SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    PERIBAHASA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

    No full text
    ABSTRAK   Peribahasa Indonesia merupakan suatu kalimat yang memiliki majas metafora yang indah. Majas metafora itu sendiri adalah suatu pengungkapan secara tidak langsung, dalam artian lain kalimat pada peribahasa tersebut adalah bukan kalimat sebenarnya. Sehingga didalam sebuah peribahasa terdapat beberapa kata yang  masih asing di dengar. Bukan hanya itu saja, kalimat pada peribahasa bahkan susah untuk dipahami dan dimengerti. Dibalik majas yang indah pada peribahasa tersebut, terdapat  suatu arti atau kiasan yang tersembunyi di dalamnya. Arti atau kiasan tersebut biasanya mengandung sebuah pesan yang ditujukan kepada pembaca. Oleh karena penggunakan kata pada peribahasa susah dipahami dan dimengerti, maka dari itu dilakukan pemvisualisasian terhadap kiasannya saja, sedangkan untuk peribahasanya sendiri akan dijadikan judul pada karya lukis nanti. Sehingga apabila terdapat pertanyaan mengenai salah satu peribahasa yang dimaksudkan, secara langsung pikiran akan teringat dengan gambaran dari kiasan yang telah digambarkan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan supaya proses pemahaman terhadap peribahasa itu sendiri lebih mudah. Menurut para ahli, komunikasi melalui visual lebih mudah dipahami daripada melalui media yang lain. Visualisasi dari kiasan tersebut disajikan dalam bentuk karya seni lukis yang berjumlah 6 buah. Media yang digunakan antara lain cat akrilik, kanvas dengan berbagai ukuran, kuas, sedangkan warna-warna yang dipilih adalah warna primer dan campuran. Melalui penciptaan karya ini semoga dapat membantu pembaca untuk lebih memahami makna kiasan atau arti kiasan yang terdapat di dalam peribahasa Indonesia itu sendiri

    Proses Pembelajaran Musik Tradisional Pada Kelas XI Bahasa di SMA

    No full text
    ABSTRAK   Rimbawati, Ajeng . 2018. Proses Pembelajaran Musik Tradisional Pada Kelas XI Bahasa Di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, pembimbing : (1) Dra. Hj. E. W. Suprihatin D. P, M.Pd, (2) Hartono S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci : Proses Pembelajaran, Musik Tradisional karawitan, SMA.   Proses Pembelajaran Seni musik tradisional karawitan banyak memberikan pelajaran kepada peserta didik seperti keterampilan dalam memainkan alat musik tradisional karawitan. SMA Negeri 1 Batu merupakan satu-satunya sekolah di Kota Batu yang menerapkan pembelajaran seni musik tradisional karawitan sebagai intrakurikuler pada pelajaran seni budaya. Pembelajaran seni musik tradisional karawitan menarik diteliti karena, dari pembelajaran musik tradisional karawitan, SMA Negeri 1 Batu banyak mendapatkan prestasi, serta proses pembelajaran musik tradisional ini diterapkan pada kelas XI yang seharusnya pada kurikulum 2013 musik tradisional diajarkan pada kelas X. SMA Negeri 1 Batu juga rutin mempergelarkan pertunjukkan karawitan setiap tahunnya untuk mengisi acara besar yang ada di Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan(1) perencanaan pembelajaran musik tradisional karawitan, (2) pelaksanaan pembelajaran musik tradisional karawitan, dan (3) evaluasi pembelajaran musik tradisional karawitan pada mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Jalan KH. Agus Salim No 57 Kota Batu. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah guru seni musik tradisional karawitan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analasisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang digunakan guru terdiri dari silabus dan RPP yang mengacu pada kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan metode pembelajaran ceramah, demonstrasi, dan praktik; media pembelajaran seperangkat gamelan dan papan tulis,  kertas manila untuk menulis rumus kendangan lancaran serta melakukan usaha pengelolaan kelas dengan memahami karakter setiap siswa agar pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. (3) evaluasi pembelajaran mengacu dalam 3 aspek yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Saran: perlu dilakukan pembuatan perangkat pembelajaran dengan lengkap, serta sering dilakukan kegiatan pembelajaran mengenal, memahami, menghayati, dan menghargai seni musik tradisional karawitan, sehingga proses pembelajaran seni musik tradisional karawitan akan sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 dan pembelajaran seni musik tradisional akan tetap terjaga dan terpelihara keberadaannya.

