SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    Bunga Anggrek Bulan Sebagai Inspirasi Penciptaan

    No full text
    RINGKASANIasya, Bitari Lavindi Eranda. 2019. Bunga Anggrek Bulan Sebagai Inspirasi Penciptaan    Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd., (II): Fenny Rochbeind, S.Pd. M. Sn. Kata Kunci: Bunga Anggrek Bulan, Penciptaan, Seni Lukis.Bunga Anggrek  Bulan adalah salah satu bunga endemik asli dari Indonesia, Anggrek Bulan merupakan salah satu anggrek kebangsaan yang dinobatkan sebagai bunga nasional dengan sebutan Puspa Pesona. Keindahan dan pesona pada bunga Anggrek Bulan menginspirasi pencipta sebagai objek karya lukis.Proses penciptaan karya seni lukis ini menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins. Terdapat tiga tahapan dari metode tersebut yaitu yang pertama tahap eksplorasi, bermula dari perancangan konsep, ide, tema dan objek utama. Tahap kedua adalah tahap improvisasi/eksperimentasi tahap ini adalah tahap di mana menentukan karakteristik karya, teknik, alat, dan bahan, serta membuat rancangan sketsa di atas kertas. Tahap ketiga adalah tahap pembentukan, yaitu tahap visualisasi atau perwujudan karya.Karya sei lukis yang diciptakan berjumlah 6 karya dengan media estetik berupa garis, bentuk, warna, dan tekstur. Keenam karya seni lukis ini memvisualisasikan keindahan bunga Anggrek Bulan. Karakteristik dari keenam karya seni lukis ini adalah objek bunga Anggrek Bulan sebagai objek utama, latar belakang lukisan menampilkan suasana alam, objek pendukung diantaranya pepohonan dan organ manusia, menggunakan teknik plakat, blok, sapuan kuas basah, dan penambahan gliter yang ditempelkan pada objek lukisan.  Tujuan dari penciptaan karya seni lukis ini adalah untuk memaparkan proses penciptaan karya seni lukis yang terinspirasi pada bunga Anggrek Bulan, serta memaparkan hasil visualisasi keenam karya lukis yang terinspirasi pada bunga Anggrek Bulan.Hasil karya lukis menampilkan gaya pribadi pencipta, di mana pencipta mengekspresikan rasa kagum akan keindahan dari bunga Anggrek Bulan yang di ungkapkan melalui lukisan pada keenam karya seni lukis yang diciptakan. Harapan pencipta melalui lukisan, apresian dapat memahami nilai-nilai edukasi yang sekiranya tersampaikan melalui lukisan, bukan sekedar menikmati keindahan bunga Anggrek Bulan tetapi berupaya melestarikan dan menbudidayakan bunga Anggrek Bulan dengan baik. Manfaat bagi pendidikan, karya seni lukis ini dapat memberikan pengalaman apresiasi dan pengalaman estetik kepada pendidik, peserta didik, dan masyarakat, khususnya memperkenalkan bunga Anggrek Bulan sebagai citraan bangsa yang indah dan mempesona perlu dibudidayakan agar tetap lestari

