SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    Perancangan Video sebagai Media Promosi Batik Druju

    No full text
    ABSTRAK Ramadhani, Rifky Bima.2016.Perancangan Video sebagai Media Promosi Batik Druju. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sumarwahyudi, M.Sn dan Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Media Promosi, Batik Druju Salah satu kerajinan batik unik dari Malang yaitu batik Druju yang bertempat di desa Druju, kecamatan Sumbermanjing Wetan, kabupaten Malang. Sebagian masyarakat Malang belum mengenal karya batik Druju, padahal batik ini sudah sampai internasional. Promosi adalah upaya yang tepat untuk memperkenalkan dan menawakan produk batik Druju dengan tujuan memberitahukan khalayak umum yang belum mengetahui produk batik Druju, dengan cara menarik perhatian calon pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama supaya tidak beralih ke produk lain yang sejenis. Untuk memecahkan masalah dan merealisasikan tujuan pembuatan media promosi, maka diperlukan adanya observasi. Dari observasi berupa wawancara dan dokumentasi kita bisa mendapatkan data-data tertulis dan akurat untuk kemudian disimpulkan dalam analisa data. Setelah mendapatkan konsep karya, hal yang selanjutnya dilakukan yaitu memvisualisasikan ke media promosi yang  memiliki informasi produk dan sesuai untuk mempromosikan batik Druju kepada para konsumen dengan menggunakan video berdurasi 1 menit untuk ditayangkan di videotron, video berdurasi 30 detik untuk ditayangkan di sosial media, x-banner berukuran 160x60 cm, stiker dengan QRCode, kampanye pada media sosial seperti instagram, facebook, dan line, brosur, serta bantal ukuran 30x30 cm dan note book ukuran A5 sebagai merchandise untuk konsumen

    ANALISIS MOTIF RAGAM HIAS WUWUNG HIAS GERABAH di SENTRA “SUMBER BANGUN SARANA GENTENG” KABUPATEN TRENGGALEK

    No full text
    Wuwung hias gerabah merupakan salah satu bagian dari ragam hiasan atap rumah tradisional Jawa yang keberadaannya mulai menghilang seiring perkembangan zaman. Dari permasalahan tersebutpenelitian ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan dan memberikan pemahaman mengenai bentuk, maksud, motif hias dan prinsip organis estetik yang terkandung pada masing-masing bentuk wuwung hias gerabah yang dijadikan objek penelitian.Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di sentra Sumber Bangun Sarana Genteng yang berada di Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data, diperoleh sumber data primer yaitu hasil wawancara pada pemilik sentra dan perajin. Data sekunder diperoleh dari buku terkait dan dokumentasi.Pada penelitian ini, ditemukan enam macam bentuk wuwunghias yang dijadikan objek penelitian yaitu: Wuwung gunungan sebagai lambang ketrentraman, wuwung ular naga sebagai lambang penolak bencana, wuwung peksi garudha sebagai lambang pemberantas kejahatan, wuwung mustaka sebagai simbul ke Islaman, wuwungmahkota Kresna sebagai simbul tokoh Kresna dan wuwung mahkota Gatotkaca sebagai simbul dari tokoh. Pada ke enam wuwung hias tersebut ditemukan beberapa motif hias yang dapat dibedakan menjadi dua motif yaitu: Motif Organis yaitu motif hias lung-lungan, motif sulur, dengan bentuk daun, bunga dan tangkai yang telah mengalami stilasi dan terdapat bentuk hewan yaitu naga dan burung garuda. Motif geometris berupa motif hias jlamprang, tlacapan,kawung dan lereng yang divisualisasikan dengan bentuk garis lurus, garis patah-patah, lingkaran, setengah lingkaran dan segitiga. Prinsip organisasi estetik pada ke enam wuwung hias tersebut ditinjau dari keselarasan yaitu adanya perulangan motif yang sama. Keseimbangan, terdapat kesimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informan (asimetris). Kesebandingan terjalin dengan adanya perpaduan besar dan kecil pada motif hias. Ritme tercapai dengan adanya motif yang saling berhubungan. Pusat perhatian terdapat pada motif hias yang proporsinya paling besar.Saran bagi masyarakat Jawa diharapkan untuk tetap melestarikan wuwung hias gerabah yang merupakan salah satu peninggalan ragam hias Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Bagi pendidikan, diharapkan bisa dijadikan bahan ajar yang bermuatan lokal sehingga menjadi sumber belajar siswa. Bagi peneliti lain selanjutnya, bisa dijadikan referensi dalam penelitian seni ragam hias budaya Indonesia.  

