SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang
ABSTRAK Anggraeni, Novia Tri, 2017. Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn (II) Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd Kata Kunci : Struktur Gerak, Tari Glipang Rodat, Kabupaten Lumajang Tari Glipang Rodat merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Lumajang. Keunikan gerak pada tari Glipang Rodat yaitu menggunakan gerak pencak silat dan tidak terdapat gerak menggoyang pinggul karena pada tarian ini disesuaikan dengan musik iringan islami. Tari Glipang Rodat dibawakan oleh penari perempuan. Pemahaman masyarakat umum khususnya masyarakat Lumajang terhadap Tari Glipang Rodat masih kurang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan pembahasan mengenai struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa struktur gerak tari Glipang rodat terdiri dari unsur gerak, motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan paragraf gerak. Unsur gerak terdiri dari unsur gerak kepala, tangan, badan, dan kaki. Unsur gerak kepala terdiri dari sikap tegak, toleh kiri, toleh kanan, dan toleh pojok. Unsur gerak tangan terdiri dari unsur gerak, yaitu hormat, tumpang tarik, tunjuk malangkerik, malangkerik, tunjuk siku, tunjuk ngadeg, tarik nggegem, nggegem ngarep mburi, tumpang nggegem, dorong nggegem, nggegem siku, tunjuk depan, dan nggenggem kanan kiri. Unsur gerak badan terdiri dari mapan ngadeg, tegak mojok, miring ngarep, miring mburi, dan puter kanan. Unsur gerak kaki yang terdiri dari 10 (sepuluh), yaitu mapan, junjung, napak, doyong ngarep, gejug gajul pojok, gejug gajul depan, gejug belakang, mendak silang, jalan pojok, buka’an. Motif gerak yang terdapat dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi dua, yaitu motif gerak statis dan motif gerak dinamis. Motif gerak statis terdiri dari gerak penghormatan, junjungan, malangkerik mojok, tunjuk tarik depan, nggegeman, junjung mburi, tunjuk depan siku, dorong atas, hormat pojok, dan ukelan. Motif gerak dinamis terdiri dari gerak tarik hormat, tunjuk tarik nggegem, tunjuk belakang, puter junjungan, puter junjung nggegem, sikutan kanan, sikutan kiri, tarikan kanan, dan tarikan kiri. Ragam gerak dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu ragam gerak inti dan ragam gerak penghubung. Paragraf gerak tari Glipang Rodat terdiri dari bagian pembuka, inti, dan penutup. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar masyarakat Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang memunculkan rasa cinta terhadap kesenian khas Kabupaten Lumajang dan mengenal serta bangga dengan keberadaan tari Glipang Rodat sebagai seni tradisi yang wajib untuk dilestarikan
PENGELOLAAN KELAS PADA MATA PELAJARAN PEMBENTUKAN BENDA KERAMIK DI KELAS XII KKR 2 SMKN 5 MALANG
Pengelolaan kelas meliputi dua aktivitas utama, yaitu mengelola siswa dan mengelola fisik. Keunggulan SMKN 5 Malang adalah satu-satunya sekolah kejuruan di Malangyang membukaJurusan Kriya Keramik. Jurusan tersebut dibuka berawal dari kepekaan peluang pasar kerja di Kota Malang. Sehingga, guru senantiasa mendidik siswa untuk dipersiapkan menjadi kriyawan dan desainer handal. Alasan tersebut mendasari penulis untuk mencari tahupengelolaan kelas di Jurusan Kriya Keramik, khususnya pada Mata Pelajaran Pembentukan Benda Keramik. Pembentukan Benda Keramik merupakan mata pelajaran produktif dimana siswa lebih banyak belajar secara praktik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan kelas di Kelas XII KKR 2 SMKN 5 Malang terkait pengelolaan kondisi emosional siswa dan pengelolaan fisik kelas. Selain itu, hasil penelitian ini dapatmemperkaya kajian pada ilmu pendidikan khususnya pengelolaan kelas produktif seni. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mengungkapkan fakta-fakta pengelolaan kelas padaMata Pelajaran Pembentukan Benda Keramikdi Kelas XII KKR 2. Data berupa catatan lapangan, audio dari rekaman wawancara serta foto selama penelitian di bengkel keramik berlangsung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknikobservasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode sehingga dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengelolaan kelas yang terjadi di kelas XII KKR 2. Berdasarkan hasil analisis data,dapat disimpulkankegiatan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimaldiupayakan guru denganmemaksimalkan fasilitas belajar di bengkel. Kegiatan pengembalian kondisi belajar yang optimaldiupayakan guru melalui upaya pencegahan, pembenahan dan kuratif. Upaya pencegahan dilakukan dengan cara memberikan pengarahan kepada siswa mengenai hal-hal yang harus dipatuhi ketika di kelas. Upaya pembenahan dilakukan dengan cara memberikan respon secara langsung ketika siswa terlihat mengalami kesulitan dalam belajar. Upaya kuratif dilakukan dengan cara menegur siswa yang tidak disiplin. Pengelolaan fisik kelas meliputi pengaturan tempat duduk, keindahan dan kebersihan kelas serta ventilasi pencahayaan yang diatur secara tradisional. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi proses belajar siswa karena guru mengupayakan dengan memberi kebebasan kepada siswa ketika bekerja dan penanaman kesadaran kebersihan
Visualisasi Bathara Katong dan Reyog Ponorogo Dengan Panduan Refrensi Dalam Profil Karakter Atau Tokok Pertunjukan
Abstrak Cerita rakyat sebagian orang merupakan salah satu wadah informasi. Di dunia sejarah sendiri seorang budayawan bebas untuk mengapresiasikan apa yang dipikirkan maupun dirasakan, semuanya dapat dituang dalam karya seni yang mereka buat. Cerita rakyat juga mempengaruhi seseorang misalnya tentang tindakan dan hal positive dari setiap tokohnya.Melihat fenomena yang terjadi di masyarakat Ponorogo dengan kurangnya perjalanan atau pengetahuan tentang kebudayaan Ponorogo sendiri, perancangan profile character “tokoh” Bathara Katong dan Reyog Ponorogo yang akan menjadi media informasi berbentuk buku bergambar tentang profile character Bathara Katong dan Reyog Ponorogo yang mampu memberikan informasi detail tentang sejarah tersebut. Berdasarkan permasalahan pada latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah bagaimana merancang Visualisasi Bathara Katong dan Reyog Ponorogo dengan cara visual tentang profile character dari 2 hal tersebutsecara efektif dan menarik untuk masyarakatPonorogo dan Masyarakat luar. Metode perancangan yang digunakan adalah mengadaptasi skema Sanyoto. Setelah melalui tahapan perancangan maka dihasilkan media utama yaitu buku bergambar tentang profile character. Juga dihasilkan media pendukung berupa x banner, poster, brosur, dan booklet
Perancangan Komik Perjalanan Wisata Kota Bontang
Abstrak Kota Bontang merupakan kota yang berorientasikan di bidang industri, jasa serta perdagangan. Namun, bukan hanya pada bidang-bidang tersebut, Kota Bontang juga memiliki kawasan pariwisata yang menarik dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Potensi pariwisata yang disuguhkan oleh Kota Bontang memiliki keindahan dan keunikan yang tak kalah oleh tempat wisata di kota-kota lain. Mulai dari pulau dengan pantai berpasir putih hingga tempat bermain atau berkumpul dengan keluarga maupun teman dikelilingi pepohonan rindang yang menyejukkan. Namun penyebaran informasi mengenai wisata Kota Bontang masih belum menyebar luas di masyarakat terutama masyarakat luar Kota bontang. Komik perjalanan wisata Kota Bontang dalam perancangan ini dirancang sebagai media informasi yang dapat membantu memperkenalkan Kota Bontang terutama pada sektor wisata alamnya kepada masyarakat luas. Model perancanganperancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural. Model prosedural yang digunakan dalam perancangan ini adalah model prosedural milik Buddy Scalera yang telah dirangkum sesuai kebutuhan perancangan. Data perancangan diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Jenis data yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data SWOT. Perancangan in imenghasilkan media utama berupa buku komik cetak yang berjudul “Kelana Menantang Bontang” beserta media pendukung sepertistiker, gantungan kunci, stand akrilik, pin akrilik maupun media launching seperti x-banner dan poster. Buku komik ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai tempat-tempat wisata yang menarik di Kota Bontang kepada masyarakat luas
Perancangan Company Profile Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Dalam Upaya Meningkatkan Citra
