SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Perancangan Buku Wisata Pulau Kumala Kota Tenggarong Sebagai Media Informasi Bagi Wisatawan
ABSTRAK Sejak September tahun 2002 Taman Rekreasi Pulau Kumala resmi dibuka. Mulai saat itu pula Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara gencar melakukan berbagai upaya untuk menarik wisatawan datang dan berwisata ke Pulau Kumala. Selain perbaikan infrastruktrur, Pemerintah Kutai Kartanegara juga gencar melakukan berbagai promosi dan inovasi pariwisata yang terdapat di Pulau Kumala, meliputi fasilitas umum dan wahana utamanya. Selain upaya untuk berbenah sendiri, pemerintak Kutai Kartanegara juga bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menunjang pembangunan Pulau Kumala. Pemerintah Kutai Kartanegara juga kerap kali menggelar berbagai event bertaraf internasional seperti Erau Folklore Art dan berbagai event nasional seperti Ulur Naga. Beragam upaya yang dilakukan ini berhasil meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Kumala di setiap tahunnya. Perkembangan media promosi yang gencar dilakukan tidak dibarengi dengan adanya media utama yang lebih dibutuhkan wisatawan. Selain berbagai event dan wahana menarik yang terdapat di Pulau Kumala, wisatawan juga membutuhkan media Informasi yang memadai. Wisatawan membutuhkan media yang ringkas dan menyajikan informasi tentang potensi dan objek wisata yang dimiliki Pulau Kumala sebagai panduan dan sumber informasi untuk berwisata. Sayangnya media ini belum tersedia. Media informasi yang tepat adalah buku wisata yang mampu menampung beragam informasi dan ringkas karena mobilitas wisatawan yang tinggi. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural. Model perancangan ini bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk dengan menggunakan prosedur perancangan Sanyoto (2006:638). Langkah-langkah dalam perancangan ini antara lain pengumpulan data, identifikasi, analisis, konsep perancangan, sintesis, development dan evaluasi serta desain final. Perancangan ini menghasilkan buku wisata dengan ukuran 21 X 21 cm sebanyak 114 halaman dengan gaya layout yang terinspirasi dari picture window layout dan circus layout, serta penggunaan gaya desain memphis yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan konsep perancangan yang diterapkan pada foto dan teks. Hasil perancangan ini dapat menjadi media informasi yang menjawab kebutuhan wisatawan dan menyajikan informasi yang dibutuhkan tentang potensi dan objek wisata yang berada di Pulau Kumala, seperti wisata sejarah, dan wisata lainnya
Perancangan desain kemasan teh celup Apel D’ros Tea produksi SMK Negeri 02 Batu berserta media promosi untuk diperkenalkan kepada masyarakat
ABSTRAK Riyanto, Rafli. 2018. Perancangan desain kemasan teh celup Apel D’ros Tea produksi SMK Negeri 02 Batu berserta media promosi untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Dr. Pujiyanto, M.Sn. (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Kemasan, Apel, Apel D’ros Tea, SMK Negeri 02 Batu, Kota Batu. Kota Batu memiliki letak geografis yang menguntungkan, hal ini terlihat dari profesi warga Batu yang tinggal di desa sebagian besar adalah petani. Kota Batu selain terkenal sebagai kota pariwisata, juga dikenal masyarakat luas sebagai kota agribisnis penghasil buah apel. Buah apel di kota Batu tidak hanya dijual dalam bentuk buahnya saja banyak rumah produksi yang mengolah buah apel menjadi berbagai makanan ringan atau minuman. Buah apel memiliki banyak manfaat selain buahnya bisa dijadikan produk makan ringan dan minuman, kulit apel juga bisa digunakan menjadi teh yang dicampur dengan bahan lainnya seperti daun wortel dan kelopak bunga rosella. Minuman ini merupakan minuman kesehatan yang dihasilkan oleh siswa-siswi SMK Negeri 02 Batu sebagai peluang usaha. Dengan adanya inovasi tersebut perancangan redesain kemasan Apel D’ros Tea diharapkan dapat membantu untuk mempromosikan dan merancang