    Proses pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Tari di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo

    No full text
    ABSTRAK   Rukmana, Elinda. 2018. Proses Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Tari Di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn, (II) Hartono, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci : Proses Pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, SMAN 1 Dringu SMAN 1 Dringu merupakan salah satu Sekolah Menegah Atas di Kabupaten Probolinggo yang melaksanakan ekstrakurikuler seni tari dan meraih banyak prestasi, khususnya dalam bidang seni.Sekolah ini juga sering kali menjuarai berbagai macam perlombaan baik dalam maupun luar kota. Pihak sekolah menambahkan kegiatan ekstrakurikuler seni tari dengan membentuk sanggar seni yang diberinama Sanggar Gita Taruna, yang memberikan kemampuan, keterampilan dan kreativitas yang tinggi tehadap peserta didik dalam bidang seni. Penelitian inidilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa proses pembelajaran ekstrakurikuler seni tari di SMAN 1 Dringu meliputi tahapan Perencanaan Pembelajaran , dimana guru tidak membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara tertulis, guru hanya menyiapkan materi, metode dan media. Materi yang diajarkan berdasarkan tingkatan kelas dan dilakukan secara bertahap dalam memberikan materi gerak, Metode yang digunakan menggunakan metode imitasi (meniru), metode demonstrasi, metode kerja kelompok, Media yang digunaansoundsystemdan musik tari yang disediakan oleh guru. Pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi proses dilihat dari kedisiplinan, keaktifan, dan kesungguhan siswa, dan evaluasi hasil dilihat dari ketika siswa memperagakan gerak tari, dengan tiga aspek yaitu wiraga, wirama, dan wirasa. Saran bagi guru melalui penelitian ini agar guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara tertulis dalam kegiatan ektakurikuler seni tari agar peroses pembelajaran berjalan dengan optimal dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan

    ANALISA MAKNA IKLAN MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PRODUK ROKOK MEREK U MILD VERSI SEPANJANG JALAN KENANGAN

    No full text
    Wardhani, Fitria . 2017. Analisa Makna Dalam Iklan Rokok U Mild Versi Sepanjang Jalan Kenangan  Melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Dhara Alim Cendekia, S.Sn, M.Ds Kata Kunci : semiotika, roland barthes, iklan televisi, maskulinitas, U mild “sepanjang jalan kenangan”   Adanya aturan yang mengatur iklan rokok dengan tidak menampilkan produknya secara utuh, menjadikan iklan rokok menjadi unik dan menarik hal ini disebabkan menggunakan tanda dan simbol untuk menyampaikan pesannya. Iklan rokok U mild selalu merepresentasikan gaya hidup maskulin, namun pada iklannya versi sepanjang jalan kenangan memiliki kesan unik dan kreatif dikarenakan bahasa visualnya yang maskulin dipadukan dengan penggalan lirik lagu yang memorial “sepanjang jalan kenangan”. Hal tersebut menjadi menarik perhatian untuk diteliti dan ditemukan maknanya dengan analisis semiotika.        Dalam mengungkap makna, penelitian ini menggunakan teknik analisa semiotika Roland Barthes yang dikenal dengan pemaknaan dua tahap yakni denotasi dan konotasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil analisa diperoleh dari tanda-tanda dalam iklan berupa visual dan audio yang dijelaskan scara deskriptif interpretatif dengan peneliti sebagai instrumen utama.  Hasil analisa semiotika dari elemen visual yang dikaitkan dengan penggalan lirik audio pada iklan rokok U mild versi “sepanjang jalan kenangan” ini terbentuk makna denotasi berupa kegiatan seperti panjat tebing, berburu hewan, geng motor yang melakukan berkendara motor beriring-iringan,dan menikmati musik rock yang dilakukan berkelompok dan disesuaikan dengan penggalan lirik reff Sepanjang Jalan Kenangan seperti bergandeng tangan, berpelukan, menikmari hujan, dan menikmari malam syahdu diakhiri dengan menampilkan berbagai laki-laki dalam 1 frame dengan tagline “bersaudara itu soal rasa” dan konotasi yang terbentuk yaitu hubungan erat antar laki-laki yang disebut persaudaraan yang dikonotasikan memiliki rasa yang dapat dirasakan bersama-sama dengan mengutamakan rasa dalam relasi pertemanan. Mitos yang terbentuk dari iklan U mild adalah hubungan laki-laki dan perempuan yang ditimbulkan dari penggalan lirik sepanjang jalan kengangan berubah bentuk sebagai kedekatan laki-laki dengan laki-laki menjadi hubungan persaudaraan. U mild memahami bahwa terdapat relasi persahabatan yang dibangun oleh laki-laki dengan mengutamakan ikatan emosi perilaku yang ditunjukkan sebagai bentuk citra laki-laki U mild baru yakni, saling menolong, saling berbagi rasa, saling berbagi kenangan, dan saling mendukung untuk membangun dan menjaga hubungan persaudaraan tersebut menjadi bromance