Abstrak Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang merupakan salah satu fakultas yang termasuk dalam lingkungan Universitas Negeri Malang yang berlokasi di Kota Malang Provisi Jawa Timur.Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang mempunyai berbagai macam jurusan, diantaranya adalah jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Indutri, dalam jurusan tersebut juga masih terbagi lagi dalam program studi yang disediakan. Fakultas Teknik masih belum memaksimalkan dan masih terbatas media yang digunakan sebagai company profile.Melihat nilai akademik dari fakultas bagus. Maka dengan demikian fakultas tersebut memerlukan sebuah media informasi untuk meningkatkan citra. Adapun rumusan masalah dalam perancangan ini sebagai berikut: bagaimana merancang berupa motion graphicCompany Profile Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang untuk meningkatkan citra. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakanmotion graphicCompany Profile Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang layak digunakan untuk meningkatkan citra untuk pemahaman siswa yang menjadi target audien mengenai informasi yang ada di Fakultas Teknik. Model perancangan yang digunakan adalah model perancang yang diawali dari penulisan latar belakang, rumusan masalah dan pengidentifikasi tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang didapat kemudian di analisis sehingga menjadi konsep perancangan. Perancangan media terdiri dari media utama yaitu motion graphicdan media alternatif lainnya yang digunakan sebagai media pendukung. Media pendukungnya terdiri dari: booklet, brosur, x-banner, kaos dan poster
Perancangan Artbook tentang Bunga Endemik di Indonesia
ABSTRAK Dalam dunia tumbuhan, flora di wilayah Indonesia termasuk bagian dari flora dari Malesiana yang diperkirakan memiliki sekitar 25% dari spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia yang menempati urutan negara terbesar ketujuh dengan jumlah spesies mencapai 20.000 spesies, 40%-nya merupakan tumbuhan endemik atau asli Indonesia (Kusmana & Hikmat, 2015). Namun sangat disayangkan Indonesia memasuki peringkat ke-4 dalam jumlah spesies yang terancam punah. Pengenalan jenis flora di Indonesia dirasa kurang karena jumlah buku literasi dan gambar yang menjelaskan tentang jenis flora Indonesia masih sedikit, sehingga perlu ditambah terutama untuk pembaca umum. Selain itu minat masyarakat tentang flora masih dianggap kecil dilihat dari jumlah badan perlindungan flora aktif yang ada di Indonesia. Maka dari itu tujuan dari perancangan buku ilustrasi karakter dengan menggunakan unsur bunga endemik Indonesia ini adalah untuk menarik minat masyarakat terhadap flora Indonesia terutama bunga endemik di Indonesia, selain itu, juga dapat menjadi inspirasi ilustrator lain dan penerbit untuk menambah literasi buku tentang jenis flora yang ada di Indonesia. Metode Perancangan yang dipakai dalam perancangan artbook ini adalah metode perancangan hasil modifikasi dari Sadjiman Sanyoto, yaitu dimulai dengan membuat sebuah latar belakang, tujuan, kemudian pengumpulan data tentang bunga endemik yang ada di Indonesia yang akhirnya dianalisis dan dicari sintesis dari data tersebut. Setelah itu dimulailah pembuatan konsep perancangan, produksi media, dan yang terakhir proses pasca produksi. Hasil perancangan ini menghasilkan output diantaranya artbook “FLOS” yang mengangkat tentang bunga endemik di Indonesia disertai dengan deskriptif dari masing-masing 10 bunga endemik yang sudah dipilih. Selain itu dibuat juga media pendukung seperti bookmark, mini notes book, post card, poster, enamel pin, phone strap,dan sticker cut. Diharapkan perancangan artbook yang dengan menggunakan gaya gambar manga ini dapat menarik minat masyarakat tentang flora Indonesia sehingga semakin banyak ilustrastor atau penerbit yang terinspirasi untuk membuat buku yang bertemakan flora Indonesia
ABSTRAK Syiva, Febriana,2018.MaknaSimbolisFungsi Tari TundikanPada Ritual Seblangdi MasyarakatDesaOlehsari, KecamatanGlagah, KabupatenBanyuwangi.Skripsi, JurusanSenidanDesain, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Robby Hidajat, M
