SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    Perancangan Katalog Bangunan Peninggalan Belanda di Surabaya Berbasis Fotografi Sebagai Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah

    No full text
    Abstrak   Bangunan peninggalan Belanda merupakan warisan sejarah Indonesia yang sudah didirikan dan digunakan saat Belanda masih menjajah Indonesia. Bangunan peninggalan tersebut merupakan saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Apresiasi masyarakat sangat kurang terhadap warisan sejarah khususnya bangunan peninggalan Belanda. Kurangnya media informasi tentang bangunan peninggalan Belanda merupakan masalah utama, karena mereka memandang bahwa bangunan tersebut hanya bangunan kuno yang sudah tertingga lzaman. Katalog berbasis teknologi fotografi merupakan suatu solusi media informasi untuk mengenalkan bangunan peninggalan Belanda pada remaja masa kini. Melalui media tersebut, diharapkan dapat memberikan informasi dan menjadi pengingat kembali akan warisan sejarah sehingga dapat menjadi solusi untuk pelestarian bangunan dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Model perancangan yang digunakan dalam peracangan catalog ini adalah procedural yang bersifat deskriptif, diawali dengan perumusan masalah untuk mendapatkan tujuan perancangan.  Data yang diperoleh terdiri dari data primer yang di dapat langsung dari observasi dan wawancara, serta data sekunder yang diperoleh dari e-book­ dan website. Perancangan ini menghasilkan media utama dan media promosi yang bertema bangunan peninggalan Belanda di Kota Surabaya.  Judul media utama dari perancangan ini adalah “Hero’s City”.Media utama membahas penjelasan tentang sejarah singkat setiap bangunan peninggalan Belanda, foto bangunan serta petunjuk arah untuk menuju setiap bangunan. Selain itu juga dihasilkan beberapa media promosi untuk mendukung kegiatan promosi perancangan catalog diantaranya x-banner, poster, brosur, leaflet, kalender, danT-Shirt

    ANALISIS DESAIN KERAMIK DINOYO

    No full text
    ABSTRAK   Bachtiar, Ihwan. 2016. Analisis desain produk keramik Dinoyo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M.Hum. Kata Kunci: Ragam Desain, Keramik, Pembakaran Tinggi, Dinoyo Kerajinan Keramik merupakan kerajinan yang sudah lama berkembang di Indonesia mulai dari keramik gerabah sampai porselen. Selain sentra keramik betek, di Malang Jawa timur juga juga terdapat sentra keramik yang cukup besar yaitu sentra keramik Dinoyo. Produk keramik Dinoyo ini memiliki berbagai macam bentuk fungsi dan dekorasi, selain itu proses pembuatan keramik juga memiliki keunikan sendiri. Belum banyak penelitian tentang keramik Dinoyo ini maka dari itu peneliti tertarik untuk mengkaji dalam sebuah tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai ragam desain produk yang dihasilkan, bahan yang digunakan sekaligus proses pengolahannya dan proses pembuatannya mulai dari pembentukan, dekorasi sampai pembakaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang peneliti dapat berupa paparan tulisan (dokumen), wawancara, observasi, dan dokumentasi (foto). Narasumber dalam penelitian ini yaitu penanggung jawab industri, karyawan, dan produk kerajinan keramik. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data dari hasil observasi, wawancara dan dokumen dari Dinoyo. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) proses pembuatan menggunakan teknik cetak tuang dan teknik dekorasi yang digunakan adalah lukis, kerawang, toreh dan ukir dekorasi dikerjakan sebelum pengglasiran tungku yang digunakan dalam pembakaran adalah tungku modern (oven) menggunakan bahan bakar gas. (2) ragam desain produk yang dihasilkan berupa keramik dengan bentuk dan dekorasi yang bermacam-macam, Desain struktural keramik Dinoyo ini berupa bentuk geometrik yaitu lingkaran, oval dan silindris bentuk ini digunakan untuk mendukung fungsi. keramik dengan fungsi hias seperti Patung kuda, patung kucing dan gantungan berbentuk binatang sementara keramik dengan fungsi pakai seperti vas pipih, vas lenggok, vas lancip dan aromaterapi . Sementara desain dekorasi pada keramik Dinoyo menggunakan berbagai macam unsur-unsur desain seperti garis, bentuk, dan bidang, yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk alam seperti tumbuhan dan hewan Dari hasil penelitian ini disarankan kepada industri keramik Dinoyo agar selalu menghasilkan desain-desain yang baru tiap tahunnya dan juga dalam proses dekorasi sebaiknya juga menggunakan teknik plototan dan pilin tempel agar dekorasi dari produk keramik Dinoyo lebih kaya lagi dan lebih bervariasi