    Bunga Anggrek Bulan Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis

    No full text
    RINGKASANIasya, Bitari Lavindi Eranda. 2019. Bunga Anggrek Bulan Sebagai Inspirasi Penciptaan    Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd., (II): Fenny Rochbeind, S.Pd. M. Sn.  Kata Kunci: Bunga Anggrek Bulan, Penciptaan, Seni Lukis. Bunga Anggrek  Bulan adalah salah satu bunga endemik asli dari Indonesia, Anggrek Bulan merupakan salah satu anggrek kebangsaan yang dinobatkan sebagai bunga nasional dengan sebutan Puspa Pesona. Keindahan dan pesona pada bunga Anggrek Bulan menginspirasi pencipta sebagai objek karya lukis.Proses penciptaan karya seni lukis ini menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins. Terdapat tiga tahapan dari metode tersebut yaitu yang pertama tahap eksplorasi, bermula dari perancangan konsep, ide, tema dan objek utama. Tahap kedua adalah tahap improvisasi/eksperimentasi tahap ini adalah tahap di mana menentukan karakteristik karya, teknik, alat, dan bahan, serta membuat rancangan sketsa di atas kertas. Tahap ketiga adalah tahap pembentukan, yaitu tahap visualisasi atau perwujudan karya. Karya sei lukis yang diciptakan berjumlah 6 karya dengan media estetik berupa garis, bentuk, warna, dan tekstur. Keenam karya seni lukis ini memvisualisasikan keindahan bunga Anggrek Bulan. Karakteristik dari keenam karya seni lukis ini adalah objek bunga Anggrek Bulan sebagai objek utama, latar belakang lukisan menampilkan suasana alam, objek pendukung diantaranya pepohonan dan organ manusia, menggunakan teknik plakat, blok, sapuan kuas basah, dan penambahan gliter yang ditempelkan pada objek lukisan.  Tujuan dari penciptaan karya seni lukis ini adalah untuk memaparkan proses penciptaan karya seni lukis yang terinspirasi pada bunga Anggrek Bulan, serta memaparkan hasil visualisasi keenam karya lukis yang terinspirasi pada bunga Anggrek Bulan. Hasil karya lukis menampilkan gaya pribadi pencipta, di mana pencipta mengekspresikan rasa kagum akan keindahan dari bunga Anggrek Bulan yang di ungkapkan melalui lukisan pada keenam karya seni lukis yang diciptakan.Harapan pencipta melalui lukisan, apresian dapat memahami nilai-nilai edukasi yang sekiranya tersampaikan melalui lukisan, bukan sekedar menikmati keindahan bunga Anggrek Bulan tetapi berupaya melestarikan dan menbudidayakan bunga Anggrek Bulan dengan baik. Manfaat bagi pendidikan, karya seni lukis ini dapat memberikan pengalaman apresiasi dan pengalaman estetik kepada pendidik, peserta didik, dan masyarakat, khususnya memperkenalkan bunga Anggrek Bulan sebagai citraan bangsa yang indah dan mempesona perlu dibudidayakan agar tetap lestari. SUMMARYIasya, Bitari Lavindi Eranda. 2019. Moon Orchid Flowers as an Inspiration for the Creation of Artwork. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd., (II): Fenny Rochbeind, S.Pd. M. Sn. Keywords: Moon Orchid Flowers, Creation, Painting.Moon Orchid Flower is one of the endemic flowers native from Indonesia, the Moon Orchid is one of the national orchids which has been named as the national flower called Puspa Pesona. The beauty and charm of Moon Orchid flowers inspires creator to make it as the objects of painting.The process of creating this work of art used the creation method of Alma Hawkins. There were three stages of the method; those were the first stage of exploration, starting from designing the main concepts, ideas, themes and objects. The second stage was the stage of improvisation / experimentation. This stage was the stage of determining the characteristics of the work, techniques, tools, and materials, and designing sketches on paper. The third stage was the formation stage, namely the stage of visualization or embodiment of the work.The works of the paintings created were 6 works with aesthetic media in the form of lines, shapes, colors, and textures. These six works of art visualize the beauty of the Moon Orchid flowers. The characteristics of the six paintings were the object of the Moon Orchid flower as the main object, the background of the painting displays the natural atmosphere, supporting objects including trees and human organs, using plaque techniques, blocks, wet brush strokes, and the addition of glitters attached to the painting object.The purpose of the creation of this painting is to explain the process of creating paintings inspired by Orchid Moon flowers, and to present the results of the visualization of the six paintings inspired by the Orchid of the Moon.The works of painting display the personal style of the creator, in which the creator expressed her admiration for the beauty of the Moon Orchid flowers revealed through paintings on the six works of art created The hope of the creator through those painting, reader can understand the educational values which were conveyed through paintings, not just to enjoy the beauty of Moon Orchid flowers but also try to preserve and cultivate the Orchid Flowers of the Moon well. The benefits for education, this painting could provide an experience of appreciation and aesthetic experience to educators, students, and society, especially introducing the Orchid Moon Flower as an image of a beautiful and enchanting nation that needs to be cultivated to remain sustainable

    PERANCANGAN BUKU CERITA BERBENTUK POP-UP TENTANG SEJARAH KABUPATEN LUMAJANG

    No full text
    Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Lumajang kemungkinan telah dianggap sebagai tempat yang cukup penting semenjak tahun 1182 M. Dalam sejarahnya, Kabupaten Lumajang yang dulu lebih dikenal dengan Lamajang Tigang Juru merupakan salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia dan memiliki hubungan dekat dengan Kerajaan Majapahit. Dengan menampilkan sejarah Kabupaten Lumajang melalui buku cerita dalam bentuk pop-up diharapkan anak-anak lebih mengerti dan memahami cerita tersebut dengan menggunakan kemasan dan ilustrasi yang menarik. Tujuan dari perancangan buku pop-up tentang sejarah Kabupaten Lumajang ini adalah untuk mengembangkan minat baca anak, serta agar anak mengetahui tentang sejarah Kabupaten Lamajang yang merupakan bagian dari sejarah kebudayaan yang terdapat di Indonesia.Perancangan ini menggunakan model prosedural dengan pendekatan kualitatif. Dalam data perancangan ini diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi data di lapangan. Perancangan ini dilaksanakan dengan mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis data, memecahan masalah,  kemudian memvisualisasikan konsep ke dalam sebuah media buku pop-up. Perancangan ini menghasilkan buku pop-up yang berjudul "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru". Buku pop-up menceritakan tentang sejarah berdirinya Kabupaten Lumajang dengan teknik pop-up. Gambar ilustrasi dieksekusi dengan teknik digital pianting. Buku pop-up ini berisi 24 halaman, dicetak dengan teknik cetak digital dan dijilid hard cover