ABSTRAK Penelitian ini menggali makna interaksi magis antar penari dan penonton pada tari tundikan. Tari tundikan merupakan tari sakral pada ritual seblang di Oleh sari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Daya tarik peneliti ini adalah interaksi magis antar penari dan penonton menari bersama. Tari tundikan seblang Oleh sari ditarik oleh gadis yang belum haid yang harus keturunan dari penari seblang sebelumnya antara 8-13 tahun. Penari seblang menari dalam keadaan tidak sadar karena telah dirasuki oleh roh atau dan yang. Tarian tundikan merupakan tarian yang harus dilakukan bagi penonton yang mendapatkan selendang. Penonton yang mendapatkan selendang disebut tundik. Penonton (tundik) yang mendapatkan selendang harus menari dan tidak boleh mewakilkan kepada orang lain. Apabila penonton menolak untuk menari bersama penari seblang, maka roh yang berada didalam tubuh penari seblang akan selalu menunggu sampai penonton tersebut (tundik) mau menari bersama. Tidak sembarang orang yang mendapatkan selendang ataupun kembang dirmo pada adegan tarian tundikan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu, pertama untuk mengetahui pengertian tari tundikan pada ritual seblang, kedua fungsi dan makna penari tundikan pada ritual seblang.Makna penonton pada ritual seblang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasilpenelitian (1) proses ritual seblang, (2) kelengkapan ritual seblang tari tundikan, (3) tari tundikan dan (4) fungsi tari tundikan Tari tundikan merupakan tari ritual yang berfungsi sebagai perekat hubungan sosial antar warga desa Oleh sari dan merupakan tari yang menjadi sarana ekspresi spiritual dan harapan terhindar dari marabahaya dan bencana alam
PERANCANGAN BUKU BERBASIS ILUSTRASI SEBAGAI PANDUAN WISATA ALAM DAN PROMOSI PULAU LOMBOK
ABSTRAK RINGKASAN Perwitasari, Aldian. 2018. Perancangan Buku Berbasis Ilustrasi Sebagai Panduan Wisata Alam Dan Promosi Pulau Lombok. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn, (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Ilustrasi, Panduan Wisata, Promosi, Pulau Lombok Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan terkenal dengan keanekaragaman lautnya. Salah satu pulau terkenal di Indonesia adalah Pulau Lombok. Pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dibagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kota. Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Banyak wisatawan dari lokal maupun mancanegara mengunjungi pulau ini dikarenakan keeksotisan wisata bahari Pulau Lombok. Tak hanya wisata lautnya, Pulau Lombok masih menyimpan kekayaan alam seperti, air terjun, desa wisata, hingga gunung yang dapat dijelajah oleh para wisatawan yang datang. Perancangan ini menggunakan model prosedural dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Perancangan ini merupakan hasil pengembangan dari model perancangan Sanyoto. Tahapan perancangan dimulai dari merumuskan latar belakang, merumuskan masalah, dan menetapkan tujuan perancangan. Tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data yang dibutuhkan, identifikasi, analisis, dan sintesis. Pengolahan data tersebut akan menghasilkan sebuah konsep perancangan melalui perencanaan media dan perencanaan kreatif, yang kemudian dilakukan proses desain hingga menghasilkan desain final. Hasil perancangan ini adalah buku yang berjudul ‘Selamet Dateng Jok Bale Lombok’. Buku berbasis ilustrasi ini membahas tentang destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok. Buku panduan wisata ini berukuran 21 cm x 19 cm, dengan jumlah 112 halaman yang dijilid dengan tipe hard cover. Selain itu terdapat media lain sebagai media promosi berupa poster, x-banner, flyer, postcard, pembatas buku, kaos, dan totebag
Opini Musisi Metal Terhadap Perilaku Penggemar Musik Metal “Group Band Misanthropic Imperium” di Kota Malang
ABSTRAK Musik metal adalah salah satu jenis musik yang unik. Tema yang diusung oleh jenis musik ini adalah tentang kekerasan, kegelapan, penyesalan hingga kematian. Metal head atau penggemar musik metal memiliki tingkat idealis yang tinggi sehingga peneliti jarang menemukan perkumpulan atau komunitas pecinta musik metal, mereka lebih suka berdiri sendiri membuat kelompok band indie untuk sekedar hobby maupun komersil. Misanthropic Imperium terbentuk pada tahun 2012 olehThrone of Ritual orchestradari kota malang. Ada beberapa permasalahan yang berusaha diungkapkan oleh peneliti, diantaranya Apa saja perilaku penggemar musik black group band “misanthropic imperium” dan Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku penggemar musik metal group band “misanthropic imperium”.