SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    PENCIPTAAN PRODUK KRIYA LAMPU HIAS DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH SERBUK SERUTAN KAYU

    No full text
    ABSTRAK Debi, Khafdoh. 2018.Penciptaan Produk Kriya Lampu Hias dengan Memanfaatkan Limbah Serbuk Serutan Kayu, Skripsi,Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M. Hum.   Kata Kunci: Penciptaan, Serbuk Serutan Kayu, Seni Kriya, Lampu Hias. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pabrik pengolah kayu terbanyak, kota-kota itu diantaranya Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Lumajang serta masih banyak kota lainnya. Pengolahan kayu seringkali menghasilkan limbah berupa serbuk serutan kayu. Sejauh ini limbah serbuk serutan tersebut hanya diolah menjadi bahan kayu bakar, alas kandang dan campuran pupuk organik. Pada dasarnya limbah kayu memiliki potensi tinggi untuk dijadikan karya seni. Berdasarkan hal tersebut, tercipta ide dari kegelisahan pencipta untuk membuat atau menciptakan kaya seni kriyadengan memanfaatkan limbah kayu khususnya limbah serbuk serutan kayu menjadi karya seni lampu hias. Penciptaan atau pembuatan karya seni lampu hias ini memilki beberapa tujuan dan manfaat, baik bagi pencipta sendiri maupun bagi masyarakat umum, yaitu: (1) menghasilkan konsep penciptaan karya seni kriya serbuk serutan kayu lampu hias berbagai bentuk. (2) mengeksplorasi teknik (3) mewujudkan proses penciptaan karya seni kriya lampu hias berbagai bentuk. (4) mengeksplorasi bentuk karya seni kriya lampu hias. Adapun maanfaat dari penciptaan ini adalah memberikan informasi pengetahuan baru yang nantinya akan menginspirasi orang lain agar terpacu untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru yang lebih kreatif. Langkah-langkah dalam penciptaan seni kriya lampu hias yaitu pengolahan sumber ide, mencari sebuah ide atau gagasan yang kemudian dijadikan konsep. Konsep yang diperoleh inilah yang diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa.Langkah selanjutnya adalah aktualisasi sumber ide pada media serbuk serutan kayu. Mengolah limbah serbuk serutan kayu menjadi adonan yang terdiri dari campuran serbuk serutan kayu, lem kayu dan air, selanjutnya adonan tersebut dicetak pada bidang tertentu, apabila persegi dicetak dan ditatata diatas lembaran plastik, sedangkan bulat atau lingkaran dicetak pada bola plastik lalu dikeringkan. Pada proses selanjutnya adalah merangkai dan merekatkan hasil cetakan pada rangkaian yang telah dibuat. Dilanjutkan dengan proses merangkai rankaian lampu serta proses finishing. Enam karya seni kriya lampu hias ditampilkan menggunakan media estetik berupa titik, garis, bidang, warna dan tekstur. Karakter seni kriya lampu hias berupa dominasi bentuk-bentuk geometris dan bentuk bebas. Karya-karya itu yaitu, (1) berjudul persegi susun, (2) berjudul pohon cahaya, (3) berjudul persegi jam pasir, (4) berjudul lampu ubur-ubur, (5) berjudul persegi melayang, (6) berjudul bulatan asik. Tekstur yang dihasilkan limbah serbuk kayu tersebut mampu memberikan efek naturaluntuk menunjukkan kealamian kayu yang dikemas secara modern menjadi sebuah lampu hias. Diharapkan karya tersebut mampu memberi wawasan bagi pencipta maupun khalayak umum. Selain itu, karya lampu hias ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa limbah industri dapat dirubah menjadi karya bernilai estetik tinggi, nilai fungsional dan nilai ekonomis