    Ornamen dan Relief Garudeya Candi Kidal sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Batik Tulis Sandang

    No full text
    ABSTRAK   Reza, Dana. 2018.Relief dan Ornamen Candi Kidal sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Batik Tulis Sandang.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M.Hum., (II) Abdul Rachman  Prasetyo, S.Pd., M.Pd   Kata Kunci: relief candi kidal, batik tulis, sandang Penelitianpenciptaan berjudul Ornamen dan Relief Garudeya Candi Kidal sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik Tulis Sandang mengangkat kisah tentang pembebasan terhadap seorang ibu dari perbudakan. Relief Garudeya pada Candi Kidal dinilai dapat memberikan dampak positif dan dapat dijadikan tauladan. Pennelitianpenciptaan ini bertujuan untuk menjelaskan  (1) konsep penciptaan, (2) proses kreatif, (3) hasil kreatif, dan (4) penyajian hasil kreatif motif batik sandang yang terinspirasi dari ornamen dan relief Garudeya Candi Kidal. Penelitian penciptaan motif batik sandang ini tidak serta-merta dapatdiwujudkan. Sebelum pencipta merancang dan mewujudkan motif Garudeya, pencipta terlebih dahulu melakukan kajian sumber ide untuk mendapatkan konsep penciptaan. Kajian sumber ide ini diawali dari observasi ke tempat Candi Kidal untuk mengamati secara langsung ornamen dan relief Garudeya pada Candi Kidal. Setelah itu dilakukan wawancara terhadap pihak terkait. Pencipta melakukan wawancara kepada bapak Lutfi Fauzi selaku sejarawan yang paham tentang Candi Kidal. Pencipta mendapatkan buku ‘Adi Purwa’ dan ‘Ancient Indonesian Art’ sebagai sumber referensi relief dan ornamen Candi Kidal. Dalam aspek teknis, pencipta melakukan kunjungan ke beberapa pabrik batik guna menggali wawasan tentang media dan teknik membatik. Metode penciptaan yang dijadikan acuan dalam penciptaan motif batik ini adalah metode penciptaan milik SP. Gustami. Metode SP. Gustami memiliki tiga tahap enam langkah. Ketiga tahap tersebut antara lain (1) tahap eksplorasi, (2) tahap perancangan, (3) tahap perwujudan. Sedangkan enam langkah pada metode ini antara lain (a) pengembaraan jiwa, (b) landasan teori, (c) perancangan untuk menuangkan ide  dari deskripsi verbal dalam rancangan dua dimensi, (d) visualisasi gagasan menjadi produk prototipe, (e) pelaksanaan hingga finishing, (f) evaluasi. Produk yang dihasilkan dari penelitian penciptaan ini adalah enam motif batik tulis sandang. Keenam motif yang dihasilkan diterapkan pada enam helai kain. Keenam motif tersebut antara lain (1) Gurdo Sadulur, (2) Lereng Gurdo Amerta, (3) Bakti Gurdo, (4) Nogo Sewu, (5) Gurdo Bentang Sayap, dan (6) Karakusane Kala. Keenam karya tersebut digelar di Sarinah Mall Malang lantai dua. Kegiatan gelar karya berlangsung selama tiga hari yakni dibuka pada 21 Mei 2018 dan ditutup pada 23 Mei 2018