    PERANCANGAN VISUAL BRANDING DAN MEDIA PROMOSI DE CHICKEN UNTUK MENINGKATKAN BRAND IMAGE TERHADAP KONSUMEN

    No full text
    ABSTRAK   Branding dibutuhkan untuk membuat sebuah persepsi terhadap sebuah produk barang maupun jasa. Branding berperan penting dalam mencitrakan apa yang diinginkan melalui gagasan pada brand untuk menampilkan ciri khas yang membedakan produknya dengan produk pesaing. Persaingan di dunia bisnis kuliner membuat peran branding sangatlah penting dikarenakan ciri khaslah yang dapat membuat sebuah produk dapat bertahan. De Chicken adalah restoran ayam fillet dengan berbagai pilihan saus dengan harga yang murah. Menu ayam tanpa tulang atau fillet merupakan sebuah kekuatan De Chicken dalam memasarkan produknya. Usaha De Chicken dalam membranding dirinya masih terbilang belum begitu diperhatikan dengan baik, dengan bentuk outlet yang masih berbeda-beda di berbagai tempat, kemudian belum memiliki ciri khas visual yang membedakan produknya dengan produk pesaing seperti visual merchandise yang belum terkonsep, shop signage yang kurang jelas, seragam yang kurang menggambarkan sebuah ciri khas. Perlunya usaha untuk membranding De Chicken agar dapat menampilkan brand image yang baik dan berbeda dengan konsep tematik serta mendukung branding ini dengan media promosi melalui media online yang disesuaikan dengan target audience De Chicken. Dalam perancangan visual branding dan media promosi restoran De Chicken menggunakan perancangan prosedural, menggunakan jenis data kualitatif berupa wawancara dan observasi. Hasil data yang diperoleh adalah data wawancara dari narasumber De Chicken yaitu pemilik, dan juga data pustaka. Model perancangan ini menggunakan model perancangan Alina Wheeler. Diawali oleh riset dan analisis data mengenai latar belakang masalah, brand strategy, konsep perancangan hingga produksi. Perancangan ini terdiri dari media visual branding yaitu Logo, Maskot, elemen grafis Visual Merchandise yang terdiri dari pengaplikasian konsep tematik pada ruangan dan luar ruangan dari De Chicken. serta media promosi berupa shop signage, media iklan Instagram, x-banner, packaging, dan kendaraan delivery. Perancangan ini adalah usaha untuk menanamkan brand image De Chicken kepada target audience. Proses visualisasi pada perancangan ini menggunakan software pengolah gambar seperti Blender, Adobe Illustrator, dan Adobe Photoshop

    Perancangan Buku Panduan “Newbie Backpacker Go To Bandung and Jogja” Untuk Backpacker Pemula