    ANALISIS PAPAN INFORMASI DI SITUS MAKAM SUNAN DRAJAT KABUPATEN LAMONGAN MELALUI KAJIAN SIGN SYSTEM

    No full text
    RINGKASAN   Ulfaturrohmah, Yulia. 2018. Analisis Papan Informasi di Situs Makam Sunan Drajat Kabupaten Lamongan Melalui Kajian Sign System.  Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Andhika Putra Herwanto, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci: Sign System, Situs Makam Sunan Drajat.   Sign system adalah salah satu bentuk media komunikasi yang bertujuan untuk memberitahukan pesan visual dari komunikator kepada komunikan yang sangat dibutuhkan sebagai suatu sarana informasi. Disampaikan tidak sebatas sebagai penunjuk arah, namun dapat juga sebagai papan larangan, peringatan dan papan informasi. Signsystem merupakan bagian yang cukup penting dalam keseluruhan advertising, karena dapat memberikan arahan, petunjuk atau informasi dan menambah kesan estetik terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan fungsi sebuah sign system yang ada di situs makam Sunan Drajat Kabupaten Lamongan serta seberapa besar pengaruh yang ditunjukkan oleh sebuah sign kepada para peziarah yang datang pada tempat wisata religi tersebut. Sebuah sign yang dibuat oleh komunikator pasti mempunyai tujuan yang akan memiliki dampak atau efek kepada komunikan. Maka analisis sign system yang dilakukan ini mempunyai latar belakang untuk memenuhi kebutuhan sign system yang bermanfaat untuk pengunjung. Oleh karena itu, kita dapat mengetahui sebuah sign system yang efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi namun sign tetap mempunyai unsur estetika yang tinggi, sehingga dapat menarik perhatian serta harus mempunyai kesinambungan antar signage yang ada.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Analisis dalam penelitian ini diawali dengan tahap analisis mengetahui jenis dan fungsi sign system yang ada di situs makam Sunan Drajat, sesuai dengan teori yang digunakan oleh peneliti. Kemudian setelah mengetahui hal tersebut, peneliti menganalisis pengaruh apa yang timbulkan oleh sign system itu sendiri kepada peziarah (pengaruh sikap) dengan menggunakan 5 variabel, yaitu perhatian (attention), pemahaman, efek kognitif, efek afektif dan efek behavioral. Setelah semua selesai, peneliti menjabarkan hasil penelitian dengan deskriptif kualitatif.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs makam Sunan Drajat Kabupaten Lamongan mempunyai beberapa jenis sign system yaitu directional sign, identification sign dan information sign. Setiap kategori sign mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan namanya. Pengaruh yang ditunjukkan oleh peziarah terhadap sign systemadalah tidak mempunyai efek yang signifikan. Dari hasil wawancara kepada peziarah dan akademisi, hasil observasi dan hasil kuisoner dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak sign system di situs makam Sunan Drajat Kabupaten Lamongan, tetapi masih mempunyai kekurangan dari segi estetik dan faktor yang lain. Sehingga sebagian peziarah memahami dan mengerti sign system dengan baik, sedangkan sebagian peziarah pula ada yang tidak memahami dan mengerti dengan baik sign yang ada di area tersebut.   SUMMARY   Ulfaturrohmah, Yulia. 2018. Analysis of Information Boards on The Grave Site Sunan Drajat Lamongan Through Sign System.  Thesis, Visual Communication Design Program,Faculty of Art and Design,University of Malang. Supervisor: (I) Drs.Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Andhika Putra Herwanto, S.Sn, M.Sn.   Keywords: Sign System, The site of Tomb Sunan Drajat.                                                                        Sign system is one form of communication media that aims to notify the visual message of communicator to the communicant that is needed as a means of information. Delivered not only as a direction, but it can be also as a board, warning and information boards. Sign system is an important part in the overall advertising, because it can provide direction. Hint or information and add aesthetic impression to the environment. The researcher aims to know the type and function of a sign system that exists on the site of the tomb of Sunan Drajat of Lamongan and how much the influence which is appeared by a sign to the pilgrims who come to the religious sight. A sign created by a communicator must hae a purpose that will have an ipact or effect on the communicant. Then the sign system analysis is done has a background to meet the needs of sign system that useful for visitors. Therefore, we can know a sign system that is effective in delivering messages of information but sign still has continuity between signage available. In this research using qualitative descriptive method with content anaylsis technique. The analysis in this study begins with the analysis phase to know the type and function of sign system that exist in Sunan Drajat grave site, in accordance with the theory used by the researcher. Then after knowing it, the researcher analyze the influence of what caused by the sign system itself to the pilgrims (influence attitudes) using 5 variables, namely attention, understanding, cognitive effects, affective effects and behavioral effects. After all is completed, the researcher describe the results of research with qualitative descriptive. The results showed that the site grave Sunan Drajat Lamongan regency has several types of sign systems namely directional sign, identification sign and information sign. Each sign category has its own function in accordance with its name. The effect shown by pilgrims on sign systems is not having a significant effect. From the results of interviews to pilgrims and academic, the results of observations and result of quisionner can be concluded that there are many sign systems on the site grave Sunan Drajat Lamongan regency. But still have a lack of aesthetic and othe factors. So some pilgrims who do not understand the sign system well, while there are also some pilgrims who do not understand the sign at that area well