    PENGEMBANGAN BUKU TEKS BERBASIS ILUSTRASI TENTANG TEKNIK PEWARNAAN DALAM MENGGAMBAR UNTUK KELAS VII SMP NEGERI 1 MALANG

    No full text
    RINGKASANNovitasari, Dwi Yudi. 2019. Pengembangan Buku Teks Berbasis Ilustrasi Tentang Teknik Pewarnaan Dalam Menggambar Untuk Kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hariyanto,M.Hum, (2) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd.,M.Pd.Kata Kunci: buku teks, ilustrasi, teknik pewarnaanKesulitan yang dialami oleh peserta didik sesuai hasil penelitian dalam pembelajaran menggambar adalah penerapan teknik pewarnaan. Teknik pewarnaan merupakan sub materi dari tahap finishing dalam menggambar yang tercantum pada KD 3.1 dan 4.1 mata pelajaran seni budaya (rupa) kelas VII semester 1. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah media cetak berupa buku teks. Keunggulan buku teks berdasarkan hasil observasi yaitu buku teks memiliki urutan materi yang jelas dan mudah dipelajari bagi peserta didik secara mandiri, memiliki komponen dan kompetensi yang lengkap, memberi stimulus peserta didik untuk berfikir lebih luas, kreatif, dan reflektif, serta buku teks merupakan bagian dari pengembangan budaya baca. SMP Negeri 1 Malang, salah satu sekolah yang menerapkan budaya baca dan menerapkan materi teknik pewarnaan pada mata pelajaran seni budaya (rupa) kelas VII semester 1. Pada pembelajaran tersebut, buku penunjang materi teknik pewarnaan belum tersedia, selama pembelajaran peserta didik dan guru hanya menggunakan buku utama yang berisi tentang teknik menggambar. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku teks berbasis ilustrasi tentang teknik pewarnaan untuk mata pelajaran seni budaya kelas VII di SMP Negeri 1 Malang.Tahapan yang dilakukan pada penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel menjadi model 4-P. Model 4-P yaitu terdiri dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan uji coba ahli dan uji coba kelompok kecil dengan subyek 15 peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, dan tes prestasi.Hasil penelitian dan pengembangan buku teks berbasis ilustrasi dari uji validasi ahli materi diperoleh hasil persentase 90,28%, uji validasi ahli media diperoleh hasil persentase 91,07%, uji validasi ahli praktisi diperoleh hasil persentase 98,28%, dan uji coba kelompok kecil diperoleh hasil persentase 95,5%. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa buku teks berbasis ilustrasi tentang teknik pewarnaan termasuk pada kriteria sangat layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran

    Analisis Hasil Visualisasi Gambar Kartun Siswa Kelas X Jurusan Animasi SMKN 2 Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    RINGKASAN Setiawan, Ari. 2019. AnalisisHasilGambarIlustrasiKartunSiswaKelas X JurusanAnimasi SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. Pembimbing: (I) Drs. DidiekRahmanadji, M.Pd. (II) Fenny RochbeindS.Pd.,M.Sn. Kata Kunci: GambarKartun, SiswaKelas X JurusanAnimasi, SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. Gambarkartunmerupakansalahsatujenisgambarilustrasi yang memilikicirikhasdalampenggambarantokohnya yang sederhananamunmemilikiekspresidangeraktubuh yang dilebih-lebihkan agar memunculkankesanlucuataumenggelitik.SMKN 2 Singosarisendiridipiliholehpenelitidalampenelitianinikarenamemilikijurusananimasiuntukmenunjangkonseppenelitianini.Melaluipenelitianinisiswakelas X jurusanAnimasi SMKN 2 Singosarimenjadisubjekutamadalampengumpulan data. Siswaakandiberikantemadankonsepuntukmenggambarkartunpadasebuah media yang telahdisiapkan. Tujuanpenelitianiniuntukmelihatvisualisasikaryasiswakelas X jurusanAnimasi SMKN 2 Singosaridalammenggambarkartun, danuntukmengetahuibagaimanakarakteristiktokohkartun yang dgambarkanolehsiswaberupa: (1) gayaJepang (2) gayaAmerika (3) gaya Indonesia dan Malaysia (4) gaya non Jepang, Amerika, danIndonesi/Malaysia Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiankualitatifdenganpendekatandeskriptif.  Data penelitianberupahasilkaryasiswakelas X jurusanAnimasi SMKN 2 Singosaridalammenggambarkartun. Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanteknikobservasidalammengamatilingkungansekolahdandokumentasiberupakegiatanpenelitiandanhasilkaryasiswa.Instrumen yang digunakandalampengumpulan data berupainstrumenmanusia, yaitupenelitisendiri yang terjunlangsungkelapangan.Kegiatananalisis data dimulaidaripengamatanlokasipenelitian, pengolahan data, penyajian data, danverifikasi data.Pada proses pemeriksaankeabsahan data penelitimenggunakantriangulasiteori, dimanapemeriksaan data menggunakanpembanding, gunamenunjangpenjelasan yang sudahadadengantemuanpenelitian. KarakteristikgambarkartunmemilikiberagammacamsepertigayakarakteristikkartunJepang, Gaya Karikatur, Gag kartunataukartun yang menggambarkanselera humor danberkonsepringan, dangayakartunkomikEropadanAmerika. Tema yang digunakansebagaiacuanadalahkebaikansosialdankenakalanremaja.Alat yang digunakandalampembuatankaryaadalahpensildankertas.Teknik yang digunakandalammenggambarkartununtukmenciptakankesangelapterangadalahteknikarsir, teknikpointilis, danteknikdusel. Harapandarihasilpenelitianinidapatmengenalkansertamenyiapkansiswakelas X jurusanAnimasi SMKN 2 Singosaridalamhalmenggambarkartun. Siswasemakintermotivasidalamberlatihmenggambar.Selainitusiswadiharapkandapatmenemukankarakteristiktokohkartun yang bisadigunakandalammatapelajarananimasi. SUMMARY Setiawan, Ari. 2019. An analysis of the Cartoon Illustration results in the first grade of Vocational High School SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. Supervisor: (1) Drs. DidiekRahmanadji, M.Pd. (II) Fenny RochbeindS.Pd.,M.Sn. Keywords: Cartoon images, Vocational High School, Animation Students, SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. A cartoon illustration is a form of illustration that has its own unique trait especially in depicting simple characters yet still retaining the body movement and the unique facial expression to form the humorous content. SMKN 2 Singosari is chosen because it has a linear interest with the writer, therefore the research can be conducted further according to the writers' knowledge. In this research, the subjects are students from SMKN 2 Singosari. Students will be given a theme and concept prior to drawing on the media prepared by the writer. This research aims to observe the first grade of SMKN 2 Singosari students' visualization in drawing cartoon images and to see how good the characters depicted in the cartoon image are. Additionally, the research also carried out in order to find out how cartoon characteristics are depicted in (1) Japanese style (2) American style (3) Indonesian or Malaysian style(4) others. The research is categorized as a descriptive and therefore using a qualitative approach in data processing. The data is mainly about the first grade of SMKN 2 Singosari students' results in drawing the cartoon images. It is gathered from direct observation, documentation (photos and other documents) within the school environment along with the research activities and the additional documents. Instruments used within data collection are the writer himself directly involved in the field. The data analysis starts from observing research areas, data processing, serving the data, and data validation using the triangulation theory in which the data will be used as a comparator to support the existed results with the previous research. The cartoon drawing has its own unique style, namely: Japanese manga, Caricature or Gag cartoon which delivers a humorous and entertaining content, and also American or European cartoon writing. The theme that is commonly used is teenager angst and social value. Tools used to draw are vary, from pencils, markers, crayons, paints, and using paper as a media. In drawing cartoon illustration should be kept in mind that coloring technique and shading technique (pointillist and Dussel technique) are very important. It is hoped that the research will help students from SMKN 2 Singosari in introducing and preparing good cartoon illustrations as well as finding appropriate cartoon characteristics that can be used in educational purposes