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Miftakhu. 2018. Perancangan Buku Panduan “Newbie Backpacker Go To Bandung and Jogja” Untuk Backpacker Pemula. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D. Kata Kunci: Perancangan, Buku Panduan, Backpacker, Bandung, Jogja Backpacker adalah budget traveler yang melakukan perjalanan yang umumnya lebih panjang dari rata-rata, selain itu mereka tidak membawa banyak barang yang memberatkan, jenis wisatawan yang memiliki tujuan petualangan dan budaya. Backpacker menekankan pada perjalanan wisata secara mandiri dengan biaya murah, namun semua itu ada konsekuensinya, mereka harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi di lapangan, seperti tersesat, dan budget yang tidak sesuai rencana. Kurangnya pemahaman dan informasi tentang apa saja yang harus dilakukan seorang backpacker di daerah tujuan dapat menyulitkan mereka saat berada di sana. Perancangan buku panduan backpacker ini bertujuan sebagai sarana informasi dan referensi seputar backpacker dan perjalanan backpacking  ke Kota Bandung dan Jogja. Buku panduan ini ditujukan untuk masyarakat yang tinggal di daerah atau kota besar Indonesia usia 18-24 tahun yang memiliki ketertarikan pada dunia travelling, backpacking, berwawasan luas dan menyukai hal baru. Perancangan ini dimulai dari perumusan latar belakang masalah dan tujuan perancangan. Kemudian dilanjutkan pada proses pengumpulan data melalui metode studi pustaka, observasi, kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Tahap selanjutnya  yaitu analisis dan sintesis data untuk mendapatkan konsep perancangan. Berdasarkan konsep perancangan dimulailah tahapan proses desain hingga menghasilkan desain final. Hasil dari perancangan ini berupa buku panduan Newbie Backpacker Go To Bandung and Jogja yang memiliki ukuran 13x18cm dan berjumlah 292 halaman. Buku panduan ini berisi informasi seputar backpacker, meliputi pengertian, sejarah, jenis, tips, dan istilah-istilah dalam backpacking. Selain itu, buku panduan ini dilengkapi informasi perjalanan backpacking ke Kota Bandung dan Jogja yang meliputi info wisata, cara menuju kesana, harga tiket, aktivitas di tempat wisata, dan tips berwisata. Media pendukung dalam perancangan ini berupa x-banner, poster, notebook, kaos, dan media sosial Instagram. Media ini diharapkan dapat membantu backpacker pemula dan masyarakat memahami tentang dunia backpacking, dan memudahkan mereka mendapat informasi wisata  tentang Kota Bandung dan Jogja

    TEKNIK VISUALISASI DAN DESAIN MOTIF BATIK TULIS “SEKAR AGUNG” LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Andwi, Muhammad. 2018. Teknik Visualisasi dan Desain Motif Batik Tulis “Sekar Agung” Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing Dr. Ponimin,M.Hum. Kata Kunci: media, tahap-tahap, desainmotif, batik Sekar Agung Lumajang memiliki batik dengan motif yang khas yang dikenal dengan batik Lumajangan. Motif yang dibuat di”Sekar Agung” selalu menggunakan buah pisang yang merupakan produk utama masyarakat Lumajang.Menurut Winarsih (pemilik usaha batik “Sekar Agung”), selain motif pisang beberapa inspirasi untuk menciptakan motif batik Lumajang, diantaranya Gunung Semeru, Kuda Kecak, teh Kertowono, dan Rawa. Dari keberagaman tersebut diduga memerlukan keberagaman tahap-tahap, dan teknik yang berbeda dalam pembuatannya sehingga memungkinkan menggunakan media yang berbeda pula. Berdasarkankan hal tersebut maka perlu diungkap lebih lanjut mengenai media, tahapan dan motif dalam pembuatan batik di”Sekar Agung”Lumajang. Tujuan penelitiannya yaitu: (1) Untuk memahami media dan tahap-tahap dalam membuat batik tulis di”Sekar Agung” Lumajang (2) Untuk memahami hasil visualisasi batik tulis di”Sekar Agung”Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data berupa kata-kata dan tindakan dalam proses berkarya batik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan trianggulasi sumber data, metode, dan teori untuk menjaga keabsahan data. Hasil analisis data menggambarkan bahwa, (1) media pembuatan batik tulis di”Sekar Agung” meliputi, cat warna, kuas dari spon dan tahap-tahap dalam pembuatan batik tulis di”Sekar Agung” Lumajang yang meliputi, tahap mendesain batik, pencantingan, pewarnaan, penguncian warna, dan pelorotan warna (2) hasil desain motif batik tulis di “Sekar agung”Lumajang yang terinspirasi dari kekayaan alam Lumajang, tempat wisata, kesenian daerah dan motif pisang sebagai ide perangcangan batik. Selain itu menggunakan beberapa variasai warna yang cerah

    Perancangan Buku Cerita Bergambar Mengenal Kebiasaan dan Tradisi Suku Tengger untuk Mendukung Potensi Wisata Daerah