    KERAJINAN GERABAH DESA BANYUMULEK, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN LOMBOK BARAT, NTB.

    No full text
    ABSTRAK Helmi Muh. 2016. Kerajinan Gerabah Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd.Kata Kunci: Kerajinan, Gerabah, Banyumulek.Kerajinan keramik gerabah merupakan kerajinan yang telah lama dikenal Masyarakat Indonesia. Salah satu sentra kerajinan keramik gerabah di Pulau Lombok, NTB, terletak di Desa Banyumulek. Produk keramik gerabah Banyumulek dikenal memiliki berbagai macam fungsi dan bentuk. Belum banyak penelitian tentang proses dan bentuk desain keramik gerabah Banyumulek, maka dari itu peneliti tertarik untuk mengkaji dalam sebuah penelitian.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal tentang kerajinan keramik gerabah di Desa Banyumulek, yaitu mencakup (1) Proses pembuatan keramik gerabah di Desa Banyumulek. (2) Desain struktural ragam hias keramik gerabah di Desa Banyumulek.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data berupa kata-kata, hasil karya dan tindakan dalam proses berkarya keramik gerabah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan alisis data dimulai dari tahap reduksi, paparan dan penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan trianggulasi sumber data untuk menjaga keabsahan data. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja.Hasil analisis data menggambarkan bahwa, (1) Proses pembuatan keramik gerabah di Desa Banyumulek adalah pembentukan, pembakaran dan dekorasi. Contoh produk keramik gerabah yang dihasilkan adalah asbak, kendi, tempayan atau gentong, kap lampu, hiasan dinding dan peralatan rumah tangga. (2), Desain struktural ragam hias dan dekorasi keramik gerabah di Desa Banyumulek. Bentuk keramik gerabah di Banyumulek kebanyakan berbentuk geometrik yaitu lingkaran pada dasar bentuk keramik gerabah. Para pengrajin masih menggunakan meja putar manual.Ukuran yang dihasilkan bervareatif bentuknya, dari yang ukuran kecil 6 cm sampai dengan ukuran besar 1 meter. Desain dekorasi pada keramik gerabah di Banyumulek menggunakan teknik pillin tempel, pincing, slab dan teknik gores.Dekorasi dilakukan setelah pembakaran menggunakan cat. Cat tembok, cat minyak dan mowilex. Teknik yang diterapkan adalah teknik tempel, teknik gores, teknik anyaman, dan lukis (engobe). Dekorasi yang menjadi ciri khas keramik gerabah di Desa Banyumulek adalah menggunakan tekni lukis gerabah dengan mengunakan cat tembok (engobe) dan menggunakan teknik anyam dengan bahan rotan. Motif yang digunakan untuk dekorasi adalah bentuk geometris dan non geometris. 

    Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Seni Musik pada Siswa Kelas XI RPL SMK Negeri 1 Palang Menggunakan Model Pembelajaran STAD

    No full text
    Siswa SMK Negeri 1 Palang memiliki prestasi yang kurang maksimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh model pembelajaran yang belum tepat untuk menunjang proses pembelajaran. Model pembelajaran sebelum penelitian dilakukan hanya dengan menerapkan model ceramah saja. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki  pembelajaran di kelas dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) SMK Negeri 1 Palang kabupaten Tuban.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Palang pada kelas XI RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) yang berjumlah 33 siswa. Dalam prosedur penelitian yang dilaksanakan menggunakan dua siklus dimana disetiap siklus terdapat empat tahapan yang saling berkaitan dalam pelaksanaan penelitian, dimulai dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Siklus yang pertama digunakan sebagai perkenalan model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division) yang belum pernah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Palang khususnya pada kelas XI RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). Siklus ke dua dilaksanakan sebagai pemantapan dari proses belajar pada siklus pertama. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes, wawancara, dan observasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan temuan penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus dalam prosedur penelitian, diperoleh hasil pada siklus I ketuntasan belajar sebesar 57,57% dari jumlah siswa 33 yang tuntas belajar sebanyak 19, sedang yang tidak tuntas sebanyak 14 siswa. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 84,84% dari jumlah siswa 33 siswa yang tuntas sebanyak 28 dan yang belum tuntas sebanyak 5 siswa.Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) SMK Negeri 1 Palang Kabupaten Tuban. Pembelajaran dengan model STAD (Student Team Achievement Division) sangat baik untuk pembelajaran mata pelajaran seni budaya yang pada dasarnya sesuai dengan KD yang mengharuskan siswa mengerjakan tugas secara berkelompok.