produk Apel D’ros Tea. Dari sinilah dibutuhkan strategi visul untuk menunjang upaya redesain produk Apel D’ros Tea dari pengembangan desain produk maka diharapkan hal tersebut dapat dijadikan sebagai konsep perancangan media promosi berbasis komunikasi visual yang tepat dan efektif melalui berbagai media. Model perancangan dilakukan dengan menggunakan metode Bruce Archer yaitu perancangan prosedural dengan susunan pengumpulan data yang akan digunakan sebagai sumber konsep. Analisis data yang digunakan sebagai pembentukan konsep. Menguji ergonomi terhadap sebuah kemasan mengenai ketahanan kemasan dalam melindungi produk. Pada kegiatan perancangan kemasan produk Apel D’ros Tea dan media promosi menghasilkan media yaitu kemasan primer, sekunder dan tersier. Serta media promosi berupa brosur, X-benner, poster. Media ini diharapkan menjadi media promosi yang efektif untuk meningkatkan daya jual produk Apel D’ros Tea. Sehingga produk Apel D’ros Tea dapat dikenal oleh masyarakat sekitar Kota Batu dan Malang raya. Serta membangun citra positif bagi SMK Negeri 02 Batu di masyarakat sekitar
Meningkatkan Hasil Gambar Ilustrasi Jenis Kartun Teknik Montase pada Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas VIII D SMP PGRI 01 Wagir.
ABSTRAK Saputri, Agustiandani. 2018. Meningkatkan Hasil Gambar Ilustrasi Jenis Kartun Teknik Montase pada Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas VIII D SMP PGRI 01 Wagir. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd, (II)Joko Samodra, M.S.Kom Kata Kunci : gambar ilustrasi, kartun, teknik montase, seni budaya SMP. Mata pelajaran seni budaya berfungsi mengembangkan apresiatif dan kreatifitas. Sesuai di kelas VIII terdapat salah satu materi gambar ilustrasi. Gambar ilustrasi memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah gambar ilustrasi jenis kartun. Tetapi dalam berkarya gambar ilustrasi peserta didik mengalami beberapa kesulitan dalam menguasai teknik dan prosedur dalam berkarya gambar ilustrasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan teknik montase dalam gambar ilustrasi jenis kartun agar dapat meningkatkan hasil karya siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas VIII D di SMP PGRI 01 Wagir, maka dari itu dengan adanya penerapan teknik montase ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam proses dan teknik berkarya gambar ilustrasi jenis kartun. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas atau PTK yang dilakukan dengan tahapan siklus pada tindakan pembelajaran. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi, wawancara tidak terstruktur, dokumentasi dan tes. Tahapan siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Analisis data dilakukan menggunakan naratif kuantitatif berdasarkan hasil data pada siklus I dan siklus II, maka diperoleh kesimpulan bahwa penerapan teknik montase pada gambar ilustrasi jenis kartun mengalami peningkatan dalam berkarya. Indikator penilaian terdiri dari ketepatan bentuk (ketepatan perancangan, kreativitas, pemilihan gambar), komposisi (proporsi, keseimbangan, emphasis), dan teknik (Proses berkarya, proses menggambar, proses pewarnaan, proses penempelan gambar). Hasil akhir siklus 1 berikut ini: (1) Nilai rata-rata dalam ketepatan bentuk adalah 68% (2) nilai rata-rata dalam komposisi adalah 70%, 3) nilai rata-rata dalam teknik adalah 69%. Karena dirasa belum tuntas dalam nilai siswa dan belum sesuai SKM, maka perlu adanya siklus lanjutan. Hasil akhir siklus 2 mempunyai hasil prosentase berikut ini: (1) Nilai rata-rata dalam ketepatan bentuk adalah 82% (2) nilai rata-rata dalam komposisi adalah 81%, 3) nilai rata-rata dalam teknik adalah 83%. Dalam ketepatan bentuk peserta didik sudah dapat menemukan ide dalam mencari bentuk sesuai dengan tema. Peserta didik sudah bisa dalam mengatur komposisi agak tidak terlihat monoton,serta mampu menerapkan teknik tempel dengan baik dan benar. Hasil akhir pada siklus 2 memberikan ketuntasan nilai, jadi tidak perlu adanya siklus lanjutan dan cukup sampai dengan siklus 2. Nilai ketuntasan siswa yang sesuai dengan KKM pada siklus 1 adalah sebanyak 4 siswa (12,5%) kemudian mngalami peningkatan pada siklus 2 sebesar 28 siswa (87,5%) menjadi 32 siswa (100%), maka tuntas pembelajaran gambar ilustrasi teknik montase dalam meningkatkan hasil gambar siswa