    PENCIPTAAN PRODUK KRIYA LAMPU HIAS DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH SERBUK SERUTAN KAYU

    No full text
    ABSTRAK   Khafdoh. 2018.Penciptaan Produk Kriya Lampu Hias dengan Memanfaatkan Limbah Serbuk Serutan Kayu, Skripsi,Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M. Hum. Kata Kunci: Penciptaan, Serbuk Serutan Kayu, Seni Kriya, Lampu Hias. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pabrik pengolah kayu terbanyak, kota-kota itu diantaranya Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Lumajang serta masih banyak kota lainnya. Pengolahan kayu seringkali menghasilkan limbah berupa serbuk serutan kayu. Sejauh ini limbah serbuk serutan tersebut hanya diolah menjadi bahan kayu bakar, alas kandang dan campuran pupuk organik. Pada dasarnya limbah kayu memiliki potensi tinggi untuk dijadikan karya seni. Berdasarkan hal tersebut, tercipta ide dari kegelisahan pencipta untuk membuat atau menciptakan kaya seni kriyadengan memanfaatkan limbah kayu khususnya limbah serbuk serutan kayu menjadi karya seni lampu hias. Penciptaan atau pembuatan karya seni lampu hias ini memilki beberapa tujuan dan manfaat, baik bagi pencipta sendiri maupun bagi masyarakat umum, yaitu: (1) menghasilkan konsep penciptaan karya seni kriya serbuk serutan kayu lampu hias berbagai bentuk. (2) mengeksplorasi teknik (3) mewujudkan proses penciptaan karya seni kriya lampu hias berbagai bentuk. (4) mengeksplorasi bentuk karya seni kriya lampu hias. Adapun maanfaat dari penciptaan ini adalah memberikan informasi pengetahuan baru yang nantinya akan menginspirasi orang lain agar terpacu untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru yang lebih kreatif. Langkah-langkah dalam penciptaan seni kriya lampu hias yaitu pengolahan sumber ide, mencari sebuah ide atau gagasan yang kemudian dijadikan konsep. Konsep yang diperoleh inilah yang diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa.Langkah selanjutnya adalah aktualisasi sumber ide pada media serbuk serutan kayu. Mengolah limbah serbuk serutan kayu menjadi adonan yang terdiri dari campuran serbuk serutan kayu, lem kayu dan air, selanjutnya adonan tersebut dicetak pada bidang tertentu, apabila persegi dicetak dan ditatata diatas lembaran plastik, sedangkan bulat atau lingkaran dicetak pada bola plastik lalu dikeringkan. Pada proses selanjutnya adalah merangkai dan merekatkan hasil cetakan pada rangkaian yang telah dibuat. Dilanjutkan dengan proses merangkai rankaian lampu serta proses finishing. Enam karya seni kriya lampu hias ditampilkan menggunakan media estetik berupa titik, garis, bidang, warna dan tekstur. Karakter seni kriya lampu hias berupa dominasi bentuk-bentuk geometris dan bentuk bebas. Karya-karya itu yaitu, (1) berjudul persegi susun, (2) berjudul pohon cahaya, (3) berjudul persegi jam pasir, (4) berjudul lampu ubur-ubur, (5) berjudul persegi melayang, (6) berjudul bulatan asik. Tekstur yang dihasilkan limbah serbuk kayu tersebut mampu memberikan efek naturaluntuk menunjukkan kealamian kayu yang dikemas secara modern menjadi sebuah lampu hias. Diharapkan karya tersebut mampu memberi wawasan bagi pencipta maupun khalayak umum. Selain itu, karya lampu hias ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa limbah industri dapat dirubah menjadi karya bernilai estetik tinggi, nilai fungsional dan nilai ekonomis

    Biografi Bung Hatta Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Digital Berbasis Infografis Untuk Penanaman Akhlak Dan Adab