    Pengembangan Model Pembelajaran "Citizen Journalism"

    No full text
    Hidayat, Masnurul. 2016. Pengembangan Model Pembelajaran “Citizen Journalism”.Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Dr. Dwi Wulandari, M.M.Kata Kunci: Citizen Journalism, Pembelajaran Kontekstual, Pembelajaran Debat Aktif.Pengembangan model pembelajaran citizen journalism menawarkan sebuah konsep pembelajaran pada ranah mahasiswa untuk melakukan analisis, sintesis dan evaluasi terkait fenomena ekonomi yang sedang terjadi. Model pembelajaran ini terdiri dari empat fase yaitu (1) fase kontekstual, (2) fase analisis masalah, (3) fase class conference, dan (4) fase broadcast. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menghasilkan model pembelajaran citizen journalism, (2) untuk mengetahui kualitas pengembangan model pembelajaran citizen journalism, (3) untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran citizen journalism.Peneliti dalam mengembangkan model pembelajaran citizen journalism menggunakan model pengembangan Research and Development (R&D) yang mempunyai ciri khusus yakni sebuah model penelitian pengembangan produk berdasarkan kebutuhan peserta didik, selain itu juga melibatkan dan berkolaborasi dengan ahli media dan rancangan pembelajaran. Uji Efektivitas dilakukan menggunakan metode eksperimen kelas yang terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subjek uji coba pengembangan dilakukan kepada mahasiswa semester tiga offering DD-DD sebagai kelas kontrol dan offering D-Dsebagai kelas ekperimen, Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP), Fakultas Ekonomi (FE), Universitas Negeri Malang (UM).Hasil analisis data menunjukkan bahwa ahli materi, rancangan pembelajaran dan ahli desain model pembelajaran memberikan penilaian bahwa model pembelajaran citizen journalism layak digunakan dengan beberapa revisi dengan jumlah persentase sebesar 83,3%. Hasil uji coba melalui metode eksperimen kelas terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Ketuntasan hasil belajar kelas kontrol saat diberikan pre-test adalah 9,75%, ketuntasan hasil belajar saat post-testadalah 51,22%. Sedangkan hasil belajar kelas eksperimen saat diberikan pre-testadalah 9,52%, ketuntasan hasil belajar saatpost-test adalah 100%. Hasil analisis gain score pada kelas kontrol sebesar 0,283 hal ini berarti peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada katagori rendah, sedangkan gain score pada kelas eksperimen sebesar 0,644 hal ini berarti peningkatan hasil belajar mengunakan model pembelajaran citizen journalism berada pada katagori sedang. Hal ini berarti pengembangan model pembelajaran citizen journalism lebih efektif digunakan daripada model pembelajaran konvensional.Saran dari pengembangan model pembelajaran citizen journalism yakni model ini dapat digunakan pada mata kuliah yang memiliki tingkat analisis tinggi,perlu melakukan identifikasi materi yang up to date dalam pemilihan materi. Selain itu dapat juga dilakukan pengembangan model pembelajaran dengan menekankan pembahasan tentang model pembelajaran kuantum.       

    Human Face as Creation Inspiration Source for Digital Art

    No full text
    ABSTRACT   Ihwan Hadi, Mohammad. 2016. Human Face as Creation Inspiration Source for Digital Art. Thesis, Arts and Design Major, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisors: (I) Drs.Didiek Rahmanadji, M.Pd, (II) Drs. Andi Harisman.   Key Words: Human Face, Creation, Digital Art The human face is one part of the anatomy of the most dominant among other body parts. Where in the interaction among human beings, the main concern is the face itself, and face other than as to remember or imagine others, the face is a defining characteristic or as a person's identity. In this creation, the authors take the work or ideas of the human face is the face of several lecturers who have taught and guided in lectures. That idea or concept is applied in digital art. Digital art is chosen by writer as creating media in expressing the emotion. The process in the creation of digital artworks of this stems from the design concept in which there are ideas or ideas, themes, and object which would be created which is representational objects. After that determine the characteristics of the work, and then specify the techniques and tools and materials to be used. If everything has been fulfilled for the next step is the visualization process, namely process it into the computer. After that process is detail work for the strengthening of the bright and dark light and the latter form is printed using printing machines. The writer displays 6 digital artwork with the aesthetic formed of points, lines, shapes and space, color and texture as a symbol of the concept. Using the characteristics of the work with the forms and geometric particles. According to the results of this creation is expected to be able to give new experience for creator or the others in the study of digital artwork. Start from concept planning, until the visualization works progress, and descriptions of the works based on writer point of view or viewpoint of others