    TARI SEBLANG BANYUWANGI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

    No full text
    RINGKASAN Anaka, Mufti Wahyu. 2019. Tari Seblang Banyuwangi Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan  Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Satsra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Tari Seblang Banyuwangi, Penciptaan Seni Lukis Seblang merupakan tarian pada upacara adat tradisional yang berasal dari daerah Banyuwangi. Tarian ini diadakan setahun sekali di Desa Olehsari dan Bakungan Kecamatan Glagah sebagai kegiatan ritual bersih desa pada suku Using Banyuwangi. Kegiatan ini dianggap sakral oleh penduduk setempat karena penari Seblang dalam keadaan  trance atau tidak sadarkan diri akibat kemasukan unsur kekuatan ghaib. Pencipta menciptakan karya seni lukis ini untuk mengenalkan tradisi warisan leluhur kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk mengetahui dan mengerti akan keberadaan kebudayaan Tari Seblang Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian penciptaan seni yang memaparkan penciptaan seni representasional dekoratif. Pencipta menggunakan metode penelitian penciptaan seni yang mengadopsi proses kreatif Chaterina Patrick. Dalam penciptaan karya lukis ini bermula dari tahap persiapan, tahap penetasan, tahap inspirasi, dan tahap pengembangan. Pada tahap pengembangan dimulai dengan mewujudkan ide, konsep, dan tema pada enam karya lukis yang menampilkan objek utama Penari Seblang. Hasil dari penciptaan karya lukis ini adalah visualisasi objek (tari Seblang) dengan menggunakan gaya pribadi pencipta. Dalam penciptaan karya lukis ini menampilkan 6 karya lukis dengan media estetik berupa garis, warna, tekstur, bentuk dan ruang sebagai simbolisasi dari konsep, media fisik berupa kanvas, cat akrilik. Menggunakan empat teknik yaitu teknik blok, dusel, detail garis untuk cahaya, gelap terang, dan penegasan bentuk. Karakteristik dari ke enam karya lukis ini adalah objek utama berupa Penari Seblang  dan objek pendukung berupa bunga dan daun yang direpresentasikan secara dekoratif. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baik berupa wujud, proses maupun kreativitas melalui pemikiran pencipta dalam berkarya seni. Pencipta berharap makna yang terkandung dalam lukisan ini mampu tersampaikan kepada masyarakat. SUMMARY Anaka, Mufti Wahyu. 2019. Seblang Dance Banyuwangi as a source of  Inspiration for the painting creations. Thesis, Art and Design, Faculty of Letter, Universitas Negeri Malang. Advisors : (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Key Word: Seblang Dance Banyuwangi, Painting Cretaions. Seblang is a dance of  traditional ceremonies originating from Banyuwangi. This dance is held once a year in the village of Olehsari and Bakungan, Glagah Subdistrict as a Thanksgiving village rituals activity in the Using Banyuwangi tribe. This activity is considered sacred by local residents because Seblang dancers are in a state of trance or unconscious due to conceding supernatural forces. This type of research is art creation research which describes the creation of representational Decorative art. The creator uses art creation research methods that adopt Chaterina Patrick's creative process. In the creation of this painting, it began with the preparation, hatching, inspiration and development stages. At the development stage it starts with realizing ideas, concepts, and themes in six paintings that display the main object of the Seblang Dancer. The result of creating this painting is object visualization (Seblang dance) using the creator's personal style. In the creation of this painting, there were 6 paintings with aesthetic media in the form of lines, colors, textures, shapes and spaces as a symbol of the concept, physical media in the form of canvas, acrylic paint. Using four techniques, namely block technique, dusel, line details for light, dark light, and shape confirmation. The characteristics of the six paintings are the main objects in the form of Seblang dancers and supporting objects in the form of flowers and leaves which are represented in a decorative manner

    Analisis Teknik Dan Desain Ragam Hias Bercorak Primitif Pada Kerajian nLukis Kulit Kayu Kampung Sasui Distrik Amberbaken Barat Kabupaten Tambrauw Papua Barat.