    No full text
    Suku Tengger merupakan salah satu suku di Jawa Timur yang memiliki kebiasaan dan tradisi yang masih dipegang teguh hingga hari ini. Suku Tengger di Jawa Timur tersebar di empat kabupaten, yaitu Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Malang. Suku Tengger yang diangkat dalam perancangan ini adalah yang bertempat tinggal di kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan.Peneliti mengkaji data dari dua penelitian sebelumnya serta kajian pustaka dari beberapa referensi buku. Kajian data tersebut menjadi acuan peneliti dalam merancang buku cerita bergambar tentang kebiasaan dan tradisi suku Tengger.Model perancangan menggunakan model deskriptif. Pendekatan data menggunakan pendekatan data kualitatif yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi.Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi dianalisis kemudian diintegrasikan dengan teori yang diperoleh dari kajian pustaka. Dari kesimpulan tersebut diperoleh sintesa dan kemudian konsep perancangan.Konsep perancangan kemudian dieksekusi menjadi karya final berupa media utama berupa buku cerita bergambar serta media pendukung/promosi berupa poster, goodiebag, pembatas buku, dan stiker. Perancangan ini menjadi salah satu dari banyak media kreatif yang mengangkat kearifan lokal suku-suku di Indonesia agar menjadi investasi yang bisa diturunkan kepada anak cucu sehingga kearifan lokal Indonesia tetap terjaga dan lestari di tengah pesatnya perkembangan jaman

    THE CORRELATION BETWEEN WATCHING ENGLISH MOVIES HABIT AND THE LISTENING ACHIEVEMENT OF THE FRESHMEN STUDENT ATTHE STATE UNIVERSITY OF MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Learning a new language is a difficult process and the need for an effective way to learn this language keeps increasing. Among many skills in learning English listening is one of the most used ones, because listening is one of the two receptive skills other than reading. However, students have difficulties in learning thelistening skill. With that condition, it is necessary to investigate the way students learn this skill. Watching an English movie is one of the activities that provide a great deal of an English exposure to the learner, thus investigating the correlation of students’ habit of watching English movies and their listening achievement is necessary.This study aimed at describing whether or not there is acorrelation between students’ habit of watching English movieand their achievement in listening class. This study used correlational research design. It is a quantitative research design. This present study was conductedin the UniversitasNegeri Malang. The sampling technique of the present study is arandom sampling. The total sample of this research is 85 freshmen students, which is more than half of the population. The data were collected using two instruments, questionnaire and the score sheet from the lecturers. The questionnaire has been already tried out and validity tested to make sure the instruments were good. The questionnaire was used to collect the students’ habit degree whereas the score sheet was used to get the students’ listening achievement. The result of this present study shows that there is a positive correlation between watching English movie habit and the listening achievement of freshmen student. The calculated value of correlation coefficient is 0.614, which can be interpreted in strong positive correlation. The result of this study provides a better insight for students, teachers,and lecturers in Indonesia and a theoretical framework for afuture researcher. Furthermore, forfuture researchers may conduct a study on this topic with animproved version of thequestionnaire and broader population and alarger sample

    MAKE UP KARAKTER dan FANTASI MUA ( MAKE UP ARTIST ) INIVINDY DITINJAU DARI ASPEK TEKNIK dan KOMPOSISI

    No full text
    ABSTRAK   Ardhillah, Maylan . 2017. Make up karakter dan fantasi MUA (Make Up Artist) Inivindy ditinjau dari aspek segi teknik dan komposisi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd.   Kata Kunci:  make up, karakter, fantasi, teknik, komposisi, Inivindy.   Sebagai narasumber utama IniVindy merupakan kreator make up sfx, beauty, character, facepainter yang mempunyai profesi  seorang MUA (make up artist) yang membuka studio kursus, Youtubers yang di dalamnya memuat tutorial – tutorial tentang berbagai macam make up. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai make up yang diciptakan oleh Vindy di studio make up – nya YangAjaib beserta asisten. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, tentang make up, make up karakter dan fantasi, dan peninjuan teknik dan komposisinya oleh Inivindy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi sumber dan metode. Tahap analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/ verifikasi.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh dua simpulan sebagai berikut: (1) pengertian make up karakter adalah seni merias wajah dengan tujuan merubah karakter, watak, umur, sifat, suku, bangsa sesuai peran tokoh. Pengertian make up fantasi adalah seni merias wajah yang bertujuan membentuk kesan wajah model menjadi wujud khayalan yang diangan – angan. (2). Teknik Make Up Karakter dan Fantasi. Teknik Make up karakter yaitu, memahami anatomi wajah manusia, teknik contour wajah, memilih karakter tokoh atau wajah yang akan ditiru, menganalisis gambaran watak yang diinginkan, mewujudkan gambaran watak tersebut, dan aksen yang perlu diperhatikan lebih adalah pipi yang perlu diberi shadow. Teknik Make up fantasi adalah menentukan atau mendesain karakter yang akan dipilih, memilih kostum yang menunjang karakter tersebut, mencocokkan dengan karakter wajah model, memilih karakter yang sesuai dengan warna kulit model, memilih make up yang sesuai dengan karakter, mencocokkan make up yang dipilih dengan desain yang dibuat, dan yang terakhir Mengaplikasikan warna dengan teknik secara benar supaya berhasil dalam menyalurkan imajinasi atau desain yang dibuat. (3). Komposisi make up fantasi yaitu : Adhesive tape, Shadow, Eye brow pencil, Tooth Enamel, Nose Putty, Adhesive/spirit gum, Crape Hair, Non – flexible Callodion, Hair Whitener, Mary Quant Crayon, Glitters. Sedangkan komposisi make up karakter yaitu :  grase paint dan cake make up, Moist Rogue, cat body painting, Air, Eye shadow, mascara, kuas make up  dan panting. Disarankan dari hasil penelitian ini agar IniVindy mengembangkan tutorialnya  kedalam aplikasi, menginovasi ide. Penelitian ini perlu diadakan tindak lanjut mengenai perjalanan karir IniVindy dari blogger menuju MUA

    IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL YANG MENDORONG MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG DALAM MEMPROGRAM SKRIPSI PADA TAHUN AKADEMIK 2017/2018

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Lionardi, Angelia. 2018. Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal yang Mendorong Minat Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang Dalam Memprogram Skripsi Pada Tahun Akademik 2017/2018. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn, (II) Drs. Sarjono, M.Sn. Kata kunci : identifikasi, skripsi, minat, faktor internal, faktor eksternal, mahasiswa, Desain Komunikasi Visual, perancangan, pengembangan, penelitian Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib oleh mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM). Skripsi dibuat sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Faktor pendorong mahasiswa dalam memilih jenis skripsi ini akan diidentifikasi dari segi minat internal dan segi minat eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis data persentil. Hasil penelitian ini membahas tentang apa saja faktor internal (dalam diri mahasiswa) dan faktor eksternal (dari luar diri mahasiswa) yang mendorong minat mahasiswa DKV UM dalam memilih jenis skripsi baik skripsi  perancangan, skripsi pengembangan, dan skripsi penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa faktor internal yang mendorong minat mahasiswa Prodi S1 DKV UM untuk memilih jenis skripsi antara lain: (1) Motivasi mahasiswa Prodi DKV UM yang tinggi untuk berkarya; (2) Motivasi mahasiswa Prodi DKV UM yang rendah untuk menulis karya ilmiah; dan (3) Skill/bakat/hobi yang dimiliki oleh mahasiswa Prodi DKV UM. Faktor eksternal yang mendorong minat mahasiswa terdiri atas faktor sosial dan faktor non sosial. Faktor sosial yang mendorong mahasiswa Prodi DKV UM memilih jenis skripsi antara lain: (1) Kondisi lingkungan pasar/market DKV di Indonesia (utama); dan (2) Peran teman sebaya di Prodi DKV UM dalam memberi masukan skripsi (pendukung). Faktor non sosial yang mendorong minat mahasiswa dalam memilih jenis skripsi adalah: (1) Kurikulum 2012 yang mengatur porsi matakuliah praktik lebih banyak daripada matakuliah teori dan sistem penilaian skripsi yang berlaku; dan (2) Fasilitas pustaka berupa skripsi terdahulu di Prodi DKV UM. Penelitian ini tidak membahas tentang seberapa jauh pengaruh yang disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal ini dalam pemilihan skripsi oleh mahasiswa DKV UM sehingga hasil penelitian ini masih dapat dikembangkan kembali

    MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK TERHADAP MATA PELAJARAN SENI BUDAYA MATERI SENI LUKIS DI SMP NEGERI 3 MALANG