    PERKEMBANGAN TATA BUSANA TARI WURA BONGI MONCA SANGGAR PAJU MONCA DI RT 15 KELURAHAN RABANGODU UTARA KECAMATAN RABA KOTA BIMA NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 1999-2004

    No full text
    ABSTRAK Mutmainnah. 2017.Perkembangan Tata Busana Tari Wura Bongi Monca Sanggar Paju Monca di RT 15 Kelurahan Rabadompu Utara Kecamatan Raba Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Skripsi, JurusanSenidanDesainFakultasSastraUniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Dra. Ninik Harini, M.Sn Kata kunci: Perkembangan, Tata Busana, Tari Wura Bongi Monca.Bima adalah salah satu Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki banyak kesenian salah satunya tari Wura Bongi Monca. Tari WuraBongi Monca merupakan tari tradisional Bima yang di cipta oleh Siti Mariam pada tahun 1682. Tari Wura Bongi Monca  mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun1999-2004yaitu perkembangan pada tata busananya.TujuanpenelitianiniyaitumendeskripsikanperkembangantatabusanatariWuraBongiMoncaserta faktor yang mempengaruhi perkembangan tata busana tari Wura Bongi Monca.Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikn kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber, dan trianggulasi metode.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1)Tata busana tari Wura Bongi Monca mengalami perkembangan setiap tahunnya, perkembangan tata busana tari Wura Bongi Monca dapat dilihat dari tahun 1999-2004. (2)Perkembangan tata busana tari Wura Bongi Monca dipengaruhi oleh faktor internal dan faktoreksternal, Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang tari Wura Bongi Monca serta Perkembangannya. Penelitian ini juga kiranya dapat menumbuhka kesadaran dan memberikan dorongan positif dalam mengembangkan kesenian tari Wura Bongi Monca

    VISUALISASI KOMIK ‘MATEMATIKA’ UNTUK MENINGKATKAN POLA PIKIR BAGI ANAK SD

    No full text
    ABSTRAK InnekeRiaLaksono.S.2017 .Visualisasikomik ‘matematika’ untukmeningkatkanpolapikirbagianak SD .Skripsi,ProgramStudiDesainKomunikasiVisual,JurusanSenidanDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (Tunggal)Drs.Sarjono, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, Buku, Komik, Matematika, Anak SD.Banyakalasan yang menjadikanmatematikabegitusulituntukdipahamisiswa.Faktor-faktor yang mempengaruhimisalnyakurangluwesnya guru dalammenyampaikanmateripelajaranmetematika, kegiatanpembelajaran yang monotonsehinggamembuatsiswabosandalamkegiatanpembelajaran, ruangkelas yang kurangkondusif, waktupelajaran yang tidaksesuaisertakurangnya media pembelajaranmatematikayangbisamembuatsiswamerasatertarikdanmenjadikanbelajarmatematikaadalahhobi yang tidakmauuntukditinggalkan. Beberapahaltersebutmemicumatematikamenjadipelajaran yang ditakutiolehsiswa. Makadariituuntukmembuatanak-anaktidakbosandenganmaterimatematika yang disampaikanpengajardibuat media pembelajaran yang menarikuntukanak-anaktersebut, yaitudenganmembuatkomikmatematika, komik yang membahasmaterimatematikanamundengancara yang berbedadanpastinyamenyenangkanuntukdibacadanmudahuntukdipahami. Komikmatematikainidiharapkan agar parasiswa SD utamanya SD kelas 5 tersebutdapatlebihmudahdalammemahamidanmempelajarimateri-materimatematikatersebut

    Perancangan Videoklip Band Tanimaju Dengan Judul Berdikari Sebagai Motivasi Masyarakat Untuk Berwirausaha