Penerapan Media Audiovisual Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Hasil Karya Desain Vector Wajah Di Kelas XI Desain Grafis 2 ProdistikIT MAN 1 Pasuruan
ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh ada permasalahan dalam kelas XI Desain Grafis 2 Prodistik IT MAN 1 Pasuruan yaitu rendahnya nilai hasil karya desain vector wajah yang tidak memenuhi standar KKM. Banyak faktor pendukung untuk mencapai tujuan belajar dalam proses pembelajaran, baik itu guru, peserta didik, metode, media atau sarana. Semua saling berkaitan satu sama lain. Metode yang diterapkan oleh guru tidak akan sempurna tanpa adanya media yang sesuai dengan kebutuhan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, begitu pula sebaliknya.Permasalahan dalam kelas ini yaitu rendahnya nilai dalam berkarya desain vector wajah, terutama bagi peserta didik yang kurang tanggap dalam menangkap informasi yang guru jelaskan. Karakteristik belajar antar peserta didik berbeda-beda, ada yang cepat tanggap ada yang lambat. Ada tigagayabelajaryaitu visual, auditorial dan kinestetik. Oleh karenanya, selain metode yang baik dalam pembelajaran juga harus memperhatikan media yang digunakan untuk menghasilkan hasil belajar yang baik. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka dibuatlah solusi dengan menerapkan media audiovisual sebagai upaya meningkatkan hasil karya, karena selain dengan memperhatikan penjelasan dari guru peserta didik dapat memanfaatkan media tersebut dalam proses berkarya desain vector wajah. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model penelitian dari Kemmis & MC Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI Desain Grafis 2 Prodistik IT MAN 1 Pasuruan. Analisis data menggunakan kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil karya dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media audiovisual dapat meningkatkan hasil karya peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan skor yang terus meningkat dari siklus I ke siklus II. Dari 28 peserta didik saat siklus I sejumlah 22 (78.57%) tuntas memenuhi nilai KMM, sedangkan 6 (21.43) peserta didik tidak tuntas. Pada siklus II seluruh peserta didik telah tuntas dan memenuhi standar KKM
Struktur Pertunjukan Sinongkelan Di Dusun Ngepoh Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek
ABSTRAK Prayogo, Dias. 2018. Struktur Pertunjukan Sinongkelan Di Dusun Ngepoh Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Dra. Ninik Harini, M.Sn, 2) Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd. Kata kunci : Sinongkelan, Dusun Ngepoh Desa Prambon Kecamatan Tugu Pertunjukan Sinongkela merupakan pertunjukan tradisional dengan lakon Kanjeng Sinongkel yang berjuang untuk kemakmuran desa. Pertunjukan ini memiliki struktur pertunjukan sakral, humoris dan religius yang mengisahkan tentang babad desa Prambon.Struktur penyajian pada pertunjukan Sinongkelan diantarnya yaitu pembuka, bagian inti, dan bagian penutup yang dipakemkan pada setiap pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Struktur Pertunjukan Sinongkelan Di Dusun Ngepoh Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Dusun Ngepoh Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Narasumber dalam penelitian ini adalah Musimin, Seni Kawuk, Jany, Misnan, Aanang Irwanto dan Darty. Pengumpulan data dalam penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data mulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan mengguanakan trianggulasi tehnik dan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pertunjukan Sinongkelan di Dusun Ngepoh