio, finansial, dan ada yang iseng-iseng saja. Motivasi berpengaruh terhadap intensitas berkompetisi. Sedangkan desainer yang kontra memiliki motivasi jangka panjang yaitu mengedukasi desainer dan klien mengenai proses desain logo.

    PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BILINGUAL “AARON AND ANNA” UNTUK ANAK-ANAK

    No full text
    ABSTRAK An nisa Amalia, Efrisha. 2016. Perancangan Buku Cerita  Bergambar Bilingual “Aaron and Anna” Untuk Anak-Anak. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M. Sn (II) Rudi Irawanto, S. Pd, M. Sn   Aaron and Anna adalah pengembangan cerita dari dongeng Hansel and Gretel.  Banyak dari buku dongeng yang kurang memberikan nilai moral yang positif  bagi anak dikarenakan anak-anak masih sulit memahami dan memilah mana yang nyata dan fiktif , sedangkan saat ini banyak dongeng yang selalu membuat tokoh tertentu menjadi sosok yang jahat, sehingga berbahaya jika anak menjadikan dongeng sebagai pedoman hidup. Hal tersebut yang memicu untuk merancang sebuah buku ilustrasi yang tidak hanya digemari namun juga bermanfaat, yaitu buku cerita dongeng dengan judul Aaron and Anna. Buku ilustrasi yang akan dirancang akan merubah persepsi anak terhadap icon tokoh jahat yang selama ini terdapat pada dongeng-dongeng. Metode perancangan yang digunakan yaitu menggunakan perancangan procedural. Model perancangan yang dipilih yaitu metode perancangan dari Bruce Archer yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penulis mulai dari latar belakang masalah, data, analysis,  sintesis, konsep perancangan, dan terakhir yaitu proses perancangan hingga menghasilkan final design. Metode penyampaian dongeng higga saat ini sangat beraneka ragam. Metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu perancangan buku ilustrasi. Perancangan buku ilustrasi melalui beberapa tahapan, yaitu breakdown karakter dari rought sketch, comprehensive, hingga final design. Teknik yang digunakan untuk merancang buku ilustrasi ini adalah menggunakan teknik vector pada software Corel Draw X.7, serta menggunakan warna-warna yang kontras dan terang, serta karakter yang unik sehingga dapat menarik minat sesuai dengan target market. Perancangan akan menciptakan karya produk berupa buku ilustrasi dengan dengan judul Aaron and Anna dan disertai beberapa permainan disertai denga bahasa asing bertujuan agar anak tidak hanya membaca, namun juga dapat belajar dan bermain. Adapun produk yang akan dihasilkan yaitu buku bergambar bilingual Aaron and Anna, merchandise seperti tote bag, kotak pensil, note, gantungan kunci,  dan media promosi berupa x-banner, poster, dan stike

    Survei Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari Di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo Dalam Meraih Prestasi

    No full text
    ABSTRAK Infantri Rahayu Dian. 2016. Survei Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo Dalam Meraih Prestasi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Hj. Purwatiningsih, M.Pd, (II) Tutut Pristiati, S.Sn Kata Kunci : Survei pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari, pembelajaran SMAN 1 Dringu                                                                                             SMAN 1 Dringu merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Probolinggo yang memberikan kemampuan, keterampilan, juga kreativitas yang tinggi terhadap peserta didik dalam mata pelajaran, khususnya dalam mata pelajaran seni budaya sub seni tari. Pihak sekolah menambahkan kegiatan ekstrakurikuler seni tari di luar pendidikan intra sekolah. Ekstrakurikuler seni tari merupakan kegiatan yang dilakukan di luar kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum). Ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu telah meraih berbagai macam prestasi dalam perlombaan baik dalam maupun luar kota, namun dalam perencanaannya tidak ditemukan adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Apakah karena pelaksanaannya yang menyebabkan ekstrakurikuler seni tari dapat meraih berbagai prestasi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan survei pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumen. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, merangkum data (memfokuskan pada data yang diperlukan), membuang data yang tidak diperlukan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara menguji kredibilitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalampelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler seni tari metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, imitasi, teman sejawat, penugasan, sedangkanmedia yang digunakan hanya tape recorder dan hand phone, materi yang diajarkan diantaranya adalah tari Ting genting (ris-baris), Gelang saka, dan Labas, dan kegiatan pembelajaran meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Namun dalam perencanaan pembelajarannya tidak menggunakan RPP.Dari hasil penelitian ini pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu kurang baik, sehingga disarankan agar guru membuat perencanaan pembelajaran secara tertulis sesuai dengan Permendikbud No 62 Tahun 2014 dan menyusun RPP sesuai pedoman kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga perlu menambah metode-metode yang sesuai dengan metode pembelajaran ekspresi seni tari agar dapat membantu menyempurnakan hasil akhir sesuai target ketercapaian. Juga diharapkan untuk pihak sekolah hendaknya menambah sarana prasarana dan fasilitas lain yang dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu dan merangsang psikologis siswa agar dapat lebih percaya diri dalam meraih prestasi, terutama dalam bidang berkesenian.          