    No full text
    MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK TERHADAP MATA PELAJARAN SENI BUDAYA MATERI SENI LUKIS DI SMP NEGERI 3 MALANG     Nur Hidayat Triyono Widodo Universitas Negeri Malang Jl. Semarang no. 5 Malang E-mail: [email protected]       This study aims to find out the interest of students class IX learning to the subjects of art and cultural, painting lesson in SMP Negeri 3 Malang academic year 2016/2017. This research uses with descriptive quantitative research type, and the number of samples are 74 learners. Data collection in this study using closed questionnaires, and then analyzed by descriptive analysis technique percentage. Based on the result of the research, it can be concluded that the interest of learning to the subjects of art and culture of painting lesson as a whole has a good result (58,36%).   Keywords: interest in learning, art and cultural, painting   ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar peserta didik kelas IX terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis di SMP Negeri 3 Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan sampel sebanyak 74 peserta didik. Data dikumpulkan dengan angket dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan minat belajar terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis dari sebagian (58,36%) peserta didik memiliki hasil cukup baik.   Kata Kunci: minat belajar, seni budaya, seni lukis     Paradigma mengenai peserta didik dianggap memiliki tingkat kecerdasan tinggi apabila menguasai beberapa mata pelajaran tertentu dan memperoleh nilai tinggi, secara tidak langsung berimbas kepada sistem pendidikan formal dan non-formal. Imbas nyata yang dapat diamati saat ini adalah adanya beberapa sekolah yang dianggap favorit atau unggulan dengan segudang prestasi dalam bidang ilmu pengetahuan. Salah satu sekolah yang ada di kota Malang dengan latar belakang tersebut adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Malang. Selain dikenal sebagai SMP favorit di kota Malang, juga dikenal oleh masyarakat sebagai SMP yang mencetak peserta didik dengan prestasi belajar yang cukup gemilang. Prestasi tersebut dapat dilihat dari perolehan rata-rata nilai ujian nasional peserta didiknya yang selalu tertinggi di antara SMP-SMP yang ada di kota Malang. Adapun mata pelajaran yang diujikan secara nasional untuk tingkat SMP meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Prestasi belajar peserta didik, menurut Setiawan (2011), adalah sesuai dengan tingkat keberhasilannya dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap mata pelajaran setelah mengalami proses belajar mengajar. Selain itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar peserta didik dapat berhasil dalam memperoleh prestasi belajar, yang menurut Setiawan (2011) terdiri dari: (1) Faktor internal, yaitu faktor yang timbul dari dalam diri siswa, meliputi kecerdasan, bakat, minat, dan motivasi, serta (2) Faktor eksternal, yaitu faktor yang timbul dari luar diri siswa, meliputi keadaan keluarga, keadaan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa minat juga merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik SMP Negeri 3 Malang. Selanjutnya timbul pertanyaan dalam diri peneliti, bagaimana dengan minat belajar peserta didik SMP Negeri 3 Malang untuk mata pelajaran yang lain? Apakah minat belajarnya juga sama seperti mata pelajaran yang diujikan secara nasional? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk mengetahuinya melalui penelitian, dan agar permasalahan tidak terlalu luas, maka ruang lingkup permasalahannya disesuaikan dengan program studi peneliti yaitu materi seni lukis yang merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Seni Budaya. Mata pelajaran Seni Budaya yang pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya mampu menumbuhkan kreativitas, intuisi, interaksi, komunikasi, dan kepekaan rasa pada diri peserta didik. Ruang lingkup materi mata pelajaran Seni Budaya meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1) Seni rupa, mencakup kemampuan konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni rupa dua dan tiga dimensi; (2) Seni musik, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni vokal dan instrumen; (3) Seni tari, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni tari tradisi dan kreasi; (4) Seni teater, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni peran (Kemendikbud, 2017:3). Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap beberapa peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Paloh dalam penelitian yang dilakukan oleh Hermansyah, Fretisari, dan Muniir (2017), mereka menganggap mata pelajaran seni budaya tidak penting karena sebagai mata pelajaran mulok yang merupakan mata pelajaran tambahan yang bagi mereka tidak sepenting mata pelajaran yang termasuk dalam ujian nasional. Selain itu, hasil penelitian dari Rusanti (2011) juga menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa kelas VIII di SMPN 2 Glagah pada mata pelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) sangat rendah, hal ini karena minat siswa yang kurang terhadap mata pelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) juga sangat kurang. Minat merupakan suatu ketertarikan jiwa terhadap suatu hal secara alami. Secara alami disini berarti ketertarikan tersebut terjadi secara langsung tanpa dipengaruhi unsur keterpaksaan sama sekali. Slameto (2010:180) menyebutkan bahwa, “Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”. Adapun Djaali (2008:121) menyatakan bahwa, “Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat”. Berdasarkan kutipan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa minat merupakan motor penggerak seseorang dalam menekuni dan menjalani suatu aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga dapat dinyatakan pula bahwa minat belajar adalah rasa ketertarikan dari dalam diri peserta didik terhadap proses pembelajaran, sehingga menimbulkan dorongan bagi peserta didik untuk melakukan proses pembelajaran dengan rasa senang untuk mencapai tujuan pembelajaran yang menyangkut aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana minat belajar peserta didik Kelas IX terhadap Mata Pelajaran Seni Budaya Materi Seni Lukis di SMP Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2016/2017?   METODE Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, karena penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data minat belajar peserta didik kelas IX terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis di SMP Negeri 3 Malang. Sampel sebanyak 74 peserta didik diambil dari populasi sejumlah 288 orang yang terdiri dari sembilan kelas (kelas IX.1 sampai dengan kelas IX.9) yang telah mempelajari materi seni lukis dengan cara simple random sampling dan ukuran sampelnya ditentukan dengan rumus Slovin (toleransi peluang error 0,1). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ini adalah angket tertutup dengan menggunakan skala Guttman, dan setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Untuk mendeskripsikan dan memberikan kriteria hasil jawaban angket minat belajar peserta didik kelas IX terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis di SMP Negeri 3 Malang tahun ajaran 2016/2017, maka digunakan Tabel 1 berikut ini. Tabel  1. Deskripsi dan Kriteria Minat Belajar No. Persentase Frekuensi (%) Deskripsi Kriteria 1. 81 - 100 Semua Sangat Baik 2. 61 - 80 Sebagian Besar Baik 3. 41 - 60 Sebagian Cukup Baik 4. 21 - 40 Sebagian Kecil Kurang Baik 5. 1 - 20 Sangat Sedikit Sangat Kurang Baik Sumber: Diadaptasi dari Riduan (2009:41).   HASIL Data minat belajar peserta didik kelas IX terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis di SMP Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2016/2017 dalam bentuk persentase yang digunakan untuk analisis disajikan pada Tabel 2 berikut ini. Tabel 2. Rekapitulasi Data tentang Minat Belajar Peserta Didik Kelas IX terhadap Mata Pelajaran Seni Budaya Materi Seni Lukis di SMP Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2016/2017 No. Indikator Minat Belajar Frekuensi Jawaban Persentase Jawaban Setuju Tidak Setuju Setuju Tidak Setuju 1. Kesukaan pada kegiatan pembelajaran 141 81 63.51 36.49 2. Ketertarikan pada kegiatan pembelajaran 245 125 66.22 33.78 3. Perhatian pada kegiatan pembelajaran 162 134 54.73 45.27 4. Keterlibatan pada kegiatan pembelajaran 40 108 27.03 72.97 5. Perawatan hasil karya 62 12 83.78 16.22   Jumlah 650 460 58.56 41.44   Berdasarkan data pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa secara umum peserta didik kelas IX SMP Negeri 3 Malang tahun ajaran 2016/2017 yang mempunyai minat belajar terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis hanya sebagian (58,36%) dan sebagian lainnya (41,44%) tidak mempunyai minat belajar terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis. Paparan hasil analisis mengenai kesukaan peserta didik terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis menunjukkan bahwa sebagian besar (63,51%) peserta didik menyatakan kesukaan terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis, dengan menyatakan bergairah mengikuti mata pelajaran seni budaya materi seni lukis, mengerjakan tugas penuh semangat dan merasa senang mengikuti mata pelajaran tersebut. Namun, sebagian kecil (36,49%) peserta didik menyatakan tidak suka terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis, dengan tidak memiliki respon yang baik ketika diberi tugas rumah mata pelajaran seni budaya materi seni lukis. Paparan hasil analisis mengenai ketertarikan peserta didik terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis menunjukkan bahwa sebagian besar (66,22%) peserta didik menyatakan tertarik terhadap mata pelajaran seni budaya materi seni lukis, dengan memperhatikan dengan seksama dan bersungguh-sungguh ketika teman mempresentasikan karya lukisannya dan guru menjelaskan materi seni lukis di kelas, juga selalu membawa alat dan bahan praktek melukis dengan lengkap, serta selalu menyimpan peralatan melukis kembali dan membersihkan kelas setelah praktek seni lukis dilaksanakan. Selain itu, sebagian k

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