    No full text
    ABSTRAK Novela, Hermalina, Bonepay, 2017. Analisis Teknik Dan  Desain Ragam Hias Bercorak Primitif Pada Kerajianan Lukis Kulit Kayu Kampung Sasui Distrik Amberbaken Barat Kabupaten Tambrauw Papua Barat. Skripsi, Jurusan Seni dan DesainFakultas Sastra,Universitas Negeri Malang.Pembibing: (1) Dr.Ponimin,M.Hum, (2) Denik Ristya Rini, S.Pd,M.Pd.   Kata Kunci : Analisis Teknik Dan Desain Ragam Hias Bercorak Primitif Pada Kerajinan Lukis Kulit Kayu Kampung Sasui Distrik Amberbaken Barat Kabupaten Tambrauw Papua Barat. Teknik dan desain ragam hias bercorak primitif pada kerajian lukis kulit kayu  Kampung Sasui distrik Amberbaken Barat Kabupaten Tambrau Papua Barat merupakan salah satu kerajinan lukisan kulit kayu tradisional di Kampung Sasui Kambupaten Tambrauw Papua Barat  ini masih ada pengaruh kebudayaaan lukis diatas kulit kayu  dengan menggunakan teknik dan desain ragam hias bercorak primitif dengan warna coklat, merah, putih, hitam, dan pewarna masih juga pada bahan tradisional seperti kapur siri, arang kayu, batu bata, daun-daun alat memukul yaitu batu, pegangan kapak kayu bantalan kayu memukul. Kerajinan lukisan kulit kayu Kampung Sasui dalam menyajikan kerajian kerajian lukis kulit kayu ini untuk busana pakain sehari-hari dan juga pakaian busana pada saat upacara adat, ritual perkawinan dan juga pentas seni budaya lokal di Kabupaten Tambrauw Papua Barat. Dalam kurang waktu terkhir ini para ahli menyadari penelitian ini yang menyentuh bahasa dari sebua kulit kayu  Matat atau juga disebut Niw artinya disebut kulit kayu atau disebut juga dalam bahasa Mpur atarinya Samsun adalah pakaian busana Kampung  asui Kambupaten Tambrauw Papua Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian dekriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa  paparan kebahasan dalam bentuk audio dan visual yang terdapat pada pengrajin  lukis kulit kayu kampung sasui ini yang diperoleh dari rekaman Bapak Wempi Bondopi Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancra, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keanbsahan data, Berdasarkan hasil analisis data  tersebut, menunjukkan bahwa teknik dan  desain ragam hias bercorak primitif pada kerajian lukis kulit kayu  Kampung  Sasui distrik Amberbaken Barat Kabupaten Tambrau  Papua Barat cukup memuaskan karena salah satu suku Mpur di Kampung Sasui  masih mengembakan budaya lokal di daerah setempat tersendiri yaitu kerajian lukis diatas kulit kayu  dengan bercorak primitif pada lukis kulit kayu Kampung  Sasui

    REDESAIN LOGO EKOWISATA MANGROVE BEEJAY BAKAU RESORT PROBOLINGGO DAN IMPLEMENTASINYA

    No full text
    ABSTRAK Mahisa Al Azis, Hasbi. 2019. Redesain Logo Ekowisata Mangrove BeeJay Bakau Resort Probolinggo dan Implementasinya. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanaji, M.Pd, (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci: logo, redesain, corporate identity, ekowisata, bakau, resort. Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Ekowisata mangrove BeeJay Bakau Resort (BJBR) adalah Suatu ekowisata bakau yang berlokasi di Kota Probolinggo, menempati lahan seluas 89 hektar, BeeJay Bakau Resort memiliki fasilitas lengkap antara lain: Pantai pasir putih dengan Permainan Air, Water Boom, Flying Fox, Cafe, Majengan Bakau Beach, Restoran dan Bungalow. Hamparan Pasir Putih seluas 8000 m2 dengan air laut dan pulaupulau buatan tersedia di pinggir pantai. Sebuah bola dunia raksasa lengkap dengan semburan air melengkapi, eksotisme majengan bakau beach. Majengan Bakau Beach bisa menjadi alternatif acara resepsi pernikahan atau preweeding, gathering kelompok atau perusahaan. Dalam redesain logo ekowisata BeeJay Bakau Resort menggunakan Model Perancangan Prosedural, menggunakan jenis data kualitatif dengan sumber data berdasarkan hasil wawancara dan observasi, serta menggunakan model perancangan corporate identity yang digambarkan Alina Wheeler. Perancangan ini diawali diawali dari penulisan latar belakang masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder, kemudian analisis data, sintesis data, menentukan konsep perancangan, konsep tata desain, kemudian visualisasi model..Perancangan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Perancangan ini menghasilkan logo ekowisata BeeJay Bakau Resort berupa buku pedoman atau graphic standart manual, serta media pendukung yang digunakan seperti stationary set, poster, brosur, banner, x-banner, billboard, facebook, instagram, produk dan merchandise. Hasil redesain logo ekowisata BeeJay Bakau Resort merupakan upaya yang diharapkan dapat meningkatkan sekaligus mengembalikan citra dari ekowisata BeeJay Bakau Resort serta diharapkan dapat menjadi referensi serta inspirasi, ataupun sebagai tolak ukur bagi mahasiswa dan para desainer untuk perancangan logo yang akan dibuat selanjutnya.   ABSTRACT Mahisa Al Azis, Hasbi. 2019. Redesign Logo of Mangrove Ecotourism the BeeJay Bakau Resort Probolinggo and its Implementation. Thesis, Visual Communication Design Study Program, Department of Art and Design, Faculty of Letters, Malang State University, Advisor : (I) Drs. Didiek Rahmanaji, M.Pd, (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn, M.Sn.   Keywords: logo, redesign, corporate identity, ecotourism, mangrove, resort. Ecotourism is one of the tourism activities that is environmentally sound by prioritizing aspects of nature conservation, aspects of socio-cultural empowerment of local communities and aspects of learning and education. Mangrove ecotourism BeeJay Bakau Resort (BJBR) is a mangrove ecotourism located in Probolinggo City, occupying an area of 89 hectares, BeeJay Bakau Resort has complete facilities including: White sand beach with Water Games, Water Boom, Flying Fox, Cafe, Majengan Bakau Beach, restaurants and bungalows. White Sand over an area of 8000 m2 with sea water and artificial islands available on the beach. A giant world ball complete with water bursts complements, exotism with mangrove beach. Majengan Bakau Beach can be an alternative wedding or preweeding reception, group gathering or company. In the logo design of BeeJay Bakau Resort ecotourism using the procedural design model, using qualitative data types with data sources based on the results of interviews and observations, and using a corporate identity design model described by Alina Wheeler. This design begins with the writing of background problems, followed by data collection consisting of primary and secondary data, then analyzing data, synthesizing data, determining design concepts, design design concepts, then visualizing the model. This design uses a qualitative research approach. This design produces the BeeJay Bakau Resort ecotourism logo in the form of a manual or graphic manual, as well as supporting media used such as stationary sets, posters, brochures, banners, x-banners, billboards, facebook, instagram, products and merchandise. The result logo design of BeeJay Bakau Resort ecotourism is an effort that is expected to increase and restore the image of BeeJay Bakau Resort ecotourism and is expected to be a reference and inspiration, or as a benchmark for students and designers to design the logo that will be made next