Desa Prambon memiliki struktur pertunjukan sebagai berikut: pada bagian pembuka merupakan pembacaan doa secara adat. Bagian inti pertunjukan yaitu percakapan Kanjeng Sinongkel dengan Patih Chekso Negoro, dilanjut penangkapan kijang kencana yang diselingi tarian gandhek dengan menggunakan iringanghending ayak. Bagian penutup pada pertunjukan Sinongkelan yaitu Rejan- rejandiiringi ghending Gunung Sari.2) fungsi pertunjukan Sinongkelan di Dusun Ngepoh Desa Prambon sebagai berikut: Pertunjukan Sinongkelan difungsikan sebagai sarana upacara adat Ritual Nyadran yang digelar setahun sekali pada bulan Selo 14 purnama. Ritual Nyadran dilakukan denggan cara bersesaji untuk menghormati para leluhur dan makhluk halus yang telah membantu menjaga Desa Prambon, serta diadakannya selamatan sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kelancara pada pertunjukan Sinongkelan. Kesimpulan dan saran pada penelitian ini adalah terdapat struktur dan fungsi pada pertunjukan Sinongkelan yang ada di Dusun Ngepoh Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Saran diharapkan adanya penelitian lebih lanjut menyempurnakan hasil penelitian berikutnya yang lebih mendalam dan meluas terhadap perkembangan pertunjukan Sinongkelan
STRUKTUR GERAK TARI RE RERE DI DESA SUMBERBULU KECAMATAN TEGALSIWALAN KABUPATEN PROBOLINGGO
ABSTRAK Utami,Dwi, 2018. Struktur Gerak Tari ReRere DiDesa Sumber bulu, Kecamatan Tegal siwalan, Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Soerjo Wido Minarto, M.Pd. Kata Kunci: strukturgerak, tari Rerere, kesenian rakyat, kabupaten Probolinggo Tari Reere adalah tariikhas di desaSumber bulu Kecamatan Tegal siwalan Kabupaten Probolinggo terinspirasi dari petani yang sedang memanen padi di sawah. Gerak tari Reere sederhana dan dilakukan secara berulang-ulang menggambarkan kehidupan para wanita di desa Sumber bulu yang mayoritas sebagai petaniuntuk mata pencahariannya, properti payung dan kacamata hitam memiliki artis sebagai peneduh disaat bercocok tanam di sawah. Kesenian tari Rerere telah menjadi ciri khas atau menjadi ikon di Desa Sumber bulu, akan tetapi masyarakat tidak mengerti terhadap keberadaan kesenian tari Rerere tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan struktur gerak tari Rerere di Desa Sumber bulu Kecamatan Tegal siwalan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan gambar. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahap-tahap dalam penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap penyusunan rancangan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian, dan tahap penyusunan laporan penelitian. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini adalah struktur gerak tari Rerere terdiri dari unsur gerak kepala, unsur gerak tangan, unsur gerak kaki, unsur gerak badan,tediri dari motif statisdan motif dinamis, ragam gerak dan paragraf gerak. Struktur gerak tari Rerere ini yaitu: terdiri dari 6 unsur gerak kepala, 9 unsur gerak tangan, 9 unsur gerak kaki, 5 unsur gerak badan, tediri dari 10 motif statis dan motif dinamis. Tari Rerere juga memiliki 12 ragam gerak dan 3 paragraf gerak. Saran untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo, agar dapat dijadikan sebagai bahan pelengkap dokumentasi pembelajaran tari Rerere. Tari Rerere dapat dikenal serta dicintai oleh masyarakat luas local khususnya di masyarakat Kabupaten Probolinggo agar tetap lestari keberadaannya, untuk peneliti selanjutnya di harapkan bisa melanjutkan penelitian dengan media bahan ajar dan diharapkan dapat melengkapi hasil penelitian ini agar lebih rinci dan lebih baik. Utami, Dwi. 2018.Movement Structure of Rerere Dance in Sumber bulu village, Tegal siwalan Probolinggo. Undergraduate Thesis, Art and Design Department, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Drs.SoerjoWidoMinarto, M.Pd. Keywords: movement structure, Re reredance, society art, Probolinggo district Re reredance is a dance from Probolinggo which is