    Perancangan Buku essay Fotografi Kesenian Seblang kelurahan Bakungan Kabupaten Banyuwangi Sebagai media Peningkatan Potensi Pariwisata

    No full text
    Kabupaten Banyuwangi adalah kabupaten dengan industri pariwisata yang baru bangkit. setelah sekian lama tidak digarap dengan serius, pada 6 tahun kebelakang industri pariwisata sedikit demi sedikit mulai dikembangkan di kabupaten Banyuwangi. Seiring dengan perkembangan pariwisata di kabupaten Banyuwangi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kabupaten Banyuwangi pun semakin tinggi, namun kadang informasi yang diterima mengenai kabupaten Banyuwangi belum terlalu mendetail. Rumusan masalah produk ini adalah bagaimana merancang buku buku fotografi kesenian seblang kelurahan Bakungan kabupaten Banyuwangi yang efektif sebagai media promosi pariwisata.Tujuan perancangan yang diharapkan adalah merancang sebuah buku fotografi yang bisa digunakan sebagai media promosi wisata oleh dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Banyuwangi dan bersifat pengenalan yang mengedepankan latar belakang kebudayaan dan nilai-nilai kebudayaan Banyuwangi sehingga dapat mengangkat kebudayaan Banyuwangi di tingkat nasional dan internasional.Dalam melakukan perancangan buku fotografi kesenian seblang desa Bakungan ini adalah adalah model perancangan prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif, dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan sebuah produk. Perancangan bertujuan memecahkan masalah secara sistematis dan faktual mengenai fakta-fakta dan sifat populasi.Produk menggunakan kertas HVS doff100 gr, teknik pewarnaan dengan menggunakan komputerisasi dan tersaji full colour dan monokrom dengan gaya desain minimalis. Buku ini memiliki keistimewaan tersendiri yaitu pada paketbundling karena disertai dengan batik khas Banyuwangi dan juga udeng khas Banyuwangi. Sehingga diharapkan secara tidak langsung akan memberikan edukasi dan juga menambah rasa cinta terhadap kebudayaan asli Banyuwangi.Dengan adanya inovasi baru yang menyajikan paket yang berupa kemasan ekslusif, kain batik gajah oleng dan juga udeng khas Banyuwangi ini diharapkan nantinya kesenian tradisional Banyuwangi bisa lebih dikenal luas di masyarakat baik dalam maupun luar negeri. 

    PROSES PEMBELAJARAN TARI TANDA'AN WEDOK DI SANGGAR MADYO LARAS DESA JATIGUWI KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Agustin. Devi. 2016. Proses Pembelajaran Tari Tanda’an Wedok di Sanggar Madyo Laras Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra.Ninik Harini, M.Sn, (II)Tutut Pristiati, S.Sn. Kata kunci : Proses,Pembelajaran, Tari Tanda’an Wedok, Sanggar Pembelajaran tari adalah kegiatan yang unik dan sangat menarik untuk di pelajari oleh semua orang karena dengan mempelajari tari dapat menumbuh kembangkan bakat  minat seseorang dan dapat menyalurkan hobi serta kegemarannya. Sanggar Madyo Laras adalah salah satu sanggar seni tradisi yang memberikan pembelajaran seni tari tradisi. Pembelajaran tari Tanda’an Wedok di Sanggar Madyo Laras terlebih dahulu mempelajari gerak dasar tari, kemudian baru materi tari. Di sanggar Madyo Laras  memiliki metode yang unik yaitu metode relaxasi (pemejaman mata) dan metode menghadap 4 arah  saling membelakangi serta menggunakan media pembelajaran yang berbeda dengan sanggar yang lain yaitu alat musik kendang dan gamelan langsung. Kelebihan pada Sanggar Madyo Laras ini setiap pementasan tari selalu menggunakan iringan musik gamelan secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang proses Pembelajaran tari Tanda’an Wedok di Sanggar Madyo Laras dari perencanaan yang dibuat, pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi dari pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Peneliti sebagai instrumen kunci yaitu pengamat, dan sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian berada di Sanggar Madyo Laras Jl. Ir. Soekarno Simpang 4 Rt 18 Rw 04 Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Narasumber penelitian ini pemilik dan pelatih sanggar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam bentuk foto ataupun video. Analisis data dilakukan dengan menggunakan jenis analisis H.B Sutopo. Pada pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut,  perencanaan pembelajaran tidak dibuat secara tertulis melainkan perencanaan dibuat secara lisan berdasarkan hasil diskusi dari pemilik dan pelatih sanggar. Penyampaian materi pembelajaran  tari Tanda’an Wedok ini diawal diberikan pengetahuan gerak dasar secara umum, kemudian gerak dasar tari Tanda’an Wedok yaitu gerak Singget Tanjek,baru kemudian pemberian materi gerak tari. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi, metode drill, metode relaxasi, dan metode menghadap 4 arah saling membelakangi. Media yang digunakan adalah pemutaran video dari laptop, speaker active dan juga alat musik gamelan. Penilaian berdasarkan pengamatan dari pelatih dan pemilik sanggar. Hasil pembelajaran yaitu  berupa pementasan siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada sanggar agar membuat suatu perencanaan pembelajaran secara tertulis agar pembelajaran berjalan sesuai dengan perencanaan serta dapat dijadikan sebagai arsip sanggar. Kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik untuk banyak mengembangkan penelitian sejenis agar banyak variasi dalam proses pembelajaran tari di sanggar atau penelitian lain mengenai tari Tanda’an Wedok ini, yaitu sejarah tari, struktur gerak tari, bentuk penyajian dan lain sebagainya

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