    PERANCANGAN MEDIA PROMOSI DENGAN PENDEKATAN IMC “MFM” RADIO SEBAGAI BRAND IMAGE PT RADIO MALANGKUCECWARA

    No full text
    RINGKASAN Eka Ardi Prabowo, Yuhan. 2019. Perancangan Media Promosi Dengan Pendekatan IMC MFM Radio Sebagai Brand Image Pt Radio Malangkucecwara. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn., (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci:, Media Promosi, IMC, Mfm Radio, Brand Image. Radio merupakan salah satu media massa yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan berbagai macam informasi, hiburan, dan pendidikan. Radio mengalami perkembangan yang sangat pesat, perkembangan tersebut menuntut setiap pelaku usaha/jasa untuk cepat dalam mengikuti segala perubahan yang terjadi dan menempatkan orientasi kepada kepuasan konsumen sebagai tujuan utamanya. Salah satu perusahaan jasa radio di Malang adalah “PT Radio Malangkucecwara” atau yang sering dikenal dengan nama “MFM” radio. “MFM” radio menjadi radio yang semakin diminati dikalangan remaja di Malang Raya dalam segi kualitas program dan inovasi konten sosial medianya. Namun karena beberapa faktor para pendengar “MFM” sering salah dalam menyebutkan nama “MFM” dengan nama radio lain. Strategi promosi yang dilakukan kebanyakan radio untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat terbilang sama. Promosi yang dilakukan hanya sebatas pada media media cetak dan on air, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak masyarakat sulit membedakan brand/merek dari setiap radio di Malang raya. Sehingga diperlukan strategi dan pemilihan media yang tepat untuk mempromosikan produk dengan tujuan membuat brand image di benak para pendengarnya agar tidak terjadi kesalahan penyebutan nama brand radio “MFM”. Perancangan media promosi “MFM” Radio ini menggunakan perancangan prosedural, menggunakan jenis data kualitatif berupa wawancara dan observasi. Hasil data yang diperoleh adalah data wawancara dari narasumber “MFM” Radio yaitu direktur dan marketing manager, perancangan ini juga menggunakan data pustaka. Model perancangan ini menggunakan model perancangan Drs Sadjiman Ebdi Sanyoto. Diawali dari riset dan analisis data mengenai latar belakang masalah, Analisis SWOT dan IMC, konsep perancangan hingga Visualisasi desain dan produksi. Perancangan ini menghasilkan media promosi MFM Radio. Media promosi terdiri dari poster, kalender, notebook, kaos, mug, totebage, yang akan dibagikan  kepada pendengar dan calon pendengar oleh crew MFM dan instagram menjadi media publikasi event bagi bagi tersebut untuk memberitahukan target audiance kapan dan dimana event berlangsung.   SUMMARY Eka Ardi Prabowo, Yuhan. 2019. Designing Promotional Media with MFM Radio's IMC approach as a Brand Image from Pt Radio Malangkucecwara. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn., (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn.   Keyword:, Media Promotion, IMC, MFM Radio, Brand Image. Radio is one of the mass media that is related to people's needs and provides various kinds of information, entertainment, and education. Radio is experiencing very rapid development, this development requires every business actor / service to quickly follow all the changes that occur and place an orientation to customer atisfaction as its main goal. One radio service company in Malang is "PT Radio Malangkucecwara" or often known as the "MFM" radio."MFM" Radio is becoming a radio that is increasingly in demand among teenagers in Malang in terms of program quality and social media content innovation. However, due to several factors, the listener "MFM" is often wrong in mentioning the name "MFM" with the name of another radio. The promotion strategy carried out by most radios to introduce their products to the community is fairly similar. Promotion carried out is only limited to print media and on air media, so it is possible that many people find it difficult to distinguish brands / brands from each radio in Malang. So that the strategy and selection of the right media is needed to promote the product with the aim of making a brand image in the minds of the listeners so that there is no mistake in mentioning the brand name of the radio "MFM". The design of the "MFM" Radio promotion media uses procedural design, using qualitative data in the form of interviews and observations. The results of the data obtained are interview data from Radio MFM speakers, namely directors and marketing managers, this design also uses library data. This design model uses the design model of Drs Sadjiman Ebdi Sanyoto. Starting from research and analysis of data on the background of the problem, SWOT Analysis and IMC analysis, design concepts to Visualization of design and production.. This design resulted in MFM Radio promotion media. Promotional media consists of posters, calendars, notebooks, t-shirts, mugs, totebage, which will be distributed to listeners and prospective listeners by MFM crew and Instagram as a media for publishing events to inform the target of audiance when and where the event takes place