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku penggemar musik metal dan mendeskripsikan Faktor yang mempengaruhi perilaku penggemar musik metal group band “misanthropic imperium”di Kota Malang. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Obyek penelitian di perilaku penggemar musik metal dalam konser metal. Untuk memperoleh data dilapangan peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data Sugiyono, melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi yang meliputi Triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah Para pemuda penggemar musik metal atau metal head terlihat antusias di acara Malang blackfast #2.Acara Malang blackfast #2 yang dilaksanakan di God Bless Cafe terbilang cukup sukses dalam mewarnai keanekaragaman seniman dan musisi di Kota Malang. Beberapa para penggemar musik terlihat ramah, namun juga beberapa metalhead terlihat sangat angkuh. Mereka memakai atribut kebanggaannya yaitu kaos hitam dan pernak-pernik musik metal. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan Musik metal mampu mempengaruhi perilaku individu diantaranya adalah perilaku positif dan perilaku negatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggemar musik metal diantaranya ialah faktor internal dan faktor eksternal. Group band Misanthropic Imperium murni menjadikan musik metal sebagai sarana untuk berekspresi melalui melody yang cadas dan ritme yang keras. Saran peneliti bagi metalhead sendiri yakni untuk tidak terlalu fanatik terhadap sesuatu yang digemarinya, karena mencintai sesuatu secara berlebihan akan mengakibatkan rasa fanatik yang tinggi sehingga tidak mau menerima perbedaan individu-individu yang lain yang tidak menyukai musi
PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI (FOOD PHOTOGRAPHY) DENGAN TEMA JAJANAN TRADISIONAL WAJIK KLETHIK KHAS BLITAR
RINGKASAN P., Dhimas. 2018. Penciptaan Karya Fotografi (Food Photography)Dengan Tema Jajanan Tradisional Wajik Klethik Khas Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: Penciptaan, karyafood photography, tema jajanan tradisional wajik klethik khas Blitar. Jajanan tradisional adalah produk lokal berupa makanan ringan yang biasanya diproduksi masing-masing daerah sebagai makanan atau jajanan yang khas dan berbeda setiap daerah yang menjadi ikonik daerah tersebut.Wajik klethikmerupakan jananan tradisional khas Blitar yang paling dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat dari dalam maupun luar Blitar dimana wajik klethik menjadi ikonik atau penanda khas Blitar dalam bentuk jajanan tradisional. Wajik kltehik perlu diangkat sebagai tema sekaligus objek utama dalam penciptaan karya food photography ini dikarenakan menurut pencipta wajik klethik belum dikenal dengan baik, apalagi pada era yang semakin modern, banyak pesaingnya berupa produk-produk jajanan. Tujuan penciptaan karya food Photography dengan tema jajanan tradisional wajik klethik khas Blitar ini adalah untuk mengenalkan produk tersebut kepada masyarakat lebih luas. Penciptaan ini menggunakan metode yang disimpulkan oleh I Made Bandem dari hasil Konsorsium Seni di Bali. Dimana tahapan-tahapannya meilputi persiapan yaitu berupa pengamatan, elaborasi yaitu menentukan ide gagasan pokok, sintesis yaitu mewujudkan konsep seni, realisasi yaitu mewujudkan konsep kedalam media seni dan yang terakhir adalah tahap penyelesaian seperti apa hasil akhir bentuk karya yang diciptakan. Hasil penciptaan berupa enam buah karya food photography ini memilikikarakteristik yang sama secara keseluruhan yaitu objek utama wajik klethik khas Blitar dan pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta melalui keenam konsep dan judul yang berbeda yaitu (1) Klasik Lebih Asyik, (2) Tak Sekedar Indah, (3) Mantap Rame-Rame, (4) Satu pun Tak Apa, (5), Satu Suapan (6) Kenikmatan di balik Gigitan. Ditambah dengan objek pendukung berupa background dan properti yang menunjang terciptanya karya food photography yang memiliki nilai estetik. Melalui penciptaan karya food photography ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi pencipta untuk mengaplikasikan teknik dalam fotografi khususnya pada food photographydengan konsep yang menarik dan berarti. Selain itu juga diharapkan dapat food photography.membantu lebih mengenalkan jajanan tradisional wajik klethik khas Blitar dengan kreativitas yang diciptakan yaitu berupa karya fotografi dalam kategori food photography