    No full text
    RINGKASAN    K, Rijalul. 2018. Biografi Bung Hatta Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Digital Berbasis Infografis Untuk Penanaman Akhlak Dan Adab. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Moch. Abdul Rohman, S.Sn., M.Sn.   Kata kunci: biografi Bung Hatta, akhlak dan adab, infografis Muhammad Hatta atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta adalah sosok pahlawan yang patut diteladani oleh generasi muda saat ini, karena di zaman modern saat ini nilai keteladanan sangat begitu penting dikarenakan saat ini banyak terjadi penyimpangan yang terjadi pada generasi muda, terlebih khusus mengenai akhlak dan adab yang mulai luntur dari jiwa para pemuda. Bung Hatta adalah salah satu pahlawan yang patut menjadi teladan hidup dikarenakan kisah perjuangan dan kebiasaan beliau semasa hidup bisa dijadikan inspirasi bagi generasi sesudahnya. Tujuan dari penciptaan ini adalah membuat karya seni digital berbasis infografis dengan ide, gagasan, dan sumber inspirasi tentang biografi Bung Hatta untuk pendidikan moral khususnya penanaman akhlak dan adab pada remaja. Model yang digunakan dalam penciptaan ini secara prosedural dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan memaparkan langkah-langkah secara berurutan dari proses awal hingga hasil akhir. Prosedur penciptaan dimulai dari melakukan riset meliputi pencarian data, analisis, sintesis sampai dengan visualisasinya. Hasil dari penciptaan infografis ini meliputi (1) proses produksi yaitu memuat narasi, sketsa, dan editing (2) produk yang dihasilkan 6 buah karya dengan ukuran A1 secara berseri (3) memasangnya ditempat-tempat umum seperti pameran seni. Hasil dari penciptaan karya seni digital berbasis infografis ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan dapat menjadi pelajaran mengenai nilai keteladan dari pahlawan sehingga dapat tertanam sifat akhlak mulia dan adab yang baik karena kisah-kisah teladan dari infografis biografi Bung Hatta. Dengan demikian, maka penciptaan ini akan sangat bermanfaaat dan berdaya guna bagi penanaman akhlak dan adab pada masyarakat.  

    Memaknai Dua Karya Lukis Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo Yang Berjudul "Fenomena" dan "Refleksi Kehidupan" Tahun 2002

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan, Rizki. 2018. Memaknai Dua Karya Lukis Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo Yang Berjudul “Fenomena” Dan “Refleksi Kehidupan” Tahun 2002. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn.   Kata Kunci : Fenomena dan Refleksi Kehidupan, Sutrisno Adijoyo Penelitian ini memaparkan kritik terhadap karya seni lukis Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo pada tahun 2002 yang berjudul “Fenomena” dan “Refleksi Kehidupan”. Setiap karya mengandung unsur emosi, pengalaman, dan proses yang tidak sama antara satu seniman dengan seniman lainnya. Bagi seorang seniman, memiliki karakter dan keunikan sendiri dalam karyanya merupakan perwakilan dari jiwa seniman sebagai pencipta. Hal ini dapat menjadi daya tarik untuk mengkaji nilai-nilai yang terdapat di dalam suatu karya seni. Oleh sebab itu penelian ini bertujuan untuk mendapati nilai-nilai yang terkandung pada karya seni lukis Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo. Karena suatu kritik bertujuan untuk memahami tiap aspek yang terdapat di dalam sebuah karya seni, sehingga didapatkan kepuasan dalam mengapresiasi karya seni tersebut, kemudian menemukan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kritik holistik. Sumberdata yang diperoleh melalui tahap metode observasi, wawancara, dan juga analisa dokumen. Data penelitian ini nantinya berupa paparan dari hasil observasi terhadap visualisasi karya seni lukis. Kegiatan analisis data dengan mendeskripsikan, dilanjutkan dengan analisa formal, interpretasi, dan terakhir sintesa. Dalam pengecekan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam karya seni lukis Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo, yaitu : nilai sosial, budaya dan spiritual. Nilai-nilai ini tampak pada visualisasi dan gambaran objek-objek, serta penggunaan warna di dalam karya seni lukisnya. Diharapkan dari hasil penelitian ini mampu memberikan refleksi pada seniman terhadap karya seni lukisnya. Bagi mahasiswa Seni dan Desain Universitas Negeri Malang dapat dijadikan edukasi dan motivasi akan pentingnya untuk lebih bijak menyikapi perbedaan dan memaknai arti kehidupan. Serta diharapkan adanya penelitian lebih lanjut terhadap karya seni lukis Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo yang lainnya. Dan bagi Perguruan Tinggi Negeri diharapkan Serta mampu mengkaji lebih lanjut secara ilmiah guna meningkatkan mutu akademis baik di daerah Kabupaten Banyuwangi, Kota Malang, serta daerah lainnya. Setiawan, Rizki. 2018. Interpreting of Two Painting Art by Raden Mas Sutrisno Adijoyo entitle Phenomenon and Life Reflection in 2002. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisors:: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn.   Key word : Phenomenon and Life Reflection, Sutrisno Adijoyo In this study describes the criticism of painting Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo in 2002 entitle “”fenomena” (the phenomenon)  and “ Refleksi kehidupan” (life reflection). Each painting art contains elements of emotion, experience, and processes that are not same between one artist and another. For an artist, having his own character and uniqueness in his work is a representative of the artist's soul as a creator. This can be an attraction to examine the values ​​contained in an art. Therefore this study have purpose to find out the values ​​contained in Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo's paintings. Because a critique aims to understand each aspect contained in a work of art, so that satisfaction is obtained in appreciating the artwork, then find the values ​​contained in it. This study uses a descriptive qualitative research design, with a holistic criticism approach. Data sources are obtained through observation, interviews, and document analysis. Data from this study are in the form of exposure to observations of visualization of painting art. Data analysis activities are described, continued by formal analysis, interpretation, and finally synthesis. In checking the data using triangulation method. The results of this study can be concluded that there are values ​​contained in Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo's paintings are: social, cultural and spiritual values. These values ​​appear in the visualization and description of objects, and use of colors in the artwork. The results of this study are expected to be able to provide artists with reflection on their paintings. For students of Art and Design, State University of Malang can be used as education and motivation for the importance of being wiser in addressing differences and understanding the meaning of life. And it is expected that there will be further research on Raden Mas Sutrisno Rego Adijoyo's other paintings. And for State Universities it is expected to be able to support all forms of scientific activities carried out by students in the form of appreciation and interpretation of art. As well as being able to study it further scientifically in order to improve academic quality in Banyuwangi, Malang, and other region

    Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Lumpur Geothermal dengan Metode Hidrothermal

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatullah, M. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Lumpur Geothermal dengan Metode Hidrothermal.Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sumari, M.Si., (II) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S.   Kata Kunci: limbah,lumpur geothermal, metode hidrotermal, zeolit. Limbah lumpur geothermal merupakan limbah yang dikeluarkan oleh PLTP Dieng, Jawa Tengah. Limbah lumpur geothermal keberadaannya sangat melimpah dan belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah lumpur geothermal diketahui memiliki kadar SiO2yang tinggi. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk sintesis zeolit dengan metode hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik limbah lumpur geothermalyang merupakan limbah PLTP Dieng Jawa Tengah, (2) mengetahui pengaruh jenis, konsentrasi, lama perendaman, dan volume asam, dalampemurnian silika menggunakan metode leaching asam, (3) mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH terhadap sintesis katalis zeolit dari lumpur geothermal dengan metode hidrotermal, dan (4) mengetahui karakteristik zeolit hasil sintesis dengan bahan dasar silika dari limbah lumpur geothermal. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yakni (1) pengambilan limbah lumpur geothermal (sampling),(2)preparasi dan analisis kandungan limbah lumpur geothermal,(3) pemurnian silika limbah lumpur geothermalmenggunakan metode leaching asam dengan variasi HCl & HNO3; konsentrasi asam 0,5M, 1,0M, 1,5M, 2,0M, & 2,5M; lama perendaman 1 jam, 8 jam, 16 jam, & 24 jam; dan volume asam 20mL, 40mL, & 80mL, (4) sintesis zeolit dari lumpur geothermal menggunakan  metode hidrotermalpada 150oC selama 24 jam dengan variasi NaOH 2M, 3M, & 4M, (5) karakterisasi zeolit hasil sintesis menggunakan XRF, XRD, FTIR, SEM, dan isoterm Langmuir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa(1) limbah lumpur geothermal memiliki tekstur halus, berbau telur busuk, dan berwarna hijau keabu-abuan. Silika limbah lumpur geothermaldapat dimurnikan dengan metode leaching asam. Pemurnian silika meningkatkan kadar Si dari 10,4% menjadi 85,3%. Kondisi optimum pemurnian silika adalah  penggunaan HCl dengan konsentrasi 2Mdan waktu perendaman selama 24 jam disertai kalsinasi pada suhu 500oC selama 3 jam. (2) Zeolityang berhasil disintesis dengan metode hidrotermal dari bahan dasar limbah lumpur geothermal adalah zeolit Y. Zeolit Y hasil sintesis berwarna putih dan memiliki tekstur halus. Karakterisasi XRF menunjukkanrasio molar SiO2/Al2O3 sebesar 3,62 (zeolit Y) dan karakterisasi XRD menunjukkan munculnya puncak-puncak difraksi pada 13,8850o, 18.8652o, 24,2080o, 27,4421o, 32,5025o,dan  36,9443o yang menunjukkan zeolit Y. Hasil FTIR menunjukkan munculnya serapan 3480-3450cm-1yang mengindikasikan adanya vibrasi ulur gugus O-H,  pada 1095-1010cm-1 mengindikasikan vibrasi ulur tetrahedral T-O-T (T = Si, Al), dan pada 489-4075cm-1 mengindikasikan vibrasi tekuk gugus T-O (T = Si, Al). Ukuran butir kristal (54,60 nm) dan luas permukaan (1379,76 m2/g) tertinggi diperoleh ketika sintesis zeolit dengan NaOH 4M. Karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan kristal zeolit berbentuk balok (zeolit Y)