    Persepsi Masyarakat Kota Malang Terhadap Iklan Televisi "Luwak White Koffie" Versi Raisa Twin

    No full text
    RINGKASAN Andriani, Rika. 2018. Tanggapan Masyarakat Kota Malang TerhadapIklan Televisi “Luwak White Koffie” Versi Raisa Twin. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Pujiyanto, M.Sn dan Andhika Putra Herwanto, S.Sn, M.Sn. Kata kunci :   analisis, kopi, iklan, efektifitas, unsur desain Banyaknya produk sejenis membuat perusahaan melakukan promosi kompetitif melalui iklan di televisi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa media yang digunakan Luwak White Koffie sudah sesuai dan bisa mewakili media komunikasi.Maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengetahui “Persepsi Masyarakat Kota Malang Terhadap Iklan Televisi “Luwak White Koffie” Versi Raisa Twin.”            Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap unsur-unsur desain dalam iklan televisi Luwak White Koffie Versi Raisa Twin yang meliputi Ambassador, Ilustrasi, Logo, Tipografi, Warna, Merek,Tagline, Alur, Durasi, Jingle dan Audio. Metodologiyang di gunakan adalah metode kuantitatif. Merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi tertentu bertujuan untuk menguji suatu sampel yang telah ditetapkan melalui kuisioner/survey dengan teknik random sampling sederhana. Data berasal dari 60 responden diberbagai wilayah dikota Malang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa masyarakat mengetahui tentang unsur-unsur desain didalam iklan, dan hasil penelitian digunakan sebagai masukan pendapat kepada perusahaan untuk meningkatkan kualitas iklan baru yang akan dibuat. Kesimpulan penelitian adalah media yang digunakan sudah sesuai dan bisa mewakili media komunikasi dan perlu adanya pembaharuan logo perusahaan agar meningkatkan citra perusahaan. Saran peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan wawancara secara terbuka kepada responden

    Ancaman Kepunahan Penyu Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi

    No full text
    ABSTRAK   Fajar Kurniawan, Andika. 2018. Ancaman Kepunahan Penyu Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd., (II) : Fenny Rochbeind, S.Pd. M. Sn.   Kata Kunci: Penyu, Penciptaan, Seni lukis, Gaya pribadi Penyu merupakan jenis hewan langka yang dilindungi, karena diera Global Warming seperti ini populasi penyu kian berkurang. Hal itu bukan lain karena ulah manusia. Kesadaran akan peran penting hewan penyu sebagai penyeimbang ekosistem laut sangatlah awam diketahui oleh masyarakat luas, sehingga perburuan liar penyu tetap dilakukan dan akhirnya populasi penyu semakin memprihatinkan dan akhirnya penyu berada diambang kepunahan. Berdasarkan pengetahuan tentang penyu yang hampir punah ini, mengisnspirasi pencipta sebagai objek penciptaannya. Proses penciptaan karya seni lukis ini menggunakan metode penciptaan dari Alma Hawkins. Terdapat tiga tahapan yaitu yang pertama tahap eksplorasi, bermula dari perancangan konsep, ide, tema dan objek utama. Tahap kedua adalah tahap improvisasi/eksperimentasi yaitu menentukan karakteristik karya, teknik, alat, dan bahan, serta membuat rancangan sketsa diatas kertas. Tahap ketiga yaitu tahap pembentukan, yaitu visualisasi atau perwujudan karya. Pencipta menampilkan 6 karya seni lukis dengan media estetik berupa garis, bentuk dan warna. Keenam lukisan memvisualisasikan ancaman kepunahan penyu. Karakteristik dari keenam lukisan ini adalah objek penyu yang telah dideformasi namun masih dapat dikenali bentuk asli penyu sebagai objek utama. Penggunaan latar belakang tempat dan suasana sebagai backround atau latar belakang, penambahan objek-objek pendukung seperti objek organ manusia, sampah plastik dan reruntuhan bangunan. Tujuan dari penciptaan ini adalah memaparkan proses penciptaan karya seni lukis gaya pribadi yang terinspirasi pada ancaman kepunahan penyu, serta mendeskripsikan hasil visualisasi proses melukis objek penyu sesuai inspirasi yaitu ancaman kepunahan penyu. Hasil penciptaan karya seni lukis ini adalah pencipta mendapatkan pengalaman melalui berolah seni khususnya penciptaan karya lukis gaya pribadi yang mana pencipta dapat mengekspresikan perasaan akan kemirisan kondisi penyu yang berada diambang kepunahan, serta menambah wawasan penulisan karya ilmiah untuk mendeskripsikan visualisasi bentuk penyu sebagai bentuk ekspresi murni pencipta. Melalui karya penciptaan ini diharapkan dapat menyadarkan pengamat tentang konsep yang ingin disampaikan. Bagi pendidikan karya seni lukis ini dapat memberi pengalaman apresiasi dan pengalaman estetik baru kepada peserta didik, tentang seni lukis modern yaitu seni lukis gaya pribadi