inspired from farmers who harvest rice in the field. The movement of Re reredance is simple and repeated many times which represent the lifestyle of women in Sumberbulu village whose job are dominated as farmers. An umbrella and black glasses which are used in the dance signify asa shade while they are working in the field. This research was conducted to describe the movement structure of Re reredance in Sumberbulu village, Tegalsiwalan, Probolinggo. This research used a qualitative method. The data was in the form of words and image. The procedure of collecting the data used an observation method, interview, and documentation. Analyzing data was done by reducing, presenting, and concluding the data. The steps in this research encompassed preparation, research design arrangement, performance and making a research report. Checking the validity of the data was done using source triangulation, and technical triangulation. The result of this research was that the movement structure of Re reredance include head, hands, feet, and body movement. Besides, there are static and dynamic theme, variety and paragraph movement. Structure of Re reredance consist of 6 head movements, 9 hands movements, 9 feet movements, and 5 body movements. There are 10 static and dynamic themes. In addition, this dance has 12 variety movements and 3 paragraph movements. It is suggested that Probolinggoso that it can be used as supplementary material for Re rere dance learning documentation. Re rere dance can be known and loved by the local community, especially in the community of Probolinggo Regency in order to remain sustainable, for the next researcher is expected to be able to continue research with media teaching materials and is expected to complete the results of this study to be more detailed and better
PERANCANGAN BUKU LIFT THE FLAP TENTANG TATA GERAK MISA UNTUK ANAK-ANAK SEBAGAI MEDIA BELAJAR SEKOLAH MINGGU
ABSTRAK Ariana, Yoseva. 2018. Perancangan Buku Lift The Flap tentang Tata Gerak Misa untuk Anak-anak sebagai Media Belajar Sekolah Minggu. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sarjono, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, Buku Lift The Flap, Tata Gerak Misa, Sekolah Minggu. Tata gerak Misa melambangkan kesatuan dalam umat, antara lain duduk, berdiri, dan berlutut. Memahami tata gerak Misa akan membantu umat untuk berpartisipasi aktif. Namun, kesadaran umat untuk memaknai tata gerak Misa masih sangat kurang. Tidak hanya bagi orang dewasa, namun juga anak-anak. Banyak sekali anak yang kurang tertib saat mengikuti Misa, seperti berlari, makan, dan membuat kegaduhan. Sekolah Minggu sebagai tempat belajar kerohanian anak sejak dini di gereja menjadi wadah yang tepat untuk dapat mengajarkan tata gerak Misa bagi anak-anak. Namun tata gerak Misa hanya diajarkan sedikit di Sekolah Minggu, serta media belajar yang konvensional dan kurangnya buku panduan yang menarik menyebabkan Sekolah Minggu membutuhkan media belajar yang unik untuk mengajarkan tata gerak Misa. Perancangan buku lift the flap dirasa tepat sebagai solusinya.Perancangan ini bertujuan untuk membuat media belajar bagi Sekolah Minggu yang bermanfaat sebagai inspirasi media belajar yang unik dan menarik untuk dipelajari, dilihat, dan dipraktikkan, serta membantu orangtua dan guru Sekolah Minggu dalam mengajarkan pendidikan agama dan menanamkan ketertiban dan penghayatan anak terhadap Misa. Perancangan ini menggunakan model perancangan dari Yongky Safanayong, meliputi riset, analisis, sintesis, tone & manner, strategi komunikasi, value-added, visualisasi, hingga finishing, yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Langkah-langkah perancangan tersusun secara sistematis agar menghasilkan produk yang sesuai dengan tujuan perancangan, yang diawali dengan melakukan riset, kemudian mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kepustakaan, menganalisis, membuat sintesis, menentukan tone