    ANALISIS MOTIF BATIK TOPENG MALANGAN PADA RUMAH INDUSTRI BATIK BLIMBING MALANG KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Ambarsari, Tikah. 2018. Analisis Motif Batik Topeng Malangan Pada Rumah Industri Batik Blimbing Malang Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. AAG Rai Arimbawa, M. Sn, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: batik blimbing malang, motif batik, warna batik Kecamatan Blimbing terdapat rumah industri batik yang menciptakan motif batik yaitu motif batik Topeng Malangan. Rumah industri tersebut cukup lama dan menjadi salah satu iconnya Kota Malang. Terdapat tiga motif unggulan yaitu motif Sebar 1, Sebar 2, dan Sebar 3. Motif tersebut terinspirasi dari salah satu kebudayaan khas Kota Malang yaitu Tari Topeng Malangan. Beberapa masyarakat ada yang belum mengenal lebih jauh tentang motif batik Topeng Malangan, oleh karena itu motif batik Topeng Malangan pada rumah industri Batik Blimbing Malang perlu untuk diteliti. Penelitian bertujuan untuk menganalisis (1) visualisasi motif batik pada rumah industri Batik Blimbing Malang (2) visualisasi warna pada rumah industri Batik Blimbing Malang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen aktif dalam upaya pengumpulan data di lapangan. Teknik analisis yang dilakukan meliputi: reduksi data, tahap sajian data, dan tahap pemeriksaan simpulan. Untuk pengecekan keabsahan data, dilakukan dengan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil analisis data, visualisasi motif batik yaitu pertama motif Sebar 1 berbentuk garis nyata non geometris yang berupa garis lengkung. Warna yang digunakan yaitu warna biru, kuning, merah, dan hijau. Motif pendukung yang digunakan adalah motif Daun Semanggi dengan menggunakan isen-isen Ukel. Motif kedua yaitu motif Sebar 2 yang berbentuk garis nyata non geometris yang berupa garis lengkung. Warna yang digunakan yaitu warna hijau, kuning, biru, dan coklat. Motif pendukung yang digunakan adalah motif Padi dengan menggunakan isen-isen Ukel. Motif ketiga yaitu motif Sebar 3 yang berbentuk garis nyata non geometris yang berupa garis lengkung. Warna yang digunakan yaitu warna merah, kuning, hijau, dan coklat. Motif pendukung yang digunakan adalah motif Ukel, Daun Semanggi, dan Bunga Blimbing dengan menggunakan isen-isen ukel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif unggulan yang digunakan adalah hasil stilasi dari Topeng Malangan. Jika pada batik ini menggunakan salah satu motif unggulan sebagai motif utama, maka motif pendampingnya juga terdiri dari motif unggulan yang lainnya. Warna-warna yang cenderung digunakan yaitu warna merah, kuning, hijau, dan biru

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