    Mobil Dalam Serial Manga Initial D Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Digital Berbasis Infografis

    No full text
    RANGKUMAN    K, Suhail. 2018. Mobil Dalam Serial Manga Initial D Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Digital Berbasis Infografis. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn.   Kata kunci: mobil, serial manga initial d, seni digital, infografis Permasalahan yang mendasari penciptaan ini adalah kurangnya minat kebanyakan orang untuk mengapresiasi sebuah karya seni. Selama ini kebanyakan orang menilai bahwa mengapresiasi sebuah karya cukup dengan hanya melihat dan mengamati karya tersebut saja. Padahal apresiasi juga dapat dilakukan dengan  mengenali unsur yang terdapat pada sebuah karya. Dengan mengenali unsur yang terdapat pada sebuah karya, seorang penikmat karya seni bisa mendapatkan informasi yang berguna atau bahkan penting dari karya tersebut. Hal ini tentunya dapat memperluas wawasan dan tidak menutup kemungkinan dapat menjadi sumber inspirasi bagi penikmat karya seni. Tujuan penciptaan karya seni ini yang diciptakan oleh pencipta adalah memperkenalkan kendaraan pada serial manga Initial D dalam wujud seni digital berbasis infografis secara menarik, sehingga dapat menumbuhkan sikap apresiasi bagi penikmatnya. Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan ini secara prosedural dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan memaparkan langkah-langkah secara berurutan dari proses awal hingga akhir tanpa terputus. Prosedur penciptaan dimulai dari melakukan persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi, hingga tahap penyelesaian. Hasil dari penciptaan karya seni digital ini meliputi (1) proses produksi yang meliputi pengumpulan data, sketsa, dan visualisasi (2) karya yang dihasilkan berupa karya cetak berukuran A1 berjumlah 6 buah secara berseri (3) hasil karya akhir dipamerkan agar masyarakat dapat mengapresiasi karya seni yang telah diciptakan. Selain sebagai pembelajaran apresiasi dan penyampaian informasi bagi penikmatnya, karya seni yang diciptakan dalam penciptaan ini diharapkan juga dapat menjadi produk dekorasi pada ruangan atau bahkan jika dikembangkan dapat menjadi benda yang dapat dikoleksi karena sifat serinya

    Persepsi Jemaat Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta di Kota Malang Terhadap Musik Gereja Sebagai Musik Pengiring Ibadah Raya

    No full text
    Putri, Gloria. 2018. Persepsi Jemaat Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta di Kota Malang Terhadap Musik Gereja Sebagai Musik Pengiring Ibadah Raya, Skripsi, Jurusan, Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. (I) Drs. Soerjo Wido Minarto, M.Pd (II) Ika Wahyu Widyawati, M.Pd   Kata Kunci: Persepsi, Musik Gereja, Protestan, Pentakosta             Musik gereja merupakan musik yang dimainkan di gedung gereja yang dipersembahkan untuk Tuhan dari jemaat gereja. Musik gereja ini terdiri dari bentuk dan aliran. Beberapa contoh bentuk musik gereja pada umumnya yakni tunggal, band dan orchestra. Adapula contoh aliran musik gereja pada umumnya yakni pop dan klasik. Musik gereja juga memiliki karakteristik pada setiap aliran gereja. Aliran gereja pada umumnya adalah Protestan dan Pentakosta. Kedua aliran ini dapat dibedakan bentuk dan aliran musik gereja melalui konsep dasar masing-masing aliran gereja. Jemaat Protestan memilih bentuk dan aliran musik yang berbeda dengan jemaat Pentakosta. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan persepsi jemaat Protestan dan Pentakosta dalam menanggapi musik gereja sebagai pengiring ibadah raya di gereja-gereja kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan membandingkan musik gereja yang ada di gereja Kristen Protestan dan gereja Kristen Pentakosta di kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kausal-komparatif kuantitatif dan pengumpulan datanya menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan uji coba instrumen yang terdiri dari uji validasi angket, uji reliabilitas angket, uji normalitas, uji t, uji hipotesis dan teknik presentase. Populasinya adalah jemaat GKI Bromo Malang, GPIB Immanuel Malang, Gereja YHS Malang, dan GBT Kristus Pelepas Malang yang masing-masing berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan jumlah keseluruhan sampel adalah 400 orang. Hasil penelitian ini adalah persepsi jemaat dalam memilih bentuk dan aliran musik gereja cenderung baik. Hal ini dapat dilihat melalui konsep dasar jemaat Protestan memilih bentuk musik dan aliran musik yang menciptakan suasana yang sakral dan hormat. Dibandingkan dengan jemaat Pentakosta yang memilih bentuk dan aliran musik yang dapat menciptakan suasana suakcita dan semangat. Kedua persepsi ini memiliki konsep dasar yang berbeda, sesuai dengan karakteristik masing-masing gereja yang berfungsi untuk mendukung jemaat beribadah dengan khidmat. Disarankan untuk jemaat agar dapat mempertahankan musik gereja yang telah lama diciptakan. Jemaat juga diharapkan mengembangkan musik gereja menjadi kreasi atau aransemen yang membuat kesan baru pada peribadatan yang dihadiri oleh jemaat Protestan dan Pentakosta. Sehingga kedua jemaat ini dapat menerima kreasi musik gereja dan dapat mendukung jemaat beribadah dengan khidmat