and manner, membuat konsep pesan dan visual,menentukan nilai yang dieksplorasi, dan visualisasi desain hingga finishing dan menghasilkan produk yang diinginkan. Data yang diperoleh berasal dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan data pustaka. Wawancara yang dilakukan melibatkan tiga narasumber yang terdiri dari ketua bidang Liturgi gereja Katedral Ijen, pembina Sekolah Minggu gereja Ijen, dan tim pembina Sekolah Minggu gereja Langsep. Observasi dilakukan di dua Sekolah Minggu, yakni Sekolah Minggu gereja Ijen dan Langsep. Dokumentasi dilakukan sebagai pelengkap data wawancara dan observasi. Data pustaka berasal dari buku Tata Perayaan Ekaristi serta beberapa sumber lainnya yang relevan dan dikembangkan. Hasil perancangan berupa media utama buku lift the flap berukuran A4 dengan konten tata gerak Misa yang disampaikan melalui dua tokoh anak-anak dengan teks penjelas yang ringkas dan ringan, dilengkapi dengan pengantar sederhana tentang Misa, rangkuman tata gerak, dan kuis.Buku lift the flap ini berjudul “Mengenal Tata Gerak Misa”, berbahasa Indonesia dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti oleh anak-anak. Konsep warna yang digunakan adalah warna-warna yang cerah dan lembut. Tipografi yang digunakan adalah jenis huruf sans serif yang menampilkan kesan kekanak-kanakan dan santai. Buku lift the flap ini juga dilengkapi dengan bonus lembar kerja anak. Media pendukung berupa poster, x-banner, dan pembatas buku berfungsi mengarahkan audiens pada media utama
Perancangan Informasi Museum Trowulan sebagai Upaya Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Promosi Pariwisata
ABSTRAK Jabbar, Achmad. 2018. Perancangan Informasi Museum Trowulan sebagai Upaya Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Promosi Pariwisata. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D. (II) Joko Samodra, S.Kom., M.T. Kata Kunci: informasi, museum trowulan, pariwisata Museum Trowulan merupakan museum yang berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai benda hasil penemuan di kawasan sekitar Trowulan. Keberadaan museum ini tidak terlepas dari Situs Trowulan yang merupakan kawasan kepurbakalaan hasil peninggalan periode klasik sejarah Indonesia. Berbagai temuan arkeologis yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut memiliki potensi wisata sejarah yang sangat besar. Trowulan memiliki potensi wisata sejarah yang sangat besar karena ditemukan berbagai temuan arkeologis yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit. Potensi tersebut belum diimbangi dengan perkembangan dalam hal promosi dan informasi. Pada perancangan informasi pariwisata Museum Trowulan ini menggunakanmodel perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto yang telah dimodifikasi sesuai dengankebutuhan dalam perancangan. Perancangan berawal dari masalah yang adadi lapangan hingga pembuatan sebuah produk sebagai solusinya. Hasil perancangan yang dihasilkan berupa video, booklet, brosur, dan beberapa merchandise. Produk ini akan memberikan informasi kepada calon pengunjung dan wisatawan tentang Museum Trowulan dan Situs Trowulan. Manfaat yang diharapkan dari hasil peracangan ini adalah terangkatnya potensi wisata sejarah yang berada di Trowulan baik dari sisi edukasi maupun ekonomi sehingga pengunjung di Museum Trowulan pada khususnya dan kawasan Trowulan pada umumnya dapat bertambah
REPRESENTASI DUA MUSIM TANAM DI KECAMATAN GONDANGWETAN, KABUPATEN PASURUAN SEBAGAI IDE GARAP KARYA MUSIK “DWI MANGSA”