    No full text
    ABSTRAK Wafy, Muhammad Fadhil. 2015. Perancangan Videoklip Band Tanimaju Dengan Judul Berdikari Sebagai Motivasi Masyarakat Untuk Berwirausaha. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn Kata kunci: perancangan, videoklip, berwirausahaBanyak masyarakat terutama pemuda di Indonesia yang masih menjadi pengangguran ketika mereka sudah lulus dari sebuah universitas, mencari kerja ke berbagai tempat. tetapi sekarang telah danyak terlihat usaha-usaha kecil mereka yang bertumbuh.Sebagai upaya memotivasi masyarakat berwirausaha, dibutuhkan sebuah media komunikasi visual efektif. Kemudian videoklip dipilih sebagai media komunikasi visual karena media ini selain memberikan informasi juga dapat menjadi sarana hiburan pada para penontonnya. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan videoklip dengan cerita fiksi yang dapat memberi informasi kepada para audiens tentang berwirausaha dan cara penerapannya dalam kehidupan sosial. Perancangan videoklip ini ditujukan untuk semua lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia, karena Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat didunia terutama pemuda.Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan metode perancangan prosedural, yaitu metode yang bersifat deskriptif kualitatif. Sedangkan sistematika perancangan yang digunakan, diadaptasi dari sistematika perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Rangkaian sistematika tersebut meliputi perumusan latar belakang masalah, identifikasi data, analisis data, sintesis yang menghasilkan konsep perancangan, dan desain final.Perancangan ini menghasilkan sebuah videoklip Tani Maju yang berjudul “BERDIKARI” dengan spesifikasi videoklip, format video 1980x1080 pixels, dan menggunakan teknik shooting on location. Media ini dikemas dalam format DVD yang dibalut cover DVD dan packaging DVD dengan desain yang disesuaikan. Selain videoklip, perancangan ini juga menghasilkan media pendukung sebagai pendukung dan juga untuk kepentingan promosi yang berupa poster film, cd pack, t-shirt, leaflet dan stiker. Perancangan videoklip “BERDIKARI” ini diharapkan dapat digunakan untuk menginspirasi masyarakat untuk berwirausaha dan kemudian menerapkan dalam kehidupan sosialnya. Perancangan videoklip ini juga dapat dijadikan sumber maupun bahan kajian perancangan lebih lanjut, sebagai tahap pengembangan dan penyempurnaan perancangan selanjutnya

    . Perancangan Film Animasi Pendek berjudul “Death” Untuk Mengedukasi Masyarakat Tentang Tujuan Hidup Manusia.

    No full text
    ABSTRAK Oktavianti, Rerica Bethary C. 2017. Perancangan Film Animasi Pendek berjudul “Death” Untuk Mengedukasi Masyarakat Tentang Tujuan Hidup Manusia. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Andy Pramono, S.Kom, M.T. Kata kunci: Film Animasi, Animasi Pendek, Kematian, Surga dan NerakaPerancangan ini dilaksanakan karena minimnya media yang membahas tentang kehidupan manusia dan eksistensi surga dan neraka serta sifat Maha Pengampun Tuhan. Selama ini media yang dipakai adalah berupa media cetak dan disampaikan dari mulut kemulut. Oleh karena itu, untuk memudahkan penyampaian eksistensi surga dan neraka dibutuhkan media baru, yaitu menggunakan film animasi. Animasi berasal dari kata to animate, yang artinya menghidupkan atau menggerakkan. Dengan kata lain animasi adalah proses pembuatan ilusi gerak menggunakan gambar. Perancangan film animasi ini berguna sebagai sarana edukasi masyarakat tentang tujuan hidup manusia yang dikemas secara menarik.Perancangan ini menggunakan metode perancangan milik Issac Kerlow, pembuatan film animasi dibagi menjadi tiga alur yaitu alur praproduksi, produksi, dan  pascaproduksi. Dengan kedua metode ini menghasilkan data yang cukup akurat dan hasil perancangan yang didapatkan menjadi lebih menarik. Hasil perancangan yang dihasilkan berupa film animasi  dua dimensi  dengan durasi  4 menit dengan format .mp4 sehingga tidak menghasilkan kapasitas yang besar dan mudah untuk disebarkan kepada masyarakat. Disamping itu, terdapat  media lain yang diciptakan sebagai media pendukung untuk menyebarkan film ini. Media ini berguna untuk melancarkan penyebaran film animasi ini. Diantaranya adalah  desain cover DVD film yang berguna sebagai sarana informasi  pada kepingan DVD yang disebarkan ke masyarakat luas. Poster dan X-banner yang berguna sebagai media yang menyebarkan informasi tentang kehadiran film ini. Perbedaan antara poster dan X-banner adalah dalam segi ukuran, poster dicetak dalam  ukuran A3, sedangkan X-banner mempunyai konstruksi menyerupai huruf X dan ukurannya adalah 60x160cm. Biasanya kedua media ini dipasang di luar atau didalam ruangan. Selanjutnya adalah sticker, media ini berguna sebagai merchandise  dalam peluncuran film ini, selain itu media ini juga dapat digunakan sebagai media promosi yang efektif. Karena setiap orang yang mengambil sticker  maka mereka juga ikut mempromosikan film ini

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