    Perancangan Desain Kemasan Aksesoris Clafastore

    No full text
    ABSTRAK   Atjeh, Geovani Joanita. 2017. Perancangan Desain Kemasan  Aksesoris  “Clafastore”. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sumarwahyudi, M.Sn, Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn   Kata kunci: Perancangan, Desain, Kemasan,Aksesoris. Clafastore adalah salah satu dari sekianbanyak toko online yang menjual produk aksesoris yang berada di kota Malang. Clafastore memiliki serangkaian kegiatan dan aktif dalam menyampaikan promosinya. Karena belum adanya kemasan yang digunakan, Clafastore membutuhkan desainkemasan yang tepat untuk menarik calon kosumen agarmembeli produk aksesoris yang ada pada Clafastore. Perancangan Desain Kemasan  Aksesoris  Clafastoreini menggunakan model perancangan oleh Sadjiman Ebdi Sanyoto, dan telah disesuaikan terhadap kebutuhan perancangan.Prosedur perancangan ini diawali dengan mengidentifikasi dan mencari latar belakang masalah yang ada di lapangan, untuk mengetahui keadaan objek perancangan serta berbagai hal yang memiliki keterkaitan dengan objek  perancangan. Untuk mendapatkan data dalam kegiatan penelitian perancangan ini dilakukan metode pengambilan data melalui pendekatan kualitatif. Hal pertama yang dilakukan adalah proses pengambilan data pada pihak yang bersangkutan, pada tahap berikutnya adalah melakukan sintesis yang akan di jadikan acuan untuk menentukanlangkah – langkah konsep perancangan yang selanjutkan akan di lanjutkandengan melakukan proses kreatif yang akan di akhiri dengan final desain. Selanjutnya dilakukan kegiatan pameran hasil perancangan dan penulisan artikel untuk jurnal ilmiah. Dengan judul “Perancangan Desain Kemasan  Aksesoris  Clafastore” menghasilkan sebuah kemasandengan desain dan struktur yang menarik dan menciptakan strategi komunikasi visual. Pada akhirnya, hasil perancangan dapat diaplikasikan sesuai yang diinginkan