RINGKASAN. Bayu Anggara, Mohammad. 2018. Dwi Mangsa. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Robby Hidajat, M.Sn (II) Rully Aprilia Zandra, S.Pd, M.Pd, M.Sn. Kata Kunci: Penciptaan, Dua Musim, Fantasia, Programma, Chamber Music. Dwi Mangsa adalah karya musik berbentuk Fantasia, bergenre klasik dan dimainkan dengan format kuartet gesek ganda. Karya ini berjenis musik instrumental dan programma, menceritakan tentang kerinduan pencipta akan suasana kegiatan masyarakat pada dua musim tanam (kemarau dan penghujan) di kampung halamannya, di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Karya ini menceritakan dua musim tanam dalam 4 bagian yang berbeda. Program yang disajikan pencipta sesuai 4 bagian tersebut masing-masing adalah: (1) kegiatan masyarakat ketika musim kemarau tiba (2) cuaca panas yang mempengaruhi semangat masyarakat dalam bekerja dan berkegiatan (3) musim hujan tiba, hujan badai bisa datang kapan saja (4) kondisi masyarakat setelah dilanda hujan badai. Penciptaan karya ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati karya musik instrumental tentang alam dan manusia. Harapannya agar nantinya keberadaan dua musim dapat dinikmati lebih spiritual dan personal melalui sebuah rangkaian karya musik. Pengolahan material pada karya ini meliputi pemenuhan unsur-unsur Klasik Modern dalam karyanya yakni adanya tema, bridge, serta yang terpenting tetap mengedepankan ansambel sehingga terwujud keterkaitan antar partitur tiap instrumen dalam karya ini, setiap bagian dalam karya Dwi Mangsa ini memiliki karakter musik yang berbeda-beda mengikuti program yang ada di dalamnya. Karya ini akan ditampilkan dengan format chamber music. Karya musik yang tercipta telah berkontribusi menambah perbendaharaan dan referensi karya bagi musisi klasik dan mahasiswa jurusan seni musik di lembaga universitas. Saran bagi komposer musik yang lain, khususnya mahasiswa jurusan seni musik untuk mengkaji dan mengembangkan musik klasik dalam ranah musik pendidikan
Perancangan Intellectual Property "Tantraloka" Sebagai Arsip Visual Desain Karakter
ABSTRAK Rizqi, Dawam. 2016. Perancangan Intellectual Property TANTRALOKA sebagai Arisp Visual Desain Karakter. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Didiek Rahmanadji M.Pd (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, Intellectual Property, Tantraloka Perkembangan Industri kreatif tidak lepas dengan perkembangan teknologi yang terus diperbarui.Penerapan teknologi di bidang Industri kreatif dalam produk Intellectual Property banyak diaplikasikan pada produk game, film, animasi, dan komik. Produk Intellectual Property telah menjadi kebutuhan umum bagi setiap manusia, mulai dari segi kebutuhan pendidikan hingga untuk hiburan, hal ini membuka peluang yang besar bagi pengembang konten kreatif untuk menciptakan produk Intellectual Property yang dapat bersaing di era modern saat ini. Unsur penting yang harus diperhatikan dalam perancangan produk Intellectual Property berbasis cerita adalah desain karakter. Visualisasi desain karakter yang unik dan menarik akan memperkuat penokohan karakter sehingga cerita yang disampaikan akan menjadi lebih menarik, oleh karenanya perancangan sebuah Intellectual Property yang baik diawali dari penciptaan konsep karakter yang ideal menggunakan metode blackbox guna menghasilkan konsep dengan nilai originalitas yang tinggi. Pentingnya peran desain karakter dalam proses perancangan Intellectual Property menjadi latar belakang yang melandasi penciptaan Concept Art yang mencangkup konsep dunia fantasi dengan desain karakter mahluk mitologi dan legenda untuk kebutuhan Intellectual Property yang berjudul Tantraloka. Sistematika perancangan yang digunakan adalah model perancangan deskriptif prosedural, yaitu model perancangan yang mengikuti langkah-langkah yang harus diikuti guna menghasilkan suatu produk, perancangan ini menggunakan prosedur yang dikembangkan oleh Bruce Archer yang kemudian dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan perancangan. Hasil dari perancangan ini adalah Artbook sebagai media utama yang dirancang untuk menyampaikan konsep Intellectual Property berjudul Tantraloka, konten yang terdapat dalam Artbook meliputi konsep cerita, konsep karakter, konsep karakter, dan konsep item. Melalui hasil dari perancangan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk turunan berupa game dan animasi.