    Nilai-Nilai Pendidikan dalam Kesenian Kentrung Panji Wulung di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

    No full text
    ABSTRAKArianti, Orentha Yayang. 2019. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Kesenian Kentrung Panji Wulung di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soerjo Wido minarto, M.Pd, (II) Kelik Desta Rahmanto, M.Pd Kata Kunci: Nilai-nilai pendidikan, Kesenian Kentrung Panji Wulung.Kesenian Kentrung Panji Wulung merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di wilayah Trenggalek. Kentrung merupakan sastra lisan yang hidup di lingkungan masyarakat, yang berisi petuah tentang hidup dengan mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari. Pertunjukkan kentrung dimainkan oleh dalang dan panjak yang mendongeng tanpa menggunakan wayang dan dengan diiringi alat musik seperti rebana, kendang dan instrumen lain. Kentrung Panji Wulung adalah salah satu paguyuban kentrung di wilayah Trenggalek khususnya Desa Dongko Kecamatan Dongko. Kemajuan teknologi yang semakin canggih menyebabkan kesadaran masyarakat terhadap fungsi kesenian tradisional sebagai media pendidikan semakin berkurang. Hal ini merupakan alasan utama yang mengharuskan kesenian tradisional tetap dilestarikan dengan mengkaji nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh keterangan tentang nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kesenian Kentrung Panji Wulung di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek dalam bentuk data deskriptif. Data yang didapatkan peneliti merupakan data alamiah yang terdapat di lapangan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memusatkan diri pada suatu obyek tertentu. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Penelitian ini difokuskan pada nilai-nilai pendidikan dalam kesenian  Kentrung Panji Wulung di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan konsep nilai pendidikan.Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kesenian Kentrung Panji Wulung terdapat lima nilai pendidikan. Kelima nilai pendidikan itu adalah nilai ilmu pengetahuan, nilai ketrampilan, nilai ketuhanan, nilai sosial ekonomi, dan nilai moral. Kelima nilai pendidikan tersebut terdapat pada sejarah, cerita, unsur pendukung dan aktivitas pertunjukkan Kentrung Panji Wulung. Kesenian Kentrung Panji Wulung merupakan kesenian tradisional yang mengandung pesan nilai-nilai pendidikan kepada masyarakat. Selain itu secara khusus nilai-nilai pendidikan pada Kentrung Panji Wulung menjadi acuan anggota paguyuban untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saran penelitian selanjutnya agar peneliti lanjutan dapat meneliti nilai-nilai pendidikan yang lainnya

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