    MEMPERKENALKAN KEMBALI CERITA RAKYAT CALON ARANG MELALUI KARYA LUKIS DEKORATIF

    No full text
    ABSTRAK   Giannanda, Nungky. 2018. Visualisasi Barong dan RangdaBali Dalam Karya Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd,. (II) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn   Kata Kunci: Visualisasi, Barong, Rangda, Karya Lukis Barong dan Rangda adalah adalah tokoh utama dalam pementasan tari Barong. Salah satu cerita dalam pementasan Barong dan Rangda merupakan cerita rakyat Calon Arang yang berasal dari Kediri. Calon Arang disimbolkan sebagai Rangda di Bali. Barong adalah simbol kebaikan dan diyakini sebagai pelindung masyarakat Bali. Rangda sendiri adalah seorang janda dengan kelakuan yang buruk yaitu jahat, kejam, dan pendendam. Dalam Pementasan Barong dan Rangda, tidak hanya dijadikan sebagai tontonan dan hiburan bagi masyarakat Bali, namun digunakan sebagai ritual secara turun-menurun guna untuk pembersihan suatu wilayah dari roh-roh jahat serta menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Fokus penciptaan ditujukan pada proses visualisasi budaya terkait Barong dan Rangda  melalui tampilan fisik objek lukisan. Tujuan penciptaan seni lukis  ini adalah untuk mendeskripsikan perwujudan Barong dan Rangda dalam karya seni lukis representasional. Jenis penciptaan ini memaparkan proses visualisasi karya lukis representasional. Proses kretif ini menggunakan model L.H. Chapman meliputi tahap permulaan, penyempurnaan dan visualisasi. Pada tahap permulaan, proses kreatif dimulai dengan mewujudkan ide/gagasan, konsep, dan tema ke dalam enam karya lukis representasional yang menampilkan objek Barong dan Rangda Bali. Proses visualisasi karya memaparkan teknik, alat, dan bahan yang digunakan dalam berkarya kreatif, dilanjutkan dengan langkah perwujudan karya, mulai dari membuat sketsa di atas kertas lalu memindakannya ke kanvas. Pada proses pewarnaan digunakan teknik blok, teknik dusel,  teknik gradasi, dan teknik plakat, diakhiri dengan proses finishing. Karakteristik karya lukis yaitu menggunakan garis lengkung,  dan warna cerah pada objek utama. Hasil penciptaan karya seni lukis ini adalah visualisasi objek tokoh Barong dan Rangda yang diwujudkan ke dalam enam karya lukis representasional. Melalui karya penciptaan ini, diharapkan masyarakat awam, pendidik, dan peserta didik  memberi apresiasi positif  terhadap hasil karya lukis dan menandai identitas budaya lokal tertentu melalui objek yang ditampilkan dan makna dibalik sebuah karya khususnya tentang Barong dan Rangda Bali. Putri, Berliani. 2018. Memperkenalkan Kembali Cerita Rakyat Calon Arang Melalui Karya Lukis Dekoratif. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn.   Kata kunci : Cerita Rakyat Calon Arang, Ide, Dekoratif. Calon Arang merupakan cerita rakyat yang berasal dari Kediri, Jawa Timur yang mengisahkan tentang Calon Arang. Cerita rakyat Calon Arang berisi nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat khususnya di Jawa. Masalahnya banyak masyarakat Jawa Timur yang belum mengenal cerita rakyat Calon Arang. Cerita rakyat Calon Arang menjadi sumber inspirasi penciptaan pada enam karya lukisan,agar mendapatkan apresiasi positif . Ide penciptaan karya lukis ini terispirasi dari cerita rakyat Calon Arang yang didasari konsep pelestarian budaya Jawa Timur. Sedangkan tema penciptaan adalah Calon Arang. Karakteristik lukisan nampak pada warna, teknik alat dan bahan serta visualisasi objek. Gagasan tersebut diwujudkan dalam karya lukis dekoratif. Jenis penciptaan karya lukis ini menggunakan model proses kreatif L.H. Chapman, meliputi tahap permulaan, tahap penyempurnaan dan tahap visualisasi ke dalam medium. Pada tahap permulaan pencipta mencari gagasan kemudian mengkaji sumber gagasan, sumber bacaan dan sumber visual hingga memantapkan gagasan. Kemudian pencipta menentukan konsep, tema dan objek. Pada tahap penyempurnaan, pencipta menentukan teknik serta alat dan bahan. Kemudian pencipta membuat sketsa. Pada tahap visualisasi, pencipta mewujudkan keenam karya lukis serta melaksanakan sebuah pameran agar diapresiasi. Tujuan penciptaan ini adalah untuk memvisualisasikan gagasan dimulai dari memaparkan proses penciptaan karya lukis yang terinspirasi dari cerita rakyat Calon Arang dan kemudian mendeskripsikan hasil karya lukis yang terinspirasi dari cerita rakyat Calon Arang. Berdasarkan hasil penciptaan ini, pencipta mendapatkan pengalaman berolah seni khususnya penciptaan karya lukis dekoratif dan menambah wawasan penulisan karya ilmiah. Melalui karya penciptaan lukis ini, diharapkan dapat menjadi media apresiasi dan menambah wawasan bagi dunia pendidikan baik bagi pendidik maupun peserta didik tentang lukisan dekoratif dan untuk melestarikan budaya daerah khususnya Cerita Calon Arang yang diimplementasikan ke karya lukis sebagai medium ekspresi. Putri, Berliani Nirmala. 2018. Reintroducing Calon Arang Folktale through Decorative Painting. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn.   Keywords : Calon Arang folktale, Idea, Decorative. Calon Arang is a folktale from Kediri, East Java which tells about Calon Arang. The Calon Arang folktale contains noble values for people’s lives especially in Java. Unfortunately, many Javanese people do not know the story of Calon Arang folktale. Calon Arang folktale become an idea for the creation of six painting artworks, to get positive appreciation from the society. The idea of ​​artwork painting creation was inspired by Calon Arang folktale based on the concept of East Java cultural preservation. While the creation theme is Calon Arang. The painting’s characteristic appear on the colors, techniques, tools, materials and object visualization. The idea was realized in decorative painting. This type of art creation uses L.H Chapman's creative process model, includes the beginning stage, refinement stage and visualization stage into the medium. At the beginning stage, the creator the creator seeks ideas and then examines the sources of ideas, reading sources and visual sources to establish ideas. Then the creator determines the concept, theme and object. At the refinement stage, the creator techniques, tools and materials. Then the creator makes a sketch. At the visualization stage, the creator visualizes into six paintings and then carry out an exhibition to be appreciated. The purpose of this creation is to visualizing ideas starts from describe the process of create paintings inspired by Calon Arang folktale and also describe the result of artwork paintings inspired by the Calon Arang folktale. Based on the results of the creation, the creator gained artistic experience, especially the creation of decorative paintings and add insight into scientific writing. Through the work of painting creation, it is expected to be a media of appreciation and add insight to the world of education for both educators and students about decorative paintings and to to preserve regional culture, especially the Calon Arang Story, which was implemented into painting as a medium of expression

    penciptaan karya musik Mangan Sate, Sak Sunduke.

    No full text
    ABSTRAK   Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menceritakan tentang kehidupan manusia selama hidup di dunia agar selalu ingat kepada Allah SWT, dan menggambarkan perilaku kehidupan manusia seperti sombong, dan mengambil hak orang lain. Karya musik penciptaan ini menggunakan jenis musik yaitu musik program. Musik program merupakan musik yang menceritakan tentang suasana yang disajikan dalam bentuk instrument musik. Komposer dalam membuat karya musik melalui tahapan metode penciptaan, seperti exploration, experimentation, forming, compossing dan performing. Model penyajian karya musik ini menggunakan ansamble campuran, ansamble terdiri dari ansamble sejenis dan ansamble campuran. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke didukung dengan vocal dan instrument lainnya sehingga membentuk orkestrasi. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menambahkan instrument rebana, pada instrument saron menggunakan teknik carug, menggunakan pola pukulan keroncong dengan mengalih fungsikan instrument seperti keyboard, violin, violoncello dan menambahkan cymbal, triangle, dan saron sebagai pendukung. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke terdapat empat bagian. Bagian ke- 1 menggunakan tempo adagio 75 Bpm, skala tangga nada mayor, minor dan sukat 4/4. Bagian ini menggunakan variasi melodi dan variasi irama yang menggambarkan amal perbuatan buruk. Tangga nada pentatonis yaitu saron pelog seperti ji-ro-lu-nem-mo-ro-ro-lu-ro-ji. Transisi tempo berubah menjadi largo 59 Bpm dan menggunakan tangga nada mayor menggambarkan amal perbuatan baik. Bagian ke- 2 tempo berubah menjadi larghetto 61 Bpm terdapat penambahan rebana untuk menunjukkan unsur religi Bagian ke- 3 terdapat solo violoncello menggunakan teknik slide, tremolo dan pizzicato, selain itu terdapat accent memberikan tekanan dan perubahan tempo andante 80 Bpm, sukat 5/4 dan suara vocal berbunyi keras dengan artikulasi tidak jelas. Bagian transisi terdapat 10 bar dialih fungsikan sebagai instrument musik keroncong, seperti keyboard berfungsi sebagai cak, violin berfungsi sebagai cuk dengan teknik pizzicato, violoncello sebagai cello keroncong, triangle dan cymbal berfungsi sebagai pendukung. Bagian ke- 4 variasi bebas dengan mengembangkan pola pada bagian ke- 1 dan bagian ke- 3 menggunakan instrument isinya tentang nasehat mengajak untuk kembali kejalan yang benar. Ketika hidup di dunia, manusia mempunyai perbuatan baik dan buruk yang nantinya mendapat balasan setimpa ketika diakhirat. Karya musik penciptaan ini agar dijadikan referensi bagi mahasiswa PSTM konsenrasi musik dan sebagai pitutur bagi masyarakat umum

    Musik Sonata Kuartet Gesek Ganda “Buat Si Paud”

    No full text
    ABSTRAK   Bayuningrum, Wardah. 2018. Musik Sonata Kuartet Gesek Ganda “Buat Si Paud”. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soerjo Wido Minarto, M.Pd, (II) Ika Wahyu Widyawati, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: Sonata, Double String Quartet, PAUD, Karya Musik Musik Sonata Kuartet Gesek Ganda “Buat Si Paud” adalah sebuah karya musik yang berkiblat pada era klasik dan berbentuk sonata, dimainkan dalam format musik kamar (chamber) dan dimainkan secara kuartet gesek ganda (double string quartet). Penciptaan ini merupakan sebuah karya musik programatik atau musik programyang terdapat suatu program, cerita atau maksud yang ingin disampaikan kepada pendengar. Penciptaan karya musik dilatar belakangi oleh lingkungan penulis yang terdapat banyak anak kecil dan terbiasa mendengar melodi melodi ceria khas anak-anak. Penciptaan karya ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memaparkan proses kreatif karya dari skripsi penciptaan, untuk mewujudkankarya musik penciptaan sebagai tugas akhir kuliah dan untuk mempresentasikan karya musik pada masyarakat umum. Penciptaan ini berasal dari struktur sonatayangdibuat berdasarkan dari beberapa metode yang terdapat buku IBM (Ilmu Bentuk Musik) yang ditulis oleh Prier, terdiri dari tiga bagian lagu yaitu eksposisi (tema/bahan), development (perkembangan dari tema), rekapitulasi (kesimpulan). Metode penciptaan yang digunakan dalam karya ini adalah dimulai dari eksplorasi yang bertujuan untuk mendapatkan suatu ide atau gagasan, selanjutnya melakukan eksperimen dengan cara imitasi (secara audio/visual), improvisasi dan kemudian tahap evaluasi, setelah itu terdapat tahap forming atau pembentukan karya, tahap selanjutnya adalah tahap composing yang menggabungkan semua unsur musik dan yang terakhir tahap performance.Proses produksi dan analisis pada karya ini adalah: (1) Konsep penciptaan : penggalian ide awal karya berawal rangsang auditif. Tema yang diambil adalah kehidupananak-anakatau situasi dan kondisi anak-anak. Selanjutnya ditetapkan bentuk musik Sonatadengan format penyajian kuartet gesek ganda. (2) Langkah-langkah penciptaan : ekplorasi, eksperimen, forming (pembentukan), composing (mengkomposisi), performance (3) Bentuk penyajian : berbentuk komposisi sonata yang menggunakan format musik kamar dan dimainkan secara double string quartet. Hasil dari penciptaan ini adalah menciptakan sebuah karya musik programatik yang berjudul “Bentuk Musik Sonata Kuartet Gesek Ganda ”Buat Si PAUD”, karya musik berbentuk sonata untuk kuartet gesek ganda yang berkiblat pada era Klasik dan menggunakan gaya Galan.  Panggung yang digunakan dalam pementasan yaitu panggung proscenium. Pencahayaan menggunakan pencahayaanumum dan tata busana yang digunakan yaitu berbagai warna, celana atau rok hitam dengan menggunakan sepatu pantofel hitam. Kesimpulan dalam penciptaan ini adalah sebuah karya musik yang berjudul “Musik Sonata Kuartet Gesek Ganda ”Buat si PAUD“, meupakan sebuah karya musik akademik yang mempunyai konsep musik programatik bertema kehidupan ssanak-anak, berbentuk sonata untuk double string quartet. Karya ini terdiri dari tiga bagian diantaranya adalah bagian pertama yang bertempo allegro (cepat), bagian kedua bertempo lento(lambat), dan bagian terakhir bertempo allegretto (tidak terlalu cepat) yang berirama waltz.Skripsi penciptaan ini dapat menjadi acuan dan motivasi bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, khususnya konsentrasi musik dalam mengambil tugas akhir skripsi penciptaan yang lebih baik terutama pada bagian progresi akord, melodi, susunan harmoni dan kalimat-kalimat lagu. Sonata yang diciptakan oleh penulis merupakan bentuk musik yang umum, jika memungkinkan seniman lain dapat membuat bentuk musik sonata selain untuk musik klasik, seperti contoh musik gamelan. Teori yang digunakan dalam penulisan karya musik ini merupakan teori yang sudah pasti, sehingga para guru atau para mahasiswa dapat menjadikannya sebuah media pembelajaran tentang teori yang berkaitan

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